Anda di halaman 1dari 10

PLC Allen Bradley Programmable Logic Controler (PLC) Allen Bradley merupakan salah satu jenis PLC yang

banyak digunakan untuk keperluan otomasi di industri. Ada 2 macam bentuk PLC Allen Bradley yaitu bentuk compact dan bentuk modular. Untuk bentuk compact PLCnya menggunakan system rak (CPU dan !"# jadi satu kesatuan) dengan kapasitas memori yang terbatas.

Gambar 1 Bentuk PLC Compact $edangkan untuk PLC bentuk modular terdiri dari modul CPU dan modul !"# (merupakan bagian yang terpisah%pisah).

Gambar 2 Bentuk PLC Modular a. &odul PLC Allen Bradley Bentuk &odular 'idalam ( backplane ada yang bisa untuk ) * (+ dan (, modul. Pemilihan backplane disesuaikan dengan kebutuhan semakin komplek system yang dibuat maka semakin banyak backplane yang digunakan. Apabila modul yang dibutuhkan lebih dari (, maka harus menggunakan tambahan backplane karena tiap backplane maksimal untuk (, modul saja. b. Processor $LC -"+.ecerdasan PLC ditentukan oleh tipe prosesor (mikroprosesor) yang digunakan. Prosesor bertugas untuk memerintah dan mengontrol kegiatan%kegiatan di seluruh sistem. Prosesor tipe $LC -"+-((*)*% L--2C -"+- CPU % ,2. &em) mempunyai kapasitas maksimum 2/ 0*2 instruction words.

c.

Analog !nput ((*)0%1()) &odul analog input ini terdiri dari ) channel input tiap channel dapat berupa tegangan dc maupun arus dc. Untuk merubah input tegangan atau arus digunakan dip s2itch yang letaknya berada pada sisi modul. Pada modul tipe ini range tegangannya 3"% (+ 4 sedangkan range arus 3"% 2+ mA.

d.

Analog #utput ((*)0%1#)() $eperti modul analog input modul ini juga terdiri dari ) channel namun output tiap channelnya hanya berupa arus dc dengan range )mA 5 2(mA.

e.

'igital !nput (*)0%!B(0) &odul digital input mempunyai (0 terminal. !nputnya berupa tegangan dc dengan range (+%,+ 4.

6.

'igital #utput ((*)0%#7(0) &odul digital output mempunyai 2 channel dengan / terminal output tiap channelnya. #utputnya dapat berupa tegangan dc dengan range -%(2- 4 atau berupa tegangan ac dengan range -%20- 4.

g.

!nstruksi%!nstruksi Pemrograman

!nstruksi%instruksi pemrograman PLC tipe ini yakni 8 Tabel 1 9ipe%tipe Relay Logic (Bit) Type Relay Logic (Bit) 1ama Normally Close Normally Open Output nergi!e Output Latc" Output #nlatc" One $"ot Rising Mnemonic :!C :!# #9; #9L #9U #$<

'imana 8 1. Examine If Close (XIC)

Gambar 3 %nstruksi &%C =ungsi 8 &enentukan status bit B sebagai kondisi eksekusi untuk operasi selanjutnya di

dalam suatu baris instruksi.

Contoh8

Gambar 4 Conto" Penggunaan %nstruksi &%C 2. Examine If Open (XIO)

Gambar 5 %nstruksi &%O =ungsi Contoh 8 &enentukan 8 status dari in>ers bit B sebagai kondisi eksekusi untuk operasi

selanjutnya di dalam suatu baris instruksi.

Gambar 6 Conto" Penggunaan %nstruksi &%O 3. Output Energize (OTE)

Gambar 7 %nstruksi O' =ungsi 8 $tatus bit B ON untuk suatu kondisi eksekusi ON dan status bit B akan O(( untuk suatu kondisi eksekusi O((.

Contoh

Gambar 4. Pe!a"#$ (Timer)

Conto" Penggunaan O'

9imer pada jenis ini terdiri dari 9imer #n 'elay (9#1) dan 9imer #66 'elay (9#'). Alamat pada timer dimulai dari 9)8++ sampai ,?. 9imer ini dilengkapi dengan bits yang terdiri dari ;1 (9imer ;nable Bit) 99 (9imer 9iming Bit) dan '1 (9imer 'one Bit). $imbol dari 9#1 8

Gambar % $imbol 'ON 'ime Base Preset Contoh 8 @ @ satuan 2aktu yang digunakan 2aktu yang dibutuhkan untuk mengakti6kan '1 setelah ;1 akti6 nilai timer ketika Accum sama dengan Preset '1 akan akti6

Accum @

Gambar 1& Conto" Penggunaan 'ON 5. Pen'a'a( (Counter) Counter terdiri dari 2 bagian yakni C9U (Counter #P) dan C9' (Counter *own). $imbol dari C9U8

Gambar 11 $imbol C'#

Preset

hitungan dimana '1 akan akti6 nilai counter ketika Accum sama dengan Preset '1 akan akti6

Accum @ Contoh 8

Gambar 12 Conto" Penggunaan C'# 6. )e*e# (RES) 'igunakan untuk mereset nilai accum dari suatu counter hingga nilai menjadi nol (untuk C9U). Contoh 8

Gambar 13 Conto" Penggunaan R $ 7. Add (A ) 1ilai pada source A ditambahkan dengan nilai pada source B dan disimpan pada *estination.

Gambar 14 $imbol A** Contoh 8

Gambar 15 Conto" Penggunaan A**

+,-e ( MO! ) Proccessor meng%copy nilai pada source ke alamat tujuan destination

Gambar 16 $imbol MO+ Contoh 8

Gambar 17 Conto" Penggunaan MO+ %. .$m/ #, 0$br,$#1ne (.0)) Aika kondisi pada rung untuk instruksi A$< adalah true maka processor akan jump ke subroutine dengan nomor yang bersesuaian.

Gambar 1 $imbol ,$R Contoh 8

Gambar 1% Conto" Penggunaan ,$R

1&. 0$br,$#1ne (0B)) 9arget dari subroutine diidenti6ikasi oleh nomor 6ile yang dimasukkan dalam instruksi A$<. Contoh 8

Gambar 2& $imbol $BR 11. )e#$rn 2r,m 0$br,$#1ne ()ET) !nstruksi output ini menandakan akhir dari subroutine atau akhir dari eksekusi subroutine sehingga scanning dilanjutkan ke rung setelah rung yang memanggil subroutine ini. Contoh 8

Gambar 21 $imbol R ' h. <$LinB <$LinB merupakan so6t2are yang digunakan untuk setting komunikasi antara PLC dengan PC. $ecara singkat setting komunikasinya adalah sebagai berikut8 (. &enjalankan <$LinB kemudian klik menu communication lalu masuk ke menu <$7ho seperti terlihat pada gambar di ba2ah ini. 'isitu akan ditemukan dri>er yang sudah akti6. Pada percobaan ini dipakai ABC'=!%( 'D%)/-.

Gambar 22 Menu -indow R$-"o 2. Bila ABC'=!%( 'D%)/- tersebut belum ada maka untuk membuatnya dengan cara berikut (pada contoh ini menggunakan ABC'=!%2 'D%)/-). Pada menu communication klik con6igure dri>er kemudian pilih dri>er <$%2,2 '=! 'e>ices lalu klik Add 1e2. $etelah di klik kemudian akan muncul menu Add 1e2

<$LinB 'ri>er lalu ketik nama dri>er yang baru. Dasilnya seperti gambar di ba2ah ini.

Gambar 23 -indow Pengisian New R$Lin. *ri/er ,. $etelah itu akan muncul menu con6igure <$%2,2 '=! 'e>ice. .emudian setting semua menu atau untuk lebih mudah pilih Auto%con6igure setelah itu klik #..

Gambar 24 -indow Con0igure R$1232 *(4 *e/ice i. <$4ie2,2 <$4ie2,2 adalah salah satu so6t2are D&! yang memungkinkan monitoring data%data yang ada di lapangan dalam hal ini data dari sensor dan tranducer yang ada di lapangan yang di kontrol oleh PLC. PLC dikomunikasikan dengan <$4ie2,2 dan <$4ie2,2 akan menampilkan data%data tersebut dalam tampilan yang memudahkan operator untuk mengamati jalannya proses yang ada di lapangan. .elebihan lain dari penggunaan so6t2are ini adalah e6ekti>itas dan keamanan dari proses kontrol dan monitoring. Berikut adalah setting supaya <$4ie2 bisa dihubungkan dengan PLC 8

1 45 &engatur kon6igurasi komunikasi antara PC (Personal Computer) dengan PLC (Programmable Logic
Controller) menggunakan so0tware R$Lin.5

2 2. &enjalankan so0tware R$Logi. lalu membuka ladder yang telah dibuat atau membuat ladder baru. 3 ,. &en%download ladder yang akti6 ke PLC. 4 ). &enjalankan so0tware R$+iew lalu membuka pro6ect yang telah dibuat atau membuat pro6ect baru.

-. &e%run pro6ect tersebut untuk monitoring data dari PLC. Agar pro6ect yang dibuat dapat online dengan PLC terlebih dahulu kita menentukan c"annel yang sedang akti6

Gambar 25 'ampilan -indow *ari $ub $istem C"annel $etelah itu dibuat node untuk system yang telah dibuat 8

Gambar 26 'ampilan -indow Node &aka pro6ect yang telah dibuat telah online dengan PLC dengan mengisi tag database. Pada data source dipilih type de/ice pada node name ketikkan node yang telah dibuat dan pada address ketikkan input atau output yang diperlukan atau yang telah digunakan dalam R$Logi.. Untuk type tag1nya pilih digital5 Pada ob6ect yang akan dimonitoring di animasi dengan tag yang telah dibuat. Aadi dapat dikatakan so0tware R$ Logi. ber6ungsi sebagai pemrogram " pengendali PLC sedangkan R$ +iew ber6ungsi sebagai >isualisasi " monitoring data%data dari plant (PLC). j. <$Logic -++ <$Logic merupakan so6t2are yang digunakan untuk membuat program didalam PLC. Adapun cara%cara yang harus dilakukan untuk membuat suatu program ladder diagram dengan menggunakan so0tware ini adalah sebagai berikut 8

0 1 2

(. 'ari Start Menu "rogram pilih "rogram #iles E Roc$%ell Soft%are E RS &ogix '(( Englis) E RS &ogix '(( Englis)5 2. Pada layar monitor akan muncul logo R$ Logi. 788 nglis" untuk beberapa saat saja. ,. Apabila kita ingin membuat suatu program ladder diagram yang baru maka pilihlah icon New sedangkan apabila kita ingin membuka sebuah 0ile program ladder diagram yang telah kita buat sebelumnya maka pilihlah icon Open a (ile dan pilih nama 0ile%nya.

3 4

). $etelah itu akan muncul sebuah layar gambar yang digunakan untuk menggambar ataupun mengedit program ladder diagram yang telah kita buat sebelumnya. -. Untuk meng%on%line%kan program ladder yang telah kita buat kedalam PLC Allen Bradley maka pilih icon F disamping kata #==L!1; yang terletak di pojok sebelah kiri atas bidang gambar dan pilihlah 'o2nload. Apabila seluruh penulisan program ladder diagram yang telah kita buat adalah benar maka tidak akan muncul pesan kesalahan apapun pada layar monitor dan proses do2nload akan selesai (++G. .emudian apabila muncul perintah H'o you 2ant to go #nline IJ pada layar monitor maka pilihlah #. untuk meng%on%line%kan program ladder diagram tersebut kedalam PLC Allen Bradley dan apabila kita tidak ingin meng%on%line%kan program tersebut maka klik Cancel.