Anda di halaman 1dari 3

PENATALAKSANAAN KASUS 1. Subjektif Profil pasien Nama Usia BB Panjang Keluhan Diagnosa : An.

An. RA : 2 bulan : 4,3 kg : 52 cm : panas, perut membesar dan kuning sejak 3 hari SMRS, BAB (+) warna

kuning, BAK (+) warna kuning, batuk pilek : Kolestasis

2. Objektif Tgl 22-11-08 1. USG Abdomen : - Liver, lien, pankreas, ginjal kanan kiri tak tampak kelainan - Tak tampak jelas gambaran GB, bisa karena non fasting, mohon konfirmasi USG pusat 2. Urin Tgl 26-11-08 1. Feses 2. Urinalisis Tgl 27-11-08 1. Urinalisis : Bilirubin & urobilirubin (-) Data laboratorium pasien Parameter Nilai normal HB WBC Plt Glu Alb 11-18 5-10 150-400 70-110 3,8-5,4 22 7,8 9,7 589 103 4,39 21 24 26 Keterangan Menurun Normal Meningkat Normal Normal : Stercobil F (-) : Bilirubin & urobilirubin (-) : Stercobil F (-)

7,9 8,4 8 9,8

AST ALT T.bil D.bil

5-34 11-60 <1 < 0,3

75 44 6,45 4,80

Meningkat Normal Meningkat Meningkat

Data Klinik Parameter Suhu HR RR Kuning 22 37 140 36 + 23 36,8 140 34 + 24 25 26 27 37 108 32 28 29 30 1 2 3 37 110 28 4 Ket

36,5 36,5 108 32 110 34

36,5 36,8 110 32 110 30

36,8 36,5 114 38 100 30

36,8 Normal 120 30 Normal Normal Normal

PATOFISIOLOGI Ekskresi bilirubin direk adalah pembatas laju bersihan bilirubin. Pada kolestasis, konjugasi terus berjalan tetapi ekskresinya berkurang dan bilirubin direk dapat masuk ke serum. Mekanisme regurgitasi ini belum sepenuhnya jelas tetapi diperkirakan berbeda menurut etiologi. Pada kolestasis hepatoseluler, bilirubin diperkirakan langsung keluar dari hepatosit baik secara difusi maupun eksositosis. Pada kolestasis obstruktif, bilirubin masuk ke kanalikuli dan keluar melalui taut sekap yang lemah (Crawford, 2009). Peningkatan bilirubin direk di serum adalah tanda utama kolestasis. Hasilnya adalah jaundice, diawali sklera ikterik yang dapat timbul pada kosentrasi 2 mg/dL dan urin yang gelap. Konsentrasi tersebut dipengaruhi laju produksi, keparahan kolestasis, dan jalur ekskresi lain. Kenaikan di serum tidak penting untuk diagnosis karena tidak mencerminkan jenis maupun keparahan kolestasis. Jalur ekskresi lain, terutama renal, membatasi kenaikan tersebut dan sangat jarang melebihi 30 mg/dL. Yang memungkinkan ekskresi renal adalah bilirubin direk terikat lemah pada albumin sehingga bisa berdisosiasi dan difiltrasi ke urin (Crawford, 2009). Crawford JM, Liu C. Liver and biliary tract, 2009, In: Kumar V, Abbas AK, Fausto N, Aster JC, ed., Robbins and Cotran Pathologic Basis of Disease. 8th ed, Elsevier Saunders, United States.