Anda di halaman 1dari 19

MOTIVASI : APLIKASI DALAM ORGANISASI

Oleh : Fany Agustian Bayutantra M Muddakir Uddin

Murtiningsih Prima Prihartini

MAGISTER MANAJEMEN UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA 2013


PERILAKU ORGANISASIONAL Kelompok 6 MM UNS AK 41

TUJUAN PEMBELAJARAN
Mampu mendefinisikan tiga type pembelajaran yg bermanfaat bagi menejer Mampu menjelaskan mengapa penetapan tujuan menjadi suatu penerapan motivasi yg populer di organisasi Mendiskusikan bagaimana memanejemeni diri bisa bermanfaat dalam mengembangkan program motivasi di organisasi Membandingkan perkiraan kekuatan rasa keadilan, harapan dan teori penguat dalam produktifitas, absensi dan kepuasan pekerjaan Mengidentifikasikan tiga dimensi keberhasilan diri
PERILAKU ORGANISASIONAL Kelompok 6 MM UNS AK 41

Pro - Kontra
Manajemen Partisipasi Kekuatan Etis yg Penting
Alfred Marrow hasil membuktikan keyakinan bahwa komunikasi terbuka, pengarahan diri yang lebih besar dan secara umum berdasarkan pada pendekatan partisipatif akan sangat praktis dan cara yg menguntungkan menggunakan talenta manusia dibanding cara tradisional, dimana menejemen memutuskan apa yg sebaiknya dilakukan karyawan dan menginstruksikannya untuk melakukan ini, itu... Produktivitas tinggi, biayanya kompetitif dan karyawan menjadi sangat puas. Rekan kerja yg menentang, partisipasi yg kurang antusias,
PERILAKU ORGANISASIONAL Kelompok 6 MM UNS AK 41

Teori Proses Motivasi, teori yang memberikan uraian dan analisis dari proses dimana perilaku mempunyai kekuatan, diarahkan, dipertahankan atau diberhentikan Manajemen Partisipatif, konsep memanajemeni yang mendorong partisipasi karyawan dalam membuat keputusan dan berbagai hal yang mempengaruhi pekerjaan mereka Pembelajaran, proses perubahan dalam perilaku yang relatif bertahan sebagai akibat dari hasil suatu praktik
PERILAKU ORGANISASIONAL Kelompok 6 MM UNS AK 41

Pembelajaran (Learning)
Empat konsep dasar untuk dimengerti 1. Perangsang (drive)

Perangsang primer (lapar, haus dll) Perangsang Sekunder (umpan balik peninjauan prestasi)
2. 3. 4. Stimulus Respons penguat (reinforcer)

Tiga tipe pembelajaran 1. Pengkondisian klasik 2. Pengkondisian Operan 3. Pembelajaran Sosial

PERILAKU ORGANISASIONAL

Kelompok 6 MM UNS AK 41

Pengkondisian Klasik
Hasil psikolog Rusia Ivan Pavlov : air liur anjing Stimulus terkondisi : Bel Stimulus tak terkondisi : Makanan Hasilnya : Ternyata bel itu menimbulkan air liur. Jadi, air liur yang ditimbulkan oleh bel saja adalah suatu tanggapan tak terkondisi, dimana air liur yang ditimbulkan oleh bel saja adalah suatu tanggapan terkondisi atau dipelajari
PERILAKU ORGANISASIONAL Kelompok 6 MM UNS AK 41

Pengkondisian Operan
Nama penelitinya B.F. Skinner Perilaku yang bisa dikendalikan dengan mengubah penguat dan hukuman yang mengikuti mereka Operan dibedakan berdasarkan pengendalian konsekuensinya Contoh perilaku operan termasuk melaksanakan pekerjaan yang berhubungan dengan tugas,
membaca laporan anggaran, menarik bagian yang salah di lini produksi, mendengarkan keluhan pelanggan
PERILAKU ORGANISASIONAL Kelompok 6 MM UNS AK 41

Pembelajaran Sosial
Albert Bandura dari Stanford University memperluas pekerjaan Skinner Pembelajaran sosial merujuk pada fakta bahwa kita membutuhkan begitu banyak perilaku dengan mengobservasi dan meniru orang lain dalam konteks sosial. menekankan pada sisi bahwa fungsi kognitif tidak bisa diabaikan dalam menjelaskan, memahami dan memodifikasi perilaku individual
PERILAKU ORGANISASIONAL Kelompok 6 MM UNS AK 41

S1

R1

S2

R2

Memo
Menginstruksi Bawahan untuk menyiapkan anggaran Stimulus Terkondisi

Menyiapkan Anggaran Mingguan

Menerima penghargaa n dari atasan

Rasa puas

Tanggapan Operan Terkondisi

Stimulus penguat

Tanggapan tidak terkondisi

Anteseden

Perilaku

Konsekuensi
Kelompok 6 MM UNS AK 41

PERILAKU ORGANISASIONAL

4 Teori Proses Motivasi

Penguatan Harapan Keadilan Penetapan Tujuan


PERILAKU ORGANISASIONAL Kelompok 6 MM UNS AK 41

TEORI PENGUATAN
Penguat adalah prinsip yang sangat penting dari pembelajaran Penguatan Positif sesuatu baik peningkatan kekuatan respon dan menyebabkan ulangan dari perilaku yang mendahului penguatan Penguatan Negatif peningkatan frekuensi penghapusan tanggapan dari penguatan negatif segera setelah terjadinya tanggapan Hukuman konsekuensi yang tidak menyenangkan dari tanggapan perilaku tertentu Peredaan menurunnya tingkat tanggapan krn tidak adanya penguatan
PERILAKU ORGANISASIONAL Kelompok 6 MM UNS AK 41

Jadwal Penguatan
Penguatan berkelanjutan
Tanggapan dikuatkan setiap kali terjadi

Penguatan sewaktu-waktu
Hanya diberikan sesudah beberapa kejadian dari tanggapan dan tidak setiap masing-masing tanggapan

PERILAKU ORGANISASIONAL

Kelompok 6 MM UNS AK 41

TEORI HARAPAN
Teori dimana seseorang dihadapkan pada satu set hasil tingkat pertama dan memilih suatu hasil yang didasarkan pada bagaimana pilihan tsb dihubungkan dengan hasil tingkat kedua. Preferensi individu didasarkan pada kekuatan (valensi) dari keinginan mencapai posisi tingkat kedua, dan persepsi hubungan antara hasil tingkat pertama dan kedua
PERILAKU ORGANISASIONAL Kelompok 6 MM UNS AK 41

Instrumentalitas
Konsep teori harapan motivasi dimana seseorang menganggap bahwa ada hubungan antara hasil tingkat pertama dan kedua. Suatu persepsi individu dimana hasil tingkat pertama dihubungkan dengan hasil tingkat kedua Hasil tingkat pertama diperoleh dari perilaku yg dihubungkan dengan pelaksanaan pekerjaan Hasil tingkat kedua kejadian-kejadian seperti imbalan/hukuman yg mungkin diakibatkan oleh hasil tingkat pertama
PERILAKU ORGANISASIONAL Kelompok 6 MM UNS AK 41

Valensi Kekuatan preferensi seseorang untuk suatu hasil tertentu Harapan suatu keyakinan bahwa suatu tindakan tertentu akan diikuti oleh suatu hasil tertentu

PERILAKU ORGANISASIONAL

Kelompok 6 MM UNS AK 41

Teori Keadilan
didasarkan pada asumsi bahwa individu, yang bekerja dalam rangka memperoleh tukaran imbalan dari organisasi, dimotivasi oleh suatu keinginan untuk diperlakukan adil di pekerjaan Empat ukuran penting
Orang Perbandingan Masukan Hasil

Keadilan dikatakan ada, kalau karyawan menganggap bahwa rasio rnereka (upaya) terhadap hasil (imbalan) sepadan dengan rasio dari lain, Begitu pula sebaliknya
PERILAKU ORGANISASIONAL Kelompok 6 MM UNS AK 41

Prosedur untuk Memulihkan Keadilan


Perubahan Perubahan Perubahan Perubahan masukan hasil sikap orang yang menjadi pembanding

Masing-masing metode ini didesain untuk mengurangi atau mengubah perasaan tidak menyenangkan dan tekanan yang ditimbulkan karena ketidakadilan
PERILAKU ORGANISASIONAL Kelompok 6 MM UNS AK 41

TEORI PENETAPAN TUJUAN


penetapan tujuan merupakan suatu proses kognitif dari beberapa penggunaan praktis tujuan secara sadar dari seseorang dan masudnya merupakan penentu utama dari perilaku. Langkah utama dalam penetapan tujuan adalah :
Diagnosa Penyiapaan Penekanan Peninjauan Pengecekan

PERILAKU ORGANISASIONAL

Kelompok 6 MM UNS AK 41

PERILAKU ORGANISASIONAL

Kelompok 6 MM UNS AK 41