Anda di halaman 1dari 4

PERKEMBANGAN BASISDATA BBSDLP

Aktivitas penelitian dan pemetaan yang telah dilakukan Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian (BBSDLP) yang sebelumnya bernama Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanah dan Agroklimat (Puslitbangtanak). melalui kegiatan peningkatan pendayagunaan basis data sumberdaya lahan untuk menunjang pembangunan pertanian. Kegiatan ini telah dihasilkan suatu sistem informasi yang disebut SISDAL Puslittanak (Sistem Insformasi Sumberdaya Lahan Puslittanak). Sistem ini memberikan kemudahan kepada pengguna data melalui pemanfaatan sistem penelusuran dan pemrosesan data, yang terdiri dari 2 program utama, tBase untuk data dalam bentuk tabular dan iMap untuk data spasial (Tim Puslittanak, 2003). Peranan basisdata BBSDLP semakin diperlukan untuk mengelola data agar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat secara lebih optimal, cepat, dan user friendly. Definisi Basis data (database), menurut ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia (Wikipedia, 2007) adalah kumpulan informasi yang disimpan di dalam komputer secara sistematik sehingga dapat diperiksa menggunakan suatu program komputer untuk memperoleh informasi dari basis data tersebut. Perangkat lunak yang digunakan untuk mengelola dan memanggil kueri (query) basis data disebut sistem manajemen basis data (database management system, DBMS). Istilah basis data mengacu pada koleksi dari data-data yang saling berhubungan, dan perangkat lunaknya seharusnya mengacu sebagai sistem manajemen basis data (DBMS). Data adalah kumpulan fakta, untuk dapat menjadi informasi, data harus diproses agar mudah dipahami, bermanfaat dan dapat digunakan. Aktifitas sistem basisdata dimulai dari pengumpulan, pengolahan, penyimpanan,

pemeliharaan, retrieval, analisis, dan diseminasi data. Efektifitas sistem tersebut tergantung pada kondisi data yang harus selalu terbaru, akurat, lengkap, dan mempunyai aksesibilitas tinggi bagi pengguna (Dale and McLaughlin,1988). Sistem pengelolaan data pada awalnya dibagi dalam sub-sub unit, yaitu: 1) Sistem Informasi Geografi untuk mengolah data grafik, 2) Database untuk mengolah data entry dan tabular, 3) Sistem yang mengelola hardware dan software serta pemeliharaannya, dan 4) Sekretariat untuk mengelola administrasi unit. Fungsi basisdata bukan hanya mengolah data akan tetapi juga membangun sistem back

up, penelusuran data yang semakin banyak, katalog, penyediaan informasi data, sistem informasi, dan DSS yang mudah dimengerti dan diakses pengguna. Struktur subsistem aliran data yaitu : akuisisi data, pemrosesan data, produksi informasi, dan diseminasi. Keempat subsistem ini disusun secara berjenjang dalam tiga level, yakni level 1, level 2, dan level Intermediasi (diseminasi, promosi, dan pelayanan). Mekanisme level 1 dicirikan oleh pemrosesan data menjadi informasi dan berlangsung pada kelti-kelti di lingkungan BBSDLP dan pada Unit Basis data Balit yang didukung oleh keltikelti di lingkungan Balit. Mekanisme level 2 dicirikan oleh proses manajemen basis data bersistem dan pemrosesan data dan informasi menjadi knowledge-base yang berlangsung di Unit basis data BBSDLP yang dilengkapi dengan tim pengembangan dan tim pengendali mutu. Mekanisme level intermediasi dicirikan oleh produksi data, informasi, dan knowledge bersistem dan sistem distribusinya ke pengguna akhir (end user). Kelebihan lain yang dimiliki oleh sistem berjenjang ini adalah setiap saat dapat dilakukan update data dan knowledge secara independent pada setiap jenjang oleh unit/bagian, sesuai dengan kompetensi dan keahliannya. Sistem semacam ini diharapkan dapat mewujudkan tercapainya aplikasi basisdata sumberdaya lahan yang memiliki keunggulan realtime, online dan up to date.

Sistem Jaringan Dengan adanya sistem jaringan ini, lalu lintas pengolahan data antar bagian atau unit menjadi lebih cepat dan mudah dilakukan. Hanya keterbatasan dari sistem jaringan LAN yang ada masih menggunakan media transmisi berupa kabel Unshielded Twisted Pair (UTP). Walau relatif lebih murah, tetapi media ini hanya efektif digunakan pada jarak yang pendek. Pada jarak yang jauh atau panjang, mudah terpengaruh oleh gangguan dan kecepatan data yang dapat ditransfer terbatas. Sistem jaringan BBSDLP masih perlu ditingkatkan secara nir kabel broadband sehingga jangkauan jaringan menjadi lebih luas. Backup data masih dilakukan dengan menggunakan media CD-R atau DVD. Sistem backup data ini terus menerus diperbaharui sesuai dengan perkembangan data dan teknologi terkini, sehingga restore data dapat dilakukan dengan mudah. Selain itu, perlu dilakukan pengecekan kekonsistensian data (recovery), dimana jika terjadi kesalahan dapat dilakukan

perbaikan dengan segera. Sistem masih perlu dikembangkan lagi dengan menggunakan media backup yang lebih aman dan sistem penyimpan yang lebih baik.

Sistem Katalog Katalog pertama adalah Katalog Peta-peta Tanah yang disusun pada tahun 1972, selanjutnya dilakukan beberapa kali penyempurnaan, yaitu: Keadaan Peta Tanah di Indonesia (1978), Daftar Peta Tanah (1988), Daftar Peta Sumberdaya Lahan (1996), dan Atlas Indeks Peta Digital Sumberdaya Lahan Puslitbangtanak (2002). Katalog-katalog tersebut masih dibuat dalam bentuk manual/konvensional.

Sistem Diseminasi Data Untuk keperluan sosialisasi dan diseminasi kepada masyarakat pengguna diperlukan dukungan pengelolaan informasi yang baik. Saat ini telah dihasilkan beberapa macam CD Interaktif sumberdaya lahan pertanian sebagai media untuk diseminasi hasil penelitian dan kegiatan BBSDLP. Berbagai jenis CD Interaktif tersebut adalah 1) CD Interaktif untuk seminar, seperti: Centenial Commemoration of Soil Research Institute, Seminar Multifungsi Lahan Pertanian. CD Interaktif ini berisi makalah, jadwal seminar, tujuan, dan lain-lain. 2) Kumpulan paper/makalah, seperti: Kumpulan Makalah Multifungsi Lahan Pertanian, 3) Laporan Penelitian untuk kegiatan, antara lain: Primatani, dan P4MI di 5 KABUPATEN. CD Interaktif ini bersifat sangat teknis dengan menampilkan laporan secara utuh dan peta-peta hasil penelitian kegiatan terkait. 4) CD Interaktif Sumberdaya Lahan Pertanian. Untuk tahap pertama baru dibuat untuk 2 Provinsi, yaitu Provinsi Kalimantan Barat dan Provinsi Jawa Barat. CD Interaktif ini menyajikan informasi tentang Sumberdaya Lahan Pertanian, dan katalog peta-peta dan hasil-hasil penelitian yang telah dilakukan di BBSDLP berdasarkan daerah administrasi. 5) CD Interaktif Katalog yang menyajikan tentang katalog baik secara spasial maupun tabular tentang peta-peta yang telah dihasilkan oleh BBSDLP. Sedangkan sistem informasi yang telah dibuat dalam bentuk Cdinteraktif adalah sistem informasi evaluasi lahan pertanian berbasis web. Sistem ini merupakan pelayanan informasi tentang evaluasi lahan (crop modelling) yang lebih mudah digunakan dan dapat dilakukan secara jarak jauh.

Peta-peta tersebut disimpan dalam bentuk project yang dibuat dalam program ArcExplorer. Ada dua format data yang disajikan dalam menu peta yakni SHP (ArcView/ArcInfo) dan bitmap (JPG/BMP Galeri foto disajikan dalam dua model album elektronik, yaitu foto aktif berukuran besar dan berupa thumbnail. Sistem diseminasi ini memiliki kelebihan mudah digunakan dan bersifat interaktif. Hanya saja, cara ini masih bersifat offline, yang hanya dapat dilakukan secara stand-alone. Dengan demikian penyebaran informasinya menjadi terbatas. Sistem ini masih harus ditingkatkan menjadi layanan (service) secara online. Pengembangan yang bisa dilakukan ke depan, adalah baik penyajian informasi, pemesanan / permintaan dan pengiriman datanya maupun pembayarannya, dapat dilakukan secara online melalui situs BBSDLP.