Anda di halaman 1dari 9

BAB I PENDAHULUAN 1.

1 Latar belakang masalah

Negara adalah suatu wilayah di permukaan bumi yang kekuasaannya baik politik, militer, ekonomi, sosial maupun budayanya diatur oleh pemerintahan yang berada di wilayah tersebut. Negara juga merupakan suatu wilayah yang memiliki suatu sistem atau aturan yang berlaku bagi semua individu di wilayah tersebut, dan berdiri secara independent. Syarat primer sebuah negara adalah memiliki rakyat, memiliki wilayah, dan memiliki pemerintahan yang berdaulat. Sedangkan syarat sekundernya adalah mendapat pengakuan dari negara lain. Negara adalah pengorganisasian masyarakat yang mempunyai rakyat dalam suatu wilayah tersebut, dengan sejumlah orang yang menerima keberadaan organisasi ini. Syarat lain keberadaan negara adalah adanya suatu wilayah tertentu tempat negara itu berada. Hal lain adalah apa yang disebut sebagai kedaulatan, yakni bahwa negara diakui oleh warganya sebagai pemegang kekuasaan tertinggi atas diri mereka pada wilayah tempat negara itu berada. Sedangkan istilah susunan negara ditujukan untuk menentukan apakah negara itu merupakan negara (1) kesatuan, ( ) !ederasi atau (") kon!ederasi. #ontoh negara kesatuan adalah $epublik %ndonesia, dan ini jelas terdapat dalam &&' 1()* pasal 1, +Negara %ndonesia adalah Negara ,esatuan yang berbentuk $epublik-. .dapun Negara /ederal adalah suatu negara yang terdiri dari beberapa negara bagian (deelstaten) yang masing0masing tidak berdaulat biasa juga disebut sebagai negara serikat (boomstaat). 'an negara kon!ederasi (statebond) pada hakikatnya bukanlah negara, tetapi merupakan serikat atau perkumpulan masing0masing negara merdeka. %katan perkumpulan tersebut, bisa karena kepentingan bersama atau karena perkembangan sejarah, contohnya adalah #ommonwealth. 1.2 Rumusan masalah

'alam penyusunan makalah ini, penulis menentukan rumusan masalah, yaitu sebagai berikut 1 1. .pakah itu negara 2 . 3agaimana si!at0si!at dan unsur0unsur suatu negara 2 ". .pakah tujuan dan !ungsi negara 2 1.3 Tujuan enul!san

4ujuan penulisan dan penyusunan makalah ini adalah sebagai tugas kuliah paruh pertama pada mata kuliah %lmu Negara semester ganjil. 'alam penulisan dan penyusunan makalah ini diharapkan dapat menambah wawasan dan pengetahuan serta memberikan telaah materi pada mata kuliah %lmu Negara.

BAB II PE"BAHA#AN Sebelum kita membahas topik tentang 5.pakah itu negara 26, dibawah ini disajikan beberapa rumusan mengenai negara itu sendiri. "enurut R$ger H. #$ltau % Negara adalah agen (agency) atau kewewenangan (authority) yang mengatur atau mengendalikan persoalan0persoalan bersama atas nama masyarakat (The state is an agency or authority managing or controlling these (common) affairs on behalf of and in the name of the community).[1] "enurut Har$l& '. Lask! % Negara adalah suatu masyarakat yang diintegrasikan karena mempunyai wewenang yang bersi!at memaksa dan yang secara sah lebih berkuasa daripada individu atau kelompok yang merupakan bagian dari masyarakat. 7asyarakat adalah suatu kelompok manusia yang hidup dan bekerja sama untuk memenuhi terkabulnya keinginan0keinginan mereka bersama. 7asyarakat merupakan negara kalau cara hidup yang harus ditaati baik oleh individu maupun oleh asosiasi0asosiasi ditentukan oleh suatu wewenang yang bersi!at memaksa dan mengikat (The state is a society wich is integrated by possesing a coercive authority legally supreme over any individual ot group wich is part of the society. A society is a group of human beings living together and working together for the satisfaction of their mutual wants. Such a society is a state when the way of live to wich both individuals and associations must conform is definedby a coercive authority binding upon them all).[2] "enurut "a( )eber % Negara adalah suatu masyarakat yang mempunyai monopoli dalam penggunaan kekerasan !isik secara sah dalam sesuatu wilayah (The state is a human society that (succesfully) claims the monopoli of the legitimate use of physical force within a given territory).[3] "enurut R$bert ". "a*l+er % Negara adalah asosiasi yang menyelenggarakan penertiban di dalam suatu masyarakat dalam suatu wilayah dengan berdasarkan sistem hukum yang diselenggarakan oleh suatu pemerintah yang untuk maksud tersebut diberi kekuasaan memaksa (The state is an association which, acting through law as pormulgalted by a government endowed to this end with coercive power, maintains within a community territorially demarcated the universal external conditions of social orders).8)9 2.1 A akah !tu negara , Negara merupakan integrasi dari kekuasaan politik, negara adalah organisasi pokok dari kekuasaan politik. Negara adalah alat (agency) dari masyarakat yang mempunyai kekuasaan untuk mengatur hubungan0hubungan manusia dalam masyarakat dan menertibkan gejala0 gejala kekuasaan dalam masyarakat. 7anusia hidup dalam suasana kerja sama, sekaligus

suasana antagonis dan penuh pertentangan. Negara adalah organisasi yang dalam sesuatu wilayah dapat memaksakan kekuasaannya secara sah terhadap semua golongan kekuasaan lainnya dan yang dapat menetapkan tujuan0tujuan dari kehidpan bersama itu. Negara menetapkan cara0cara dan batas0batas sampai di mana kekuasaan dapat digunakan dalam kehidupan bersama, baik oleh individu, golongan atau asosiasi, maupu oleh negara sendiri. 'engan demikian negara dapat mengintegrasikan dan membimbing kegiatan0kegiatan sosial dari penduduknya ke arah tujuan bersama. 'alam rangka ini boleh dikatakan bahwa negara mempunyai dua tugas 1 1. 7engendalikan dan mengatur gejala0gejala kekuasaan yang asosial, yakni yang bertentangan satu sama lain, supaya tidak menjadi antagonis yang membahayakan : . 7engorganisir dan mengintegrasikan kegiatan manusia dan golongan0golongan ke arah tercapainya tujuan0tujuan dari masyrakat seluruhnya. Negara menentukan bagaimana kegiatan0kegiatan asosiasi0asosiasi kemasyarakatan disesuaikan satu sama lain dan diarahkan kepada tujuan nasional. ;engendalian ini dilakukan berdasarkan sistem hukum dan dengan perantaraan pemerintah beserta segala alat perlengkapannya. ,ekuasaan negara mempunyai organisasi yang paling kuat dan teratur, maka dari itu, semua golongan atau asosiasi yang memperjuangkan kekuasaan harus dapat menempatkan diri dalam rangka ini. 2.2 Baga!mana s!-at.s!-at &an unsur.unsur suatu negara , #!-at.s!-at negara Negara mempunyai si!at khusus yang merupaka mani!esti dari kedaulatan yang dimilikinya dan yang hanya terdapat pada negara saja dan tidak terdapat pada asosiasi atau organisasi lainnya. &mumnya dianggap bahwa setiap negara mempunyai si!at memaksa, si!at monopoli, dan si!at mencakup semua. 1. Sifat memaksa. .gar peraturan perundangan0undangan ditaati dan dengan demikian dan dengan demikian penertiban dalam masyarakat tercapai serta timbulnya anarki dicegah, maka negara memiliki si!at memaksa, dalam arti mempunyai kekuasaan untuk memakai kekerasan !isik secara legal. Sarana untuk itu adalah polisi, tentara, dan sebagainya. <rganisasi dan asosiasi yang lain dari negara juga mempunyai aturan, akan tetapi aturan0aturan yang dikeluarkan oleh negara lebih mengikat. 'i dalam masyarakat yang bersi!at homogen dan ada konsensus nasional yang kuat mengenai tujuan0tujuan bersama, biasanya si!at paksaanini tidak begitu menonjol : akan tetapi di negara0negara baru yang kebanyakan belum homogen dan konsensus nasionalnya kurang kuat, sering kali si!at paksaaan ini akan lebih tampak. 'alam hal demikian di negara demokratis tetap disadari bahwa paksaan hendaknya dipakai seminimal mungkin dan sedapat0dapatnya dipakai persuasi (meyakinkan). =agi pula pemakaian pemaksaan secara ketat , selain memerlukan organisasi yan ketat, juga memerlukan biaya yang tinggi. &nsur paksa dapat dilihat misalnya pada ketentuan tentang pajak. Setiap warga negara harus membayar pajak dan orang yang menghindari kewajiban ini dapat dikenakan denda, atau disita miliknya, atau di beberapa negara malahan dapat dikenakan hukuman kurungan.

1. Sifat monopoli. Negara mempunyai monopoli dalam menetapkan tujuan bersama dalam masyarakat. 'alam rangka ini negara dapat menyatakan bahwa suatu aliran kepercayaan atau aliran politik tertentu dilarang hidup dan disebarluaskan, oleh karena dianggap bertentangan dengan tujuan masyarakat. . Sifat mencakup semua (all encompassing, all embracing). Semua peraturan perundang0undangan (misalnya keharusan membayar pajak) berlaku untuk semua orang tanpa kecuali. ,eadaan demikian memang perlu, sebab kalau seseorang dibiarkan berada di luar ruang lingkup aktivitas negara, maka usaha negara ke arah tercapainya masyarakat yang dicita0citakan akan gagal. =agi pula, menjadi warga negara tidak berdasarkan kemauan sendiri (involuntary membership) dan hal ini berbeda dengan asosiasi lain di mana keanggotaan bersi!at sukarela. Unsur.unsur negara Negara terdiri atas beberapa unsur yang dapat diperinci sebagai berikut 1 1. !ilayah. Setiap negara menduduki tempat tertentu di muka bumi dan mempunyai perbatasan tertentu. ,ekuasaan negara mencakup seluruh wilayah, tidak hanya tanah, tetapi juga laut disekelilingnya dan angkasa diatasnya. ,arena kemajuan teknologi dewasa ini masalah wilayah lebih rumit daripada di masa lampau. Sebagai contoh, jika pada masa lampau laut sejauh " mil dari pantai (sesuai dengan jarak tembak meriam) dianggap sebagai perairan teritorial yang dikuasai sepenuhnya oleh negara itu, maka peluru0peluru missile sekarang membuat " mil tidak ada artinya. <leh karena itu, beberapa negara (termasuk %ndonesia) mengusulkan agar perairan teritorial diperlebar menjadi 1 mil. 'i samping itu kemajuan teknologi yang memungkinkan penambangan minyak serta mineral lain di lepas pantai, atau yang dinamakan landas benua (continental self) telah mendorong sejumlah besar negara untuk menuntut penguasaan atas wilayah yang lebih luas. >ilayah ini diusulkan selebar ?? mil sebagai economic "one agar juga mencakup hak menangkap ikan dan kegiatan ekonomis lainnya. 'alam mempelajari wilayah suatu negara perlu diperhatikan beberapa variabel, antara lain besar kecilnya suatu negara. 7enurut hukum internasional, berdasarkan prinsip the sovereign e#uality of nations, semua negara sama martabatnya. 4etapi dalam kenyataan sendiri negara kecil sering mengalami kesukaran untuk mempertahankan kedaulatannya, apalagi kalau tetangganya negara besar. 'i lain pihak, negara yang luas wilayahnya menghadapi bermacam0macam masalah, apalagi kalau mencakup berbagai suku bangsa, ras, dan agama. @uga !aktor geogra!is, seperti iklim dan sumber daya alam merupakan variabel yang perlu diperhitungkan. @uga perbatasan merupakan permasalahan : misalnya apakah perbatasan merupakan perbatasan alamiah (laut, sungai, gunung), apakah negara itu tidak mempunyai hubungan dengan laut sama sekali (land0locked), atau apakah negara itu merupakan benua atau nusantara. 1. $enduduk. setiap negara mempunyai penduduk, dan kekuasaan negara menjangkau semua penduduk di dalam wilayahnya. 'alam mempelajari soal penduduk ini, perlu diperhatikan !aktor0!aktor seperti kepadatan penduduk, tingkat pembangunan, tingkat kecerdasan, homogenitas, dan masalah nasionalisme. 'alam hubungan antara dua negara yang kira0kira sama tingkat industrinya, negara yang sedikit penduduknya sering lebih lemah kedudukannya daripada negara yang banyak penduduknya.

(;rancis terhadap @erman dalam ;erang 'unia %%). Sebaliknya, negara yang padat penduduknya (%ndia, #hina) menghadapi persoalan bagaimana menyediakan !asilitas yang cukup sehingga rakyatnya dapat hidup secara layak. 'i masa lampau ada negara yang mempunyai kecerendungan untuk memperluas negaranya melalui ekspansi. 'ewasa ini cara yang dianggap lebih layak adalah meningkatkan produksi atau menyelenggarakan program keluarga berencana untuk membatasi pertambahan penduduk. 'alam memecahkan persoalan semacam ini !aktor0!aktor seperti tinggi0 rendahnya tingkat pendidikan, kebudayaan, dan teknologi dengan sendirinya memainkan peran yang sangat penting. . $emerintah. Setiap negara mempunyai organisasi yang berwenang untuk merumuskan dan melaksanakan keputusan0keputusan yang mengikat bagi seluruh penduduk di dalam wilayahnya. ,eputusan0keputusan ini antara lain berbentuk undang0undang dan peraturan0peraturan lain. 'alam hal ini pemerintah bertindak atas nama negara dan menyelenggarakan kekuasaan dari negara. 3ermacam0macam kebijaksanaan ke arah tercapainya tujuan0tujuan lasyarakat dilaksanakannya sambil menertibkan hubungan0hubungan manusia dalam masyarakat. Negara mencakup semua penduduk, sedangkan pemerintah hanya mencakup sebagian kecil daripadanya. ;emerintah sering berubah, sedangkan negara terus bertahan (kecuali kalau ada pengaruh dari negara lain). ,ekuasaan pemerintah biasanya dibagi atas kekuasaan legislati!, eksekuti!, dan yudikati!. ". %edaulatan. ,edaulatan adalah kekuasaan yang tertinggi untuk membuat undang0 undang dan melaksanakannya dengan semua cara (termasuk paksaan) yang tersedia. Negara mempunyai kekuasaan yang tertinggi ini untuk memaksa semua penduduknya agar menaati undang0undang serta peraturan0peraturannya (kedaulatan ke dalam0 internal sovereignty). 'i samping itu negara mempertahankan kemerdekaannya terhadap serangan0serangan dari negara lain dan mempertahankan kedaulatan ke luar (external sovereignty). &ntuk itu negara menuntut loyalitas yang mutlak dari warga negaranya. ,edaulatan merupakan suatu konsep yuridis, dan konsep kedaulatan ini tidak terlalu sama dengan komposisi dan letak dari kekuasaan politik. ,edaulatan yang bersi!at mutlak sebenarnya tidak ada, sebab pemimpin kenegaraan (raja atau diktator) selalu terpengaruh oleh tekanan0tekanan dan !aktor0!aktor yang membatasi penyelenggaraan kekuasaan secara mutlak. .palagi kalau menghadapi masalah dalam hubungan internasional : perjanjian0 perjanjian internasional pada dasarnya membatasi kedaulatan suatu negara. ,edaulatan umumnya tidak dapat dibagi0bagi, tetapi dalam negara !ederal sebenarnya kekuasaan dibagi antara negara dan negara0negara bagian. 2.3 A akah tujuan &an -ungs! negara , Negara dapat dipandang sebagai asosiasi manusia yang hidup dan bekerja sama untuk mengejar beberapa tujuan bersama. 'apat dikatakan bahwa tujuan terakhir setiap negara ialah menciptakan kebahagiaan bagi rakyatnya (bonum publicum, common good, common wealth). 7enurut $oger H. Soltau tujuan negara ialah 1 7emungkinkan rakyatnya berkembang serta menyelenggarakan daya ciptanya sebebas mungkin (The freest possible development and creative self expression of its members).8*9 'an menurut Harold @. =aski 1 7enciptakan keadaan di mana rakyat dapat mencapai keinginan0keinginan mereka secara maksimal

(&reation of those conditions under wich the members of the state may attain the maximum satisfaction of their desires).8A9 4ujuan negara $epublik %ndonesia sebagai tercantum sebagai di dalam &ndang0&ndang 'asar 1()* ialah 1 B &ntuk membentuk suatu pemerintahan Negara %ndonesia yang melindungi segenap bangsa %ndonesia dan seluruh tumpah darah %ndonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial dengan berdasarkan kepada 1 ,etuhanan yang 7ahaesa, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan %ndonesia, dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan, serta mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat %ndonesia (;ancasila) C. Negara yang berhaluan 7arDisme0=eninisme bertujuan untuk membangun masyarakat komunis, sehingga bonul publicum selalu dita!sirkan dalam rangka tercapainya masyarakat komunis. 4a!siran itu memengaruhi !ungsi0!ungsi negara di bidang kesejahteraan dan keadilan. Negara dianggap sebagai alat untuk mencapai komunisme dalam arti segala alat kekuasaannya harus dikerahkan untuk mencapai tujuan itu. 3egitu pula !ungsi negara di bidang kesejahteraan dan keadilan (termasuk hak0hak asasi warga negara) terutama ditekankan pada aspek kolekti!nya, dan sering mengorbankan aspek perseorangannya. .kan tetapi setiap negara, terlepas dari ideologinya, menyelenggarakan beberapa minimum !ungsi yang mutlak, yaitu 1 1. 'elaksanakan penertiban (law and order). &ntuk mencapai tujuan bersama dan mencegah bentrokan0bentrokan dalam masyarakat, negara harus melaksanakan penertiban. 'apat dikatakan bahwa negara bertindak sebagai stabilisator. . 'engusahakan kese(ahteraan dan kemakmuran rakyatnya. 'ewasa ini !ungsi ini sangat pentng, terutama bagi negara0negara baru. ;andangan di %ndonesia tercermin dalam usaha pemerintah untuk membangun suatu rentetan $epelita. ". $ertahanan. Hal ini diperlukan untuk menjaga kemungkinan serangan dari luar. &ntuk ini negara dilengkapi dengan alat0alat pertahanan. ). 'enegakkan keadilan. Hal ini dilaksanakan melalui badan0badan peradilan. Sarjana lain, #harles E. 7erriam, menyebutkan lima !ungsi negara,8F9 yaitu 1 1. ,eamanan ektern . ,etertiba intern ". ,eadilan ). ,esejahteraan umum *. ,ebebasan ,eseluruhan !ungsi negara di atas diselenggarakan oleh pemerintah untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan bersama. BAB III

PENUTUP 3.1 /es!m ulan

A akah !tu negara , @adi, sebagai kesimpulan dapat dikatakan bahwa negara adalah suatu daerah teritorial yang rakyatnya diperintah (governed) oleh sejumlah pejabat dan yang berhasil menuntut dari warga negaranya ketaatan pada peraturan perundang0undangannya melalui penguasaan (kontrol) monopolistis terhadap kekuasaan yang sah. Baga!mana s!-at.s!-at &an unsur.unsur suatu negara , Negara mempunyai si!at khusus yang merupakan mani!estasi dari kedaulatan yang dimilikinya dan yang hanya terdapat pada negara saja dan tidak terdapat pada asosiasi lainnya. Setiap negara mempunyai si!at, yaitu 1 0 0 0 Si!at memaksa Si!at monopoli Si!at mencakup semua

'an negara terdiri atas beberapa unsur, yaitu 1 0 0 0 0 >ilayah ;enduduk ;emerintah ,edaulatan

A akah tujuan &an -ungs! negara , Negara dapat dipandang sebagai asosiasi manusia yang hidup dan bekerja sama untuk mengejar beberapa tujuan bersama. 'apat dikatakan bahwa tujuan terakhir setiap negara ialah menciptakan kebahagiaan bagi rakyatnya. .kan tetapi setiap negara, terlepas dari ideologinya, menyelenggarakan beberapa minimum !ungsi yang mutlak, yaitu 1 0 0 0 0 7elaksanakan penertiban 7engusahakan kesejahteraan dan kemakmuran rakyatnya ;ertahanan 7enegakkan keadilan

3.2

#aran

7ewujudkan suatu negara yang sempurna sangtlah sulit. 'ibutuhkannya seorang pemimpin yang baik dan bertanggung jawab, wilayah strategis yang kaya akan sumber daya alam, penduduk yang bernasionalisme tinggi dan pemerintahan yang pro!esional dan berdaulat. &ntuk tercapainya cita0cita suatu negara, yang paling utama tentu saja adalah adanya niat yang besar untuk membangun negara secara idealis dan utopis. 7emahami nilai0nilai suatu negara diperlukan pembelajaran, yaitu belajar dari pengalaman dan kesalahan negara0negara yang sekarang telah menjadi pemegang kuasa global. 'alam usaha mewujudkan cita0cita negara, kadang kita mengalami kegagalan dan penghambatan dimana0mana, tetapi itu bukan alasan bagi kita bangsa %ndonesia untuk melemahkan niat dan tekad kita untuk terus berusaha agar 4anah .ir dapat berjaya kembali. Suatu saat, saya yakin bahwa %ndonesia akan sembuh dari 5penyakit0penyakit6nya dan bangkit kembali, 7erah0;utih akan berkibar dengan gagah, globalisasi ideologi ;ancasila di seluruh dunia dan 7acan .sia akan kembali kedalam masa kejayaanG DA0TAR PU#TA/A 1. 3udiardjo, 7iriam. ??H. )asar dasar ilmu politik. @akarta1 ;4 Iramedia ;ustaka &tama. . Soltau, An introduction to politic. ". Harold @. =aski, The State in Theory and $ractice (New Jork 1 4he Kiking ;ress, 1()F). ). H.H. Ierth and #. >right 7ills, trans., eds and introduction, *rom 'ax !eber + ,ssays in Sociology (New Jork 1 <D!ord &niversity ;ress, 1(*H). *. #harles E. 7errian, Systematic politics (#hicago 1 &niversity o! #hicago ;ress, 1()F). A. Soehino. ??*. -lmu .egara. Jogyakarta1 =iberty. 819 Soltau, An introduction to politic, hlm. 1. 8 9 Harold @. =aski, The State in Theory and $ractice (New Jork 1 4he Kiking ;ress, 1()F), hlm. H0( 8"9 H.H. Ierth and #. >right 7ills, trans., eds and introduction, *rom 'ax !eber + ,ssays in Sociology (New Jork 1 <D!ord &niversity ;ress, 1(*H), hlm. FH 8)9 $.7. 7aclver, The 'odern State (=ondon 1 <D!ord &niversity ;ress, 1( A), hlm. 8*9 Soltau, An -ntroduction to $olitics, hlm. *". 8A9 =aski, The State in Theory and $ractice, hlm. 1 . 8F9#harles E. 7errian, Systematic politics (#hicago 1 &niversity o! #hicago ;ress, 1()F)