Anda di halaman 1dari 10

Untuk menghidari adanya kesimpangsiuran dalam penyusunan makalah ini, maka penulis membatasi masalah-masalah yang akan di bahas

diantaranya: a. Perkembangan Pancasila Sebagai Dasar Negara? b. Makna Re italisasi Pancasila Sebagai Dasar Negara !nd"nesia? 1.2. Tujuan Penulisan Dalam penyusunan Makalah ini, penulis mempunyai beberapa tu#uan, yaitu: a. Penulis ingin mengetahui Perkembangan Pancasila Sebagai Dasar Negara Pada hakikatnya, Pancasila mempunyai dua $ungsi yaitu sebagai pandangan hidup dan sebagai dasar negara "leh sebab itu penulis ingin men#abarkan keduanya. b. Perkembangan Pancasila Sebagai Dasar Negara BAB II PEMBAHASAN Se#ak kelahirannya %& 'uni &()*+ Pancasila adalah Dasar ,alsa$ah Negara -esatuan Republik !nd"nesia, atau lebih dikenal sebagai Dasar Negara %Phil"s"$ische gr"undslag+. .al ini, dapat diketahui pada saat S"ekarn" diminta ketua D"kuritsu /yunbi 0y""sakai untuk berbicara di depan sidang 1adan Penyelidik Usaha Persiapan -emerdekaan !nd"nesia tanggal & 'uni &()*, menegaskan bah2a beliau akan memaparkan dasar negara merdeka, sesuai dengan permintaan ketua. Menurut S"ekarn", pembicaraan-pembicaraan terdahulu belum menyampaikan dasar !nd"nesia Merdeka. 1ahkan S"ekarn" menyatakan : Pada bagian pidat" berikutnya, S"ekarn" menyatakan, bah2a Phil"s"$ische 3r"undslag diatas mana kita mendirikan negara !nd"nesia, tidak lain adalah 4altanschauung. 1ahkan S"ekarn" lebih menegaskan lagi 4altanschauung yang kita harapkan tidak lain adalah persatuan phil"s"$ische gra"undslag. Untuk itu S"ekarn" menegaskan sebagai berikut : 5pakah itu ? Pertama-tama, saudara-saudara, saya bertanya : apakah kita hendak mendirikan !nd"nesia Merdeka untuk sesuatu "rang, untuk sesuatu g"l"ngan ? Mendirikan negara !nd"nesia Merdeka yang namanya saya !nd"nesia Merdeka, tetapi hanya untuk mengagungkan satu "rang, untuk memberi kekuasaan pada satu g"l"ngan yang kaya, untuk memberi pada satu g"l"ngan bangsa2an ? 5pakah maksud kita begitu ? Sudah tentu 6 1aik saudara 7saudara yang bernama kaum kebangsaan yang disini, maupun saudara-saudara yang dinamakan kaum

!slam, semuanya telah mu$akat, bah2a bukan negara yang demikian itulah kita punya tu#uan. -ita hendak mendidikan suatu negara 8semua buat semua9 1ukan buat satu "rang, bukan buat satu g"l"ngan, baik g"l"ngan bangsa2an maupun g"l"ngan yang kaya, tetapi 8semau buat semua9. !nilah salah satu dasar pikiran yang akan saya kupas lagi. Maka, yang selalu mendengung di salam saya punya #i2a, bukan sa#a didalam beberapa hari didalam sidang D"kuritsu /yunbi 0y""sakai ini, akan tetapi se#ak tahun &(:&, ;* tahun lebih, ialah : dasar pertama, yang baik di#adikan dasar buat negara !nd"nesia, ialah dasar kebangsaan9. %sekretariat negara, &((* : <&+ Paparan berikut S"ekarn" menyatakan $il"s"$ische principe yang kedua adalah internasi"nalisme. Pada saat menegaskan pengertian internasi"nalisme, S"ekarn" menyatakan bah2a internasi"nalisme bukanlah berarti k"sm"p"litisme, yang men"lak adanya kebangsaan, bahkan beliau menegaskan : 8!nternasi"nalisme tidak dapat hidup subur kalau tidak berakar didalam buminya nasi"nalisme. Nasi"nalisme tidak dapat hidup subur, kalau tidak hidup dalam taman sarinya internasi"nalisme. 8Seraya mengutip ucapan 3andhi, beliau menegaskan my nasi"nalisme is humanity. Pada saat men#elaskan prinsip dasar ketiga, S"ekarn" menyatakan bah2a negara !nd"nesia adalah negara 8Semua buat semua, satu buat semua, semua buat satu9, "leh karenanya saya yakin bah2a syarat yang mutlak untuk kuatnya negara !nd"nesia ialah permusya2aratan per2akilan. Demikian berikutnya untuk prinsip dasar yang keempat S"ekarn" mengusulkan prinsip kese#ahteraan ialah prinsip tidak akan ada kemiskinan didalam !nd"nesia merdeka. Prinsip dasar kelima adalah prinsip !nd"nesia merdeka dengan berta=2a kepada 0uhan >ang Maha ?sa. Pada kesempatan itu, S"ekarn" men#elaskan : Prinsip-prinsip $ilsa$ati Pancasila se#ak a2al kelahirannya diusulkan sebagai dasar negara % telah berhasil merumuskan gagasan-gagasan ital sebagaimana dicantumkan didalam pembukaan UUD &()*, dimana Pancasila sebagai dasar negara ditegaskan dalam satu kesatuan integral dan integrati$. @leh karena itu para t"k"h menyatakan bah2a Pembukaan Undang-Undang &()* merupakan sebuah d"kumen kemanusiaan yang terbesar dalam se#arah k"ntemp"rer setelah 5merican Declarati"n "$ !ndependent &(<A. Pembukaan Undang-Undang Dasar &()* nyaris

sempurna, dengan nilai-nilai luhur yang bersi$at uni ersal, "leh karenanya Pancasila merupakan dasar yang kekal dan abadi bagi kehidupan bangsa !nd"nesia. Semen#ak ditetapkan sebagai dasar negara %"leh PP-! &: 5gustus &()*+, Pancasila telah mengalami perkembangan sesuai dengan pasang naiknya se#arah bangsa !nd"nesia %-"ent" 4ibis"n", ;BB&+ memberikan tahapan perkembangan Pancasila sebagai dasar negara dalam tiga tahap yaitu : %&+ tahap &()*-&(A: sebagai tahap p"litis, %;+ tahap &(A(-&(() sebagai tahap pembangunan ek"n"mi, dan %C+ tahap &((*-;B;B sebagai tahap rep"siti"ning Pancasila. Penahapan ini memang tampak berbeda la/imnya para pakar hukum ketatanegaraan melakukan penahapan perkembangan Pancasila Dasar Negara yaitu : %&+ &()*-&()( masa Undang-Undang Dasar &()* yang pertama D %;+ &()(-&(*B masa k"nstitusi R!S D %C+ &(*B-&(*( masa UUDS &(*B D %)+ &(*(-&(A* masa "rde lama D %*+ &(AA-&((: masa "rde baru dan %A+ &((:-sekarang masa re$"rmasi. .al ini patut dipahami, karena adanya perbedaan pendekatan, yaitu dari segi p"litik dan dari segi hukum. 1erdasarkan hal tersebut diatas perlunya rep"sisi Pancasila yaitu rep"sisi Pancasila sebagai dasar negara yang mengandung makna Pancasila harus diletakkan dalam keutuhannya dengan Pembukaan UUD &()*, diekspl"rasikan pada dimensi-dimensi yang melekat padanya yaitu : Realitasnya bah2a nilai-nilai yang terkandung didalamnya dik"nkritisasikan sebagai ceminan k"ndisi "byekti$ yang tumbuh dan berkembang dalam masyarakat, suatu rangkaian nilai-nilai yang bersi$at 8sein im sollen dan sollen im sein !dealitasnya bah2a idelisme yang terkandung didalamnya bukanlah sekedar ut"pi tanpa makna, melainkan di"byekti$itasikan sebagai akta ker#a untuk membangkitkan gairah dan "ptimisme para 2arga masyarakat guna melihat hari depan secara pr"spekti$ menu#u hari es"k yang lebih baik. ,leksibilitasnya dalam arti bah2a Pancasila bukanlah barang #adi yang sudah selesai dan mendeg dalam kebekuan d"gmatis dan n"rmati$, melainkan terbuka bagi ta$si-ta$sir baru untuk memenuhi kebutuhan /aman yang terus menerus berkembang, dengan demikian tanpa kehilangan nilai hakikinya Pancasila men#adi tetap aktual, rele an di#adikan dasar dan arah untuk mengatasi krisis dan disintegrasi. M"ralitas Pancasila harus disertai penegakkan %supremasi+ hukum. 2.2. Peranan Pancasila Di Era Reformasi

2.2.1. Pancasila sebagai ara!igma "e#a#anegaraan Pancasila sebagai paradigma ketatanegaraan artinya pancasila men#adi kerangka berpikir atau p"la berpikir bangsa !nd"nesia, khususnya sebagai dasar negara ia sebagai landasa kehidupan berbangsa dan bernegara. !ni berarti, bah2a setiap gerak langkah bangsa dan negara !nd"nesia harus selalu dilandasi "leh silasila yang terdapat dalam Pancasila. Sebagai negara hukum setiap perbuatan, baik dari 2arga masyarakat maupun dari pe#abat-pe#abat dan #abatan-#abatan harus berdasarkan hukum, baik yang tertulis maupun yang tidak tertulis. Dalam kaitannya dalam pengembangan hukum, Pancasila harus men#adi landasannya. 5rtinya hukum yang akan dibentuk tidak dapat dan tidak b"leh bertentangan dengan sila-sila Pancasila. Sekurang-kurangnya, substansi pr"duk hukumnya tidak bertentangan dengan sila-sila Pancasila. 2.2.2. Pancasila sebagai ara!igma embangunan nasional bi!ang sosial oli#i" Pancasila sebagai paradigma pembangunan bidang s"sial p"litik mengandung arti bah2a nilai-nilai Pancasila sebagai 2u#ud cita-cita !nd"nesia merdeka di implementasikan sbb : a. b. c. d. e. Penerapan dan pelaksanaan keadilan s"sial mencakup keadilan p"litik, budaya, agama, dan ek"n"mi dalam kehidupan sehari-hari. Mementingkan kepentingan rakyat E dem"krasi dalam pemgambilan keputusan D Melaksanakan keadilan s"sial dan penentuan pri"ritas kerakyatan berdasarkan k"nsep mempertahankan kesatuan D Dalam pelaksanaan pencapaian tu#uan keadilan menggunakan pendekatan kemanusiaan yang adil dan beradab D 0idak dapat tidak, nilai-nilai keadilan, ke#u#uran %yang menghasilkan+ dan t"leransi bersumber pada nilai ke 0uhanan >ang Maha ?sa. 2.$. Per"embangan Pancasila Sebagai Dasar Negara 'epang men#an#ikan kemerdekaan !nd"nesia di kemudian hari melalui pembentukan 1PUP-! dan PP-!. 3enerasi S"ekarn"-.atta menun#ukan keta#aman intelektual dengan merumuskan gagasan ital seperti yang tercantum di Pembukaan UUD &B)* dimana Pancasila ditegaskan sebagai kesatuan integral dan integrati$. Pr"$. N"t"nag"r" sampai menyatakan Pembukaan UUD &()* adalah d"k"men kemanusiaan terbesar setelah 5merican Declarati"m "$ !ndependence %&<<A+.

!si Pembukaan UUD &()* adalah nilai-nilai luhur yang uni ersal sehingga Pancasila di dalamnya merupakan dasar yang kekal dan abadi bagi kehidupan bangsa. 3agasan ital yang men#adi isi Pancasila sebagai dasar negara merupakan #a2aban kepribadian bangsa sehingga dalam kualitas a2alnya Pancasila merupakan dasar negara, tetapi dalam perkembngannya men#adi ide"l"gi dari berbagai kegiatan yang berimplikasi p"siti$ atau negati$. Pancasila bert"lak belakang dengan kapitalisme ataupun k"munisme. Pancasila #ustru mer"mbak realitas keterbelakangan yang di2ariskan 1elanda dan 'epang untuk me2u#udkan masyarakat adil dan makmur. Pancasila sudah berkembang men#adi berbagai tahap semen#ak ditetapkan pada tanggal &: 5gustus &()*, yaitu : &. 0ahun &()*-&(): merupakan tahap p"litis. @rientasi Pancasila diarahkan pada nati"n and character building. Semangat perstuan dik"barkan demi keselamatan N-R! terutama untuk menanggulangi ancaman dalam negeri dan luar negeri. Di dalam tahap dengan atm"s$er p"litis d"minan, perlu upaya memugar Pancasila sebagai dasar negara secara ilmiah $ilsa$ati. Pancasila mampu di#adikan pangkal sudut pandangan dalam mengembangkan ilmu pengetahuan yang dalam karyakaryanya ditun#ukkan segi "nt"l"gik, epism"l"gik dan aksi"l"giknya sebagai rais"n dFetre bagi Pancasila %N"t"nag"r", &(*B+ Res"nansi Pancasila yang tidak bisa diubah siapapun tecantum pada 0ap MPRS N". GGEMPRSE&(AA. Dengan keberhasilan men#adikan 8Pancasila sebagai asas tunggal9, maka dapatlah dinyatakan bah2a persatuan dan kesatuan nasi"nal sebagai suatu state building. ;. 0ahun &(A(-&(() merupakan tahap pembangunan ek"n"mi sebagai upaya mengisi kemerdekaan melalui Pembangunan 'angka Pan#ang Pertama %P'P !+. @rientasinya diarahkan pada ek"n"mi, tetapi cenderung ek"n"mi men#adi 8ide"l"gi9 Secara p"litis pada tahap ini bahaya yang dihadapi tidak sekedar bahaya latent sisa 3 CBSEP-!, tetapi e$ek P'P & yang menimbulkan ketidak merataan pembangunan dan sikap k"nsumerisme. .al ini menimbulkan kesen#angan s"sial yang mengancam pada disintegrasi bangsa. Dist"rsi di berbagai bidang kehidupan perlu diantisipasi dengan tepat tanpa perlu meng"rbankan persatuan dan kesatuan nasi"nal. 0antangan memang trerarahkan "leh @rde 1aru, se#auh mana pelakasanaan 8Pancasila secara murni dan k"nsekuen9 harus ditun#ukkan. -"munisme telah runtuh karena adanya krisis ek"n"mi negara 8ibu9 yaitu Uni S" yet dan ditumpasnya harkat dan martaba tmanusia beserta hak-hak asasinya

sehingga perlahan k"munisme membunuh dirinya sendiri. Negara-negara satelit mulai memisahkan diri untuk menc"ba paham dem"krasi yang baru. Namun, kapitalisme yang dim"t"ri 5merika Serikat semakin meluas se"lah men#adi penguasa tunggal. @leh karena itu, Pancasila sebagai dasar negara tidak hanya sekedar dihantui "leh bahaya sub ersinya k"munis, melainkan #uga harus berhadapan dengan gel"mbang aneksasinya kapitalisme. C. ahun &((*-;B;B merupakan tahap 8rep"sti"ning9 Pancasila. Dunia kini sedang dihadapkan pada gel"mbang perubahan yang cepat sebagai implikasi arus gl"balisasi. 3l"balisasi sebagai suatu pr"ses pada hakikatnaya telah berlangsung #auh sebelum abad ke-;B sekarang, yaitu secara bertahap, bera2al 8embri"nial9 di abad &* ditandai dengan munculnya negara-negara kebangsaan, munculnya gagasan kebebasan indi idu yang dipacu #i2a renaissance dan au$klarung. .akikat gl"balisasi sebagai suatu kenyataan subyekti$ menun#ukkan suatu pr"ses dalam kesadran manusia yang melihat dirinya sebagai partisipan dalam masyarakat dunia yang semakin menyatu, sedangkana kenyataan "byekti$ gl"blaisasi merupakan pr"ses menyempitnya ruang dan 2aktu, 8menciutnya9 dunia yang berkembang dalam k"ndisi penuh parad"ks. Menghadapi arus gl"balisasi yang semakin pesat, keurgensian Pancasila sebagai dasar negara semakin dibutuhkan. Pancasila dengan si$at keterbukaanya melalui ta$sir-ta$sir baru kita #adikan penga2al dan pemandu kita dalam menghadapi situasi yang serba tidak pasti. Pancasila mengandung k"mitmen-k"mitmen transeden yang memiliki 8mit"snya9 tersendiri yaitu semua yang 8mitis kharismatis9 dan 8irasi"nal9 yang akan tertangkap arti bagi mereka yang sudah terbiasa ber$ikir secara teknis-p"siti istik dan pragmatis semata. 2.%. Ma"na Re&i#alisasi Pancasila Sebagai Dasar Negara In!onesia Nilai-nilai luhur yang telah dipupuk se#ak pergerakan nasi"nal kini telah tersapu "leh kekuasaan @rde Hama dan @rde 1aru. @rde Hama mengembangkan Pancasila sebagai dasar negara tidak sebagai sesuatu substanti$, melainkan diinstumentalisasi-kan sebagai alat p"litik semata. Demikian pula di @rde 1aru yang 8beride"l"gikan ek"n"mi9, Pancasila di#adikan asas tunggal yang dimanipulasikan untuk --N dan kr"ni-isme dengan mengatasnamakan sebagai Mandat"ris MPR. -ini ter#adi krisis p"litik dan ek"n"mi karena pembangunan menghadapi #alan buntu. -risis m"ral budaya #uga timbul sebagai implikasi adanya krisis ek"n"mi.

Masyarakat telah kehilangan "rientasi nilai dan arena kehidupan men#adi hambar, ke#am, gersang dalam kemiskinan budaya dan kekeringan piritual. Pancasila malah diplesetkan men#adi suatu satire, e#ekan dan sindiran dalam kehidupan yang penuh parad"ks. Pembukaan UUD &()* dengan nilai-nilai luhurnya men#adi suatu kesatuan integral-integrati$ dengan Pancasila sebagai dasar negara. 'ika itu diletakkan kembali, maka kita akan menemukan landasan berpi#ak yang sama, menyelamatkan persatuan dan kesatuan nasi"nal yang kini sedang mengalami disintegrasi. Re italisasi Pancasila sebagai dasar negara mengandung makna bah2a Pancasila harus diletakkan utuh dengan pembukaan, di-ekspl"rasi-kan dimensi-dimensi yang melekat padanya, yaitu : Realitasnya: dalam arti bah2a nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dik"nkretisasikan sebagai k"ndisi cerminan k"ndisi "byekti$ yang tumbuh dan berkembang dlam masyarakat, suatu rangkaian nilai-nilai yang bersi$at sein im s"llen dan s"llen im sein. !dealitasnya: dalam arti bah2a idealisme yang terkandung di dalamnya bukanlah sekedar ut"pi tanpa makna, melainkan di"b#ekti asikan sebagai 8kata ker#a9 untuk membangkitkan gairah dan "ptimisme para 2arga masyarakat guna melihat hari depan secara pr"spekti$, menu#u hari es"k lebih baik. ,leksibilitasnya: dalam arti bah2a Pancasila bukanlah barang #adi yang sudah selesai dan mandeg dalam kebekuan "=matis dan n"rmati$, melainkan terbuka bagi ta$sir-ta$sir baru untuk memenuhi kebutuhan /aman yang berkembang. Dengan demikian tanpa kehilangan nilai hakikinya, Pancasila men#adi tetap aktual, rele an serta $ungsi"nal sebagai tiang-tiang penyangga bagi kehidupan bangsa dan negara dengan #i2a dan semangat 81hinneka tunggal !ka9 Re italisasi Pancasila Pancasila sebagai dasar negara harus diarahkan pada pembinaan m"ral, sehingga m"ralitas Pancasila dapat di#adikan sebagai dasar dan arah dalam upaya mengatasi krisis dan disintegrasi. M"ralitas #uga memerlukan hukum karena keduanya terdapat k"relasi. M"ralitas yang tidak didukung "leh hukum k"ndusi$ akan ter#adi penyimpangan, sebaliknya, ketentuan hukum disusun tanpa alasan m"ral akan melahirkan sesuatu yang bertentangan dengan nilai-nilai luhur Pancasila. 2.'. Ar#i Pen#ingn(a Peran Pen!i!i"an Tinggi

Dalam upaya mere italisasi Pancasila sebagai dasar negara maka disiapkan tenaga d"sen yang mampu mengembangkan M-U Pancasila untuk mempersiapkan lahirnya generasi sadar dan terdidik. Sadar dalam arti generasi yang hati nuraninya selalu merasa terpanggil untuk melestarikan dan mengembangkan nilai-nilai Pancasila, terdidik dalam arti generasi yang mempunyai kemampuan dan kemandirian dalam mengembangkan ilmu pengetahuan sebagai sarana pengabdian kepada bangsa dan negara. Dengan demikian akan dimunculkan generasi yang mempunyai ide-ide segar dalam mengembangkan Pancasila. .anya dengan pendidikan bertahap dan berkelan#utan, generasi sadar dan terdidik akan dibentuk, yaitu yang mengarah pada dua aspek. Pertama, pendidikan untuk memberikan bekal pengetahuan dan pengalaman akademis, ketrampilan pr"$esi"nal, dan kedalaman intelektual, kepatuhan kepada nilai-nilai %it is matter "$ ha ing+. -edua, pendidikan untuk membentuk #atidiri men#adi sar#ana yang selalu k"mitmen dengan kepentingan bangsa %it is matter "$ being+. 1angsa !nd"nesia dihadapkan pada perubahan, tetapi tetap harus men#aga budaya-budaya lama. Sekuat-kuatnya tradisi ingin bertahan, setiap bangsa #uga selalu mendambakan kema#uan. Setiap bangsa mempunyai daya preser asi dan di satu pihak daya pr"gresi di lain pihak. -ita membutuhkan telaah-telaah yang k"ntekstual, inspirati$ dan e aluati$. Pere italisasikan Pancasila sebagai dasar negara dalam $"rmat M-U, kita berped"man pada 2a2asan : &. ;. C. ). Spiritual, untuk meletakkan landasan etik, m"ral, religius sebagai dasar dan arah pengembangan pr"$esi Akademis, menun#ukkan bah2a M-U Pancasila adalah aspek being, tidak sekedar aspek ha ing Kebangsaan, menumbuhkan kesadaran nasi"nalisme Mondial, menyadarkan manusia dan bangsa harus siap menghadapi dialektikanya perkembangan dalam mayaraka dunia yang 8terbuka9.

BAB III PEN)T)P $.1. *esim ulan Dalam k"ndisi kehidupan berbangsa dan bernegara yang sedang dilanda "leh arus krisis dan disintegrasi maka Pancasila tidak terhindar dari berbagai macam gugatan, sinisme, serta pelecehan terhadap kredibilitasnya. Namun perlu kita sadari bah2a tanpa adanya 8plat$"rm9 dalam dasar negara atau ide"l"gi maka suatu bangsa mustahil akan dapat bertahan dalam menghadapi berbagai tantangan dan ancaman. Melalui re italisasi inilah Pancasila dikembangkan dalam semangat dem"krasi yang secara k"nsensual akan dapat mengembangkan nilai praksisnya yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang serba pluralistik. Selain itu melestarikan dan mengembangkan Pancasila sebagai dasar negara sebagaimana telah dirintis dan ditradisikan "leh para pendahulu kita semen#ak tahun &(B:, merupakan suatu ke2a#iban etis dan m"ral yang perlu diyakinkan kepada para mahasis2a sekarang. $.2. Saran 1erdasarkan uraian di atas kiranya kita dapat menyadari bah2a Pancasila merupakan $alsa$ah negara kita Republik !nd"nesia, maka kita harus men#ung#ung tinggi dan mengamalkan sila-sila dari Pancasila tersebut dengan setulus hati dan penuh rasa tanggung #a2ab.

DA+TAR P)STA*A

5strid S. Susant" Sunari", &(((, Masyarakat Indonesia Memasuki Abad ke Dua puluh Satu, 'akarta: Dit#en Dikti. Depdikbud. Mubyart", ;BBB, 1P,?. Su2arn", P.'., &((C,Pancasila Budaya Bangsa Indonesia , >"gyakarta: -anisius Membangun Sistem Ekonomi, >"gyakarta: