Anda di halaman 1dari 13

KONSEP KEHILANGAN

OLEH: Ns. EMIL, S. Kep

KEHILANGAN Kehilangan adala: Kadaan terpisahnya individu dengan suatu yang sebelumnya dimiliki/ada Kehilangan merupakan pengalaman yang pernah dialami oleh setiap individu selama masa kehidupan dan cendrung akan terulang kembali walaupun dalam bentuk yang berbeda Peristiwa kehilangan dapat terjadi secara tiba-tiba atau bertahap

Kehilangan dapat terjadi secara sementara atau menetap Di rumah sakit tim kesehatan selalu menghadapi klien dan harus menangani reaksi dan masalah dari berbagai macamkehilangan misalnya: kehilangan fungsi tubuh atau kesehatan tubuhnya, kehilangan peran akibat di rawat, kehilangan orang yang dicintai, perawat bertanggung jawab untuk membantu klien dan keluarganya dalam menghadapi kehilangan tersebut.

A. Kehilangan orang yang berarti: - Kematian - Perceraian - Perpisahan B. Kehilangan Bio, psiko, sosio - Kehilangan fungsi tubuh - Kehilangan ide dan perasaan terhadap diri sendiri - Kehilangan perkerjaan, kedudukan - Kehilangan seksual

BENTUK/ MACAM KEHILANGAN

C. Kehilangan milik pribadi: - Kehilangan uang - Kehilangan perhiasan barang - Kehilangan rumah

Rentang respon individu terhadap kehilangan


Denial (Penyangkalan) Anger (Marah) Bergaining (Tawar menawar) Depresi ( Menarik diri) Acceptance (Penerimaan)

1.

Fase Denial (Penolakan) Merupakan reaksi pertama individu terhadap kehilangan. Individu tidak percaya menolak atau tidak menerima kehilangan yang terjadi pernyataan yang sering diucapkan: Itu tidak mungkin, Saya tidak percaya. Seorang yang mengalami kehilangan karena kematian orang yang berarti baginya tetap merasa orang itu masih hidup, Dia mungkin masih mengalami halusinasi, melihat orang yang meninggal tersebut berada ditempat yang biasa digunakan atau mendengar suaranya

Fase Anger (marah) Fase ini dimulai dengan timbulnya kesadaran akan kenyataan terjadinya kehilangan individu menunjukan perasaan marah pada diri sendiri atau kepada orang yang berada dilingkunganyan Reaksi fisik yang terjadinya pada fase ini antara lain: muka merah, nadi cepatv susah tidur tangan mengempal Agresif.

Fase Bergaining (tawar menawar) Individu yang telah mampu mengekspresikan rasa marah akan kehilangan orang tersebut maka orang tersebut akan menuju ketahap tawar menawar dengan memohon kemurahan tuhan individu ingin menunda kehilangan dengan berkata Seandainya saya hatihati kalau saja kejadian ini bisa ditunda maka saya akan sering berdoa

Fase Depresi (Menarik diri) Individu berada dalam suasana bergabung karena kehilangan merupakan keadaan yang nyata individu sering melihatkan sikap menarik diri tidak mau berbicara atau putus asa dan mungkin sering menanggis Gejala fisik yang sering ditampilkan adalah menolak makan, susah tidur, letih, dorongan lubido menurun

Fase penerimaan (Acceptance) Individu menerima kenyataan kehilangan misalnya Ya akhirnya saya harus dioperasi, apa yang harus saya lakukan agar saya cepat sembuh Tanggung jawab mulai timbul dan dan usaha untuk pemulihan dapat lebih optimal

Sambungan
Secara bertahap perhatiannya beralih pada objek yang baru dan pikiran yang selalu terpusat pada objek/ orang yang hilang akan mulai berkurang atau hilang Individu yang masuk dalam fase ini masuk dalam fase penerimaan atau fase Damai. maka ini dapat mengakhiri proses berduka dan mengatasi perasaan kehilangan secara tuntas

TERIMAKASIH