Anda di halaman 1dari 54

KONSEP ETIKA DAN PROFESI

KONSEP ETIKA/DESWANI

Latar belakang
Perkembangan ilmu pengetahuan di bidang Perkembangan IPTEK Meningkatnya pengetahuan masyarakat ttg kesehatan dan standar asuhan keperawatan dan pelayanan kesehatan Meningkatkanya tuntutan masyarakan ttg malpraktek dalam bidang kesehatan Praktek keperawatan tidak imune Masalah etika
KONSEP ETIKA/DESWANI 2

ETIKA
Interpretasi individual tentang falsafah dan moral kehidupan dan merupakan dorongan internal perorangan yang didasarkan pada nilai-nilai dan moral Dengan dilandasi etik seseorang akan bertingkah sesuai dengan dorongan internlanya atau hati nuraninya yang merupakan jawaban terhadap pertanyaan : kenapa seseorang melakukan perbuatan atau tindakan tertentu
KONSEP ETIKA/DESWANI 3

Pengertian
Etik berhubungan dengan pertimbangan

keputusan benar salahnya suatu perbuatan

Etik merupakan model perilaku dan standar yang diharapkan

Etik selalu melibatkan pikiran, perasaan, penyelidikan dan praktik, pengetahuan Etika keperawatan adalah hal yang berhub. dg pertimbangan perawat yang mengarah ke pertanggungjawaban moral yang mendasari pelaksanaan asuhan keperawatan
KONSEP ETIKA/DESWANI 4

Content dari etika


Menghargai nilai2 / budaya & kebutuhan klien Menghargai hak klien Menjadi pembela klien Menghargai kerahasiaan informasi yang berhubungan dg klien Menghargai harkat dan martabat klien

Memiliki kemampuan dalam memberikan pelayanan dan asuhan keperawatan


Menjunjung tinggi nama baik profesi
KONSEP ETIKA/DESWANI 5

Etika keperawatan :
Hal yang berhubungan dengan pertimbangan perawat yang mengarah ke pertanggungjawaban moral yang mendasari pelaksanaan asuhan keperawatan Tujuan : mempertahankan kepercayaan klien pada perawat, sesama perawat, masyarakat pada profesi keperawatan Sistem nilai yang dianut dalam keperawatan adalah : melaksanakan praktek yang terbaik dan tidak merugikan/mengancam hidup pasien Menghadapi masalah etika dalam praktek perlu memahami perspektif pemecahan masalah etika
KONSEP ETIKA/DESWANI 6

Penerapan etik keperawatan


Terhadap individu : wajib
menghormati kepercayaan individu menghormati nilai & adat Terhadap praktek keperawatan : kebiasaan memegang teguh kerahasiaan informasi klien

bertanggung jawab melaksanakan tugas


wajib memelihara standar keperawatan mempertimbangkan kemampuan individu dalam melimpahkan tanggung jawab

KONSEP ETIKA/DESWANI

Terhadap profesi membantu perkembangan profesi, berperan serta dl memperbaiki standar keperawatan, menciptakan & membina kondisi kerja yg adil, ditinjau dr segi sosial dan ekonomi Terhadap profesi lain mampu bekerja sama & membina hubungan baik Terhadap masyarakat, bangsa dan negara bekerja sama degan profesi lain melindungi masyarakat dari malpraktek & informasi yg salah
KONSEP ETIKA/DESWANI 8

PENYIMPANGAN DL PRAKTEK KEPERAWATAN


KELALAIAN tidak acuh , tidak peduli, tidak memperhatikan kepentingan orang lain MALPRAKTEK kelalaian yang sengaja sdilakukan untuk tujuan ttt, shg merugikan orang lain TOLAK UKUR a. Kewajiban / tugas (duty) b. Penyimpangan kewajiban, mis : tidak melakukan observasi : tetsan infus c. Pelanggaran standar : merawat luka tanpa memperhatikan sterilitas d. Hubungan lsg antara penyebab dg kerugian : klien jatuh dr TT tanpa penghalang KONSEP ETIKA/DESWANI 9

Masalah etika
Eksperiment pada fetus

Amniosintesis rekomendasi untuk aborsi


Pembedahan fetus

Inseminasi artifisial
Pengobatan AIDS pada ibu hamil Penelitian pada fetus
KONSEP ETIKA/DESWANI 10

UU PERLINDUNGAN KONSUMEN 20 APRIL 1999


1.
2. 3. 4. TUJUAN Meningkatkan kesadaran konsumen & kemampuan konsumen memperjuangkan haknya Memberikan kepastian hukum bagi perlindungan konsumen Menumbuhkan kesadaran pelaku usaha mengenai perlindungan konsumen Menciptakan dan menjamin kelangsungan usaha yg sehat dan bertanggung jawab

KONSEP ETIKA/DESWANI

11

ETIKA AGAMA HUKUM


Masalah kehidupan manusia erat kaitannya dengan moralitas Moral : menilai tindakan seseorang baik-buruk Bermoral : mengacu kpd bagaimana individu berperilaku sesuai dengan masyarakat berperilaku Agama : suatu kepercayaan yg berisikan normanorma atau peraturan2 yg menata bagaimana : hubungan antara manusia dan dengan tuhan Persamaan etika & agama pada sasarannya : meletakan dasar ajaran moral agar manusia dpt membedakan mana perbuatan baik & buruk sifat hanya memberi peringatan
KONSEP ETIKA/DESWANI 12

Perbedaan agama & etika


1. 2. 3. ETIKA : Kepercayaan tidak mengandung pengabdian Mempersoalkan kehidupan moral manusia di dunia Bersumber dr hasil pemikiran dan pengalaman manusia Tidak semua ajaran etika dapat diterima agama AGAMA Mengandung pengabdian kepada Tuhan Mengajarkan kpd manusia adanya 2 macam kehidupan (dunia dan alam abadi) Bersumber da Tuhan Ajaran dapat mempekuat atau melengkapi etika
KONSEP ETIKA/DESWANI 13

4.
1. 2. 3. 4.

ETIKA - HUKUM
Hukum suatu aturan/peratuan yg dibuat o/ pemerintah / suatu badan untuk mengatur kehidupan warganya PERSAMANAAN 1. Berfungsi sbg saran/alat untuk mengatur tertib hidup dl masyarakat 2. Mempelajari dan menjadikan tingkah laku manusia sbg objek 3. Memberi batas hak & sesenang seseorang dl pergaulan agar tidak saling merugikan
KONSEP ETIKA/DESWANI 14

5. Bersumber pada pemikiran & pengalaman manusia 6. Mengubah kesadaran manusia


PERBEDAAN Etika : 1. Tidak tertulis 2. Bersifat subjektif & fleksibel 3. Tidak memerlukan bukti fisik dl menjatuhkan vonis 4. Tidak memerlukan alat untuk menjamin pelaksanaanya
KONSEP ETIKA/DESWANI 15

Hukum
Tertulis Bersifat objektif & tegas Bersifat menuntut Memrlukan bukti fisik Memerlukan alat (penegak hukum) Etika dan hukum menegakan moral manusia Fungsi etika : 1. Sbg ilmu yg berguna dl kehidupan sehari-hari 2. Menjadi asas dan menjiwai norma2 kehidupan antar manusia 3. Memberikan penialian thd perbuatan seseorang sbg manusia sosial
KONSEP ETIKA/DESWANI 16

ETIKA KEPERAWATAN DI INDONESIA oleh PPNI


Etika thd individu 1. Wajib menghormati individu 2. Wajib menghormati adat kebiasaan individu 3. Memegang teguh kerahasiaan informasi individu Etika praktik keperawatan 1. Bertanggung jawab melaksanakan tugas 2. Wajib memelihara standar keperawatan 3. Mempertimbangkan kemampuan individu dl melimpahkan tanggung jawab
KONSEP ETIKA/DESWANI 17

PROFESI 1. Membantu perkembangan profesi 2. Berperan serta memperbaiki standar keperawtaan 3. menciptakan dan membina kondisi jkerja yang adil di tinjau dr sosek PROFESI LAIN memelihara hubungan baik dan bekerja sama BANGSA DAN TANAH AIR Melaksanakan kebijakan pemerintah Berperan aktif dalam meningkatkan pelayanan kesehatan
KONSEP ETIKA/DESWANI 18

MODEL PENGAMBILAN KEPUTUSAN ETIK (Thomson & Thompson 1985)


1. Kaji situasi yg menggambaran masalah kesehatan, kebutuhan pemecahan masalah, komponen etika dan individu kunci 2. kumpulkan informasi tambahan untuk mengklarifikasi situasi 3. Identifikasi situasi dimana masalah etik 4. Definisikan posisi moral profesi dan orang yg terlibat 5. Identifikasi posisi moral dari individu penting terlibat 6. Identifikasi nilai komflik
KONSEP ETIKA/DESWANI 19

7. Tentukan orang yang membuat keputusan 8. Identifikasi tingkay tindakan dalam antisipasi penyelesaian 9. Tentukan tindakan yang akan diambil dalam rapat 10. Evaluasi akibat dari keputusan Thomson & thompson menerangkan bahwa : perlu berdiskusi dalam group dalam penyelesaian masalah etik

KONSEP ETIKA/DESWANI

20

Memperhatikan menyelesaikan
masalah etik
isyu etik : klian dan keluarganya, perawat, tim kesehatan lain Kolaborasi Belum ada pedoman, standar, tim yg berkaolaborasi Buat keputusan terbaik sistimatis, data lengkap, berpihak pd klien & menghargai orang lain

KONSEP ETIKA/DESWANI

21

PEDOMAN UNTUK PRAKTEK ETIK KEPERAWATAN Yakinkan perawat dan klien sudah mendapatkan informasi yang adekuat implementasikan keperawatan secara sistimatis Beri perlindungian klien Pertahankan keutuhan profesionalisme Lindungi hak klien Lakukan perawatn dengan menghargai martabat klien Berikan asuhan secara induvidual Berikan asuhan yang berfokus pada kebutuhan klien
KONSEP ETIKA/DESWANI 22

Integritaskan pendidikan kesehatan dan konseling dl rencana asuhan keperawatan Yakinkan semua data dicatat secatra tepat dan dikomunikasikan secara jelas Pertahankan kesinambungan asuhan keperawatan Kembangkan tujuan keperawatan untuk klg dan sosial

KONSEP ETIKA/DESWANI

23

UNSUR2 YG PENTING DIPERHATIKAN PD KODE ETIK OLEH PROFESI PERAWAT

Perawat memberikan pelayanan dg memperhatikan dan menghargai kemulian seseorang sbg manusia Perawat melndungi hak asasi manusia Perawat bertindak untuk melindungi klien dan masyarakat Perawat bertanggung jawab dan bertanggunggugat thd setiap tindakan dan pengambilan keputusan keperawatan Perawat berkolaborasi dengan anggota dan profesi kesehatan lainnya serta masyarakat
KONSEP ETIKA/DESWANI 24

Perawat mempertahankan kompetensinya dalam melaksanakan pelayanan keperawatan Perawat melatih diri dalam menetapkan informasi dan menggunakan kompetenasi individunya Perawat berpartisipasi aktif dalam kegiatan yang terkait dg pengembangan keilmuan dari profesi keperawatan Perawat berpartisipasi dalam upaya profesi untuk melaksanakan dan meningkatkan standar profesi serta meningkatkan mutu pelayanan Perwat berpartisipasi dalam upaya profesi untuk melindungi masy. Thd informasi dan mempertahankan integritas profesi
KONSEP ETIKA/DESWANI 25

MASALAH ETIK
Perawat klien paternalisme, confidentiality, informed consent. Penempatan staf yang tidak kompeten. Perawat dokter : tidak setuju dengan rencana medik, konflik yang terkait dengan perluasan peran, dokter yang tidak kompeten Perawat perawat ; menuntut loyalitas, perawat tidak kompeten, tidak etik Perawat institusi pelayanan / masyarakat
KONSEP ETIKA/DESWANI 26

Prinsip etik
Autonomy Non-maleficience, Beneficience, Justice, Veracity, Fidelity

KONSEP ETIKA/DESWANI

27

OTONOMI Kemerdekaan atau kebebasan probadi dan hak untuk memilih bagi seseorang BENEFICENCE promosi aktif tentang kebaikan atau kemurahan hati NON MALEFICENCE prinsip melakukan tindakan tanpa bahaya VERACITY kejajujuran menyampaikan hal yang sebenarnya dan terkait dengan konsep bahwa seseorang harus mengatakan secara menyeluruh dengan benar
KONSEP ETIKA/DESWANI 28

JUSTICE memperlakukan orang lain secara adil tanpa membeda-bedakan status sosial, ras, agama dan sebagainya FIDELITY mempertahankan komitmen atau janji PRINSIP ETIK DAN INTERVENSI KEPERWATAN 1. OTONOMI : kebebasan bertindak, memutuskan, autentisiti, refleksi moral 2. NOMALEFICENCE : tidk membunuh, tidak menyebabkan sakit dan penderitaan pada orang lain, tidak menjajah, tidak mencampuri urusan orang lain, tidak menhambat kehidupan orang lain thd kehidupan lebih baik.
KONSEP ETIKA/DESWANI 29

BENEFICENCE
Membela dan melindungi hak orang lain Mencegah terjadinya bahaya pd orang lain Memperbaiki kondisi yang dapat menimbulkan bahaya pada orang lain Menolong orang yang cacat Menyelamatkan seseorang dari bahaya JUSTICE : kebutuhan, kesamaan, kemanfaatan, kebebasan, menggantikan : dikemukakan, tanggunggugat dan otonomi
KONSEP ETIKA/DESWANI 30

VERACITY
Menceritakan kebenaran, tidak berbohong, fokus pada informed consernt. FIDELITY : Kepastian terhadap komitmen, loyal, menepati janji, menceritakan kebenaran.

KONSEP ETIKA/DESWANI

31

KONSEP UMUM LEGAL


Legal hukum, menghubungkan peran perawat dan profesi lain untuk batasan kerja (frame work) 1. Tanggung jawab perawat: dulu : perawat dianggap sebagai pemberi pelayanan kesehatan kedua stl dokter kini : memiliki independensi dalam perannya sbg pemberi pelayanan kesehatan Perawat bertanggung jawab thd profesinya
KONSEP ETIKA/DESWANI 32

2. Standar pelayanan sbg acuan dl memberikan pelayanan keperawatan jika tidak sesuai dg standar, ada konsekuensinya : mis: pencabutan lisensi / izin atau klien dapat melaporkan ke badan hukum karena dirugikan/ malpraktek Terjadi pelangaran bila : 1. Kesalahan dalam tindakan 2. Memiliki otoritas dl tindakan tetapi melakukan tindakan tersebut pada situasi yang tidak patut 3. Melakukan tindakan di mana perawat tidak memiliki otoritas dalam melakukan tindaka tersebut
KONSEP ETIKA/DESWANI 33

Undang-undang
Legislasi dl praktik keperawatan didefinisikan sbg salah satu bentuk UU : 1. Kontorl Legal/hukum thd profesi 2. UU Kesehatan no. 23 th 1992 Peranan hukum thd kesalahan tindakan kesalahan cidera, cacat, kematian diputuskan oleh pengadilan apakah tindakan sesuai dg standar profesi atau tidak biasanya hukuman lebih berupa denda
KONSEP ETIKA/DESWANI 34

INFORMED CONSENT
Pemberian ijin atas dasar pengertian prosedur dl tatanan pelayanan kesehatan Elemen : Suka rela Informasi : prosedur, keuntungan, risiko, alternatif prosedur serta konsekuensinya Klien kepuasan thd pertanyaannya Diberikan secara legal oleh orang yang memiliki komptensi di bidangnya

1. 2. 3. 4.

KONSEP ETIKA/DESWANI

35

PENYELSAIAM MASALAH DILEMA ETIS


1.Perbedaan masalah dan dilema moral 2.Dilema etis individu kaitannya dengan praktek keperawatan 3.Dilema etis profesional kaitan dengan praktek keperawatan. Kecenderungan sering tidak ada pembedaan untuk semua situasi sulit yang melibatkan kepentingan moral selalu dianggap sebagai dilema. Apabila dihadapkan pada situasi yang melibatkan dilema maka orang akan cenderung menghindar untuk bertanggung jawab pada pengambilan keputusan masalah tersebut.
KONSEP ETIKA/DESWANI 36

Nn T(siswi SMU 17 th) bersama pacarnya Tn A datang ke klinik maternal untuk tes kehamilan karena terlambat haid. Nancy sangat terkejut ketika dokter menyatakan bahwa dirinya sedang hamil. Sementara Tn.A merasa khawatir dg kehamilan Nancy karena ia adalah seorang pengindap positif HIV-Aids. Stl pem.darah lengkap diketahui bahwa Nancy pun telah tertular HIV shg Tn.A minta untuk dilakukan aborsi. NnT ingin mempertahankan kehamilannya tapi tidak mau Otnya tahu. Sementara Tn.A berpendapat bahwa aborsi adalah jalan terbaik karena bayi yang dikandung Nancy akan tertular HIV yang meskipun dapat dilahirkan tetapi akan segera meninggal dunia.

Sebagai seorang perawat, dukungan apa yang dapat Anda berikan kepada Nancy agar dia dapat mengambil keputusan dalam mengatasi masalah kehamilannya
KONSEP ETIKA/DESWANI 37

DISKUSI

Aborsi sudah sejak lama telah menjadi perdebatan panjang yang melibatkan emosi, etis, moral, rasa keadilan dan hukum. Wanita yang kehamilannya tidak dikehendaki meskipun tidak diijinkan secara hukum dan moral selalu mencari pertolongan dalam bentuk lain guna mengakhiri kehidupan bayi dalam rahimnya. Aborsi selalu diperdebatkan melanggar hak bayi untuk hidup. Sementara hak wanita untuk dapat mengontrol kehamilannya Hukum dan moral terutama di negara-negara liberal. Sampai saat ini persoalan aborsi mulai banyak diperbincangkan di negara sedang berkembang seperti Indonesia
KONSEP ETIKA/DESWANI 38

Pandangan tenaga kesehatan harus dapat membedakan dua hal yang sangat berbeda dalam hubungannya dengan aborsi. Langkah untuk mengatasi: 1. Diskusikan terlebih dahulu apa yang benar2 harus dilakukan terhadap kasus-kasus yang spesifik, beri penjelasan situasi yang terjadi. 2. Diskusikan bagaimana masalah aborsi dapat diterima pada lingkungan sosial secara umum dengan mempertimbangkan hukum yang berlaku dan kebijakan sosial lalu beri penjelasan adanya perbedaan budaya dan agama yang sangat tajam dalam menyikapi masalah aborsi. 3. Pertimbangkan pula keadilan dan persamaan hak sejalan dengan usaha menghormati hak dan kebebasan individu untuk bertindak.
KONSEP ETIKA/DESWANI 39

Thompson (1979, the Edinburgh Medical Group Working Party on the Care of the Dying and the Bereaved) menyarankan ada tiga hal yang dapat dilakukan agar hak-hak pasien yang mengalami konflik seperti kasus dapat diatasi. Pertama hak pasien untuk mengetahui (the right to know) masalahnya. Hak ini perlu dipenuhi meskipun kebanyakan pasien dan keluarganya merasa tidak siap untuk mendapatkan informasi yang menyangkut masalah pribadinya kecuali apabila mereka merasa diuntungkan.

KONSEP ETIKA/DESWANI

40

Kedua adalah hak untuk mendapatkan situasi yang bersifat pribadi (the right to privacy). Hak ini mencakup hak untuk dihargai agar tetap bermartabat (pribadi secara fisik) dan menghargai kerahasiaan pasien (confidentiality). Hak pribadi bukan berarti pasien mendapatkan ruang khusus atau pengobatan khusus meskpun kekhususan seperti itu dapat juga ditemukan pada beberapa kondisi. Sebagai contoh, pasien usia lanjut yang terbiasa memiliki kamar sendiri/pribadi
KONSEP ETIKA/DESWANI 41

Ketiga adalah hak untuk mendapatkan perawatan dan penanganan yang tepat (the right to care and threatment). Hak pasien untuk menuntut tindakan medik dan perawatan yang dilakukan terhadapnya bila dirasakan tidak sesuai prosedur atau standar yang diberlakukan. Malpraktik dan kelalaian (negligence)bukan batasan ketidakmampuan (incompetence), ketidakjujuran (dishonest) atau kesalahan melakukan tindakan (faulty practice). Kondisi tsb dapat memperburuk kegagalan dalam menyediakan pelayanan yang profesional sesuai dengan kesepakatan yang telah disetujui perawat/dokter-pasien saat mulai menyepakati tindakan medik dan atau perawatan yang dibutuhkan pasien.
KONSEP ETIKA/DESWANI 42

hak pasien dalam kaitan dengan hak azasi manusia adalah: 1. Mendapatkan hak bukan berarti seseorang dapat mengikat untuk orang lain mendapatkan haknya. Contohnya, ketika seseorang telah diketahui akan meninggal dunia atau diramalkan tidak akan dapat bertahan hidup lebih lama dapat dipastikan bahwa salah seorang dari keluarga pasien ingin mendiskusikannya dan yang lain tidak ingin mendiskusikannya dengan dokter atau perawatnya. Salah satu pasien atau keluarganya bisa mendapatkan penjelasan secara rinci tetapi pasien lain justru harus dirahasiakan. Hal ini menunjukkan bahwa hak agar rahasia pasien terjaga merupakan hak yang tidak terbatas sebab tuntutan perawatan untuk pasien lain yang memiliki masalah kesehatan yang sama memungkinkan pasien untuk menuntut mendapatkan perlakuan yang sama terhadap masalah mereka.
KONSEP ETIKA/DESWANI 43

2.Mendapatkan hak bukan berarti terbatas pelaksanaannya Dokter dan perawat harus memberikan penghargaan terhadap hak pasien karena Kerahasiaan pasien menjadi sangat berarti meskipun mereka terdiri dari berbagai profesi yang terlibat dalam tim yang merawat pasien tersebut. Para profesional akan saling menjaga untuk tidak memberikan informasi orang lain sehingga dapat menyebabkan kondisi pasien menjadi berubah kecuali bila mendapatkan ijnin dari ketua tim yang merawat pasien tersebut.

KONSEP ETIKA/DESWANI

44

3. Hak negatif pasien umumnya lebih kuat dibandingkan dengan hak positif pasien. Mendapatkan penanganan yang tepat adalah hak dasar pasien tetapi bukan berarti pasien berhak untuk mendapatkan hak dapat menuntut perlakuan yang khusus dari tim yang merawatnya. Dengan demikian, pasien berhak untuk menolak tindakan yang akan dilakukan terhadapnya dalam dunia hukum, hal ini mutlak dapat dilakukan pasien kecuali bila pasien mengalami gangguan jiwa. Tindakan yang mengabaikan keinginan pasien termasuk dalam tindakan kriminal dan dapat dituntut di muka hukum.
KONSEP ETIKA/DESWANI 45

Dasar dan prinsip dalam melaksanakan kegiatan asuhan keperawatan yang menghormati hak-hak pasien secara etik profesional haruslah memperhatikan hal-hal dibawah ini: 1. Prinsip menghargai pasien yaitu usaha yang dilakukan dengan: menghargai hak, otonomi dan martabat pasien, berkata jujur, dapat dipercaya dan menghormati upaya pasien, serta usaha meningkatkan kesembuhan pasien. 2. Prinsip keadilan yaitu suatu kesamaan kesempatan bagi setiap pindividu dan mendapatkan persamaan persepsi untuk mengatasinya di dalam kelompok, menghindari diskriminasi dan penganiayaan atau eksploitasi pasien berdasarkan suku,umur, jenis kelamin, status sosial dan agama.

KONSEP ETIKA/DESWANI

46

3. Prinsip saling menguntungkan (non malefisiensi) yaitu usaha untuk melakukan pekerjaan dengan sebaik-baiknya, menghindari kerugian orang lain, melindungi yang lemah dan sakit parah, menolak segala usaha yang melanggar hak-hak pasie serta usaha memberikan informasi kepada pasien dengan jelas. 4. Tenaga profesional kesehatan seringkali juga dihadapkan pada berbagai konflik dalam melaksanakan asuhan yang sesuai dengan standar yang diberlakukan. Pada saat pelaksanaan tindakan sesuai standar, beberapa kemungkinan konflik yang sering dialami selama melaksanakan tindakan keperawatan sehingga sering menimbulkan pertentangan terhadap hal-hal dibawah ini:

KONSEP ETIKA/DESWANI

47

Otomi (Autonomy) Otonomi melibatkan figur diri (self-image), karakter dan kepribadian pasien. Otonomi sikap yang menuntut adanya kematangan moral dimana seseorang mampu secara pribadi mengakui keabsahan hukum moral, memilih kehidupannya sendiri dan memiliki kekuatan serta komitmen untuk mempertahankannya bukan disebabkan karena ada orang lain yang menginginkannya tetapi karena merupakan pilihan yang dilakukannya tanpa ada rasa tertekan. Artinya, otonomi merupakan kemampuan pasien untuk mempertahankan pilihannya sesuai keinginannya sendiri
KONSEP ETIKA/DESWANI 48

Contoh kasus: Ny. Sarah, 82 tahun,suku Timor di rawat di RS Jakarta. Lea perawat yang bertugas merawat Ny. Sarah mengidentifikasi pasiennya sebagai seorang yang pendiam. Saat Ny. Sarah diperbolehkan pulang, ia menginformasikan kepada Lea bahwa ia begitu bersyukur karena dapat berkumpul kembali dengan keluarganya sesuku. Ny. Sarah merasakan bahwa otonominya dirasakan lebih kuat saat dia pulang dibanding saat masuk ke RS.
KONSEP ETIKA/DESWANI 49

2. Kebebasan (Freedom) Seringkali diartikan secara tumpang tindih dengan makna terhadap otonomi. Kebebasan merupakan suatu proses logis terhadap pengambilan keputusan moral yang terkonsentrasi pada tanggung jawab moral dari tindakan yang telah dilakukan. Dengan kata lain, kebebasan adalah kekuatan untuk dapat menentukan pilihannya sendiri. Contoh kasus: Billy, 6 tahun, pagi ini akan diajarkan tentang cara menggosok gigi yang benar oleh perawat Wati. Setelah mendapatkan penjelasan, perawat menanyakan berbagai hal yang menyangkut kesehatan gigi. Saat Billy diperbolehkan untuk pulang, ia telah mampu membersihkan giginya dengan tepat dan memiliki rasa percaya diri bahwa ia mampu menjaga kebersihan giginya sendiri.
KONSEP ETIKA/DESWANI 50

3. Memberdayakan (Veracity) Adalah kemampuan untuk memberdayakan pasien agar dapat berfungsi semaksimal mungkin. Untuk mencapai hal tersebut, pasien harus memiliki kekuatan sehingga situasi atau kondisinya dapat dipercaya. Contoh kasus: Jefry, 48 tahun, saat ini sedang dalam program diet rendah garam dan rendah lemak. Perawat Santi menjelaskan alasan Jefry harus mendapatkan diet tersebut. Perawat terus melakukan motivasi kepada pasiennya agar disiplin terhadap diet yang direkomendasikan dengan cara yang menarik sehingga Jefry dapat mengerti dan bersedia melaksanakan program dietnya dengan taat.

KONSEP ETIKA/DESWANI

51

4. Keleluasaan pribadi (Privacy) Adalah keinginan pasien untuk dikenal sebagai dirinya sendiri, agar dirinya terhindar dari masalah yang mungkin dapat terjadi yang disebabkan karena terlanggarnya area pribadinya. 5. Kebermanfatan (Beneficence) Dimaksud untuk memberikan perlindungan kepada pasien bahwa selama perawatan pasien akan mendapatkan harapan2 yang beralasan sesuai yang diinginkannya dari institusi kesehatan. Kebermanfaatan juga dapat berarti memberikan hak-hak pasien dan pasien terhindar dari usaha2 yang dapat merugikannya.
KONSEP ETIKA/DESWANI 52

6. Ketaatan/Ketepatan (Fidelity) Merupakan ketaatan perawat atau pasien dalam memenuhi perjanjian yang terjadi selama dalam masa perawatan. Perjanjian yang dilakukan selama perawatan haruslah bersifat mudah difahami, memungkinkan setiap orang untuk mengetahui apa yang akan dilakukan atau dikerjakan. Ketaatan akan mampu membangun suatu ramalan yang bersifat umum bagi hubungan perawat-pasien selama berada dalam perawatan.
KONSEP ETIKA/DESWANI 53

Rian 7 tahun, terdiagnosa HIV positif. Saat ini, orangtuanya akan memasukkan ke sekolah dasar di dekat rumahnya. Sayangnya, para OT yang mengetahui bahwa Rian menderita HIV menolak menerima Rian sekolah bersama anak-anak yang lain karena kawatir akan menularkan penyakitnya. Kepala sekolah dan guru-guru lainnya datang untuk mempertanyakan kemungkinan Rian dapat bersekolah dengan yang lain kepada perawat di sekolah tersebut. Bila Anda adalah perawat yang sedang bertugas di sekolah tersebut, apa yang dapat Anda jelaskan tanpa mengurangi hak-hak Rian dan orangtuanya.
KONSEP ETIKA/DESWANI 54