Anda di halaman 1dari 25

Beranda

Pengenalan
Kerusakan SDA Prinsip Pengelolaan SDA:
Wawasan Lingkungan

Mengurangi
Daur Ulang
1

Beranda
Pengenalan
Kerusakan SDA Prinsip Pengelolaan SDA:
Wawasan Lingkungan

Mengurangi
Daur Ulang
2

Beranda
Pengenalan
Kerusakan SDA Prinsip Pengelolaan SDA:
Wawasan Lingkungan

Ketersediaan sumber daya alam di muka bumi sangat beragam, penyebarannya pun tidak merata. Apabila terjadi ketidakseimbangan antara jumlah penduduk dengan sumber daya alam yang tersedia di bumi, lingkungan hidup akan berubah. Perubahan ini bisa berupa kerusakan alam, yang akan dibahas di sub bab selanjutnya.

Mengurangi
Daur Ulang
3

Beranda
Pengenalan
Kerusakan SDA Prinsip Pengelolaan SDA:
Wawasan Lingkungan

Kerusakan Sumber Daya Alam


Kerusakan SDA Karena Peristiwa Alam Kerusakan SDA Karena Aktivitas Manusia
4

Mengurangi
Daur Ulang

Beranda
Pengenalan
Kerusakan SDA Prinsip Pengelolaan SDA:
Wawasan Lingkungan

1. Kerusakan SDA karena peristiwa alam

Mengurangi
Daur Ulang
5

Beranda
Pengenalan
Kerusakan SDA Prinsip Pengelolaan SDA:
Wawasan Lingkungan

Mengurangi
Daur Ulang

Letusan gunung merapi merupakan kegiatan alam yang tidak dapat dicegah oleh manusia. Letusan gunung merapi menyebabkan kerusakan alam sebagai berikut: terganggunya pernapasan dan pandangan, membuat produksi lahan menurun (karena abu vulkanik); pendangkalan sungai karena aliran lahar; rusaknya lingkungan sekitar karena lava panas; tewasnya MH karena awan panas dan gas beracun yang dikeluarkan ketika gunung meletus; rusaknya areal pertanian, dan daerah permukiman penduduk serta bangunan lain karena lahar dingin.
6

Beranda
Pengenalan
Kerusakan SDA Prinsip Pengelolaan SDA:
Wawasan Lingkungan

Mengurangi
Daur Ulang

Gempa bumi merupakan suatu gerak kulit bumi sebagai akibat tenaga endogen. Kerusakan akibat gempa bumi adalah sebagai berikut: Bangunan-bangunan di sekitar lokasi gempa bumi rusak; tsunami apabila gempa terjadi di laut; tanah di permukaan menjadi merekah; tanah longsor apabila gempa terjadi di dataran tinggi; kebakaran yang terjadi akibat dampak lanjut gempa.

Beranda
Pengenalan
Kerusakan SDA Prinsip Pengelolaan SDA:
Wawasan Lingkungan

Angin topan adalah angin yang berhembus dengan kecepatan yang sangat kuat. Kerusakan lingkungan akibat angin topan di antaranya: Terbawanya rumah-rumah yang kurang kuat hngga beberapa Km; rusak hingga robohnya bangunan atau gedung-gedung; rusaknya areal hutan, perkebunan, pertanian; menimbulkan ombak besar di lautan yang menyebabkan tenggelamnya kapal laut.

Mengurangi
Daur Ulang
8

Beranda
Pengenalan
Kerusakan SDA Prinsip Pengelolaan SDA:
Wawasan Lingkungan

kerusakan akibat musim kemarau,adalah sebagai berikut : Tumbuh-tumbuhan banyak yang mati sehingga dapat mengancam kehidupan makhluk hidup lainya.; sungai-sungai, danau-danau dan air tanah menjadi kering sehingga dapat merugikan daerah pertanian; sumur-sumur dan sumber air kering; dedaunan dan batang pohon kering yang menyebabkan kebakaran hutan.

Mengurangi
Daur Ulang
9

Beranda
Pengenalan
Kerusakan SDA Prinsip Pengelolaan SDA:
Wawasan Lingkungan

2. Kerusakan SDA karena aktivitas manusia

Mengurangi
Daur Ulang
10

Beranda
Pengenalan
Kerusakan SDA Prinsip Pengelolaan SDA:
Wawasan Lingkungan

Mengurangi
Daur Ulang

Penggundulan hutan merupakan salah satu contoh kerusakan yang diakibatkan oleh kegiatan pertanian ladang berpindah. Tempat yang ditinggalkan menjadi kurang subur dan ditumbuhi alang-alang. Akibat lebih jauh, saat musim hujan akan terjadi proses pengikisan tanah permukaan yang intensif. Hal ini bisa menyebabkan banjir, sementara itu saat musim kemarau tempat seperti itu akan mengalami kekurangan air.
11

Beranda
Pengenalan
Kerusakan SDA Prinsip Pengelolaan SDA:
Wawasan Lingkungan

Mengurangi
Daur Ulang

Cara penangkapan ikan yang salah, seperti menggunakan pukat harimau juga menyebabkan kian berkurangnya jenis-jenis ikan tertentu di daerah perairan. Apalagi bila menggunakan bahan peledak, tidak saja ikan besar yang mati, tetapi larva dan ikan-ikan kecil lainnya juga ikut mati.

12

Beranda
Pengenalan
Kerusakan SDA Prinsip Pengelolaan SDA:
Wawasan Lingkungan

Mengurangi
Daur Ulang

Penggunaan mesin dalam mempermudah perkerjaan manusia memang sangat dibutuhkan, hanya saja pemanfaatan yang tidak tepat mampu mengubah lingkungan menjadi buruk. Contoh: Lumpur Lapindo dikarenakan pemakaian alat bantu/mesin yang salah (selain karena lokasi yang memang tidak memenuhi syarat untuk dilangsungkannya pengerboran)
13

Beranda
Pengenalan
Kerusakan SDA Prinsip Pengelolaan SDA:
Wawasan Lingkungan

Pencemaran (polusi) adalah berubahnya keadaan alam karena adanya unsur-unsur baru atau meningkatnya sejumlah unsur tertentu. Macam-macam polusi: 1. Polusi udara 2. Polusi suara 3. Polusi air 4. Polusi tanah

Mengurangi
Daur Ulang
14

Beranda
Pengenalan
Kerusakan SDA Prinsip Pengelolaan SDA:
Wawasan Lingkungan

Mengurangi
Daur Ulang
15

Beranda
Pengenalan
Kerusakan SDA Prinsip Pengelolaan SDA:
Wawasan Lingkungan

Mengurangi
Daur Ulang
16

Beranda
Pengenalan
Kerusakan SDA Prinsip Pengelolaan SDA:
Wawasan Lingkungan

Mengurangi
Daur Ulang

Banjir sering terjadi pada musim penghujan, terutama ketika curah hujan tinggi. Banjir disebabkan karena penggundulan hutan dan sampah yang dibuang secara sembarangan. Banjir dapat merusak saluran irirgasi, jembatan, jalan raya, rel kereta api, rumah penduduk, dan lahan pertanian.
17

Beranda
Pengenalan
Kerusakan SDA Prinsip Pengelolaan SDA:
Wawasan Lingkungan

Pengelolaan SDA harus dilakukan secara hati-hati agar tetap terjaga kelestarian lingkungannya. Berikut usaha yang pengelolaan SDA yang dilakukan berdasarkan prinsip berwawasan lingkungan dan berkelanjutan:

1. Penghijauan dan reboisasi Penghijauan merupakan kegiatan penanaman pada lahan kosong di luar kawasan hutan, terutama pada tanah milik rakyat dengan tanaman keras, misalnya jenis-jenis pohon hutan, pohon buah, tanaman perkebunan, tanaman penguat teras, tanaman pupuk hijau, dan rumput pekan ternak. Tujuan penanaman agar lahan tersebut dapat dipulihkan, dipertahankan, dan ditingkatkan kembali kesuburannya.
Reboisasi merupakan kegiatan penghutanan kembali kawasan hutan bekas tebangan maupun lahan-lahan kosong yang terdapat di dalam kawasan hutan. Reboisasi meliputi kegiatan permudaan pohon, penanaman jenis pohon lainnya di area hutan negara dan area lain sesuai rencana tata guna lahan hutan.
18

Mengurangi
Daur Ulang

Beranda
Pengenalan
Kerusakan SDA Prinsip Pengelolaan SDA:
Wawasan Lingkungan

2. Pengembangan DAS Pengelolaan DAS merupakan suatu bentuk pengembangan wilayah yang menempatkan DAS sebagai suatu unit pengelolaan sumber daya alam (SDA) yang secara umum untuk mencapai tujuan peningkatan produksi pertanian dan kehutanan yang optimum dan berkelanjutan (lestari) dengan upaya menekan kerusakan seminimum mungkin agar distribusi aliran air sungai yang berasal dari DAS dapat merata sepanjang tahun. 3. Pengolahan air limbah Pengolahan limbah bertujuan untuk menetralkan air dari bahan-bahan tersuspensi dan terapung, menguraikan bahan organic biodegradable, meminimalkan bakteri patogen, serta memerhatikan estetika dan lingkungan. Pengolahan air limbah dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu alami dan buatan.
19

Mengurangi
Daur Ulang

Beranda
Pengenalan
Kerusakan SDA Prinsip Pengelolaan SDA:
Wawasan Lingkungan

4. Sengkedan Sengkedan adalah salah satu cara pemanfaatan lahan yg miring supaya dapat dibuat untuk bercocok tanam. Sengkedan merupakan salah satu cara yg tepat untuk memanfaatkan tanah yg miring dan juga subur untuk dibuat lahan pertanian. 5. Penertiban pembuangan sampah Adalah cara cara atau sistem penanggulangan/ pemusnahan sampah yang dilakukan oleh masyarakat untuk menindak lanjuti keadaan sampah-sampah di lingkungan masyarakat. Masyarakat melakukan bermacam-macam cara , seperti: a. mengumpulkan sisa sampah berupa sayuran, sisa makanan, dan sisa buah-buahan untuk makanan ternak. b. Mengumpulkan sampah yang membusuk untuk dijadikan pupuk dan biogas. c. Membakar sampah yang dapat dibakar.
20

Mengurangi
Daur Ulang

Beranda
Pengenalan
Kerusakan SDA Prinsip Pengelolaan SDA:
Wawasan Lingkungan

Guna memenuhi kebutuhan hidupnya, manusia memerlukan berbagai sumber daya alam. Baik sumber alam yang bersifat hasil tambang, energi maupun hayati. Dalam mengambil sumber daya alam jangan diambil semuanya (dihabiskan), tetapi berprinsip mengurangi saja. Pengambilan yang dihabiskan akan merusak lingkungan dan mengganggu ekosistem lingkungan. Sumber daya alam mempunyai sifat saling bergantung satu sama lain. Dengan demikian, suatu tindakan terhadap suatu sumber daya alam, efeknya akan terasa pada sumber daya alam yang lain. Rusaknya hutan akan mempengaruhi ekosistem, sehingga dapat menyebabkan terjadinya erosi, banjir, kekeringan, dan sebagainya.

Mengurangi
Daur Ulang

21

Beranda
Pengenalan
Kerusakan SDA Prinsip Pengelolaan SDA:
Wawasan Lingkungan

Proses daur ulang adalah pengolahan kembali suatu massa atau bahan-bahan dalam bentuk sampah kering yang tidak mempunyai nilai ekonomi menjadi suatu barang yang berharga dan berguna bagi kehidupan manusia. Bahan-bahan bekas tersebut, antara lain, plastic, kertas, karton, kardus, seng, besi, logam, aluminium, kaleng, serbuk gergaji, potongan kain, kaca dan kulit.

Bahan baku daur ulang yang berupa sampah anorganik yang tidak dapat diproses secara ilmiah, harus diolah melalui suatu proses, menjadi barang yang bermanfaat dan memiliki nilai ekonomi.
Sedangkan sampah yang dapat diproses secara ilmiah (organik), dapat dijadikan bahan baku kompos. (dua hal di atas merupakan suatu model waste management)
22

Mengurangi
Daur Ulang

Beranda
Pengenalan
Kerusakan SDA Prinsip Pengelolaan SDA:
Wawasan Lingkungan

Ada dua sistem waste management (pengelolaan sampah), yaitu sistem pengelolaan formal dan informal. Sistem pengelolaan formal Pengelolaan formal yakni pengumpulan, pengangkutan, dan pembuangan yang dilakukan oleh aparat pemerintah setempat.

Sistem pengelolaan informal Pengelolaan informal yakni aktivitas yang dilakukan oleh dorongan kebutuhan untuk hidup dari sebagian masyarakat.

Mengurangi
Daur Ulang
23

Beranda
Pengenalan
Kerusakan SDA Prinsip Pengelolaan SDA:
Wawasan Lingkungan

Dalam usaha mengurangi samapah melalui teknik daur ulang, tidak sama perlakuannya untuk semua jenis sampah. Daur ulang dapat diakukan secara individu atau kelompok, misalnya industri daur ulang kaleng yang harus dilakukan dengan skala industri, karena investasinya cukup besar. Sedangkan pengelolaan yang dapat dilakukan secara individu atau kelompok kecil dan investasinya relative murah adalah mendaur ulang besi. Bahan bakunya berlimpah, ekonomis, dan cara pembuatannya sederhana. Proses daur ulang sebenarnya juga merupakan salah satu cara menghemat sumber daya alam, Sebagai contoh, pada daur ulang kertas, kita mengurangi angka penebangan pohon dan penumpukan sampah.

Mengurangi
Daur Ulang

24

Sumber:

http://karuniayeni.blogspot.com/2010/04/kerusakan-sumber-dayaalam.html
http://phuszy.blogspot.com/2012/03/pengertian-reboisasi-danpenghijauan.html http://www.bpdaspemalijratun.net/index.php?option=com_content&view=article&id=48:pen gelolaan-das&catid=12:pengelolaan-das&Itemid=76 http://id.shvoong.com/exact-sciences/earth-sciences/1990214-pengolahanair-limbah/#ixzz26vLeV7zf http://deksyacyintha.blogspot.com/2011/03/sengkedan-atauterasiring.html Wirdiyatmoko, K. 2006. GEOGRAFI untuk SMA Kelas XI. Jakarta: Erlangga.