Anda di halaman 1dari 3

Toksikologi Obat - obatan

TOKSIKOLOGI OBAT OBATAN


Toksisitas Obat Toksisitas atau keracunan obat adalah reaksi yang terjadi karena dosis berlebih atau penumpukkan zat dalam darah akibat dari gangguan metabolisme atau ekskresi. Adapun Obat Obatan yang menyebabkan keracunan yaitu : Paracetamol Asam Salisilat Antalgin Vitamin B6 Vitamin C PARACETAMOL Parasetamol atau asetaminen adalah obatanalgesik dan antipiretik yang populer dan digunakan untuk melegakan sakit kepala, sengal-sengal dan sakit ringan, serta demam. Digunakan dalam sebagian besar resep obat analgesikselesma dan flu. Kegunaan Pemakaian Paracetamol itu adalah 1. Demam Parasetamol telah disetujui sebagai penurun demam untuk segala usia. WHO hanya merekomendasikan penggunaan parasetamol sebagai penurun panas untuk anak-anak jika suhunya melebihi 38.5 C.

2. Nyeri
Parasetamol digunakan untuk meredakan nyeri. Obat ini mempunyai aktivitas sebagai analgesik, tetapi aktivitas antiinflamasinya sangat lemah. Efek Samping pemakaian Paracetamol : Pada dosis yang direkomendasikan, parasetamol tidak mengiritasi lambung, memengaruhi koagulasi darah, atau memengaruhi fungsi ginjal. Namun, pada dosis besar (lebih dari 2000 mg per hari) dapat meningkatkan risiko gangguan pencernaan bagian atas. Dosis Pemakaian Paracetamol : Umur Dosis Paracetamol 3 bulan 1 tahun 1 5 tahun 6 12 tahun Dewasa 60 120 mg 120 250 mg 250 500 mg 500 1 g

Kelebihan dosis Paracetamol itu mengakibatkan : Penggunaan parasetamol di atas rentang dosis terapi dapat menyebabkan gangguan hati. Pengobatan toksisitas parasetamol dapat dilakukan dengan cara

pemberian asetilsistein (N-asetil sistein) yang merupakan prekusor glutation, membantu tubuh untuk mencegah kerusakan hati lebih lanjut. ASAM SALISILAT Asam salisilat (asam ortohidroksibenzoat) merupakan asam yang bersifat iritan lokal, yang dapat digunakan secara topikal. Terdapat berbagai turunan yang digunakan sebagai obat luar, yang terbagi atas 2 kelas, ester dari asam salisilat dan ester salisilat dari asam organik. Di samping itu digunakan pula garamsalisilat. Keguanaan Asam Salisilat : Asam salisilat adalah obat topikal murah yang digunakan untuk mengobati sejumlah masalah kulit, seperti : jerawat, kutil, ketombe, sporiasis, dan masalah kulit lainnya.

mengawetkan makanan, antiseptik, dan campuran dalam pasta gigi. Asam salisilat digunakan pula sebagai bahan utama untuk aspirin. Dosis Pemakaian nya itu adalah : Pengobatan tunggal rata-rata : 10 mg/KBB. Dosis lazim harian : 40 - 60 mg/KBB/hari. Tablet aspirin mengandung 325 - 650 mg asam salisilat. Pada dosis 150 - 200mg /KBB dapat terjadi Intoksikasi akut sedang, dan dosis 300500 mg / KBB akan menyebabkan intoksikasi berat. Intoksikasi kronik dapat terjadi pada pemberian dosis lebih dari 100 mg/KBB selama 2 hari atau lebih. Efek negatif dari Asam Salisilat itu adalah Asam salisilat sebenarnya hanya baik digunakan sebagai obat lotion (tubuh bagian luar). Konsumsi pada asam salisilat dapat menimbulkan gangguan lambung, pusing, berkeringat, mual, dan muntah. Efek dalam jangka waktu lama dapat menimbulkan kekurangan zat besi, kemerahan dan gatal-gatal pada kulit. Konsumsi dalam jumlah besar mengakibatkan pendarahan pada lambung. ANTALGIN Antalgin adalah salah satu obat penghilang rasa sakit (analgetik) turunan NSAID, atau Non-Steroidal Anti Inflammatory Drugs. Umumnya, obat-obatan analgetik adalah golongan obat antiinflamasi (antipembengkakan), dan beberapa jenis obat golongan ini memiliki pula sifat antipiretik (penurun panas), sehingga dikategorikan sebagai analgetik-antipiretik. Komposisi : Tiap tablet mengandung antalgin 500mg Dosis pemakaian Antalgin : Oral - dewasa: 500-1000 mg 3-4 x sehari (maks 3 gr) - anak: 250-500 mg 3-4 x sehari (maks 1 gr) Parenteral: 500-1000 mg sekali suntik (jgn lebih 1 gr)

PO : Sesudah makan Efek Samping nya : Agranolositosis, Gejala kepekaan yang manifestasinya kelainan pada kulit. Pada penggunaan jangka panjang dapat menyebabkan agranulositosis. reaksi kulit seperti kemerahan, iritasi lambung. Interaksi Obat: Bila digunakan bersama dengan klorpromazine, dapat menimbulkan hipotermia yang berat. Penggunaan pada ibu hamil dan menyusui: Jangan diberikan pada wanita hamil karena potensi karsigonik dari metabolit nitrosamin.

VITAMIN B6 Vitamin B6 atau disebut juga dengan pyridoxine, adalah vitamin yang larut air, yang digunakan dalan penanganan defisiensi vitamin B6 dan beberapa kasus anemia.Piridoksin dapat menurunkan efek obat dari fenitoin dan levodopa Manfaat dari vitamin B6 : Mencegah penyakit jantung Menstruasi dan kehamilan Meningkatkan energi dan melawan penyakit Perkembangan otak Sistem kekebalan tubuh Komunikasi saraf Menjaga kadar gula darah Membantu proses protein tubuh dan lemak dari makanan sebagai bagian dari koenzim; Membantu untuk membuat sel darah merah dan mengkonversi asam amino menjadi niacin.

VITAMIN C Vitamin ini juga dikenal dengan nama kimia dari bentuk utamanya yaitu asam askorbat. Vitamin C termasuk golongan vitamin antioksidan yang mampu menangkal berbagai radikal bebas ekstraselular. Beberapa karakteristiknya antara lain sangat mudah teroksidasi oleh panas, cahaya, dan logam. Dosis Pemakaian nya : Amerika Serikat vitamin c rekomendasi : 60 mg/hari: Kesehatan Kanada 2007 6095 miligram per hari: Amerika Serikat National Academy of Sciences. 500 miligram per jam 12: Profesor Roc Ordman, dari penelitian biologi radikal bebas. 3.000 miligram per hari '' (atau hingga 30.000 mg selama penyakit)'': Yayasan Vitamin C. 6, 00012, 000 miligram per hari: Thomas E. Levy, Colorado Integratif Medical Centre.