Anda di halaman 1dari 7

Petir adalah pelepasan muatan listrik yang sangat besar yang menyambar ke arah bumi.

Materi: - Awan kilat - Lompatan petir - Parameter petir - Jarak sambar - Model EGM untuk sambaran ke OHL 1. Awan Kilat Susunan awan kilat:

Lapisan muatan + berada di bagian atas dan lapisan muatan berada di bagian bawah awan. Muatan + juga ada di bagian paling bawah awan. Teori CTR Wilson: Didasari atas 2 fenomena alam : - adanya sejumlah besar ion + dan di atmosfer yg berasal dari sinar-sinar di angkasa luar. Keduanya saling bertabrakan menjadi partikel debu dan titik air. - adanya medan elektrostatik yg berada di atmosfer bumi. Bumi sebagai kutub terhadap atmosfer. - Titik air yg besar akan terpolarisasi oleh medan listrik atmosfer & jatuh krn adanya gravitasi. Muatan di sisi atas dan muatan + di sisi bawah titik air. Muatan + akan menabrak ion atmosfer. Atmosfer menjadi kelebihan muatan +. Titik air yg kecil menabrak muatan + atmosfer. Titik air yg besar berakumulasi menjadi muatan di sisi bawah awan, & titik air yg kecil berakumulasi menjadi muatan + di sisi atas awan. Teori GC Simpson: Didasari oleh pembuktian percobaan berikut : - titik air yg berdiameter > 0,25 cm akan terpecah menjadi kecil bila jatuh melalui udara yg diam maupun yg bergerak naik. - kecepatan air yg jatuh adalah 8 m/dtk. Artinya, jika ada angin bertiup ke atas > 8 m/dtk, tidak akan turun hujan. - titik air yg terpecah menyebabkan udara menjadi dan air menjadi muatan +. Gambar:

Udara masuk ke awan dgn arah ke atas, melewati sisi depan sebelah kanan. Di zona C kecepatan udara > 8 m/dtk, shg tidak ada hujan & tdk ada akumulasi muatan di situ. Di zona B hanya ada titik2 air yg besar, terpecah : titik air kecil jadi + & udara jadi -.

Perbandingan kedua teori: - Wilson : lapisan muatan + terletak di sisi atas awan kilat, & muatan di sisi bawahnya. - Simpson : bagian utama awan kilat adalah muatan -. Bagian bawahnya adalah muatan + yg berkerapatan tinggi. - Penelitian lanjut : awan kilat terdiri atas muatan + (di sisi atas) dan muatan (di sisi bawah) spt teori Wilson. Tapi ada konsentrasi muatan + di sisi bawah awan kilat spt dikatakan Simpson.

2. Lompatan Petir Mekanisme Lompatan Petir: Pilot Streamer (Luahan Perintis) & Stepped Leader (Sambaran Perintis) - Menurut Schonland dkk : mayoritas lompatan petir akan mengurangi muatan dari awan ke bumi. Pelepasan selalu dimulai dari sisi bawah awan. Sebabnya adl sisi bawah awan lebih dekat ke tanah shg medan listrik tembus kritis di udara pd sisi bawah awan < daripada di tanah. Pelepasan diawali oleh luahan yg bergerak ke bawah, disebut stepped leader. Menurut Schonland, stepped leader didahului oleh munculnya pilot streamer yg membawa arus beberapa ampere. - Teori-teori lain ttg pilot streamer & stepped leader (menyempurnakan pendapat Schonland) : 1. Menurut Cravath, Loeb, & Meek : saat medan listrik di dasar awan > kuat tembus udara, pilot streamer mulai merambat sampai medan listrik diujungnya tdk cukup utk mengionisasi udara. Saat itu (seolah-olah) ada tahanan efektif disepanjang jalur. Bila jatuh teg di situ tinggi akan muncul pelepasan baru, yg disebut stepped leader. 2. Menurut Bruce (menolak teori Schonland-Loeb- Meek) : adanya ketidakcocokan data percobaan dari arus & teg pd dalil yg diajukan. Ada beda potensial antara jalur pelepasan & udara sekitar shg timbul arus corona yg terus meningkat seiring dgn panjang jalur, yg berubah dari cahaya menjadi busur. Itulah stepped leader. Ground Streamer/Luahan Tanah & Return Stroke/Sambaran Balik - Saat ujung stepped leader mendekati tanah, medan listrik di atas tanah > medan tembus kritis udara. Muncullah luahan yg bergerak naik mencapai stepped leader, yg disebut ground streamer. - Bila ujung ground streamer bertemu dgn stepped leader, timbul pelepasan baru yg terlihat oleh mata sebagai kilat (merambat keatas), yg disebut return stroke. Berarti awan & tanah (objek) terhubung singkat. - Gambar 4.3 menggambarkan peristiwa stepped leader yg diikuti oleh return stroke : (a) awan bermuatan (b) stepped leader muncul dari bawah awan (c) awal dari ground streamer (d) awal dari return stroke (e) return stroke sempurna.

Subsequent Strokes / Sambaran Ikutan - Setelah return stroke mencapai awan, pelepasan baru mungkin terjadi yg oleh Schonland disebut dart leader (pelopor panah), dgn kec > stepped leader. Jika dart leader mencapai tanah, return stroke (kedua) muncul & berjalan ke awan dgn kec > return stroke pertama, tapi arus & pencahayaannya <. Sambaran pertama selalu lebih kuat drpada sambaran ikutan. Bentuk Pelepasan Petir Yang Lain - Menurut Berger ada 8 jenis pelepasan awan ke tanah selain yang dijelaskan oleh Schonland (gambar 4.4). Gbr 3a, 3b, 4a, 4b awannya termuati + terjadi saat musim dingin. Gbr 1a,2a, 3a, 4a tidak punya return stroke. Gbr 2a, 2b, 4a, 4b pelepasan yg dimulai dari tanah, sering terjadi dari objek yg tinggi (puncak gunung\ & gedung). Selain itu ada juga pelepasan dari awan ke awan atau didalam satu awan, yg menurut Berger, lebih sering terjadi drpd awan ke tanah.

3. Statistik Parameter-Parameter Petir - Untuk perlindungan sistem tenaga listrik, karakteristik petir berikut penting diketahui : 1. Frekuensi kemunculan (ground flash density) 2. Magnitude arus return stroke 3. Bentuk gel arus return stroke - Petir merupakan fenomena random & tdk ada 2 petir yg sama persis. Krn-nya petir sulit diukur. Solusi : buat data statistik utk beberapa thn pengukuran & dilakukan dibanyak tempat di seluruh dunia. Frekuensi Kemunculan - Cara tradisional : dgn keraunik level di suatu daerah, yaitu jumlah hari guruh yg terdengar di daerah itu per thn. Contoh gbr 4.5 & 4.6 (peta isokeraunik dunia dan USA). - Kelemahan keraunik level : tdk membedakan antara jumlah guruh terdengar di satu hari pd 2 daerah berbeda. Contoh : guruh terdengar 1x di zona A, 5x di zona B pd hari tertentu. Keraunik level utk 2 daerah itu adalah 3. Tidak memperhitungkan lamanya aktivitas petir. Tdk membedakan apakah petir awanawan atau awan-tanah. - Akibatnya : ketidakhandalan dalam merancang perlindungan terhadap sambaran petir ke OHL. - Gambar:

Solusi : gunakan indeks kerapatan sambaran-tanah (ground flash density), yaitu jumlah petir yg menyambar ke arah tanah seluas 1 km2 per thn. Kerapata sambaran tanah adl parameter yg penting dlm merancang proteksi petir. Angka kegagalan sistem tenaga berbanding lurus dgnnya. Lihat tabel 4.1.

Gambar:

Solusi : kembali pada pengukuran langsung kerapatan sambaran-tanah yg merupakan metode terbaik.Jgn menggunakan pers (4.7) & gbr 4.8. Utk USA, gunakan peta kontur kerapatan sambaran tanah dgn pengukuran langsung (gbr 4.9). Hambatan pengukuran langsung : membedakan pelepasan awan-tanah dan awan-awan.

Magnitude Arus Return Stroke - Analisa data di seluruh dunia menunjukkan bahwa variasi statistik harga puncak arus return stroke (Ip) sesuai dgn logaritma distribusi normal. Distribusi frek kumulatif dari harga puncak arus return stroke ditunjukkan oleh gbr 4.10.

Perbandingan antara Pc di pers (4.9) & pers (4.10) ditampilkan pada tabel 4.2 :

Distribusi Bentuk Gelombang Arus Return Stroke - Setelah menganalisa data2 Berger ttg arus return stroke, Anderson & Eriksson mengusulkan bentuk gel arus return stroke spt gbr 4.11. Waktu muka bs didpt dgn 2 cara : tf = T10/0,8 atau tf = T30/0,6. Dimana T10 adl interval waktu antara titik 10% dan 90% dari gel arus, T30 adl interval waktu antara titik 30% dan 90% dari gel arus.

Bayangan Lindung Suatu Bangunan - Bangunan yg tinggi akan lebih rentan tersambar petir drpada bangunan yg rendah. Secara singkat, dpt dikatakan bahwa, bangunan tegak akan mengundang petir dari jarak 2x tingginya (gbr 4.12).

Prinsip bayangan lindung suatu batang petir utk OHL ditunjukkan di gbr 4.13. Petir yg menyambar di daerah lebar bayangan tsb akan mengenai OHL drpd tanah.

3. Jarak Sambar - Pelepasan muatan listrik dimulai dari bagian bawah awan. Saat leader stroke mulai bergerak turun, medan listrik di ujung objek yg ditanahkan akan naik. Pd jarak tertentu dari ujung leader stroke ke objek, medan listrik kritis utk tembus udara di ujung objek akan tercapai shg timbul streamer (luahan) yg mengarah ke atas utk bertemu dgn leader stroke. Jarak dari ujung leader stroke ke objek yg ditanahkan shg menghasilkan streamer yg bergerak ke atas disebut jarak sambar. 4. Model EGM untuk sambaran ke OHL - Jarak sambar (rs) merupakan fungsi dari harga puncak arus return stroke. Semakin besar arusnya, semakin jauh jarak sambar. Jika ujung leader stroke mendekati daerah rs, maka konduktor akan tersambar. Jika ujung leader stroke melampaui rs, maka

terjadi sambaran ke bumi dari jarak re di atas permukaan bumi. Lihat pers (4.21), (4.22), (4.25). dimana B adalah konstanta. B <, =, atau > 1 kurva akan hiperbola, parabola, atau elips. Model EGM utk sambaran petir ke OHL ditunjukkan pd gbr 4.14. Kurva (a3a2a1vb1b2b3) yg menutupi konduktor merupakan locus dari posisi ujung sambaran yg menentukan apakah leader stroke akan menyambar konduktor atau bumi. Jika ujung sambaran jaraknya dari konduktor < rs, maka ia akan menyambar konduktor. Sebaliknya, > rs, menyambar bumi.

Probabilitas Sambaran Ke OHL - Bila lebar bidang sambaran telah diketahui, probabilitas sambaran ke saluran (pd arus yg diketahui atau yg lebih besar) dpt dihitung dgn menentukan : i. Daerah terbuka (tak terlindungi) ii. Kerapatan sambaran-tanah iii. Distribusi probabilitas amplitudo arus petir Utk segmen saluran sepanjang 100 km, daerah tak terlindungi terhadap arus return stroke (> I1) adalah : (dlm km2), (4.31).