Anda di halaman 1dari 35

HUKUM ACARA PTUN

LEO TUKAN

SUMBER BACAAN
DJoko Prakoso,sh, 1988, Peradilan Tata Usaha Negara, Liberty-

yogyakarta; Rozali Abdullah, 1992, Hukum Acara Peradilan Tata Usaha Negara, Rajawali Pers; L. Tukan Leonard,sh,ma, 1998, Bunga Rampai Hukum, Sosial Dan Politik, Badan Penerbit Undip. Basah, Sjachran, Eksistensi Dan Tolok Ukur Badan Peradilan Adminsitrasi
Di Indonesia, (Bandung : Alumni, 1997). Indroharto, Usaha Memahami Undang-undang Tentang Peradilan Tata Usaha Negara Buku I Beberapa Pengertian Dasar Hukum Tata Usaha Negara, ( Jakarta : Pustaka Sinar Harapan, 1999). -------------------, Usaha Memahami Undang-undang Tentang Peradilan Tata Usaha Negara Buku II Beracara di Pengadilan Tata Usaha Negara, ( Jakarta: Pustaka Sinar Harapan, 1999). Marbun, S.F, Peradilan Administrasi dan Upaya Administratif di Indonesia (edisi revisi) , (Yogyakarta : UII Press, 2003);

KONSEP PENGELOLAAN NEGARA


NEGARA PENJAGA MALAM (NACHT WAKER STAAT NEGARA KESEJAHTERAAN (WELAFARE STATE
PEMERINTAH -------------------------WARGA NEGARA

PERBUATAN MELAWAN HUKUM

MELAWAN HUKUM (ONRECHTMATIGE DAAD) MELAWAN UNDANG-UNDANG (ONWET MATIGE DAAD)

PERB. MELAWAN HUKUM OLEH PEMERINTAH


(ONRECHTMATIGE OVERHEIDS DAAD) DI BIDANG HUKUM PERDATA DI BIDANG HUKUM PUBLIK (KASUS OSTERMAN) AWAL PERKEMBANGAN HAN MODERN

JALUR GUGATAN
UPAYA KEBERATAN UPAYA BANDING GUGATAN MELALUI PTUN - PASAL 53 - PASAL 48

SEJARAH BERDIRINYA PENGADILAN TUN


ZAMAN KOLONIAL - KETENTUAN PASAL 134 I.S. (INDISCHE STAATS REGLEMENT) - PASAL 2 R.O.(REGLEMENT OP DE RECHTELIJKE ORGANISATIE EN HET BELEID DER JUSTITIE

SEJARAH BERDIRINYA PENGADILAN TUN


ZAMAN KEMERDEKAAN - UUD 1945 PS. 24 - UU NO. 19/1948 PS. 66 - UUDS TAHUN 1950, PS. 108 - TAP MPRS NO. II/MPRS/1960 - UU NO.19/1964 - UU No. 4/2004 PS.10 DIGANTI OLEH UU No. 48 TAHUN 2009 - UU NO. 5 TAHUN 1986 Yo UU No.9/2004 Yo No.51/2009 - UU NO. 14/85 YO UU NO.5/2004 YO UU NO.3/2009

PENGADILAN TUN INDONESIA


DASAR HUKUM TUN: - FILSAFAT/TEORI HUKUM: HAK ASASI MANUSIA PEMISAHAN KEKUASAAN TINDAKAN BERDASARKAN HUKUM ADANYA LEMBAGA TUN HUKUM POSITIP: UUD.45 UU NO. 4/2004 PS 10 DIGANTI: UU NO.48/2009KEHAKIMAN UU NO.5 / 1986 YO UU NO.9/2004 Yo UU No.51/ 2009-PTUN UU NO. 14/85 YO UU NO. 5/2004 YO UU NO.3/2009-MA

TUJUAN ADANYA PTUN


PRINSIP NEGARA KESEJAHTERAAN FREKWENSI HUBUNGAN MENINGKAT TERJADINYA FRIKSI PERLINDUNGAN HUKUM KESELARASAN/KESEIMBANGAN HAK DAN KEWAJIBAN

SYARAT PTUN
ADA ATURAN HKM YG ABSTRAK YG BERSIFAT UMUM ADANYA PERSELISIHAN HKM YG KONGKRIT MINIMAL ADA DUA PIHAK ADANYA SUATU LEMBAGA YANG BERWENANG SALAH SATU PIHAK ADALAH PEJABAT TUN HUKUMNYA ADALAH HKM PUBLIK

KEWENANGAN PTUN
KEWENANGAN UMUM: - PASAL 47 YO PS. 1 AYAT 10 DAN 9 - PASAL 3 KEWENANGAN KHUSUS: - PASAL 50: PTUN TINGKAT I - PASAL 51: PTUN TINGKAT II - UU NO.14/1985 Yo No 5/2004 Yo UU NO. 3/2009: MA

PEMBATASAN KEWENANGAN PTUN


PEMBATASAN LANGSUNG: = PASAL 2 = PASAL 49 = KETENTUAN TENTANG SENGKETA DI LINGKUNGAN PERADILAN MILITER PEMBATASAN TIDAK LANGSUNG MENURUT PASAL 48 YO PASAL 51 PEMBATASAN LANGSUNG YANG BERSIFAT SEMENTARA: = PASAL 142

KEKHUSUSAN PTUN
ADANYA TENGGANG WAKTU (PS. 55) HAKIM AKTIF (DOMINIS LITIS)(PS.62) ADANYA PROSEDUR DISMISSAL (PS.62) ADANYA AZAS PRESUMPTIO JUSTAE CAUSA (PS.67) TIDAK MENGENAL ADANYA REKONVENSI (PS. 1ayat 4)

MASALAH GUGATAN
PERSIAPAN PENGAJUAN PROSES PEMERIKSAAN

PERSIAPAN GUGATAN
POKOK SENGKETA (PS. 1 AYAT 1) PARA PIHAK (PS. 1 AYAT 4) OBYEK GUGATAN (PS. 1 AYAT 3) TENGGANG WAKTU (PS.55) PENGADILAN YANG BERWENANG (PS. 47)

GUGATAN DAN PENGAJUAN


PS. 53: TATA CARA PENGAJUAN GUGATAN PS. 54: TEMPAT PENGAJUAN GUGATAN PS.56: SYARAT SURAT GUGATAN PS. 57-61:

PROSES PEMERIKSAAN
PEMERIKSAAN INTERNAL: PS 62 PEMERIKSAAN GUGATAN: PS 63-99

OBYEK GUGATAN
SURAT KEPUTUSAN TUN: = PENGERTIAN SEBUAH KEPUTUSAN (E. UTRECHT; WF.PRINS DAN VAN DER POT) = SIFAT SEBUAH KEPUTUSAN (BERSEGI SATU, DIPEROLEH BERDASARKAN KEWENANGAN ISTIMEWA DAN DGN MAKSUD UNTUK TERJADINYA PERUBAHAN DALAM LAPANGAN HUKUM = PERBEDAAN ANTARA KEPUTUSAN ATAU PENETAPAN DAN PERATURAN

OBYEK GUGATAN - lanjutan


SIFAT KEPUTUSAN: = KEPUTUSAN YANG BERSIFAT POSITIP TERMASUK KETETAPAN KONSTITUTIF -DEKLARATIF = KEPUTUSAN YANG BERSIFAT NEGATIP = KEPUTUSAN YANG SAH DAN TIDAK SAH

OBYEK GUGATAN-Lanjutan
SURAT KEPUTUSAN TUN: = PENGERTIAN SK TUN = SYARAT SK TUN: - DIBUAT OLEH YG BERWENANG - KONGKRIT - INDIVIDUAL - FINAL - MELAWAN HUKUM/MERUGIKAN WN.

TENGGANG WAKTU GUGATAN


ADA BATAS WAKTU : MENURUT PASAL 55: 90 HARI SEJAK: DITERBITKANNYA SK ATAU DIUMUMKANNYA SK; MENURUT TEORI DIHITUNG SEJAK: - DITERBITKANNYA SK - DITERIMANYA SK - DIKETAHUI OLEH PENGGUGAT

PROSES INTERNAL PASAL 62


ISTILAH YANG DIKENAL ADALAH RAPAT PERMUSYAWARATAN PEMERIKSAAN OLEH KETUA PTUN DILAKUKAN SEBELUM PEMBENTUKAN MAJELIS HAKIM; PROSES DISMISSAL KEMUNGKINAN ADANYA PERLAWANAN

PEMERIKSAAN PERKARA PASAL 63-99


PEMERIKSAAN PERSIAPAN (PASAL 63) PEMERIKSAAN DGN ACARA BIASA (PASAL 68-97) PEMERIKSAAN DGN ACARA SINGKAT (PASAL 62 : 4) PEMERIKSAAN DGN ACARA CEPAT (PASAL 98-99)

PROSES ACARA SINGKAT


DILAKUKAN KARENA ADANYA PERLAWAN TERHADAP PENETAPAN KETUA PTUN DLM RAPAT PERMUSYAWARATAN. PERLAWANAN DIAJUKAN DALAM WAKTU 14 HARI SEJAK PENETAPAN. TIDAK ADA UPAYA HUKUM.

PERKARA DGN ACARA CEPAT


ACARA CEPAT (PS.98-99) - APABILA ADA KEPENTINGAN PENGGUGAT YG SANGAT MENDESAK - PERMHN SDH DIAJUKAN BERSM DLM GUGATAN; - DLM TEMPO 14 HR HRS SDH ADA PENETAPAN; - TRHDP PENETAPAN, TDK ADA UPAYA HKM; - BILA DIKABULKAN, 7 HARI SEJAK PENETAPAN, SDH HRS DITETAPKAN HARI SIDANG TANPA PROSEDUR PEMERIKSAAN PERSIAPAN MENURUT PS.63; - HAKIM TUNGGAL DAN BUKAN KETUA PTUN.

PERBEDAAN & PERSAMAAN


ACARA CEPAT: - ADANYA KARENA PERMOHONAN PENGGUGAT; - ADANYA KARENA ALASAN MENDESAK; - PEMERIKSAAN DILAKUKAN SEBELUM PERKARA MEMASUKI TAHAPAN YANG LAZIM DALAM PTUN; - TIDAK ADA UPAYA HUKUM DITUJUKAN KEPADA PENETAPAN KPTUN MENGENAI DITERIMA ATAU TIDAKNYA PERMOHONAN PENGGUGAT; - KEDUA PIHAK SUDAH TERLIBAT DALAM PROSES; - KALAU PERMOHONAN DIKABULKAN, MAKA : = PEMERIKSAAN TANPA PROSES YG LAZIM; = HAKIM TUNGGAL = JANGKA WAKTU PROSESNYA CEPAT;

LANJUTAN
ACARA SINGKAT: - ADANYA KARENA PERLAWAN PENGGUGAT TERHADAP PENETAPAN KPTUN YANG MENYATAKAN GUGATAN PENGGUGAT DITERIMA ATAU TIDAK KARENA ALASAN PASAL 62 - PENETAPAN ITU TERJADI SEBELUM PERKARA MEMASUKI TAHAP PEMERIKSAAN; - TIDAK ADANYA UPAYA HUKUM TERHADAP PUTUSANNYA; - PIHAK TERGUGAT BELUM TERLIBAT DLM PROSES. - SYARAT PERLAWANAN: = DIAJUKAN DALAM JANGKA WAKTU 14 HARI SEJAK PENETAPAN DIKELUARKAN; = DILAKUKAN DENGAN HAKIM TUNGGAL = TIDAK ADA KETENTUAN TENTANG PROSES ACARA YANG SINGKAT;

ACARA BIASA
PENGAJUAN GUGATAN; JAWABAN PIHAK TERGUGAT; REPLIK PENGGUGAT; DUPLIK TERGUGAT; PEMBUKTIAN (BUKTI SURAT, SAKSI, KETERANGAN AHLI, DLL) KESIMPULAN (TIDAK WAJIB); PUTUSAN

KEMUNGKINAN-KEMUNGKINAN DALAM ACARA BIASA


PERKARA DIPERIKSA SECARA TERTUTUP; PENGGUGAT TIDAK HADIR PADA SIDANG PERTAMA, DAN TELAH DUA KALI DILAKUKAN PEMANGGILAN PATUT (GUGATAN GUGUR, DAN DIAJUKAN GUGATAN BARU); TERGUGAT TIDAK HADIR DAN TELAH DIPANGGIL PATUT, MAKA PANGGILAN DISAMPAIKAN KEPADA ATASAN TERGUGAT. DUA BULAN TIDAK ADA JAWABAN, MAKA PEMERIKSAAN DITERUSKAN DENGAN PEMBUKTIAN DAN DIPUTUSKAN PERKARANYA; PENGGUGAT MAUPUN TERGUGAT BERKESEMPATAN MEMPERBAIKI GUGATANNYA DAN JAWABANNYA (P. TIDAK LEBIH DARI TAHAP REPLIK DAN T. TIDAK LEBIH DARI TAHAP DUPLIK); PENGGT DAPAT MENCABUT GUGATAN SETIAP WAKTU, ASAL: ps.76

KEMUNGKINAN-KEMUNGKINAN DALAM ACARA BIASA (LANJUTAN)


DAPAT DILAKUKAN EKSEPSI (Terhadap Kewenangan Absolut dan Relatip) PIHAK KETIGA DAPAT MASUK DALAM PROSES/INTERVENSI: (KARENA KEMAUAN SENDIRI/Tussenkomst, PERMINTAAN SALAH SATU PIHAK/Voeging ATAU ATAS INISIATIP HAKIM/Khusus); KETUA MAJELIS BERWENANG MENENTUKAN PUTUSAN AKHIR, BILA ADA PERBEDAAN PENDAPAT DIANTARA MAJELIS TENTANG PUTUSAN AKHIR PERKARA TERSEBUT

PENUNDAAN PELAKSANAAN KEPUTUSAN TUN


GUGATAN TDK MENUNDA PELAKSANAAN KEPUTUSAN TUN (PASAL 67); KECUALI (DAN PERMOHONAN TERSEBUT DIAJUKAN SEKALIGUS DALAM GUGATAN DAN DAPAT DIPUTUS LEBIH DULU DR POKOK PERKARA DALAM HAL) : - ADANYA KEADAAN YG MENDESAK/KEPENTINGAN PENGGUGAT AKAN SANGAT DIRUGIKAN BILA DILAKSANAKAN; - TIDAK DIKABULKAN BILA KEPENTINGAN UMUM LEBIH MENJADI PRIORITAS;

GUGATAN GUGUR, PENCABUTAN GUGATAN DAN EKSEPSI


PS. 71: GUGATAN GUGUR BILA PENGGUGAT ATAU KUASANYA TIDAK HADIR BERTURUT-TURUT SEBANYAK 2 (DUA) KALI MESKIPUN SUDAH ADA PANGGILAN PATUT; TIDAK ADA PERLAWANAN, KECUALI MENGAJUKAN GUGATAN BARU SETELAH MEMBAYAR BIAYA PERKARA, BAIK YG LAMA MAUPUN YG BARU; PS. 76: PENGGUGAT DPT SEWAKTU-WAKTU MENCABUT GUGATANNYA, TETAPI PALING LAMBAT SEBELUM TERGUGAT MEMBERIKAN JAWABAN; KALAU SDH ADA JAWABAN, MAKA HRS ADA PERSETUJUAN DARI TERGUGAT; PS. 77: EKSEPSI: -TERHADAP KEWENANGAN ABSOLUT (SETIAP WAKTU DAN DIPUTUS TERLEBIH DAHULU); TERHADAP KEWENANGAN RELATIP (HANYA SEBELUM ADA JAWABAN ATAS POKOK PERKARA, DAN DIPUTUSKAN BERSAMA DENGAN POKOK SENGKETA)

PEMBUKTIAN
BUKTI SURAT BUKTI SAKSI:YANG TIDAK DAPAT JADI SAKSI:

MASIH DALAM HUBUNGAN SAUDARA; MERUPAKAN HUBUNGAN SUAMI ISTRI; ANAK YANG BELUM UMUR 17 THN; ORANG YANG SAKIT INGATAN.

PUTUSAN PTUN
GUGATAN DITOLAK (DALIL TIDAK DAPAT DIBUKTIKAN) GUGATAN DIKABULKAN: - PENCABUTAN SK - PENCABUTAN DAN PENERBITAN SK BARU - PENERBITAN SK YANG DIMINTA - GANTI RUGI DAN REHABILITASI (UNTUK PNS) GUGATAN TIDAK DITERIMA (GUGATAN TDK BERDASAR HUKUM -PS. 56 HAL SYARAT GUGATAN) GUGATAN GUGUR (PENGGUGAT TIDAK MEMENUHI PROSES ACARA YANG ADA---PS.71)