Anda di halaman 1dari 51

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1.

Pengertian Kebijakan Kata kebijakan secara etimologis berasal dari bahasa Inggris yaitu dari

kata policy sedangkan kebijaksanaan berasal dari kata Wisdom. Dalam konstek tersebut penulis berpandangan bahwa istilah kebijakan berbeda dengan istilah kebijaksanaan. Hal tersebut didasarkan pada pertimbangan bahwa pengertian kebijaksanaan memerlukan pertimbangan-pertimbangan lebih lanjut, sedangkan kebijakan mencakup aturan-aturan yang ada didalamnya termasuk konstek politik karena pada hakikatnya proses pembuatan kebijakan itu sesunguhnya merupakan sebuah proses politik. Kata kebijakan dan kebijaksanaan seringkali digunakan secara bergantian, sehingga terkadang sulit untuk dibedakan pengertiannya. Di dalam Kamus Manajemen diberikan pengertian untuk kedua istilah tersebut sebagai berikut: . Kebijakan adalah suatu peraturan atau suatu arah tindakan yang ditentukan sebelumnya yang dibuat oleh manusia yang ditentukan untuk membimbing pelaksanaan pekerjaan kearah tujuan organisasi. !. Kebijaksanaan adalah ketentuan dari pimpinan tentang cara penindakan atau penyelenggaraan sesuatu pekerjaan dalam rangka usaha mencapai tujuan pokok dibadang dan jangka waktu tertentu, sehingga merupakan dasar bagi pejabat-pejabat pelaksana atau bawahan dalam mengambil tindakan-tindakan atau penyelenggaraan pekerjaan yang serupa. Melengkapi uraian tersebut, akan peneliti kemukakan beberapa pengertian kebijakan dari beberapa para ahli yang mengetahui dan memahami tentang kajian kebijakan, yaitu "asswell dan Kaplan sebagai mana dikutip oleh Ir#an Islamy

dalam bukunya yang berjudul Prinsipprinsip Perumusan Kebijaksanaan Negara mengartikan bahwa kebijakan &ebagai 'suatu program pencapaian tujuan, nilainilai, dan tindakan-tindakan yang terarah( )Islamy, **+ : $, -erdasarkan pendapat di atas, bahwa kebijakan merupakan program pencapaian tujuan, nilai, serta tindakan yang terarah. .dapun pengertian dari Hoogerwer# ) **/ : 0-$ , memberikan de#inisi tentang kebijakan sebagai berikut : 'Kebijakan dapat dilukiskan sebagai suatu usaha untuk mencapai sasaran tertentu dan dalam urutan waktu tertentu. Kebijakan adalah semacam jawaban terhadap suatu masalah. Kebijakan adalah upaya untuk memecahkan, mengurangi, atau mencegah suatu masalah dengan cara tertentu yaitu tindakan yang terarah. -erdasarkan pendapat di atas menegaskan bahwa kebijakan merupakan suatu jawaban terhadap suatu masalah dalam upaya mencegah, mengurangi atau memecahkan masalah dengan tindakan terarah dan dalam urutan waktu tertentu. Kleijn memberikan de#inisi kebijakan sebagai berikut : 'suatu tindakan secara sadar dan sistematis, dengan menggunakan sarana-sarana yang cocok, dengan tujuan politik yang jelas sebagai sasaran, yang dijalankan langkah demi langkah(. )Hoogerwer#, **/ : +, Makna kebijakan di atas, berupa tindakan yang dilakukan langkah demi langkah menunjukan tindakan yang berpola, hal itu sejalan dengan pandangan &olichin .bdul 1ahab yang menegaskan bahwa : '2olicy itu adalah suatu tindakan berpola yang mengarah pada tujuan tertentu dan bukan sekedar keputusan untuk melakukan sesuatu(. ).bdul 1ahab, !// : 0 ,

-erdasarkan kedua pendapat di atas

menegaskan bahwa kebijakan

merupakan tindakan secara sadar dan sistematis yang dilakukan dengan langkah demi langkah sebagai suatu tindakan berpola yang mengarah pada sasaran atau tujuan tertentu. .danya Kriteria-kriteria kebijakan menurut 1illiam 4 Dunn yaitu : . 2enyusunan agenda adalah perumusan masalah yang dapat memasok pengetahuan yang rele5an dengan kebijakan yang mempersoalkan asumsi-asumsi yang mendasari de#inisi masalah. !. 6ormulasi kebijakan adalah peramalan dapat menyediakan pengetahuan yang rele5an dengan kebijakan tentang masalah yang akan terjadi di masa mendatang sebagai akibat dari diambilnya alternati#. 0. .dopsi kebijakan adalah rekomendasi membuahkan pengetahuan yang rele5an tentang kebijakan tentang man#aat atau biaya dari berbagai alternati# yang akibatnya dimasa mendatang telah diestimasikan melalui peramalan. $. Implementasi kebijakan adalah pemantauan )monitoring, menyediakan pengetahuan yang rele5an dengan kebijakan tentang akibat dari kebijakan yang diambil sebelumnya. %. 2enilaian kebijakan adalah e5aluasi membuahkan pengetahuan yang rele5an dengan kebijakan tentang ketidaksesuaian antara kinerja kebijakan yang diharapkan dengan yang benar-benar dihasilkan. )Dunn, !/// : !$-!7, -erdasarkan pendapat diatas bahwa kriteria-kriteria yang dijadikan landasan dalam suatu kebijakan yaitu : 2enyusunan agenda, #ormulasi kebijakan, adopsi kebijakan, implementasi kebijakan, penilaian kebijakan. Kebijakan yang diambil oleh daerah dalam hal ini 2eraturan Daerah tentang 8etribusi 2asar melibatkan banyak dinas-dinas daerah yang melaksanakan masing-masing #ungsi dinasnya, sehingga retribusi pasar tersebut berjalan sesuai yang telah ditetapkan. Menurut 9ames : .nderson mengemukakan Kebijakan sebagai berikut : 'kebijakan adalah prilaku dari sejumlah aktor pejabat, kelompok instansi pemerintah atau serangkaian aktor dalam suatu bidang kegiatan tertentu(

)dalam .bdul 1ahab, **+ : !,. &ejalan dengang rumusan tersebut ;arl 6riedrich mengemukakan kebijakan sebagai berikut : Kebijakan adalah suatu tindakan yang mengarah pada tujuan yang diusulkan oleh seseorang, kelompok atau pemerintah dalam lingkungan tertentu sehubungan dengan adanya hambatan-hambatan tertentu seraya mencari peluang-peluang untuk mencapai tujuan atau mewujudkan sasaran yang diinginkan. )dalam .bdul 1ahab, **+ : 0, &ementara itu, masih pendapat &olichin .bdul 1ahab. Dalam buku yang berjudul .nalisis Kebijakan : Dari 6ormulasi Ke Implementasi Kebijaksanaan 4egara yang mengutip dari 1. I. 9enkins merumuskan kebijaksanaan negara sebagai : A set interrelated decisions taken by the political actor or group of actors concerning the selection of goals and the means of achieving them within a specified situation where these decisions should in principle, be within the power of these actors to achieve, yaitu 'serangkaian keputusan yang saling berkaitan yang diambil oleh seseorang aktor politik atau sekelompok aktor politik berkenaan dengan tujuan yang telah dipilih berserta cara-cara untuk mencapainya dalam suatu situasi dimana keputusan-keputusan itu pada prinsipnya masih berada dalam batas-batas kewenagan kekuasaan dari para aktor tersebut(. )dalam 1ahab, **+ : $ , Menurut ;hie#. 9. <. =doji mende#inisikan kebijaksanaan negara, sebagai berikut: An sanctioned course af action addressed to a particular problem or group of related problems that affect society at large , yaitu 'suatu tindakan yang bersanksi yang mengarah pada suatu tindakan tertentu yang diarahkan pada suatu masalah atau sekelompok masalah tertentu yang saling berkaitan yang mempengaruhi sebagian besar warga masyarakat. )dalam 1ahab, **+ : %, -erdasarkan pendapat-pendapat di atas, kebijakan policy! adalah

semacam jawaban terhadap suatu masalah dengan menggunakan serangkaian tindakan yang berpola atau usaha yang dilakukan baik oleh perorangan maupun

kelompok dengan menggunakan sarana-sarana yang cocok dilaksanakan selangkah demi selangkah untuk mencapai tujuan tertentu serta berpengaruh terhadap orang banyak. Kemudian berkaitan dengan istilah publik peneliti berpandangan bahwa kata publik sesungguhnya memiliki dimensi pengertian yang sangat bearagam. Kata tersebut misalnya secara sosiologis kata publik dapat diterjemahkan sebagai masyarakat yang mengandung arti sistem sosial dimana manusia hidup dan tnggal secara bersama-sama, kemudian dalam hal masyarakat tersebut terdapat normanorma atau nilai-nilai tertentu yang mengikat atau membatasi kehidupan masyarakatnya. Kaitannya dengan konsep kebijakan publik, peneliti akan mencoba memaparkan beberapa teori kebijakan publik dengan mengambil rujukan pendapat dari beberapa ahli, misalnya .nderson sebagaimana dikutip oleh Ir#an Islamy dalam bukunya yang berjudul Prinsip"prinsip Perumusan Kebijaksanaan Negara memberikan de#inisi kebijakan publik sebagai berikut : Kebijakan 2ublik adalah kebijakan-kebijakan yang dibangun badan-badan dan pejabat-pejabat pemerintah, dimana implikasi dari kebijakan itu adalah ) ,. Kebijakan publik selalu mempunyai tujuan tertentu atau mempunyai tindakan-tindakan yang berorietasi pada tujuan. )!,. Kebijakan publik berisi tentang tindakan-tindakan pemerintah. )0,. Kebijakan publik merupakan apa yang benar-benar dilakukan oleh pemerintah, jadi bukan merupakan apa yang masih dimaksudkan untuk dilakukan. )$,. Kebijakan publik yang diambil bersi#at positi# dalam arti merupakan tindakan pemerintah mengenai segala sesuatu masalah tertentu, atau yang bersi#at negati# dalam arti merupakan keputusan pemerintah untuk tidak melakukan sesuatu. )%,. Kebijakan publik setidak-tidaknya dalam arti yang positi# didasrkan pada peraturan perundang-undangan yang bersi#at mengikat dan memaksa. )dalam Islamy, **+ : %,

&edangkan menurut 8iyant 4ugroho dalam bukunya yang berjudul Kebijakan 2ublik : 6ormulasi, Implementasi dan :5aluasi menterjemahkan 'kebijakan publik adalah jalan mencapai tujuan bersama yang dicita-citakan(. )4ugroho, !//0 : % ,. 9ika cita-cita bangsa Indonesia adalah mencapai masyarakat yang adil dan makmur berdasarkan pancasila dan ==D *$%, maka kebijakan publik adalah seluruh sarana dan prasarana untuk mencapai tempat tujuan tersebut(. )4ugroho, !//0 : % ,. &ementara itu Da5id :aston, sebagaimana dikutip oleh Ir#an Islamy masih dalam buku yang berjudul Prinsip"prinsip Perumusan Kebijaksanaan Negara menterjemahkan kebijakan publik sebagai (pengalokasian nilai-nilai kekuasaan untuk seluruh masyarakat yang keberadaannya mengikat( )Islamy, **+ : !,. -erdasarkan pendapat-pendapat di atas, peneliti dapat memberikan pandangan bahwa kebijakan publik mengandung sejumlah makna antara lain : . Kebijakan publik merupakan kebijakan yang dibangun oleh badanbadan atau pejabat-pejabat pemerintah. !. Kebijakan publik merupakan tindakan yang mengarah pada suatu tujuan yang telah ditetapkan. 0. Kebijakan publik diproyeksikan pada pemecahan masalah yang ada dimasyarakat. $. Kebijakan publik berimplikasi positi# dalam arti tindakan pemerintah mengenai segala sesuatu dan negati# dalam arti tindakan pemerintah untuk tidak melakukan sesuatu.

!/

%. Kebijakan

publik

membutuhkan

regulasi

)aturan,

dalam

menterjemahkan program yang telah ditetapkan. 3. Kebijakan publik berpengaruh terhadap kehidupan masyarakat baik secara langsung maupun tidak langsung 2.2. Pengertian Implementasi Kebijakan &ecara etimologis kata implementasi berasal dari bahasa Inggris yaitu #to implement$% Dalam kamus besar Webster, to implement berarti #to provide the means for carryng out$ )menyediakan sarana bagi pelaksanan sesuatu,> dan #to partical effect$ )untuk menimbulkan e#ek atau dampak,. &esuatu yang dilaksanakan untuk menimbulkan e#ek atau dampak itu dapat berupa =ndangundang, peraturan, keputusan dan kebijakan yang dibuat oleh lembaga-lembaga pemerintahan dalam kehidupan kenegaraan. &ementara itu Ma?manian dan 2aul &abatier sebagaimana dikutip oleh &olichin .bdul 1ahab melihat 'implementasi &ebagai pelaksanaan berbagai keputusan, baik berasal dari legislati#, eksekuti#, maupun yudikati#. )dalam 1ahab, **+ : !/-! , @an Meter dan @an Horn merumuskan proses implementasi ini sebagai berikut : &hose actions by public or private individuals or groups! that are directed at the achievement of objectives set forth in prior policy decisions 'tindakan-tindakan yang dilakukan baik oleh indi5idu-indi5iduApejabatpejabat atau kelompok-kelompok pemerintah atau swasta yang diarahkan pada tercapainya tujuan-tujuan yang telah digariskan dalam keputusan kebijakan( )dalam .bdul 1ahab, !// : 3%,.

2endapat yang senada lebih tegas lagi dikemukakan oleh seorang pakar dari .#rika, yakni ;hie# 9.<.=doji mengemukakan : &he e'ecation of policies is as important if not more important than policy making% Policies will remain dreams or blue prints file jackhet unless they are implemented% 'pelaksanaan kebijaksanaan adalah sesuatu yang penting, bahkan mungkin jauh lebih penting dari pada pembuatan kebijakan. Kebijksanaan-kebijaksanaan akan sekedar berupa impian atau rencana bagus yang tersimpan rapi dalam arsip kalau tidak diimplementasikan )dalam 1ahab, !//$ :%*,. -erdasarkan pendapat-pendapat di atas, bahwa implementasi sebagai

pelakasanaan berbagai keputusan yang menyediakan sarana dalam pelaksanaan serta dapat menimbulkan e#ek atau dampak dan adanya tindakan-tindakan yang dilakukan oleh indi5idu maupun pejabat yang diarahkan untuk mencapai tujuantujuan yang telah digariskan. 2elakasanaan kebijakan sesuatu yang penting bahkan jauh lebih penting daripada pembuatabn kebijakan. &alah satu langkah dan aspek yang sangat penting dalam proses kebijakan adalah pelaksanaan atau implementasi kebijakan, sehingga berhasil atau tidaknya suatu kebijakan dibuat dapat terlihat apabila kebijakan itu telah dilaksanakan, dalam hal ini &ilalahi )!//* : $7- $*, menyebutkan : -erdasarkan pendapat di atas, bahwa 9ika suatu kebijaksanaan telah diputuskan kebijaksanaan itu tidak berhasil dan terwujud bilamana tidak dilaksanakan. 2elaksanaan kebijakan merupakan rangkaian kegiatan setelah suatu kebijaksanaan dirumuskan. Banpa suatu pelaksanaan maka suatu kebijaksanaan yang telah dirumuskan akan sia-sia belaka. <leh karena itulah pelaksanaan kebijaksanaan merupakan kedudukan yang penting didalam kebijaksanaan negara

!!

Bindakan yang dilakukan oleh pemerintah daerah dalam mengarahkan pencapaian tujuan telah ditetapkan dalam keputusan .nggaran 2endapatan -elanja Daerah ).2-D,. Menurut Daniel .. Ma?mama dan 2aul .. &abastien mengemukakan : 'implementasi kebijakan adalah memahami apa yang senyatanya terjadi sesudah suatu program dinyatakan berlaku atau dirumuskan )dalam abdul 1ahab, **+ : 3%,. 2enerapan kebijakan merupakan salah satu tahapan dalam merealisasikan kebijakan, dan melalui penerapan kebijakan dapat ditentukan berhasil tidaknya suatu tujuan kebijakan. Bahapan penting dalam mencapai tujuan menurut &yaukany dalam bukunya (tonomi dalam Negara Kesatuan adalah : . Menyiapkan seperangkat peraturan lanjutan yang merupakan interpretasidari kebijakan tersebut dari sebuah =ndang-undang muncul sebuah 2eraturan 2emerintah, Keputusan 2residen, 2eraturan Daerah dan lain-lain. !. Menyiapkan sumber daya, guna menggerakan kegiatan implementasi termasuk didalamnya sarana dan prasarana, sumber daya keuangan dan tentu saja penetapan siapa yang bertanggung jawab melaksanakan kebijakan tersebut. 0. -agaimana mengantarakan kebijakan tersebut secara kongkret ke masyarakat. )Ca#ar dalam &yaukani, !//! : !3, -erdasarkan pendapat-pendapat di atas, bahwa pelaksanaan kebijakan memahami apa yang senyatanya terjadi sesudah suatu program dinyatakan berlaku atau dirumuskan dan melalui penerapan kebijakan dapat ditentukan berhasil tidaknya suatu tujuan kebijakan. &ejalan dengan pendapat tersebut, 1inardi mende#inisikan target sebagai sasaran yang hendak dicapai oleh suatu organisasi sesuai dengan rencana atau program yang telah ditetapkan )1inardi, !/// : !3,. =ntuk keberhasilan target 1inardi masih dalam bukunya yang berjudul Dasar-dasar Manajemen Moderen.

!0

Menjelaskan beberapa kriteria atau ukuran sebagai berikut : ) ,. Hasil yang dicapai, )!,. 1aktu yang diperlukan. )1inardi, !/// : !+, 2elaksanaan kebijakan tentu didukung pemahaman yang baik terhadap kebijakan yang telah dilaksanakan. 2emahaman yang didukung dengan penerapan yang baik kebijakan mem#okuskan pada birokrasi dimana menurut 9ones sebagai berikut : Biga akti5itas utama dalam penerapan kebijakan adalah : a. Interprestasi, yaitu merupakan akti5itas yang menerjemahkan makna program kedalam peraturan yang adapat diterima dan dapat dijalankan. b. <rganisasi, yaitu merupakan unit atau wadah untuk menempatkan program kedalam dampak. c. .plikasi, yaitu berhubungan dengan perlengkapan rutin bagi pelayanan upah dan lain-lain. )dalam &ulaeman , 8iant 4ugroho mengatakan implementasi kebijakan yaitu 'implementasi kebijakan pada prinsipnya adalah cara agar sebuah kebijakan dapat mencapai tujuannya )4ugroho, !//0 : %7,. &ejalan dengan pendapat 8iant 4ugroho yaitu &uryaningrat mengemukakan tentang pengertian pelaksanaan kebijakan sebagai berikut : 2elaksanaan kebijakan adalah upaya untuk mencapai tujuan yang sudah ditentukan dengan mempergunkan sarana dan menurut urutan waktu tertentu. 2elaksanaan kebijakan dapat pula dirumuskan sebagai penggunaan sarana yang telah dipilih untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan terlebih dahulu. )&uryaningrat, **7 : /!, -erdasarkan pada pendapat-pendapat di atas, bahwa pelaksanaan kebijakan haruslah dilaksanakan dalam suatu usaha, tindakan akti5itas dengan menggunakan sarana-sarana yang telah dipilih menurut urutan waktu.

!$

2.2.1. Syarat-Syarat Pelaksanaan Kebijakan Implementasi atau pelaksanaan kebijakan merupakan salah satu bagian dari proses kebijakan. Menurut Hoogerwer# ) **/: $+, merumuskan pelaksanaan kebijakan sebagai berikut : 'pengunaan sarana-sarana yang dipilih untuk tujuantujuan yang dipilih dan pada urutan waktu yang dipilih(. 2elaksanaan kebijakan merupakan salah satu tahap yang sulit karena terlibat banyak pihak atau aktor yang kemungkinan berbeda kepentingan dan aspirasinya. =ntuk mengetahui sejauhmana suatu pelaksanaan kebijakan pemerintah itu mencapai tujuannya )e#ekti#, maka perlu dicarikan #aktor penyebab yang mempengaruhi atau menentukan berhasil tidaknya suatu pelaksanaan kebijakan, yang oleh Ir#an Islamy ) **+ : *7, disebut syarat-syarat pelaksanaan kebijakan, syarat-syarat tersebut ada $ )empat, macam yaitu: . Isi kebijakan: Isi kebijakan yang akan dilaksanakan dapat mempersulit

pelaksanaannya dengan berbagai cara, pertama-tama samarnya isi kebijakan yaitu tidak terperincinya tujuan-tujuan, sarana-sarana, dan penetapan prioritas program kebijakan terlalu umum atau sama sekali tidak ada. !. In#ormasi kebijakan: 2elaksanaan suatu kebijakan memperkirakan atau yang terlibat langsung mempunyai in#ormasi yang perlu untuk dapat memainkan perannya dengan baik.

!%

0. Dukungan kebijakan: 2elaksanaan suatu kebijakan akan sangat dipersulit jika para pelaksana tidak cukup dukungan untuk kebijakan, karena disini terkait kepentingan pribadi dan tujuan pelaksana, juga pengharapanpengharapan tentang e#ekti#itas sarana yang dipilih, keunggulan situasi masalah, latar belakang histories, tradisi dan kebiasaan rutin serta pendapat mengenai cara bagaimana pelaksanaan diorganisasi. $. 2embagian potensi kebijakan: Mencakup tingkat di#erensiasi tugas dan wewenang, masalah koordinasi, terutama jika kepentingan terwakili sangat berlainan, timbulnya masalah pengawasan ataupun timbulnya pergeseran tujuan, struktur organisasi pelaksana kebijakan, bila pembagian wewenang dan tanggung jawab kurang disesuaikan dengan pembagian tugas, atau ditandai pembatasan-pembatasan yang kurang jelas. )Islamy, **+ : *7,. -erdasarkan penjelasan di atas dapat terlihat bahwa syarat-syarat pelaksanaan kebijakan merupakan #aktor yang penting dalam melaksanakan kebijakan dalam upaya menghindari kegagalan-kegagalan dalam pelaksanaan kebijakan. &ehingga pelaksana kebijakan dapat melaksanakan tugasnya dapat berrjalan sesuai dengan tujuan yang diharapkan. 2.3. Pengertian St !i Kelayakan &tudi kelayakan adalah suatu kegiatan yang mempelajari secara mendalam tentang suatu kegiatan, atau usaha atau bisnis yang akan dijalankan, dalam rangka

!3

menentukan layak atau tidak usaha tersebut dijalankan. Mempelajari secara mendalam artinya meneliti secara sungguh-sungguh data dan in#ormasi yang ada, kemudian diukur, dihitung dan dianalisa hasil penelitian tersebut dengan menggunakan metode-metode tertentu. 2enelitian yang dilakukan terhadap usaha yang akan dijalankan dengan ukuran tertentu, sehingga diperoleh hasil maksimal dari penelitian tersebut )Kasmir dan 9ak#ar, !//3,. Kelayakan artinya penelitian yang dilakukan secara mendalam, uji kelayakan tersebut dilakukan untuk menentukan apakah usaha yang akan dijalankan akan memberikan man#aat yang lebih besar dibandingkan dengan biaya yang akan dikeluarkan. Dengan kata lain kelayakan dapat diartikan bahwa usaha yang dijalankan akan memberikan keuntungan #inansial dan non-#inansial sesuai dengan tujuan yang mereka inginkan. "ayak disini diartikan juga akan memberikan keuntungan tidak hanya bagi perusahaan yang menjalankannya, akan tetapi juga bagi in5estor, kreditor, pemerintah dan masyarakat luas )Kasmir dan 9ak#ar, !//3, .rti kelayakan pada kegiatan mengkaji kelayakan suatu gagasan dikaitkan dengan kemungkinan tingkat keberhasilan dari tujuan yang hendak diraih. -ila gagasan tersebut adalah in5estasi dalam pembangunan koperasi berupa #asilitas produksi baru, maka untuk menilai kelayakannya perlu dilakukan serangkaian kegiatan mulai dari mengembangkan, menganalisis, dan menyaring gagasan yang timbul sampai kepada menelusuri berbagai aspek koperasi serta unit usaha hasil koperasi. Cagasan ini dapat pula berupa tanggapan atas situasi yang disebabkan oleh desakan untuk meningkatkan #asilitas yang tersedia, misalnya perbaikan atau

!+

penggantian peralatan yang sudah tua guna memperbaiki e#isiensi dan menekan biaya pemeliharaan. Dengan demikian, ongkos produksi dapat dikurangi dan daya bersaing dapat ditingkatkan. )&oeharto, imam. !// , 2engembangan koperasi penelitian dan pengembangan )researh and development, dilakukan dalam rangka mengahasilkan suatu produk tertentu. Dalam mengejar hasil akhir, koperasi ini sering kali menempuh proses yang berubah-ubah, demikian pula dengan lingkup kerjanya. .gar tidak melebihi anggaran atau jadwal secara subtansial, maka perlu diberi batasan yang ketat perihal masalah tersebut. 2erkembangan dan timbulnya suatu koperasi dapat berasal dari beberapa sumber : . 2ermintaan pasar Hal ini terjadi apabila suatu ketika pasar memerlukan kenaikan jenis produk dalam jumlah besar. 2ermintaan ini dapat dipenuhi dengan jalan membangun sarana produksi baru. !. Dari dalam perusahaan yang bersangkutan Hal ini dimulai dengan adanya desakan keperluan dan setelah dikaji dalam segala aspek menghasilkan keputusan untuk merealisasikannya menjadi koperasi. Misalnya, kerja koperasi dan yang bertujuan untuk

meningkatkan

e#isiensi

memperbarui

)modernisasi,

perangkat serta sistem kerja lama agar mampu bersaing.

!7

0. Dari kegiatan penelitian dan pengembangan Dari hasil tersebut dihasilkan koperasi atau disain baru yang diperkirakan akan banyak memberikan man#aat dan peminatnya sehingga mendorong dibangunnya #asilitas pengembangan koperasi. Misalnya dibangunnya suatu tambahan dari koperasi berupa

minimarket. -agi koperasi pengukuran besar dan kompleks yang umumnya melibatkan sumber daya yang besar. Dang dimaksud dengan studi kelayakan adalah penelitian tentang layak tidaknya suatu gagasan atau usulan koperasi diwujudkan menjadi kenyataan. Hal ini dikaitkan dengan tingkat keberhasilan yang hendak diraih. Melihat kegunaannya yang stratrgis, yaitu sebagai bahan pengambilan keputusan, maka suatu studi kelayakan haruslah mencakup sebagai aspek yang terkait serta memperhatikan mutu dan jangkauan pengkajian. )Hardiyansyah. !//7, <leh karena dalam penyelenggaraan koperasi, pengeluaran biaya dilakukan sekarang sedangkan hasil diperoleh di waktu yang akan datang, maka ada dua atribut yang melekat dalam penyelenggaraan koperasi, yaitu: resiko dan waktu kapan, man#aat A keuntungan itu bisa diciptakan. <leh karenanya, untuk menghindari keterlanjuran penggunaan sumber daya yang besar untuk kegiatan yang ternyata tidak berman#aatA menguntungkan perlu dilakukan studi kelayakan )Hardiyansyah. !//7, &emakin besar biaya yang dibutuhkan, maka semakin penting pelaksanaan studi kelayakan. =ntuk koperasi yang besar dimana dampak yang terjadi dapat mencakup skala yang luas, intensitas pelaksanaan studi kelayakan biasanya tinggi. Intensitas studi kelayakan dipengaruhi oleh :

!*

. 4ilai in5estasi )besar dana yang ditanamkan, !. Bingkat ketidak pastian in5estasi 0. Kompleksitas elemen yang mempengaruhi in5estasi. Mengkaji kelayakan suatu usulan koperasi bertujuan mempelajari usulan tersebut dari segala aspek secara sistematis. Mengkaji kelayakan koperasi merupakan kegiatan utama yang mendominasi tahap persiapan koperasi. )Hardiyansyah. !//7, Kriteria kelayakan erat keterkaitannya dengan keberhasilan koperasi. Masingmasing pihak terkait memiliki sudut pandang berbeda dalam menilai kelayakan : . -agi pemerintah, keberhasilan dikaitkan dengan man#aat social ekonomi. .spek ini didasarkan pada landasan yang luas, yang melihat biaya dan man#aat in5estasi dari sudut kepentingan sosial atau masyarakat secara menyeluruh, yang bisa dikaitkan dengan

penyerapan tenaga kerja, peman#aatan sumber daya yang melimpah ditempat itu, bisa juga dikaitkan dengan penghematan de5isa atau penambahan de5isa yang diperlukan oleh pemerintah. !. -agi pihak swasta, keberhasilan utamanya ditinjau terhadap aspek #inansial. 2eninjauan dikaitkan dengan tujuan #inansial usaha sector swasta yang menginginkan peningkatan kekayaan perusahaan. In5estor akan lebih memperhatikan prospek usaha, yakni tingkat keuntungan yang diharapkan beserta resiko in5estasi. &emakin tinggi resiko in5estasi akan semakin tinggi tingkat keuntungan yang diminta oleh para in5estor )premi resiko, )Hardiyansyah, !//7,.

0/

=ntuk menentukan layak atau tidaknya suatu usaha dapat dilihat dari berbagai aspek. &etiap aspek untuk dapat dikatakan untuk dapat dikatakan layak harus memiliki suatu standar nilai tertentu, namun keputusan penilaian tidak hanya dilakukan pada salah satu aspek saja. 2enilaian untuk menentukan kelayakan harus didasarkan kepada seluruh aspek yang akan dinilai nantinya )Kasmir dan 9ak#ar, !//3,. .spek penilaian dalam studi kelayakan terdiri atas beberapa aspek, yaitu meliputi : aspek hukum, aspek pasar dan pemasaran, aspek keuangan, aspek teknisAoperasional, aspek manajemen, aspek ekonomi dan sosial serta aspek dampak lingkungan )Kasmir dan 9ak#ar, !//3, 2.3.1. T j an "ilak kan St !i Kelayakan 2ada dasarnya tujuan adanya studi kelayakan ini adalah untuk mengetahui apakah suatu bisnis layak atau tidak untuk dijalankan. -iasanya studi kelayakan ini dibuat sebagai gambaran awal atau sebagai patokan untuk menghindari resiko yang buruk terjadi, seperti misalnya gagalnya usaha tersebut karena belum mempelajari kondisi pasar di lokasi tempat usaha tersebut dibangun. 2engkajian kelayakan atas suatu usulan koperasi bertujun untuk mempelajari usulan tersebut dari segala segi secara pro#esional agar setelah usulan koperasi tersebut diterima dan dilaksanakan, betul-betul dapat mencapai hasil sesuai dengan yang direncanakan, jangan sampai terjadi setelah koperasi selesai dibangun dan dioprasikan, ternyata hasilnya jauh dari harapan. 2embangunan koperasi industri, apalagi yang berskala besar, memerlukan daya dan upaya lain yang juga besar, sehingga cukup berpengaruh terhadap kelangsungan hidup

perusahaan <leh karena itu, perlu dilakukan penelitian serta pengkajian yang seksama dan sistematis sebelum terlanjur menanam modal untuk implementasi. )&oeharto, imam. !// , Dalam melakukan studi kelayakan ini, paling tidak terdapat lima tujuan mengapa sebelum suatu usaha atau koperasi dijalankan perlu dilakukan studi kelayakan yaitu )Kasmir dan 9ak#ar, !//3, : . Menghindari resiko kerugian =ntuk mengatasi resiko kerugian di mana mendatang, karena di masa mendatang akan dating semacam kondisi ketidakpastian. Kondisi ini ada yang dapat diramalkan namun ada juga yang tidak dapat diramalkan. Dalam hal ini #ungsi studi kelayakan adalah untuk meminimalkan resiko yang ada. !. Memudahkan perencanaan Dengan sudah diramalkan sebelumnya, maka akan dipermudah kita dalam melakukan perencanaan. 0. Memudahkan pelaksanaan pekerjaan Dengan perencanaan yang matang maka dalam melakukan segala sesuatunya akan terarah dan ter#okus. $. Memudahkan 2engawasan -egitu pula halnya dengan proses pengawasan, proses pengawasan akan menjadi lebih mudah karena segala pelaksanaan sudah ada jalurnya dan polanya sudah jelas.

0!

%. Memudahkan 2engendalian .khirnya dengan pengawasan yang mudah maka untuk pengendalian terhadap masalah-masalah yang akan muncul dapat dilakukan dengan mudah. Dan tujuan dari pengendalian ini adalah menjaga agar proses ini dapat berjalan sesuai dengan jalurnya. 2.3.2. Ta#ap-Ta#ap St !i Kelayakan Dalam melakukan studi kelayakan, ada beberapa tahapan yang umum untuk dilakukan, seperti pengumpulan data dan in#ormasi, melakukan pengolahan data, analisa data, mengambil keputusan dan memberikan rekomendasi. Dengan tahapan ini : )Kasmir dan 9ak#ar, !//3,. . Bahapan pengumpulan data dan in#ormasi Mengumpulkan data dan in#ormasi yang diperlukan selengkap mungkin, baik yang bersi#at kualitati# maupun yang bersi#at kuantitati#. 2engumpulan data dan in#ormasi dapat diperoleh dari berbagai sumber yang dapat dipercaya, misalnya dari lembagalembaga yang berwenang untuk mengeluarkannya. !. Bahapan pengolahan data 2ada tahapan ini, data yang didapat diolah untuk mendapatkan suatu in#ormasi yang dapat berguna bagi studi analisa kelayakan.

00

0. Bahapan analisis data "angkah selanjutnya adalah melakukan analisis data dalam rangka menentukan kriteria kelayakan dari seluruh aspek. Kelayakan bisnis ditentukan dari kriteria-kriteria yang telah memenuhi syarat sesuai kriteria yang layak digunakan. &etiap jenis usaha memiliki kriteria tersendiri untuk dikatakan layak atau tidak untuk dilakukan. Kriteria kelayakan diukur dari setiap aspek untuk seluruh aspek yang telah dilakukan. $. Bahapan keputusan .pabila telah diukur dengan kriteria tertentu dan telah diperoleh hasil dari pengukuran, maka langkah selanjutnya adalah mengambil keputusan sesuai dengan kriteria-kriteria yang telah ditetapkan apakah layak atau tidak dengan ukurang yang telah ditentukan berdasarkan hasil perhitungan sebelumnya. 9ika tidak layak sebaiknya dibatalkan dengan menyebutkan alasannya. %. Memberikan 8ekomendasi "angkah terakhir adalah memberikan rekomendasi kepada pihak-pihak tertentu terhadap laporan studi yang telah disusun. Dalam memberikan rekomendasi diberikan juga saran-saran serta perbaikan yang perlu jika memang masih dibutuhkan.

0$

2.3.3. Aspek-aspek St !i Kelayakan 2roses analisis setiap aspek-aspek dari studi kelayakan saling keterkaitan antara satu aspek dan aspek lainnya sehingga hasil analisis aspek-aspek tersebut terintegrasi. .spek-aspek studi kelayakan mencakup aspek pasar, aspek teknis, dan aspek keuangan serta aspek manajemen. )=mar, !//0,. =ntuk menilai layak tidaknya melakukan in5estasi dalam membangun koperasi tersebut, umumnya aspek-aspek yang perlu dikaji meliputi aspek-aspek pasar, teknis, keuangan, dan manajemen. 2engkajian tersebut tidak berdiri sendiri, tetapi berkaitan erat antara aspek yang satu dengan yang lainnya. Dalam garis besarnya langkah-langkah pengkajian aspek-aspek diatas dilakukan secara berurutan. 4amun, antara langkah yang satu dengan langkah yang lain terdapat umpan balik, sehingga langkah yang lebih awal dapat dipengaruhi oleh langkah berikutnya. Misalnya, antara aspek teknis dan aspek keuangan terdapat umpan balik yang sangat erat. Demikian pula, perkiraan dan e5aluasi dampak memberikan masukan pada pelingkupan dan sebaliknya. <leh karena kaitan yang erat antara langkah yang satu dengan langkah yang lainnya, seharusnya hasil yang telah dicapai dalam suatu langkah tidaklah dianggap #inal, tetapi dapat mengalami perubahan berdasarkan pertimbangan yang diperoleh dalam langkah kemudian. .dapun aspek manajemen dari studi kelayakan sangat diperlukan dalam mengidenti#ikasi sumber daya manusia yang diperlukan baik kuantitas maupun kualitasnya. )&oeharto, Iman, !// ,

0%

2.3.$. Aspek Pasar 2engkajian aspek pasar ber#ungsi menghubungkan manajemen suatu organisasi dengan pasar yang bersangkutan melalui in#ormasi. &elanjutnya in#ormasi ini digunakan untuk mengidenti#ikasi kesempatan dan permasalahan yang berkaitan dengan pasar dan pemasaran. )&oeharto, Iman, !// , Dengan adanya aspek pasar yang jelas maka akan semakin jelas #ocus bisnis tersebut. 2ada dasarnya analisa pasar ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pasar dari bisnis yang ada. )=mar, !//0, .nalisa pasar pada umumnya meliputi hal-hal dibawah ini : . Barget pasar mencakup area pasar dan siapa yang akan menjadi pelanggan bisnis ini. !. 2ersaingan, identi#ikasi dari pesaing yang ada, kondisi persaingan di pasar, dan 5ariabel kekuatan kelemahan pesaing. 0. Mengumpulkan data yang sesuai, terdiri dari : Data primer yaitu data yang diperoleh dari penelitian, dan data koperasiAperusahaan. Data sekunder yaitu data yang diperoleh dari pihak-pihak lain yang masih berhubungan seperti media cetak dan sebagainya. $. Menganalisa data yang ada dan menarik kesimpulan.

03

2.3.%. Aspek Teknis 2engkajian aspek teknis dilaksanakan sejajar dengan aspek-aspek lain setelah penelitian pemasaran menunjukkan adanya man#aat untuk melanjutkan studi kelayakan. .spek teknis dalam studi kelayakan dimaksudkan untuk memberikan batasan atas garis besar parameter-parameter teknis yang berkaitan dengan perwujudan #isik koperasi, pengkajian aspek teknis amat erat hubungannya dengan aspek-aspek lain, terutama aspek keuangan, dan pasar. Hubungan erat disini diartikan sebagai saling memberi masukan, di mana keputusan mengenai aspek yang satu tergantung pada bagaimana dampaknya terhadap aspek yang lain atau sebaliknya. .spek teknis mempunyai pengaruh yang besar terhadap perkiraan biaya dan jadwal, karena akan memberikan batasan-batasan lingkup koperasi secara kuantitati#. 2ada studi kelayakan, aspek ini masih dalam bentuk konseptual. -aru pada tahap-tahap berikutnya akan dilanjutkan dan dikembangkan menjadi satu desain dan engineering yang terinci, dan menjadi cetak biru bagi koperasi yang akan dibangun. )&oeharto, Iman. !// , Bujuan dari studi aspek ini adalah untuk menyakini apakah secara teknis, rencana bisnis dapat dilaksanakan secara layak atau tidak, baik pada saat pembangunan koperasi atau operasional secara rutin. Dalam aspek teknis ini akan menentukan tentang kebutuhan in5estasi secara #isik seperti penentuan lokasi pembangunan, rancangan struktur organisasi dengan job description masingmasing bagian, kebutuhan tenaga kerja dan lain sebagainya )Eubir, !//%,.

0+

Ketika meninjau kelayakan teknis, perlu membandingkan persyaratan teknis dari suatu koperasi dengan kemampuan teknis organisasi sekarang. "ingkup studi aspek teknis untuk koperasi kontruksi penghasil produk #isik, yang cakupannya lebih luas. Dengan penyajian ini, diharapkan memahami wawasan yang lebih luas, sehingga akan lebih mampu menetapkan perlu tidaknya dilakukan untuk koperasi. "ingkup studi aspek teknis akan meliputi : )Hardiyansyah, !//7, . 2enentuan kapasitas produksi !. 9enis teknologi yang paling cocok 0. Mesin dan peralatan, dan $. "okasi

2.3.&. Aspek Ke angan Keputusan untuk melakukan in5estasi yang menyangkut sejumlah besar dana dengan harapan mendapatkan keuntungan dengan jangka panjang, seringkali berdampak besar terhadap kelangsungan hidup suatu perusahan. <leh karena itu, sebelum mengambil keputusan untuk melakukan in5estasi, salah satu syarat terpenting adalah mengkaji aspek keuangan. Meskipun langkah ini sering memerlukan waktu yang cukup lama, namun bukan berarti memperlambat perusahaan mencari peluang untuk mengembangkan usahanya. "angkah ini lebih dijukan untuk memilih dan menyaring jenis koperasi atau in5estasi yang memiliki potensi keberhasilan paling besar. )&oeharto, Iman, !// ,

07

.spek keuangan bertujuan untuk mengetahui perkiraan pendanaan dan aliran kas koperasi, sehingga bisa diketahui layak atau tidaknya rencana bisnis yang dimaksud dan man#aat secara #inansial untuk waktu kedepan. -eberapa hal penting yang perlu dilakukan antara lain : Dalam menjalankan suatu bisnis koperasi harus memiliki modal kerja awal untuk dapat mengoprasikan perusahaan atau secara sederhana dapat dikatakan sama dengan besarnya dana yang harus disiapkan untuk membiayai operasi perusahaan sebelum menerima cash in#low dari penjualan. ;ontoh : biaya bahan baku, biaya tenaga kerja, dll. )Kasmir dan 9ak#ar, !//3,. -iaya prain5estasi adalah biaya-biaya yang dibutuhkan dalam tahap pendahuluan atau praoprasi. 2ada dasarnya biaya ini dikeluarkan selama masa perencanaan koperasi dan persiapan memasuki tahap operasionalisme atau komersialisme )Kasmir dan 9ak#ar, !//3,. 2.$. Pengertian Pr'gram 2rogram adalah cara yang dipisahkan untuk mencapai tujuan. Dengan adanya program maka segala bentuk rencana akan lebih terorganisir dan lebih mudah untuk dioperasionalkan. Hal ini mudah dipahami, karena program itu sendiri menjadi pedoman dalam rangka pelaksanaan program tersebut. 2rogram adalah unsur pertama yang harus ada demi terciptanya suatu kegiatan pelaksanaan, karena dalam program tersebut telah dibuat beberapa aspek, yang antara lain adalah: . Bujuan kegiatan yang akan dicapai.

0*

!. .danya kebijakan-kebijakan yang harus diambil dalam pencapaian tujuan itu. 0. .danya aturan-aturan yang harus dipegang dan prosedur yang harus dilalui. $. .danya perkiraan anggaran yang dibutuhkan. %. &trategi pelaksanaan. Melalui program maka segala bentuk rencana akan lebih terorganisir dan lebih mudah untuk diopersionalkan. Hal ini sesuai dengan pengertian program yang diuraikan. #A programme is collection of interrelated project designed to harmoni)e and integrated various action an activities for achieving averral policy abjectives$ )suatu program adalah kumpulan koperasi -koperasi yang berhubungan telah dirancang untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan yang harmonis dan secara integra#t untuk mencapai sasaran kebijaksanaan tersebut secara keseluruhan. Menurut ;harles <. 9ones, pengertian program adalah cara yang disahkan untuk mencapai tujuan, beberapa karakteristik tertentu yang dapat membantu seseorang untuk mengindenti#ikasi suatu akti5itas sebagai program atau tidak. 2rogram terbaik didunia adalah program yang didasarkan pada model teoritis yang jelas, yakni: sebelum menentukan masalah sosial yang ingin diatasi dan memulai melakukan inter5ensi, maka sebelumnya harus ada pemikiran yang serius terhadap bagaimana dan mengapa masalah itu terjadi dan apa yang menjadi solusi terbaik )9ones, **3:!*%,. =nsur keduanya yang harus dipenuhi dalam pelaksanaan program adalah adanya kelompok orang yang menguji sasaran program sehingga kelompok orang tersebut merasa ikut dilibatkan dan membawa hasil program yang dijalankan dan

$/

adanya perubahan dan peningkatan dalam kehidupannya. -ila tidak memberikan man#aat pada kelompok orang maka boleh dikatakan program tersebut telah gagal dilaksanakan.

2.$.1. Pelaksanaan Pr'gram 2ada umumnya e5aluasi adalah suatu pemeriksaan terhadap pelaksanaan suatu program yang telah dilakukan dan yang akan digunakan untuk meramalkan, memperhitungkan, dan mengendalikan pelaksanaan program ke depannya agar jauh lebih baik. :5aluasi lebih bersi#at melihat ke depan dari pada melihat kesalahan-kesalahan dimasa lalu, dan ditujukan pada upaya peningkatan kesempatan demi keberhasilan program. Dengan demikian misi dari e5aluasi itu adalah perbaikan atau penyempurnaan di masa mendatang atas suatu program. =ntuk dapat memahami pengertian dari pelaksanaan, 1ahab )!//$:% ,, merumuskan pengertian pelaksanaan sebagai tindakan-tindakan yang dilakukan oleh indi5idu-indi5idu atau pejabat-pejabat kelompok-kelompok pemerintahan atau swasta yang diarahkan pada tercapainya tujuan yang telah ditetapkan dalam kebijakan. -erhasil tidaknya suatu program dilaksanakan tergantung dari unsur pelaksananya. =nsur pelaksana itu merupakan unsur ketiga. 2elaksana penting artinya karena pelaksanaan suatu program, baik itu organisasi ataupun perseorangan bertanggung jawab dalam pengelola maupun pengawasan dalam pelaksanaan.

2.$.2. T'lak Uk r ()al asi Pr'gram &uatu program dapat die5aluasi apabila ada tolak ukur yang bisa dijadikan penilaian terhadap program yang telah berlangsung, berhasilnya atau tidak berhasilnya suatu program berdasarkan tujuan yang sudah tentu memiliki tolak ukur yang nantinya harus dicapai dengan baik oleh sumber daya yang mengelolanya. .dapun yang menjadi tolak ukur dalam e5aluasi suatu program adalah: . .pakah hasil suatu koperasi sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai !. Kesediaan sarana untuk mencapai tujuan tersebut 0. .pakah sarana atau kegiatan benar-benar dapat dicapai atau diman#aatkan oleh orang-orang yang benar-benar membutuhkan $. .pakah sarana yang disediakan benar-benar dilakukan untuk tujuan semula %. -erapa persen jumlah atau luas sasaran sebenarnya yang dapat dijangkau oleh program 3. -agaimana mutu pekerjaan atau sasaran yang dihasilkan oleh program )kualitas hidup, kualitas barang, +. -erapa banyak sumber daya dan kegiatan yang dilakukan benar-benar diman#aatkan secara maksimal 7. .pakah kegiatan yang dilakukan benar-benar memberikan masukan terhadap perubahan yang diinginkan.

$!

2.%.

Pengertian ()al asi Menurut kamus besar Indonesia, e5aluasi adalah suatu penilaian dimana

penilaian itu ditujukan pada orang yang lebih tinggi atau yang lebih tahu kepada orang yang lebih rendah, baik itu dari jabatan strukturnya atau orang yang lebih rendah keahliannya. :5aluasi adalah suatu proses penelitian positi# dan negati# atau juga gabungan dari keduanya )Departemen 2endidikan dan Kebudayaan, *+7: $%,. 2ada umumnya e5aluasi adalah suatu pemeriksaan terhadap pelaksanaan suatu program yang telah dilakukan dan yang akan digunakan untuk meramalkan, memperhitungkan, dan mengendalikan pelaksanaan program ke depannya agar jauh lebih baik. :5aluasi lebih bersi#at melihat ke depan dari pada melihat kesalahan-kesalahan dimasa lalu, dan ditujukan pada upaya peningkatan kesempatan demi keberhasilan program. Dengan demikian misi dari e5aluasi itu adalah perbaikan atau penyempurnaan di masa mendatang atas suatu program. :5aluasi adalah suatu usaha untuk mengukur dan sumber nilai secara objekti# dari pencapaian hasil-hasil yang direncanakan sebelumnya, dimana hasil e5aluasi tersebut dimaksudkan menjadi umpan balik untuk perencanaan yang akan dilakukan di depan )Dusu#, !///: 0,. Dalam hal ini Dunus menitikberatkan kajian e5aluasi dari segi manajemen, dimana e5aluasi itu merupakan salah satu #ungsi atau unsur manajemen, yang misinya adalah untuk perbaikan #ungsi atau sosial manajemen lainnya, yaitu perencanaan. &elain itu menurut 9ones e5aluasi adalah suatu akti5itas yang dirancang untuk menimbang man#aat program dalam spesi#ikasi !$riteria, teknik

$0

pengukuran, metode analisis dan bentuk rekomendasi )9ones, &elanjutnya 1eiss )dalam 9ones,

**$: 0%+,.

**$: 0%%, mengemukakan bahwa e5aluasi

adalah kata !$riteri yang meliputi segala macam pertimbangan, penggunaan kata tersebut dalam arti umum adalah suatu istilah untuk menimbang man#aat. &eseorang meneliti atau mengamati suatu #enomena berdasarkan ukuran yang eksplisit dan !$riteria. :5aluasi dilakukan untuk dapat mengetahui dengan pasti pencapaian hasil, kemajuan dan kendala yang dijumpai dalam pelaksanaan rencana strategi yang dapat dinilai dan dipelajari untuk menjadi acuan perbaikan di masa mendatang. Dalam kajiannya tentang pelayanan sosial, -oyle )dalam &uharto, !//%: !/,. &osial utama dari e5aluasi adalah diarahkan kepada keluaran output!, hasil outcomes!, dan dampak impacts! dari pelaksanaan rencana stategis. <leh karena itu, dalam pelaksanaan yang transparan dan akuntabel dan harus disertai dengan penyusunan sosial kinerja pelaksanaan rencana yang sekurang-kurangnya meliputi: . &osial masukan !. &osial keluaran 0. &osial hasil "ebih jauh lagi, e5aluasi berusaha mengidenti#ikasikan mengenai apa yang sebenarnya yang terjadi pada pelaksanaan atau penerapan program. Dengan demikian e5aluasi bertujuan untuk: . Mengidenti#ikasikan tingkat pencapaian tujuan !. Mengukur dampak langsung yang terjadi pada kelompok sasaran

$$

0. Mengetahui dan menganalisa konsekuensi-konsekuensi lain yang mungkin terjadi diluar sosial Dalam konteks ini dapat diartikan, sebagai proses penilaian terhadap pentingnya suatu pelayanan sosial. 2enilaian ini dibuat dengan cara

membandingkan berbagai bukti yang berkaitan dengan program yang telah sesuai dengan !%riteria yang ditetapkan dan bagaimana seharusnya program tersebut harus dibuat dan diimplementasikan. 2.%.1. Jenis-jenis ()al asi 9ika dilihat dari pentahapannya, secara umum e5aluasi dapat dibagi menjadi tiga jenis, yaitu: . :5aluasi tahap perencanaan Daitu e5aluasi yang digunakan dalam tahap perencanaan untuk mencoba memilih dan menentukan skala prioritas terhadap berbagai alternati# dan kemungkinan terhadap cara pencapaian tujuan yang ditetapkan sebelumnya. !. :5aluasi pada tahap pelaksanaan 2ada tahap ini e5aluasi adalah suatu kegiatan yang melakukan analisa untuk menentukan tingkat kemajuan pelaksanaan dibanding dengan rencana. Berdapat perbedaan antara konsep menurut penelitian ini dengan monitoring. :5aluasi bertujuan terutama untuk mengetahui apakah yang ingin dicapai sudah tepat dan bahwa program tersebut direncanakan untuk dapat mencapai tujuan tersebut. &edangkan monitoring bertujuan melihat pelaksanaan pengembangan koperasi

$%

sudah sesuai dengan rencana dan bahwa rencana tersebut sudah tepat untuk mencapai tujuan, sedangkan e5aluasi melihat sejauh mana koperasi masih tetap dapat mencapai tujuan, apakah tujuan tersebut sudah berubah dan apakah pencapaian program tersebut akan memecahkan masalah yang akan dipecahkan. 0. :5aluasi pada tahap pasca pelaksanaan Dalam hal ini konsep pada tahap pelaksanaan, yang membedakannya terletak pada objek yang dinilai dengan yang dianalisa, dimana tingkat kemajuan pelaksanaan dibanding rencana tetapi hasil pelaksanaan dibanding dengan rencana yakni apakah dampak yang dihasilkan oleh pelaksanaan kegiatan tersebut sesuai dengan tujuan yang akan atau ingin dicapai )&uharto, !//3: !,.

2.%.2. * ngsi ()al asi :5aluasi memiliki tiga #ungsi utama dalam analisis kebijakan, yaitu: . :5aluasi memberi in#ormasi yang salah dan dapat dipercaya mengenai kinerja kebijakan, yaitu seberapa jauh kebutuhan, nilai dan kesempatan yang telah dapat dicapai melalui tindakan publik. Dalam hal ini e5aluasi mengungkapkan seberapa jauh tujuan-tujuan tertentu dan target tertentu telah dicapai. !. :5aluasi memberi sumbangan pada klari#ikasi dan kritik terhadap nilai-nilai yang mendasari pemilihan tujuan dan target. 4ilai diperjelas dengan mende#enisikan dan mengoperasikan tujuan dan target.

$3

0. :5aluasi memberi sumbangan pada aplikasi metode-metode analisis kebijakan lainnya, termasuk perumusan masalah dan rekomendasi. In#ormasi tentang tidak memadai kinerja kebijakan yang dapat memberi sumbangan pada perumusan ulang masalah kebijakan )1ahab, !//!: % ,. -erdasarkan #ungsi-#ungsi e5aluasi yang telah dikemukakan di atas, maka dapatlah kita simpulkan tentang nilai e5aluasi merupakan suatu proses yang dilakukan oleh seseorang untuk melihat sejauh mana keberhasilan sebuah program. Keberhasilan program itu sendiri dapat dilihat dari dampak atau hasil yang dicapai oleh program tersebut. -eberapa istilah yang serupa dengan e5aluasi dan intinya masih berhubungan erat atau masih mencakup e5aluasi itu sendiri yaitu: . *easurement, pengukuran yang diartikan sebagai suatu proses kegiatan untuk menentukan luas atau kuantitas untuk mendapatkan in#ormasi atau data berupa skor mengenai prestasi yang telah dicapai pada periode tertentu dengan menggunakan berbagai teknik dan alat ukur yang rele5an. !. &est, secara har#iah diartikan suatu alat ukur berupa sederetan pertanyaan atau latihan yang digunakan untuk mengukur kemampuan, tingkah laku, potensi-potensi sebagai hasil pembelajaran. 0. Assessment, &uatu proses pengumpulan data atau pengolahan data tersebut menjadi suatu bentuk yang dapat dijelaskan )Dunn, dalam &uharto !//7:7,.

$+

2.%.3. Pr'ses ()al asi &uatu proses dalam program harus dimulai dari suatu perencanaan. <leh karena itu proses pelaksanaan suatu e5aluasi harus didasarkan atas rencana e5aluasi program tersebut. 4amun demikian, dalam sebuah praktek tidak jarang ditemukan suatu e5aluasi terhadap suatu program justru memunculkan ketidakjelasan #ungsi e5aluasi, institusi, personal yang sebaiknya melakukan e5aluasi dan biaya untuk e5aluasi. Dalam melakukan proses e5aluasi ada beberapa etika birokrasi yang perlu diperhatikan oleh pihak-pihak yang erat hubungannya dengan tugas-tugas e5aluasi, antara lain: . &uatu tugas atau tanggung jawab, maka pemberi tugas atau yang menerima tugas harus jelas !. 2engertian dan konotasi yang sering tersirat dalam e5aluasi adalah mencari kesalahan harus dihindari. 0. 2engertian e5aluasi adalah untuk membandingkan rencana dalam pelaksanaan dengan melakukan pengukuran-pengukuran kuantitati# totalis program secara teknik, maka dari itu hendaknya ukuran-ukuran kualitas dan kuantitas tentang apa yang dimaksud dengan berhasil telah dicantumkan sebelumnya dalam rencana program secara eksplisit. $. Bim yang melakukan e5aluasi adalah pemberi saran atau nasehat kepada manajemen, sedangkan pendayagunaan saran atau nasehat serta

$7

pembuat keputusan atas dasar saran atau nasehat tersebut berada di tangan manajemen program. %. Dalam pengambilan keputusan yang telah dilakukan atas data-data atau penemuan teknis perlu dikonsultasikan secermat mungkin karena menyangkut banyak hal tentang masa depan koperasi dalam kaitan dengan program. 3. Hendaknya hubungan dengan proses harus didasari oleh suasana konstrukti# dan objekti# serta menghindari analisa-analisa subjekti#. Dengan demikian e5aluasi dapat ditetapkan sebagai salah satu program yang sangat penting dalam siklus manejemen program. 2.&. Pengertian Bimbingan -imbingan merupaan suatu proses pemberian bantuan kepada indi5idu secara berkelanjutan dan sistematis, yang dilakukan oleh seorang ahli yang telah mendapat latihan khusus untuk itu, dimaksudkan agar indi5idu dapat memahami dirinya, lingkunganya serta dapat mengarahkan diri dan menyesuaikan diri dengan lingkungan untuk dapat mengembangkan potensi dirinya secara optimal untuk kesejahteraan dirinya dan kesejahteraan masyarakat -imbingan merupakan bantuan yang diberikan kepada indi5idu dari seorang yang ahli, namun tidak sesederhana itu untuk memahami pengertian dari bimbingan. -imbingan, sebagai suatu pekerjaan yang khas yang ditekuni oleh para peminat dan ahlinya. 2engertian bimbingan yang dikemukakan oleh para ahli memberikan pengertian yang saling melengkapi satu sama lain.

$*

&ebelum dikemukakan de#inisi bimbingan pribadi sosial, terlebih dahulu penulis kemukakan de#inisi bimbingan secara umum. Hal itu dimaksudkan untuk memberikan pijakan dalam merumuskan konsep bimbingan pribadi sosial. -imbingan pada dasarnya merupakan proses bantuan yang diberikan kepada indi5idu agar mampu mencapai perkembangan diri yang optimal. 2engertian bimbingan banyak dikemukakan oleh para ahli seperti mende#inisikan bimbingan sebagai pemberian bantuan kepada seseorang atau kepada sekelompok orang dalam membuat pilihan-pilihan secara bijaksana dan dalam mengadakan penyesuaian diri terhadap tuntutan hidup. 1.&.1inkel ) **+:33, mengungkapkan bahwa: -imbingan dapat berarti ) , suatu usaha untuk melengkapi indi5idu dengan pengetahuan, pengalaman dan in#ormasi tentang dirinya sendiri> )!, suatu cara pemberian pertolongan atau bantuan kepada indi5idu untuk memahami dan mempergunakan secara e#isien dan e#ekti# segala kesempatan yang dimiliki untuk perkembangan pribadinya> )0, sejenis pelayanan kepada indi5idu agar mereka dapat menentukan pilihan menetapkan tujuan dengan tepat dan menyusun rencana yang realistis, sehingga mereka dapat menyesuaikan diri dengan memuaskan di dalam lingkungan di mana mereka hidup>)$, suatu proses pemberian bantuan atau pertolongan kepada indi5idu dalam hal: memahami diri sendiri> menghubungkan pemahaman dirinya sendiri dengan lingkungan> memilih, menentukan dan menyusun rencana sesuai dengan konsep dirinya dan tuntutan lingkungan. De#inisi lain yang lebih mengarah kepada pelaksanaan bimbingan di perusahaan ialah sebagaimana yang dikemukakan oleh Miller )M.&urya, *77:03,

%/

yaitu 'bimbingan merupakan proses bantuan terhadap indi5idu untuk mencapai pemahaman diri dan pengarahan diri yang dibutuhkan untuk melakukan penyesuaian diri secara maksimum kepada sekolah, keluarga, masyarakat(. -erdasarkan de#inisi-de#inisi bimbingan yang telah dipaparkan, dapat disimpulkan yaitu : ) , bimbingan merupakan bantuan yang diberikan kepada indi5idu secara kontinyu dan sistematis, )!, yang bertujuan untuk membantu proses pengembangan potensi diri melalui pola-pola sosial yang dilakukannya sehari-hari di lingkungan sekolah, keluarga dan masyarakat. 2ola-pola sosial yang dimaksudkan adalah pola-pola dimana indi5idu tersebut dapat melakukan penyesuaian diri dengan lingkungannya. Merujuk kepada rumusan bimbingan yang telah dipaparkan, selanjutnya dapat dirumuskan de#inisi bimbingan pribadi sosial. M. &urya ) *77:$+, mengemukakan : -imbingan pribadi sosial merupakan bimbingan yang membantu para pegawai dalam menghadapi dan memecahkan masalah-masalah pekerjaan atau sosial pribadi seperti masalah pergaulan, penyelesaian kon#lik, penyesuaian diri dan sebagainya. -imbingan pribadi merupakan upaya untuk membantu indi5idu dalam menemukan dan mengembangkan pribadi yang beriman dan bertakwa kepada Buhan Dang Maha :sa, mantap dam mandiri serta sehat jasmani dan rohani. &ementara bimbingan sosial merupakan upaya untuk membantu indi5idu dalam mengenal dan berhubungan dengan lingkungan sosial yang dilandasi budi pekerti luhur dan tanggung jawab. -imbingan pribadi sosial berarti upaya untuk membantu indi5idu dalam menghadapi keadaan batinnya sendiri dan mengatasi kon#lik-kon#lik dalam diri dalam upaya mengatur dirinya sendiri terutama di

bidang pekerjaan, membina hubungan sosial di berbagai lingkungan )pergaulan sosial, )1inkel, **+: $!,. 2engembangan program bimbingan di sekolah memegang peranan penting dalam rangka keberhasilan pelaksanaan layanan bimbingan di sekolah. 2engembangan program bimbingan di sekolah, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan, yaitu : , Karakteristik para peserta didik serta kebutuhan akan bimbingan dan konseling. !, Dasar dan tujuan lembaga pendidikan bersangkutan. 0, Kemampuan lembaga dalam menyediakan dana dan #asilitas yang diperlukan. $, "ingkup sasaran dan prioritas kegiatan. %, 9enis kegiatan dan layanan yang perlu diprioritaskan. 3, Ketersediaan tenaga pro#esional untuk melaksanakan kegiatan bimbingan dan konseling. Dusu# dan 4urihsan )!//%: , merumuskan bimbingan pribadi-sosial sebagai suatu upaya membantu indi5idu dalam memecahkan masalah yang berhubungan dengan keadaan psikologis dan sosial klien, sehingga indi5idu memantapkan kepribadian dan mengembangkan kemampuan indi5idu dalam menangani masalah-masalah dirinnya. -imbingan pribadi-sosial juga sebagai upaya pengembangan kemampuan peserta didik untuk menghadapi dan mengatasi masalah-masalah pribadi-sosial dengan cara menciptakan lingkungan interaksi pendidikan yang kondusi#,

%!

mengembangkan sistem pemahaman diri dan sikap-sikap positi#, serta dengan mengembangkan keterampilan-keterampilan pribadi-sosial. -erdasarkan berbagai pengertian yang telah dikemukakan, dapat dirumuskan kemampuan bimbingan yang pribadi sosial untuk merupakan upaya pengembangan dan

diarahkan

memantapkan

kepribadian

menggambarkan kemauan indi5idu dalam menyelesaikan masalah-masalah dirinya, dan layanan yang diberikan mengarah pada pencapaian pribadi yang seimbang dengan memperhatikan keunikan karakteristik pribadi serta ragam permasalahan yang dialami oleh indi5idu. -imbingan dan konseling pribadi-sosial diberikan dengan cara menciptakan lingkungan yang kondusi#, interaksi pendidikan yang akrab, mengembangkan system pemahaman diri, dan sikap-sikap yang positi#, serta keterampilan-keterampilan pribadi sosial yang tepat. Maka untuk memahami pengertian dari bimbingan perlu

mempertimbangkan beberapa pengertian yang dikemukakan oleh para ahli sebagai berikut: '-imbingan sebagai bantuan yang diberikan kepada indi5idu untuk dapat memilih, mempersiapkan diri dan memangku suatu jabatan dan mendapat kemajuan dalam jabatan yang dipilihnya( )2rayitno dan .mti :mran. ***,. 6rank 2arson merumuskan pengertian bimbingan dalam beberapa aspek yakni bimbingan diberikan kepada indi5idu untuk memasuki suatu jabatan dan mencapai kemajuan dalam jabatan. 2engertian ini masih sangat spesi#ik yang berorientasi karir. '-imbingan membantu indi5idu untuk lebih mengenali berbagai in#ormasi tentang dirinya sendiri( )2rayitno dan .mti :mran. ***,.

%0

2engertian bimbingan yang dikemukan oleh ;hiskolm bahwa bimbingan membantu indi5idu memahami dirinya sendiri, pengertian menitik beratkan pada pemahaman terhadap potensi diri yang dimiliki. '-imbingan merupakan kegiatan yang bertujuan meningkatkan realisasi pribadi setiap indi5idu( )-ernard F 6ullmer, *3*,. 2engertian yang dikemukakan oleh -ernard F 6ullmer bahwa bimbingan dilakukan untuk meningkatakan pewujudan diri indi5idu. Dapat dipahami bahwa bimbingan membantu indi5idu untuk mengaktualisasikan diri dengan

lingkungannya. '-imbingan sebagai pendidikan dan pengembangan yang menekankan proses belajar yang sistematik(. Mathewson mengemukakan bimbingan sebagai pendidikan dan

pengembangan yang menekankan pada proses belajar. 2engertian ini menekankan bimbingan sebagai bentuk pendidikan dan pengembangan diri, tujuan yang diinginkan diperoleh melalui proses belajar. Dari beberapa pengertian bimbingan yang dikemukakan oleh para ahli maka dapat diambil kesimpulan tentang pengertian bimbingan yang lebih luas, bahwa bimbingan adalah: '&uatu proses pemberian bantuan kepada indi5idu secara berkelanjutan dan sistematis, yang dilakukan oleh seorang ahli yang telah mendapat latihan khusus untuk itu, dimaksudkan agar indi5idu dapat memahami dirinya, lingkunganya serta dapat mengarahkan diri dan menyesuaikan diri dengan lingkungan untuk dapat mengembangkan potensi dirinya secara optimal untuk kesejahteraan dirinya dan kesejahteraan masyarakat(

%$

2.+.

Pengertian !an Prinsip K'perasi

2.+.1. Pengertian K'perasi Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang atau badan hukum yang berlandaskan pada asas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi. Kegiatan usaha koperasi merupakan penjabaran dari ==D *$% pasal 00 ayat ) ,. Dengan adanya penjelasan ==D *$% 2asal 00 ayat ) , koperasi berkedudukan sebagai soko guru perekonomian nasional dan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dalam sistem perekonomian nasional. &ebagai salah satu pelaku ekonomi, koperasi merupakan organisasi ekonomi yang berusaha menggerakkan potensi sumber daya ekonomi demi memajukan kesejahteraan anggota. Karena sumber daya ekonomi tersebut terbatas, dan dalam mengembangkan koperasi harus mengutamakan kepentingan anggota, maka koperasi harus mampu bekerja see#isien mungkin dan mengikuti prinsipprinsip koperasi dan kaidah-kaidah ekonomi. 2engertian koperasi sendiri berasal dari kata co"operation yang berarti usaha bersama. Menurut Dr. C. Mladenta )dalam &ubandi, !//*: *, menyebutkan bahwa koperasi ialah usaha bersama, merupakan badan hukum, anggota ialah pemilik dan yang menggunakan jasanya dan mengembalikan semua penerimaan diatas biayanya kepada anggota sesuai dengan transaksi yang mereka jalankanG. &edangkan menurut Moh. Hatta )dalam &ubandi, !//*: *,. Koperasi adalah usaha bersama untuk memperbaiki nasib pengidupan ekonomi berdasarkan tolong-menolong. &emangat tolong-menolong tersebut

%%

didorong oleh keinginan memberi jasa kepada kawan berdasarkan Hseorang buat semua dan semua buat seorangG. 2ada =ndang-=ndang 8epublik Indonesia 4o. !% Bahun **! tentang perkoperasian menegaskan bahwa: Koperasi Indonesia adalah badan usaha yang beranggotakan orang seorang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar a?as kekeluargaan. Koperasi disini dalam kaitannya dengan demokrasi ekonomi adalah sebagai organisasi atau lembaga modern yang mempunyai tujuan, sistem pengolahan, tertib organisasi dan mempunyai a?as serta sendi-sendi dasar. Dengan demikian, jika mende#inisikan suatu koperasi atau organisasi koperasi tidak cukup hanya dengan mende#inisikan karakter sosial, tetapi juga harus mende#inisikan karakter ekonomi, dan sebaliknya. Begasnya, koperasi merupakan amalgamasi dari bentuk organisasi sosial dan organisasi ekonomi. 4amun demikian wujud eksistensi dan tujuan pembentukan koperasi pada dasarnya adalah sebagai lembaga usaha atau lembaga ekonomi yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan anggota. Dalam dimensi ini, koperasi adalah suatu usaha atau bisnis )a cooperative is a business), yang dalam banyak hal
memiliki kesamaan dengan bentuk bisnis lain, tetapi dalam beberapa hal penting memiliki kekhasan dan perbedaan.

2ada dasarnya koperasi adalah suatu perusahaan yang menjadi wahana bagi anggotanya untuk mengembangkan kegiatan dan tujuannya, berdasarkan nilai-nilai dan prinsip-prinsip tertentu yang membedakan koperasi dari perusahaan lain. 4ilai-nilai tersebut adalah kemandirian, tanggung-jawab,

%3

demokrasi, persamaan, pemerataan, dan solidaritas. Disamping itu, nilai-nilai seperti kejujuran, keterbukaan, tanggung- jawab sosial, dan perhatian pada sesama merupakan bagian dari sejarah perkembangan koperasi. 4ilai-nilai tersebut memang bukan melulu milik koperasi, namun secara sadar dan terbuka telah dinyatakan sebagai dasar yang dianut oleh setiap anggota koperasi. .pabila ditelusuri prinsip-prinsip koperasi di atas, tampak jelas bahwa koperasi bukanlah hanya semata-mata organisasi ekonomi (economic enterprice),
melainkan juga merupakan organisasi kemanusiaan (human association). Oleh karena itu, organisasi koperasi memiliki karakter yang unik, yaitu merupakan kombinasi dari elemen ekonomi dan elemen sosial. Keenam prinsip di atas pada hakikatnya memiliki bobotyang sama dan saling melengkapi.

2enempatan (prioritas( atas salah satu prinsip koperasi tersebut akan menimbulkan perdebatan, mana yang merupakan prioritas atau persyaratan mutlak dan mana yang bukan prioritas. &ebenarnya tidak ada suatu alasan yang kuat untuk menetapkan bahwa suatu prinsip lebih dominan dari pada prinsip yang lain. Kebalikan dari pendapat di atas, masing-masing komponen prinsip koperasi dipandang mempunyai derajat yang tidak sama. 2rinsip utama adalah member
promotion. Sedangkan prinsip-prinsip lainnya hanya merupakan pendukung member promotion tersebut. Disamping itu, koperasi juga dipandang sebagai organisasi ekonomi anggota atau the association of member economy.

%+

-erdasarkan pengertian di atas maka dapat diambil kesimpulan bahwa, koperasi merupakan suatu perkumpulan yang beranggotakan orang-orang atau badan-badan yang bekerjasama secara kekeluargaan dalam menjalankan usahanya, untuk mempertinggi kesejahteraan anggotanya.

2.+.2. Prinsip K'perasi 2erbedaan koperasi dengan bentuk-bentuk perusahaan lainnya salah satunya dilihat dari prinsip-prinsip koperasi. Menurut =ndang-undang 4o. !% tahun **! tentang 2erkoperasian, menyebutkan prinsip-prinsip koperasi sebagai berikut: . Keanggotaan bersi#at sukarela dan terbuka !. 2engelolaan dilakukan secara demokrasi 0. 2embagian &H= dilakukan secara adil sesuai dengan jasa usaha masingmasing anggota $. 2emberian balas jasa yang terbatas terhadap modal %. Kemandirian 3. 2endidikan koperasi +. Kerjasama antar koperasi 2.+.3. T j an K'perasi Menurut == 4o. !% Bahun **! tentang 2erkoperasian pasal 0 'koperasi bertujuan memajukan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya, serta ikut membangun tatanan perekonomian nasional dalam rangka

%7

mewujudkan masyarakat yang maju, adil, dan makmur berlandaskan 2ancasila dan ==D $%(. -erdasarkan pasal diatas, tujuan koperasi secara garis besarnya meliputi tiga hal, yaitu: memajukan kesejahteraan anggotanya, memajukan kesejahteraan masyarakat dan ikut serta membangun tatanan perekonomian nasional. 2.+.$. * ngsi !an Peran K'perasi Menurut == 4o. !% Bahun **! tentang 2erkoperasian pasal $, #ungsi dan peran koperasi adalah sebagai berikut: . Membangun dan mengembangkan potensi dan kemampuan ekonomi anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosialnya. !. -erperan serta secara akti# dalam upaya mempertinggi kualitas kehidupan manusia dan masyarakat. 0. Memperkokoh perekonomian rakyat sebagai dasar kekuatan dan ketahanan perekonomian nasional dengan koperasi sebagai

sokogurunya. $. -erusaha untuk mewujudkan dan mengembangkan perekonomian nasional yang merupakan usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi. "ebih jelasnya mengenai #ungsi dan peran koperasi disebutkan oleh Iskandar &usilo )!//3: %, sebagai berikut: . 6ungsi koperasi antara lain: a. Memenuhi kebutuhan anggota untuk memajukan kesejahteraannya

%*

b. Membangun sumber daya anggota dan masyarakat c. Mengembangkan potensi dan kemampuan ekonomi anggota d. Mengembangkan aspirasi ekonomi anggota dan masyarakat dilingkungan kegiatan koperasi e. Membuka peluang kepada anggotanya untuk mengaktualisasikan diri dalam bidang ekonomi secara optimal. !. 2eran koperasi antara lain: a. 1adah peningkatan tara# hidup dan ketangguhan berdaya saing para anggota koperasi dan masyarakat dilingkungannya b. -agian integral dari sistem ekonomi nasional c. 2elaku strategis dalam sistem ekonomi rakyat. d. 1adah pencerdasan anggota dan masyarakat dilingkungannya.

2.+.%. Jenis K'perasi &aat ini, terdapat beberapa jenis koperasi yang ada di Indonesia, &ubandi )!//*:0%, mengelompokan jenis koperasi berdasarkan bidang usahanya sebagai berikut: . Koperasi Konsumsi adalah koperasi yang berusaha dalam bidang penyediaan barang-barang konsumsi yang dibutuhkan oleh para anggotanya. 9enis konsumsi yang dilayani oleh suatu koperasi konsumsi sangat tergantung pada ragam anggota dan daerah kerja tempat koperasi didirikan.

3/

!. Koperasi Produksi adalah yang kegiatan utamanya memproses bahan baku menjadi barang jadiAsetengah jadi. Bujuannya adalah untuk menyatukan kemampuan dan modal para anggotanya guna

meningkatkan barang-barang tertentu melalalui proses yang meratakan pengelolaan dan memiliki sendiri. 0. Koperasi Pemasaran adalah koperasi yng dibentuk terutama untuk membantu para anggotanya dalam memasarkan barang-barang yang dihasilkannya. Bujuannya adalah untuk menyederhanakan mata rantai niaga, dan mengurangi sekecil mungkin keterlibatan perantara didalam memasarkan produk-produk yang dihasilkan. $. Koperasi Kredit+,impan Pinjam adalah koperasi yang bergerak dalam pemupukan simpanan dari para anggotanya untuk dipinjamkan kembali kepada anggotanya yang membutuhkan bantuan modal untuk usahanya. &elain itu koperasi simpan pinjam juga bertujuan untuk mendidik anggotanya bersi#at hemat dan gemar menabung serta menghindarkan anggotanya dari jeratan para rentenir. Koperasi-koperasi tersebut hadir untuk memenuhi kebutuhan anggota dan masyarakat pada umumnya. Koperasi simpan pinjam hadir untuk memenuhi kebutuhan anggota dan masyarakat dalam hal dana, dalam bentuk simpanan dan pemberian kredit atau pinjaman. Koperasi simpan pinjam merupakan jenis koperasi yang saat ini mulai memainkan peranannya dalam perekonomian Indonesia. &eiring dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap kredit, koperasi simpan pinjam

hadir untuk memenuhi kebutuhan tersebut. <leh karena itu, koperasi dituntut untuk mampu memenuhi tingginya kebutuhan masyarakat dan senantiasa memperbaiki kinerjanya.

2.,.

Kerangka Pemikiran

Koperasi adalah organisasi ekonomi yang bekerja berdasarkan nilai-nilai, artinya tidak bebas nilai, dan nilai-nilai tersebut dijabarkan melalui prinsip-prinsip yang dianutnya. Dengan demikian dalam kehidupannya koperasi menggunakan dua standar, ialah standar hukum sebagai konsekuensi dari perundang-undangan yang berlaku dan standar moral berdasarkan nilai-nilai yang dianutnya. Mungkin ada tindakan-tindakan yang berdasarkan hukum )positi#, dianggap benar, akan tetapi belum tentu hal itu diterima oleh standar moralnya. Dalam praktek hal itu banyak terjadi, di mana tidak ada keseimbangan antara tindakan menurut hukum dan tindakan menurut moralnya. &ering terjadi bahwa tindakan-tindakan yang tidak baiki dibungkus dengan mengkaitkannya dalam kegiatan koperasi agar secara moral masih dapat diterima. Dalam situasi seperti ini dan dengan menggunakan jatidiri sebagai standar, maka banyak koperasi telah kehilangan atau sekurangkurangnya sangat lemah jatidirinya. 2roses ini sebenarnya sudah sejak lama dikonstatir yang dimulai dengan adanya krisis ideologi koperasi didorong oleh menguatnya pragmatisme di kalangan masyarakat akibat dari paham materialisme dan konsumelisme yang melekat pada konsep pembangunan dengan tujuan pertumbuhan. Krisis ideologi ini mendorong terjadinya krisis kepemimpinan di kalangan koperasi, karena

3!

bergesernya nilai-nilai yang diberlakukan dan selanjutnya terjadi krisis kepercayaan terhadap koperasi di kalangan masyarakat dan ironisnya juga di kalangan anggota-anggota koperasi sendiri. Kesemuanya itu akhirnya bermuara pada krisis jatidiri. Kiranya berharga untuk memahami apa yang dikatakan oleh Dr. C. 6auIuet, bahwa 'koperasi dengan gerak tunggal meningkatkan tara# kehidupan material dan juga moral dari rakyat. Kalau koperasi gagal dalam tugas moralnya, ia akan gagal pula dalam tugas ekonominya(. 2ada dasarnya koperasi adalah suatu perusahaan yang menjadi wahana bagi anggotanya untuk mengembangkan kegiatan dan tujuannya, berdasarkan nilai-nilai dan prinsip-prinsip tertentu yang membedakan koperasi dari perusahaan lain. 4ilai-nilai tersebut adalah kemandirian, tanggung-jawab, demokrasi, persamaan, pemerataan, dan solidaritas. Disamping itu, nilai-nilai seperti kejujuran, keterbukaan, tanggung- jawab sosial, dan perhatian pada sesama merupakan bagian dari sejarah perkembangan koperasi. 4ilai-nilai tersebut memang bukan melulu milik koperasi, namun secara sadar dan terbuka telah dinyatakan sebagai dasar yang dianut oleh setiap anggota koperasi. .pabila ditelusuri prinsip-prinsip koperasi di atas, tampak jelas bahwa koperasi bukanlah hanya semata-mata organisasi ekonomi (economic enterprice),
melainkan juga merupakan organisasi kemanusiaan (human association). Oleh karena itu, organisasi koperasi memiliki karakter yang unik, yaitu merupakan kombinasi dari elemen ekonomi dan elemen sosial. Keenam prinsip di atas pada hakikatnya memiliki bobotyang sama dan saling melengkapi.

30

Dengan demikian, jika mendefinisikan suatu koperasi atau organisasi koperasi tidak cukup hanya dengan mendefinisikan karakter sosial, tetapi juga harus mendefinisikan karakter ekonomi, dan sebaliknya. Tegasnya, koperasi merupakan amalgamasi dari bentuk organisasi sosial dan organisasi ekonomi

&elanjutnya kebijakan dapat dilukiskan sebagai suatu usaha untuk mencapai sasaran tertentu dan dalam urutan waktu tertentu. Kebijakan adalah semacam jawaban terhadap suatu masalah. Kebijakan adalah upaya untuk memecahkan, mengurangi, atau mencegah suatu masalah dengan cara tertentu yaitu tindakan yang terarah. Kebijakan adalah suatu tindakan yang mengarah pada tujuan yang diusulkan oleh seseorang, kelompok atau pemerintah dalam lingkungan tertentu sehubungan dengan adanya hambatan-hambatan tertentu seraya mencari peluang-peluang untuk mencapai tujuan atau mewujudkan sasaran yang diinginkan. -erdasarkan pendapat-pendapat di atas, kebijakan policy! adalah

semacam jawaban terhadap suatu masalah dengan menggunakan serangkaian tindakan yang berpola atau usaha yang dilakukan baik oleh perorangan maupun kelompok dengan menggunakan sarana-sarana yang cocok dilaksanakan selangkah demi selangkah untuk mencapai tujuan tertentu serta berpengaruh terhadap orang banyak. -erdasarkan uraian diatas dapat dibuat sistematis kerangka pemikiran dalam penelitian ini, sebagai berikut :

3$

-ambar 2.1. Kerangka Pemikiran

St Kelayakan 0112 St !i !i Kelayakan 0112

Pelaksanaan Pr'gram Pelaksanaan Pr'gram 0122 0122 ()al 0132 ()al asi asi 0132

Pert Pert mb mb #an #an K'perasi 032 K'perasi 032

Bimbingan 01$2 Bimbingan 01$2

2...

/ip'tesis -erdasarkan deskripsi teori dan kerangka pemikiran di atas, maka dapat

diajukan tiga hipotesis penelitian sebagai berikut : . !. 0. $. %. Berdapat pengaruh yang signi#ikan antara studi kelayakan terhadap pertumbuhan Koperasi di Maluku Benggara Berdapat pengaruh yang signi#ikan antara pelaksanaan program terhadap pertumbuhan Koperasi di Maluku Benggara Berdapat pengaruh yang signi#ikan antara e5aluasi terhadap pertumbuhan koperasi di Maluku Benggara Berdapat pengaruh yang signi#ikan antara bimbingan terhadap pertumbuhan koperasi di Maluku Benggara. Berdapat pengaruh yang signi#ikan antara studi kelayakan, pelaksanaan program, e5aluasi dan bimbingan secara simultan terhadap peertumbuhan Koperasi di Maluku Benggara.