Anda di halaman 1dari 3

6.

Dampak Korupsi

Korupsi memiliki dampak yang luar biasa pada berbagai bidang. Tidak hanya satu bidang saja, melainkan hampir semua bidang kehidupan mendapatkan dampak negatif korupsi. a. Dampak ekonomi

Dampak korupsi dalam bidang ekonomi yaitu lesunya pertumbuhan investasi dan ekonomi, penurunan produktivitas, rendahnya kualitas barang dan jasa bagi publik, menurunnya pendapatan negara dari sektor pajak, meningkatnya hutang negara. Pertumbuhan investasi dan ekonomi menjadi melemah karena Penanam Modal Asing tidak ingin mengeluarkan biaya besar untuk menanamkan modalnya di negara yang memiliki tingkat korupsi tinggi karena akan sama saja dengan mengeluarkan uang mereka untuk orangorang yang korup tersebut. Hal ini akan membuat produktivitas menurun. Jika produktivitas menurun, maka akan muncul berbagai masalah lain seperti banyaknya pengangguran, tingginya angka PHK yang berujung pada kemiskinan. Jalanan rusak, jembatan rusak, runtuhnya bangunan sekolah, makanan murah yang tidak layak makan adalah secuil contoh kerusakan yang tercipta dari korupsi. Selain itu, kasus Gayus yang telah melakukan korupsi pada uang pajak telah menimbulkan banyak kerugian negara. Pajak yang seharusnya bisa digunakan untuk menstabilkan keuangan negara ternyata sebagian besar diambil oleh koruptor hanya untuk kesenangan mereka semata. Ketidakstabilan keuangan negara membuat negara mempunyai banyak hutang yang mungkin tidak akan bisa dikembalikan karena hutang yang digunakan untuk menutup defisit yang dialami negara serta untuk memberi makan koruptor. b. Dampak sosial dan kemiskinan masyarakat

Dampak sosial dan kemiskinan masyarakat yaitu mahalnya harga jasa dan pelayanan publik, pengentasan kemiskinan berjalan lambat, terbatasnya akses bagi masyarakat miskin, meningkatnya angka kriminalitas, solidaritas sosial semakin langka dan demoralisasi. Korupsi yang terjadi menciptakan high cost economy yang membuat harga jasa dan pelayanan publik menjadi mahal. Selain itu, akses pendidikan pun menjadi terbatas, terutama untuk rakyat miskin. Hal ini membuat program pengentasan kemiskinan menjadi terhambat dan berjalan lambat karena rakyat miskin tidak akan bisa membenahi kehidupan mereka yang miskin menjadi lebih berkecukupan. Terbatasnya akses pendidikan membuat rakyat miskin menjadi lebih mementingkan untuk memenuhi kebutuhan utama mereka yaitu untuk makan. Terjadilah lingkaran setan di kalangan rakyat miskin ini. Adanya perbuatan korupsi akan meningkatkan angka kriminalitas karena kejahatan yang bersarang di kantor dan perusahaan pada akhirnya akan merebak di sela-sela kehidupan masyarakat. Tingginya korupsi yang terjadi akan membuat masyarakat tidak lagi memiliki rasa percaya satu sama lain sehingga solidaritas masyarakat menjadi semakin menurun.

c.

Runtuhnya otoritas pemerintah

Runtuhnya otoritas pemerintah akan membuat matinya etika sosial politik, tidak efektifnya peraturan dan perundang-undangan, birokrasi tidak efisien.

Koruptor semakin tidak memiliki rasa bersalah dan tidak ingin menunjukkan rasa bersalahnya. Hal ini terlihat dari perilakunya ketika ditangkap, mereka hanya tersenyum dan melambaikan tangan. Mereka yang melakukan hal tersebut merasa bahwa dengan segera akan keluar dari kasus yang menjerat mereka saat ini karena mereka akan dengan mudah keluar dengan menyuap aparat penegak hukum. Mereka pun juga mau menerima suap yang diberikan oleh koruptor, sehingga peraturan dan perudang-undangan yang telah dibentuk tidak digunakan dan diterapkan secara efisien. Birokrasi yang tujuannya adalah untuk membantu rakyat memperoleh pelayanan dari program dan kebijakan pemerintah menjadi tidak efisien dengan adanya tindak korupsi. d. Dampak terhadap politik dan demokrasi

Dampak politik dan demokrasi yang tercipta yaitu munculnya kepemimpinan korup, hilangnya kepercayaan publik pada demokrasi, menguatnya plutokrasi, hancurnya kedaulatan rakyat. Adanya money politic dalam setiap kampanye yang dilakukan oleh pemimpin membuat sebuah keadaan di mana rakyat dihadapkan oleh pemimpin yang korup. Tingginya tingkat korupsi membuat rakyat menjadi tidak percaya pada demokrasi yang ada, tidak percaya pada pemerintah. Merebaknya korupsi ini membuat plutokrasi meningkat karena semakin banyaknya perusahaan yang mengendalikan dan menguasai negeri ini, sehingga yang terjadi adalah kesejahteraan hanya dapat dirasakan oleh kalangan tertentu, sedangkan rakyat pada umumnya hanya akan semakin sengsara. e. Dampak terhadap penegakan hukum

Melemahnya penegakan hukum karena korupsi membuat fungsi pemerintahan mandul dan hilangnya kepercayaan masyarakat terhadap lembaga negara. Korupsi telah membuat pemerintah tidak dapat bergerak secara leluasa untuk membantu rakyat mendapatkan kesejahteraan. Banyaknya korupsi di lembaga-lembaga negara membuat masyarakat memiliki kepercayaan yang rendah terhadap lembaga-lembaga tersebut. f. Dampak terhadap pertahanan dan keamanan

Beberapa dampak korupsi terhadap pertahanan dan keamanan yaitu rawannya pertahanan dan keamanan negara, lemahnya garis batas negara dan menguatnya sisi kekerasan dalam masyarakat. Kurangnya sumber daya pertahanan dan keamanan negara dalam hal ini adalah Tentara Nasional Indonesia merupakan salah satu hal yang membuat pertahanan dan keamanan negara menjadi rawan untuk diserang oleh negara lain dan musuh-musuh Indonesia. Hal ini membuat pertahanan terhadap garis batas negara menjadi melemah dan garis batas negara menjadi semakin terancam berubah dan memperkecil wilayah NKRI. Korupsi yang terjadi di berbagai bidang kehidupan masyarakat dan pemerintah membuat masyarakat menjadi berperilaku lebih kriminal karena kerasnya kehidupan yang mereka alami. g. Dampak kerusakan lingkungan

Korupsi bisa menyebabkan penurunan kualitas lingkungan dan penurunan kualitas hidup. Korupsi di bidang pelestarian alam dapat membuat kerusakan lingkungan. Salah satu contohnya yaitu ilegal logging atau pembalakan liar. Pembalakan liar yang terjadi di

Indonesia telah menjadi salah satu ajang bagi para koruptor untuk mendapatkan keuntungan dengan menjual alam, tanpa melakukan penebangan yang bertanggung jawab seperti tebang pilih atau pun penanaman kembali. Penegakan hukum yang terjadi pada kasus ini belum sampai ke otak pelaksananya dan masih berkutat pada penangkapan orang-orang yang berada di lapangan. Akibatnya, perbuatan ini pun masih merebak dan mengakibatkan terjadinya global warming yang semakin membuat kualitas lingkungan menjadi menurun. Terjadinya penurunan kualitas lingkungan ini tidak hanya membuat lingkungan menjadi rusak, melainkan membuat kualitas hidup makhluk hidup menjadi menurun. Kurangnya kadar oksigen di alam, semakin banyaknya bencana alam seperti banjir, longsor, pencemaran kadar air untuk penggunaan kehidupan sehari-hari merupakan beberapa dampak nyata korupsi.

7.

Upaya Pemberantasan Korupsi

Pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk memberantas korupsi sejak awal berdirinya Negara Indonesia. Upaya tersebut belum juga membuahkan hasil yang signifikan terhadap korupsi di Indonesia. Pembalikan beban pembuktian merupakan sistem pembuktian pola baru yang diterapkan oleh negara-negara Anglo Saxon dan telah berhasil dipraktekkan di beberapa negara. Pembalikan beban pembuktian ditujukan terhadap pembekuan, perampasan, dan penyitaan. Hal ini sesuai dengan ketentuan dalam Pasal 31 ayat (8) dan Pasal (35) huruf b Konvensi Anti Korupsi UNCAC 2003 (Wulansari, 2011). Pada pembalikan beban pembuktian, terdakwa harus membuktikan bahwa dia tidak melakukan tindak pidana. Negara-negara peserta konvensi dapat mempertimbangkan kemungkinan untuk mewajibkan seorang tersangka menerangkan sumber yang sah atas hasilhasil yang diduga berasal dari tindak pidana atau kekayaan lainnya yang dapat dikenakan penyitaan, sejauh syarat tersebut konsisten dengan prinsip-prinsip dasar hukum nasional, dan konsisten pula dengan sifat dari proses yudisial dan proses peradilan lainnya. Dari ketentuan Konvensi Anti Korupsi UNCAC 2003, pembalikan beban pembuktian diperkenankan melalui jalur keperdataan yang juga dipergunakan oleh berbagai negara. Prosedur pembuktian seperti ini berbeda dengan penyitaan sebagai akibat dari putusan pengadilan dalam perkara pidana. Jadi, dalam pembalikan beban pembuktian dapat dilakukan dengan dua jalur yaitu jalur pidana dan jalur perdata. Selain itu, terdapat pula sebuah model integrasi pendidikan anti korupsi dalam kurikulum pendidikan islam yang diajukan oleh Lukman Hakim. Pada model ini, nantinya pendidikan anti korupsi akan digabungkan ke dalam salah satu mata pelajaran sehingga tidak akan menambah kurikulum siswa. Untuk menjalankan program ini, sekolah harus mempersiapkan dua model yaitu proses pendidikan harus menumbuhkan kepedulian sosial-normatif, membangun penalaran objektif dan mengembangkan perspektif universal pada Individu. Model kedua yaitu pendidikan harus mengarah pada penyemaian strategis, yaitu kualitas individu yang konsekuen dan kokoh dalam keterlibatannya dalam peran sosial. Di sini siswa diajarkan untuk membiasakan diri berpikir anti korupsi.

Beri Nilai