Anda di halaman 1dari 12

HIDROLOGI DAN KLIMATOLOGI (REMOTE MONITORING)

GEOCIS Hilfan Khairy Mobile : 08122390526 Email : hilfan@geocis.net ; hlkhairy@yahoo.com Website : http://www.geocis.net ; http://geocis.indonetwork.co.id

Propeller

Flap Pyrano meter

Moist & Temperature

Precipitation Evaporation Radiometer

Solar Panel Data Logger & SMS Transmitter

Power Module

Climatology Measurement

Sistem pengukuran di lapangan seringkali sulit dilakukan secara manual oleh manusia. Untuk keperluan ini maka dibutuhkan suatu instrumentasi yang reliable untuk jangka waktu cukup lama dengan melakukan pengukuran berulangulang secara periodik. Pengukuran parameter - parameter yang berlainan dalam satu waktu bersamaan memerlukan suatu integrasi dari keseluruhan sistem pengukuran kedalam suatu data kolektor. Pada sistem yang lebih luas data ini harus digabungkan pada suatu sistem data base terpusat. Dengan sistem ini maka dapat dihasilkan interpretasi untuk decision support system yang menyeluruh tentang data cuaca. Implementasinya antara lain : menentukan pola cocok tanam sistem pengairan pada pertanian; monitoring sistem irigasi dan bendungan; pemantauan muka air tanah perkotaan; pengendalian banjir dan bencana; dan lain sebagainya. Beberapa pengukuran parameter hidrologi antara lain : 1. Water level 2. Water flow Beberapa pengukuran parameter klimatologi antara lain : 1. Precipitation 2. Evaporation 3. Air flow 4. Moist & Temperature 5. Radiation

Ketinggian air dikonversikan menjadi sudut putaran pada piringan oleh shaft encoder.

Shaft Encoder

Hanger Float Water Surface

Shaft Encoder 1.2 Depth Level Ketinggian permukaan air diukur menggunakan sensor tekanan dengan asumsi hukum Archimides, bahwa tekanan di bawah permukaan air (p) akan sebanding dengan kedalaman (h) dari permukaan air (p = g h) dengan adalah berat jenis air.

Water Surface - meter Depth Pressure

Depth Level 1. Water level Pengukuran ketinggian permukaan air digunakan antara lain pada sungai, danau, laut dan permukaan air tanah. Metoda yang digunakan antara lain : 1.1 Shaft encoder Ketinggian permukaan air diukur menggunakan pelampung yang digantung dengan tali dan pemberat.

2. Water flow Pengukuran kecepatan aliran air digunakan untuk mengukur besarnya debet air yang mengalir pada suatu aliran air. Metoda yang digunakan antara lain : 2.1 Propeller Kecepatan aliran air diukur menggunakan balingbaling (propeller) yang kecepatan putaran. dikonversikan menjadi

2.3 Flow pressure Aliran air diarahkan oleh selinder berupa corong (guide). Setelah aliran cukup constant dan rata (luminer), maka kemudian aliran air ini dikonversikan oleh presure meter dengan luas permukaan yang telah ditentukan.

Water Surface Flow Pressure

Water Surface Propeller

Flow Pressure 3. Precipitation Pengukuran curah hujan digunakan untuk mengetahui Propeller 2.2 Wing pressure Kecepatan aliran air diukur menggunakan sayap (wing) yang menyerupai bentuk sayap pada pesawat terbang. Semakin cepat aliran fluida yang lewat melalui sayap, maka semakin kuat tekanan ke atas yang dikenakan pada sayap ini. Sehingga kecepatan aliran dikonversikan langsung oleh sensor tekanan. 3.1 Water drop Kapasitas curah hujan diukur menggunakan penghitungan tetesan air. Sebelum tetesan air dihitung, air hujan ini ditampung dalam suatu container dengan standar collecting surface. Dibawah container ini terdapat water dropper sehingga besarnya tetesan air bisa dijaga tetap konstan. besarnya kapasitas atau volume penyediaan sumber air hujan selama kurun waktu tertentu. Metoda yang digunakan antara lain :

Water Surface Wing Pressure

Rain Collector Dropper Drop Counter


Water Drop

Wing Pressure

3.2 Tipping bucket Kapasitas curah hujan diukur menggunakan penghitungan jumlah tumpahan pada penampung berayun (tipping bucket). Pada alat ini terdapat dua wadah yang diisi bergantian. Setiap kali wadah terisi penuh maka alat ini akan tumpah pada satu sisinya.

selama kurun waktu tertentu. Metoda yang digunakan antara lain : 4.1 Evaporation pan Kapasitas penguapan air diukur menggunakan penghitungan laju pengurangan volume air dalam suatu bak (pan) standar akibat pemanasan global. Volume dan berat jenis air dikonversikan oleh sensor ketinggian air untuk mengukur volume yang simultan dengan sensor berat untuk mengukur berat air di

Rain Collector Dropper

dalam bak standar.

Tipping Bucket
Tipping Bucket 3.3 Collector chamber Kapasitas curah hujan diukur menggunakan penghitungan jumlah pengurasan volume air yang ditampung pada wadah (chamber) dengan volume tertentu. Setiap wadah tersebut terisi penuh, air akan dibuang secara otomatis oleh gaya berat air pada penguras (flusher). 4.2 Blotting paper Kapasitas penguapan air diukur menggunakan penghitungan laju pengurangan volume air dalam suatu gelas ukur yang diletakan diatas kertas serap (absorbent paper). Luas kertas serap yang digunakan Evaporation Pan

Height Pressure Weight

Chamber

berfungsi sebagai media penguapan.

Flusher Counter
Collector Chamber 4. Evaporation Pengukuran penguapan air digunakan untuk mengetahui besarnya kapasitas atau volume penguapan air global Blotting Paper

Measuring Container Paper

5. Wind Speed & Direction Pengukuran kecepatan dan arah angin digunakan untuk mengetahui probabilitas klimatologi aliran kalor dan curah hujan. Metoda yang digunakan antara lain : 5.1 Flap & Propeller Kecepatan aliran udara (angin) diukur menggunakan baling-baling (propeller), sedangkan arah angin diukur menggunakan sirip pengarah (flap).

6. Humidity & Temperature Pengukuran suhu dan kelembaban udara digunakan untuk mengetahui probabilitas klimatologi aliran kalor dan curah hujan. Metoda yang digunakan antara lain : 6.1 Thermistor & Capacitive Suhu diukur menggunakan thermistor PT-100, yang memiliki respon cukup linear dalam jangka pengukuran temperatur udara. Kelembaban diukur oleh sepasang keping logam sebagai kapasitor yang dikonversikan oleh frekuensi pada suatu tangki osilator. Sensor-sensor ini ditempatkan dalam sirip pelindung untuk mengeliminasi pengaruh atau ganguan cuaca dan radiasi yang mempengaruhi sistem pengukuran

Propeller

Flap

Flap and Propeller 5.2 Ultrasonic array Kecepatan aliran udara (angin) diukur menggunakan sensor tekanan yang sensitif terhadap aliran udara. Sensor ini menggunakan piezzo keramic sebagai sensor ultra sonic. Empat buah sensor disusun secara aray dalam empat arah. Masing-masing arah akan membentuk suatu vektor kecepatan. 6.2 Integrated Chip Thermistor

Weather Guard

PT-100

Suhu dan kelembaban diukur menggunakan sensor yang sudah standard dan dengan ketelitian yang

Ultra Sonic

cukup baik. Sensor ini sudah diproduksi dalam suatu chip dengan data keluaran berupa digital. Sehingga pengukuran selanjutnya dapat dilakukan secara elektronik.

Ultrasonic Array

chip Radiation

Reflection
Thermal & Moist chip 7. Radiation Pemantauan aktifitas penyinaran matahari digunakan untuk mengetahui pengaruh terhadap cuaca yang berdampak secara umum. Metoda yang digunakan antara lain : 7.1 Photo Sensitive Intensitas cahaya diukur menggunakan sensor resistif atau semikonduktor peka cahaya. Permukaan luar sensor dilapisi kaca lengkung untuk pelindung air, debu dan ganguan kotoran. 8. Data acquisition & Transmission Pengukuran beberapa parameter meteorologi, hidrology, klimatologi dan sebagainya dilakukan oleh masing-masing sensor dengan menggunakan microcontroller sehingga data langsung diubah menjadi data digital dengan standar komunikasi RS-485. Data ini dikirimkan menuju data recorder (logger) melalui media kabel (wire) atau bahkan modem radio, tergantung jarak sensor terhadap data recorder. Thermocouples Selain beberapa parameter pengukuran pada komponen air dan udara, seperti telah disebutkan di atas, maka pada tanah pun dapat dilakukan beberapa pengukuran antara lain : Soil temperature, Saturation Potential, Resistivity, Thermal Coductivity dan sebagainya dapat ditambahkan sebagai data pelengkap pada sistem pengukuran global.

Light Radiation

Light Sensor
Photo Sensitive 7.2 Thermocouples Radiasi panas diukur menggunakan thermocouple. Bagian atas digunakan untuk mengukur radiasi global, sedangkan bagian bawah digunakan untuk mengukur radiasi pantul dari tanah.

Transmitte Receive

Radio Modem

Seluruh instrumen pengukuran menggunakan power suplay dari battery 12V atau dapat pula dengan bantuan sollar panel sebagai alat pengisi daya. Rekaman data pada data recorder disimpan dalam memory card (MMC) atau dapat pula diambil melalui pheripheral USB sebagai alat komunikasi yang cukup umum dipakai saat ini.

Sellular Transmitter

Display
Telemetry

Keypad Memory Card Multi Input RS- 485


Data Logger Secara optional, fasilitas pengambilan data dapat pula dilakukan secara telemetri. Cara ini dilakukan dengan menggunakan sarana telepon (fix phone atau sellular) apabila di daerah titik pengamatan sudah memiliki jaringan telepon. Jaringan telepon sellular yang digunakan biasanya adalah jaringan GSM atau bahkan CDMA dan GPRS.

USB

Selain untuk mendapatkan informasi data pengukuran, fasilitas ini pun digunakan untuk memeriksa keadaan seluruh sistem pengukuran, yaitu untuk memonitor availability masing-masing unit pengukuran. Contoh sederhana adalah mengetahui kondisi setiap battery, kabel, dan sebagainya. Penggunaan telemetri melalui telepon sellular ataupun fix phone (PSTN) dapat digunakan secara simultan atau bergantian, tergantung cakupan jaringan yang tersedia di lokasi tempat pengukuran.

Water Level

Water Flow Wire or Radio Modem Data Logger Cellular

Precipitation

Evaporation

RS-485

MMC USB

Fix Phone

Air Flow

Moist & Temp IBM PC Laptop PDA Central Data Base

Radiation

System Configuration Technical Specification General specification : - Battery - ADC data output - Counter pulse output - Sampling rate - Communication - Ambient temperature - Cable Transmission - Radio Transmission - Power consumption : 12 V Rechargeable : 10 bit; 100 kS/s : 16 bit coded : 1 s - 1 day : RS - 485 : -35 - +80
OC

1. Water level : Shaft encoder - Resolution - Measuring range - Sensor type - Pulley circumference - Float/buoy - Float cable - Data output - Power : 1 mm : 1 - 20 m : Optical rotary encoder : 180, 200, 360, 400 mm : PVC; : 5 - 12 cm; 2,5 kg : 1 mm Stainless : Counter pulse : 12 mW

: shielded 4 wire; : 5 mm; 5 - 10 m long : 100 - 200 m straight FM (optional) : 10 W (less than 5 W idle)

Depth level - Resolution - Measuring range - Sensor type - Membrane - Casing sensor - Hanger standard - Data output - Power 2. Water flow : Flap & Propeller - Resolution - Measuring range - Sensor type - Propeller - Data output - Power Wing pressure - Resolution - Measuring range - Sensor type - Wing - Data output - Power Flow pressure - Resolution - Measuring range - Sensor type - Beam cylinder - Data output - Power : 0,25 m/s : 0,25 - 20 m/s : Resistive strain gauge : Stainless; : 10 - 20 cm; 50 cm long : 10 bit digital : 5 mW : 0,025 m/s : 0,025 - 10 m/s : Piezzo resistive : Aluminum; 5 X 30 cm : 10 bit digital : 5 mW : 0,025 m/s : 0,025 - 10 m/s : Magnetic induction : Stainless; : 5 - 20 cm; 120 - 500 gr : Counter pulse : 15 mW : 1 mm : 0 - 150 m : Piezzo resistive : Circular metal : Stainless; :20 - 60 mm; 0,5 - 2 kg : 1 mm stainless wire : 10 bit digital : 5 mW

3. Precipitation : Water drop - Resolution - Measuring range - Sensor type - Collector surface - Casing - Alignment - Data output - Power Tipping bucket - Resolution - Measuring range - Sensor type - Collector surface - Casing - Syphon size - Alignment - Data output - Power Collector chamber - Resolution - Measuring range - Sensor type - Collector surface - Casing - Alignment - Data output - Power : 50 - 100 ml : 50 - 500 ml/s : Electrode : 200 cm2 : Aluminum : Circular water pas : Counter pulse : 10 mW : 5 - 20 ml : 0 - 100 ml/s : Proximity : 200 cm2 : Aluminum : 5 - 30 ml : Circular water pas : Counter pulse : 10 mW : per drop : 0 - 15 drop/s : Photo diode : 200 cm2 : Aluminum : Circular water pas : Counter pulse : 10 mW

4. Evaporation : Evaporation pan - Resolution - Measuring range - Sensor type - Evaporator surface - Casing - Data output - Power Blotting paper - Resolution - Measuring range - Sensor type - Data output - Power 5. Air flow : Flap and Propeller - Resolution - Measuring range - Sensor type - Flap - Propeller - Data output - Power Ultrasonic array - Resolution - Measuring range - Sensor type - Alignment - Data output : speed : 0,01 m/s; angle : 1 O : speed : 0,01 - 10 m/s; angle : 0 - 360 O : 4 Piezzo electric : Circular water pas : 10 bit digital : speed : 0,1 m/s; angle : 1 O : speed : 0,1 - 10 m/s; angle : 0 - 360 O : Magnetic induction : Aluminum; 100 50 gr : Aluminum; : 5 20 cm; 90 - 300 gr : 10 bit digital : 45 mW cm2 ; : 0,1 ml : 0 - 10 ml/s : Pressure gauge : 10 bit digital : 25 mW : 1 ml : 0 - 100 ml/s : Pressure gauge : 200 cm2 : Stainless : 10 bit digital : 25 mW

- Power 6. Humidity and Temperature : Thermistor & capacitive - Resolution - Measuring range

: 30 mW

: thermal : 0,1 OC; humidity : 0,1 % RH : thermal : - 30 - +70


OC;

humidity : 0 - 100

% RH - Sensor type - Oscillator frequency - Casing - Data output - Power Thermal and moist chip - Resolution - Measuring range : thermal : 0,1 OC; humidity : 0,1 % RH : thermal : - 40 - +120
OC;

: thermal : PT-100; humidity:double plate : 10 MHz : Stainless conditioner grill guard : 10 bit digital : 12 mW

humidity: 0 - 100

% RH - Sensor type - Casing - Data output - Power : Integrated -chip : Stainless conditioner grill guard : 10 bit digital : 5 mW

7. Radiation : Photo sensitive - Resolution - Measuring range - Spectral range - Sensor type - Casing - Alignment - Data output - Power Thermocouples - Resolution - Measuring range - Spectral range - Sensor type - Casing - Alignment - Data output - Power Power Module : Battery - Type - Voltage - Capacity Charger - Type - Voltage - Max. Current Solar panel - Type - Max. Voltage - Max. Current : Regulated photo cell : 15 V current limiter :2A : Constant current : 13,8 V :1A : Rechargeable Lead Acid : 12 V : 7 Ah : 10V/W/m2 : 0 - 1,5 kW/ m2 : 0,3 - 3 m : Thermocouple : Glass cover : Circular water pas : 10 bit digital : 15 mW : 100V/W/m2 : 0 - 2kW/ m2 : 0,2 - 300 m : Photo sensitive : Glass cover : Circular water pas : 10 bit digital : 15 mW

Data Acquisition & Transmission : Radio modem - Frequency - Antenna - Casing - Power Data logger - Memory capacity - Input - Output control - Display - Keypad - Peripheral - Casing - Power Cellular transmitter - Frequency - Antenna - Communication - Power : 900 / 1800/ 1900 MHz : Internal ferrite or copper standard : GSM (CDMA, GPRS coming soon !) : 100 - 400 mW (running); 10 mW (quiescent) Optional power - Solar panel - Battery charger - DC Adaptor : 13,5 V 25W : Switching 15V 35W : 12V 25W : MMC 256 Mb : 8 - 16 channel RS 485 : Alarm activation (optional) : LCD 2 x 16 characters : 16 button, flat pad : USB 2.0 : Weather proof polyester : 120 mW : 433 MHz FM : Internal stainless pilot : Weather proof polyester : 200 mW

Software & application - Compatibility - Operating system - Data form : IBM-PC compatible : Windows98, XP, 2000 : Spread sheet, data text - Function : Graph analysis, Real time monitoring, Alert warning

Solar Panel Data Logger & SMS Transmitter

Power Module

Water

Depth Level

Current Meter

Hidrology Measurement