Anda di halaman 1dari 4

GAYA KONSERVATIF & ENERGI POTENSIAL

Suatu jenis gaya yang bersifat khusus dan sangat penting dalma fisika, adalah gaya yang secara eksplisit hanya
bergantung pada tempat atau posisinya ( r

).
( ) r F F


=
Usaha yang dilakukan oleh gaya jenis tersebut hanya tergantung pada posisi awal dan posisi akhirnya saja. Ia
tidak terganutng pada lintasannya. Hal ini berarti usaha yang dilakukan gaya tersebut di sepanjang lintasan tertutup
adalah nol.
( )
}
= -
s
0 r d r F


Gaya jenis ini disebut dengan gaya konservatif. Selain usahanya tidak tergantung pada lintasan, gaya
konservatif juga mempunyai sifat bahwa
( ) 0


= V r F
Secara umum, usaha yang dilakukan oleh gaya konservatif dapat dirumuskan sebagai:

( )
( ) ( ) | |
1 2
2
1
r E r E
r d r F W
p p
r
r

=
- =
}

( )
1
r E
p

= medan fungsi sklalar yang disebut energi potensial benda pada posisi r


Hubungan antara ( ) r E
p

dengan ( ) r F

biasa dinyatakan sebagai :


( ) ) (r E r F
p

V = atau
}
- = r d r F r E
p

) ( ) (
BEBERAPA GAYA NON KONSERVATIF
Ada beberapa macam gaya non konservatif, baik itu gaya yang ada di dalam system itu sendiri maupun gaya yang
dikerjakan dari luar sebagai gaya eksternal.
Misal: Benda yang didorong atau ditarik dengna tali sehingga benda mengalami gaya tegangan tali.
Gaya dorong dan tegangan tali, keduanya merupakn gaya non konservatif di mana gaya yang dilakukannya tergantung
lintasannya (panjang) dan mereka sebagai gaya eksternal.
Gerak dan keadaan suatu system ditentukan oleh resultan gaya-gaya yang bekerja pada system tersebut. Hukum-hukum
Newton mengisyaratkan bahwa JIka resultan gaya pada system diketahui maka keadaan system setiap saat data
diramalkan. Begitu juga sebaliknya, jika keadaan gerak system sudah ditentukan maka dapat dicari resultan gaya pada
system tersebut.
Oleh karena itu, disarankan untuk memulai analisis keadaan suatu system hendaknya diawali dengan melihat seluruh
gaya yang bekerja pada system tersebut.












mg sin
f

N

mg cos
1. Gaya Gesekan
Dua benda yang bersinggungan (balok di atas meja ditarik), disini ada tahanan yang menentang gerak relative
anatra dua benda






Gaya yang menahan benda sehingga benda tersebut berubah momentum gayanya disebut
gaya gesekan
a. Benda yang bergerak pada bidang miring, dengan kemiringan sudut terhadap bidang horizontal.








1) Pada saat benda akan bergerak ke bawah:
sin g m f
0 f sin g m
s
s
=
=

tg
cos
sin
cos g m
sin g m
s

sin g m cos g m
s

s
f N
s

cos g m N 0 cos g m N
0 cos W N
= = =
=
=
= =
=

N
f
w
F
mg
2) Pada saat benda bergerak ke bawah menurut hukum II Newton:
cos g m f
cos g m cos W N dengan N, f mana di
a m f sin g m
k k
k k
k
=
= = =
=

cos g
a sin g
cos g m
a m sin g m
k

mgcos
k
a m sin g m
a m cos g m
k
sin g m
maka

=
=
=

b. Benda yan bergerak pada bidang mendatar:








2) Benda yang sudah bergerak
k

s

g m
a m F
k
kinetik gesekan koefisien Jadi
g m
k
a m F
a m N
k
F
N
k

k
f mana di , a m
k
f F
a m F
: Newton II hukum Menurut
g m N 0 w N
)

=
=
=
= =
=
= = =

w

c. Dua benda yang bersinggungan dapat berupa suatu benda pejal yang bergerak dalam fluida (zat cair)
Pada kecepatan relative rendah, gaya gesekan dapat di dekati (diasumsikan) sebanding dengan
kecepatan dan berlawanan arah dengan gerakan. Oleh karena itu, gaya gesekan fluida :


N
f
w
F
1) Benda yang akan bergerak :

g m
F
statis gesekan koefisien Jadi
g m F
maka g m W N karena N, F
statis) gesekan (gaya N f mana di
s
s
s
s s

=
=
= = =
=

,
s
f F
g m W N 0 W N
0
s
f F 0 F
=
= = =
= =



detik.m N adalah SI dalam kositas satuan vis dan
s) (viskosita fluida internal gesekan pada g tergantun yang koefisien
R 6 k harga maka R, jarinya - jari yang bola Untuk
benda. bentuk g tergantun yang koefisien k mana di
v k F
2 -
=
=
=
=


Besarnya koefisien viskositas bertambah dengan bertambahnya suhu dalam gas. Tetapi untuk zat cair
koefisien viskositas berkurang dengan bertambahnya suhu.
v k F a m

q = = : Newton II hokum Menurut v k F gayanya resultan Jika


nol. menjadi kanan ruas akhirnya sehingga fluida gesekan
penambahan n menyebabka dan v dalam kontinu penambahan an menghasilk a percepatan tetap, F Kalau


Pada saat a

juga nol di sana tidak menambah kecepatan, yang berarti gaya gesekan seimbang dengan gaya
yang digunakan.
Partikel bergerak kontinu dalam arah gaya dengan kecepatan tetap, disebut kecepatan batas (ambang) yang
ditulis:
.......(*) ..........
k
g m
L
v
k
F
L
v
L
v k F
L
v k F 0
v k F a m

=
=
=
=
=


Kecepatan ambang tergantung bentuk benda dan koefisien viskositas fluida.
Persamaan (*) perlu dikoreksi sehubungan dengan gaya ke atas (hokum Archimedes) yang menyatakan
bahwa . Benda dalam fluida akan mendapat gaya ke atas yang besarnya sama dengan berat zat cair yang
dipindahkan oleh benda itu.
Bila m = massa fluida yang dipindahkan oleh benda
mg = berat fluida sehingga gaya ke atasnya

= g m B

.
Jadi gaya netto ke bawah
g ) m' (m g m' g m =
k
g ) m' (m
L
v : menjadi (*) persamaan Sehingga

=