Anda di halaman 1dari 12

JIKA MUHAMMAD ITU BENAR UTUSAN TUHAN,

MENGAPA DALAM BIBEL TIDAK ADA NUBUAT UNTUK


MUHAMMAD
Dalam bibel sangat jelas sekali banyak nubuat yang ditujukan kepada
Nabi Muhammad SWA. Kita akan tampilkan tiga saja nubuat tsb
NUBUAT PERTAMA : TUHAN MEMBANGKITKAN SEORANG
PEMBEBAS/ PENOLONG (Alkitab,Yesaya 41 : 1-5)

ISI NUBUAT :
1. Dengarlah Aku dengan berdiam diri, hai pulau-pulau ; hendaklah bangsa-bangsa
mendapat kekuatan baru !
biarlah mereka datang mendekat, kemudian berbicara ; baiklah kita tampil bersama-
sama untuk berperkara !
2. Siapakah yang menggerakan Dia dari Timur,
3. Menggerakan dia yang mendapat kemenangan di setiap langkahnya,
4. yang menaklukkan bangsa-bangsa ke depannya dan menurunkan Raja-Raja ?,
5. Pedangnya membuat mereka seperti debu dan panahnya membuat mereka seperti
jerami yang tertiup
6. Ia mengejar mereka dan dengan selamat Ia melalui jalan yang belum pernah diinjak
kakinya.
7. Siapa yang melakukan dan mengerjakan semuanya itu ? Dia yang dari dahulu
memanggil bangkit keturunan-keturunan ….Pulau-pulau telah melihatnya dan menjadi
takut, ujung-ujung bumi pun menjadi gemetar...

SIAPAKAH PEMBEBAS/PENOLONG TERSEBUT ?

FAKTA NUBUAT
- KEKUATAN BARU (1) ;
Berarti suatu kekuatan diluar bangsa Yahudi/Israel. Dimana
sebelumnya Tuhan banyak mengutus para nabinya di tanah dan dari
bangsa Yahudi.
Fakta sejarah kemudian membuktikan setelah itu memang tidak ada
lagi kekuatan baru yang muncul kecuali bangsa Arab (Timur tengah)
setelah Muhammad lahir/ memimpin. Bangsa Arab (keturunan Ismail)
saat itu menjadi kekuatan baru, bangsa besar dan maju.
“Muhammad adalah seorang jenius yang sangat luar biasa, Tatkala wafat pada
tahun 632 M, dia telah berhasil menyatukan hampir semua suku arab menjadi
sebuah komunitas baru” (Karen Armstrong, dalam buku terlaris didunia ;
“Sejarah Tuhan”)

- DIA DARI TIMUR (2) ;


Didalam Alkitab sangat jelas keturunan siapa yang disebut Allah dari
timur tersebut. Kitab Kejadian 25 : 5-6, menyatakannya ;
“Abraham memberikan segala harta miliknya kepada Ishak, tetapi kepada anak-
anaknya yang diperolehnya dari gundik-gundiknya ia memberikan pemberian ;
kemudian ia menyuruh mereka –masih pada waktu ia hidup- meninggalkan Ishak,
anaknya, dan pergi kesebelah timur, ke Tanah Timur.
Abraham menyuruh semua keturunan dari selir/hambanya, pergi dan
untuk tinggal kesebalah timur, ke tanah Timur, kecuali Ishak.
Sehingga sangat jelas yang dimaksud Tuhan “dari Timur” tersebut
bukan dari keturunan Ishak.

- MENDAPATKAN KEMENANGAN DISETIAP LANGKAHNYA (3) ;


Sejarah membuktikan Muhammad selalu mampu menghadapi
perlawanan dan serangan dari kaum kafir yang ingin menghancurkan
Islam. Sangat kontradiktif dengan perjuangan Yesus yang selalu
menghindar dari pengejaran kaumnya sendiri dan berakhir secara
tragis.

- MENAKLUKAN BANGSA-BANGSA DAN RAJA-RAJA (4) ;


“.....Seorang bernama Muhammad, dan satu abad itu ; bukankah ini bagaikan sebuah
bunga api yang telah jatuh ? satu bagian jatuh ditanah padang pasir yang tampak
hitam tak terhiraukan. Tetapi lihatlah, pasir itu menjadi serbuk yang meledak
menjulang tinggi mulai dari New Delhi sampai Spanyol” (Thomas Cartyle, sejarawan
besar dari Inggris, dalam bukunya On Heroes and Herowarship)
Puluhan buku sejarah hasil karya sejarawan-sejarawan besar barat
pun, tidak ada satupun yang tidak mengakui, bahwa Muhammad
mampu menaklukan banyak bangsa dan raja, sehingga akhirnya
mereka memeluk Islam.

- PEDANG DAN PANAH ADALAH SENJATANYA (5) ;


Dalam sejarah perjuangannya, Muhammad dan pasukanya terkenal
akan kelihaian berperang menggunakan pedang dan panah, sehingga
lawan-lawanya yang lebih kuat dan lebih banyak dibuat menyerah.

- IA SELAMAT (6) ;
Walaupun tidak pernah mengalami pendidikan dan pengalaman,
Muhammad yang sering memimpin langsung dimedan peperangan,
selalu selamat.

- PULAU MENJADI TAKUT, UJUNG BUMI MENJADI GEMETAR (7) ;


Fakta sejarah membuktikan, Kebangkitan Islam yang spektakuler saat
itu, benar-benar telah mengguncangkan dunia. Membuat banyak
bangsa dan pimpinan terkejut dan panik dibuatnya. Seorang sekelas
seperti Martin Luther pun, yang nota benenya pendiri dan penggagas
Aliran Protestan, tidak bisa “menahan dan menyembunyikan
kepanikannya”, sehingga sangat tidak pantas keluar kata-kata
darinya dibawah ini ;
“Jika engkau disebut Nabi, siapakah orang bodoh yang tak tahu adat seperti itu ?, bila
semangat kedustaan telah menguasai Muhammad dan setan telah membunuh jiwa
manusia dengan Al-Qur’annya dan menghancurkan iman orang Kristiani, Dia harus terus
mengangkat pedang mulai membunuh tubuh-tubuh mereka.”
“Kita berjuang agar orang-orang Turki itu tidak menempatkan Muhammad yang hina itu
pada kedudukan Tuhan kita, Kristus.”
“Muhammad mengabdikan dirinya kepada kemewahan dan kenikmatan hawa nafsu, yang
memiliki potensi seksual seekor biri-biri jantan, namun Ia kurang merugikan gereja
dibandingkan dengan dengan Uskup Roma. Muhammad mengambil semua wanita, karena
itu Dia tak beristri, namun Paus lebih tak bermoral, karena Dia pura-pura suci padahal
melakukan sex bebas.”
(Theodore Bachmann ed., Luther’s Work 35 –Pliladelphia Muklenberg Press-1960),
(Joroslav Pelikan, ed., Luther’s Work 15 St. Louis Concordia –1966), (Rebert Schultz ed.,
Luther’s work 46 (Phil.: Fortress 1967)

KESIMPULAN NUBUAT
Tidak ada keraguan sedikitpun, bahwa ada orang lain dalam sejarah kehidupan
manusia didunia ini yang cocok dengan fakta sejarah terkait dengan nubuat
tersebut, kecuali ditujukan kepada dan digenapi oleh Muhammad.

NUBUAT KEDUA : ALLAH MEMBANGKITKAN NABI TERAKHIR DARI


GURUN PARAN (Alkitab, Ulangan 33 : 1-2)

ISI NUBUAT
8. Inilah berkat yang diberikan Musa, abdi Allah itu, kepada orang Israel sebelum ia
mati. Berkatalah ia : “Tuhan datang dari Sinai (Tursina) dan terbit kepada mereka
dari Seir ; Ia tampak bersinar dari pegunungan Paran dan datang dari tengah-tengah
puluhan ribu orang yang kudus ; di sebelah kanan-Nya tampak kepada mereka api
yang menyala
Arti dari ayat tersebut adalah ;
 Setelah Allah membangkitkan Musa di gunung Sinai (TURSINA),
 Lalu Allah membangkitkan Yesus di SEIR,
 Kemudian terakhir Allah membangkitkan seseorang di pegunungan PARAN.

FAKTA NUBUAT
Siapakah seseorang dari PARAN tersebut ?
Ini dijawab sendiri oleh Alkitab, yang terdapat didalam Kitab Kejadian
21 : 19-21 :
- Lalu Allah membuka mata Hagar, sehingga ia melihat sebuah sumur ; ia pergi mengisi
kirbatnya dengan air, kemudian diberinya anak itu minum.
- Allah menyertai anak itu, sehingga ia (Ismail) bertambah besar ; ia menetap di padang
gurun dan menjadi seorang pemanah.
- Maka tinggalah ia di padang gurun PARAN, dan ibunya mengambil seorang istri baginya
dari tanah Mesir
KESIMPULAN NUBUAT
Sangat jelas dan tidak perlu kata khiasan lagi bahwa utusan terakhir Allah adalah
dari keturunan Ismail, anak Abrahim (Ibrahim) dari istri lainnya yang bernama
Hagar (Hajar). Siapa lagi kalau bukan Muhammad.

NUBUAT KETIGA : NABI YANG AKAN DATANG (Yohanes 1 : 19-25)

ISI NUBUAT
Dan inilah kesaksian Yohanes ketika orang Yahudi dari Yerusalem mengutus
beberapa imam dan orang-orang Lewi kepadanya untuk menanyakan dia :
“Siapakah engkau ?
Ia mengaku dan tidak berdusta, katanya : “Aku bukan Mesias.”
Lalu mereka bertanya kepadanya : “Kalau begitu, siapakah engkau ? ... Elia ?
Dan ia menjawab : Bukan !”
9. “Engkaukah nabi yang akan datang ?”
Dan ia menjawab : “Bukan !”
Maka kata mereka kepadanya :
“Siapakah engkau ? sebab kami harus memberi jawaban kepada mereka yang
mengutus kami. Apakah katamu tentang dirimu sendiri ?”
Jawabnya : “Akulah suara orang yang berseru-seru dipadang gurun :
Luruskanlah jalan Tuhan ! seperti yang telah dikatakan nabi Yesaya.’
Dan di antara orang-orang yang diutus itu ada beberapa orang yang diutus itu
ada beberapa orang Farisi.
10. Mereka bertanya kepadanya, katanya : “Mengapakah engkau membaptis,
jikalau engkau bukan Mesias, bukan Elia, dan bukan Nabi yang akan datang ?”
Ringkasan dan pengertian dari ayat tersebut adalah sbb :
Imam Yahudi bertanya : Siapakah engkau ?
Yohanes menjawab : Aku bukan Messias (Yesus) !
Imam Yahudi bertanya : Kalau begitu apakah engkau Elia ?
Yohanes menjawab : Bukan !
Imam Yahudi bertanya : Atau apakah engkau adalah Nabi yang akan
datang ?
Yohanes : Bukan !
Utusan Yahudi : Kalau begitu kenapa engkau membaptis ?
- Jika engkau bukan Mesias (Yesus),
- SiapaJika engkau bukan Elia
- Jika engkau bukan Nabi yang akan
datang

FAKTA NUBUAT
BERAPA OKNUM YANG DIPERTANYAKAN ?
Dari dialog penting tersebut, sangat jelas utusan/Imam Yahudi itu
menanyakan 3 oknum yang berlainan antara satu dengan lainya, yaitu
 Mesias (Yesus)
 Elia
 Nabi yang akan datang

MENGAPA KETIGANYA DIPERTANYAKAN ?


Ketiga oknum berbeda tersebut ditanyakan karena sudah pasti
ketiganya tercatat didalam Kitab-kitab sebelumnya (Perjanjian lama)

Nats pada Injil Yohanes 1 : 19-25 tersebut di perkuat oleh Nats Yohanes 7 : 40-43,
yang menggambarkan orang-orang saling bertanya tentang siapa Yesus sebenarnya
;
-Beberapa orang diantara orang banyak, yang mendengar perkataan-perkataan itu,
berkata : “Dia ini benar-benar Nabi
yang akan datang”
-Yang lain berkata : “Ia ini Mesias”
-Tetapi yang lain lagi berkata : “Bukan, Mesias tidak datang dari Galilea !
Karena kitab suci mengatakan, bahwa Mesias berasal
dari keturunan Daud dan dari kampung Betlehem,
tempat dahulu Daud tinggal”.
-Maka timbulah pertentangan diantara orang banyak karena dia

KESIMPULAN NATS YOHANES 7 : 40-43


Dari dialog tersebut pun “sangat jelas” penekanan tentang dua oknum yang
berbeda, mereka tidak menyatukan pengertian oknum Mesias dan oknum Nabi
yang akan datang.

MENGAPA MEREKA MENYEBUT DUA OKNUM BERBEDA TERSEBUT ?


Sudah pasti tercata dalam kitab suci sebelumnya. Ini sangat singkron dengan
ayat Al-Qur’an :
“....(yaitu) orang-orang yang mengikuti Rasul, Nabi yang ummi (yaitu Muhammad) yang
(namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, ...”
(Qur’an, Al-A’raf 156-157).

Yang menjadi pertanyaannya adalah SIAPAKAH NABI YANG AKAN


DATANG TERSEBUT ?
a. Apakah Nabi yang dimaksud juga menunjukkan kepada Yesus ?
-Umat Kristiani berpendapat bahwa yang dimaksud Nabi yang akan datang
tersebut adalah Yesus, yang juga disebut Mesias. Dalam perjajian baru
(injil) Ia juga pernah disebut Nabi. Demikian Juga banyak dinubuatkan
dalam Perjanian Lama.
-Namun apabila kita mencermati jawaban Yesus sendiri terhadap “kontek
langsung” dari berbagai guncingan tentangnya siapa sesungguhnya Dia,
maka dari beberapa pilihan status apakah dia itu ; Mesias ? , Nabi ?, atau
nama lainnya ?.
Yesus selalu menyatakan dan menegaskan dirinya Mesias (Juru selamat).
Hal ini dapat disimak dari Injil Matius 16 : 13-20, yang “ringkasannya”
adalah sbb ;
Yesus bertanya pada murid-muridnya : “Kata orang, siapakah anak manusia itu ?
(maksudnya ; menunjuk dirinya)
Jawab mereka : “Ada yang mengatakan Yohanes, Elia, Yeremia, atau salah
seorang dari para Nabi”
Yesus bertanya lagi : “Tetapi apa katamu, siapakah aku ini ?
Jawab Simon Petrus : “Engkau adalah Mesias, anak Allah yang hidup”
Yesus menaggapi : “Berbahagialah engkau Simon bin Yunus, sebab bukan
manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapaku yang ada di sorga.”
Lalu Yesus melarang murid-muridnya supaya jangan memberitahukan kepada
siapapun bahwa dirinya adalah Mesias

-Demikian juga dapat disimak yang terdapat dalam Lukas 9 : 20-21


-Yang kedua, yang harus diperhatikan jelas adalah penyebutan “Nabi yang
akan datang” selalu disebut dengan urutan yang selalu terakhir setelah
penyebutan nama Mesias. Sehingga ini menandakan oknum yang hadir
tersebut tidak dalam waktu yang bersamaan, tetapi Nabi akan muncul
kemudian setelah Mesias. Simak juga pengertian dari kata-kata “Yang akan
Datang”
-Kesimpulannya sangat jelas yang dimaksud “Nabi yang akan datang” dalam
Injil Yohanes 1 : 19-25 berbeda oknumnya dengan Mesias, sehingga yang
dimaksud “Nabi yang akan datang” tersebut bukanlah Yesus.

b. Atau apakah Nabi yang akan datang tersebut ditujukan untuk salah satu
murid Yesus, atau Paulus ?, atau untuk yang lainnya ?

c. Ataukah ditujukan untuk Muhammad ?


Seperti Keyakinan umat muslim bahwa sesungguhnya dalam kitab
Taurat/Perjanjian Lama tercatat tentang kedatangan Muhammad sebagai
Nabi/Rasul terakhir.

JAWABAN SIAPA NABI TERSEBUT


Sebelum bisa menjawab pertanyan tersebut, kita harus membahas dahulu
tentang Devinisi/ketentuan Allah sendiri tentang “ciri-ciri Nabi yang tidak
benar/palsur” dan “ciri-ciri Nabi yang benar”, sesuai yang tertulis dalam
Perjanjian Lama

a. Ciri-ciri “pertama” Nabi yang tidak benar/palsu.


“Tetapi seorang Nabi, yang berlaku berani untuk mengucapkan demi namaKu
perkataan yang tidak kuperintahkan untuk dikatakan olehnya, atau yang berkata
demi nama Allah lain, Nabi itu harus mati” (Ulangan 18 : 20)
Catatan khusus :
 Ayat tersebut merupakan Alkitab Perjanjian Lama, sehingga turunnya ayat
tersebut saat Yesus belum lahir, dimana konsep Tuhan masih Esa/tunggal
“murni”, artinya belum ada Tuhan Anak/Trinitas.
 Didalam Perjanjian Lama (sebelum Yesus lahir) tidak ada satu ayatpun
Allah merencanakan akan turun kedunia, dengan menjelma menjadi
manusia.
Demikian pula konsep inkarnasi Allah Bapa ke Anak manusia (Trinitas)
baru lahir 350 tahun setelah Yesus-nya tiada (Karen Armstrong, dalam
bukunya Sejarah Tuhan)

Pengertian dan penjelasan Nats Ulangan 18 : 20 ini :


 Tuhan yang Esa/tunggal “murni” tersebut, menyatakan dengan jelas 2 hal
penting , yaitu ;
- mengucapkan demi namaNya yang tidak diperintahkan kepada orang
tersebut
- berkata dengan nama Allah lain, selain Allah yang Esa/Tunggal murni
(misalnya ; Tuhan anak, Tuhan Dewa, Tuhan Roh kudus, atau Tuhan
lainnya).
 Dengan analisa & penelaahan secara mendalam, dan ditinjau dari sudut
apapun, yang dimaksud kontek mati disini bukan mati secara normal,
sebab semua orang pasti akan mati. Juga bukan mati secara
ajaran/fahamnya. Tetapi benar-benar mati dmana roh meninggalkan
badan.
Ketentuan Tuhan tersebut sudah menjadi ketetapan pasti dan sebagai
tanda bagi umatnya, yang mau berpikir. Dan sudah pasti berlaku kepada
siapapun sampai akhir jaman.

Siapa yang ter-nubuat sebagai Nabi Palsu, dari ciri-ciri tersebut ?


Apakah Yesus sendiri ?
Sesungguhnya kalau dianalisa secara murni, netral dan tidak dipaksakan,
maka sangat jelas Yesus ter-nubuat kepada ciri-ciri Nabi tidak benar/palsu.
Walaupun umat kristiani menolak dengan dalih Yesus mati untuk tujuan
penebusan dosa warisan dari Nabi Adam.
Sehingga apakah tidak lebih benar, jelas, tegas pendapat Al-Qur’an bahwa
sesungguhnya Yesus tidak mati disalib sehingga sesungguhnya Yesus tidak
ternubuat ;
“Dan (lantaran) perkataan mereka : ‘Kami telah bunuh Al-Masih, Isa, anak

Maryam, pesuruh Allah’, padahal mereka tidak bunuh Dia dan mereka tidak salib

Dia, tetapi disamarkan bagi mereka, dan sesungguhnya orang-orang yang

berselisih (faham) di tentang itu, adalah didalam syak padanya, mereka tidak

mempunyai pengetahuan di tentang itu melainkan turut sangka-sangkaan (saja),

dan mereka tidak bunuh Dia dengan yakin. Tetapi Allah telah angkat Dia

kepadaNya,*) karena adalah Allah itu Gagah, Bijaksana” (An-Nisa : 157-158)

 Apakah yang ternubuat adalah Paulus dan Murid lainnya ?


Ia yang disebut Rasul oleh umat Kristiani, dimana tulisan berupa surat-
surat untuk jemaatnya masuk dalam Alkitab. Dimana pada akhir
hayatnya meninggal secara menggenaskan, dianyaya dan kepalanya di
pancung, di usia 67 tahun, pada jaman Kaisar Nero.
Demikian juga dengan Rasul lain selain Paulus, pada umunya meninggal
karena penyiksaan dari hukuman yang ditimpakan kepadanya.
Umat kristiani menolak menjadikan Paulus, cocok dengan Ulangan 18 : 20
diatas, sebab Paulus mati sebagai martir (mati sahid karena membela
agama).
Apabila pendapat umat kristiani seperti itu, umat Islam mempertanyakan
Kenapa dan untuk apa Tuhan mengeluarkan nubuat Ulangan 18 : 20
tersebut ?,
Supaya tidak terjadi kesalah paham yang besar, bahkan dinilai
kontradiktif, terhadap nubuat tersebut, kenapa Tuhan tidak
menyelamatkan Paulus dan lainnya (Seperti terhadap nubuat Nabi
yang diselamatkan walaupun sudah berjuang dan berperang dengan
gigih, pada ayat Yesaya 41 : 1-3)

 Ataukah yang dimaksud Nabi palsu itu adalah Muhammad


Muhammad yang secara tegas mengakui sebagai Nabi, meninggal secara
wajar dihadapan Istrinya, bahkan sebelum meninggal Ia menerima wahyu
yang terakhir, saat melakukan wukuf di padang Arafah, untuk
melaksanakan Haji Wada.
“.... pada hari ini telah kusempurnakan untuk kamu Agamamu dan telah
kucukupkan kepadamu nikmatKu, dan telah Aku ridhoi Islam itu menjadi
Agamamu....” (Qur’an, Al-Maidah 3)
(Surat ini diperintahkan oleh Muhammad di simpan tidak diakhir Alquran, tetapi disusun seperti
terdapat dalam Al-Qur’an saat ini.)
Apabila termasuk kwalifikasi Nabi Palsu, sudah pasti seharusnya
Muhammad meninggal secara tidak terhormat, mati dibunuh.
Atau katakanlah pengertiannya mati dari Ulangan 18 : 20 adalah
ajaranya. Bukankah Islam didunia berkembang pesat hampir menyamai
jumlah umat Kristen, padahal Islam lahir puluhan abad kemudian.

B. Ciri-ciri “kedua” Nabi yang tidak benar


“Apabila seorang Nabi berkata demi nama Tuhan dan perkataannya itu tidak terjadi dan
tidak sampai, maka itulah perkataan yang tidak diFirmankan Tuhan : …”
(Ulangan 18 : 22)

Al-Qur’an yang telah diuji oleh pihak manapun, tidak pernah ditemukan
satu ayatpun yang tidak terbukti/terjadi. (Baca modul ke 8 : 151 mukjizat
Muhammad yang tidak tertandingi).
Sehingga Muhammad tidak ternubuat sebagai ciri-ciri nabi tidak benar/palsu.
Namun ironisnya, Injil yang ada sekarang ini, justru terdapat 9 nubuat yang tidak
terbukti (Baca modul ke 6 : 9 nubuat penting Alkitab tak terbukti). Sehingga
apabila berpatokan terhadap nats ayat diatas maka Yesus ternubuat Ulangan 18
: 22.

C. Ciri-ciri Nabi yang benar


Lihat nubuat dalam Alkitab Yesaya 41 : 1-5, Ulangan 33 : 1-2, Ulangan 18 : 18
diatas

KESIMPULAN AKHIR
Dengan berbagai bukti ulasan diatas maka tidak diragukan bahwa yang disebut “Nabi yang akan datang” tersebut adalah
Muhammad.

“Muhammad, sebagai Nabi, adalah unik, final dan tak terulang.....Al-Qur’an merupakan
bukti yang menentukan bahwa misi Nabi ini berasal dari Tuhan. Kefasihan bicara
menunjukan bahwa sumber Al-Qur’an adalah Tuhan”. (Kenheth Cragg, mantan
Uskup Anglikan. Dalam ; The Call of The Minaret – New York : Oxford University
Press-1964).

Sholawat kepada Nabi Muhammad sebagai bukti


bahwa Nabi Muhammad belum / tidak selamat
Jawaban :
Sholawat merupakan suatu bentuk penghormatan orang Islam kepada
Nabi Muhammad dan bagi orang yang bersholawat tersebut, Allah SWT
menjanjikan pahala yang besar. Jadi manfaat dan guna sholawat adalah
untuk orang yang bersholawat itu sendiri.
Nabi Muhammad tidak pernah menerima wahyu
secara langsung dari Allah.
Jawaban :
Nabi Muhammad memang tidak menerima wahyu secara langsung dari
Allah, namun melalui perantaraan malaikat Jibril. Konsep Tuhan dalam
Islam dan Kristen memang sangat berbeda dimana Islam beranggapan
bahwa manusia tidak akan sanggup berhadapan langsung dengan Allah.
Sedangkan dalam Kristen, Yakub bergulat semalaman melawan "Tuhan"
dan menang (Kejadian 32 : 22 - 23).

Al-Quran membenarkan Taurat dan Injil (Al-Maidah 44,


46 ,48 dll.)
Jawaban :
Al-Quran memang membenarkan Taurat dan Injil dalam arti bahwa kitab-
kitab tersebut berlaku hanya untuk umat di zamannya saja. Sedangkan
untuk umat manusia sampai akhir zaman Allah telah menurunkan Al-
Quran yang lebih sempurna.

Al-Quran tidak sesuai dengan fakta sejarah karena


disebutkan antara lain;

1. bahwa Ya'kub (Yakub) adalah anak Ibrahim, karena kakak


beradik dengan Ishak, dan ibunya adalah Sarah.
Jawaban :
Al-Quran tidak pernah menyebutkan bahwa Ya'kub adalah anak Ibrahim.
Al-Quran surat Hud 71 ; Dan istrinya berdiri (di sampingnya) lalu, ia tersenyum, maka
Kami sampaikan kepadanya berita gembira tentang (kelahiran) Ishak dan sesudah Ishak
(lahir pula) Ya'qub.
Ya’kub adalah anak Ishak (jadi Ya’kub adalah cucu Ibrahim). Pendapat ini
berdasarkan QS Al-Baqoroh 132 dan Yusuf 6. Lihat juga Al-Ankabut 27,
Maryam 19 dan Al-Anbiya 72.

2. Maryam bukan saudara perempuan Harun


Jawaban :
Maryam saudara perempuan Harun
a. Menurut catatan kaki untuk surat Maryam 28 dalam Al-Quran
terjemahan Ustadz A. Hasan, Maryam memang mempunyai saudara
bernama Harun, tetapi bukan Nabi Harun saudara Nabi Musa.
b. Makna "saudara perempuan Harun" memiliki arti yang luas, maka
menurut keluarga besar Israel tidak dapat disalahkan, karena Nabi
Harun adalah Nabi yang berbangsa Israel seperti Maryam.
c. Maryam adalah pendeta Yahudi (rabi) dan para rabi memang biasa
dipanggil Saudara perempuan Harun.

3. Al-Quran menyebutkan makam Ibrahim berada di Mekah,


padahal sebenarnya di Hebron.
Jawaban :
Maqom berbeda dengan makam.
Qur’an Surat Al-Baqoroh 125 ; “Dan (ingatlah) ketika Kami menjadikan rumah itu
(Baitullah) tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman. Dan jadikanlah
sebagian maqom Ibrahim tempat sholat. Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan
Ismail : "Bersihkanlah rumahku untuk orang-orang yang thawaf, yang I'tikaf, yang ruku' dan
yang sujud".
Maqom artinya tempat berdiri atau beradanya Nabi Ibrahim ketika sedang
membangun Ka'bah dan bukan berarti makam atau kuburan.

Sholat umat Islam menyembah Baitullah (ka’bah/batu)


Jawaban :
Dalam mengerjakan sholat, semua orang Islam diharuskan menghadap ke
Ka'bah yang berhikmah mempersatukan seluruh umat Islam dalam segi
syari'at. Nabi Muhammad menentukan arah kiblat dan Ka'bah adalah
setelah mendapat perintah Allah.
Qur’an surat Al-Baqoroh 144 ; Sungguh Kami (sering) melihat engkau
menengadahkan mukamu ke arah langit (berdoa) maka sungguh Kami memalingkan kamu ke
Kiblat yang engkau sukai. Palingkanlah mukamu ke arahnya. Dan sesungguhnya para ahli
kitab (Yahudi dan Nasrani) memang telah mengetahui bahwa berpaling ke Masjidil Haram
itu adalah hak (benar) dari Tuhannya; Dan Allah sekali-kali tidak akan lengah dari apa
yang mereka kerjakan.

Dalam perdebatan Islam - Kristen sering seorang


Muslim berargumentasi menggunakan ayat-ayat Bibel
padahal ia meyakini adanya pemalsuan terhadap Bibel
Jawaban :
Sekalipun seorang muslim percaya bahwa Bibel telah dipalsukan, namun
tidak berarti bahwa semua ayatnya telah dipalsukan. Masih banyak ayat
yang masih terjaga kemurniannya, misalnya tentang tauhid (keesaan
Allah). Islam tidak melarang umatnya menggunakan narasumber ahli
kitab sepanjang tidak bertentangan dengan Al-Quran. Hal ini didasarkan
pada QS Yunus 94 : “Maka jika kamu (Muhammad) berada dalam keragu-raguan
tentang apa yang Kami turunkan kepadamu, maka tanyakanlah kepada orang-orang yang
membaca kitab sebelum kamu. Sesunggunya telah datang kebenaran kepadamu dari
Tuhanmu, sebab itu janganlah sekali-kali kamu termasuk orang yang ragu-ragu”.
Dalam menghadapi berbagai kondisi diatas, Allah SWT memberikan petunjuk, agar
kami umat Islam tidak mendustakan, karena didalamnya masih ada kebenaran dan
tidak membenarkan, karena sudah banyak tambahan/ perubahan. “Jangan kalian
membenarkan Ahlul Kitab atau mendustakan mereka. Katakanlah ; ‘Kami beriman
kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada kami, dan apa yang diturunkan
kepada Ibrahim, Isma’il, Ishaq, Yakub dan anak cucunya, dan apa yang diberikan
kepada Musa dan Isa serta apa yang diberikan kepada nabi-nabi dari Rabbnya.
Kami tidak membeda-bedakan seorang pun di antara mereka dan kami hanya
tunduk patuh kepada-Nya” (Qur’an, Al- Baqarah 136).

Seorang suami muslim dapat dengan mudah


menceraikan istrinya dengan thalak. Hal ini
membuktikan bahwa Islam tidak melindungi hak
wanita.
Jawaban :
Islam tidaklah memberikan kebolehan melakukan thalak secara bebas
begitu saja. Dalam suatu hadits RasuluLlah bersabda "Perbuatan halal
yang paling dibenci Allah adalah thalak". Jadi kebolehan thalak hanyalah
bila keadaan sangat mendesak. Jika tidak ada tuntutan yang sangat
mendesak maka hukumnya makruh. Sedangkan bila tidak ada alasan apa-
apa maka hukumnya haram. Sebab thalak adalah tindakan kedhaliman
kepada istri dan berbuat dhalim adalah haram dalam urusan apapun.
Jadi thalak hanya boleh dilakukan kalau hubungan suami istri sudah tidak
dapat diperbaiki lagi. Hal ini disebutkan dalam QS An-Nisa 19 ; “Hai orang-
orang yang beriman, tidak halal bagi kamu mempusakai wanita dengan jalan paksa dan
janganlah kamu menyusahkan mereka karena hendak mengambil kembali sebagian dari apa
yang telah kamu berikan kepadanya, terkecuali bila mereka melakukan perbuatan keji yang
nyata. Dan bergaullah dengan mereka secara patut. Kemudian bila kamu tidak menyukai
mereka (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah
menjadikan padanya kebaikan yang banyak”.

Islam membenarkan menggunakan tipu daya bahkan


dalam Al-Quran dinyatakan bahwa Allah
menggunakan tipu daya.
Qur’an Surat An-Nisa 142 ; “Sesungguhnya orang-orang
munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan
mereka”.
Qur’an Surat Al-Anfal : 30 ; “Dan (ingatlah), ketika orang-
orang kafir (Quraisy) memikirkan daya upaya terhadapmu untuk
menangkap dan memenjara-kanmu atau membunuhmu, atau
mengusirmu. Mereka memikirkan tipu daya dan Allah
menggagalkan tipu daya itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu
daya.
Jawaban :
Yang tersebut pada kedua ayat di atas bukan menerangkan bahwa Allah
melakukan tipu daya. Tetapi ayat tersebut menggunakan susunan kalimat
sastra yang dinamakan musyakalah (perimbangan). Maksudnya,
menggunakan kata yang sama dalam susunan kalimat sebagai suatu
imbangan. Penggunaan perimbangan kata yang sama pada sebuah
kalimat adalah merupakan kesusastraan yang tinggi dan dalam bahasa
Arab merupakan model pembentukan kalimat yang sah.
Penggunaan tipu daya dalam Islam hanya dibenarkan dalam keadaan-
keadaan sangat memaksa, misalnya dalam perang. Jadi tidak boleh
menggunakan tipu daya dalam keadaan damai, misalnya untuk
berdakwah sebagaimana sering dilakukan oleh misionaris Kristen