Anda di halaman 1dari 11

PENDAHULUAN

Latar Belakang Ekosistem merupakan suatu kesatuan yang tak terpisahkan dari kehidupan mahluk hidup seperti hewan kambing padang rumput merupakan tempat mereka hidup. Keanekaragaman tumbuhan bawah berpengaruh terhadap mekanisme kehidupan dalam ekosistem padang rumput. Dimana tumbuhan bawah berperan penting dalam siklus hara tahunan. Aspek ekosistem sebagai suatu kesatuan komunitas biotik dan abiotik perlu dipertimbangjan dalam pengolahan padang rumput sejenis seumur agar tujuan pengolahan tercapai. Tumbuhan bawah tanah merupakan komponen penting dalam ekosistem padang rumput yang harus diperhitungkan perannya. Komposisi dan keanekaragaman tumbuhan bawah ikut menentukan struktur padang rumput yang pada akhirnya akan berpengaruh pada fungsi ekologisnya (Odum !""#$. %erubahan secara e&olusi menghasilkan proses di&ersifikasi terus'menerus di dalam makhluk hidup. Keanekaragaman hayati meningkat ketika &ariasi genetik baru dihasilkan spesies baru bere&olusi atau ketika satu ekosistem baru terbentuk keanekaragaman hayati akan berkurang dengan berkurangnya spesies satu spesies punah atau satu ekosistem hilang maupun rusak. Konsep ini menekankan sifat keterkaitan dunia kehidupan dan proses ( prosesnya ()ai*uini +,,-$. .ampir seluruh hutan alam termasuk dalam ekosistem hutan tropika humida dengan sederet atribut yang melekat padanya dan dikenal dengan ekosistem yang rapuh (fragile ecosystem$. Dalam perjalanan pengelolaannya sampai saat ini kondisi hutan sudah banyak mengalami kerusakan akibat eksploitasi yang berlebihan alih fungsi kebakaran penjarahan dan sebagainya. Kegiatan pengusahaan hutan selama ini ternyata telah menyebabkan terjadinya penurunan areal dan kualitas hutan yang berdampak jumlah kayu tersedia untuk panenan siklus tebang kedua jauh lebih rendah dari yang diharapkan (/rwanto +,,0$. 1elama beberapa dekade hutan'hutan Dipterocarpaceae di /ndonesia secara komersial ditebang dengan laju penebangan yang tinggi dan tidak

berkesinambungan. Dampak langsung penebangan terhadap hutan yang sangat jelas adalah hilangnya sejumlah tertentu pohon. 2amun dampak tidak langsung pengaruhnya sangat besar bagi kesehatan hutan dataran rendah di masa depan (/ndriyanto +,,0$. Tanaman'tanaman ini tidak hanya harus menghadapi bahaya terinjak' injak terluka dan gangguan'gangguan lainnya yang disebabkan oleh penebangan tetapi juga harus bersaing dengan spesies pionir yang tumbuh cepat yang dapat membuat tanaman tersebut kalah dalam bersaing mendapatkan cahaya matahari. 1atu kajian menunjukkan bahwa penebangan kembali spesies pionir dan pemberian lubang di kanopi untuk memberi lebih banyak sinar matahari mampu meningkatkan ketahanan regenerasi Dipterocarpaceae hingga 3,4. Di daerah' daerah yang tidak dikelola Dipterocarpaceae umumnya hanya menutup +54 dari total luas lahan basah (%urwati +,,6$. 1truktur komunitas tumbuhan memiliki sifat kualitatif dan kuantitatif. Dengan demikian dalam deskripsi struktur komunitas tumbuhan dapat dilakukan secara kualitatif dengan parameter kualitatif atau secara kuantitatif dengan parameter kuantitatif. 2amun persoalan yang sangat penting dalam analisis komunitas adalah bagaimana cara mendapatkan data terutama data kuantitatif dari semua spesies tumbuhan yang menyusun komunitas parameter kualitatif dan kuantitatif apa saja yang diperlukan penyajian data dan interpretasi data agar dapat mengemukakan komposisi floristik serta sifat ( sifat komunitas tumbuhan secara utuh dan menyeluruh. Keanekaragaman hayati merupakan konsep penting dan mendasar karena menyangkut kelangsungan seluruh kehidupan di muka bumi baik masa kini masa depan maupun e&aluasi terhadap masa lalu (Onri7al +,,6$. Tujuan Adapun tujuan dari praktikum yang berjudul 8Analisis Keanekaragaman Tumbuhan )awah8 ini adalah untuk meghitung dan mempelajari keanekaragaman tumbuhan bawah pada tingkat jenis.

TINJAUAN PUSTAKA
Analisis komunitas tumbuhan merupakan suatu cara mempelajari susunan atau komposisi jenis dan bentuk atau struktur &egetasi. Dalam ekologi hutan satuan &egetasi yang dipelajari atau diselidiki berupa komunitas tumbuhan yang merupakan asosiasi konkret dari semua spesies tetumbuhan yang menempati suatu habitat. Oleh karena itu tujuan yang ingin dicapai dalam analisis komunitas adalah untuk mengetahui komposisi spesies dan struktur komunitas pada suatu wilayah yang dipelajari (/ndriyanto +,,0$. Keanekaragaman pertanian merupakan teknologi modern terpenting untuk mencapai ketahanan pangan dalam perubahan iklim. %ara ilmuwan telah menunjukkan bahwa keanekaragaman memberi jaminan alami melawan perubahan ekosistem terbesar baik yang liar maupun di dalam pertanian. 1aat ini diperkirakan bahwa keanekaragaman genetik akan menjadi paling penting dalam &ariabel tertinggi lingkungan dan dengan cepatnya perkembangan manusia dalam perubahan iklim. 9umlah yang besar bermacam spesies atau &arietas dalam satu lahan ataupun ekosistem kemungkinan besar dapat mengatasi perubahan. Keanekaragaman spesies juga mengurangi kemungkinan hama dan penyakit dengan mengurangi kemampuan munculnya jenis perusak dalam ekosistem tersebut (%urwati +,,6$. Analisis komunitas tumbuhan merupakan cara mempelajari susunan atau komposisi spesies dan bentuk atau struktur masyarakat tumbuhan (&egetasi$. Dalam ekologi hutan satuan &egetasi yang dipelajari atau diselidiki adalah suatu komunitas tumbuhan yang merupakan asosiasi konkret dari semua jenis spesies tetumbuhan yang menempati habitat. Analisis komunitas bertujuan untuk mengetahui komposisi spesies dan struktur komunitas yang ada di suatu wilayah yang dipelajari dan hasilnya disajikan secara deskripsi (/rwanto +,,0$. Ada sejumlah prinsip ekologi yang penting yang dihubungkan dengan konsep keanekaragaman sebagaimana margalef (!"06$ menyatakannya pakar ekologi melihat di dalam ukuran keanekaragaman manapun ungkapan dari kemungkinan'kemungkinan pembuatan sistem'sistem umpan balik (feedback$. Karenanya keanekaragaman yang lebih tinggi berarti rantai'rantai pangan yang lebih panjang dan lebih banyak kasus ddari simbiosis (mutualisme parasitisme 3

komensalisme dan sebagainya$ dan kemubngkinan'kemungkinan yang lebih besar untuk kendali balik umpan balik yang mengurangi goyangan'goyangan dan karenanya meningkatkan kemantapan. Tutupan menyangkut luas tanah yang ditempati oleh bagian tumbuhan. Tutupan ditaksir dari sebuah contoh dan deberi pebatasan sebagai perbandingan bagian (biasanya dinyatakan sebagai persentase$ tanah yang ditempati oleh spesies yang ada. :engingat sifat tumpang tindih dari bagian tumbuhan persentase seluruh tutupan sering lebih dari !,, persen (Kristanto !""+$. Keanekaragaman jenis mempunyai sejumlah komponen yang dapat memberi reaksi secara berbeda'beda terhadap faktor'faktor geografi perkembangan atau fisik. 1uatu komponen dapat disebut sebagai kekayaan jenis atau komponen utama dapat disebut sebagai kekayaan jenis atau komponen &arietas. /ndeks'indeks ini dapat digunakan untuk membandingkan satu komunitas atau kelompok populasi dengan lainnya indeks spesies;area (yakni jumlah;satuan area$ juga digunakan untuk menyatakan keanekaragaman tetapi dalam membuat pembandingan'pembandingannya seseorang harus pasti bahwa besarnya contoh dapat dibandingkan. Keanekaragaman spesies cenderung akan lebih rendah dalam ekosistem secara fisik terkendali dab tinggi dalam ekosistem yang diatur secara biologi. Dan pada umumnya keanekaragaman akan naik dengan penurunan dalam nisbah dari perawatan antithermal terhadap biomasa oergantian ekologi yang berakaitan dengan kemantapan. .al ini dapat disebabkan oleh dalam hutan tertutup sehingga proses dekomposisi sangat lambat dan sinar matahari yang masuk hanya sedikit (melalui celah'celah dedaunan$ sedangkan pada ekosistem padang rumput sklusnya terbuka dan sinar matahari juga banyak sehingga mempercepat terjadinya proses dekomposisi yang sangat berpengaruh dalam persaingan untuk tetap hidup karena matahari sangat penting dalam proses fotosintesis (Odum !""#$.

METODOLOGI
#

Waktu dan Tem at %raktikum Ekologi .utan yang berjudul <Analisis Keanekaragaman Tumbuhan )awah8 dilaksanakan pada .ari 1elasa tanggal !+ Oktober +,!3 pukul !5.,, =/) sampai selesai di .utan Tri Dharma dan di >aboratorium Ekologi .utan Departemen Kehutanan ?akultas %ertanian @ni&ersitas 1umatera @tara. Alat dan Ba!an Alat yang digunakan dalam praktikum adalah ' ' ' ' ' ' ' :eteran +, m untuk mengukur areal luas yang dipercobakan. %atok dari kayu dan bambu sebagai tanda dari batas kayu yang dipercobakan. Tali plastik; rafia sebagai pembatas areal yang dipercobakan. Kalkulator sebagai alat penghitung. 1atu ekosistem hutan (Tri Dharma$ dan satu ekosistem non hutan rumput$ sebagai objek. Alat tulis untuk mencatat data. %etunjuk pengenalan jenis tumbuhan bawah untuk menganalisis data. (%adang

)ahan yang digunakan dalam praktikum adalah

Pr"#edur !. Dibuat petak contoh pengamatan dengan ukuran ! m A 5 m di masing ' masing ekosistem yang akan diamti. @ntuk memudahkan pengukuran dan pengamatan petak contoh dibagi lagi menjadi ! m A ! m. +. Dihitung banyaknya jenis dan banyaknya indi&idu ' indi&idu setiap jenis yang ada. 3. 9enis dan indi&idu yang dihitung adalah tumbuhan yang sudah tumbuh lengkap (dapat diidentifikasi$.

Data yang diperoleh setiap petak contoh dianalisis dengan menggunakan formulasi B

1. Indeks kekayaan dari Margalef C! D (1 ' !$ ; ln (n$ KeteranganB C! D /ndeks :argalef 1 D 9umlah jenis 2 D 9umlah total indi&idu 2. Indeks keanekaragaman dari Shannon-Wiener E = [ ( ni ; ) ln ( ni ; ) ]
i =! S

KeteranganB .FD /ndeks keanekragaman 1hannon'=iener 1 D 9umlah jenis ni D 9umlah indi&idu jenis ke'i 2 D Total seluruh indi&idu 3. Indeks Kemerataan E D .F; ln (s$ KeteranganB E D /ndeks kemerataan .FD /ndeks keanekaragaman 1hannon ' =iener 1 D 9umlah jenis Dilakukan analisis perbandingan baik kekayaan keragaman dan kemerataan dari kedua ekosistem tersebut.

HASIL DAN PEMBAHASAN


Ha#$l 0

)erdasarkan pengamatan yang dilakukan di hutan Tridarma terdapat keanekaragaman tumbuhan bawah sebagai berikut B
Tabel !. Analisis Tumbuhan )awah di Ekosistem .utan 2o 1'%G ! + 3 # 5 2o 9enis ! + ! + ! + ! + ! Cumput Teki (Cyper %akis .aji (Cycas !$ Cumput Teki (Cyper %akis .aji (Cycas !$ Cumput Teki (Cyper %akis .aji (Cycas !$ Cumput Teki (Cyper %akis .aji (Cycas !$ %akis .aji (Cycas !$ TOTA> 2ama 9enis s rot nd s !$ s rot nd s !$ s rot nd s !$ s rot nd s !$ 9umlah 55 5 3, 0, +6 63 !5 "6 !55 50"

Anal$#$# Data ada Ek"#$#tem Hutan !. /ndeks Kekayaan dari :argalef C! D ( 1 ' ! $ ; ln (n$ D ( 5 ' ! $ ; ln (50"$ D # ; 0 3#3 D , 03, +. /ndeks Keanekaragaman dari 1channon'=iener
s

.F D ' H I(ni;2$ ln (ni;2$J


iD!

D ' KI(0,;50"$ ln (0,;50"$J L I(",;50"$ ln (",;50"$J L I(!!!;50"$ ln (!!!;50"$J L I(!!3;50"$ ln (!!3;50"$J L I(!55;50"$ ln (!55;50"$JM .F D , 0! 3. /ndeks Kemerataan E D .F ; ln (1$ D , 0! ; ln + D , 66
Tabel +. Analisis Tumbuhan )awah di Ekosistem %adang Cumput 2O 1'%G ! + 2O ! + 3 ! + 2A:A 9E2/1 Cumput %ait ("#onop s compress s$ Cumput Teki (Cyper s rot nd s$ Cumput /srael ($oenic l m % lgare$ Cumput %ait ("#onop s compress s$ Cumput Teki (Cyper s rot nd s$ 9@:>A. -, #, !5 #6 3-

3 # 5

3 ! + ! + ! + 3

Cumput /srael ($oenic l m % lgare$ Cumput Teki (Cyper s rot nd s$ Cumput /srael ($oenic l m % lgare$ Cumput Teki (Cyper s rot nd s$ Cumput %ait ("#onop s compress s$ %epagan Cumput Teki (Cyper s rot nd s$ Cumput %ait ("#onop s compress s$ TOTA>

+5 3, #5 +35 +5 #, 56 #"5

Anal$#$# Data ada Ek"#$#tem Padang %um ut !. /ndeks Kekayaan dari :argalef C! D ( 1 ' ! $ ; ln (n$ D ( # ' ! $ ; ln (#"5$ D 3 ; 0 +, D , #6 +. /ndeks Keanekaragaman dari 1channon'=iener
s

.F D ' H I(ni;2$ ln (ni;2$J


iD!

D ' KI(!,;+56$ ln (!,;+56$JM D , !+5 3. /ndeks Kemerataan E D .F ; ln (1$ D , !+5 ; ln 3 D , !!3

Pem&a!a#an Dari percobaan yang dilakukan diperoleh bahwa indeks kekayaan pada ekoksistem hutan adalah , 03, indeks keanekaragaman dan indeks kemerataan adalah , 0! dan , 66 sedangkan pengukuran pada ekosistem non .utan diperoleh indeks kekayaan sebesar , #6 untuk indeks keanekaragaman dan indeks

kemerataan adalah , !+5 dan , !!3 pada ekosistem hutan nilainya lebih rendah dibandingkan dari ekosistem non hutan. Keanekaragaman jenis sangat misalnya jumlah dipengaruhi oleh hubungan Ffungsional tingkatF trofik

perumputan atau pemangsaan sangat dipengaruhi keanekaragaman komunitass yang dimangsa. Dimana pemangsa yang tidak kuat sering kali mengurangi kepadatan jenis dominan. Dan ini sesuai dengan realita bahwa pada rumput lebih rentan terhadap pemangsaan dibandingkan ekosistem hutan. Keanekaragaman hayati disebut juga <&iodi%ersitas8. Keanekaragaman atau keberagaman dari makhluk hidup dapat terjadi karena akibat adanya perbedaan warna ukuran bentuk jumlah tekstur penampilan dan sifat ' sifat lainnya. %ada ekosistem hutan terdapat tumbuhan yang didominasi oleh rumput ' rumputan. Cumput tersebut hidup di bawah tegakan hutan yang dinaungi pohon bertajuk lebar yakni mahoni (S'ietenia mahagoni$. Cumput yang hidup subur di atas tanah yang dipenuhi dengan serasah ' serasah dari pohon mempunyai daya berkembang biak yang tinggi mungkin dengan tidaknya adanya faktor pembatas seperti iklim yang ekstrim dan sebagainya sehingga kemungkinan hama dan penyakit menyerang sangatlah minim. .al ini sesuai dengan pernyataan %urwati (+,,6$ yang menyatakan keanekaragaman spesies juga mengurangi kemungkinan hama dan penyakit dengan mengurangi kemampuan munculnya jenis perusak dalam ekosistem tersebut. %raktikum ini mempelajari tentang bagaimana cara menganalisa tumbuhan khususnya tumbuhan bawah. Dalam mengalisis tumbuhan diperlukan parameter kualitatif hal ini sesuai dengan sifat komunitas tumbuhan itu sendiri bahwa tumbuhan memiliki sifat kualitatif dan sifat kuantitatif. )eberapa parameter kualitatif yang diperoleh dari pengamatan adalah kelimpahan penyebaran kemerataan dan keanekaragaman. .al ini sesuai dengan pernyataan /rwanto (+,,0$ yang menyatakan analisis komunitas tumbuhan merupakan cara mempelajari susunan atau komposisi spesies dan bentuk atau struktur masyarakat tumbuhan (&egetasi$ dengan acuan data ( data tumbuhan yang bersifat kualitatif dan kuantitatif. Analisis komunitas tumbuhan merupakan suatu cara mempelajari susunan atau komposisi jenis dan bentuk atau struktur &egetasi. Kelimpahan relatif suatu

"

spesies dapat mempengaruhi fungsi suatu komunitas. .al ini sesuai dengan pernyataan /ndriyanto (+,,0$ yang menyatakan bahwa tujuan yang ingin dicapai dalam analisis komunitas adalah untuk mengetahui komposisi spesies dan struktur komunitas pada suatu wilayah yang dipelajari dalam hal ini untuk mengetahui keanekaragaman tumbuhan bawah pada ekosistem hutan (.utan Tri Dharma$ dan ekosistem non hutan (%adang rumput$. %ada pengamatan di dalam ekosistem hutan tidak banyak faktor yang mempengaruhi tumbuhan bawah untuk hidup subur karena tumbuhan bawah dapat mentolerir segala keadaan lingkungan yang ada di sekitarnya. Tutupan permukaan tanah oleh jenis rumput'rumputan yang meliputi luas sebagian hutan yang dibandingkan dengan tanah yang ada. .al ini seperti yang dinyatakan oleh Kristanto (!""+$ yang menyatakan bahwa Tutupan menyangkut luas tanah yang ditempati oleh bagian tumbuhan. Tutupan ditaksir dari sebuah contoh dan deberi pebatasan sebagai perbandingan bagian (biasanya dinyatakan sebagai persentase$ tanah yang ditempati oleh spesies yang ada. :engingat sifat tumpang tindih dari bagian tumbuhan persentase seluruh tutupan sering lebih dari !,, persen. /ndeks keanekaragaman pada ekosistem rumput lebih besar dibandingkan pada ekosistem hutan. .al ini sesuai dengan pendapat Odum (!""#$ dalam bukunya Dasar'Dasar Ekologi yang mengatakan bahwa keanekaragaman spesies cenderung akan lebih rendah dalam ekosistem secara fisik terkendali dab tinggi dalam ekosistem yang diatur secara biologi. .al ini dapat disebabkan oleh dalam hutan tertutup sehingga proses dekomposisi sangat lambat dan sinar matahari yang masuk hanya sedikit (melalui celah'celah dedaunan$ sedangkan pada ekosistem padang rumput sklusnya terbuka dan sinar matahari juga banyak sehingga mempercepat terjadinya proses dekomposisi yang sangat berpengaruh dalam persaingan untuk tetap hidup karena matahari sangat penting dalam proses fotosintesis.

KESIMPULAN DAN SA%AN


Ke#$m ulan

!,

!. Tumbuhan bawah yang paling banyak mendominasi lantai hutan yaitu rerumputan jenis Cumput Teki (Cyper s rot nd s !$ +. %erbedaan populasi yang banyak tumbuh dipengaruhi oleh tingkat toleransi faktor lingkungan 7at kimia yang dimilki tumbuhan tersebut dan lain sebagainya. 3. )esarnya indeks masing'masing yaitu /ndeks kekayaan dari :argalef sebesar , 03, keanekaragaman dari 1hannon'=iener sebesar , 0! dan indeks kemerataan sebesar , 66 pada ekosistem hutan. #. )esarnya indeks masing'masing yaitu /ndeks kekayaan dari :argalef sebesar , #6 keanekaragaman dari 1hannon'=iener sebesar , !+5 dan indeks kemerataan sebesar , !!3 pada ekosistem non hutan. 5. Keanekaragaman spesies juga mengurangi kemungkinan hama dan penyakit dengan mengurangi kemampuan munculnya jenis perusak dalam ekosistem tersebut Saran Diharapkan kepada semua pratikan untuk lebih serius menjalani pratikum agar pengukuran dapat akurat dan benar datanya.

!!