Anda di halaman 1dari 3

TUGAS PKN

OLEH NAMA KELOMPOK: 1) NADILA PUTRI PRATIWI 2) HAPPY RIZQA 3) ASGAR PAMUNGKAS 4) ALFIKRI FATA ELISLAMI 5) LD.ALWI NAMPI 6) MUH. IBRAHIM 7) MARSYA FISKA KELAS: IX.E TAHUN AJARAN 2013-2014

PARTISIPASI DALAM USAHA PEMBELAAN NEGARA DILINGKUNGAN SEKOLAH DAN MASYARAKAT

DILINGKUNGAN MASYARAKAT pada dasarnya setiap orang mempunyai kewajiban untuk menjaga keutuhan dan keamanan serta ketertiban wilayah sekitarnya mulai dari lingkungan rumah sendiri, lingkungan masyarakat sekitar, maupun lingkungan sekolah. Adapun bentuk parsitipasi warga masyarakat dalam menjaga lingkungannya antara lain melalui kegiatan sisrem keamanan lingkungan, ikut serta menanggulangi akibat bencana alam, ikut serta mengatasi kerusuhan masal,dan konflik komunal.bencana alam terutama banjir tampak telah menjadi dampak nasional,karena hampir seluruh wilayah nusantara terkena banjir. Dalam masyarakat juga terdapat terdapat orgaisasi, yang menunjang keselamatan masyarakat, yaitu perlindungan masyarakat(LINMAS). Linmas mempunyai fungsi, yaitu menanggulani akibat bencana perang, bencana alam. Selain itu terdapat pula organisasi keamanan rakyat(KAMRA),perlawanan rakyat(WANRA), dan pertahanan sipil(HANSIP).keamanan rakyat merupakan bentuk partisipasi rakyat langsung dalam bidang keamanan dan ketertiban masyarakat. Sedangkan wanra merupakan bentuk partisipasi rakyat langsung degan bidang pertahanan. Kemudian hansip merupakan kekuatan rakyat yang merupakan kekuatan pokok unsur-unsur perlindungan masyarakat dimanfaatkan dalam menghadapi bencana akibat perang dan bencana alam. Di lingkungan masyarakat , perwujudan rela berkorban dinyatakan melalui membayar pajak. Pajak merupakan upaya untuk meratakan pendapatan, yang kaya membantu yang miskin. Pembangunan di Negara Indonesia sebagian dilakukan melalui pajak. Kesadaran pengusaha besar untuk menjual seagian modalnya kepada koprasi serta pengusaha lemah sebagian anak angkat patut mengembirakan pemerintah. Melalui pajak dan pembinaan anak angkat inilah jurang antara si kaya dan si miskin dapat di hindari dan di perkecil.

Dengan demikian dapat dikatakan, bahwa kegiatan masyarakat hendaknya saling mengisi dan saling melengkapi dalam menuju tercapainya pembangunan nasional. Untuk itu, kesiapan dan rela berkorban dari seluruh pelaku pembangunan sangat diharapkan. Sikap rela berkorba tersebut dapat di tampilkan dalam kehidupan sehari-hari sesuai tugas dan pekerjaan masingmasing. DI LINGKUNGAN SEKOLAH Berdasarkan rumusan pasal 27 ayat(3), keikutsertaan warga Negara bukan hanya sebagian hak melainkan sekaligus merupakan kewajiban. Pasal ini memberi petunjuk kepada warga untuk dapat menjadi patriot bangsa. Setiap warga Negara dapat berjuang demi tanah air, bangsa, dan Negara. Sekarang ini pejuang patriotisme secara fisik melawan penjajah tidak ada lagi. Akan tetapi, perjuangan patriotisme dalam menghapus kemiskinan, kemelaratan, keterbelakangan perlu di tingkatkan. Para siswa perlu belajar tanpa kenal kata lelah demi penigkatan sumber daya manusia Indonesia di kemudian hari. Kita dapat melihat bagaimana para olaragawan kita berjuang untuk mengharumkan nama Indonesia dikancah olimpiade, asian games, dan sea games. Selain itu, kita juga patut menghargai para pelajar Indonesia yang berussaha meraih kesuksesan di berbagai ajang kompetensi pelajar berprestasi,baik didalam maupun diluar negeri. Setiap orang didalam lingkungan sekolah dapat berbuat sesuatu secara patriotik dalam menjaga nama baik dan keselamatan sekolah. Dalam pendidikan, misalnya, orang tua yang sadar akan pentingnya pendidikan, dengan tulus merelakan kepergian putraputrinya didaerah terpencil. Janganlah orang tua berpandangan bahwa putra-putrinya hanya diperbolehkan mengajar di kota saja. Warga Negara Indonesia dimana saja mempunyai hak yang sama untuk menerima pendidikan.