Anda di halaman 1dari 3

TINJAUAN PUSTAKA

1.

Solar Solar seperti halnya juga minyak tanah tergolong dalam satu kumpulan

besar bahan kimia yang dikenal sebagai hidrokarbon yang merupakan bahan organik yang mengandung atom karbon dan hidrogen. Solar adalah bahan bakar minyak untuk mesin diesel, lebih kental daripada minyak tanah. Minyak solar atau High Speed Diesel (HSD) merupakan BBM yang memiliki angka performa cetane number 45. Jenis BBM ini umumnya digunakan untuk mesin transportasi mesin diesel yang umum dipakai dengan sistem injeksi pompa mekanik dan injeksi elektronik, dalam kendaraan bermotor transportasi dan mesin industri (Pertamina, 1998). 2. Bioremediasi Bioremediasi merupakan suatu teknik remediasi atau pengembalian suatu lahan atau kawasan yang tercemar menjadi tidak atau berkurang tingkat kerusakannya menggunakan makhluk otau organisme hidup dalam

pelaksanaannya. Menurut Eweis et al. (1998), keuntungan pengolahan dengan bioremediasi, antara lain: 1) biaya lebih rendah dibandingkan insinerasi atau secure landfill, 2) kontaminan berbahaya didegredasi atau didetoksifikasi secara biologi dimana teknologi lain hanya memindahkan kontaminan ke media atau lokasi yang berbeda, 3) teknologi yang relatif sederhana dibandingkan dengan yang lain, 4) dapat digabungkan dengan penanganan-penanganan lainnya. Dalam ekosistem terdapat mikroba yang mampu melakukan biodegradasi sehingga kondisi lingkungan dapat bersifat lebih baik (Capelli et al., 2001). Hidrokarbon petroleum dapat didegradasikan oleh mikroba seperti bakteri, jamur, yeast, dan alga mikro (Bundy et al., 2004). Mikroorganisme tersebut diisolasi berdasarkan kemampuan mereka untuk memetabolisme berbagai sumber karbon, seperti komponen alifatik dan aromatik. Bakteri mempunyai peran yang terbaik dalam degradasi hidrokarbon, alasan utama karena bakteri tersebut menggunakan hidrokarbon dari minyak sebagai sumber nutrisi untuk pertumbuhan dan energi. Dari sejumlah besar penelitian dilaporkan bahwa: alkana dengan bobot molekul rendah lebih cepat

didegradasi dan kultur campuran lebih cepat melakukan degradasi daripada biakan murni (Ghazali et al., 2004). Beberapa jenis bakteri yang merupakan pendegradasi hidrokarbon yang efektif di lingkungan alami telah diisolasi antara lain Pseudomonas aeruginosa, P. putida, Bacillus subtilis, B. cereus, B. laterospor (Cybulski et al., 2003). Ada beberapa keuntungan yang didapat dari mikroorganisme pendegradasi minyak, antara lain populasi alami sudah beradaptasi dan berkembang dengan baik di lingkungannya dan kemampuan untuk menggunakan hidrokarbon telah disebarkan dalam populasi mikroba, populasi ini terbentuk secara alamiah dan di daerah tercemar yang jumlah mikroorganismenya cukup tidak perlu lagi ditambahkan mikroorganisme untuk membantu degradasi (Ghazali et al., 2004).

DAFTAR PUSTAKA

Bundy JG, Paton G I & Cambell CD. 2004. Combined Microbial Community Level and Single Species Biosensor ReSponses to Monitor Recovery of Oil Polluted Soil. Soil Biology & Biochemistry. 36: 1149-1159. Capelli, SM, PJ Busalmen, & De Snchez RS. 2001. Hydrocarbon Bioremediation Of A Mineral-Base Contaminated Waste From Crude Oil Extraction By Indegnious Bacteria. International Biodeterioration and Biodegradation. 47: 233-238. Cylbulski Z, Dziurla E, Kaczorek E, & Olszanowski A. 2003. The Influence Of Emulcifiers On Hydrocarbon Biodegradation by Pseudomonadacia And Bacillacea Strains. Spill Science and Technology Bulletin. 8: 503-507. Eweis. J.B., Ergas, S.J., Chang, E.D.D.P.Y. Schoroeder, Ed. 1998. Bioremediation Principles, New York: Mc Graw-Hill, Inc Ghazali MF, Zaliha NR, Abdul RN, Salleh AB, & Basri M. 2004. Biodegradation of Hydrocarbons in Soil by Microbial Consortium. International Biodeterioration and Biodegradation. 54: 61-67. Pertamina, Direktorat PPDN. 1998. Spesifikasi Bahan Bakar Minyak dan Gas.