Anda di halaman 1dari 4

Transformator Contoh 1 : Sebuah tempat gulung kawat transformator mempunyai ukuran lebar 2,5 Cm dan tinggi 2 cm.

Besar jumlah gulungan per volt Jawab : gpv = f / O f ! 5" #$ % ! 2,5 & 2 ! 5 Cm2 gpv ! 5" ' 5 ! (" gulung ' volt )setiap (" lilitan kawat berlaku untuk tegangan sebesar ( volt* Contoh 2 : +ibutuhkan sebuah transformator dengan tegangan 22" , untuk gulung primer dan tegangan - , digulungan sekundernya, lebar tempat gulungan kawat 2,5 cm dan tinggi 2 cm. Berapa jumlah gulungan atau banyaknya lilitan untuk kawat primer dan sekunder. Jawab : % ! 2,5 & 2 ! 5 cm2 gpv ! 5" ' 5 ! (" .adi untuk gulung primer dibutuhkan sejumlah 22" & (" ! 22"" lilitan. /ntuk gulungan sekunder dibutuhkan - & (" ! -" lilitan. 0engingat selalu adanya tenaga hilang di tansformator jumlah lilitan digulungan sekunder ditambahkan ("1 ! -" 2- ! -- lilitan. +engan jumlah lilitan tersebut diatas maka bila gulung primer dihubungkan kepada tegangan listrik jala 3 jala sebesar 22" ,, gulungan sekundernya menghasilkan tegangan sebesar - volt. Contoh perencanaan mengulung trafo : 4erencanakan sebuah transformator jala5jala dengan data5data sebagai berikut 6eras besi yang dipergunakan mempunyai lebar 2,5 Cm dan tinggi 2 Cm. +ikehendaki gulung primer untuk dipasang pada tegangan ((" , atau 22" , dan gulung sekunder yang menghasilkan tegangan , dan 7 ,, yang menghasilkan arus 5"" m8. 6entukan berapa jumlah gulung primer dan gulung sekunder beserta cabang 5 cabangnya. Berapa ukuran tebal kawat yang dibutuhkan. 4emecahannya " ! 2,5 & 2 ! 5 Cm2. gpv ! 5"'5 ! (". .umlah gulungan primer untuk ((" , ((" 9 (" ! (("" lilitan .umlah gulung primer untuk 22" , 22" 9 (" ! 22"" lilitan. .umlah gulungan sekunder untuk - , - 9 (" ! -" lilitan 2 ("1 ! -- lilitan. .umlah gulungan sekunder untuk 7 , 7 9 (" ! 7" lilitan 2 ("1 ! 77 lilitan.

Cara menggulung kawatnya untuk tegangan ((" , dan 22" , tidak digulung sendiri5sendiri, tetapi cukup mencabang sebagai berikut digulung dulu sebanyak (("" lilitan untuk ((" ,, kemudian ujung dari akhir gulungan disalurkan keluar sebagai cabang untuk kemudian digulung lagi sebanyak (("" lilitan lagi untuk tegangan 22"" ,. +emikian halnya digulung sekunder kawat digulung dulu sebesar -- lilitan untuk tegangan , kemudian di cabang, untuk kemudian ditambah gulungan lagi sebesar :: lilitan buat tegangan 7 ,.

Contoh. 5 0otor 8C : phasa mempunyai alur 2; berkutup 2 tahap ganda. Buatlah daftar lilitannya. (.0otor 8C : phasa < ! 2;, 2p ! 2, tahap ganda Buat daftar lilitannya
p =
G 2; = = (2 2p 2 G 2; q= = =2 p.m 2.2 2.G 2.2; k= = = 2; 2p 2

55555555555= >angkah ( 5 (: 55555555555= - kumparan tiap kelompok 55555555555= (2 sisi kumparan tiap kutub

kar =

:-" o r :-" o r = = (5o r G 2;

kal = Kar . p =(5o.( =(5o Listrik

Kp =

(2" o (2" o = =? Kal (5o

DAFTA !"!"T @umparan /tama /( ; : 2 ( 2; 2: 22 2( ;37 : 3 (" 2 3 (5 ( 3 (2 2; 3 (: 2: 3 (; 22 3 (5 2( 3 (7 (" (( (2 (: (; (5 (/2 +ata Sambungan @/ (2 3 2; @B (? 3 B( ? A 5 @umparan Bantu ? 3 (A A 3 (? - 3 (7 5 3 2" (A (? (7 2" B(

Contoh (. 0otor 8C dengan stator beralur 2;, terdapat 2 pasang kutub, tiga fasa, frekuensi 5" #$. +ililit tahap tunggal 4erhitungan
p =
G 2; = =2p ; G 2; q= = =2 2 p.m ; .: G 2; K = = =2p ;

55555555= >angkah ( 5A 55555555= 2 @ump tiap kelompok 55555555= - sisi kumparan tiap kutub

KAR =

:-" o r :-" o r = = (5 o r 2;

@8> ! @8B.p ! (5 & 2 ! :"o >istrik


Kp = (2" o L (2" = =; KAL :"

55555555= kisar fasa ( 5 5

Bila kumparan double layer, maka +aftar >ilitan U V W (5A 25? 5 5 (( - 5 (2 7 5 (5 (" 5 (+apat juga U V W (5A 25? 5 5 (( - 5 (2 7 5 (5 (" 5 (<ambar Bentangan (; 5 ? (: 5 A (? 5 (2 (A 5 (( 22 5 (2( 5 (5 (: 5 (7 (; 5 2" (A 5 2: (? 5 2; 2( 5 : 22 5 ; 2 5 2" ( 5 (7 - 5 2; 5 5 2: (" 5 ; 75: X Y (: 5 (7 (; 5 2" (A 5 2: (? 5 2; 2( 5 : 22 5 ; 2 5 2" ( 5 (7 - 5 2; 5 5 2: 22 5 (2( 5 (5 (; 5 ? (: 5 A (? 5 (2 (A 5 (( (" 5 ; 75: X Y Z

10

11

12

13

14

15

16

17

18

19

20

21

22

23

24

U Z V X W Y
+iketahui 0otor : Casa < ! :- alur, n ! (""" rpm D f ! 5" #$ .awab a*n ! -".f'p 55555555555555= -".5" ' n ! :""" ' (""" ! : pasang kutub b* g ! < ' :.2p ! :-':.2.( ! :-'(? ! 2 alur < c*yg ! ' 2p ! :-'2.: ! :-'-!- alur )(5A* d* yf ! 2':. yg ! 2':.- ! ; alur )(55* <ambar berikut ini adalah skema belitan yang diperoleh dari perhitungan diatas. <ambar 2;a adalah skema belitan untuk kumparan bentuk concentric, sedangkan gambar 2;b adalah skema belitan untuk kumparan bentuk jerat )spiral*

<ambar :* Skema belitan untuk bentuk concentric ( jalan )single layer* ;* Skema belitan untuk bentuk spiral ( jalan )single layer* /ntuk mempermudah proses perbaikan dari motor : fasa tersebut, maka skema belitan pada gambar 2;a kita buat diagram bentangannya seperti yang diperlihatkan pada gambar 25a. Sedangkan skema belitan dari gambar 2;b, diagram bentangannya seperti diperlihatkan pada gambar 25b.

<ambar 25.a

Y w V x +iagram Bentangan @umparan Stator Bentuk Sepusat )concentric* /ntuk p ! 2 D g ! : D Eg ! 7 dan Ef ! -

+iagram Bentangan @umparan Stator Bentuk .erat )Spiral* /ntuk p ! 2 D g ! : D Eg ! 7 dan Ef ! -

<ambar 25.b