Anda di halaman 1dari 13

Skeleton Extremitas Caudalis

(Indratni, Sri. 2010. Skeleton Humanum. UNS Press : Surakarta) Skeleton ini dibagi menjadi: 1. Skeleton cinguli caudalis Terdiri dari atas sepasanng tulang yang disebut: ossa coxae, yang di sebalah ventral saling bertemu dan sebelah dorsal saling dipisahkan oleh os sacrum. Dengan demikian ketiga-tiga tulang tadi membentuk suatu ciungulum yang lazim disebut Pelvis. Os coxa terdiri dari persatuan tiga tulang yaitu: os ilium, os ischii, os pubis. Pada petumbuhan embryonal maka ketiga tulang itu kemudian saling bersatu. Persatuanyya terjadi pada bagian acetabulum dan garis persatuannya merupakan bintang. Acetabulum, merupakan cekungan sendi untuk bersendi dengan femur (tulang paha), yang yang terletak di sebalh lateral os coxa. Di bagian caudal acetabulum mempunyai takik yang disebut incisura acetabuli. Dasar cekungannya disebut fosaa acetabuli. Tepinya dilapisi oleh tulang rawan yang terbentuk tapal kuda yang disebut facies lunata. Disebelah caudal dari acetabulum terdapat luang besar yang disebut foramen obturatorium, yang pada orang hidup ditutupi oleh membarana obturatoria. a. os ilium (tulang usus) Tulang ini terdiri dari korpus yang berbatasan dengan acetabulum. Ke arah cranial os ilium mempunyai bagian yang seperti sayap sibeut ala ossis ilii. Dataran ala menghadap ke arah rongga iliaca, dengan suatu lubang sebagai foramen nutricium. Pada tepi belakang terdapat dataran sendi yang berbentuk daun telinga yang disebut facies auricularis untuk bersendi dengan facies auricularis os sacrum. Di sebelah belakangnya ada bagian yang menonjol disebut tuberositas iliaca. Fossa iliaca dibatasi oleh garis yang disebut Linea arcuata. Ujung muka crista iliaca berakhir menonjol dan meruncing yang disebut: Spina Iliaca Anterior Superior (SIAS) yang menjadi muka untuk berakhir sebagai Spina Iliaca Anterior Inferior (SIAI). Ke arah belakang crista iliaca berakhir sebagai Spina Iliaca Posterior Superior (SIPS), yang menjadi tepi belakang ala yang berakhir sebagai Spina Iliaca Posterior Inferior (SIPI) b. os ischii (tulang duduk) Tulang ini terdiri atas corpus, ramus superior, dan ramus inferior. Corpus berhubungan dengan os ilium dan os pubis yang ke arah bawah menjadi ramus superior. Tepi corpus meruncing sebagai Spina ischiadica sehingga spina ischioadica membatasi 2 takik yang besar: incisura ischiadica major dan incisura ischiadica minor. c. os pubis (tulang kemaluan)

Tulang ini terdiri atas corpus, ramus superior, ramus inferior. Kedua ramus itu membatasi foramen obturatorium dari muka. Pada sudut pertemuan antara ramus superior dan ramus inferior terdapat dataran sendi yang oval Yang disebut facies symphyseos. Os pubis kanan kiri di line mediana saling bertemu merupakan symphisis ossium pubis. Pada bats antara os pubis dan os ilium terdapat peninggian yang disebut eminentia ileo pectinea. Ramus superior bersisi tiga, tepi atas tajam, sebagai lanjutan linea arcuata yang disebut pecten ossis pubis. Tepi belakangnya jelas menghadap ke rongga panggul dan disebut crista obturatoria posterior yang ke arah muka berakhir sebagai tonjolan yang disebut crista obturatoria anterior.

2. Skeleton extremitas liberae caudalis Skeleton ini terdiri atas beberapa ruas, dari proximal ke distal berturut-turut: a. Femur i. Epiphysis proximalis Ujungnya berupa bulatan terdiri dari 2/3 bola yang disebut caput femoris, dengan facies articularisnya untuk bersendi dengan acetabulum. Di tengah-tengah terdapat cekungan yang disebut fovea capitis. Collum ini memanjang hingga di sebelah lateral membulat kuat dan disebut trochanter major. Ke arah medial terdapat pula bulatan kecil yang disebut trochanter minor. Dilihat dari sebelah muka kedua bulatan itu saling dihubungkan oleh garis yang disebut linea inter trochanterica. Dilihat dari belakang, maka di sebelah medial dari trochanter major terdapat cekungan yang dalam yang disebut fossa trochanterica. Pada dataran belanakang garis penghubung antara trochanter major dan trochanter minor meninggi dan disebut crista intertrochanterica. ii. Diaphysis Ini merupakan bagian panjang yang disebut corpus. Bagian ini pada penampang melintangnya merupakan segitiga dengan basis menuju ke muka yang dikenal dengan facies anterior, facies medialis, facies lateralis. Batas antara facies medialis dan facies lateralis di dataran belakang berupa suatu garis yang disebut linea aspera. Garis ni terdiri atas bibir sebelah lateral (labium laterale) dan bibir sebelah medial (labium mediale). Kedua bibir ini pada ujung proximalnya jalan divergen (saling menjuauhi) dan di sebelah proximal ujung laium laterale terdapat bagian kasar disebut tuberositas glutaea. Dari trochanter minot terdapat suatu garis yang disebut linea pectinea. Linea aspera pada corpus bagian distal juga divergen sehingga membatasi suatu dataran berbentuk segitiga yang diebut planum popliteum. Pada dataran corpus tampak foramen nutricium. iii. Epiphysis distalis Ini merupakan bulatan yang sepasang yang masing-masing disebut condylus lateralis dan condylus medialis. Di sebalah proximal dari 2 tonjolan tersebut terdapat

tonjolan kecil yang masing-masing disebut epicondylus lateralis dan epicondylus medialis. Tempat labium laterale dan labium mediale dari line aspera berkahir. Dilihat dari dataran muka ujung distal femur mempunyai dataran sendi lebih lebar di sebelah lateral disebut facies patellaris, untuk bersendi dengan patella. b. Patella (tulang lutut) Tulang ini terjadinya secara desmal. Bentuknya segitiga dengan basisnya ke arah proximal sedangkan apexnya ke arah distal. Dataran mukanya convex. Dataran belakang kita dapat dataran sendi yang oleh suatu crista dibagi menjadi 2 bagian, yaitu Facies articularis lateralis dan facies articularis medialis. c. Tibia (Tulang kering) i. Epiphysis proximalis
Bagian ini terdiri atas 2 bulatan yang disebut condylus medialis dan condylus lateralis. Di sebelah atasnya terdapat dataran sendi yang disbeut facies articularis superior. Tepi yang melingkar daripada epiphysis proximalis disebut margo infra glenoidalis. Facies superior mempunyai facies articularis lateralis dan facies articularis medialis. Di tengah-tengah facies superior terdapat suatu peninggian yang disebut eminentia intercondyloidea, peninggian tersebut di sebalah lateral dan medial dibatasi oleh penonjolan sebagai tuberculum intercondyloideum laterale dan tuberculum intercondyloideum mediale.

ii. Diaphysis
Pada penampang melintang, merpupakan segitiga dengan puncaknya menghadap ke muka sehingga corpus mempunyai sisi: margo anterior, margo medialis, dan crista interossea. Margo anterior di sebelah proximal, mulai dengan penonjolan yang dsebut tuberositas tibiae.

iii. Epiphysisi distalis


Ke arah medial bagian ini kuat dan menonjol dan disebut maleolus medialis (mata kaki). Epiphysis distalis mempunyai 3 dataran sendi yaituL Facies articularis malleolaris, facies articularis inferior, incisura fibularis.

d. Fibula Meupakan tulang yang panjang, langsung, terletak di sebalah lateral tibia. Epiphysis proximalis membulat disebut capitulum fibulae. Ke arah proximal meruncing disebut apex. Pada capitulum terdapat dua dataran sendi yang disebut facies articularis capitullli fibulae, untuk bersendi dengan tibia. Pada corpus terdapat 4 buah crista yaitu, crista lateralis, crista anterior, crista medialis, crista interossea. Dataranyya ada 3 buah ialah facies lateralis, facies medialis dan facies posterior. Pada bagian distal ke arah lateral membulat menjadi maleolus lateralis. e. Ossa tarsi / tarsalia Terdiri atas bebrapa tulang: a. Talus b. Calcaneus c. Os cuneiforme primus d. Os cuneiforme secundus e. Os cuneiforme tertius f. Os Naviculare

g. Os Cuboideum f. Ossa metatarsi/ metatarsalia g. Ossa digitorum pedis

Persendian Skeleton Extremitatis Inferior Persendian gelang panggul Pada gelang panggul (cingulum extrimitas inferior) terdiri dari kedua tulang pangkal (ossa coxae). Tiap ossa coxae sebenarnya terbentuk dari tiga buah tulang yang mula-mula terpisah tetapi kemudian tumbuh menjadi satu. Tulang itu adalah tulang usus (os. Ilium), tulang kemaluan (os. Pubis), dan tulang duduk (os. Ischii). Gelang panggul mempunyai hubungan yang erat dengan articulation sacroiliaca. Sendi merupakan amphiarthrosis. a. Amphiarthrosis sacroiliaca Facies auricularis sacralis Facies auricularis iliaca b. Symphysis Ossium pubis Facies symphyseos dexter Facies symphyseos sinister Pada tulang kelangkang (os. sacrum) juga bersendi dengan tulang ekor ( os. caudalis/ os. cocygis) yaitu: a. Articulatio Sacrococcygea Cornu sacralis Cornu coccygea Persendian Rangka Anggota Bebas Sebelum pada persendian yang ada di rangka anggota bebas maka rangka anggota bebas akan berhubungan dengan gelang panggul yaitu pada: a. Articulatio Coxae Caput femuris Acetabulum b. Articulatio Genu Articulatio meniscofemoralis medialis Meniscus Facies articularis inferior condyli medialis Articulatio meniscofemoralis lateralis Meniscus Facies articularis inferior condyli lateralis

Articulatio meniscotibialis medialis Meniscus Facies articularis superior condyli medialis Articulatio meniscotibalis lateralis Meniscus Facies articularis superior condyli lateralis Articulatio femoropatellaris Facies patellaris Facies articularis mediale dan lateral patella Persendian antara tibia dan fibula a. Articulatio tibiofibularis Facies articularis fibularis tibiae Facies articularis capituli fibulae b. Syndesmosis tibiofibularis Incisura fibularis tibiae Lig. Tbiofibularia dan posterior Articulatio talocrucalis (ada 3 tempat persendian) Facies articularis malleoli lateralis dan Facies articularis malleoli lateralis Facies articularis inferior dan Trochlea tali Facies articularis malleoli medialis dan Facies malleolaris medialis d. Articulatio talotarsalis Articulatio Talocalcanearis Facies articularis calcaneaposterior Facies articularis talaris posterior Articulatio talocalcaneonavicularis Facies articularis calcanea media Facies articularis calcanea anterior Facies articularis navicularis Facies articularis talaris media Facies articualris talaris anterior Facies articularis talaris e. Articulatio tarsotransversa Chopart Articulatio Talonavicularis Facies articularis navicularis Os. naviculae bagian proximal Articulatio Calcancocuboidea

Bagian proximal pada os. cuboideum Facies articularis cuboidea calcanei Articulatio tarsometatarsea Lisfrane Basis ossium metatarsalium I-V Permukaan sendi distal ossa caneiformia I-II Os. cuboideum g. Articulatio Metatarsophalangea Capitulum metatarsale Basis phalang I h. Articulatio Interphalangea Trochlea phalang diatasnya Basis phalang dibawahnya

ANATOMI SENDI DAN SISTEM OTOT A.ANATOMI SENDI Persendian/ artikulatio adalah pertemuan atau sambungan antara dua tulang atau lebih. Jenis- jenis Persendian Sendi Fibrous(sinartrosis) : sendi yang tidak dapat bergerak. Ada beberapa macam: Sindesmosis, contoh sendi antara fibia dan fibula. Tulang disini digabungkan oleh jaringat ikat. Sutura, contoh pada tulang kepala. Gomposis, contoh gigi dalam tulang mandibula, suatu tulang masuk kedalam rongga/ kantong tulang lain.

Sendi tulang rawan (amfiartrosis) Sinchondrosis : sambungan dalam suatu tulang semasa dalam pertumbuhan. Simfisis, contoh: simfisis pubis dan sendi antara ruas- ruas vertebrata. Sendi sinovial (diartrosis) Sendi engsel (ginglimus), pada lutut, siku, ankle Sendi poros (trochoid), sendi antara radius dan humerus. Sendi ovoid, sendi pada pergelangan tangan. Sendi pelana (saddle), sendi pada ruas jari. Sendi putar (sferoid), seperti bola dalam cawan, sendi bahu, sendi panggul. Sendi geser (artrodial), contoh sendi diantara ruas- ruas, tulang karpal, ruas- ruas tarsalia. Ciri- ciri sendi yang bergerak bebas: ujung tulang masuk dalam formasi persendian ditutup oleh tulang rawan hialin. Ligamen untuk mengikat tulang- tulangnya bersama. Sebuah rongga persendian terbungkus oleh sebuah kapsul dari jaringan fibrus dan ddiperkuat oleh ligamen. Pembatasan gerak sendi banyak ditentukan oleh prosesus olekrani pada sendi bahu, ligamenilio femoral pada sendi panggul. Gerakan yang dilakukan oleh otot rangka umumya adalah dari sendi diartrosis, karena sendi ini mempunyai pergerakan yang terbesar. Sendi anggota gerak terdiri atas: Sendi sterno klavikular : sendi yang dibentuk oleh ujung besar di sebelah sternum dan klavikula. Sendi akromio klavikular, dibentuk oleh ujung luar dari klavikula yang bersendi dengan prosesus akromion dari skapula.

Sendi bahu humero skapular, sendi putar kepala humerus membentuk sepertiga bola, pembatasan gerak ditentukan oleh otot yang mengelilinginya, kebebasan gerak ke seluruh arah( abduksi, adduksi, fleksi, ekstensi, eksorotasi, endorotasi). Sendi siku dan sendi engsel, membentuk sendi humero radialis dan empat permukaan persendian yang berada dalam kapsul sendi, gerakan terjadi adalah fleksi dan ekstensi. Sendi radio ulnari: sendi antara radius dan ulna, radius berputar dalam ligamen pembatas sendi dan ujung bawah radius berputar di atas kepala ulna serta dalam gerakan pronasi dan supinasi. Sendi tangan dan jaringan tangan.

B.SISTEM OTOT Aktivitas otot untuk melakukan fungsinya adalah dengan kontraksi otot. Otot yang tidak dalam bekerja disebut dalam keadaan relaksasi. Sistem otot penting untuk aktivitas tubuh, tubuh memerlukan gerakan untuk berpindah tempat, untuk gerakan pernafasan, gerakan jantung dan pembuluh darah, gerakan saluran pencernaan, kelenjer dan alat kelamin. Sifat- sifat khusus dari otot: Mudah terangsang (irritability) Mudah berkontraksi (contractility) Dapat melebar (extensibility) Dapat diregang seperti karet (elasticity) Mempunyai irama (khusus otot jantung) Otot terbagi atas 3 golongan: Otot yang menggerakan rangka (otot lurik=otot rangka) Otot yangmenggerakan alat-alat dalam (otot polos) Otot jantung.

Otot polos(otot vegetatif) Panjangnya 15-200 mikron , tebal sampaia 70 mikron. Otot ini bergerak tidak atas kehendak kita , tapi bergerak sendiri secara teratur dalam melakukan melakukan kontraksi dan relaksasi. Otot lurik (otot rangka= otot serat lintang) terdiri dari sel otot, tapi dari serabut- serabut otot yang merupakan gabungan dari sel- sel otot.

Sewaktu otot berkontraksi , maka otot akan memendek dan inserasi akan tertarik ke arah kepala, maka tulang tempat inserasi otot yang bersangkutan akan bergerak sesuai dengan kontraksi otot tadi.

Gerakan gerakan yang terjadi karena kontraksi otot: Flexi : gerakan mengecilkan sudut diantara dua tulang. Extensi: gerakan memperbesar sudut antara dua tulang. Abduksi: gerakan menjauhi dan garis tengah. Adduksi: gerakan mendekati garis tengah. Elevasi: gerakan menuju ke atas Pada suatu gerakan dari tubuh maka yang bekerja bukanlah satu otot saja tapi kerja dari sekelompok otot yang mempunyai tugas yang bersamaan. Misalnya untuk melakukan flexi pada lengan bawah maka yang bekerja adalah beberapa otot pada bagian depan lengan atas.

C.Otot- otot penggerak badan A. Otot- otot punggung Fungsi: untuk menegakkan badan, mengedikkan ke belakang, dan membantu respirasi. Beberapa otot punggung: Mm. Interspinalis Mm. Intertransversi. Mm. Levator stratum Mm. Rektus kapitis M. Rotator M. Multifudus M. Semispinalis M. Spinalis

B.

Otot- otot badan bagian samping

Fungsi: menggerakan badan kearah samping , membantu pernafasan, memutar badan. Otot- otot tersebut : Mm. Longissimus Mm. Lliokostalis

Mm. Interkostalis internus M. Latissimus dorasi M. Serratus anterior Mm. Interkostalis externus

C.

Otot- otot Dada

Fungsi: menurunkan bahu, membantu pernafasan, abduksi lengan dan membungkuk. Otototot itu antara lain: M. Pektoralis mayor M. Pektoralis minor M. Oblique abdominis externus

D.

Otot- otot dinding perut

Berguna untuk: membungkukkan badan ke depan, membantu pengeluaran nafas, memutar tubuh, membengkokkan badan ke samping. Ada 4 otot: M. Rektus abdominis M. Oblique abdominis externus M. Oblique abdominis internus M. Transversus abdominis

E.

Otot- otot panggul

Bertugas mnggerakan badan dan tungkai atas: M. Gluteus M. Piriformis M. Obturator M. Gemelus M. Psoas

F.

Otot- otot Tungkai Atas

Berfungsi: Menggerakan tungkai bawah, telapak kaki dan jari kaki. Otot- ototnya: M. Pektus femoris M. Vastus medial

M. Vastus lateral M. Sartorius

G.

Otot- otot tungkai bawah

Bertugas: menggerakan telapak kaki, dan jari- jari kaki. Otot- ototnya: M. Tibialis anterior M. Extensor digitorum longus M. Extensor halusis longus M. Peroneus longus M. Gastroknemus

H.

Otot- otot bahu

Fungsinya: Menggerakan kepala Menggerakan leher Menggerakan lengan Otot- ototnya: M. Sternokleido mastoideus. M. Skalenus M. Semispinalis kapitis M. Longus kolli

I.

Otot- otot Lengan atas

Fungsi: menggerakan lengan bawah dan atas . Otot-ototnya: M. Triseps brachialis M. Biseps brachialis M. Brachialis M. Brachioradialis

J.

Otot- otot lengan bawah

Fungsinya: untuk menggerakan lengan bawah , tangan dan jari. Otot- ototnya: M. Extensor digitorum komunis M. Extensor karpi radialis M. Extensor karpi ulnaris M. Supinator M. Pronatot teres