Anda di halaman 1dari 14

VENTILASI INDUSTRI

Kelompok XI Kelas A Higiene Industri 2012 Fakultas Kesehatan Masyarakat UJ

Siti Wahidatul Inayah Desy Fajar Fairusyita Maya Ulva Silvia Hikmahwan Ellans F Laila Enisya R

(102110101037) (102110101070) (102110101078) (102110101090) (102110101120)

VENTILASI
Definisi Ventilasi adalah cara mengontrol bahaya dengan pergantian atau pertukaran udara segar menggantikan udara kotor. Tujuan Pemasangan Sistem Ventilasi mengontrol bahaya lingkungan kerja pada sumbernya demi keselamatan, kesehatan, dan kenyamanan tenaga kerja.

Tujuan: 1. Mengendalikan kontaminan 2. Mengendalikan panas dan kelembaban udara untuk kenyamanan 3. Mencegah bahaya kebakaran dan ledakan 4. Mengendalikan mikroorganisme, debu dan partikel lain

Masalah yang Ditimbulkan


1. Kebisingan yang ditimbulkan oleh sistem peralatan 2. Berkurangnya kelembaban udara sehingga udara terasa kering 3. Energi yang merupakan biaya rutin untuk mengoperasikan sistem ventilasi

Jenis Ventilasi
1. Ventilasi Umum (GEV)
a. Ventilasi Umum Alamiah b. Ventilasi Umum Mekanis

2. 3. 4. 5.

Ventilasi Lokal (LEV) Exhaust Enclosure (EE) Comfort Ventilation Cleanroom Ventilation

1. Ventilasi Umum
General Exhaust Ventilation/GEV/Dilution Ventilation/Ventilasi umum adalah pergerakan massa udara di dalam, di sekitar dan keluar ruang kerja. Contoh: Pemanas ruang di udara dingin. Sistem ini diterapkan jika kontaminan berbentuk gas rendah toksisitasnya, serta rendah resiko kebakaran maupun ledakan.

a. Ventilasi Umum Alamiah


Memperhatikan aliran angin dan kekuatan besar untuk suplai, seberangnya untuk cross ventilasi (keluar). Memperhatikan berat jenis kontaminan:
Berat jenis lebih besar dari udara maka opening di bawah (atas lantai) Berat jenis lebih kecil dari udara maka opening diatas

Luas minimal 25% luas lantai. Lubang ventilasi berhadapan. Aliran angin tergantung kecepatan angin dan temperatur. Cara kerja: Tekanan udara positif kearah tekanan udara negatif, udara dingin ke arah udara panas. Macam:
Sistem ventilasi silang Sistem ventilasi satu sisi

b. Ventilasi Umum Mekanis


Pemasukan atau suplai secara alamiah. Keluar secara mekanik dengan blower atau fan. Blower untuk pemasukan dan atau keluar. Bila kecepatan udara masuk kecil pemasukan dengan blower disebut Push and Pull Ventilation.

2. Ventilasi Lokal
Menghisap dan mengeluarkan kontaminan dari sumbernya sebelum sampai Brething Zone dan tidak menyebar ke seluruh ruangan.

4 Komponen LEV : 1. Hood 2. Ducts 3. Air Cleaning Device 4. Motor Driven Fan

3. Exhaust Enclosure (EE)


Digunakan pada kecepatan yang sangat tinggi dari kontaminan yang dipancarkan dari sumber, biasanya berupa bahan yang sangat beracun. Caranya dengan isolasi sempurna dan menutup proses.

4. Comfort Ventilation
Merupakan pertukaran udara untuk membuat keadaan menjadi nyaman. Berupa suatu ruangan dipanaskan atau didinginkan atau merubah kelembaban udara. Salah satu faktornya adalah Air Conditioning (AC).

5.Cleanroom Ventilation
Adalah pemasangan filter pada sistem ventilasi dari beberapa ruang yang saling berhubungan untuk memberi udara segar yang ditempatkan dengan tempat kerja. Filter dapat dipasag menutup salah satu dinding, atap ruangan, lantai ruangan, lubang atau ventilasi. Digunakan pada pekerjaan yang betul-betul bersih, misal: industri obat.