Anda di halaman 1dari 17

KHAIRUL IZZAT BIN TAJUDDIN CIII05200

PEMBIMBING: Dr ALBERT JULYSON SUPERVISOR: Dr. FONNY JOSH,SpBP

Z plasty merupakan salah satu teknik bedah plastik yang digunakan untuk meningkatkan fungsi normal dan faktor kosmetik dari suatu luka atau bekas luka Z-plasty merupakan tipe transposisi dari suatu flap. Terdiri dari dua bentuk flap segitiga dengan luas yang sama yang kemudian ditransposisikan. Denonviliers, pada tahun 1856 merupakan orang pertama yang memperkenalkan teknik z-plasty sebagai suatu terapi operasi untuk ektropion pada kelopak mata bagian bawah

Tujuan Z plasty -Mengubah arah dari scar -Memotong garis scar untuk memutuskan garis tension -Memanjangkan scar untuk mengurangi tarikan scar

Mencegah terjadinya kontraktur pada bekas luka linear, terutama jika luka tersebut melewati daerah permukaan estetik atau permukaan yang konkaf. Mengubah panjang dan bekas luka (kontraktur akibat bekas luka pada bibir, kelopak mata atau leher). Mengubah vektor bekas luka. Reposisi jaringan Menutup defek kutaneus Transposisi jaringan sehat untuk menutupi fistula

Flap dengan banyak jaringan subkutaneus akan membatasi gerak rotasi flap. Faktor resiko yang mempengaruhi vaskularisasi di kulit -atherosklerosis -diabetes -merokok -penyakit kolagen vaskuler -antikoagulasi Riwayat penyembuhan luka yang lama, hipertropik scarring, dan pembentukan keloid

1.

2.

Daerah operasi harus didesinfeksi dengan menggunakan cairan antibakteri seperti betadine, kemudian lakukan sterile drapping. Dua garis digambarkan pada tiap ujung bekas luka linear, membentuk sudut 60 terhadap bekas luka. Sudut dua garis harus menghasilkan sudut yang sama.

3. 4. 5.

Berikan anestesi lokal atau regional Insisi vertikal sepanjang garis dengan memakai pisau scalpel nomor 15 Lakukan penipisan kulit flap sampai jaringan lemak subkutaneus, menghasilkan dua segitiga flap dengan bentuk dan sisi yang sama. Sekitar jaringan subkutaneus yang dibebaskan (undermining) dengan adekuat untuk mencapai mobilisasi flap yang memadai.

Kedua flap kemudian ditransposisi satu sama lain, sehingga mengubah arah luka semula. Kedua flap difiksasi dengan sedikit jahitan sementara. Sudut jahitan digunakan untuk petunjuk flap. Tutup flap dengan menggunakan jahitan interuptus

Antibiotik topikal dengan bebat tekan di atas luka dilakukan untuk meminimalisir kemungkinan bentuk hematoma yang oleh undermining Luka diobservasi selama 1-2 hari, apabila tidak ada masalah dengan luka tersebut, biasanya jahitan akan dilepaskan pada hari 714 pasca operasi

Nekrosis sloughing/pengelupasan flap Hematom Infeksi luka

Penyembuhan luka biasanya terjadi dalam waktu satu minggu. Apabila luka disertai udem,akan hilang dalam waktu 4-6 bulan Pada Z-plasty akan terjadi pemanjangan luka dan terbentuknya dua luka tambahan