Anda di halaman 1dari 21

HUKUMAN DALAM KUHPIDANA

Pengertian hukuman
Secara sederhana hukuman diartikan dengan ancaman bersifat penderitaan Dan siksaan.sanksi atau hukuman dimaksudkan debagai hukuman terhadap pelanggaran yang dilakukan oleh seseorang terhadap kepentingan hukum pidana.

Macam-macam hukuman pidana


Disebutkan dalam pasal 10 KUHPidana, terdiri dari pidana pokok Dan tambahan 1. Pidana mati 2. Pidana penjara 3. Pidana kurungan 4. Pidana denda 5. Pidana tutupan

1. 2. 3.

Pidana tambahan Pencautan hak-hak tertentu Perampasan barang-barang tertentu Pengumuman putusan hakim

Pidana mati
Menurut jonkers terdapat empat jenis kejahatan yang oleh KUHP diancam dengan hukuman mati. 1. Kejahatan berat terhadap keamanan negara (pasal, 104, 105,111 ayat 2, 124 ayat 3,129) 2. Pembunuhan berencana (pasal 130 ayat 2, 140 ayat 3,340) 3. Pencurian Dan pemerasan dalam keadaan memberatkan (pasal 365 ayat 4, 368 ayat 2)

4. Bajak laut, perampokan dipantai,perampokan ditepi laut, dalam air surut, perampokan disungai,dilakukan tersebut dalam pasal 444 KUHP.

Pelaksanaan pidana mati diindonesia


Pada awalnya pelaksanaan pidana mati di indonesia dilaksanakan menurut ketentuan pasal 11 KUHP, yang menyatakan : pidana mati dijalankan oleh algojo atas penggantungan dengan mengikat leher terhukum dengan sebuah jerat pada tiang pengantungan dan menjatuhkan papan dari bawah kakinya

Ketentuan pasal diatas dieubah dengan adanya uu (ordonansi) pemerintah hindia belanda tgl 21 agustus 1945 termuat salam staadblad 1945-123 mulai berlaku pada 25 agustus 1945, yang menentukan menyimpang dari apa tentang hal yang ditentukan dalam uu lain, hukuman mati yang dijatuhkan pada orang-orang sipil (bukan militer) sepanjang tidak ditentukan lain oleh gubernur jenderal, dilakukan dengan cara menembak mati met de koge (pluru)

Ketentuan penting dalam pidana mati


1. Tiga kali 24 jam sebelu, pelaksanaan pidana mati, jaksa tinggi atau jaksa yang bersangkutan memberitahukan kepada terpidana apabila ada kehendak terp[idana untuk mengemukakan sesuatu maka pesan tersebut diterima oleh jaksa. 2. Apabila terpidana sedang hamil harus ditunda pelaksanaannya bingga melahirkan.

3. Tempat pelaksanaan pidana mati ditentukan oleh Menteri Kehakiman di daerah hukum pengadilan hukum pengadilan tingkat 1yang bersangkutan 4. Kepala polosi daerah yang bersangkutan bertanggung jawab mengenai pelaksanaannya. 5. Pelaksanaan pidana mati dilaksanakan oleh regu tembak polisi dibawah pimpinan perwira polisi. 6. Kepala polisi daerah yang bersangkutan harus menghadiri pelaksanaan tersebut.

7. Pelaksanaan tidak boleh dimuka umum. 8. Penguburan jenazah diserahkan pada keluarga. 9. Setelah selesai pelaksanaan pidana mati, jaksa yang bersangkutan harus membuat berita acara pelaksanaan pidana mati tersebut, kemudian salinan surat putusan tersebut harus dicantumkan kedalam surat putusan pengadilan.

Pidana penjara
Dalam pasal 12 KUHP pidana penjara dikelompokkan kedalam 2 bagian 1. Pidana penjara seumur hidup. 2. Pidana penjara dalam waktu tertantu. Pidana penjara dalam waktu tertentu lebih lanjut disebutkan memiliki batas minimal 1 bulan Dan batas maksimal 15 tahun.

Penggolongan narapidana
Pasal 13 KUHP, Dan Pasal 49 Peraturan Kepenjaraan : 1. Barapidana kelas I : diperuntukkan bagi narapidana yang dipenjara seumur hidup Dan narapidana sementara yang membahayakan orang lain. 2. Narapidana kelas II :
Narapidana yang dipenjara lebih 3 bln yg tidak termasuk dalam kelas I tsb.

Narapidana yang dipenjara sementara yang telah dinaikkan dari kelas pertama, narapidana klas I yang berkelakuan baik dapat diturunkan ke kelas 2 Napi yg dipidana sementara karena alasan-alasan pelanggaran tertentu, dapat diturunkan menjadi klas II Dan III

3. Napi kelas III : bagi napi yang dipidana sementara yang telah dinaikkan kelas I karena telah terbukti berkelakuan baik, menurut pasal 55 peraturan penjara, bagi napi demikian dapat diberi pelepasan bersyarat (pasal15) apabila telah menjalani 1/3 atau paling sedikit sembilan bulan dari pidana yang dijatuhkan oleh hakim.

4. Napi kelas IV : diperuntukkan bagi napi yang dipidana penjara paling lama lima bulan.

Tiga sistem hukum penjara


Sistem penbsylvania (negara bagian amrik) : sistem ini menghendaki para hukuman terus menerus ditututp sendiri-sendiri dalam satu kamar. Sistem Auburne (negara bagian New york di amrik) : sistem ini menentukan bahwa para hukuman pada siang hari disuruh bersama-sama bekerja, tetapi tidak boleh berbicara. Sistem irlandia : sistem ini menghendaki para hukuman mula-mula ditutup terus menerus, kemudian dipekerjakan bersama-sama Dan tahap demi tahap diberi kelonggaran bergaulsatu sama lain sehingga akhirnya setelah dare lamanya hukuman dilampaui mereka dimerdekakan dengan syarat.

Pidana kurungan
Hukuman kurungan dapat dilaksanakan dengan batasan paling sedikit 1 bulan Dan paling lama 1 tahun. Hukuman kurungan lebih ringan dare hukuman penjara dalam hal melakukan pekerjaan yang diwajibkan Dan hal membawa peralatan.

Persamaan Dan perbedaan pidana penjara dengan kurungan


Persamaan 1. Sama-sama menghilangkan kemerdekaan bergerak 2. Mengenal maksimum umum, maksimum khusus Dan minimum umum Dan tidak mengenal minimum khusus 3. Sama-sama diwajibkan bekerja. 4. Sama-sama bertempat dipenjara

Perbedaan 1. Lebih ringan pidana kurungan daripada pidana penjara (pasal 69 KUHP) 2. Ancaman maksimum umum dare pidana penjara 15 tahun sedangkan pidana kurungan hanya 1 tahun 3. Pelaksanaan pisana penjara dilakukan dilembaga pemasyarakatan di seluruh indonesia, sedangkan pidana kurungan hanya bisa dilaksanakan ditempat dimana dia berdiam ketika diadakan keputusan hakim

Pidana denda
Pidana denda mengenal batas maksimum umum, menurut pasal 30 ayat 1 KUHP adalah tiga puluh juta rupiah tuju puluh lima sen. Bila terpidana denda tidak membayar uang denda yang telah diputuskan maka konsekwensinya dalah harus menjalani kurungan pengganti denda pasal 30 ayat 2 Apabila dendanya sebagian dibayar Dan sisanya tidak maka kurungan sebagai gantinya dikurangi secara seimbang.

Pidana tutupan
Hukuman tutupan ada berdasarkan uu tgl 31 oktober 1946 no 20 yang termuat dalam berita republik indonesia II 24 halaman 287/288. uu ini terdiri dare 6 pasal. Pidana tutupan disediakan bagi politisi yang melakukan kejahatan yang desebabkan oleh idiologi yang dianutnya. Pidana tutupan pernah diberlakukan oleh mahkamah tantra agung pada tahun 1946 untuk mengadili perkara yang dikenal dengan tiga juli affaire akan tetapi peradilam dewasa ini tidak pernah menerapkan ketentuan tersebut.