Anda di halaman 1dari 14

Deelnaming aan srafbare feiten biasa diartikan dengan turut sertanya satu orang atau lebih pada waktu

orang lain melakukan tindak pidana

Pasal 55 1. Sebagai pelaku tindak pidana akan dihukum

Mereka melakukan, menyuruh atau turut melakukan perbuatan itu. Mereka yg dg pemberian, kesanggupan, penyalahgunaan kekuasaan atau martabat,dengan paksaan, ancaman,atau penipuan atau dengan memberikan kesempatan, sarana, atau keterangan dengan sengaja memnujuk perbuatan itu

2.

Tentantang orang-orang tersebut belakangan (sub-2) hanya perbuatan-perbuatan yang oleh mereka dengan sengaja dilakukan, serta akibat akibatnyadapat diperhatikan

Sebagai pembantu melakukan kejahatan akan dihukum : 1. Mereka yang dengan sengaja membantu pada waktu kejahatan itu dilakukan. 2. Mereka yang dengan sengaja memberi kesempatan, sarana atau keterangan untuk melakukan kejahatan

Ke-1

Yang melakukan perbuatan pidana

Menyuruh melakukan perbuatan pidana Ke-2&3 Turut melakukan perbuatn pidana Membujuk supaya melakukan perbuatan pidana Ke-4&5 Membantu perbuatan pidana

Dalam ilmu hukum penyuruh biasa disebut dengan manus domina sedangkan orang yang disuruh disebut manus minestra . Dalam KUHP Indonesia diadakan pembedaan antara si penyuruh (doen plegen) Dan si pembujuk ( uitlokking). Si pembujuk dapat dihukum bila menggunakan ihtiar-ihtiar yang dirinci dalam pasal 55 ayat 1 poin ke 2 KUHP.

Apakah penyuruh dlm pasal 55 KUHP 1 ke1 harus memenuhi unsur-unsur pelaku pidana..? Contoh pasal 372 KUHP penggelapan barng. Unsur barang harus berada dalan kekuasaan pelaku. Hazewinkel-suringa, van hattun, hoge raad. Penyuruh dapat dihukum. Simons, van hamel, trapman, penyuruh dapat dipersalahkan menyuruh melakukan suatu tindakan pidana apabila pdanya terdapat semua unsur dare tindak pidana

Terdapat dua pendapat :


1. Subjektif menitik beratkan pada maksud Dan tabiat para turut pelaku. 2. Objektiv menitik beratkan pada wujud perbuatan dari para turut pelaku.

Hazewinkel-suringa Dan Hoge raad menjelaskan dua syarat bagi adanya turut melakukan tindak pidana.
1. Kerjasama yang disadari antara turut pelaku yang merupakan kehendak bersama antara mereka. 2. Bersama-sama melakukan kehendak itu

Istilah membantu melakukan dijelaskan secara tegas dalam pasal 56 KUHP. 1. Perbuatan bantuan pada waktu tindak pidana dilakukan. 2. Perbuatan bantuan sebelum pelaku utama betindak.

Perbedaan antara turut malakukan Dan membantu melakukan dapat kita lihat dare ukuran-ukuran yang dugunakan oleh dua teori objektif Dan subjektif untuk menentukan suatu tindakan kedalam membantu atau turut malakukan.

Pasal 57 KUHP mengurangi maksimum hukuman pokok dalam hal membantu tindak pidana dg 1/3. Menurut ayat 3, hukuman tambahan dalam hal pembantuan sama seperti pelaku tunggal.

Yang dimaksud disini adalah pembujuk dengan cara-cara yang telah disebutkan dalam pasal 55 ayat 1 nomor 2 KUHP. Perlu dicatat bahwa kata-kata dalam pasal 55 ayat 1 nomor 2 KUHP yang dengan sengaja dibujuk itu adalah perbuatannya bukan orangnya. Dalam ilmu hukum pembujuk biasa disebut dengan auctor intellectualis