Anda di halaman 1dari 38

Assalamualaikum wr.

wb

Kelompok B-7
Ketua Sekretaris Anggota : Zera Dirgantara (1102010308) : Ulandari (1102010282) : 1. Melda khairunisa (1102010162) 2. Moh.Adam Eldi (1102010169) 3. Muvinda Yuningrum (1102010195) 4. Pratama Adityabiantoro (1102010217) 5. Regina Septiani (1102010234) 6. Wan Asmaul Atmam (1102010285) 7. Yoelanda Putri (1102010296)

Rupture Tendo Achilles

Seorang pasien laki-laki berumur 30 tahun datang ke UGD Rumah Sakit dengan keluhan nyeri hebat pada daerah belakang pergelangan kaki kirinya. Sekitar 3 jam yang lalu pasien bermain bola, saat berebutan bola, tiba-tiba kaki kirinya berbunyi krek. Pasien tidak mampu berdiri kembali sehingga harus dibopong keluar lapangan. Pada pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum baik, tanda vital baik. Pada pergelangan kaki bagian belakang didapatkan udem, nyeri bila ditekan. Pada test Simmonds tidak didapatkan plantar fleksi kaki. Pada pemeriksaan radiologi didapatkan rupture total tendo Achilles kiri. Pasien disarankan menjalani operasi penyambungan kembali tendo yang terputus.

Sasaran Belajar
1. Memahami dan menjelaskan anatomi makro dan mikro tendo Achilles dan kinesiologinya 2. Memahami dan menjelaskan rupture tendo Achilles 2.1 Definisi 2.2 Etiologi 2.3 Gejala klinis 2.4 Pemeriksaan klinik 2.5 Pemeriksaan radiologi 2.6 Penatalaksanaan

1. Memahami dan menjelaskan anatomi makro dan mikro tendo Achilles dan kinesiologinya
Makroskopis Tendon Achilles berasal dari gabungan tiga otot yaitu : 1. M.gastrocnemius, 2. M.soleus, 3. M.plantaris. Pada manusia,letaknya tepat di bagian pergelangan kaki. Tendon Achilles adalah tendon tertebal dan terkuat pada tubuh manusia.Panjangnya sekitar 15 cm, dimulai dari pertengahan tungkai bawah. Kemudian strukturnya kian mengumpul dan melekat pada bagian tengah-belakang tulang calcaneus.

Mikroskopis Tendo achilles merupakan jaringan ikat padat teratur. Terdiri dari 95% serat kolagen dan sisanya serat elastin. Merupakan serat kolagen tipe 1.

Kinesiologi
Secara anatomis, kaki dapat dibagi menjadi tiga bagian fungsional yaitu: 1. Bagian depan kaki, terdiri dari lima tulang metatarsal dan empat belas tulang falang. 2. Bagian tengah kaki, terdiri dari tiga tulang kuneiformis, sebuah tulang kuboid dan tulang navikularis membentuk sebuah deretan.

3. Bagian belakang kaki, terdiri dari, a. tulang talus pada bagian apex kaki yang merupakan bagian dari sendi pergelangan kaki merupakan kunci mekanis pada bagian apex kaki, mempunyai korpus, kolum dan kaput, berbentuk cembung, pada permukaan superiornya menyerupai pelana kuda, b. tulang kalkaneus merupakan bagian paling belakang dari kaki yang menyentuh permukaan tanah.

Persendian kaki dan Pergelangan kaki Sendi pergelangan kaki terdiri dari bagian bawah tulang tibia, tulang fibula dan tulang talus yang berbentuk kubah, sering disebut ankle mortis. Dalam ankle mortis, talus berfungsi sebagai sendi pegas. Bila dilihat dari atas, ankle mortis berada pada sudut lateral karena maleolus medial berada di anterior maleolus lateral pada bidang transversal. Corpus talus berbentuk baji dengan bagian anterior yang lebih lebar

Gerakan sendi
1. Plantar fleksi Bagian posterior yang lebih sempit akan berada diantara ke dua maleolus dan akan memungkinkan gerakan-gerakan ke arah lateral dari talus dalam ankle mortis. Pada plantar fleksi akan terjadi sebaliknya. Ligamen interoseus diperkuat oleh ligamen tibiofibular yang berjalan paralel terhadapnya.

2. Dorso fleksi
Bagian anterior yang lebih lebar akan berada diantara ke dua maleolus dan akan berfungsi membatasi gerakan Pada saat dorso fleksi fibula terangkat sedikit ke atas menyebabkan ligamen ini menjadi lebih datar melebarkan ankle mortise, sehingga bagian terluas dari talus dapat melaluinya

Ligamen Kaki Dan Pergelangan Kaki


Ligamen dari ankle mortise adalah ligament interoseus beserta membrannya dan ligamen tibiofibular. Ligamen interoseus dan membran melekat pada bagian dalam tibia, berjalan lateral dan ke bawah pada bagian dalam fibula.

Penyangga terkuat dari sendi pergelangan kaki adalah ligamen kolateral pada bagian lateral. Ligamen kolateral ini mempunyai 3 bagian, yaitu : 1. Ligamen talofibular anterior, berasal dari kolum talus dan melekat pada ujung fibula. 2. Ligamen kalkaneofibular, berasal dari kalkaneus melekat pada ujung fibula. 3. Ligamen talofibular posterior, berasal dari korpus talus melekat pada ujung fibula.

Penyangga terkuat bagian medial pergelangan kaki adalah ligamen deltoid yang menghubungkan maleous medialis dengan navikular, sustentakum tali dan bagian posterior talus. Ligamen deltoid mempunyai 4 bagian, yaitu : 1.Tibionavikular, 2.Talotibial anterior, 3. Calcaneotibial, 4. Talotibial posterior

Otot-otot posterior terdiri dari : 1. Otot triseps surae, Disebut triseps surae karena mempunyai tiga kaput, yaitu dua kaput gastrolonemius dan satu kaput soleus. Nama lain otot triseps surae adalah otot gastrosoleus. Otot triseps surae juga menyebabkan supinasi kaki ketika kaki terfiksasi pada lantai. Otot triseps surae sangat berperan mengangkat tumit dari lantai pada saat heel off gait.

2. Otot gastroknemius Berasal dari bagian atas lutut, mempunyai dua kaput yang melekat pada setiap kondilus femur. Setengah bagian bawah dari otot gastroknemius menjadi tendon yang tipis disebut tendon Achilles, melekat pada bagian posterior kalkaneus, menyebabkan plantar fleksi pergelangan kaki.

2.Memahami dan menjelaskan ruptur tendo achilles


2.1 Definisi Ruptur tendo achilles adalah robeknya atau sobeknya tendo achilles.

2.2 Etiologi
1. Obat-obatan seperti kostokosteroid dan beberapa antibiotik yang dpaat meningkatkan resiko pecah pada tendo achilles 2. Cedera dalam olahraga seperti melompat dan berputar pada olahraga badminton, tenis, basket dan sepak bola 3. Trauma benda tajam atau tumpul pada bawah betis. 4. Meningkatnya aktivitas (jarak, kecepatan, tinggi/curam tanjakan), 5. Berkurangnya waktu relaksasi di antara sesi latihan,

6. Perubahan/pergantian alas kaki (alas kaki bertumit rendah/tinggi), 7. Kondisi alas kaki yang buruk (ukuran tumit yang tidak sesuai, dan pelebaran sisi sepatu, Berkurangnya fleksibilitas kaki), 8. Terlalu banyak tiarap (meningkatnya beban pada kompleks gastrocnemius/soleus untuk menelentangkan kaki dan jemari kaki dengan bebas), 9. Fleksibilitas otot yang rendah (gastrocnemius yang rapat), 10. Berkurangnya ruang gerak sendi (dorsifleksi yang terbatas).

2.3 Gejala klinis


1. Rasa sakit mendadak dan berat dapat dirasakan di bagian belakang pergelangan kaki/ betis 2. Terlihat bengkak dan kaku serta tampak memar 3. Adanya kesenjangan/depresi yang dapat dilihat di tendo 2 cm dari atas tumit 4. Tumit tidak dapat digerakkan keatas dan kebawah. 5. Tidak mampu untuk menahan berat badan

2.4 Faktor resiko


1. Usia. Usia puncak 30-40 tahun 2. Sex. Lebih banyak laki-laki daripada perempuan. 5:1 3. Obesitas 4. Olahraga

2.5 Pemeriksaan Klinik


1. Lokasi Sakit Menurut Brukner, P., dan Khan, K., (1993: 426) perlu adanya pemeriksaaan pada daerah dimaksud dengan cara pengamatan dan perlakuan sebagai berikut: a. Pengamatan - berdiri - berjalan - tengkurap (gambar 2.a)

Ket : (a) tengkurap (b)plantar fleksi dengan tekanan lebih

c. Gerakan pasif sendi subtalar (subtalar joint). Gerakan tertahan pada sendi subtalar adalah penyebab potensial dari rasa sakit pada tendo Achilles dan juga turut mengakibatkan kelainan pada biomekanik.

d. Gerakan pasif peregangan otot (gastrocnemius). Dilakukan dengan berdiri dan memanfaatkan berat badan sebagai tekanan. Lutut diregangkan dan tumit tetap di atas permukaan tanah. Kaki tetap di posisi netral dengan tempurung lutut sejajar dengan tulang telapak kaki. Bandingkan peregangan pada kedua sisi. e. Gerakan pasif peregangan otot (soleus). Dilakukan dengan cara pasien berdiri tegak dengan lutut dilenturkan. Pastikan kaki dalam posisi normal. f. Pengujian secara fungsional. Dapat digunakan untuk menimbulkan rasa sakit kembali jika memang dibutuhkan. Pengujian meliputi mengangkat lutut secara bersamaan ataupun sendiri-sendiri, melompat, menjatuhkan tumit secara tiba-tiba dan menerjang.

g. Palpasi (pijatan) tiarap. Pijat tendo dan para tendo selama pergerakan tendo untuk menentukan bagian mana yang tergabung. Pijat bagian gastrocnemius, soleus (telapak kaki) dan bursa retrocalcaneal. h. Tes khusus tes Thompson untuk putusnya tendo Achilles. Tes dilakukan dengan meremas bagian tengah otot betis. Hasil tes positif jika tidak terjadi plantarfleksi pada kaki.

2. Pemeriksaan Dengan Sinar X Citra sinar X yang biasa memiliki peran yang terbatas dalam pemeriksaan pasien dengan rasa sakit pada tendo achilles. Kadang-kadang adanya penonjolan yang tampak dan berlebihan pada calcaneus perlu diperhatikan. Ini mungkin saja merupakan faktor yang menimbulkan dan menambah retrocalnaceal bursitis semakin parah.

3. Pemeriksaan secara ultrasound Dapat membantu membedakan antara tendinitis, paratendinitis, degenerasi focal, dan putus sebagian (partial tear). Pemeriksaan secara ultrasound harus dilakukan saat luka pada tendo achilles tidak bereaksi terhadap cara tradisional.
4. MRI (Magnetic Resonance Imaging) MRI (Magnetic Resonance Imaging) juga dapat membantu pemeriksaan cedera pada tendo achilles.

2.6 Pemeriksaan Radiologi


Temuan radiografi dapat membantu pemeriksaan fisik utk menegakkan diagnosis ruptur tendo Archilles. Sudut toygar adalah sudut dari permukaan kulit posterior superior Achilles distal dan permukaan posterior calcaneus akan menurun dan dianggap normal jika kurang dari 150 derajat. Sudut toygar lebih dari 150 derajat + dimana kontur anterior tendo Achilles pada penyisipan kurva jauh dari aspek posterior superior calcaneus,mungkin positif. Biasanya juga terlihat adanya celah pada tendo archilles dalam gambaran radiologi

2.7 Penatalaksanaan
1. Operasi Pembedahan adalah pengobatan umum untuk pecah lengkap Achilles tendon. Prosedur ini umumnya melibatkan membuat sayatan di bagian belakang kaki bawah dan jahitan robek tendon bersama-sama. Tergantung pada kondisi jaringan yang robek, perbaikan dapat diperkuat dengan tendon lain. Setelah itu, Anda harus menghabiskan waktu sekitar enam sampai delapan minggu dengan kaki Anda dalam boot berjalan, cor, penjepit atau belat.

2. Nonsurgical pengobatan Pendekatan ini biasanya melibatkan mengenakan gips atau berjalan boot, yang memungkinkan ujung tendon robek Anda untuk memasang kembali diri mereka sendiri. Metode ini bisa efektif, dan menghindari risiko, seperti infeksi, terkait dengan operasi. Namun, kemungkinan re-pecah lebih tinggi dengan pendekatan nonsurgical, dan pemulihan dapat memakan waktu lebih lama. Jika kembali pecah terjadi, perbaikan bedah mungkin lebih sulit.

3. Rehabilitasi Setelah pengobatan, baik bedah atau nonsurgical, Anda akan pergi melalui program rehabilitasi yang melibatkan latihan terapi fisik untuk memperkuat otot kaki Anda dan Achilles tendon. Kebanyakan orang kembali ke level sebelumnya aktivitas mereka dalam waktu empat sampai enam bulan.

2.8 Pencegahan
1. Hindari kegiatan yang menempatkan stres berlebih pada tendon Achilles Anda, misalnya bukit-berlari dan melompat kegiatan. 2. Jika anda melihat rasa sakit selama latihan, istirahat. 3.Jika salah satu latihan atau kegiatan yang menyebabkan Anda sakit terus-menerus, coba yang lain. 4. Berdampak tinggi olahraga alternatif, seperti berlari, dengan olahraga-dampak rendah, seperti berjalan, bersepeda atau berenang. 5. Menjaga berat badan yang sehat. 6. Kenakan sepatu yang baik dengan bantalan yang tepat atletik di tumit.

Reference
R.Putz & R.Pabst. Sobotta Atlas Anatomi Manusia Jilid 2. Jakarta : EGC Victor P.Eroschenko.2010. Atlah Histologi difiore Edisi 11. Jakarta : EGC Snell, Richard S. 2006. Anatomi Klinik untuk Mahasiswa Kedokteran Edisi 6. Jakarta: EGC Buku kinesiologi gerak tubuh manusia, Dr. HM. Syamsir, MS,PA Buku ajar ilmu bedah de Jong Ed.3 http://medianers.blogspot.com/2010/08/ruptur-tendonachilles.html

Terima kasih wassalam