Anda di halaman 1dari 9

ADRENAL DISEASES CONDITIONS

Kelenjar pituitary/ hypofisis terletak dalam sela turcica, suatu depresi tulang sphenoid tepat dibawah hypothalamus. Hypothalamus disebut juga master of gland karena substansi yang dilepaskan olehnya mengontrol reaksi neurohypofisis dibentuk dan diregulasi oleh saraf dibawah hypothalamus.

Gambar 2.16 Kelenjar Pituitary

Hypothalamus mensekresikan paling sedikit 9 releasing inhibiting substances. Beberapa dari substansi ini merupakan hormon (struktur molekul jelas) yang lain merupakan releasing/ inhibiting factors (struktur molekul tidak diketahui). Hypothalamus dan adenohypofisis dihubungkan oleh suatu system aliran darah yang disebut hypothalamic hypofisial portal system. Hormon yang dihasilkan hypothalamus dialirkan melalui sistem ini ke adenohypofisis yang mana akan menstimulasi atau menghambat hormon yang bersangkutan. Hubungan hypothalamus dengan neurohypofisis terletak pada impuls saraf. Neurohypofisis terdiri atas akson tidak bermyelin yang badanbadan selnya berada di hypothalamus dan pituicytes yang mana mempunyai fungsi penunjang saja.

Gambar 2.17 Hypothalamic Hypofisial Portal System Temuan Klinis dan Laboratorium serta Diagnosis. Temuan klinis dari Cushing Syndrome terlihat sama dengan manifestasi klinis dari tipe moderat terapi high-dose glucocorticoid. Tanda-tanda dan gejala-gejalanya adalsh obesitas central, atrophi kutaneus, mudah memar, muscle wasting, osteoporosis, hipertensi, diabetes mellitus, immunosuppression, dan gejela psikiatrik. Penemuan dalam laboratorium biasanya tidak cukup membantu dalam mendiagnosa penyakit exacerbasi iatrogenic, kecuali pada kasus terjadinya kenaikan glukosa yang terkait dengan Diabetes Melitus. Level kortisol bisa bersifat tinggi, normal, atau rendah tergantung dari campur tangan dengan cortisol assay. Pernyataan-pernyataan yang mendasari tentang adrenal insuffiency sekunder pada

administrasi eksogen dari glukokortikoid sama dengan sulitnya dalam menilai. Pada keadaan normal, level plasma kortisol siang hari berkisar antara 100-300 nmpl/L, tapi pada pagi hari (pukul 8.00) meninggi hingga > 400 nmol/L diperkirakan karena adanya sekresi ACTH pada malam hari. Keadaan kortisol diurnal normal yang bervariasi ini dapat mengecoh tenaga klinis untuk menentukan diagnosis dari adrenal insufficiency. Urin yang bebas dari kandungan kortisol sering digunakan untuk mendiagnosa Cushings disease, karena peninggian kadar urinary kortisol dikarenankan pituitari adenoma mensekresikan ACTH. Tetapi urinary free kortisol level tidak bisa diturunkan dengan inhaled glukokortikoid, walaupun plasma kortisol tidak meningkat karena responnya terhadap dosis farmakologi dari ACTH, memperkirakan adrenal insufficiency tetap ada dengan level normal dari free urinary kortisol. Umumnya, pada pukul 8.00 pagi, level plasma kortisol > 200 nmol/L tidak biasa ditemukan jika terdapat adrenal insuffiency.

Pertimbangan Kesehatan Oral HEMOSTASIS Pasien yang sedang diterapi glukokortikoid kronis berkurangnya kolagen dibawah kulit dan produksi lain protein ekstraselular oleh fibroblas. Kurangnya kolagen. Fibril dan protein lain telah mendalilkan untuk menjelaskan kecenderungan pasien dengan Sindrom Cushing berdarah dan luka memar dengan mudah. Ada juga mungkin berkaitan dengan cacat pada dinding pembuluh darah kecil, yang mengakibatkan cacat penyempitan ini kapal selama penyembuhan bleeding. Wound juga terganggu, dan luka parut kurang tepat waktu dan kurang kuat daripada normal subyek. KERENTANAN TERHADAP INFEKSI Pasien yang sedang di terapi glukokortikoid kronis dianggap menjadi

immunocompromised dan lebih dari biasanya rentan terhadap antibiotik profilaksis infection. Diputuskan pada dasar penyakit yang mendasarinya bagaimanapun bukan pada dasar terapi glukokortikoid. Pasien dengan Sindrom Cushing juga lebih cenderung memiliki jamur Candida dan infeksi, mungkin karena flora normal pada kulit dan mukosa. REAKSI OBAT DAN INTERAKSI Reaksi dan interaksi obat telah dijelaskan di atas bagian yang berhubungan dengan asal-usul iatrogenik sebagian besar kasus. Sindrom Cushing dilihat oleh praktisi perawatan kesehatan mulut. Efek yang parah insufisiensi adrenal, yang dapat disebabkan dengan sebelumnya atau terapi glukokortikoid hidup berdampingan dengan stres, infeksi, atau

invasif . Prosedur operasi, kemungkinan tidak recognazing konsekuensi dari sindrom ini. ABILITY TO WITHSTAND DENTAL CARE Terkadang pasien dengan penyakit inflamasi kronis yang menerima dosis rendah terapi glukokortikoid akan bertahan perawatan gigi baik selama konsekuensi dari insufisiensi adrenal dihindari. Pasien on tinggi dosis Glukokortikoid sering menunjukkan tanda-tanda dan gejala dari sindrom Cushing dan dengan demikian terdapat kesulitan penyembuhan luka dan kesulitan kecil dengan hemostasis dan imunosupresi yang mungkin menyulitkan penyediaan layanan kesehatan mulut.

THYROID DISEASE
Terletak di leher, antara trachea. Terdiri dari dua lobus, masing-masing lobus terletak disisi samping pertemuan antara larynk (pita suara) dan trachea (GB). Kedua lobus dihubungkan oleh jaringan thyroid yang disebut ithsmus, diatas cincin trachea kedua dan ketiga. Kelenjar ini memiliki sistem sirkulasi yang rumit. Asam-asam amino, lodine, sekresi kelenjar dan substansi lain diangkut oleh sistem ini. Kelenjar ini terdiri dari ribuan folikel yang merupakan kantung-kantung berisi gelatinus colloid dimana hormon-hormon thyroid akan disimpan. Sel folikel berbentuk kuboid (satu lapis sel). Kelenjar thyroid tersusun oleh dua type sel, sel utamanya adalah sel folikuler. Sel keduanya adalah sel parafolikuler yang ukurannya lebih besar, tapi dengan jumlah yang lebih sedikit. Kelenjar thyroid adalah satu-satunya kelenjar yang mampu menyimpan sekresinya diluar sel utama dan bentuk secret yang disimpan berbeda dengan yang disekresikan kedalam darah. Sebelum disekresikan ia dipecah dulu oleh enzim-enzim. Karena kaya oleh pembuluh darah, transportasi hormon ini jadi lebih mudah. Deskripsi umum, Insidensi, dan Etiologi Setelah diabetes melitus, penyakit tiroid adalah yang paling umum. Banyak tandatanda dan gejala penyakit tiroid diamati selama pemeriksaan dari orofacial kompleks. Lebih jauh lagi, di bawah-atau overactivity kelenjar tiroid dapat mengancam nyawa. Akibatnya, dokter gigi harus memiliki pengetahuan tentang patofisiologi thyroid dan pengobatan kondisi tiroid. Penyakit tiroid sering membutuhkan perawatan jangka panjang, sering intermiten. Penyakit tiroid lebih sering terjadi pada wanita dan paling sering pada wanita berusia di atas 50 tahun. Diperkirakan bahwa risiko seumur hidup tirotoksikosis (misalnya, signifikan klinis hyperfunction kelenjar tiroid) adalah 5% untuk perempuan dan 1% untuk laki-laki. Skrining rutin untuk penyakit tiroid yang lebih tua (> 50 tahun) penduduk perempuan akan mendeteksi gejala disfungsi tiroid pada 1 dari 71 perempuan. Kedua penyakit tiroid paling umum ditemukan di neonatal population. hipotiroidisme kongenital disebabkan oleh klinis cacat signifikan dalam produksi hormon tiroid pada saat lahir. Hipotiroidisme kongenital terjadi pada 1 dari 3.500 bayi yang baru lahir, mempengaruhi perempuan dua kali lebih sering sebagai laki-laki, dan merupakan salah satu dari penyebab common mental retardation. Dalam bayi yang baru lahir dengan hypothyroidism, tidak ada fitur klinis spesifik, tetapi ada hubungan terbalik antara usia perawatan dimulai dan derajat keterbelakangan mental.

Negara yang didanai program skrining bayi yang baru lahir bawaan hipotiroidisme memiliki efek yang signifikan pada penyebab keterbelakangan mental. Untuk orang dewasa, yang paling umum tanda dan gejala hipertiroidisme dan hipotiroidisme diperlihatkan pada Tabel 22-4. Tanda dan gejala hipertiroidisme adalah hasil dari T4 meningkat sekresi oleh kelenjar tiroid, tetapi banyak yang identik dengan tanda-tanda dan gejala kecemasan. pasien mengalami kesakitan pada gigi, tanda-tanda hipertiroid dapat hidup berdampingan dengan dan memperburuk pasien normal terhadap rasa sakit dan kecemasan. Selain itu, pemeriksaan rutin kepala dan leher dapat mengungkapkan tanda-tanda penyakit tiroid, termasuk perubahan dalam fungsi oculomotor, penonjolan mata, kelebihan keringat, pembesaran tiroid atau lidah, bahasa jaringan tiroid, dan kesulitan dalam menelan. Pengobatan penyakit tiroid dapat mempercepat penonjolan mata dan dapat menyebabkan agranulocytosis. Atrial fibrilasi, meningkatkan ukuran tiroid, dan perubahan dalam kadar hormon tiroid untuk gejala hipotiroid atau status hipertiroid juga mungkin selama terapi medis untuk mendasari penyakit tiroid. Tabel 22-4 Signs and symptom of Hyperthyroidism and Hypothyroidism Hyperthyroidism Anxious appearance Tachycardia Excess sweating Warm moist skin Heat intolerance Atrial fibrillation Muscle wasting Goiter Fine tremor of outstretched hands Some weight loss Hypothyroidism Lethargic appearance Low hoarse voice Slow pulse rate Dry skin Cold intolerance Elevated blood cholesterol levels Increase of subcutaneous tissue Goiter Decreased hearing Some weight gain

Temuan Klinis dan Laboratorium Screening untuk penyakit tiroid dapat dibedakan dalam dua kategori: (1) screening pada bayi baru lahir untuk hipotirodisme congenital dan (2) screening pada pasien dewasa. Screening pada neonatal hypertiroidism dilakukan dengan tes TSH. Screening disfungsi tiroid pada pasien dewasa dapat menunjukkan 4 kelainan kondisi : hipotirodisme yang jelas dan hipertiroidisme dan subclinical hypotiroidism dan hypertiroidisme. Untuk dewasa, pemeriksaan utama adalah level TSH, yang jika abnormal, diikuti dengan penentuan T4 bebas. Jika TSH JIka level TSH rendah, kelianan tiroid secara signifikan dapat terlihat dengan meningkatnya level dari T4 bebas. Jika level TSH tinggi, level subnormal dari T4 bebas akan menunjukkan hypotiroidisme. Kelainan subklinis hipotiroidisme terdiagnosa oleh kombinasi tingginya level TSH dan normalnya T4 level sedangkan level TSH yang rendah dan level T4 yang normal terlihat pada hipertiroidisme. Screening dilakukan pada pasien yang memiliki symptom: pembesaran tiroid, mata terlihat seperti ciri kelainan tiroid, onset atrial fibrilasi, dan sejarah penyakit tiroid sebelumnya dan symptom baru untuk hipotiroidisme atau hipertiroid. Bila ditemukan glandula tiroid yang asimetri pada pemeriksaan rutin di regio leher dan kepala membutuhkan pemeriksaan lanjut dari internist atau endokrinologi.Diagnosa lesi patologi pada glandula yang abnormal seringnya non-invasif dengan menggunakan fine-needle biopsy dengan sitologi pada daerah yang terinfeksi. Ada pula metode diagnostic lain sepeti ultrasonography, CT, MRI, dan scintigrafi. Tumor pada thyroid ditangani dengan eksisi dan radiasi. Rekurensi kanker setelah prosedur eksisi dan radiasi dapat diiringi dengan determinasi jaringan thyroglobulin atau serum. Dan kanker thyroid ini jarang bersifat metastatic.Selain kanker thyroid, sering juga ditemukan nodul soliter jinak pada thyroid yang menjadi diagnose akhir bila ditemukan adanya keasmetrisan glandula thyroid. Penanganan lesi-lesi tersebut bermacam-macam dan membutuhkan therapy T4 dengan jangka waktu yang panjang. Diagnosis Banding Pengetahuan mengenani diagnosis banding ini sangat penting bagi dokter. Konsultasi dengan ahli penyakit dalam atau ahli endokrin biasanya membutuhkan perawatan tambahan seperi -blockers, yang perlu ditambahkan untuk mengurangi gejala penyakit

thyroid. Pasien dengan kelainan thyroid mungkin menjalani prosedur operasi sehingga ada kemungkinan terjadi komplikasi pada terapi daerah leher dan kepala lainnya. Bila hal ini terjadi, maka dibutuhkan perawatan lanjutan yang disesuaikn dengan kasus yang ada. Hilang gigi, penurunan densitas tulang mandibula, penurunan sekresi saliva, kesulitan dalam menelan, dan terganggunya kulit atau mukosa merupakan beberapa contoh efek terapi radiasi. Penderita hypothyroid membutuhkan suplemen hormon thyroid untuk membantu pembentukan T4 kembali. Penggunaan suplemen ini digunakan terus menerus dan juga membutuhkan tes laboratorium mengenai kadar TSH. Bila suplemen diaplikasikan dengan tidak teratur maka dapat menyebabkan elevasi kadar TSH dan muncul kembali gejala-gejala hipothyrodism setelah 4-6 minggu. Pada pasien lajut usia, pengganti throid ini memiliki resiko. Hipothyroidism progresif dapat berlanjut menjadi gangguan fungsi cardiac, depresi, meningkatnya ketulian, fatigue, dan perubahan kulit. Juga dapat terjadi peningkatan kadar kolesterol pada darah dan penurunan fungsi ginjal. Penanganan Tyroid-associated orbitopathy dan tyroid-dependent bone loss dapat diakibatkan oleh penyakit tiroid pada pasien yang sedang mendapatkan terapi oral. Juga, pasien dalam terapi litium untuk kelainan psikiatris atau amiodarone untuk kelainan cardiovascular dapat terkena kelainan tiroid yang berhubungan dengan terapi medis. Sebagai tambahan, pengobatan hypertiroidisme dengan methimazole atau propylthiouracil dapat mengakibatkan agranulocytosis. Thyroid-associated orbitopathy merupakan manifestasi ekstatiroid yang paling sering terjadi pada Graves disease. Dua karakteristik abnormalitas terlihat secara mikroskopis yaitu exess glycosaminoglycans dan tanda infiltrasi inflamasi kronis pada jaringan ikat, jaringan lunak, dan otot ekstraocular, dengan adanya makrofag dan sel limfosit T. Pada 20% pasien dengan kelainan mata yang berhubunagn dengan Graves disease, orbitopathy muncul sebelum symptom hypertiroidism, dan pada 40% pasien tanda mata terjadi selama diagnose dari hypertiroidism. Progresi kelainan mata berkurang pada pasien Graves disease yang menjalani pengobatan dengan methimazole, dan progresi yang melambat pun terlihat pada pasien yang menjalani terapi radioiodine bersamaan dengan penggunaan prednisone selama 3bulan. Merokok disebutkan dapat memperparah thyroid-

associated orbitopathy. Kebanyakan pasien dengan thyroid-associated orbitopathy tidak memerlukan perawatan pembedahan, kecuali pada kasus yang lebih parah. Konsentrasi mineral tulang dan excess exogenous dan endogenous tiroksin sudah diselidiki. Penurunan kadar mineral tulang pada wanita postmenopause telah dilaporkan. Wanita postmenopause biasanya mengalami hipotiroid dan membutuhkan perawatan thyroid hormone replacement. Sedangakan pada wanita premenopause dapat dilakukan pengobatan tiroid yaitu suppression of nodule growth (pengontrolan pertumbuhan nodul). Nalisis lain menyebutkan bahwa kadar tulang pada wanita premenopause dan postmenopause dapat dilakukann tiroid replacement atau pengontrolan seperti yang disebutkan. Lithium, yang digunakan untuk perawatan kelainan hiper-depresive, dapat menggangu sekresi hormone tiroid. Pada dosis tinggi, terapi litium dapat menyebabkan hypotiroid klinis dan menyebabkan peningkatan TSH dan penurunan T4. Amiodarone, agen antiarrhythmic digunakan pada terapi cardiovascular, hampir 40% iodide. Penggunaan iodide dosis tinggi ini dapat menyebabkan penurunan produksi T4. Pada kebanyakan pasien, fungsi normal tiroid dapat dikembalikan dalam 3bulan dengna terapi amiodarone. Untuk praktisi kesehatan gigi yang merawat pasien yang sedang dalam terapi untuk hipertiroid, obat yang digunakan untuk mengobati Graves disease dapat menyebabkan penurunan jumlah leukosit. Jika jumlah leukosit mereka menurun, pasien dalam perawatan ini harus dirujuk kepada internist atau endocrinologist, yang akan mengkonfirmasi atau membuang agranulocytosis. Pertimbangan Kesehatan Oral Pada hipertiroidisme, exophthalmoses, gondok, tutup lag, dan oculomotor cacat terlihat. Facial myxedema, lidah yang diperbesar, dan suara serak yang diamati dalam keadaan hipotiroid. HEMOSTASIS Pasien dengan hipertiroidisme dapat mengalami peningkatan tekanan darah dan detak jantung berdasarkan efek hormon tiroid pada aktivitas sistem saraf simpatik. Pasien arteriolar tinggi peningkatan tekanan mungkin memerlukan perhatian dan durasi yang lebih lama tekanan lokal untuk menghentikan pendarahan. Hipertiroidisme pasien yang berada di warfarin (Coumadin) mungkin memiliki peningkatan metabolisme obat ini, mengarah ke

sebelum penurunan indeks terapi koagulasi. Pasien dengan hipotiroidisme lama mungkin subkutannya meningkat karena berkurang mucopolysaccharides dalam degradasi zat ini. Adanya kelebihan mucopolysaccharides subkutan dapat menurunkan kemampuan

penyempitan pembuluh kecil ketika memotong dan dapat mengakibatkan peningkatan pendarahan dari disusupi jaringan, termasuk mukosa dan kulit. KERENTANAN INFEKSI Pasien dengan hypothyroidism mungkin telah menunda penyembuhan luka akibat penurunan aktivitas metabolik dalam fibroblas. Tertunda penyembuhan luka dapat berhubungan dengan peningkatan risiko infeksi karena pencahayaan lebih lama dari jaringan yang tak tersembuhkan untuk organisme patogen. Hypothyroid pasien tidak dianggap immunocompromised. AKSI DAN INTERAKSI OBAT Interaksi obat dapat terlihat dari hasil peningkatan metabolisme. Tingkatannya berhubungan dengan hipertiroidisme atau penurunan metabolisme. Tingkat ini terkait dengan hypothyroidism. Baik dikendalikannya hipertiroidisme dan hipotiroidisme tidak boleh menyajikan kelebihan resiko bagi pasien yang menjalani perawatan gigi. Lengkapnya sejarah dan pemeriksaan fisik pasien dengan tiroid penyakit ini diperlukan untuk menentukan penyakit tiroid tertentu dan menentukan stabilitas individu pasien. Konsultasi dengan dokter pasien berisiko disarankan ketika sejarah dan pemeriksaan fisik menunjukkan terdiagnosis, tidak diobati, atau penyakit yang tidak stabil.