Anda di halaman 1dari 2

Petroleum System

Dari segi istilah, petroleum adalah sebuah bahan campuran senyawa yang terdiri atas konsentrasi tinggi dari suatu zat karena termal dan hidrokarbon biologi sebagai gas hidrat, reservoir yang ketat, fracture shale, dan coal, kondensat, minyak mentah, dan bitumen alami di reservoir yang umumnya silica klastik dan batuan karbonat. Sistem adalah elemen yang saling ketergantungan dan proses yang membentuk unit fungsional yang membuat akumulasi hidrokarbon. Jadi secara sederhana, Petroleum System merupakan beberapa sistem yang tersusun atas unsur dan proses yang berkesinambungan dalam pembentukan Hydrocarbon (Minyak dan Gas Bumi). Unsur-unsur dan proses ini saling berkaitan satu dengan yang lainnya, dimana apabila salah satu unsur atau proses ini tidak terpenuhi, maka Hidrokarbon tidak akan terbentuk. Unsur-unsur Petroleum System 1. Source Rock Source rock atau batuan induk merupakan unsur pertama dalam pembentukan hidrokarbon. Source rock adalah batuan yang memiliki banyak kandungan dari material organik sisa-sisa hewan dan tumbuhan. Source rock biasanya merupakan batuan berbutir halus, sehingga mampu mengawetkan kandungan material organik yang ada didalamnya. Material organik tersebut harus mengalami proses pematangan agar bisa menjadi hidrokarbon dengan cara memperoleh tekanan dan suhu yang cukup. Source rock sendiri terletak didasar-dasar basin (cekungan) tempat sisa-sisa material organik terendapkan. Resevoir Reservoar merupakan batuan yang memiliki tingkat porositas (kemampuan untuk menyimpan fluida) dan tingkat permeabilitas (kemampuan untuk meloloskan fluida) yang baik, sehingga hidrokarbon yang berasal dari batuan induk dapat disimpan, tersalurkan, dan terakumulasi dengan baik didalam batuan ini Reservoir ini terdiri atas batupasir, dolomite, limestone (chalk), dan fracture dari ketiganya atau batupasir dan batuan karbonat. Untuk porositas 15-30% (baik porositas primer maupun sekunder) serta permeabilitas minimum sekitar 1 mD (mili Darcy) untuk gas dan 10 mD untuk minyak ringan (light oil). Seal Rock Seal rock atau batuan tudung merupan suatu batuan yang memiliki tingkat porositas dan permeabilitas yang buruk (kedap air) sehingga hidrokarbon yang ada pada batua reservoar tidak akan keluar lagi, biasanya seal rock terletak diatas batuan reservoar. Traps Traps atau perangkap merupakan bentukan geometri dibawah permukaan yang memungkinkan berhentinya pergerakan hidrokarbon dibatuan reservoar, sehingga hidrokarbon yang berada pada batuan reservoar dapat terakumulasi.Traps merupakan salah satu unsur yang paling penting dalam mencari keterdapatan hidrokarbon dibawah permukaan. Usaha dalam eksplorasi lebih ditujukan untuk mencari parangkap-perangkap

2.

3.

4.

5.

reservoir ini. Secara umum traps (Perangkap) dapat dibagi menjadi 3, yaitu : Perangkap Struktur, Perangkap Stratigrafi, dan Perangkap Kombinasi. Migration Route Migration route merupakan proses perpindahan hidrokarbon yang telah matang dari source rock (batuan induk) ke batuan reservoar. Migration itu sendiri dibagi menjadi 2, yaitu Primary Migration dan Secondary Migration. Primary Migration, merupakan proses perpindahan atau bergeraknya hidrokarbon yang telah matang dari batuan induk menuju ke batuan reservoar. Secondary Migration merupakan pergerakan hirdokarbon didalam reservoar menuju tempat akumulasinya hidrokarbon (pergerakan ke arah perangkap/trap).

Sumber: http://www.taylorgeoservices.com/marcellus.htm Gambar Petroleum System

Referensi:
http://ptarmiganenergy.com/petroleum-system/ http://dinawan24geo.wordpress.com/2012/10/16/petroleum-system/