Anda di halaman 1dari 23

Demam Reumatik BATASAN

Demam reumatik adalah penyakit inflamasi akut yang timbul setelah infeksi tenggorokan oleh Streptokokus Betahemolitikus grup A, cenderung kambuh, dan dapat menyebabkan gejala sisa pada katup jantung.

PATOFISIOLOGI
Demam reumatik akut biasanya didahului oleh radang tenggorokan yang disebabkan oleh infeksi Streptokokus betahemolitikus grup A, sehingga kuman tersebut dianggap sebagai penyebab demam reumatik akut. Infeksi tenggorok yang terjadi bisa berat, sedang, ringan atau asimtomatik, diikuti fase laten (asimtomatik) selama 1 sampai 3 minggu. Baru setelah itu timbul gejala-gejala demam reumatik akut. Hingga sekarang masih belum diketahui dengan pasti hubungan langsung antara infeksi Streptokokus dengan gejala demam reumatik akut. Yang masih dianut hingga sekarang adalah teori autoimunitas. Produk Streptokokus yang antigenik secara difusi keluar dari sel-sel tenggorok dan merangsang jaringan limfoid untuk membentuk zat anti. Beberapa antigen Streptokokus, khususnya Streptolisin O dapat mengadakan reaksi silang dengan antigen jaringan tubuh sehingga terjadi reaksi antigen-antibodi antara zat anti terhadap Streptokokus dan jaringan tubuh. Pada demam reumatik dapat terjadi keradangan berupa reaksi eksudatif maupun proliferatif dengan manifestasi artritis, karditis, nodul subkutan, eritema marginatum dan/atau khorea. Kelainan pada jantung dapat berupa endokarditis, miokarditis, perikarditis dan/atau pankarditis.

GEJALA KLINIS
Jones membagi gejala atas 2 macam manifestasi yaitu manifestasi mayor (gejala yang patognomonik) dan manifestasi minor (gejala yang tidak patognomonik tetapi perlu untuk menegakkan diagnosis). Tabel 1. : Kriteria Jones yang direvisi Terjadinya karditis ditandai dengan adanya : - Kardiomegali - Gagal jantung - Bising baru yang sebelumnya tidak ada - Bising yang berubah - Interval P-R yang memanjang pada EKG

DIAGNOSIS
Diagnosis kemungkinan besar demam reumatik memakai kriteria Jones sebagai pedoman, yaitu : 2 manifestasi mayor, atau 1 manifestasi mayor + 2 manifestasi minor, ditambah adanya gejala infeksi streptokokus Manifestasi Minor Klinis : . Demam . Arthralgia . Riwayat demam reumatik atau penyakit jantung reumatik . Reaksi fase akut : LED , lekositosis - Interval P-R memanjang

beta hemolitikus golongan A sebelumnya. Manifestasi Mayor . Karditis . Poliartritis . Khorea . Eritema marginatum

. Nodul subkutan Laboratorium :

- CRP +

Ditambah bukti adanya bukti infeksi streptokokus yang mendahului: titer ASO atau titer antibodi terhadap streptokokus lainnya yang meningkat, kultur hapusan tenggorokan positif streptokokus grup A, atau demam skarlatina.

DIAGNOSIS BANDING
- Artritis reumatoid. - Artritis virus. - Bising fungsionil. - Miokarditis virus - Lupus eritematosus sistemik. - Artritis bakterial. - Reaksi alergi. - Kelainan jantung bawaan. - Miokarditis bakterial lain.

PENYULIT
Penyulit yang sering didapatkan adalah gagal jantung yang dapat terjadi sangat dini pada fase akut. Untuk penatalaksanaan gagal jantung : lihat bab mengenai Gagal Jantung Akut.

PENATALAKSANAAN
Tirah Baring. Semua penderita demam reumatik perlu tirah baring. Lamanya tergantung berat ringannya penyakit.

Tabel 2. : Tirah baring dan mobilisasi penderita demam reumatik (Taranta & Markowitz, 1989) Status Jantung Tanpa Karditis Karditis tanpa Kardiomegali Karditis dengan Kardiomegali Karditis dengan gagal jantung Penatalaksanaan Tirah baring selama 2 minggu dan mobilisasi bertahap selama 2 minggu Tirah baring selama 4 minggudan mobilisasi bertahap selama 4 minggu Tirah baring selama 6 minggu dan mobilisasi bertahap selama 6 minggu Tirah baring selama dalam keadaan gagal jantung dan mobilisasi bertahap selama 3 bulan

Antibiotika :
Penisilin Benzatin 600.000 U untuk anak dengan berat badan kurang dari 30 kg dan l,2 juta U bila berat badan lebih dari 30 kg diberikan sekali. Penisilin oral 4 x 250 mg/hari untuk anak besar dan 4 x 125 mg/hari bila berat badan kurang dari 20 kg diberikan selama 10 hari. Pada penderita yang alergi terhadap penisilin dapat diberikan eritromisin 50 mg/kg BB/hari selama 10 hari. Obat-obat lain tidak dianjurkan.

Analgesik dan anti-inflamasi


Obat anti radang diberikan untuk menekan gejala radang akut yang timbul meskipun adanya radang dan perjalanan penyakitnya sendiri tidak berubah. Oleh karena itu obat anti radang sebaiknya hanya diberikan bila diagnosis telah ditegakkan. Tabel 3 : Pedoman pemberian analgetik dan anti-inflamasi Manifestasi Klinik Artralgia Artritis saja, dan/atau karditis kardiomegali Karditis jantung dengan kardiomegali atau gagal tanpa Pengobatan Salisilat saja 75-100 mg/kg BB/hari Salisilat saja 100 mg/kg BB/hari selama 2 minggu dilanjutkan dengan 75 mg/kg BB selama 4-6 minggu. Prednison 2 mg/kg/ BB/hari selama 2 minggu,dikurangi bertahap selama 2 minggu ditambah salisilat 75 mg/kg BB selama 6 minggu.

Jantung Rematik (PJR) Definition


Penyakit Jantung Rematik (PJR) atau dalam bahasa medisnya Rheumatic Heart Disease (RHD) adalah suatu kondisi dimana terjadi kerusakan pada katup jantung yang bisa berupa penyempitan atau kebocoran, terutama katup mitral (stenosis katup mitral) sebagai akibat adanya gejala sisa dari Demam Rematik (DR).

Sign

and

Symptoms

Penderita umumnya megalami sesak nafas yang disebabkan jantungnya sudah mengalami gangguan, nyeri sendi yang berpindah- pindah, bercak kemerahan di kulit yang berbatas, gerakan tangan yang tak beraturan dan tak terkendali (korea), atau benjolan kecil-kecil dibawah kulit. Selain itu tanda yang juga turut menyertainya adalah nyeri perut, kehilangan berat badan, cepat lelah dan tentu saja demam.

Diagnose
Selain dengan adanya tanda dan gejala yang tampak secara langsung dari fisik, umumnya dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan laboratorium, misalnya; pemeriksaan darah rutin, ASTO, CRP, dan kultur ulasan tenggorokan. Bentuk pemeriksaan yang paling akurat adalah dengan dilakukannya echocardiografi untuk melihat kondisi katup-katup jantung dan otot jantung.

Treatment
Apabila diagnosa penyakit jantung rematik sudah ditegakkan dan masih adanya infeksi oleh kuman Streptococcus tersebut, maka hal utama yang terlintas dari Tim Dokter adalah pemberian antibiotika dan anti radang. Misalnya pemberian obat antibiotika penicillin secara oral atau benzathine penicillin G. Pada penderita yang allergi terhadap kedua obat tersebut, alternatif lain adalah pemberian erythromycin atau golongan cephalosporin. Sedangkan antiradang yang biasanya diberikan adalah Cortisone and Aspirin. Penderita dianjurkan untuk tirah baring dirumah sakit, selain itu Tim Medis akan terpikir tentang penanganan kemungkinan terjadinya komplikasi seperti gagal jantung, endokarditis bakteri atau tromboemboli. Pasien akan diberikan diet bergizi tinggi yang mengandung cukup vitamin. Penderita Penyakit Jantung Rematik (PJR) tanpa gejala tidak memerlukan terapi. Penderita dengan gejala gagal jantung yang ringan memerlukan terapi medik untuk mengatasi keluhannya. Penderita yang simtomatis memerlukan terapi surgikal atau intervensi invasif. Tetapi terapi

surgikal dan intervensi ini masih terbatas tersedia serta memerlukan biaya yang relatif mahal dan memerlukan follow up jangka panjang.

Prevention
Jika kita lihat diatas bahwa penyakit jantung paru sangat mungkin terjadi dengan adanya kejadian awal yaitu demam rematik (DR), Tentu saja pencegahan yang terbaik adalah bagaimana upaya kita jangan sampai mengalami demam rematik (DR) (terserang infeksi kuman Streptococcus beta hemolyticus). Ada beberapa faktor yang dapat mendukung seseorang terserang kuman tersebut, diantaranya faktor lingkungan seperti kondisi kehidupan yang jelek, kondisi tinggal yang berdesakan dan akses kesehatan yang kurang merupakan determinan yang signifikan dalam distribusi penyakit ini. Variasi cuaca juga mempunyai peran yang besar dalam terjadinya infeksi streptokokkus untuk terjadi DR. Seseorang yang terinfeksi kuman Streptococcus beta hemolyticus dan mengalami demam rematik, harus diberikan therapy yang maksimal dengan antibiotiknya. Hal ini untuk menghindarkan kemungkinan serangan kedua kalinya atau bahkan menyebabkan Penyakit Jantung Rematik

Demam reumatik dan penyakit jantung reumatik apakah gerangan?

Apa, sih, yang dimaksud dengan demam reumatik dan penyakit jantung reumatik? Pada dasarnya, demam reumatik adalah penyakit peradangan (inflamasi) yang dapat timbul sebagai komplikasi dari infeksi pada tenggorokan (faringitis) yang tidak diobati atau tidak ditangani dengan baik. Peradangan kemudian dapat terjadi pada sendi, jantung, otak dan kulit. Nah, jika peradangan terjadi pada jantung inilah yang disebut dengan penyakit jantung reumatik. Jika sampai demam reumatik berkembang menjadi penyakit jantung reumatik, dapat berakibat sangat berbahaya, karena selain dapat meninggalkan cacat menetap pada jantung yang akan mempengaruhi kehidupan seseorang, dapat juga menyebabkan gagal jantung yang berujung pada kematian.

Apakah semua orang bisa terkena penyakit ini? Tidak juga. Demam reumatik paling sering terjadi pada usia 5 sampai 15 tahun dan sangat jarang terjadi pada usia di bawah 5 atau di atas 15 tahun, apalagi pada orang dewasa. Terlebih lagi, penyakit ini cenderung terjadi pada golongan sosial ekonomi yang lebih rendah, terutama akibat faktor kebersihan lingkungan tempat tinggal dan kondisi kesehatan secara umum dan nutrisi. Kemudian, ada pula peranan genetik di dalamnya, sehingga ada orangorang yang memang berbakat untuk mengalami demam reumatik setelah menderita infeksi tenggorokan. Bakat ini pun seringkali ditemukan pada lebih dari satu anggota dalam satu keluarga. Lalu, penyebabnya apa, sih? Seperti yang dijelaskan sebelumnya, semua berawal dari infeksi tenggorokan. Infeksi tenggorokan ini seringkali terjadi akibat bakteri yang namanya streptokokus grup A. Pada semua orang, infeksi seperti ini akan menimbulkan reaksi imun atau reaksi kekebalan tubuh untuk melawan bakteri ini. Nah, pada orang-orang yang berbakat, reaksi imun ini tidak

hanya akan membantai si bakteri streptokokus, tetapi juga akan menyerang tubuh sendiri. Terutama pada bagian-bagian tubuh tertentu, seperti sendi, jantung, kulit dan otak, sehingga timbul reaksi inflamasi atau peradangan. Apa ciri-ciri penyakit ini sehingga seseorang bisa tahu bahwa ini bukan sekedar demam biasa dan bisa segera membawanya ke dokter atau rumah sakit? Sesuai namanya, akan ada demam. Demam yang timbul pun tidak terlalu tinggi, paling sekitar 38C. Kemudian, ada keluhan radang tenggorokan yang ditandai dengan nyeri dan bisa ada batuk-batuk. Karena ini terutama menyangkut anak-anak, keluhan yang sering timbul adalah si anak tidak mau makan karena tenggorokannya sakit. Kemudian, anak tadi mungkin batukbatuk kecil, namun tidak disertai dengan pilek. Beberapa tanda lain, seperti pembesaran kelenjar getah bening di leher yang merupakan salah satu tanda infeksi tenggorokan biasanya hanya akan dikenali oleh dokter. Tanda-tanda demam reumatik biasanya timbul 2-3 minggu setelah infeksi tenggorokan bermula. Saat inilah, muncul gejala-gejala akibat peradangan yang disebabkan karena reaksi imunologis. Yang paling sering terjadi adalah peradangan pada sendi. Sendi-sendi besar, terutama pada lutut, siku, pergelangan tangan dan pergelangan kaki, akan membengkak, tampak kemerahan, terasa hangat jika diraba dan dirasakan sakit oleh si anak. Seringkali, peradangan ini akan berpindah-pindah dari satu sendi ke yang lainnya, misalnya pertama sendi pada lutut, besoknya sendi pada siku, dan sebagainya. Sehingga peradangan pada sendi ini disebut poliartritis migrans, artinya radang pada banyak sendi yang berpindah-pindah. Tanda lain yang dapat timbul adalah jika penyakit ini mempengaruhi otak, sehingga terjadi gejala yang disebut chorea. Chorea berupa gerakan-gerakan involunter, terutama pada tangan, namun dapat terjadi juga pada kaki, wajah dan bagian-bagian tubuh lainnya. Jadi, biasanya tangan akan bergerak-gerak, padahal si anak tidak bermaksud untuk menggerakkannya. Pada chorea yang lebih ringan, mungkin anak hanya akan mengeluhkan kesulitan untuk menulis. Nah, walaupun gejala ini cukup aneh, ini benar-benar merupakan gejala medis, jadi jangan langsung dianggap sebagai kejadian mistis yang perlu penanganan dari balian atau sejenisnya! Selain itu, chorea dapat disertai dengan perubahan tingkah laku, misalnya anak tiba-tiba marah dan menangis tanpa alasan, dan sebagainya. Yang paling gawat dan mengkhawatirkan adalah jika sampai jantung ikut terpengaruh. Biasanya gejala yang timbul adalah sesak nafas, jantung berdebar-debar, detak jantung yang cepat, nyeri dada, dan cepat capek. Pada anak-anak yang masih lebih kecil, biasanya si anak akan cepat capek dan tidak ikut bermain dengan teman-temannya. Sedangkan anak-anak yang lebih besar, juga takkan banyak beraktivitas dan jika ditanyai biasanya akan mengakui sendiri bahwa dirinya cepat capek dan sesak nafas.

Ada pula beberapa tanda lainnya, seperti nodul subkutan, yaitu bejolan-benjolan kecil di bawah kulit. Namun, karena tidak tampak jelas, biasanya ini hanya dapat ditemukan oleh dokter itu pun tidak selalu. Tanda lain adalah ruam merah pada kulit, yang disebut eritema marginatum, namun tanda ini termasuk yang lebih jarang terjadi. Jadi, kapan anak perlu dibawa ke dokter? Pada tahap infeksi tenggorokan, sebaiknya anak diperiksakan ke dokter jika menderita tandatanda infeksi tenggorokan (sakit tenggorokan dan sulit menelan) yang disertai demam, namun tanpa tanda-tanda pilek (seperti hidung berair, bersin, batuk yang parah apalagi jika berdahak dan sebagainya). Terlebih lagi, jika radang tenggorokan terjadi berulang atau berlangsung selama berhari-hari. Waspadalah jika anak terkena radang tenggorokan, karena penanganan dini dapat mencegah terjadi komplikasi. Jika sampai terjadi tanda-tanda demam reumatik atau penyakit jantung reumatik, terutama radang sendi yang berpindah-pindah, chorea, masalah pada jantung (ditandai dengan anak yang cepat lelah dan sesak nafas, dan sebagainya), sudah pasti konsultasi dokter sangat diperlukan.

Dengan gejala demam rematik yang begitu beragam, bagaimana dokter bisa memastikan penyakitnya? Riwayat radang tenggorokan, riwayat demam rematik pada keluarga (karena kemungkinan adanya faktor genetik), keadaan tempat tinggal (terkait status sosial ekonomi, yang terutama terkait kebersihan, banyaknya penghuni dalam rumah, keadaan nutrisi), sudah tentu meningkatkan kecurigaan dan kewaspadaan terjadinya demam rematik. Kemudian, gejalagejala demam rematik sendiri cukup khas (meskipun dapat ditemukan pada beberapa penyakit lainnya) apalagi jika lebih dari satu ditemukan bersamaan. Dokter juga akan melakukan pemeriksaan fisik untuk menilai tanda-tandanya peradangan pada sendi, perubahan suara jantung, kelainan pada otak yang dapat dinilai dengan beberapa pemeriksaan neurologi, dan kelainan-kelainan yang dapat timbul pada kulit. Selanjutnya, dapat diperlukan beberapa tes laboratorium, untuk membuktikan pernah terjadi infeksi streptokokus mungkin grup A dengan jika pemeriksaan ada pada darah. Elektrokardiogram keterlibatan dan echocardiogram merupakan dua pemeriksaan untuk mendeteksi kelainan pada jantung yang dilakukan kecurigaan jantung.

Sebenarnya penyakit ini bisa disembuhkan, nggak?

Ini akan sangat tergantung penyakitnya sudah sampai pada tahap yang mana. Jika hanya infeksi tenggorokan, tentunya bisa disembuhkan dengan antibiotika yang diresepkan oleh dokter. Jika sudah berlanjut menjadi demam reumatik, dengan penangan yang sesuai, sebagian besar gejala dapat ditangani. Peradangan pada sendi dapat dikurangi dengan obat antiinflamasi, dan chorea dan kelainan kulit akan hilang seiring perbaikan kondisi secara keseluruhan, meski chorea yang parah mungkin memerlukan obat khusus. Sayangnya, jika sampai terjadi penyakit jantung reumatik, akan terjadi cacat permanen pada jantung, terutama pada bagian katup jantung, tetapi dapat juga pada otot jantung itu sendiri. Ini tidak dapat disembuhkan dengan pemberian obat. Terutama jika yang terkena adalah bagian katup jantung, katup ini tidak lagi membuka dan menutup dengan baik, sehingga dapat terjadi perubahan pada aliran darah. Akibatnya, gejala-gejala akibat kelainan jantung akan menetap seperti cepat lelah, sesak nafas, berdebar-debar, detak jantung yang cepat dan dapat mempengaruhi kehidupan seseorang. Jika sampai kerusakan jantung itu sangat parah, tidak menutup kemungkinan terjadi gagal jantung keadaan di mana jantung tidak lagi mampu memompa darah ke seluruh tubuh sesuai kebutuhan yang dapat berakibat kematian. Pada kerusakan jantung, satu-satunya penanganan adalah melalui operasi, misalnya dengan penggantian katup jantung, namun biayanya sangat mahal. Mengerikan juga, ya, penyakit ini. Apakah bisa menular dan apakah ada kiat-kiat untuk mencegahnya? Yang namanya penyakit infeksi, umumnya pasti dapat menular. Dan memang, infeksi tenggorokan dapat menular, terutama pada kondisi tempat tinggal yang kurang bersih dengan banyak penghuni dan kondisi kesehatan yang kurang optimal dengan status gizi yang kurang baik. Sedangkan demam reumatik dan penyakit jantung reumatik, seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, biasanya terjadi pada orang-orang yang berbakat sehingga seringkali ditemukan dan kondisi tubuhnya tidak terlalu optimal. Jadi, intinya adalah menjaga kesehatan tubuh secara optimal dan mengupayakan deteksi dini, dengan cara secepatnya memeriksakan anak ke dokter sesuai dengan gejala yang disebut di atas.

Soal nutrisi, adakah makanan khusus yang perlu dihindari anak-anak untuk mencegah penyakit ini atau membuatnya semakin parah? Selalu penting untuk memberikan makanan yang sehat, bersih, seimbang kepada anak selain memberikannya dengan jadwal yang teratur; pagi, siang dan sore/malam. Untuk demam reumatik dan penyakit jantung reumatik, tidak ada diet khusus yang perlu diikuti. Terlebih lagi, anak yang memang terkena penyakit ini biasanya perlu perawatan di rumah sakit, di mana tentunya makanan sudah diatur sesuai kebutuhan. Yang penting untuk diperhatikan

adalah bahwa banyak makanan dapat dihindari untuk mencegah terjadinya radang tenggorokan. Ini terutama terkait makanan yang terlalu manis, banyak pewarna, banyak zat penyedap rasa, dan zat-zat aditif lainnya, karena cenderung mengiritasi tenggorokan. Sebaiknya, awasi makanan anak saat jajanan, dan substitusi camilan dengan buah-buahan bila mungkin. Apakah hambatan yang sering ditemui oleh para dokter dalam menangani penyakit ini? Demam reumatik, terlebih jika mengenai jantung, dalam pengobatannya memerlukan bed rest (tirah baring) total selama beberapa minggu. Hal ini akan sangat sulit dicapai jika dilakukan di rumah, karena kondisi perawatan yang tidak optimal, dan belum tentu ada orang di rumah yang dapat menemani dan merawat si anak yang sakit. Karena itu, istirahat yang lama itu perlu dilakukan di rumah sakit terutama untuk monitoring perubahan yang terjadi pada kondisi anak, khususnya jika kondisinya memburuk karena penyakit yang mempengaruhi kemampuan jantungnya untuk memompa darah. Sayangnya, begitu kondisi anak mulai membaik, sebagian besar orang tidak ingin melanjutkan perawatan anaknya di rumah sakit, dan pada akhirnya dibawa pulang. Masalahnya, dengan perawatan di rumah, anak mungkin saja lolos dari pengawasan dan pergi bermain, membuat dirinya terlalu capek, dan justru memperparah kondisi jantungnya. Kadang, memang keadaan jantung si anak memburuk karena dipengaruhi penyakit, namun ini tidak disadari oleh orang tuanya. Akibatnya dapat sangat mempengaruhi hidup si anak.

Ada, tidak, pesan khusus tentang demam reumatik dan penyakit jantung reumatik? Pertama, jagalah keadaan tempat tinggal yang optimal dan berikan nutrisi yang baik dan seimbang pada anak. Kemudian, penting pula untuk tidak menyepelekan sakit tenggorokan pada anak, terutama jika berkelanjutan atau berulang. Ingatlah selalu penyakit yang dapat menjadi kelanjutannya jika dibiarkan. Jika anak terdiagnosis demam reumatik atau penyakit jantung reumatik, bersiaplah untuk membiarkan anak dirawat inap untuk waktu yang cukup lama. Tidak memenuhi perawatan seperti ini, dapat berakibat sangat buruk, terutama terhadap kesehatan jantung. Demam reumatik adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi tenggorokan. Infeksi tenggorokan yang dimaksud di sini adalah infeksi tenggorokan yang disebabkan oleh bakteri Streptokokus grup A, meskipun tidak selalu berhubungan dengan demam reumatik. Bakteri Streptokokus grup A terdiri dari berbagai jenis dan hanya beberapa jenis saja yang dapat menyebabkan demam reumatik. Demam reumatik cukup sering terjadi pada anak usia 5 sampai 15 tahun dengan gejala dan

tanda yang paling sering terlihat adalah radang sendi (arthritis) atau radang jantung Apa tanda dan gejala demam reumatik pada anak?

Tanda dan gejala demam reumatik biasanya timbul 2-6 minggu setelah infeksi tenggorokan (faringitis). Tanda dan gejala yang dapat timbul adalah: Polyarthritis (radang yang mengenai banyak sendi) dengan nyeri yang berpindah-pindah dari satu sendi ke sendi lainnya. Gejala ini biasanya muncul paling awal dan berlangsung selama sekitar 4 minggu. Radang pada jantung dan katupnya (karditis dan valvulitis). Tidak bisa mengontrol gerakan tangan dan kaki (chorea Sydenham), sehingga anak terlihat seperti sedang menari. Adanya benjolan keras yang timbul di bawah kulit. Kemerahan pada kulit yang tidak gatal, terutama mengenai daerah tubuh, kadang ke kaki dan tangan, tetapi tidak mengenai wajah. Tanda dan gejala ini perlu juga dikonfirmasi dengan hasil pemeriksaan laboratorium seperti titer Anti Streptolisin O (ASO atau kadang disebut ASTO) dan biakan apusan dari tenggorokan. Bagaimana cara mengobati demam reumatik?

Pengobatan demam reumatik yang terutama adalah dengan menggunakan obat anti radang seperti aspirin. Pemberian antibiotik juga perlu dimulai setelah diagnosis demam reumatik ditegakkan. Antibiotik untuk eradikasi kuman diberikan minimal selama 10 hari dan untuk pencegahan jangka panjang diberikan minimal selama 5 tahun. Pemberian obat-obat lainnya seperti steroid akan ditentukan berdasarkan pemeriksaan dokter. Gagal jantung sebagai komplikasi dari radang pada jantung (karditis) diobati dengan pemberian obat-obat seperti diuretik dan penghambat ACE (Angiotensin Converting Enzyme) untuk Apa komplikasi terjadi mengurangi lebih sekitar lanjut 10-20 dari tahun demam sejak beban reumatik terkena yang tidak jantung. diobati?

Komplikasi lebih lanjut dari demam reumatik adalah penyakit jantung reumatik. Hal ini biasanya infeksi dari streptokokus. Pada penyakit jantung reumatik didapatkan kerusakan katup-katup jantung yang merupakan komplikasi serius dan mungkin memerlukan tindakan operasi untuk mengatasinya. Untuk pencegahan penyakit jantung reumatik biasanya dokter akan memberikan obat-obat profilaksis yang harus diminum dalam jangka waktu lama (bisa sampai bertahun-tahun atau anak sampai dewasa).

Bagaimana

cara

mencegah

demam

reumatik?

Hal terutama yang dapat dilakukan untuk mencegah demam reumatik adalah dengan cara mengenali infeksi tenggorokan yang disebabkan oleh bakteri Streptokokus grup A. Biasanya infeksi tenggorokan yang disebabkan oleh bakteri Streptokokus grup A menunjukkan gejala demam, nyeri menelan, dan bengkak di sekitar leher. Bila anak mengalami infeksi tenggorokan dan batuk yang tidak kunjung sembuh dengan gejala seperti di atas, cobalah konsultasikan dengan dokter untuk mengenali secara pasti penyebabnya. Tip Bila anak mengeluh sakit tenggorokan atau sakit menelan disertai demam, bawalah anak ke dokter Kesimpulan Demam reumatik adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi tenggorokan karena bakteri Streptokokus grup A. Tanda dan gejala demam reumatik adalah: demam, arthritis, karditis, kemerahan pada kulit. Komplikasi berupa penyakit jantung reumatik dapat terjadi beberapa tahun kemudian. Apakah penyakit jantung rematik dan demam rematik? untuk diperiksa lebih lanjut.

Penyakit jantung Rematik (PJR) adalah suatu kondisi dimana katup jantung rusak oleh demam rematik. Demam rematik diawali dengan Radang Tenggorokan (juga disebut faringitis streptokokus). Radang tenggorokan disebabkan oleh Grup A Streptococcusbacteria. Ini adalah infeksi bakteri yang paling umum dari tenggorokan. Demam reumatik adalah penyakit inflamasi. Hal ini dapat mempengaruhi banyak jaringan ikat tubuh khususnya jantung, sendi, otak atau kulit. Siapapun bisa mendapatkan demam rematik akut, tapi biasanya terjadi pada anak-anak lima sampai 15 tahun. Penyakit jantung rematik dapat bertahan seumur hidup. Kejadian demam rematik / penyakit jantung rematik rendah di Amerika Serikat dan negaranegara maju paling lainnya. Namun, terus menjadi penyebab utama kematian kardiovaskular selama lima dekade pertama kehidupan di negara berkembang. Apa saja gejala Radang Tenggorokan? Gejala termasuk (tapi tidak terbatas pada): onset mendadak sakit tenggorokan

nyeri saat menelan demam, biasanya 101-104 F sakit kepala tenggorokan merah / amandel sakit perut, mual dan muntah juga dapat terjadi, terutama pada anak-anak Pada beberapa orang, strep throat sangat ringan hanya dengan beberapa gejala. Juga, sakit tenggorokan lebih sering disebabkan oleh virus dari oleh infeksi streptokokus. Viral infeksi tenggorokan tidak meningkatkan risiko demam rematik dan tidak dapat diobati dengan antibiotik. Apa saja gejala demam rematik? Gejala bisa meliputi: Demam menyakitkan, tender, bengkak sendi merah nyeri pada satu sendi yang berpindah ke lain jantung berdebar-debar nyeri dada sesak napas ruam kulit kelelahan kecil, tanpa rasa sakit nodul di bawah kulit Gejala demam rematik biasanya muncul sekitar tiga minggu setelah strep throat. Bagaimana saya bisa mencegah penyakit jantung rematik? Pertahanan terbaik terhadap penyakit jantung rematik adalah untuk mencegah demam rematik dari yang pernah terjadi. Dengan memperlakukan strep throat dengan penisilin atau antibiotik lainnya, dokter biasanya dapat menghentikan demam rematik akut dari berkembang. Orang-orang yang sudah terserang demam rematik lebih rentan terhadap serangan yang berulang dan kerusakan jantung. Itulah sebabnya mereka akan mendapatkan pengobatan antibiotik terus menerus bulanan atau harian, mungkin seumur hidup. Jika hati mereka telah rusak oleh demam rematik, mereka juga pada peningkatan risiko untuk mengembangkan endokarditis infektif (juga dikenal sebagai bakteri endokarditis), infeksi selaput jantung atau katup. Pada tahun 2007, American Heart Association memperbarui pedoman untuk pencegahan endokarditis dan menyimpulkan bahwa tidak ada bukti yang meyakinkan yang menghubungkan gigi, prosedur saluran pencernaan atau genitourinari dengan perkembangan endokarditis. Penggunaan antibiotik profilaksis sebelum prosedur gigi

sekarang direkomendasikan HANYA untuk pasien dengan risiko tertinggi hasil buruk akibat dari endokarditis, seperti pasien dengan katup jantung buatan, endokarditis sebelumnya, atau mereka dengan bentuk-bentuk khusus penyakit jantung bawaan. Pedoman tidak lagi merekomendasikan profilaksis sebelum prosedur gigi untuk pasien dengan penyakit jantung rematik kecuali mereka juga memiliki salah satu kondisi jantung yang mendasarinya yang tercantum di atas. Antibiotik profilaksis hanya untuk mencegah endokarditis tidak lagi direkomendasikan untuk pasien yang menjalani prosedur saluran pencernaan atau genitourinari.

Penyakit Jantung Reumatik Definisi Penyakit jantung reumatik adalah sebuah kondisi dimana terjadi kerusakan permanen dari katup-katup jantung yang disebabkan oleh demam reumatik. Penyakit jantung reumatik (PJR) merupakan komplikasi yang membahayakan dari demam reumatik. Katup-katup jantung tersebut rusak karena proses perjalanan penyakit yang dimulai dengan infeksi tenggorokan yang disebabkan oleh bakteri Streptococcus hemoliticus tipe A (contoh: Streptococcus pyogenes), yang bisa menyebabkan demam reumatik. Kurang lebih 39 % pasien dengan demam reumatik akut bisa terjadi kelainan pada jantung mulai dari insufisiensi katup, gagal jantung, perikarditis bahkan kematian. Dengan penyakit jantung reumatik yang kronik, pada pasien bisa terjadi stenosis katup dengan derajat regurgitasi yang berbeda-beda, dilatasi atrium, aritmia dan disfungsi ventrikel. Penyakit jantung reumatik masih menjadi penyebab stenosis katup mitral dan penggantian katup pada orang dewasa di Amerika Serikat. Gejala Klinis Demam reumatik merupakan kumpulan sejumlah gejala dan tanda klinik. Demam reumatik merupakan penyakit pada banyak sistem, mengenai terutama jantung, sendi, otak dan jaringan kulit. Tanda dan gejala akut demam reumatik bervariasi tergantung organ yang terlibat dan derajat keterlibatannya. Biasanya gejala-gejala ini berlangsung satu sampai enam minggu setelah infeksi olehStreptococ cus. Gejala klinis pada penyakit jantung reumatik bisa berupa gejala kardiak (jantung) dan non kardiak (jantung). Gejalanya antara lain: Manifestasi kardiak dari demam reumatik Pankarditis (radang pada jantung) adalah komplikasi paling serius dan kedua paling umum dari demam reumatik (sekitar 50 %). Pada kasus-kasus yang lebih lanjut, pasien dapat mengeluh sesak nafas, dada terasa tidak nyaman, nyeri dada, edema (bengkak), batuk. Manifestasi kardiak lain adalah gagal jantung kongestif dan perikarditis. Kelainan pada bunyi jantung Gagal jantung Radang pada selaput jantung Gejala umum non kardiak dan manifestasi lain dari demam rematik akut antara lain: Poliartritis dimulai (radang sendi dibeberapa bagian tubuh) adalah gejala umum dan merupakan manifestasi awal dari demam reumatik (70 75 %). Umumnya artritis pada sendi-sendi besar di ekstremitas bawah (lutut dan engkel) lalu bermigrasi ke sendi-sendi besar lain di ekstremitas atas atau bawah (siku dan

pergelangan

tangan).

Sendi

yang

terkena

akan

terasa

sakit,

bengkak,

terasa

hangat, kemerahan dan gerakan terbatas. Gejalaartrit is mencapai puncaknya pada waktu 12 24 jam dan bertahan dalam waktu 2 6 hari (jarang terjadi lebih dari 3 minggu) dan berespon sangat baik dengan pemberian aspirin. Poliartritis lebih umum dijumpai pada remaja dan orang dewasa muda dibandingkan pada anakanak. KhoreaSyd enham, khorea minor atau St. Vance, dance mengenai hampir 15% penderita demam reumatik. Manifestasi ini mencerminkan keterlibatan sistem syaraf sentral pada proses radang. Hubungan khorea Sydenham sampai demam reumatik tetap merupakan tanda tanya untuk beberapa waktu lamanya. Periode laten antara mulainya infeksi streptokokus dan mulainya gejala-gejala khorea lebih lama daripada periode laten yang diperlukan untuk arthritis maupun karditis. Periode laten khorea ini sekitar 3 bulan atau lebih, sedangkan periode laten untuk arthritis dan karditis hanya 3 minggu. Penderita dengan khorea ini datang dengan gerakan-gerakan yang tidak terkoordinasi dan tidak bertujuan dan emosi labil. Manifestasi tahan dan ini lebih nyata bila penderita bangun halus dan dalam keadaan stres. Penderita tampak selalu gugup dan seringkali menyeringai. Bicaranya tertahanmeledak-ledak. Koordinasi otot-otot sukar. Tulisan tangannya jelek dan ditandai oleh coretan ke atas yang tidak mantap dengan garis yang raguragu. Pada saat puncak gejalanya tulisannya tidak dapat dibaca sama sekali. Erithema marginatum merupakan ruam (kemerahan) yang khas untuk demam reumatik dan jarang ditemukan pada penyakit lain. Karena kekhasannya tanda ini dimasukkan dalam manifestasi minor. Keadaan ini paling sering ditemukan pada batang tubuh dan tungkai yang jauh dari badan, tidak melibatkan muka. Ruam makin tampak jelas bila ditutup dengan handuk basah hangat atau mandi air hangat, sementara pada penderita berkulit hitam sukar ditemukan. Nodul subkutan. Frekuensi manifestasi ini menurun sejak beberapa dekade terakhir, dan kini hanya ditemukan pada penderita penyakit jantung reumatik

khronik. Nodulus ini biasanya terletak pada permukaan ekstensor sendi, terutama

ruas jari, lutut, dan persendian kaki. Kadang-kadang nodulus ini ditemukan pada kulit kepala dan di atas kolumna vertebralis. Manifestasi (mimisan), karakteristik, karena infeksi. Tatalaksana Tatalaksana bergantung dari tipe dan beratnya penyakit jantung rheuma. Pada kebanyakan kasus, obat pengencer darah (aspirin) diberikan untuk mencegah penumpukan. Dokter biasanya juga memberikan beta blocker dan calcium channel blocker untuk menurunkan kerja jantung. Dan digitalis untuk meningkatkan efisiensi kerja jantung. Karena demam rheuma merupakan penyebab dari penyakit jantung rheuma, pengobatan yang terbaik adalah untuk mencegah relaps dari demam rheuma. Antibiotik seperti penisilin dan lainnya biasanya dapat mengobati infeksi dari bakteristreptoco ccus. Dan menghentikan demam rheuma bermanifestasi. Apabila anda mempunyai riwayat terkena demam rheuma biasanya kan diberikan terapi antibiotik dalam jangka waktu yang panjang untuk mencegah demam rheuma timbul kembali dan mengurangi risiko lain dari demam reumatik di atas yang antara 39 lain C nyeri perut, pola dengan epistaksis yang tidak pneumonia demam dengan suhu dengan mirip

pneumonia

reumatik

gejalanya

terkena penyakit jantung rheuma. Untuk mengurangi gejala peradangan dapat diberikan aspirin, kortikosteroid atau NSAID(obat anti inflamasi non-steroid). Terapi pembedahan dapat dilakukan untuk memperbaiki dan mengganti katup jantung yang rusak. Penyakit Jantung Rematik (PJR) November 18th, 2008 admin Penyakit Jantung Rematik (PJR) atau dalam bahasa medisnya Rheumatic Heart Disease (RHD) adalah suatu kondisi dimana terjadi kerusakan pada katup jantung yang bisa berupa penyempitan atau kebocoran, terutama katup mitral (stenosis katup mitral) sebagai akibat adanya gejala sisa dari Demam Rematik (DR). Demam rematik merupakan suatu penyakit sistemik yang dapat bersifat akut, subakut, kronik, atau fulminan, dan dapat terjadi setelah infeksi Streptococcus beta hemolyticus group A pada saluran pernafasan bagian atas. Demam reumatik akut ditandai oleh demam berkepanjangan, jantung berdebar keras, kadang cepat lelah. Puncak insiden demam rematik terdapat pada kelompok usia 5-15 tahun, penyakit ini jarang dijumpai pada anak dibawah usia 4 tahun dan penduduk di atas 50 tahun.

Seseorang yang mengalami demam rematik apabila tidak ditangani secara adekuat, Maka sangat mungkin sekali mengalami serangan penyakit jantung rematik. Infeksi oleh kuman Streptococcus Beta Hemolyticus group A yang menyebabkan seseorang mengalami demam rematik dimana diawali terjadinya peradangan pada saluran tenggorokan, dikarenakan penatalaksanaan dan pengobatannya yang kurah terarah menyebabkan racun/toxin dari kuman ini menyebar melalui sirkulasi darah dan mengakibatkan peradangan katup jantung.

Akibatnya daun-daun katup mengalami perlengketan sehingga menyempit, atau menebal dan mengkerut sehingga kalau menutup tidak sempurna lagi dan terjadi kebocoran.

Penderita umumnya megalami sesak nafas yang disebabkan jantungnya sudah mengalami gangguan, nyeri sendi yang berpindah- pindah, bercak kemerahan di kulit yang berbatas, gerakan tangan yang tak beraturan dan tak terkendali (korea), atau benjolan kecil-kecil dibawah kulit. Selain itu tanda yang juga turut menyertainya adalah nyeri perut, kehilangan berat badan, cepat lelah dan tentu saja demam. Selain dengan adanya tanda dan gejala yang tampak secara langsung dari fisik, umumnya dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan laboratorium, misalnya; pemeriksaan darah rutin, ASTO, CRP, dan kultur ulasan tenggorokan. Bentuk pemeriksaan yang paling akurat adalah dengan dilakukannya echocardiografi untuk melihat kondisi katup-katup jantung dan otot jantung. Apabila diagnosa penyakit jantung rematik sudah ditegakkan dan masih adanya infeksi oleh kuman Streptococcus tersebut, maka hal utama yang terlintas dari Tim Dokter adalah pemberian antibiotika dan anti radang. Misalnya pemberian obat antibiotika penicillin secara oral atau benzathine penicillin G. Pada penderita yang allergi terhadap kedua obat tersebut, alternatif lain adalah pemberian erythromycin atau golongan cephalosporin. Sedangkan antiradang yang biasanya diberikan adalah Cortisone and Aspirin.

Penderita dianjurkan untuk tirah baring dirumah sakit, selain itu Tim Medis akan terpikir tentang penanganan kemungkinan terjadinya komplikasi seperti gagal jantung, endokarditis bakteri atau trombo-emboli. Pasien akan diberikan diet bergizi tinggi yang mengandung cukup vitamin. Penderita Penyakit Jantung Rematik (PJR) tanpa gejala tidak memerlukan terapi. Penderita dengan gejala gagal jantung yang ringan memerlukan terapi medik untuk mengatasi keluhannya. Penderita yang simtomatis memerlukan terapi surgikal atau intervensi invasif. Tetapi terapi surgikal dan intervensi ini masih terbatas tersedia serta memerlukan biaya yang relatif mahal dan memerlukan follow up jangka panjang. Jika kita lihat diatas bahwa penyakit jantung paru sangat mungkin terjadi dengan adanya kejadian awal yaitu demam rematik (DR), Tentu saja pencegahan yang terbaik adalah bagaimana upaya kita jangan sampai mengalami demam rematik (DR) (terserang infeksi kuman Streptococcus beta hemolyticus). Ada beberapa faktor yang dapat mendukung seseorang terserang kuman tersebut, diantaranya faktor lingkungan seperti kondisi kehidupan yang jelek, kondisi tinggal yang berdesakan dan akses kesehatan yang kurang merupakan determinan yang signifikan dalam distribusi penyakit ini. Variasi cuaca juga mempunyai peran yang besar dalam terjadinya infeksi streptokokkus untuk terjadi DR. Seseorang yang terinfeksi kuman Streptococcus beta hemolyticus dan mengalami demam rematik, harus diberikan therapy yang maksimal dengan antibiotiknya. Hal ini untuk menghindarkan kemungkinan serangan kedua kalinya atau bahkan menyebabkan Penyakit Jantung Rematik.

Penyakit Jantung Rematik Bisa Berawal Dari Radang Tenggorokan !

Penyakit Jantung Rematik (PJR) atau dalam bahasa medisnya Rheumatic Heart Disease (RHD) adalah suatu kondisi dimana terjadi

kerusakan pada katup jantung yang bisa berupa penyempitan atau kebocoran, terutama katup mitral (stenosis katup mitral) sebagai akibat adanya gejala sisa dari Demam Rematik (DR). Demam rematik adalah penyakit peradangan (inflamasi) yang dapat timbul sebagai komplikasi dari infeksi pada tenggorokan (faringitis) yang tidak diobati atau tidak ditangani dengan baik. Peradangan kemudian dapat terjadi pada sendi, jantung, otak dan kulit. Nah, jika peradangan terjadi pada jantung inilah yang disebut dengan Penyakit Jantung Reumatik. Jika sampai terjadi Penyakit Jantung Reumatik, akan terjadi cacat permanen pada jantung, terutama pada bagian katup jantung, tetapi dapat juga pada otot jantung itu sendiri. Ini tidak dapat disembuhkan dengan pemberian obat. Terutama jika yang terkena adalah bagian katup jantung, katup ini tidak lagi membuka dan menutup dengan baik, sehingga dapat terjadi perubahan pada aliran darah. Akibatnya, gejala-gejala akibat kelainan jantung akan menetap seperti cepat lelah, sesak nafas, berdebar-debar, detak jantung yang cepat dan dapat mempengaruhi kehidupan seseorang. Jika sampai kerusakan jantung itu sangat parah, tidak menutup kemungkinan terjadi gagal jantung keadaan di mana jantung tidak lagi mampu memompa darah ke seluruh tubuh sesuai kebutuhan yang dapat berakibat kematian. Pada kerusakan jantung, satu-satunya penanganan adalah melalui operasi, misalnya dengan penggantian katup jantung, namun biayanya sangat mahal. Demam reumatik paling sering terjadi pada usia 5 sampai 15 tahun dan sangat jarang terjadi pada usia di bawah 5 atau di atas 15 tahun, apalagi pada orang dewasa. Penyebab Faktor kebersihan lingkungan tempat tinggal dan kondisi kesehatan secara umum dan nutrisi tentu saja memiliki peran terjadinya Penyakit Demam Reumatik. Kemudian, ada pula peranan genetik di dalamnya, sehingga ada orang-orang yang memang berbakat untuk mengalami demam reumatik setelah menderita infeksi tenggorokan. Bakat ini pun seringkali ditem ukan pada lebih dari satu anggota dalam satu keluarga. Demam Reumatik dapat berawal dari infeksi tenggorokan. Infeksi tenggorokan ini seringkali terjadi akibat bakteri yang namanya streptokokus grup A. Pada semua orang, infeksi seperti ini akan menimbulkan reaksi imun atau reaksi kekebalan tubuh untuk melawan bakteri ini. Nah, pada orang-orang yang berbakat, reaksi imun ini tidak hanya akan membantai si bakteri streptokokus, tetapi juga akan menyerang tubuh sendiri. Terutama pada bagianbagian tubuh tertentu, seperti sendi, jantung, kulit dan otak, sehingga timbul reaksi inflamasi atau peradangan. Tanda Dan Gejala Sesuai namanya, akan ada demam. Demam yang timbul pun tidak terlalu tinggi, paling sekitar 38C. Kemudian, ada keluhan radang tenggorokan yang ditandai dengan nyeri dan bisa ada batuk-batuk. Karena ini terutama menyangkut anak-anak, keluhan yang sering timbul adalah

si anak tidak mau makan karena tenggorokannya sakit. Kemudian, anak tadi mungkin batukbatuk kecil, namun tidak disertai dengan pilek. Beberapa tanda lain, seperti pembesaran kelenjar getah bening di leher yang merupakan salah satu tanda infeksi tenggorokan biasanya hanya akan dikenali oleh dokter. Tanda-tanda demam rematik biasanya timbul 2-3 minggu setelah infeksi tenggorokan bermula. Saat inilah, muncul gejala-gejala akibat peradangan yang disebabkan karena reaksi imunologis. Yang paling sering terjadi adalah peradangan pada sendi. Sendi-sendi besar, terutama pada lutut, siku, pergelangan tangan dan pergelangan kaki, akan membengkak, tampak kemerahan, terasa hangat jika diraba dan dirasakan sakit oleh si anak. Seringkali, peradangan ini akan berpindah-pindah dari satu sendi ke yang lainnya, misalnya pertama sendi pada lutut, besoknya sendi pada siku, dan sebagainya. Sehingga peradangan pada sendi ini disebut poliartritis migrans, artinya radang pada banyak sendi yang berpindah-pindah. Tanda lain yang dapat timbul adalah jika penyakit ini mempengaruhi otak, sehingga terjadi gejala yang disebut chorea. Chorea berupa gerakan-gerakan involunter, terutama pada tangan, namun dapat terjadi juga pada kaki, wajah dan bagian-bagian tubuh lainnya. Jadi, biasanya tangan akan bergerak-gerak, padahal si anak tidak bermaksud untuk menggerakkannya. Pada chorea yang lebih ringan, mungkin anak hanya akan mengeluhkan kesulitan untuk menulis. Nah, walaupun gejala ini cukup aneh, ini benar-benar merupakan gejala medis, jadi jangan langsung dianggap sebagai kejadian mistis yang perlu penanganan dari balian atau sejenisnya! Selain itu, chorea dapat disertai dengan perubahan tingkah laku, misalnya anak tiba-tiba marah dan menangis tanpa alasan, dan sebagainya. Yang paling gawat dan mengkhawatirkan adalah jika sampai jantung ikut terpengaruh. Biasanya gejala yang timbul adalah sesak nafas, jantung berdebar-debar, detak jantung yang cepat, nyeri dada, dan cepat capek. Pada anak-anak yang masih lebih kecil, biasanya si anak akan cepat capek dan tidak ikut bermain dengan teman-temannya. Sedangkan anakanak yang lebih besar, juga takkan banyak beraktivitas dan jika ditanyai biasanya akan mengakui sendiri bahwa dirinya cepat capek dan sesak nafas. Ada pula beberapa tanda lainnya, seperti nodul subkutan, yaitu bejolan-benjolan kecil di bawah kulit. Namun, karena tidak tampak jelas, biasanya ini hanya dapat ditemukan oleh dokter itu pun tidak selalu. Tanda lain adalah ruam merah pada kulit, yang disebut eritema marginatum, namun tanda ini termasuk yang lebih jarang terjadi. Pencegahan Pertahanan terbaik terhadap Penyakit Jantung Reumatik adalah mencegah terjadinya Demam Reumatik dari yang pernah terjadi. Dengan memperlakukan strep throat dengan penisilin atau antibiotik lainnya, dokter biasanya dapat menghentikan demam rematik akut dari berkembang.

Orang-orang yang sudah terserang Demam Reumatik lebih rentan terhadap serangan yang berulang dan kerusakan jantung. Itulah sebabnya mereka akan mendapatkan pengobatan antibiotik terus menerus bulanan atau harian, mungkin seumur hidup. Jika hati mereka telah rusak oleh Demam Reumatik, mereka juga pada peningkatan risiko untuk mengembangkan endokarditis infektif (juga dikenal sebagai bakteri endokarditis), infeksi selaput jantung atau katup. (sodikin)