Anda di halaman 1dari 13

1.

Pengertian Hukum Acara PTUN Hukum Acara PTUN adalah hukum yang mengatur tata-cara bersengketa di PTUN serta mengatur hak dan kewajiban pihak-pihak yang terkait dalam proses sengketa tersebut. Hukum acara merupakan hukum formal yang secara teoritis keberadaannya terdiri dari dua macam yakni ! " ketentuan prosedur berperkara diatur bersama-sama dengan hukum materiilnya atau bersamasama dengan pengaturan susunan kompetensi dari badan yang melakukan peradilan dalam satu bentuk undang-undang atau peraturan lainnya# " ketentuan prosedur berperkara diatur tersendiri masing-masing dalam bentuk undang-undang atau peraturan lainnya. $enurut penggolongan diatas maka Undang-undang Nomor % Tahun &'() tentang Peradilan Tata Usaha Negara *UU PTUN+ mengikuti kelompok pertama karena dalam UU PTUN tersebut memuat hukum materiil sekaligus hukum formalnya. UU PTUN terdiri atas &,% pasal. Hukum Acara dalam UU PTUN dimuat dalam pasal %- sampai dengan Pasal &,& atau sebanyak (' pasal *)& -.+# dengan demikian hukum materiilnya adalah sebanyak %) pasal *-( / .+. 1.1.1 Ciri Khusus HAPTUN 0iri khusus yang menjadi karakteristik Hukum Acara PTUN! " Peranan hakim yang aktif karena ia dibebani tugas untuk mencari kebenaran materiil *pasal )ayat 1a dan b pasal (2 ayat & pasal (% pasal '% ayat & pasal &2- ayat &+# " 3ompensasi ketidakseimbangan antara kedudukan penggugat dan tergugat# " 4istem pembuktian yang mengarah kepada pembuktian bebas *5rijbewijs+ yang terbatas# " 6ugatan di pengadilan tidak mutlak bersifat menunda pelaksanaan keputusan TUN yang digugat *5ide pasal )/+# " 3eputusan hakim tidak boleh bersifat ultra petita *melebihi tuntutan penggugat+ tetapi dimungkinkan adanya reformatio in peius *membawa penggugat dalam keadaan yang lebih buruk+ sepanjang diatur dalam UU# " Terhadap putusan hakim TUN berlaku asas erga omnes artinya bahwa putusan itu tidak hanya berlaku bagi para pihak yang bersengketa tetapi juga berlaku bagi pihak-pihak lain yang terkait# " 7alam proses pemeriksaan dipersidangan berlaku asas auti et alteram partem yaitu para pihak

yang terlibat dalam sengketa harus didengar penjelasannya sebelum hakim membuat putusan# " 7alam mengajukan gugatan harus ada kepentingan atau bila tidak ada kepentingan maka tidak boleh mengajukan gugatan# dan " 3ebenaran yang dicapai adalah kebenaran materiil dengan tujuan menyeimbangkan kepentingan perseorangan dengan kepentingan umum. 1.1.2 Asas HAPTUN Asas-asas Hukum Acara PTUN meliputi ! " Asas praduga rechtmatig *praesumptio iustatae causa+# artinya asas ini menyatakan bahwa setiap perbuatan pemerintah dianggap rechtmatig *tidak bertentangan dengan hukum+ sampai ada pembatalan 8pasal. )/*&+ UU PTUN9 " Asas gugatan pada dasarnya tidak dapat menunda pelaksanaan 3TUN yang dipersengketakan. Asas ini merupakan kelanjutan dan konsekuensi dari asas praduga rechtmatig. :ika setiap tindakan pemerintah selalu dianggap rechtmatig maka gugatan terhadap keputusan pemerintah pada dasarnya tidak dapat menghalangi dilaksanakannnya putusan tersebut. Hal ini karena keadaan penggugat adalah keadaan sebelum jatuhnya putusan. :adi pada saat gugatan diajukan hakim belum memutuskan apakan 3TUN tersebut batal atau tidak. 7imungkinkan terdapat pengecualian bilamana ;ada kepentingan yang mendesak dari penggugat< 8pasal. )/ *&+dan*,a+9 " Asas kesatuan beracara dalam perkara sejenis bahwa dalam perkara sejenis diterapkan mekanisme yang sama untuk seluruh wilayah =ndonesia. Hal ini berdasarkan pada wawasan persatuan hukum dan untuk menghindari terjadinya dualisme mekanisme untuk perkara sejenis. 4ebagaimana yang pernah diterapkan pada >aman Hindia ?elanda dengan adanya perbedaan mekanisme acara pada peradilan perdata untuk wilayah :awa $adura dan luar :awa $adura. Hal ini juga berlaku baik dalam pemeriksaan di peradilan jude@ 5acti maupun kasasi di mahkamah agung sebagai puncaknya. " Asas audi et alteram partem artinya para pihak memiliki kedudukan yang sama dan harus diperhatikan secara adil. Hakim harus mendengarkan keterangan kedua pihak menjatuhkan putusan. " Asas penyelenggaraan kekuasaan kehakiman yang merdeka artinya bebas dari segala macam campur tangan kekuasaan yang lain baik secara langsung maupun tidak langsung yang bermaksud untuk mempengaruhi keobyektifan putusan pengadilan *pasal. 1, UU7 &',% jo

pasal. , UU Nomor , Tahun 122, A UU tentang PP33+ " Asas peradilan dilakukan dengan sederhana cepat dan biaya ringan sederhana adalah hukum acara yang mudah dipahami dan tidak berbelit-belit. 7engan hukum acara yang mudah dipahami dan tidak berbelit-belit maka peradilan akan berjalan dengan waktu yang relatif cepat. 7an dengan demikian biaya perkara juga akan lebih murah. " Asas hakim aktif sebelum dilakukan pemeriksaan terhadap pokok sengketa hakim mengadakan rapat permusyawaratan untuk menetapkan apakah gugatan dinyatakan diterima atau tidak berdasarkan pada pasal )1 UU No. % tahun &'() dan pemeriksaan persiapan apakah gugatan penggugat kurang jelas sehingga penggugat perlu melengkapinya *pasal )- UU No. % tahun &'()+. 7engan demikian asas ini memberikan peran kepada para hakim dalam proses persidangan guna memperoleh kebenaran materiil dan untuk itu UU PTUN mengarah pada pembuktian bebas. ?ahkan jika dianggap perlu untuk mengatasi kesulitan maka penggugat berhak memperoleh informasi atau data yang diinginkan. $aka hakim memerintahkan kepada badan atau pejabat TUN sebagai pihak yang tergugat untuk memberikan informasi atau data tersebut *pasal (% UU No. % tahun &'()+. " Asas sidang terbuka untuk umum konsekuensi dari asas ini adalah bahwa semua putusan pengadilan hanya dianggap sah dan memiliki kekuatan hukum apabila diucapkan dalam sidang yang terbuka untuk umum. " Asas peradilan berjenjang jenjang pengadilan dimulai dari tingkat yang terbawah yaitu Pengadilan Tata Usaha Negara *PTUN+. Balu Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara *PTTUN+ dan puncaknya adalah $ahkamah Agung *$A+. 7engan dianutnya asas ini maka kesalahan pada putusan pengadilan yang lebih rendah dapat dikoreksi pada pengadilan yang lebih tinggi terhadap putusan yang belum memiliki kekuatan hukum tetap dapat diajukan upaya banding pada PTTUN dan kasasi kepada $A. 4edangkan untuk putusan yang memiliki kekuatan hukum tetap juga dapat diupayakan peninjauan kembali pada $A. " Asas pengadilan sebagai upaya terakhir untuk mendapatkan keadilan asas ini menempatkan pengadilan sebagai ultinum remedium. 4engketa tata usaha Negara sedapat mungkin terlebih dahulu diselesaikan melalui upaya musyawarah untuk mencapai mufakat dan bukannya secara konfrontatif. Penyelesaian secara administrati5e sebagaimana yang diatur dalam pasal ,( UU No. % tahun &'() lebih menunjukkan kearah tersebut. 7an apabila upaya ini tidak tercapai barulah menempuh upaya litigasi.

" Asas obyekti5itas.Untuk tercapainya putusan yang adil maka hakim atau panitera wajib mengundurkan diri apabila terikat hubungan keluarag sedarah semenda sampai derajat ketiga atau hubungan suami istri meskipun sudah bercerai dengan tergugat penggugat penasihat hukum atau antara hakim dengan seorang hakim atau panitera juga terdapat hubungan yang dimaksud atau hakim atau panitera tersebut mempunyai kepentingan langsung atau tidak langsung dengan sengketanya *pasal /( dan /' UU No. % tahun &'()+. &.1.& 3lasifikasi HAPTUN Hukum Acara PTUN dibedakan atas! " Hukum Acara $ateriil yang meliputi 3ompetensi absolut dan relatif i. 3ompetensi absolut PTUN! memeriksa mengadili dan memutuskan sengketa yang timbul dalam bidang tata usaha negara antara seseorang atau badan hukum perdata dengan badan atau pejabat tata usaha negara akibat dikeluarkannya suatu keputusan tata usaha negara termasuk sengketa kepegawaian 8pasal.&*,+ UU PTUN9 ii. 3ompetensi relatif PTUN! kewenangan pengadilan tata usaha negara yang mana yang berwenang untuk memeriksa mengadili dan memutus perkara berkenaan Cksepsi tentang kompetensi absolut PTUN! 7apat diajukan setiap waktu selama pemeriksaan dan meskipun tidak ada eksepsi tentang kewenangan absolut pengadilan# apabila hakim mengetahui hal itu ia karena jabatannya wajib menyatakan bahwa pengadilan tidak berwenang mengadili sengketa berkenaan. Cksepsi tentang kompetensi relatif PTUN! 7iajukan sebelum disampaikan jawaban atas pokok sengketa dan eksepsi tersebut harus diputus sebelum pokok sengketa diperiksa. Cksepsi lain yang tidak mengenai kewenangan pengadilan ! Hanya dapat diputus bersama dengan pokok sengketa. " Hukum Acara Dormil *hukum acara dalam arti sempit+ yang meliputi tahapan! i. Acara biasa *pasal. )( dst.UUPTUN+ o Pengadilan bersidang pada hari yang ditentukan sesuai dalam surat panggilan. o Pemeriksaan sengketa dimulai dengan membacakan isi gugatan dan surat yang memuat jawabannya oleh Hakim 3etua 4idang dan bila tergugat belum menyampaikan jawaban tertulisnya pihak tergugat diberi kesempatan untuk mengajukan jawabannya.

o Hakim 3etua 4idang memberikan kesempatan kepada kedua belah pihak untuk menjelaskan seperlunya hal yang diajukan oleh mereka masing-masing. o Penggugat dapat mengubah alasan gugatan hanya sampai dengan replik disertai alasan yang cukup serta tidak merugikan kepentingan tergugat. Atas perubahan ini Hakim harus mempertimbangkannya dengan saksama. o Tergugat dapat mengubah alasan yang mendasari jawabannya hanya sampai dengan duplik asal disertai alasan yang cukup serta tidak merugikan kepentingan penggugat dan hal tersebut harus dipertimbangkan Hakim dengan seksama. o 7alam hal penggugat atau kuasanya tidak hadir dipersidangan pada hari pertama dan pada pada hari yang ditentukan dalam panggilan kedua tanpa alasan yang dapat dipertanggungjawabkan meskipun setiap kali dipanggil dengan patut# gugatan dinyatakan gugur dan penggugat harus membayar biaya perkara. o 7alam hal gugatan dinyatakan gugur karena hal ketidak hadirannya penggugat dapat memasukkan gugatannya sekali lagi sesudah membayar uang muka biaya perkara. o Penggugat dapat sewaktu-waktu mencabut gugatannya sebelum tergugat memberikan jawabannya o Apabila tergugat sudah memberikan jawaban atas gugatan itu pencabutan gugatan oleh penggugat akan dikabulkan oleh Pengadilan hanya apabila disetujui tergugat. o 7alam hal tergugat atau kuasanya tidak hadir dipersidangan dua kali sidang berturut-turut dan atau tidak menanggapi gugatan tanpa alasan yang dapat dipertanggungjawabkan meskipun setiap kali dipanggil dengan patut maka Hakim 3etua 4idang dengan 4urat Penetapan meminta atasan tergugat memerintahkan tegugat hadir dan atau menanggapi gugatan. o Putusan terhadap pokok gugatan dapat dijatuhkan hanya setelah pemeriksaan mengenai segi pembuktiannya dilakukan secara tuntas. o $ajelis hakim terdiri dari - orang ii. Acara cepat *pasal. '( '' UU PTUN+ o Penggugat dalam gugatannya dapat memohon kepada Pengadilan supaya pemeriksaan sengketa dipercepat o 3etua Pengadilan dalam jangka waktu empat belas hari setelah diterimanya permohonan mengeluarkan penetapan tentang dikabulkan atau tidak dikabulkannya permohonan tersebut#

terhadap penetapan ini tidak dapat dilakukan upaya hukum. o Pemeriksaan dengan Acara 0epat dilakukan dengan Hakim Tunggal. o 7alam hal permohonan Pemeriksaan dengan Acara 0epat dikabulkan 3etua Pengadilan dalam jangka waktu tujuh hari setelah dikeluarkannya penetapan# menentukan hari tempat dan waktu sidangnya tanpa melalui prosedur pemeriksaan persiapan. o Tenggang waktu untuk jawaban dan pembuktian kedua belah pihak masing masing ditentukan tidak melebihi empat belas hari iii. Acara singkat o Perlawanan 8pasal )1*,+ UUPTUN9 o Penundaan pelaksanaan 3TUN 8 pasal.)/*1 - ,+ UUPTUN9 Etidak untuk menyelesaikan pokok sengketa bentuk akhir! penetapanF 1.3 Subyek HAPTUN Para pihak yang berperkara di Pengadilan Tata Usaha Negara adalah! 1.3.1 Pihak tergugat Pihak tergugat adalah ?adan atau Pejabat Tata Usaha Negara yang mengeluarkan keputusan berdasarkan wewenang yang ada padanya atau yang dilimpahkan kepadanya *Pasal & angka ) UU no. % tahun &'()+. " Hak Tergugat i. 7idampingi oleh seorang atau beberapa orang kuasa *pasal %/+ # ii. $endapat panggilan secara sah *pasal )%+ # iii. $engubah alasan yang mendasari jawabannya hanya sampai dengan duplik asal disertai alasan yang cukup serta tidak merugikan kepentingan penggugat *pasal /% ayat 1+ # i5. Apabila tergugat sudah memberikan jawaban atas gugatan pencabutan gugatan oleh penggugat akan dikabulkan olen pengadilan hanya apabila disetujui tergugat *pasal /) ayat 1+ # 5. $empelajari berkas perkara dan surat-surat resmi lainnya yang bersangkutan di kepaniteraan dan membuat kutipan seperlunya *pasal (&+# 5i. ?ermusyawarah dalam ruangan tertutup untuk mempertimbangkan segala sesuatu guna putusan sengketa tersebut *pasal '/ ayat 1+ # 5ii. $engajukan permohonan pemeriksaan banding secara tertulis kepada Pengadilan Tinggi

TUN dalam tenggang waktu empat belas hari setelah putusan Pengadilan TUN diberitahukannya secara sah *pasal &11+# 5iii. $enyerahkan memori banding dan atau kontra memori banding serta surat keterangan bukti kepada Panitera Pengadilan TUN dengan ketentuan bahwa salinan memori banding dan atau kontra memori banding diberikan kepada pihak lainnya dengan perantara Panitera Pengadilan *pasal &1) ayat -+# i@. $engajukan permohonan pemeriksaan kasasi secara tertulis kepada $A atas suatu putusan tingkat terakhir Pengadilan *pasal &-&+ # dan @. $engajukan permohonan pemeriksaan peninjauan kembali kepada $A atas suatu putusan Pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap *pasal &-1+. " 3ewajiban Tergugat i. 7alam hal gugatan dikabulkan badanApejabat TUN yang mengeluarkan 3eputusan TUN wajib *pasal '/ ayat '+! o $encabut 3eputusan TUN yang bersangkutan# atau o $encabut 3eputusan TUN yang bersangkutan dan menerbitkan 3eputusan TUN yang baru# o $enerbitkan 3eputusan TUN dalam hal gugatan didasarkan pada pasal -. ii. Apabila tidak dapat atau tidak dapat dengan sempurna melaksanakan putusan Pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap disebabkan oleh berubahnya keadaan yang terjadi setelah putusan Pengadilan dijatuhkan dan atau memperoleh kekuatan hukum tetap ia wajib memberitahukannya kepada 3etua Pengadilan dan penggugat *pasal &&/ ayat &+. iii. $emberikan ganti rugi dalam hal gugatan penggugat atas permohonan ganti rugi dikabulkan oleh Pengadilan *pasal &12+. i5. $emberikan rehabilitasi dalam hal gugatan penggugat atas permohonan rehabilitasi dikabulkan oleh Pengadilan *pasal &1&+. 1.3.2 Pihak penggugat. Gang dapat menjadi pihak penggugat dalam perkara di Pengadilan Tata Usaha Negara adalah setiap subjek hukum orang maupun badan hukum perdata yang merasa kepentingannya dirugikan dengan dikeluarkannya keputusan Tata Usaha Negara oleh ?adan atau Pejabat Tata Usaha Negara di Pusat maupun di 7aerah *Pasal %- ayat *&+ jo Pasal & angka , UU no. % tahun &'()+.

" Hak Penggugat i. $engajukan gugatan tertulis kepada PTUN terhadap suatu 3eputusan Tata Usahan Negara *pasal %-+ # ii. 7idampingi oleh seorang atau beberapa orang kuasa *pasal %/+ # iii. $engajukan kepada 3etua Pengadilan untuk bersengketa cuma-cuma *pasal )2+ # i5. $endapat panggilan secara sah *pasal )%+ # 5. $engajukan permohonan agar pelaksanaan keputusan TUN itu ditunda selama pemeriksaan sengketa TUN sedang berjalan sampai ada putusan pengadilan yang memperoleh kekuatan hukum tetap *pasal )/+ # 5i. $engubah alasan yang mendasari gugatannya hanya sampai dengan replik asal disertai alasan yang cukup serta tidak merugikan kepentingan tergugat *pasal /% ayat &+ # 5ii. $encabut jawaban sebelum tergugat memberikan jawaban *pasal /) ayat &+ # 5iii. $empelajari berkas perkara dan surat-surat resmi lainnya yang bersangkutan di kepaniteraan dan membuat kutipan seperlunya *pasal (&+ # i@. $embuat atau menyuruh membuat salinan atau petikan segala surat pemeriksaan perkaranya dengan biaya sendiri setelah memperoleh i>in 3etua Pengadilan yang bersangkutan *pasal (1+ # @. $engemukakan pendapat yang terakhir berupa kesimpulan pada saat pemeriksaan sengketa sudah diselesaikan *pasal '/ ayat &+ # @i. $encantumkan dalam gugatannya permohonan kepada Pengadilan supaya pemeriksaan sengketa dipercepat dalam hal terdapat kepentingan penggugat yang cukup mendesak yang harus dapat disimpulkan dari alasan-alasan permohonannya *pasal '( ayat &+ # @ii. $encantumkan dalam gugatannya permohonan ganti rugi *pasal &12+ # @iii. $encantumkan dalam gugatannya permohonan rehabilitasi *pasal &1&+ # @i5. $engajukan permohonan pemeriksaan banding secara tertulis kepada Pengadilan Tinggi TUN dalam tenggang waktu empat belas hari setelah putusan Pengadilan TUN diberitahukannya secara sah *pasal &11+ # @5. $enyerahkan memori banding dan atau kontra memori banding serta surat keterangan bukti kepada Panitera Pengadilan TUN dengan ketentuan bahwa salinan memori banding dan atau kontra memori banding diberikan kepada pihak lainnya dengan perantara Panitera Pengadilan *pasal &1) ayat -+ # @5i. $engajukan permohonan pemeriksaan kasasi secara tertulis kepada $A atas suatu putusan

tingkat terakhir Pengadilan *pasal &-&+ # dan @5ii. $engajukan permohonan pemeriksaan peninjauan kembali kepada $A atas suatu putusan Pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap *pasal &-1+. " 3ewajiban Penggugat i. $embayar uang muka biaya perkara *pasal %'+. &.-.- Hrang &.-.,. ?adan Hukum Perdata

&.,. Hbyek HAPTUN &.,.& Unsur-unsur 3TUN 3eputusan Tata Usaha Negara adalah ;suatu penetapan tertulis yang dikeluarkan oleh ?adan atau Pejabat Tata Usaha Negara yang berisi tindakan Hukum Tata Usaha Negara berdasarkan Peraturan perundang-undangan yang berlaku yang bersifat konkret indi5idual dan final yang menimbulkan akibat hukum bagi seseorang atau ?adan Hukum Perdata.< *Pasal & angka - UU no. % tahun &'()+. 4elanjutnya dari pengertian ataupun definisi 3eputusan TUN tersebut di atas dapat diambil unsur-unsur dari suatu 3eputusan TUN yang terdiri dari! " ?entuk Penetapan tersebut harus Tertulis i. Penetapan Tertulis itu harus dalam bentuk tertulis dengan demikian suatu tindakan hukum yang pada dasarnya juga merupakan 3eputusan TUN yang dikeluarkan secara lisan tidak masuk dalam pengertian 3eputusan TUN ini. Namun demikian bentuk tertulis tidak selalu disyaratkan dalam bentuk formal suatu 4urat 3eputusan ?adan A Pejabat TUN karena seperti yang disebutkan dalam penjelasan pasal & angka - UU No. % tahun &'() bahwa syarat harus dalam bentuk tertulis itu bukan mengenai syarat-syarat bentuk formalnya akan tetapi asal terlihat

bentuknya tertulis oleh karena sebuah memo atau nota pun dapat dikategorikan suatu Penetapan Tertulis yang dapat digugat *menjadi objek gugatan+ apabila sudah jelas! ?adan atau Pejabat TUN yang mengeluarkannya. $aksud serta mengenai hal apa isi putusan itu. 3epada siapa tulisan itu ditujukan dan apa yang ditetapkan didalamnya jelas bersifat konkrit indi5idual dan final. 4erta menimbulkan suatu akibat hukum bagi seseorang atau ?adan Hukum Perdata. 7ikeluarkan oleh ?adan atau Pejabat TUN. ii. 4ebagai suatu 3eputusan TUN Penetapan tertulis itu juga merupakan salah satu instrumen yuridis pemerintahan yang dikeluarkan oleh ?adan atau Pejabat TUN dalam rangka pelaksanaan suatu bidang urusan pemerintahan. iii. 4elanjutnya mengenai apa dan siapa yang dimaksud dengan ?adan atau Pejabat TUN sebagai subjek Tergugat disebutkan dalam pasal & angka 1 ! ;?adan atau Pejabat Tata Usaha negara adalah ?adan atau Pejabat yang melaksanakan urusan pemerintahan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.< i5. ?adan atau Pejabat TUN disini ukurannya ditentukan oleh fungsi yang dilaksanakan ?adan atau Pejabat TUN pada saat tindakan hukum TUN itu dilakukan. 4ehingga apabila yang diperbuat itu berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku merupakan suatu pelaksanaan dari urusan pemerintahan maka apa saja dan siapa saja yang melaksanakan fungsi demikian itu saat itu juga dapat dianggap sebagai suatu ?adan atau Pejabat TUN. 5. 4edang yang dimaksud dengan urusan pemerintahan adalah segala macam urusan mengenai masyarakat bangsa dan negara yang bukan merupakan tugas legislatif ataupun yudikatif. 7engan demikian apa dan siapa saja tersebut tidak terbatas pada instansi-instansi resmi yang berada dalam lingkungan pemerintah saja akan tetapi dimungkinkan juga instansi yang berada dalam lingkungan kekuasaan legislatif maupun yudikatif pun bahkan dimungkinkan pihak swasta dapat dikategorikan sebagai ?adan atau Pejabat TUN dalam konteks sebagai subjek di Peradilan TUN. 5i. ?erisi Tindakan Hukum TUN. 4ebagaimana telah dijelaskan diatas bahwa suatu Penetapan Tertulis adalah salah satu bentuk dari keputusan ?adan atau Pejabat TUN dan keputusan yang demikian selalu merupakan suatu tindakan hukum TUN dan suatu tindakan hukum TUN itu

adalah suatu keputusan yang menciptakan atau menentukan mengikatnya atau menghapuskannya suatu hubungan hukum TUN yang telah ada. 7engan kata lain untuk dapat dianggap suatu Penetapan Tertulis maka tindakan ?adan atau Pejabat TUN itu harus merupakan suatu tindakan hukum artinya dimaksudkan untuk menimbulkan suatu akibat hukum TUN. 5ii. ?erdasarkan Peraturan Perundang-undangan yang ?erlaku. 3ata ;berdasarkan< dalam rumusan tersebut dimaksudkan bahwa setiap pelaksanaan urusan pemerintahan yang dilakukan oleh ?adan atau Pejabat TUN harus ada dasarnya dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku karena hanya peraturan perundang-undangan yang berlaku sajalah yang memberikan dasar keabsahan *dasar legalitas+ urusan pemerintahan yang dilaksanakan oleh ?adan atau Pejabat TUN *pemerintah+. 7ari kata ;berdasarkan< itu juga dimaksudkan bahwa wewenang ?adan atau Pejabat TUN untuk melaksanakan suatu bidang urusan pemerintahan itu hanya berasal atau bersumber ataupun diberikan oleh suatu ketentuan dalam suatu peraturan perundang-undangan yang berlaku. " ?ersifat 3onkret =ndi5idual dan Dinal. i. 3eputusan TUN itu harus bersifat konkret artinya objek yang diputuskan dalam 3eputusan TUN itu tidak abstrak tetapi berwujud tertentu atau dapat ditentukan seperti Pemberhentian si I sebagai Pegawai =$? yang diberikan kepada si G dan sebagainya. ii. ?ersifat =ndi5idual artinya 3eputusan TUN itu tidak ditujukan untuk umum tetapi tertentu dan jelas kepada siapa 3eputusan TUN itu diberikan baik alamat maupun hal yang dituju. :adi sifat indi5idual itu secara langsung mengenai hal atau keadaan tertentu yang nyata dan ada. iii. ?ersifat Dinal artinya akibat hukum yang ditimbulkan serta dimaksudkan dengan mengeluarkan Penetapan Tertulis itu harus sudah menimbulkan akibat hukum yang definitif. 7engan mengeluarkan suatu akibat hukum yang definitif tersebut ditentukan posisi hukum dari satu subjek atau objek hukum hanya pada saat itulah dikatakan bahwa suatu akibat hukum itu telah ditimbulkan oleh 3eputusan TUN yang bersangkutan secara final. " $enimbulkan Akibat Hukum ?agi 4eseorang A ?adan Hukum Perdata. i. $enimbulkan Akibat Hukum disini artinya menimbulkan suatu perubahan dalam suasana hukum yang telah ada. 3arena Penetapan Tertulis itu merupakan suatu tindakan hukum maka sebagai tindakan hukum ia selalu dimaksudkan untuk menimbulkan akibat hukum bagi seseorang atau badan hukum perdata. Apabila tidak dapat menimbulkan akibat hukum ia bukan

suatu tindakan hukum dan karenanya juga bukan suatu Penetapan Tertulis. 4ebagai suatu tindakan hukum Penetapan Tertulis harus mampu menimbulkan suatu perubahan dalam hubungan-hubungan hukum yang telah ada seperti melahirkan hubungan hukum baru menghapuskan hubungan hukum yang telah ada menetapkan suatu status dan sebagainya yang dipersamakan dengan 3eputusan Tata Usaha Negara ii. Gang dimaksud diatas adalah sebagaimana yang disebut dalam ketentuan Pasal - Uu no. % tahun &'()! apabila ?adan atau Pejabat Tata Usaha Negara tidak mengeluarkan keputusan sedangkan hal ini menjadi kewajiban maka hal tersebut disamakan dengan 3eputusan Tata Usaha Negara. jika suatu ?adan atau Pejabat Tata Usaha Negara tidak mengeluarkan keputusan yang dimohon sedangkan jangka waktu sebagaimana ditentukan dalam Peraruran perundangundangan dimaksud telah lewat maka ?adan atau Pejabat Tata Usaha Negara tersebut dianggap telah menolak mengeluarkan keputusan yang dimaksud. dalam hal Peraturan perundang-undangan yang bersangkutan tidak menentukan jangka waktu sebagaimana dimaksud dalam ayat *1+ ! ;maka setelah lewat waktu , *empat+ bulan sejak diterimanya permohonan ?adan atau Pejabat Tata Usaha Negara yang bersangkutan dianggap telah mengeluarkan 3eputusan Penolakan.< &.% Pengadilan Tata Usaha Negara Gang ?erwenang $engadili 6ugatan diajukan kepada pengadilan yang daerah hukumnya meliputi tempat kedudukan atau tempat tinggal tergugat. Apabila tergugat lebih dari satu dan berkedudukan tidak dalam satu daerah hukum pengadilan maka gugatan diajukan kepada pengadilan yang daerah hukumnya meliputi tempat kedudukan salah satu tergugat. Apabila tempat tinggal tergugat tidak diketahui dalam sengketa TUN tidak mungkin tempat kediaman tergugat tidak diketahui. 7alam hukum acara perdata dalam hal demikian gugatan diajukan ke pengadilan tempat kediaman penggugat atau apabila menyangkut benda tak bergerak maka gugatan dapat diajukan ke pengadilan tempat benda tak bergerak tersebut berada. Apabila penggugat dan tergugat berkedudukan atau berada di luar negeri gugatan diajukan kepada Pengadilan di :akarta. *Pasal %, ayat %+ Apabila tergugat berkedudukan di dalam negeri dan penggugat di luar negeri gugatan diajukan kepada Pengadilan di tempat kedudukan tergugat. *Pasal %, ayat )+