Anda di halaman 1dari 14

Mesin Pemarut dan Pemeras

Kelapa menjadi Santan


Di Susun Oleh : 1. Wahyono Basuki 2. Widyan Nawaf Wahid 3. Dian Isdiana 4. Jelian Permata 5. M. Fatkhul Amin

(111.33.1021) (111.33.1025) (111.33.1034) (111.33.1039) (111.33.1044)


NEXT

N E X T

Latar Belakang
Di Indonesia jumlah pohon kelapa hampir bisa ditemui di

setiap pulau, karena jumlahnya yang banyak, maka perlu di


manfaatkan dan diolah, berikut beberapa manfaatnya : 1. Batang tubuh (Glugu) bisa dimanfaatkan untuk bahan kayu

di bangunan.
2. Daunnya (janur) bisa dimanfaatkan untuk kerajinan dan bungkus ketupat.

3.

Buah (kelapa) bisa dimakan dan diminum, selain itu juga


bisa diolah menjadi santan yang digunakan untuk bahan makanan.
BACK NEXT NEXT

Pembahasan kali ini lebih dibahas tentang pengolahan kelapa menjadi santan. Salah satu kendala pengolahan kelapa adalah

teknologi pengolahan yang masih kurang. Banyak ibu rumah


tangga maupun pengusaha masakan masih menggunakan cara tradisional, Untuk mengolah kelapa secara tradisional

tersebut pada dasarnya menggunakan dua tahapan yaitu :


1. Kelapa diparut menjadi parutan kelapa.

2. Diperas parutan kelapanya menjadi santan.

Namun cara ini kurang efektif untuk pengolahan kelapa yang


banyak, karena membutuhkan waktu dan tenaga yang lebih.
NEXT

Selanjutnya mari kita lihat mengapa mesin pemarut kelapa menjadi santan???

NEXT

SELECT

Mengapa Mesin Pemarut Kelapa

SELECT

Mengapa Mesin Pemeras Santan


NEXT

Mesin Pemarut dan Pemeras kelapa Menjadi Santan


Bentuk

Komponen
Cara kerja Analisis

Mengapa Mesin Pemarut Kelapa ???


Seperti yang sudah di bahas di atas, pengolahan kelapa dengan dua tahapan yaitu Diparut dan Diperas. Dulunya tahapan tersebut masih menggunakan cara

manual dengan alat pemarut kelapa, lalu di peras.


Namun untuk kebutuhan santan yang banyak, kurang efisien jika masih menggunakan cara manual tersebut karena sangat memakan waktu dan tenaga, untuk itulah di buatlah alat/mesin pemarut Kelapa.
NEXT

Pada mesin ini belum langsung menjadi santan, pada


mesin pemarut ini kelapa hanya diparut menjadi parutan kelapa. Untuk menjadi santan harus diperas sendiri, namun ini sudah cukup efektif untuk kebutuhan yang banyak.

BACK

Mengapa mesin pemeras kelapa ???


Sebenarnya menggunakan mesin pemarut kelapa untuk

kebutuhan yang banyak sudah cukup efektif menghemat


waktu dan tenaga, namun untuk lebih menghemat lagi maka diperlukan mesin pemeras santan. Namun kebanyakan yang sudah ada hanya mesin pemarut kelapa, untuk itu bisa dikembangkan lagi

gabungan antara mesin pemarut kelapa dan mesin


pemeras santan.
BACK

Bentuk Mesin Pemarut dan Pemeras Kelapa Menjadi Santan

BACK

Komponen Mesin Pemarut dan Pemeras Kelapa Menjadi Santan 1. Screw 11. Roda 2. Saringan 12. Rangka 3. Corong masuk 13. Bearing 4. Balancer 14. Mur pengunci 5. Kopling 15. Bearing 6. Speed Reducer 16.Pipa penyetel ulir luar 7. Motor Listrik 17. Roda gigi screw 8. Corong santan 18. Roda gigi penekan 9. Bearing 19. Komponen penekan 10. V belt 20. Silinder pemarut 21. Poros pemegang Potongan A-A, Komponen penyetel jarak clearence (tempat keluarnya ampas). BACK

Cara kerja Mesin Pemarut dan Pemeras Kelapa Menjadi Santan


Cara kerja : o Ketika Mesin dihidupkan, motor listrik akan berputar memutar pulley dan belt yang menghubungkan antara komponen pemarut dan pemeras. o Ketika kelapa dimasukkan ke corong masuk, maka kelapa akan diparut oleh komponen pemarut, lau masuk ke komponen pemeras screw. o Setelah kelapa selesai diparut, masukkan air secukupnya untuk mendapatkan santan. o Pada saat air dimasukkan parutan kelapa diperas oleh komponen pemeras, sehingga menjadi santan dan ampas parutan keluar melalui komponen clearance.
BACK

Analisis
Dalam proses perancangan mesin ini beberapa parameter yang di inginkan yaitu kapasitas santan yang diinginkan, keseimbangan kecepatan turun hasil parutan dengan hantaran silinder screw, dan jarak celah keluar ampas yang diinginkan sesuai dengan kapasitas maksimal. Untuk mendapatkan parameter tersebut terlebih dahulu perhitungan yang dilakukan terhadap ukuran dan gayagaya yang terjadi pada mesin harus dilakukan secara berulang-ulang dengan menukar ukuran ukuran komponen yang bervariasi. Perhitungan mesin dimulai dari perencanaan daya mesin, yaitu daya pemarut dan daya pemeras.
NEXT

Untuk mendapatkan daya pemeras terlebih dahulu harus diketahui ukuran screw dan kapasitas pemeras, dan daya pemarut terlebih dahulu harus diketahui diameter poros dan jumlah gigi pisau pemarut serta tegangan geser rata-rata pisau pemotong, dan kemudian dari perhitungan ini didapatkan daya motor. Kemudian dilakukan perhitungan terhadap poros screw, poros pemarut, puly, sabuk, pasak, dan bantalan. Pengujian mesin pemeras santan yang telah dirancang bangun dilakukan untuk mengidentifikasi kondisi optimum.

BACK