Anda di halaman 1dari 67

PEDOMAN PENYUSUNAN DAN PENULISAN SKRIPSI PROGRAM SARJANA FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS PADJADJARAN

Tim Penyusun Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran

FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS PADJADJARAN JATINANGOR 2009

DAFTAR ISI

Halaman DAFTAR ISI ........................................................................................... BAB I PENDAHULUAN .................................................................... 1.1 Pengetian Skripsi................................................................ 1.2 Sistematika Skripsi ............................................................. 1.3 Kaidah Penulisan................................................................ 1.4 Kaidah Pengetikan dan Pencetakan..................................... BAB II BAGIAN AWAL SKRIPSI ....................................................... 2.1 Halaman Sampul (Luar dan Dalam).................................... 2.1.1 Judul Skripsi ............................................................. 2.1.2 Tulisan SKRIPSI ...................................................... 2.1.3 Nama dan NPM Mahasiswa ...................................... 2.1.4 Lambang Universitas Padjadjaran ............................. 2.1.5 Nama Universitas, Fakultas, Kota dan Tahun Penyusunan............................................................... 2.2 Halaman Persetujuan Pembimbing...................................... 2.3 Abstrak dan Abstract .......................................................... 2.4 Halaman Kata Pengantar..................................................... 2.5 Halaman Daftar Isi.............................................................. 2.6 Halaman Daftar Gambar ..................................................... 2.7 Halaman Daftar Tabel......................................................... 2.8 Halaman Daftar Lampiran .................................................. i 1 1 1 2 3 6 6 6 7 7 8

8 8 10 11 12 13 14 14

2.9 Penomoran Halaman Bagian Awal ..................................... BAB III BAGIAN INTI SKRIPSI........................................................... 3.1 Kaidah Pengetikan.............................................................. 3.2 BAB I PENDAHULUAN................................................... 3.2.1 Latar Belakang Penelitian ......................................... 3.2.2 Identifikasi Masalah.................................................. 3.2.3 Maksud dan Tujuan Penelitian .................................. 3.2.4 Kegunaan Penelitian ................................................. 3.2.5 Metode Penelitian ..................................................... 3.2.6 Lokasi dan Waktu Penelitian..................................... 3.3 BAB II TINJAUAN PUSTAKA ......................................... 3.4 BAB III BAHAN DAN METODE ..................................... 3.5 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN ............................. 3.6 BAB V SIMPULAN DAN SARAN ................................... 3.7 Kutipan atau Sitasi.............................................................. 3.8 Penomoran Halaman Bagian Inti ........................................ BAB IV BAGIAN AKHIR SKRIPSI ...................................................... 4.1 Daftar Pustaka .................................................................... 4.1.1 Buku......................................................................... 4.1.2 Bab dalam Buku ....................................................... 4.1.3 Artikel dalam Prosiding ............................................ 4.1.4 Artikel dalam Jurnal dan Majalah Ilmiah.................. 4.1.5 Artikel Khusus .........................................................

15 25 25 26 26 27 28 28 28 28 29 29 30 32 32 34 43 43 44 46 47 47 48

4.1.6 Abstrak .................................................................... 4.1.7 Skripsi, Tesis dan Disertasi ...................................... 4.1.8 Paten........................................................................ 4.1.9 Surat Kabar.............................................................. 4.1.10 Publikasi Elektronik................................................. 4.1.11 Publikasi Elektronik dari Artikel Jurnal Ilmiah......... 4.2 Lampiran............................................................................ 4.3 Penomoran Halaman Bagian Akhir .................................... BAB V TABEL DAN GAMBAR ........................................................... 5.1 Tabel .................................................................................. 5.2 Gambar............................................................................... BAB VI PEDOMAN LAIN .................................................................... 6.1 Lambang ............................................................................ 6.2 Bilangan dan Angka ........................................................... 6.3 Cetak Miring (Italic)........................................................... 6.4 Penulisan Rumus dan Perhitungan Numerik........................

48 49 49 49 50 50 50 51 55 55 56 61 61 61 62 62

BAB I PENDAHULUAN

Buku Pedoman Penyusunan dan Penulisan Skripsi Program Sarjana Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran disusun berdasarkan Pedoman Penyusunan dan Penulisan Skripsi Program Sarjana dan Profesi Universitas Padjadjaran. Ketentuan dalam buku ini harus diikuti dalam penulisan skripsi di Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran.

1.1 Pengertian Skripsi Skripsi adalah suatu karya tulis ilmiah strata-1 yang berupa paparan dari hasil penelitian yang membahas suatu masalah dalam bidang ilmu tertentu. Penulisan skripsi harus dilakukan menggunakan kaidah-kaidah yang berlaku dalam bidang ilmu tersebut. Penelitian adalah kegiatan terencana, terarah, sistematis dan terkendali yang berupaya untuk memperoleh data dan informasi tentang suatu masalah di bidang tertentu. Kegiatan penelitian dilakukan menggunakan metode ilmiah untuk menjawab masalah penelitian atau menguji suatu hipotesis.

1.2 Sistematika Skripsi Pada umumnya, skripsi dapat dibagi dalam tiga bagian utama, yaitu (1) bagian awal, (2) bagian inti, dan (3) bagian akhir. Bagian awal skripsi terdiri

atas :

1. Sampul (sampul luar dan sampul dalam). 2. Persetujuan pembimbing. 3. ABSTRAK (dalam bahasa Indonesia). 4. ABSTRACT (dalam bahasa Inggris). 5. KATA PENGANTAR. 6. DAFTAR ISI. 7. DAFTAR TABEL (jika ada). 8. DAFTAR GAMBAR (jika ada). 9. DAFTAR LAMPIRAN (jika ada). Bagian inti skripsi terdiri atas : 1. BAB I PENDAHULUAN 2. BAB II TINJAUAN PUSTAKA 3. BAB III BAHAN DAN METODE 4. BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 5. BAB V SIMPULAN DAN SARAN Bagian akhir skripsi terdiri atas : 1. DAFTAR PUSTAKA 2. LAMPIRAN

1.3 Kaidah Penulisan Penulisan skripsi harus sesuai dengan kaidah dalam Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan, Pedoman Umum Pembentukan Istilah dan

Kamus Besar Bahasa Indonesia. Penggunaan bahasa dan istilah juga harus mengikuti kelaziman penulisan dari disiplin ilmu farmasi. Satu bab minimal terdiri atas dua sub bab, sedangkan satu sub bab dapat memiliki minimal dua sub-sub bab. Suatu sub bab atau sub-sub bab minimal terdiri atas satu paragraf. Satu paragraf minimal terdiri atas dua kalimat, yang merupakan penjabaran dari satu pikiran utama. Kalimat-kalimat yang digunakan harus utuh dan lengkap, yaitu kalimat yang minimal memiliki subyek, predikat dan obyek/keterangan (SPO/K). Kalimat

diupayakan dalam bentuk pasif, terutama pada BAB III BAHAN DAN METODE. Kata ganti orang, terutama kata ganti orang pertama (saya dan kami), tidak boleh digunakan. Tanda baca harus digunakan untuk membedakan anak kalimat dari kalimat induk, kalimat keterangan dari kalimat yang diterangkan, dan sebagainya. Suatu kata dapat dipisahkan berdasarkan ketentuan tata bahasa Indonesia. Pemisahan kata asing harus mengikuti cara yang ditunjukkan dalam kamus bahasa asing tersebut.

1.4 Kaidah Pengetikan dan Pencetakan Batas pengetikan naskah skripsi adalah margin atas 4 cm dari tepi atas kertas, margin kiri 4 cm dari tepi kiri kertas, margin bawah 3 cm dari tepi bawah kertas dan margin kanan 3 cm dari tepi kanan kertas. Ketentuan umum

pengetikan adalah sebagai berikut : 1. Pengetikan hanya dilakukan pada satu muka kertas (tidak bolak balik).

2. Jenis huruf yang digunakan adalah Times New Roman berukuran 12, kecuali ada ketentuan lain. 3. Tiap halaman yang berjudul (contoh : KATA PENGANTAR) harus dimulai dengan halaman baru. Judul diketik dengan huruf kapital berukuran 12, dicetak tebal dan ditempatkan di tengah. 4. Jarak antar baris dalam naskah skripsi adalah dua spasi, kecuali ada ketentuan lain. Penyimpangan dari jarak tersebut menjadi satu spasi dilakukan pada : a. Abstrak dan abstract. b. Judul bab, sub bab dan sub sub bab yang lebih dari satu baris. c. Judul, isi atau keterangan dari tabel, gambar dan lampiran. d. Daftar pustaka. 5. Setiap paragraf baru diketik menjorok ke dalam sebanyak lima ketukan, kecuali ada ketentuan lain. 6. Judul sub bab, sub sub bab dan paragraf baru tidak boleh dimulai pada dasar halaman, kecuali bila ada tempat untuk sedikitnya dua baris. Baris terakhir sebuah paragraf tidak boleh diletakkan pada halaman berikutnya, kecuali bila terdapat tempat untuk sedikitnya dua baris. 7. Huruf pertama setelah tanda baca koma (,), titik koma (;), titik ganda (:) dan titik (.) dicetak dengan menyisihkan satu rongak (ketukan) di belakang tanda baca tersebut. 8. Tidak ada catatan kaki dalam teks. 9. Ketika singkatan muncul pertama kali dalam teks, harus diikuti dengan kepanjangannya.

Kertas yang digunakan untuk mencetak skripsi adalah kertas HVS 80 g/m2 ukuran A4 (21,5 x 28 cm) berwarna putih. Naskah dicetak menggunakan tinta hitam dengan kualitas yang baik (letter quality). Khusus untuk gambar-gambar berwarna, naskah dapat dicetak berwarna. Naskah dijilid menggunakan sampul kertas (hard cover). Bahan sampul luar adalah karton buffalo berwarna hijau sesuai dengan ketentuan yang berlaku di Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran. Setiap bab diberi pembatas berupa kertas doorslag berwarna hijau dengan lambang Universitas Padjadjaran. Pita pembatas halaman berwarna sama dengan sampul luar. Naskah skripsi dalam bentuk final tidak boleh mengandung kesalahan format maupun kesalahan pengetikan. Naskah skripsi dapat diperbanyak melalui fotokopi pada kertas HVS ukuran A4 80 g/m2 berwarna putih. Jumlah perbanyakan naskah disesuaikan dengan kebutuhan penulis. Sebanyak satu eksemplar dan satu soft copy naskah dalam CD harus diserahkan ke UPT Perpustakaan, Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran. Penulis skripsi, yang akan menerbitkan sebagian atau seluruh skripsi dalam suatu tulisan ilmiah, harus mengikuti ketentuan penulisan ilmiah yang berlaku. Pengutipan sebagian atau seluruh skripsi harus dilakukan dengan seijin pembimbing.

BAB II BAGIAN AWAL SKRIPSI

2.1 Halaman Sampul (Luar dan Dalam) Bahan sampul luar sesuai dengan ketentuan pada butir 1.4, sedangkan bahan sampul dalam menggunakan kertas kulit jeruk. Pada kedua sampul tercantum judul skripsi, tulisan SKRIPSI dan keterangannya, nama dan NPM mahasiswa, lambang Universitas Padjadjaran, tulisan Universitas Padjadjaran, Fakultas Farmasi, kota Jatinangor dan tahun penyusunan skripsi. Pada punggung sampul dituliskan judul skripsi serta nama dan NPM

mahasiswa. Ukuran huruf pada punggung sampul disesuaikan dengan ketebalan punggung skripsi.

2.1.1 Judul Skripsi Penulisan judul diatur sebagai berikut : 1. Judul skripsi dibuat dengan singkat, informatif dan deskriptif (maksimum 15 kata, tidak termasuk kata sambung). Judul tidak mengandung singkatan atau rumus kimia. 2. Judul skripsi ditulis di baris paling atas dengan huruf kapital semua berukuran 16 dan dicetak tebal. Untuk nama tumbuhan, hewan dan bahan lain dalam bahasa latin, penulisan disesuaikan dengan kaidah penulisan ilmiah.

3. Judul yang panjang ditulis menjadi dua baris atau lebih, dengan pemotongan yang sesuai dengan kaidah Bahasa Indonesia. Jarak antar baris pada judul skripsi adalah satu spasi. Judul tidak diakhiri dengan tanda titik (.).

2.1.2 Tulisan SKRIPSI Penulisan kata SKRIPSI adalah sebagai berikut : 1. Tulisan SKRIPSI diletakkan empat spasi dari baris judul yang paling bawah. Tulisan SKRIPSI ditulis dengan huruf kapital semua berukuran 14, dicetak tebal dan diletakkan di tengah. 2. Di bawah tulisan SKRIPSI, dengan jarak dua spasi, dicantumkan kalimat penjelasan : Diajukan untuk menempuh ujian sarjana pada Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran

Kalimat tersebut ditulis menggunakan huruf berukuran 12, diletakkan di tengah, tidak dicetak tebal, dengan jarak antar baris satu spasi.

2.1.3 Nama dan NPM Mahasiswa Penulisan nama dan NPM mahasiswa adalah sebagai berikut : 1. Nama mahasiswa diletakkan delapan spasi di bawah baris terakhir kalimat penjelasan. Nama mahasiswa ditulis dengan huruf kapital semua berukuran 14, dicetak tebal dan diletakkan di tengah. 2. NPM mahasiswa diletakkan satu spasi di bagian tengah bawah dari baris nama mahasiswa. NPM mahasiswa ditulis dengan huruf kapital semua. NPM hanya

dituliskan nomornya (tanpa tulisan NPM) dengan huruf berukuran 14, dicetak tebal.

2.1.4 Lambang Universitas Padjadjaran Lambang Universitas Padjadjaran bergaris tengah sekitar tiga setengah cm, dengan garis berwarna hitam (tidak berwarna). Lambang diatur agar terletak di tengahtengah antara baris NPM mahasiswa dengan baris UNIVERSITAS PADJADJARAN dan diletakkan di tengah.

2.1.5 Nama Universitas, Fakultas, Kota dan Tahun Penyusunan Nama UNIVERSITAS PADJAJARAN, FAKULTAS FARMASI,

JATINANGOR dan tahun penyusunan skripsi ditulis dengan huruf kapital semua berukuran 16, dicetak tebal dan diletakkan di tengah. Jarak antar baris adalah satu spasi. Catatan: Dalam kondisi tertentu yang tidak dapat mengacu pada aturan seperti di atas, sampul ditulis dengan memperhatikan keseimbangan margin atas, bawah, kiri, dan kanan dari teks.

2.2 Halaman Persetujuan Pembimbing Halaman persetujuan pembimbing menggunakan kertas kulit jeruk. Pada halaman ini tercantum judul skripsi, tulisan SKRIPSI, nama dan NPM mahasiswa,

tempat dan waktu persetujuan, kata Menyetujui, kata Pembimbing Utama dan Pembimbing Pendamping serta nama dan NIP pembimbing. Ketentuan pengetikan halaman persetujuan pembimbing adalah sebagai berikut : 1. Judul skripsi diketik dengan ketentuan butir 2.1.1. 2. Tulisan SKRIPSI diketik sesuai dengan ketentuan butir 2.1.2, tanpa kalimat penjelasan. 3. Letak nama mahasiswa adalah empat spasi di bawah baris tulisan SKRIPSI, dengan tata cara pengetikan seperti butir 2.1.3. 4. NPM mahasiswa diletakkan satu spasi di bawah baris nama mahasiswa, dengan tata cara pengetikan seperti butir 2.1.3. 5. Tempat dan waktu pemberian persetujuan, kata Menyetujui, kata Pembimbing Utama dan Pembimbing Pendamping serta nama dan NIP pembimbing diketik dengan berukuran 12 dan tidak dicetak tebal. 6. Tempat dan waktu persetujuan diatur agar terletak ditengah-tengah antara baris NPM mahasiswa dengan baris Pembimbing Utama dan Pembimbing Pendamping, dengan memperhatikan keseimbangan halaman. Waktu pemberian persetujuan, berupa bulan dan tahunnya, diketik setelah kota Jatinangor. 7. Jarak antara baris tempat dan waktu persetujuan dengan baris Menyetujui, adalah satu spasi dan diletakkan di tengah. 8. Kata Pembimbing Utama, dan Pembimbing Pendamping diletakkan di atas nama pembimbing, dengan mengikuti lebar nama pembimbing

9. Jarak antara kata Pembimbing Utama, dan Pembimbing Pendamping dan nama pembimbing adalah 7 spasi. Nama pembimbing diberi garis bawah, lalu NIP diletakkan di bawah nama pembimbing pada jarak satu spasi, dengan mengikuti lebar nama pembimbing. Kata NIP diketik tanpa titik (.), diikuti satu rongak, lalu dituliskan nomornya tanpa jarak. 10. Untuk pembimbing yang lebih dari dua orang, maka dibuat dua kelompok baris, dimana kelompok pertama memuat pembimbing utama dan kelompok kedua memuat dua pembimbing pendamping. Kedua kelompok baris diletakkan dengan memperhatikan keseimbangan halaman. Catatan: Dalam kondisi tertentu yang tidak dapat mengacu pada pengaturan seperti di atas, maka halaman persetujuan pembimbing ditulis dengan memperhatikan keseimbangan jarak margin atas, bawah, kiri, dan kanan.

2.3 Abstrak dan Abstract Abstrak (dalam bahasa Indonesia) dan Abstract (dalam bahasa Inggris) merupakan sari dari skripsi. Keduanya meliputi latar belakang, identifikasi masalah, tujuan, metode, hasil dan simpulan penelitian. Semua poin tersebut harus dirangkai dalam kalimat-kalimat singkat, padat dan tidak disertai pustaka acuan. Aturan pengetikan abstrak sebagai berikut : 1. Halaman abstrak diberi judul ABSTRAK dengan tata cara pengetikan mengacu pada butir 1.4.

2. Jarak antara judul ABSTRAK dengan baris pertama teks abstrak adalah empat spasi. 3. Keseluruhan abstrak terdiri atas satu paragraf yang diketik rata dengan margin kiri. Panjang abstrak 150-200 kata dan dilengkapi dengan kata kunci. 4. Jarak antar baris dalam teks abstrak adalah satu spasi. 5. Jarak antara baris terakhir teks abstrak dengan kata kunci adalah dua spasi. Penulisan Kata kunci diikuti dengan tanda titik ganda. Kata kunci ditulis dengan huruf kecil, kecuali huruf awal pada kata pertama merupakan huruf kapital. Aturan pengetikan Abstract adalah sama dengan ketentuan pengetikan Abstrak, kecuali teks diketik miring (italic). Panjang Abstract 100-150 kata dalam bentuk past tenses dan dilengkapi dengan keywords. Keywords diketik mengikuti ketentuan pada kata kunci.

2.4 Halaman Kata Pengantar Halaman kata pengantar diberi judul KATA PENGANTAR, dengan tata cara penulisan seperti pada butir 1.4. Jarak antara KATA PENGANTAR dengan baris pertama teks adalah empat spasi. Pada halaman ini, skriptor berkesempatan menyatakan terima kasih secara tertulis kepada Dekan, tim pembimbing, dosen wali, badan/perorangan yang telah memberikan bimbingan, saran, kritik, sarana dan prasarana penelitian, dilanjutkan dengan keluarga, teman atau berbagai pihak yang tidak dapat disebutkan satu-persatu. Tempat dan waktu penulisan kata pengantar diletakkan empat spasi di bawah baris teks terakhir dan diketik rata dengan margin kanan. Waktu penulisan hanya

ditulis bulan dan tahunnya, lalu diketik di belakang kota Jatinangor,. Kata Penulis diletakkan dua spasi bawah tempat dan waktu, dengan mengikuti lebar tempat dan waktu penulisan. Penulisan kata pengantar harus menggunakan kalimat yang baku. Ucapan terima kasih tidak berlebihan dan maksimum sebanyak dua halaman.

2.5 Halaman Daftar Isi Halaman daftar isi diberi judul DAFTAR ISI, dengan tata cara penulisan seperti pada butir 1.4. Jarak antara DAFTAR ISI dengan kata Halaman adalah empat spasi. Kata Halaman diketik rata dengan margin kanan. Jarak dari kata Halaman ke nomor dan judul adalah dua spasi. Ketentuan-ketentuan ini juga berlaku untuk DAFTAR GAMBAR, DAFTAR TABEL dan DAFTAR LAMPIRAN. Halaman daftar isi memuat nomor dan judul dari bagian awal, bagian inti dan bagian akhir skripsi serta nomor halaman tempat pemuatannya. Judul dari bagian awal skripsi (KATA PENGANTAR dan lain-lain), bab (BAB I PENDAHULUAN dan lainlain) serta bagian akhir skripsi (DAFTAR ISI DAN LAMPIRAN) ditulis dengan huruf kapital semua dan tidak dicetak tebal. Nomor bab diawali dengan kata BAB, diikuti angka Romawi tanpa diakhiri tanda titik (.). Judul bab diketik delapan ketukan dari margin kiri. Nomor sub bab ditulis dengan dua angka Arab yang dipisahkan oleh sebuah titik (.), dimana angka pertama menunjukkan nomor urut bab dalam skripsi dan angka kedua menunjukkan nomor urut sub bab dalam bab. Nomor sub bab ditulis tepat di

bawah judul bab. Judul sub bab ditulis setelah nomor sub bab, dengan jarak dua ketukan. Nomor sub sub bab (jika ada), ditulis dengan tiga angka Arab yang masingmasing dipisahkan oleh sebuah titik (.), dimana angka pertama menunjukkan nomor urut bab dalam skripsi, angka kedua menunjukkan nomor urut sub bab dalam bab dan angka ketiga menunjukkan nomor urut sub sub bab dalam sub bab. Nomor sub sub bab ditulis tepat di bawah judul sub bab, diikuti dengan judul sub sub bab, dengan jarak dua ketukan. Judul sub bab dan judul sub sub bab ditulis dengan huruf kecil, kecuali huruf pertama dari setiap kata merupakan huruf kapital. Judul bab, sub bab dan sub sub bab tidak diakhiri oleh tanda titik Jarak antar baris pada halaman ini mengikuti ketentuan pada butir 1.4.

2.6 Halaman Daftar Gambar Halaman daftar gambar memuat nomor dan judul gambar serta halaman tempat pemuatannya. Kata Gambar diketik rata dengan margin kiri dan sejajar dengan kata Halaman. Nomor gambar ditulis diketik dua spasi dibawah kata Gambar. Nomor gambar terdiri atas dua angka Arab yang dipisahkan oleh sebuah titik, dimana angka pertama menunjukkan bab tempat gambar berada, sedangkan angka kedua menunjukkan nomor urut gambar dalam bab. Nomor gambar diikuti dengan judul gambar, dengan jarak dua ketukan.

Judul gambar ditulis dengan huruf kecil, kecuali huruf awal dari kata pertama yang merupakan huruf kapital. Judul gambar tidak diakhiri oleh tanda titik. Jarak antar baris pada halaman ini mengikuti ketentuan pada butir 1.4.

2.7 Halaman Daftar Tabel Halaman daftar tabel memuat nomor dan judul tabel dan halaman tempat pemuatannya. Kata Tabel diketik rata dengan margin kiri dan sejajar dengan kata Halaman. Nomor tabel ditulis diketik dua spasi dibawah kata Tabel. Nomor tabel ditulis dengan dua angka Arab yang dipisahkan oleh sebuah titik, dimana angka pertama menunjukkan bab tempat tabel berada, sedangkan angka kedua menunjukkan nomor urut tabel dalam bab. Nomor tabel diikuti dengan judul tabel, dengan jarak dua ketukan. Judul tabel ditulis dengan huruf kecil, kecuali huruf pertama dari setiap kata merupakan huruf kapital. Judul tabel tidak diakhiri oleh tanda titik. Jarak antar baris pada halaman ini mengikuti ketentuan pada butir 1.4.

2.8 Halaman Daftar Lampiran Halaman daftar lampiran memuat nomor dan judul lampiran serta nomor halaman tempat pemuatannya. Kata LAMPIRAN diketik rata dengan margin kiri dan sejajar dengan kata Halaman.

Nomor lampiran ditulis diketik dua spasi dibawah kata LAMPIRAN. Nomor lampiran ditulis dengan huruf Arab (1, 2....dan seterusnya), tanpa diakhiri dengan tanda titik (.). Nomor lampiran diikuti dengan judul lampiran, dengan jarak dua ketukan. Judul lampiran ditulis dengan huruf kapital semua, tidak dicetak tebal dan tidak diakhiri oleh tanda titik. Jarak antar baris pada halaman ini mengikuti ketentuan pada butir 1.4.

2.9 Penomoran Halaman Bagian Awal Penomoran halaman pada bagian awal skripsi adalah sebagai berikut : 1. Penomoran dari halaman sampul dalam sampai dengan halaman DAFTAR LAMPIRAN menggunakan angka Romawi kecil (i. ii, iii, iv..dst.). 2. Halaman sampul bagian dalam dan halaman persetujuan pembimbing tidak diketik nomor urut halaman, tetapi diperhitungkan sebagai halaman i dan ii. 3. Pada halaman berjudul, nomor halaman diletakkan pada bagian bawah kertas dan diketik di tengah-tengah. 4. Pada halaman tidak berjudul/lanjutan, nomor halaman diletakkan di bagian kanan atas kertas. Angka terakhir dari nomor halaman sejajar dengan margin kanan.

Contoh :

IDENTIFIKASI ISOLAT BAKTERI PENGHASIL ZAT ANTIBAKTERI DARI CAIRAN KANTUNG TANAMAN KANTONG SEMAR (Nepenthes ampullaria)

SKRIPSI
Diajukan untuk menempuh ujian sarjana pada Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran

DEDEN DHARMAWAN 260110030544

FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS PADJADJARAN JATINANGOR 2008

IDENTIFIKASI ISOLAT BAKTERI PENGHASIL ZAT ANTIBAKTERI DARI CAIRAN KANTUNG TANAMAN KANTONG SEMAR (Nepenthes ampullaria)

SKRIPSI

DEDEN DHARMAWAN 260110030544

Jatinangor, Januari 2008 Menyetujui,

Pembimbing Utama

Pembimbing Pendamping

Dr. Tiana Milanda, M.Si., Apt. NIP 132146261

Dra. Hj. Sulistianingsih, Apt. NIP 131573151

IDENTIFIKASI ISOLAT BAKTERI PENGHASIL ZAT ANTIBAKTERI DARI CAIRAN KANTUNG TANAMAN KANTONG SEMAR (Nepenthes ampullaria)

SKRIPSI

DEDEN DHARMAWAN 260110030544

Jatinangor, Januari 2008 Menyetujui,

Pembimbing Utama,

Dra. Hj. Dewi Rusmiati, Apt. NIP 130528242

Pembimbing Pendamping

Pembimbing Pendamping

Dr. Tiana Milanda, M.Si., Apt. NIP 132146261

Dra. Sulistianingsih, Apt. NIP 131573151

ABSTRAK

Kantong semar dari spesies Nephentes ampullaria termasuk golongan tanaman insektivora. Berbagai penelitian menunjukkan adanya aktivitas antibakteri dari cairan kantung tanaman tersebut. Sampai saat ini, belum diketahui apakah zat antimikroba tersebut dihasilkan tanaman atau oleh komunitas bakteri dalam cairan kantung. Untuk mengetahui hal tersebut, maka dilakukan penelitian untuk mengidentifikasi bakteri penghasil zat antibakteri dari cairan kantung tanaman kantung semar, yang memiliki aktivitas terhadap bakteri Gram positif dan Gram negatif, yang diwakili oleh Escherichia coli dan Bacillus subtilis. Penelitian dilakukan melalui tahap isolasi, pemurnian dan fermentasi isolat bakteri, pengujian aktivitas antibakteri dari supernatan isolat bakteri dan identifikasi isolat bakteri tersebut. Dari penelitian ini dihasilkan tiga koloni bakteri berwarna putih, ungu, dan kuning yang mempunyai aktivitas antibakteri terhadap kedua bakteri uji, dengan aktivitas terbesar dihasilkan bakteri ungu. Hasil identifikasi melalui pengamatan morfologi koloni, pengamatan mikroskopik dan uji biokimia menunjukkan bahwa bakteri putih dan ungu termasuk genus Bacillus serta bakteri kuning termasuk genus Clavibacter/Microbacterium. Bakteri putih diidentifikasi lebih lanjut melalui penentuan urutan fragmen 16S rDNA dengan metode PCR-sekuensing, yang menunjukkan bakteri tersebut adalah Bacillus thuringiensis serotype H46. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa zat antibakteri dalam cairan kantung tanaman kantung semar dihasilkan oleh komunitas bakteri dalam cairan kantung. Kata kunci : Nephentes ampullaria, Antibakteri, Clavibacter/Microbacterium Bacillus thurungiensis

KATA PENGANTAR

Puji syukur dipanjatkan kehadirat Allah SWT, karena berkat ridhoNya penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul Identifikasi Isolat Bakteri Penghasil Zat Antibakteri dari Cairan Kantung Tanaman Kantong Semar (Nepenthes ampullaria). Skripsi ini diajukan guna menempuh ujian sarjana di Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran. Pada kesempatan ini, penulis ingin menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada : 1. Prof. Dr. Anas Subarnas, M.Sc., Apt. selaku Dekan Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran. 2. Dr. Tiana Milanda, M.Si., Apt dan Dra. Sulistianingsih, Apt. selaku dosen pembimbing. 3. Dra. Clara Sunardi, M.S., Apt. selaku dosen wali. 4. Seluruh staf Laboratorium Kimia, LIPI, Bandung. 5. Orang tua dan kakak-kakak tercinta. 6. Teman-teman Angkatan 2003 dan pihak-pihak lain yang tidak dapat disebutkan satu persatu. Semoga penelitian ini dapat bermanfaat untuk pengembangan ilmu

pengetahuan, khususnya di bidang farmasi.

Jatinangor, Januari 2008 Penulis

DAFTAR ISI

Halaman ABSTRAK.............................................................................................. ABSTRACT............................................................................................. KATA PENGANTAR............................................................................ DAFTAR ISI .......................................................................................... DAFTAR TABEL .................................................................................. DAFTAR GAMBAR.............................................................................. DAFTAR LAMPIRAN .......................................................................... BAB I PENDAHULUAN.................................................................... 2.1 Latar Belakang Penelitian............................................... 2.2 Identifikasi Masalah ........................................................ 2.3 Maksud dan Tujuan Penelitian....................................... 2.4 Kegunaan Penelitian........................................................ 2.5 Metode Penelitian ............................................................ 2.6 Lokasi dan Waktu Penelitian.......................................... BAB II TINJAUAN PUSTAKA ......................................................... 2.1 Tanaman Kantong Semar ............................................... 2.2.1 Klasifikasi dan Morfologi Tanaman ..................... iii iv v vi x xi xii 1 1 3 3 3 4 5 6 6 6

2.2.2 Struktur dan Komponen Klasifikasi Cairan Tanaman Kantong Semar ...................................................... 7 2.2 Senyawa Antibakteri ....................................................... 13

DAFTAR TABEL

Tabel 4.1 Hasil Pengujian Aktivitas Antibakteri Supernatan Hasil Fermentasi terhadap Bakteri Uji 4.2 Hasil Pengamatan Morfologi Koloni Isolat Bakteri Penghasil Antibakteri 4.3 Hasil Pengamatan Mikroskopik Isolat Bakteri Penghasil Antibakteri 4.4 Hasil Uji Biokimia dari Isolat Bakteri

Halaman

42

43

44 45

DAFTAR GAMBAR

Gambar 4.1 Hasil pengujian aktivitas antibakteri supernatan hasil fermentasi terhadap bakteri uji 4.2 Hasil pengamatan morfologi koloni isolat bakteri penghasil antibakteri 4.3 Hasil pengamatan mikroskopik isolat bakteri penghasil antibakteri 4.4 Hasil uji biokimia dari isolat bakteri

Halaman

42

43

44 45

DAFTAR LAMPIRAN

LAMPIRAN 1 HASIL ISOLASI KOLONI TUNGGAL BAKTERI DALAM CAIRAN TANAMAN KANTONG SEMAR HASIL PENGUJIAN AKTIVITAS ANTIBIOTIKA HASIL IDENTIFIKASI BAKTERI UJI HASIL UJI BIOKIMIA HASIL PCR, SEKUENSING DAN BLAST

Halaman 41 60 61 64 67

2 3 4 5

BAB III BAGIAN INTI SKRIPSI

3.1 Kaidah Pengetikan Kaidah pengetikan untuk bagian inti skripsi adalah sebagai berikut : 1. Tiap halaman yang mempunyai penunjuk bab (contoh : BAB I) dan judul bab (contoh : PENDAHULUAN) harus dimulai dengan halaman baru. 2. Penomoran bab pada penunjuk bab menggunakan angka Romawi kapital berukuran 12 (contoh : BAB I), dicetak tebal dan diletakkan di tengah. 3. Jarak antara penunjuk bab dengan judul bab adalah dua spasi. Jarak antara judul bab dengan baris pertama teks Belakang) adalah empat spasi. 4. Penomoran sub bab dan sub sub bab menggunakan angka Arab sesuai dengan butir 2.5., dicetak tebal dan diketik pada margin sebelah kiri 5. Judul sub bab dan sub sub bab diketik sebanyak dua ketukan dari nomor sub bab atau nomor sub sub bab sesuai dengan butir 2.5 dan dicetak tebal. 6. Jarak antara judul sub bab dengan baris pertama teks adalah dua spasi. Setelah judul sub bab, harus terdapat paling sedikit satu kalimat sebagai pengantar, sebelum dilanjutkan judul sub sub bab. 7. Paragraf baru pada bab, sub bab dan sub sub bab diketik menjorok ke dalam sebanyak 5 ketukan dari margin kiri.. atau dengan judul sub bab (contoh : Latar

8. Jarak antara baris terakhir teks dengan judul sub bab berikutnya atau dengan judul sub sub bab adalah empat spasi. 9. Jarak antara judul sub sub bab dengan baris pertama teks adalah dua spasi. Jarak antara baris terakhir teks dengan judul sub sub bab berikutnya adalah empat spasi. Jika diperlukan uraian yang lebih terperinci dalam bentuk poin-poin, maka hierarki penomoran adalah penomoran dengan huruf Arab (1, 2, 3.... diakhiri tanda titik), diikuti huruf kecil (a, b, c .... diakhiri tanda titik) dan nomor Romawi kecil (i, ii, iii.....diakhiri tanda titik). Untuk lebih jelas, cara pengetikan terdapat pada contoh di akhir bab ini.

3.2 BAB I PENDAHULUAN BAB I PENDAHULUAN meliputi Latar Belakang Penelitian, Identifikasi Masalah, Maksud dan Tujuan Penelitian, Kegunaan Penelitian, Metode Penelitian, serta Lokasi dan Waktu Penelitian dalam bentuk sub bab.

3.2.1 Latar Belakang Penelitian Pada latar belakang penelitian, disajikan hal-hal yang menjadi motivator atau pendorong peneliti untuk melakukan suatu penelitian. Dengan kata lain, latar belakang penelitian mengungkapkan keingintahuan peneliti terhadap suatu fenomena/gejala yang menarik untuk diteliti, dengan menunjukkan signifikansi penelitian bagi perkembangan ilmu pengetahuan. Empat komponen latar belakang penelitian yang perlu diperhatikan adalah :

1. Adanya permasalahan yang harus diteliti serta sejauh mana topik penelitian memiliki kesahihan (validity) dan keterhandalan (reliability), sehingga pantas untuk diteliti. 2. Relevansi dan pengaruh masalah yang diteliti terhadap berbagai ilmu (teknik, sosial, ekonomi, budaya, politik, seni dan agama) serta segala akibat yang dapat ditimbulkannya. 3. Keserasian pendekatan metodologis yang digunakan. 4. Gambaran kegunaan hasil penelitian. Dari pihak peneliti, pengungkapan latar belakang penelitian dapat didasarkan atas : 1. Informasi yang telah diketahui dari topik yang diteliti, baik teoritis maupun faktual. 2. Adanya masalah yang ditemukan dalam informasi tersebut. 3. Adanya bagian tertentu dari identifikasi masalah yang menarik untuk diteliti 4. Kemungkinan masalah tersebut dapat diteliti secara teknis.

3.2.2 Identifikasi Masalah Identifikasi masalah adalah inti fenomena yang akan diteliti, sebagai akibat adanya kesenjangan teori dan realitas.

3.2.3 Maksud dan Tujuan Penelitian Maksud penelitian mengungkapkan arah yang akan dicapai dalam penelitian. Tujuan penelitian mengetengahkan indikator-indikator yang hendak ditemukan dalam

penelitian, terutama yang berkaitan dengan variabel-variabel yang akan diteliti. Maksud dan tujuan penelitian sering dianggap sama, tetapi sebenarnya berbeda.

3.2.4 Kegunaan Penelitian Kegunaan penelitian menjelaskan tentang manfaat penelitian secara langsung maupun tidak langsung. Manfaat penelitian terdiri atas manfaat teoritis dan manfaat praktis dari hasil penelitian.

3.2.5 Metode Penelitian Metode penelitian mengungkapkan secara ringkas tentang rancangan penelitian. Rancangan tersebut terdiri atas prosedur penelitian, alat ukur yang digunakan, parameter yang diamati, teknik analisis dan metode ujinya.

3.2.6 Lokasi dan Waktu Penelitian Lokasi penelitian menguraikan tempat dilakukannya penelitian (daerah, lembaga, laboratorium, perusahaan, rumah sakit, dan lain-lain). Waktu penelitian menguraikan jadwal dan lamanya penelitian.

3.3 BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA merupakan hasil penelusuran berbagai pustaka yang mengupas teori yang relevan dengan topik penelitian. Hasil penelusuran dapat pula berupa data dari jurnal ilmiah internasional atau nasional yang terakreditasi, buku teks atau hasil penelitian pihak lain, yang dijadikan pertimbangan atau asumsi-asumsi

untuk menjawab masalah penelitian. Hal ini merupakan bukti pendukung bahwa topik tersebut merupakan sesuatu yang penting, karena menjadi pusat perhatian banyak orang. Pada bab ini dapat diajukan lebih dari satu teori atau data untuk membahas masalah penelitian, sepanjang teori dan/atau data tersebut berkaitan dan tidak kontradiktif. Selain itu, dapat pula digunakan pustaka yang berisi teknik, metode, strategi atau pendekatan yang akan dipilih untuk melaksanakan penelitian.

3.4 BAB III BAHAN DAN METODE Pada BAB III BAHAN DAN METODE dijelaskan secara lebih rinci mengenai rancangan penelitian, prosedur penelitian, teknik penarikan sampel dan kriterianya (termasuk populasinya), penetapan variabel penelitian dan teknik analisisnya.

Perincian tersebut dilakukan karena suatu penelitian ilmiah harus memenuhi asas dapat diulang (repeatable) dan memperoleh hasil penelitian yang sama (reproducible). Bab ini terdiri atas tiga sub bab, yaitu Alat, Bahan dan Metode. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam penulisan bab ini adalah : 1. Alat dan bahan tidak diperkenankan ditulis dalam bentuk poin, tetapi dituliskan dalam bentuk kalimat. 2. Alat-alat sederhana, seperti gunting dan pensil tidak perlu ditulis, tetapi peralatan instrumen diperinci sampai ke pabrik pembuat dan tipenya, contoh : oven (Memmert, M200).

3. Alat-alat gelas yang umum digunakan di laboratorium tidak perlu disebutkan, tetapi dituliskan, contoh : Alat-alat gelas yang umum digunakan di Laboratorium Bahan Alam Farmasi. 4. Bahan-bahan yang digunakan harus dinyatakan sumber atau pabrik pembuatnya. Penulisan nama bahan-bahan kimia dilakukan dalam bentuk uraian, bukan dalam bentuk rumus kimianya. Contoh : natrium benzoat (Merck). 5. Satuan yang digunakan adalah satuan Standar Internasional (SI). Satuan yang menunjukkan jumlah dapat ditulis singkatannya. Penulisan singkatan satuan harus sesuai dengan aturan SI, seperti g (untuk gram) dan L (untuk liter) tanpa diakhiri titik. Singkatan satuan dapat dibubuhi huruf awal atau lambang variabel, seperti (mikro), m (mili), c (senti), d (desi), k (kilo) atau M (mega).

3.5 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN Pada BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN, mula-mula diungkapkan datadata penelitian, lalu dilakukan pembahasan. HASIL memaparkan data-data yang diperoleh dalam penelitian. Selain berupa uraian, data penelitian dapat disajikan dalam bentuk gambar (gambar, foto, diagram, grafik, dan sebagainya) atau tabel, tetapi tidak kedua-duanya. Gambar dan tabel tersebut harus dilengkapi dengan judul dan keterangan yang jelas dan informatif, sehingga dapat dipahami pembaca, tanpa harus mengacu pada teks (self explanatory). Aturan pembuatan gambar dan tabel dapat dilihat pada BAB V. PEMBAHASAN merupakan arti (meaning) dari data dalam HASIL. Pembahasan dapat merupakan perbandingan hasil yang diperoleh dengan teori atau

data terdahulu yang sudah dipublikasikan, lalu dijelaskan implikasi data tersebut terhadap kemajuan ilmu pengetahuan. Temuan atau informasi yang diperoleh dapat dikaitkan dengan maksud, tujuan dan kegunaan penelitian. Dalam bab ini, dapat pula diutarakan kelemahan dan keterbatasan penelitian. Sub bab dalam bab ini merupakan hasil dari tahapan penelitian yang dilakukan. Judul sub bab tersebut dianjurkan merupakan judul pada BAB III BAHAN DAN METODE, yang ditambahkan kata Hasil di depannya. Data yang sudah disajikan dalam bentuk gambar atau tabel tidak perlu diulang dalam bentuk uraian. Jika gambar atau tabel perlu dibahas, maka penulisannya mengikuti contoh berikut : 1. Pada Tabel 4.5 terlihat bahwa. (Huruf T pada tabel dan G pada gambar ditulis dengan huruf kapital). 2. Pada gambar di atas, dapat dijelaskan bahwa (Huruf T pada tabel dan, G pada gambar ditulis huruf kecil).

3.6 BAB V SIMPULAN DAN SARAN BAB V SIMPULAN DAN SARAN terdiri atas dua sub bab, yaitu SIMPULAN dan SARAN. SIMPULAN merupakan kristalisasi dan interpretasi dari BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN. Informasi dalam SIMPULAN dapat berupa pendapat baru, koreksi atas pendapat lama, pengukuhan pendapat lama, atau penumbangan pendapat lama, sebagai jawaban dari tujuan penelitian. SARAN merupakan anjuran operasional, kebijakan atau konseptual yang kongkrit, realistik, bernilai keilmuan, praktis, dan terarah. SARAN dapat diarahkan

pada penerapan hasil penelitian di masyarakat atau penggunaan hasil penelitian untuk penelitian lanjutan. SIMPULAN dan SARAN harus dirumuskan dalam bentuk pernyataan padat dan singkat, sehingga tidak menimbulkan penafsiran lain. Pernyataan tersebut dibuat dalam kalimat pasif, tidak dalam bentuk poin-poin.

3.7 Kutipan atau Sitasi Kutipan atau sitasi suatu pustaka dapat menggunakan bahasa sendiri yang disesuaikan dengan bahasa Indonesia yang baku, tanpa mengubah makna kutipan tersebut. Kutipan tidak diperkenankan diambil dari sumber yang tidak disebutkan namanya (anonim) atau sumber-sumber lain yang tidak dapat dipertanggung-jawabkan kebenaran ilmiahnya. Setiap paragraf yang mengandung kutipan harus mencantumkan nama penulis dan tahun penerbitannya, termasuk kutipan yang bersumber dari internet. Jika ditulis di awal kalimat, maka dicantumkan nama keluarga/belakang penulis, diikuti tahun publikasi dalam kurung. Jika ditulis di akhir kalimat, maka dicantumkan nama penulis dan tahun dalam kurung, sebelum titik (.). Sumber kutipan pada kalimat yang diuraikan dalam bentuk poin, harus diletakkan sebelum tanda titik dua. Dalam teks skripsi, pencantuman nama penulis maksimum adalah dua orang, yang dipisahkan dengan kata dan atau and (untuk pustaka berbahasa asing). Jika lebih dari dua orang, maka hanya nama penulis pertama yang dicantumkan, diikuti dengan et al.. Selain tim penulis, nama penulis dapat berupa nama editor, tim editor atau suatu lembaga. Contoh :

1. Pemahaman cara sitasi suatu pustaka dalam teks sangat penting dalam penulisan suatu skripsi (Subarnas dan Diantini, 2008). 2. Subarnas dan Diantini (2008) menyatakan bahwa pemahaman cara sitasi suatu pustaka dalam teks sangat penting dalam penulisan suatu skripsi. 3. Preparat farmasi dapat dikontaminasi oleh jamur, ragi atau bakteri (Ansel et al., 1989). 4. Departemen Kesehatan Republik Indonesia (1989) menyatakan bahwa preparat farmasi dapat dikontaminasi oleh jamur, ragi atau bakteri. Jika kutipan diambil dari lebih dari satu pustaka, maka dilakukan sumber kutipan diurutkan berdasarkan tahun publikasi, dari tahun tertua ke tahun termuda, yang dipisahkan dengan tanda titik koma (;). Jika terdapat dua atau lebih sumber kutipan dengan tahun yang sama, maka kutipan diurutkan berdasarkan abjad nama keluarga/belakang penulis. Jika terdapat dua atau lebih sumber kutipan dengan nama dan tahun yang sama, maka kutipan diurutkan dengan menambahkan urutan abjad pada angka tahun. Contoh : 1. Pemahaman cara sitasi suatu pustaka dalam teks sangat penting dalam penulisan suatu skripsi (Subarnas, 2007; Diantini et al., 2008). 2. Pemahaman cara sitasi suatu pustaka dalam teks sangat penting dalam penulisan suatu skripsi (Diantini et al., 2008; Subarnas, 2008). 3. Pemahaman cara sitasi suatu pustaka dalam teks sangat penting dalam penulisan suatu skripsi (Subarnas, 2006a; Subarnas, 2006b). Semua pustaka yang telah disitasi dalam naskah skripsi harus tercantum dalam DAFTAR PUSTAKA.

3.8 Penomoran Halaman Bagian Inti Penomoran halaman bagian inti skripsi adalah sebagai berikut : 1. Penomoran halaman mulai dari BAB I PENDAHULUAN sampai dengan BAB V SIMPULAN DAN SARAN menggunakan angka Arab. 2. Pada halaman berjudul, nomor halaman diletakkan pada bagian bawah kertas dan diketik di tengah-tengah. 3. Pada halaman tidak berjudul/lanjutan, nomor halaman diletakkan di bagian kanan atas kertas. Angka terakhir dari nomor sejajar dengan margin kanan.

Contoh : BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Demam tifoid merupakan penyakit demam enterik yang disebabkan infeksi bakteri Salmonella typhi atau Salmonella paratyphi yang bersifat menular dan endemis. Penyakit ini ditularkan melalui perantaraan makanan dan minuman yang terkontaminasi bakteri-bakteri tersebut (Rasmilah et al., 2001). Demam tifoid biasanya diobati menggunakan antibiotika seperti kloramfenikol, ampisilin, dan tiamfenikol. Penggunaan antibiotika-antibiotika ini seringi memberikan efek samping yang tidak diinginkan. Oleh karena itu, banyak penelitian dilakukan untuk mengembangkan senyawa antibakteri baru dari bahan alam, salah satunya dari madu (Mulu, 2004; Agung, 2005). Madu merupakan cairan alami dari sari bunga (floral nektar) atau bagian lain dari tanaman (ekstra floral nektar) yang dikumpulkan lebah madu (Miraglio, 2002a; Miraglio, 2002b). Berdasarkan warnanya, madu dapat digolongkan menjadi madu amber, madu putih, dan madu hitam (Avatar, 2003; Rahmat, 2003). Madu amber telah diketahui mempunyai aktivitas bakteriostatik dan bakterisida, baik terhadap bakteri Gram positif maupun Gram negatif (Muluk dan Amien, 2004). Sampai saat ini, belum ada data mengenai aktivitas antibakteri dari madu putih dan madu hitam.

Data mengenai aktivitas antibakteri dari ketiga jenis madu terhadap bakteri penyebab demam tifoid belum ada. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui aktivitas antibakteri ketiga jenis madu tersebut terhadap bakteri penyebab demam tifoid.

1.2 Identifikasi Masalah Masalah yang timbul pada penelitian ini adalah: 1. Apakah madu amber, madu putih, dan madu hitam mempunyai aktivitas antibakteri terhadap Salmonella typhi dan Salmonella paratyphi A? 2. Berapa Konsentrasi Hambat Tumbuh minimum (KHTM) dari ketiga jenis madu tersebut ?

1.3 Tujuan Penelitian Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antibakteri madu amber, madu putih, dan madu hitam terhadap bakteri S. typhi dan S. paratyphi A melalui uji aktivitas antibakteri dan penentuan KHTM.

1.4 Kegunaan Penelitian Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi ilmiah tentang aktivitas antibakteri berbagai madu terhadap bakteri S. typhi dan S. paratyphi A. Hasil penelitian diharapkan menjadi dasar pengembangan madu sebagai obat alternatif untuk mengatasi demam tifoid.

1.5 Metode Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental yang dilakukan melalui tahap-tahap sebagai berikut : 1. Penyiapan sampel madu amber, madu putih, dan madu hitam. 2. Analisis kualitas madu amber, madu putih, dan madu hitam menggunakan spektrofotometer UV-sinar tampak . 3. Uji aktivitas antibakteri madu amber, madu putih, dan madu hitam terhadap S. typhi dan S. paratyphi A menggunakan metode difusi agar. 4. Penentuan KHTM dua dari ketiga jenis madu yang mempunyai aktivitas aktibakteri terbesar dengan metode pengenceran agar. 5. Uji banding aktivitas antibakteri kedua jenis madu tersebut dengan antibiotika kloramfenikol. 6. Pengolahan data.

1.6 Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian ini bertempat di Laboratorium Mikrobiologi, Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran, Jatinangor, selama bulan Februari sampai Mei 2008,.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Identifikasi Bakteri Bakteri dapat diidentifikasi melalui beberapa cara, antara lain melalui pengamatan mikroskopis dan uji biokimia (Aya and Smith, 2001).

2.1.1 Pengamatan Mikroskopis Bakteri dapat diidentifikasi melalui pengamatan mikroskpis menggunakan berbagai reaksi pewarnaan, antara lain pewarnaan Gram, pewarnaan spora dan pewarnaan kapsul (Aya and Smith, 2001) : 1. Pewarnaan Gram Pengamatan mikroskopis menggunakan pewarnaan Gram digunakan untuk membedakan golongan bakteri Gram positif dengan bakteri Gram negatif. Pewarna yang dipakai untuk pewarnaan Gram adalah : a. Karbon gentian violet. b. Zat pemucat, antara lain : i. Alkohol 70%. ii. Alkohol 90%.

BAB III BAHAN DAN METODE

3.1 Alat Alat yang digunakan pada penelitian ini adalah buret, inkubator, jangka sorong, kertas saring, lemari pendingin, mikropipet, ose, oven (Memmert, M200), pemanas, pembakar bunsen, perforator, pipet volume, pHmeter (Metrohm), refraktometer (ATAGO, NAR-1T), spatel, viskotester (Rion, VT-04F), dan alat-alat gelas yang umum digunakan di Laboratorium Mikrobiologi.

3.2 Bahan Bahan yang digunakan pada penelitian ini terdiri atas tiga jenis madu, bakteri uji dan medium pertumbuhannya serta bahan kimia. Madu yang digunakan adalah madu amber, madu putih, dan madu hitam yang diproduksi oleh CV. Syam Bimpar Utama, Jakarta, yang didistribusikan oleh CV. Health Vission, Jakarta. Bakteri yang digunakan pada penelitian ini adalah Salmonella typhi dan Salmonella paratyphi A isolat klinik yang diperoleh dari Bagian Bakteriologi PT. Biofarma, Bandung. Bakteri ini ditumbuhkan dalam medium agar nutrien/NA (Oxoid) dengan konsentrasi 28 g/L dan kaldu nutrien/NB (Oxoid) dengan konsentrasi 8 g/L. Bahan kimia yang digunakan terdiri atas natrium hidroksida (Merck), natrium klorida (Merck),, fenolftalein (Merck), dan air suling. Antibiotika pembanding yang digunakan adalah kloramfenikol (Merck).

3.3 Metode Penelitian Metode penelitian yang dilakukan meliputi analisis kualitas madu, pengujian aktivitas antibakteri, penentuan KHTM dan uji banding aktivitas antibakteri terhadap antibiotika kloramfenikol.

3.3.1 Analisis Kualitas Madu Amber, Madu Putih, dan Madu Hitam Parameter kualitas madu yang dianalisis meliputi keasaman, indeks bias, kadar air, viskositas, dan berat jenis. 1. Keasaman Penentuan keasaman dilakukan dengan cara titrasi madu dengan larutan NaOH. Sebanyak 10 g madu dimasukkan ke dalam labu Erlenmeyer 250 mL, kemudian dilarutkan dengan 75 mL air suling. Setelah itu ditambahkan 4-5 tetes indikator fenolftalein, larutan dititrasi dengan NaOH 0,1 N sampai titik akhir titrasi.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1

Hasil Isolasi dan Pembuatan Biakan Murni Isolat Bakteri Isolasi bakteri dari cairan kantung tanaman kantong semar dalam medium

Nutrient Agar (NA) menghasilkan tiga macam koloni bakteri (Gambar 4.11, Lampiran 9). Koloni-koloni tersebut dimurnikan dan menghasilkan tiga macam biakan murni dengan morfologi koloni yang berbeda (Tabel 4.1). Hasil pemurnian isolat bakteri tersebut dapat dilihat pada Gambar 4.2 Lampiran 1.

Tabel 4.1 Pengamatan Morfologi Koloni Isolat Bakteri dari Cairan Kantung Tanaman Kantong Semar Koloni 1 2 3 Bentuk koloni Bundar, tb Bundar, b Bundar, b Warna koloni Putih Ungu Kuning Tepian Tak beraturan Licin Licin Elevasi Datar Timbul Timbul

Keterangan : td = Tidak beraturan b = Beraturan Dari hasil tersebut dapat diketahui bahwa dalam cairan kantung tanaman kantong semar mempunyai paling tidak tiga jenis bakteri. Hal ini sesuai dengan penelitian dari Prabowo et al. (1999) yang menyatakan bahwa dalam cairan tersebut terdapat berbagai jenis bakteri.

BAB V SIMPULAN DAN SARAN

5.1

Simpulan Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam cairan kantung tanaman

kantong semar (Nepenthes ampullaria) terdapat komunitas bakteri penghasil enzim protease. Identifikasi menggunakan analisis fenotip menunjukkan bahwa bakteri penghasil enzim protease tersebut berasal dari genus Bacillus. Dari hasil pengujian pengaruh konsentrasi produk ekstrasel terhadap pembentukan zona bening menunjukkan bahwa konsentrasi produk ekstrasel bakteri tersebut sebanding dengan aktivitas enzim proteasenya.. Semakin besar konsentrasi produk ekstrasel, maka semakin besar pula zona bening yang terbentuk.

5.2

Saran Bakteri penghasil enzim protease yang dihasilkan dalam penelitian ini perlu

diidentifikasi lebih lanjut menggunakan metode molekuler seperti Polymerase Chain Reactions (PCR), agar dapat dipastikan identitasnya. Selain itu, perlu dilakukan

penelitian lanjutan untuk mengisolasi dan mengidentifikasi bakteri lain dalam cairan kantung tanaman kantong semar, yang mungkin mempunyai aktivitas farmakologi lainnya. Enzim protease yang dihasilkan bakteri ini juga perlu diisolasi dan diidentifikasi jenisnya. Enzim ini dapat dikembangkan menjadi produk yang komersial.

BAB IV BAGIAN AKHIR SKRIPSI

4.1 DAFTAR PUSTAKA Halaman daftar pustaka diberi judul DAFTAR PUSTAKA, dengan tata cara penulisan seperti pada butir 1.4. Jarak antara DAFTAR PUSTAKA dengan baris pertama teks adalah empat spasi. DAFTAR PUSTAKA terdiri atas makalah, buku, jurnal, prosiding dan pustaka yang dapat ditemukan di perpustakaan (seperti skripsi, tesis dan disertasi) atau dari situs internet. Tinjauan pustaka diutamakan berasal dari artikel di jurnal ilmiah

internasional atau nasional yang terakreditasi. Buku ajar (text book) diupayakan merupakan edisi yang paling baru. Ketentuan umum penulisan pustaka dalam DAFTAR PUSTAKA adalah sebagai berikut : 1. Semua pustaka yang digunakan dalam teks skripsi harus tercantum dalam DAFTAR PUSTAKA. Semua pustaka dalam DAFTAR PUSTAKA juga harus dirujuk dan terkutip dalam teks skripsi. 2. Pustaka yang tercantum dalam DAFTAR PUSTAKA harus sudah diterbitkan. 3. Pustaka harus ditulis secara alfabetis berdasarkan nama keluarga/belakang penulis pertama dan tidak menggunakan nomor urut. Penulisan pustaka menggunakan sistem sistem HARVARD (Nama-Tahun). 4. Pustaka tanpa nama pengarang (anonim) atau dari sumber-sumber yang tidak dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah tidak diperkenankan dicantumkan.

5. Jarak antar baris dari suatu pustaka adalah satu spasi, sedangkan jarak antar pustaka adalah dua spasi. Baris kedua dan selanjutnya dari suatu pustaka diketik menjorok ke dalam sebanyak 5 ketukan.

4.1.1 Buku Ketentuan umum penulisan sumber pustaka berupa buku adalah : Nama pengarang (atau editor). Tahun terbit. Judul Buku. Edisi ke/Volume ke (jika ada). Tempat terbit: Nama penerbit. Halaman.

1. Buku dengan satu pengarang : a. Nama penulis, baik penulis Indonesia maupun non Indonesia, dimulai dengan nama belakang, diakhiri dengan tanda koma, diikuti nama depan dan tengah (diketik singkatannya) dengan diantarai dan diakhiri tanda (.). b. Tahun terbit, diakhiri dengan tanda (.). c. Judul buku diketik menggunakan huruf italics (miring) dengan huruf kapital pada awal setiap kata. Judul buku diakhiri tanda titik (.). d. Edisi atau volume, diakhiri tanda titik (.). e. Tempat terbit berupa kota, negara bagian dan/atau negara, diakhiri dengan tanda titik dua (:). f. Nama penerbit, diakhiri tanda titik (.) g. Halaman, hanya dituliskan nomor halaman saja, diakhiri tanda titik (.). Contoh : Foye, W.A. 1981. Principles of Medicinal Chemistry. 1th Edition. Philadelphia: Lea & Febriger. 67-68.

2.

Buku dengan lebih dari satu pengarang Jika nama penulis lebih dari satu orang, maka semua nama penulis harus ditulis. Setelah nama penulis pertama, ditulis tanda koma, lalu ditulis nama penulis selanjutnya (dimulai dengan nama depan dan tengah dalam bentuk singkatannya, diikuti nama belakang lengkap). Sebelum nama penulis terakhir, ditulis kata dan (atau and untuk penulis asing), lalu diakhiri tanda titik (.). Contoh : Gilman, A.G., L.S. Goodman and A. Gilman. 1980. Pharmacology and Therapeutics. 6th Edition. New York: MacMillcan Publishing. 107-109.

3. Buku dengan editor : Gilman, A.G., L.S. Goodman and A. Gilman (editors). 1980. Pharmacology and Therapeutics. 6th Edition. New York: MacMillcan Publishing. 107-109. 3. Buku dengan lembaga/organisasi sebagai penulis : Departemen Kesehatan Republik Indonesia.1995. Farmakope Indonesia. Edisi IV. Jakarta: Departemen Kesehatan Republik Indonesia. 323. 4. Buku terjemahan : Petruchi, R. 1985. General Chemistry: Principles and Aplication Modern. Penerjemah: Suminar Achmadi. Jakarta: Gramedia. 234.

5. Dua buku atau lebih dengan tahun penerbitan yang sama : Kedua buku tersebut diurutkan berdasarkan abjad nama keluarga/belakang penulis pertama. 6. Dua buku atau lebih dengan penulis yang sama : Kedua buku tersebut diurutkan berdasarkan tahun penerbitan.

7. Dua buku atau lebih dengan penulis dan tahun penerbitan yang sama : Kedua buku tersebut diurutkan berdasarkan penanda abjad yang ditambahkan di belakang tahun. Contoh : Hughes, C.K. 1987a. Economic Development of The Third Countries. New York: John Wiley & Sons. 7. Hughes, C.K. 1987b. Proverty of African Sub Saharan Countries. New York: John Wiley & Sons. 67.

4.1.2 Bab dalam Buku Pustaka dapat berupa bab dalam buku (kumpulan bab/artikel dari beberapa penulis dalam suatu buku yang diedit oleh satu/beberapa editor) ditulis dengan

ketentuan : Nama pengarang. Tahun terbit. Judul bab. Dalam/In: Nama editor. Judul Buku. Tempat Terbit: Nama Penerbit. Halaman. Contoh : Tally, A., K. Lawton and T. Staub. 1999. Commercial development of elicitors of induced resistance to pathogens. In: A.A Agrawal and E. Bent (editors). Induced Plant Defenses Againts Pathogens and Herbivores. St. Paul: APS Press. 345.

4.1.3 Artikel dalam Prosiding Pustaka dapat berupa artikel dalam suatu prosiding (kumpulan artikel dari beberapa penulis dalam suatu prosiding yang diedit oleh satu/beberapa editor) ditulis dengan ketentuan :

Nama pengarang. Tahun terbit. Judul artikel. Dalam/In: Nama editor. Judul prosiding atau nama pertemuan ilmiah atau keduanya. Tempat pertemuan, Tanggal pertemuan. Tempat Terbit: Nama Penerbit. Halaman. Contoh : Muchtaridi, A. Apriantono and A. Subarnas. 2003. Analysis of volatile active compounds of essential oils of some aromatical plants possessing inhibitory properties on mice locomotor activity. In: Mutakin (editor). Proceedings of The International Symposium on Biomedicine, Bogor, 18-19 September 2003. Bogor: Biopharmaca Centre IPB. 31.

4.1.4 Artikel dalam Jurnal atau Majalah Ilmiah Pustaka dapat berasal dari artikel dalam jurnal atau majalah ilmiah. Penyingkatan nama jurnal atau makalah mengikuti ketentuan dari jurnal atau makalah tersebut. Ketentuan pengetikannya adalah sebagai berikut : Nama pengarang. Tahun terbit. Judul artikel. Nama Jurnal. Nomor volume (Nomor terbitan, jika ada): halaman. Contoh : 1. Satu pengarang : Buchbauer, G. 1993. Biological effects of fragrances and essential oils. Perfumer and Flavorist.18: 19-24. 2. Lebih dari satu pengarang : Aoshima, H. and Y. Tenpaku. 1997. Modulation of GABA receptors expressed in Xenopus oocytes by 13-L-hydroxylinoleic acid and food additives. Biosci Biotechnol Biochem. 61(12): 2051-2057. Jirovetz, L., G. Buchbauer, W. Jager, A. Woidich and A Nikiforov. 1991. Investigation of animal blood samples after drug inhalation by Gas Chromatography/Mass Spectrometry with chemical ionization and selected ion monitoring. J Mass Spectro. 20: 801-803.

4.1.5 Artikel Khusus Artikel khusus berupa komunikasi singkat, catatan penelitian, ulasan, dan editorial, atau review jurnal. Ketentuan pengetikannya adalah sebagai berikut : Nama pengarang. Tahun terbit. Judul artikel khusus [Jenis artikel khusus]. Nama jurnal. Nomor volume (Nomor terbitan, jika ada): halaman. Contoh : Lee, H.S., T.C. Jeong and J.H. Kim. 1998. In vitro and in vivo metabolism of myristicin in the rat [Short communication]. J Chrom B. 705: 367372.

Supriyadi, Y. 2002. Sistem informasi publik dalam kimia [Ulasan]. Mathematica et Natura Acta. 1(2): 3439.

4.1.6 Abstrak Ketentuan pengetikan dari abstrak adalah : Nama pengarang. Tahun terbit. Judul abstrak [abstrak]. Dalam/In: Nama editor. Judul publikasi atau nama pertemuan ilmiah atau keduanya. Tempat pertemuan. Tanggal pertemuan. Tempat Terbit: Nama Penerbit: No. Abstrak. Halaman. Contoh : Muchtaridi, A. Subarnas, A. and Apriantono. 2003. Active compounds of nutmeg oil on inhibitory locomotory effect. In: IPB team (editors). Abstracts of The International Symposium on Biomedicine. Bogor,18-19 September 2003. Bogor: Biopharmaca Centre IPB. abstr. P011. 26.

4.1.7 Skripsi, Tesis dan Disertasi Ketentuan pengetikan pustaka dari skripsi, tesis dan disertasi adalah : Nama pengarang. Tahun terbit. Judul publikasi [Jenis publikasi]. Tempat institusi: Nama institusi yang menganugerahkan gelar. Halaman.

Contoh : Wiendah H., A. Subarnas dan Supriyatna. 2000. Penapisan fitokimia dan efek ekstrak metanol beberapa tanaman terhadap aktivitas lokomotor mencit dengan metode Wheel Cage. [Skripsi]. Jatinangor: Jurusan Farmasi FMIPA UNPAD. 2-7.

4.1.8 Paten Ketentuan pengetikan pustaka dari paten adalah : Nama penemu. Tahun penemuan. Judul paten. Lembaga pemberi paten. No. Paten. Contoh : Sunsten, D.B. 1999. Transdermal devices comprising essential oil for aromatherapy. Word Intelectual Property Organization. Patent No. WO.00/1675.

4.1.9 Surat Kabar Ketentuan pengetikan pustaka dari surat kabar adalah : Nama pengarang. Judul artikel. Nama surat kabar dan tanggal terbit: Nomor halaman (kolom). Contoh : Herdiwan, H. Hutan serba ada, sebuah pemikiran. Pikiran Rakyat 13 Desember 2003: 20 (3-8).

4.1.10 Publikasi Elektronik Ketentuan pengetikan pustaka dari publikasi elektronik adalah : Nama pengarang. Tahun penerbitan. Judul artikel. Tersedia di/Available at: Alamat web-site [tanggal akses]. Contoh :

Martin, W. 1995. Essential oils their lack of skin absorption, but effectiveness via inhalation. Available at: http://www.aromamedical.demon.co.uk [Diakses tanggal 7 Juli 2000].

4.1.11 Publikasi Elektronik dari Artikel Jurnal Ilmiah Ketentuan pengetikan publikasi elektronik dari artikel jurnal ilmiah adalah : Nama pengarang. Tahun terbit. Judul artikel. Nama jurnal. Nomor volume (Nomor terbitan, jika ada): halaman. Tersedia di/Available at: Alamat web-site [Tanggal akses]. Contoh : Malik, V.S. and M.K. Saroha. 1999. Marker gene controversy in transgenic plants. J Plant Biol and Biochem. 7(1): 2-5. Available at: http://www.agbios.com/ [Diakses 15 September 2006].

4.2 Lampiran Lampiran dapat memuat keterangan tambahan, penurunan rumus, data mentah, contoh perhitungan, perhitungan statistik dan sebagainya. Lampiran juga dapat berupa tabel atau gambar yang tidak merupakan bagian inti skripsi. Setiap lampiran dicetak pada halaman baru dan diberi judul LAMPIRAN, diikuti dengan huruf Arab (1, 2, 3....dan seterusnya). Keduanya diketik menggunakan huruf berukuran 12, dicetak tebal dan diletakkan di tengah. Judul lampiran diletakkan dua spasi di bawah kata LAMPIRAN, ditulis dengan huruf kapital, dicetak tebal dan tidak diakhiri oleh tanda titik (.). Jarak antar baris pada judul lampiran adalah satu spasi. Jarak antara baris terakhir judul lampiran dengan baris pertama isi lampiran adalah empat spasi.

Lampiran yang lebih dari satu halaman harus dan diberi judul LAMPIRAN, diikuti dengan huruf Arab (1, 2, 3....dan seterusnya). Keduanya diketik menggunakan huruf berukuran 12, dicetak tebal dan diletakkan di tengah. Kata (Lanjutan) diletakkan dua spasi di bawah kata LAMPIRAN, dicetak tebal dan tidak diakhiri oleh tanda titik (.). Jarak antara kata (Lanjutan) dengan baris pertama isi lampiran adalah empat spasi. Penempatan tabel dan gambar sesuai ketentuan pada BAB V. Tabel (kecuali tabel pada perhitungan statistik) dan gambar yang tercantum pada lampiran harus diberikan nomor dan judul. Urutan penomoran tabel dan gambar harus meneruskan penomoran pada bagian inti skripsi. Nomor dan judul pada tabel dan gambar harus tercantum dalam DAFTAR TABEL dan DAFTAR GAMBAR.

4.3 Penomoran Halaman Bagian Akhir Penomoran halaman bagian akhir skripsi adalah sebagai berikut : 1. Penomoran halaman mulai dari DAFTAR PUSTAKA sampai dengan LAMPIRAN menggunakan angka Arab dan urutan penomoran melanjutkan penomoran Bagian Inti Skripsi. 2. Pada halaman berjudul, nomor halaman diletakkan pada bagian bawah kertas dan diketik di tengah-tengah. 3. Pada halaman tidak berjudul/lanjutan, nomor halaman diletakkan di bagian kanan atas kertas. Angka terakhir dari nomor sejajar dengan margin kanan.

Contoh : DAFTAR PUSTAKA

Abraham A.G., G.L. De Antoni, and M.C. Aon. 1993. Proteolytic activity of Lactobacillus bulgaricus grown in milk. J Dairy Science. 76(6):1498-1505.

Cappucino, J.G. and N. Sherman. 1987. Microbiology: A Laboratory Manual. California. USA: The Benjamin/Cummings Publishing Company Inc. 67 Creighton, T.E. 1993. Proteins, Structure and Molecular Properties. Second Edition. New York. USA: Freeman and Company. 765-777. Frazier, C.K. 2000. The enduring controversies Cconcerning the Process of Protein Digestion in Nepenthes (Nepenthaceae). Carnivorous Plant Newsletter. 29 (2). 56-61. Lehninger, A.L. 1995. Dasar-dasar Biokimia, Jilid 1. Penerjemah: Maggy Thenawidjaja. Jakarta: Erlangga. 27

LAMPIRAN 2 HASIL PENGUJIAN AKTIVITAS ANTIBAKTERI SUPERNATAN HASIL FERMENTASI TERHADAP BAKTERI UJI

Zona hambat

Gambar 4.3

Hasil pengujian aktivitas antibakteri supernatan A hasil fermentasi terhadap E. coli

Keterangan: Pengujian dilakukan terhadap hasil fermentasi bakteri A pada hari ketujuh.

LAMPIRAN 2 (Lanjutan)

Zona hambat

Gambar 4.4

Hasil pengujian aktivitas antibakteri supernatan B5 hasil fermentasi terhadap E. coli

Keterangan: Pengujian dilakukan terhadap hasil fermentasi bakteri B pada hari ketujuh.

BAB V GAMBAR DAN TABEL

5.1 Tabel Setiap tabel mempunyai nomor dan judul tabel yang diletakkan tiga spasi di bawah baris terakhir teks. Nomor dan judul tersebut diketik di atas tabel mengikuti lebar tabel, dengan memperhitungkan keseimbangan halaman. Nomor tabel ditulis dengan dua angka Arab yang dipisahkan oleh tanda (.), dimana angka pertama menunjukkan bab tempat tabel berada, sedangkan angka kedua menunjukkan nomor urut tabel dalam bab tersebut. Nomor tabel diikuti dengan judul tabel, dengan jarak dua ketukan. Judul tabel ditulis dengan huruf kecil, kecuali huruf pertama dari setiap kata merupakan huruf kapital, tidak diakhiri oleh tanda titik (.) dan tidak dicetak tebal. Jarak antar baris pada judul tabel adalah satu spasi, dengan awal baris kedua sejajar dengan permulaan judul tabel. Jarak antara judul tabel dengan tabel adalah dua spasi. Tabel yang dikutip dari sumber lain harus mencantumkan nama penulis dan tahun dalam tanda kurung. Sumber kutipan diletakkan di belakang judul tabel. Tabel diletakkan dua spasi di bawah nomor dan judul tabel. Hanya garis-garis horizontal pada baris tabel yang dicetak, sedangkan garis-garis vertikal merupakan garis semu. Garis batas dari tabel diletakkan simetrik terhadap margin kiri dan margin kanan. Sisi terpanjang dari garis batas tabel dapat diletakkan sejajar lebar kertas atau sejajar dengan panjang kertas. Tabel dengan sisi terpanjang sejajar lebar kertas dapat

diletakkan di antara baris-baris teks. Untuk tabel yang sejajar dengan panjang kertas dibuat pada halaman tersendiri. Tabel yang memerlukan halaman yang lebih lebar atau memerlukan satu lipatan kertas untuk mencapai ukuran halaman naskah, sebaiknya dimasukkan dalam LAMPIRAN. Baris-baris dalam tabel ditulis dengan Times New Roman 12, huruf kecil, kecuali huruf awal dari setiap kata yang merupakan huruf kapital, tidak diakhiri tanda titik (.) dan tidak dicetak tebal. Jarak antar baris pada isi tabel adalah satu spasi. Keterangan tabel diletakkan dua spasi di bawah garis batas bawah tabel. Keterangan ditulis dalam bentuk poin-poin dengan huruf kecil, kecuali huruf awal dari kata pertama yang merupakan huruf kapital dan tidak dicetak tebal. Jarak antar baris pada keterangan adalah satu spasi. Jarak antara tabel atau keterangan tabel dengan baris teks selanjutnya adalah tiga spasi.

5.2 Gambar Istilah gambar mencakup gambar, ilustrasi, grafik, diagram, denah, bagan, diagram alir dan potret. Gambar harus dicetak pada kertas naskah skripsi. Gambar tidak diterima sebagai bagian dari naskah skripsi, jika dibuat di kertas grafik atau kertas lain, kemudian ditempel pada kertas naskah, kecuali foto. Huruf, angka dan tanda baca lain dalam gambar harus jelas terbaca. Jarak antara baris terakhir teks dengan gambar adalah tiga spasi. Garis batas dari gambar diletakkan simetrik terhadap margin kiri dan margin kanan. Sisi terpanjang dari garis batas gambar dapat diletakkan sejajar lebar kertas atau sejajar dengan panjang kertas. Gambar dengan sisi terpanjang sejajar lebar kertas dapat diletakkan di

antara baris-baris teks. Untuk gambar yang sejajar dengan panjang kertas, harus diletakkan pada halaman tersendiri. Gambar yang memerlukan halaman yang lebih lebar atau memerlukan satu lipatan kertas untuk mencapai ukuran halaman naskah, sebaiknya dimasukkan dalam LAMPIRAN. Nomor dan judul gambar diletakkan dua spasi di bawah garis batas bawah gambar mengikuti lebar gambar, dengan memperhitungkan keseimbangan halaman. Nomor gambar ditulis dengan dua angka Arab yang dipisahkan oleh sebuah titik (.), dimana angka pertama menunjukkan bab tempat gambar berada, sedangkan angka kedua menunjukkan nomor urut gambar dalam bab tersebut. Nomor gambar diikuti dengan judul gambar, dengan jarak dua ketukan. Judul gambar ditulis dengan huruf kecil, kecuali huruf awal dari kata pertama yang merupakan huruf kapital, tidak diakhiri oleh tanda titik dan tidak dicetak tebal. Jarak antar baris pada judul gambar adalah satu spasi, dengan awal baris kedua berada sejajar dengan awal judul gambar. Gambar yang dikutip dari sumber lain harus mencantumkan nama penulis dan tahun dalam tanda kurung. Sumber kutipan diletakkan di belakang judul gambar. Keterangan gambar diletakkan dua spasi di bawah nomor dan judul gambar, dalam bentuk poin-poin. Keterangan ditulis dengan huruf kecil, kecuali huruf awal dari kata pertama yang merupakan huruf kapital dan tidak dicetak tebal. Jarak antar baris pada keterangan adalah satu spasi. Jarak antara nomor dan judul gambar atau keterangan gambar dengan baris teks selanjutnya adalah tiga spasi.

Potret hitam putih atau potret berwarna dapat dicetak pada kertas mengkilat atau dipindai (di scan). Potret dianggap gambar, sehingga harus diberi nomor dan judul.

Contoh : 4.2 Hasil Isolasi dan Pembuatan Biakan Murni Isolat Bakteri Isolasi bakteri dari cairan kantung tanaman kantong semar dalam medium Nutrient Agar (NA) menghasilkan tiga macam koloni bakteri (Gambar 4.11, Lampiran 9). Koloni-koloni tersebut dimurnikan dan menghasilkan tiga macam biakan murni dengan morfologi koloni yang berbeda (Tabel 4.1).

Tabel 4.1 Pengamatan Morfologi Koloni Isolat Bakteri dari Cairan Kantung Tanaman Kantong Semar Koloni 1 2 3 Bentuk koloni Bundar, tb Bundar, b Bundar, b Warna koloni Putih Ungu Kuning Tepian Tak beraturan Licin Licin Elevasi Datar Timbul Timbul

Keterangan : td = Tidak beraturan b = Beraturan Dari hasil tersebut dapat diketahui bahwa dalam cairan kantung tanaman kantong semar mempunyai paling tidak tiga jenis bakteri. 2.2 Uji Metil Red (MR) Uji metil red dilakukan untuk mengetahui kemampuan bakteri dalam memfermentasi glukosa dan menghasilkan campuran asam. Adanya campuran asam

dapat menurunkan derajat keasaman media sampai pH 5,0, yang terdeteksi dengan perubahan warna indikator metil merah dari kuning menjadi merah (Valuppi, 2001).

Glukosa + H2O

Asam laktat Asam asetat Asam f ormat

CO2 + H2 (pH 4,4)

Indikator metil merah akan berwarna merah

Gambar 2.1 Reaksi fermentasi glukosa dalam media MR menjadi campuran asam (Cappucino, 1987) Keterangan : H2O = air CO2 = karbon diaoksida

Dari reaksi tersebut dapat diketahui bahwa fermentasi glukosa oleh bakteri akan menghasilkan campuran asam.

LAMPIRAN 1

AKTIVITAS ANTIBAKTERI MADU AMBER, MADU PUTIH, DAN MADU HITAM TERHADAP Salmonella typhi DAN Salmonella paratyphi A

(a)

(b)

(b) Gambar 4.1 Aktivitas antibakteri madu amber, madu putih, dan madu hitam terhadap (a) Salmonella paratyphi A (b) Salmonella typhi

Keterangan:

MA: madu amber MP : madu putih MH: madu hitam

BAB VI PEDOMAN LAIN

6.1 Lambang Lambang variabel digunakan untuk memudahkan penulisan variabel tersebut dalam teks atau dalam rumus. Semua huruf latin dan huruf Yunani, baik huruf kapital maupun huruf kecil, dapat digunakan sebagai lambang variabel. Lambang yang lazim digunakan di bidang farmasi dapat terdiri dari satu atau dua huruf, contoh : , , Awal suatu kalimat tidak diperkenankan dimulai dengan lambang. Kalimat harus disusun sedemikian rupa, sehingga tidak perlu diawali oleh sebuah lambang variabel.

6.2 Bilangan atau Angka Awal sebuah kalimat tidak boleh dimulai dengan sebuah bilangan atau angka. Jika awal kalimat memerlukan bilangan, maka bilangan tersebut ditulis dalam bentuk kata. Angka Arab yang lebih kecil dari sepuluh dapat ditulis menggunakan kata, misalnya enam perguruan tinggi. Aturan ini tidak berlaku untuk angka yang merupakan angka desimal atau diikuti dengan satuan, misalnya 6 cm. Jika sama atau lebih besar dari sepuluh, maka ditulis dengan angka, misalnya 17 botol pereaksi.

Bilangan desimal dinyatakan dengan angka Arab yang dipisahkan dengan tanda koma (,), misalnya 25,5 (dua puluh lima koma lima). Bilangan ribuan atau

bilangan yang lebih besar dinyatakan dengan tanda titik (.), misalnya 1.000.000 (satu juta).

6.3 Cetak Miring (Italic) Pada umumnya, cetak miring digunakan pada kata atau istilah asing yang belum diIndonesiakan atau diberi penekanan khusus. Cetak miring juga digunakan untuk judul buku atau jurnal ilmiah. Pada bidang farmasi, cetak miring digunakan untuk nama mikroba, tumbuhan atau hewan. Nama genus atau nama spesies dari suatu organisme harus dicetak miring, tetapi nama penemunya ditulis tegak, seperti Sonchus arvensis Linn.

6.4 Penulisan Rumus dan Perhitungan Numerik Sebuah rumus diletakkan simetrik terhadap margin kiri dan margin kanan. Jarak antara rumus dengan baris teks sebelum dan sesudahnya adalah tiga spasi. Rumus yang panjang dapat ditulis dalam dua baris atau lebih. Pemotongan rumus dilakukan pada tanda operasi aritmetik, yaitu tanda tambah (+), kurang (-), kali (x) dan bagi (:). Tanda aritmetik ditulis dengan diawali dan diakhiri oleh satu rongak. Pangkat dituliskan setengah spasi di atas lambang variabel atau dicetak superscript. Jumlah atom dalam rumus kimia dituliskan setengah spasi di bawah lambang atom atau dicetak subscript. Pemakaian tanda akar dihindari dan digantikan dengan pangkat pecahan. Penulisan bilangan pecahan tidak menggunakan garis miring. Pemakaian titik sebagai lambang operasi kali sebaiknya dihindari.

Penggunaan tanda kurung menunjukkan hierarki operasi aritmetik yang jelas. Hirarki tanda kurung ditentukan sebagai berikut : [{( )}]

Setiap rumus diberi nomor urut dalam tanda kurung, diketik rata dengan margin kanan. Nomor urut rumus terdiri dari dua angka Arab yang dipisahkan oleh sebuah titik. Angka pertama menunjukkan bab tempat rumus berada, sedang angka kedua menunjukkan nomor urut rumus dalam bab.

Contoh : Persamaan regresi linier ini digunakan untuk menentukan konsentrasi zat uji. Garis lurus ditarik dari daerah hambat yang dihasilkan zat uji sampai memotong kurva baku, lalu ditarik garis yang sejajar dengan sumbu X untuk menentukan log konsentrasi zat uji. Selain melalui kurva, nilai banding aktivitas antibakteri juga dapat dihitung dengan menggunakan persamaan (Hugo & Russel, 1997) :

Nilai banding =

Konsentrasi zat uji Konsentrasi antibiotika pembanding

(3.1)