Anda di halaman 1dari 0

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Adiyas, SE.

, MM PERILAKU ORGANISASI 1



PERILAKU KEORGANISASIAN



MODUL 14

MANAJEMEN PERUBAHAN
ORGANISASI





OLEH
ADI YAS, SE, MM










PROGRAM KELAS KARYAWAN
FAKULTAS EKONOMI - JURUSAN MANAJEMEN
UNIVERSITAS MERCU BUANA JAKARTA
2010

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Adiyas, SE., MM PERILAKU ORGANISASI 2



MODUL 14
MANAJEMEN PERUBAHAN ORGANISASI

Terminology :
- Change is making things different (Robbins (2007 : 542).
- Planned change is change activities that are intentional and goal oriented
(ibit,Robbins 2007 :542).
- Organizational change (OD) is the process of preparing for and managing
change in organizational settings (Gibson, et al,2003 : 444).
- Karakteristik change (Rhenald Kasali 2005 : xxxiiii) :
Bersifat misterius
Memerlukan change maker
Tidak semua orang bisa diajak melihat change
Terjadi setiap saat.
Paradoks uang dan teknologi dengan manusia dan organisasi.
Membutuhkan waktu, biaya, dan kekuatan.
Membutuhkan upaya-upaya khusus untuk menyentuh nilai-nilai dasar
(basic values).
Change banyak diwarnai oleh mitos-mitos.
Change menimbulkan ekspektasi sekaligus kekecewaan.
Change selalu menakutkan sehingga menimbulkan kepanikan.

Tabel berikut menjelaskan berapa bentuk dorongan atau tekanan yang menuntut dan
sekaligus mengharuskan suatu organisasi harus berubah sesuai dengan perubahan
lingkungan bisnis (supaya tetap adaptif dengan perubahan lingkungan).








PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Adiyas, SE., MM PERILAKU ORGANISASI 3



Tabel 1 : Forces for change
Forces Examples
Nature of the
workforce
more cultural diversity
increase in professionals
many new entrans with inadequate
skills
Technology faster and cheaper computers.
TQM programs.
Reengineering programs
Economics
shocks
Asian real eatate collapse
Russian devaluation of the ruble.
Change in oil prices
Competition Global competitors.
Merger and consolidation.
Growth of e-commerce.
Social trends Attitude toward smokers.
Delayed marriage by young people.
Popularity of spot-utility vehicles
Worlds politics Collaps of soviet union.
Opening of markets in china.
Black rule of south africa











PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Adiyas, SE., MM PERILAKU ORGANISASI 4



Tabel 2 : Forces Driving The Need Major Organizational Change


The world is changing more rapidly than ever before. Todays most successful
organizations are changing fast. Their leaders recognize that internal changes must
keep pace with is happening in the external environment.




Tabel 3. Change Options






More Threats :
More domestic competition
Increased speed
International competition
More opportunities :
Bigger markets
Fewer barriers
More international markets
What are the
change options ?
Structure People
Physical setting
Technology
Globalization, technological change, increased competition,
changing markets
More large-scale change in organization
Reengineering Merger, joint
ventures
Horizontal organizing teams Consortia
Networks Global teams
Quality programs Strategic change
New technologies and products Culture change
Learning
organization

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Adiyas, SE., MM PERILAKU ORGANISASI 5





Alternatif Pendekatan Manajemen Perubahan

1. Memanajemeni Perubahan Melalui Kekuasaan.
Penerapan kekuasaan untuk membawa perubahan memberikan implikasi atas
penggunaan paksaan. Dalam organisasi, manajer biasanyan dianggap sebagai satu
orang yang mempunyai akses atas kekuasaan dan mereka yang bias menggunakan
kekuasaannya untuk memaksa non manajer guina mengubah arah seperti yang
mereka inginkan.

2. Memanajemeni Perubahan Melalui Alasan.
Penerapan alasan untuk membawa perubahan didasarkan atas pada penyebaran
informasi sebelum perubahan yang dimaksudkan. Asumsi yang mendasari adalah
behwa alasan sendiri akan berlaku dan bahwa anggota dan kelompok yang berubah
akan membuat pilihan rasional.



Pendekatan ini bijaksana bagi orang yang membuat suatu khayalan mengenao
dunia organisasi, tetapi realitass organisasi membutuhkan kita mengenali eksistensi
motif individu social dan kebutuhan , norma-norma kelompok kerja, semua itu
menunjukkan bahwaa alasan sendiri tidak cukup untuk membawa peerubahan.

3. Memanajemeni Perubahan Melalui Pendidikan Kembali.
Pendekatan lapis menengah tergantung atas pendidikan kembali guna
meningkatkan fungsi organisasi. Pendidikan kembali memberikan implikasi suatu set
aktivitas yang diketahui bahwa baik kekuasaan maupun alasan tidak membawa
perubahan yang diinginkan.. sekumpulan aktivitas ini telh menjadi subjek dari sekian
banyak riset dan aplikasi dan umumnya dipahami menjadi esensi dari
pengembangan organisasi.