Anda di halaman 1dari 49

Kateterisasi Uretra

Tips and trick

Definisi
Kateterisasi uretra adalah tindakan memasukan kateter ke dalam buli-buli melalui uretra

Sejarah
Pada masa romawi digunakan kateter yang terbuat dari perunggu

Celcus (300M) mempunyai satu set kateter dengan lima ukuran yang berbeda,tiga untuk laki-laki dan dua untuk perempuan, yang untuk lelaki mempunyai 2 lengkung Oribasius (325 403M) menggunakan kateter terbuat dari kertas, hampir menyerupai sedotan jerami untuk minum

Sejarah

Sejarah
Abulcasis (936-1013M) kateter terbuat dari perak Desnos (1914M) kateter perak yang keras digunakan sepanjang masa pertengahan Kateter yang lentur terbuat dari karet elastis digunakan pada abad ke 18 Folley 1937 menggunakan kateter tetap dalam kantong kemih, dan ini merupakan kateter yang ideal

Indikasi
Diagnostik (secepatnya dilepas)
Mengambil sample urin untuk kultur urin Mengukur residu urine Memasukan bahan kontras untuk pemeriksaan radiology Urodinamik Monitor produksi urine atau balance cairan.
Retensi urine Self interniten kateterisasi (CIC) Memasukan obat-obatan Viversi urine Sebagai splint

Terapi (dilepas setelah tujuan dicapai)


Kontra indikasi
Curiga adanya ruptur uretra
keluar bloody discharge pada muara uretra eksterna Pada kasus trauma pelvis atau patah tulang pelvis Hematoma perineal Atau pada RT didapatkan prostat yang melayang

Jenis kateter
Macam kateter dapat dibedakan berdasarkan :
Bentuk Ukuran Bahan Sistem percabangan

Bentuk kateter
Straight; lurus tanpa ada cabang
Robinson kateter Nelaton kateter

Coude Catheter; kateter dengan ujung lengkung dan ramping


Kateter Tiemann

Self Retaining Kateter; dipakai menetap


Molecot Kateter Foleey Kateter

Robinson kateter

Tiemann kateter

Folley kateter

Ukuran kateter
Ukuran :
Skala Cherieres (Franch) Ich atau Fr 0,33 mm Atau 1 mm = 3 Fr
Contoh: Kateter 18 Fr artinya diameter luarnya 6 mm

Ukuran yang direkomendasikan


Bayi prematur : 5fr (NGT tidak direkomendasikan) 0 - 1 th: 6fr 1 th - 3th: 6fr - 8fr 3th - 8th: 6fr - 10fr 8th - 14th: 8fr - 12fr Lebih tua dari 14 th: 10fr - 14fr Dewasa: 10fr - 16fr

Bahan
Stainless Lateks (karet) Silikon Dilapisi silikon

Bahan

Kateter lateks

Kateter silikon

Sistim percabangan kateter

Prosedur Pemasangan Kateter


Alat-alat yang dibutuhkan :
Xilocain jelly / instilagel kasa steril sarung tangan steril betadine kateter sesuai ukuran urine bag spuit 10 ml agua untuk balon kateter duk bolong steril bengkok / nierbecken pinset anatomis steril plester

Prosedur Pemasangan Kateter


Prinsip - prinsip pemasangan kateter
gantle / lembut Asepsis &antiseptic Lubrikasi yang adekuat Gunakan ukuran kateter yang lebih kecil / sesuai

Tata cara pemasangan kateter


Pastikan alat yang dibutuhkan sudah tersedia lengkap Jelaskan tujuan pemasangan kateter kepada pasien Penderita posisi terlentang Operator sebelah kiri pasien Asepsis & antisepsis penis dan mue dengan betadine dan kassa steril Pasang duk bolong steril Pegang penis dengan kasa steril pakai tangan kiri Semprotkan jelly anastesi yang adekuat

Pemberian jelly pada pemasangan kateter pada pria dan wanita

Tata cara pemasangan kateter


Kateter dilumuri jelly Pasang kateter dengan pinset anatomis secara gentle dengan tangan kanan pastikan urine keluar Kembangkan balon setelah yakin kateter sudah masuk kedalam buli-buli sesuai ketentuan Catat volume inisial urine dan warna yang keluar Kateter difiksasi dengan plester di paha atau perut bagian bawah Dokumentasi

Pemasangan kateter dengan gentle pada pria dan wanita

Pitfalls dalam pemasangan kateter


Penggunaan ukuran kateter yang tidak sesuai Teknik pemasangan yang tidak steril Penggunaan jelly anastetik Pengembangan balon kateter
Timing Jumlah air yang dimasukkan

Fiksasi kateter

Penggunaan ukuran kateter yang tidak sesuai


Penggunaan ukuran terlalu kecil : urine akan keluar merembes diluar kateter
Tidak nyaman bagi pasien (terus merasa basah) Kesalahan dalam pengukuran produksi urin

Penggunaan ukuran terlalu besar


Nyeri saat pemasangantidak nyaman bagi pasien Kemungkinan merusak uretra-ruptur uretra Drainase kelenjar uretra tidak optimal-striktur uretra

Teknik pemasangan yang tidak steril


Meningkatkan resiko infeksi terutama untuk penggunaan jangka lama

Penggunaan jelly anastetik


Tanpa penggunaan jelly anastetik pasien merasa nyeri dan kesakitan tidak nyaman bagi pasien
Hati-hati pada pasien hipertensi Dan cedera kepala atau stroke (peningkatan TIK) Nyeri akan menyebabkan kontraksi sfingter uretra eksterna kateter akan sulit masuk

Pengembangan balon kateter


Timing kembangkan balon saat yakin kateter sudah masuk buli resiko terjadinya ruptur uretra
Pada pria, pastikan kateter masuk sampai percabangan kateter sebelum balon dikembangkan Pada wanita, setelah kateter masuk sepertiga atau setengah panjang kateter

Jumlah air yang dimasukkan harus sesuai dengan ukuran kateter


Terlalu sedikit kateter dapat keluar lagi Terlalu banyak disfungsi kateter

Fiksasi kateter
Fiksasi kateter yang keliru akan menimbulkan nekrosis uretra di bagian penoskrotal dan dapat menimbulkan fistula, abses, ataupun striktura uretra

Perawatan untuk pemakaian kateter menetap


Setiap hari nilai indikasi penggunaan kateter lepas kateter sesegera mungkin setelah tidak ada indikasi tidak perlu bladder training Nilai pasien, posisi kateter,dan sistem kateter secara keseluruhan Bersihkan daerah perineum dan penis atau MUE setiap hari dengan sabun (pada wanita terutama setelah BAB) Periksa karakteristik urin setiap hari, dokumentasikan setiap temuan yang ada

Perawatan untuk pemakaian kateter menetap


Observasi leakege disekeliling kateter tiap 2 jam Kosongkan urobag setiap 12 jam Gunakan wadah yang tidak steril tapi bersih Bersihkan wadah setelah selesai digunakan Cegah kontak antara urobag dengan wadah Perhatikan posisi fiksasi kateter pada kaki setiap 12 jam Jangan pernah membuka hubungan antara urobag degan kateter

Perawatan untuk pemakaian kateter menetap


Cegah refluks urin dari urobag menuju buli-buli
Saat pasien beraktivitas Atau kapan saja jangan sampai urobag posisi lebih tinggi dari buli-buli

Perawatan untuk pemakaian kateter menetap


Konsultasikan pada dokter untuk melakukan penggantian kateter jika:
Masa pakai kateter habis (tergentung pada bahan kateter)
Latex : 2 minggu Silikon : 6-8 minggu

Kateter buntu (disfungi) Jika terjadi infeksi saluran kencing

Komplikasi penggunaan kateter dalam jangka waktu lama


Infeksi saluran kemih-urosepsis Cedera uretra
Striktur uretra Ruptur uretra

Keganasan pada buli-buli Batu buli-buli

Infeksi saluran kemih / catheter associated urinary tract infection (cauti)


Infeksi yang disebabkan oleh petugas kesehatan 40% penyebab terjadinya infeksi nosokomial selama perawatan di RS 80-90% infeksi yang disebabkan oleh petugas kesehatan adalah infeksi akibat kateterisasi uretra
20% pasien dengan kateter berkembang menjadi infeksisaluran kemih Dengan 3-10% kasus baru perhari Biaya tambahan $ 900,000 /th 1-4% berkembang menjadi urosepsis dengan kematian 13-30%

Infeksi saluran kemih / catheter associated urinary tract infection (cauti)


Resiko terjadinya cauti meningkat seiring dengan lamanya masa pemakaian kateter
4 hari : resiko meningkat sampai 30% 30 hari : resiko meningkat 95-100%

Tips pencegahan cauti


Observasi indikasi penggunaan kateter setiap hari , segera lepas kateter jika sudah tidak terdapat indikasi Selalu gunakan teknik asepsis selama pemasangan dan perawatan kateter Jangan biarkan terdapat refluks urin dari urobag menuju buli-buli Kateter dan urobag selalu dalam keadaan tertutup

Antibiotik profilaksis selamma pemasangan dan penggunaan kateter


Belum terbukti menurunkan bakteriuria yang berhubungan dengan kateter Belum terbukti dalam mengurangi gejalagejalan cauti Tidak terdapat hubungan antara bahan kateter dengan resiko terjadinya cauti

Striktur uretra
Angkanya idak terlalu besar, antara 0,73,2/1000 pasien dengan penggunaan kateter lebih dari 6 bulan Namun mnajemen striktur yang memerlukan waktu jangka panjang membuat penderitaan tersendiri bagi pasien

Striktur uretra
Kontak mukosa uretra dengan bend asing (kateter) akan menyebabkan reaksi inflamasi, pada penggunaan inflamasi akan menjadi kronisfibrosisstriktur Infeksi (cauti) inflamasi kronis fibrosisstriktur Posisi fiksasi yang tidak sesuaipressure nekrosis pada uretrafibrosisstriktur

Tips pencegahan striktur uretra


Observasi indikasi penggunaan kateter setiap hari , segera lepas kateter jika sudah tidak terdapat indikasi Hindari cauti Jika terjadi cauti obati infeksinya dan pertimbangkan untuk melepas kaateter Pemilihan bahan yang lebih sedikit iritatif (bahan silikon lebih sedikit iritatif dibandingkan latex)

Ruptur uretra
Frekuensinya kecil , <10% dari semua penyebab ruptur uretra Biasanya terjadi pada priauretra anterior Paling sering diakibatkan karena balon dikembangkan sebelum masuk ke buli-buli Gejala yang khas, setelah kita mengembangkan balon kateter yang keluar bukan urin namun darah segar

Ruptur uretra
Pastikan kateter sudah berada di buli-buli saat balon dikembangkan
Pada pria, pastikan kateter masuk sampai percabangan kateter sebelum balon dikembangkan Pada wanita, setelah kateter masuk sepertiga atau setengah panjang kateter

Keganasan buli-buli
Antara 2-10% pasien dengan kateterisai jangka panjang , berkembang menjadi kanker buli-buli 80% merupakan epidermoid carcinoma Kateterinflamasi kronis pada epithel buli-bulimetaplasiakeganasan

Tips pencegahan keganasan buli-buli pada penggunaan kateter


Observasi indikasi penggunaan kateter setiap hari , segera lepas kateter jika sudah tidak terdapat indikasi

Batu buli-buli
Penggunaan kateter dalam jangka waktu lama akan meningkatkan resiko infeksi dan terbentuknya batu buli 22-34% batu buli berhubungan dengan infeksi pada buli 2,2% batu buli didapatkan pada penggunaan kateter dalam jangka waktu lama ( Kohler-Ockmore and Feneley, 2006 )

Tips pencegahan batu buli-buli pada penggunaan kateter


Observasi indikasi penggunaan kateter setiap hari , segera lepas kateter jika sudah tidak terdapat indikasi Ganti kateter secara teratur, keteter yang lama tidak diganti inti batu

Kesimpulan
Penggunaan kateter terutama dalam jangka waktu lama, pikirkan antara manfaat dan kerugian pada pasien Selalu observasi indikasi penggunaan kateter setiap hari , segera lepas kateter jika sudah tidak terdapat indikasi Perhatikan perawatan pasien, dari pemasangan-perawatan-pelepasan kateter

TERIMA KASIH