Anda di halaman 1dari 49

PKIPP di Divisi Biskuit PT.

Tiga Pilar Sejahtera


Oleh: Ivana Halingkar Lita Kuncoro Catherine Tanaya

Sejarah Divisi Biskuit PT TPS


2004 biskuit Anak Sekolah 2005 biskuit WFP 2007 biskuit MP ASI Pertengahan 2009 Growie vanilla 2010 Growie cokelat dan kelapa, sandwich Bumil

Lokasi Perusahaan
Jalan Raya Solo-Sragen Km. 16, Desa Tekik Rejo, Sepat Masaran, Sragen, Jawa Tengah

Struktur Organisasi Divisi Biskuit


Kepala Divisi Manufakturing Kepala Manufakturing Unit 2

Kepala Produksi Biskuit dan Wafer Stick

Staff Produksi Biskuit dan Wafer Stick

Kepala Regu QC Biskuit dan Wafer Stick

Personalia Biskuit dan Wafer Stick

Kepala Regu warehouse Biskuit dan Wafer Stick

Staff R&D Biskuit dan Wafer Stick

Staff QC Kepala Regu Produksi Kepala Regu Maintenance

Koordinator Warehouse

Operator Warehouse Operator Produksi Mekanik

Pembagian Shift Pekerja


Shift I Hari Senin Kamis Jumat Sabtu Senin Jumat Sabtu Senin Jumat Sabtu Senin Kamis Jumat Sabtu Jam Kerja 07.00 15.00 07.00 15.00 07.00 12.00 15.00 23.00 12.00 17.00 23.00 07.00 17.00 22.00 08.00 16.00 08.00 16.00 08.00 14.00 Istirahat 12.00 13.00 11.30 - 13.00 18.00 19.00 03.00 04.00 12.00 13.00 11.30 13.00 12.00 13.00

II

III Day Shift

Penggolongan Pekerja
No. Golongan Pangkat

1
2 3 4

I
II III,IV,V V s/d VIII

Presiden Direktur
Direktur Manajer Supervisor

5
6

IX s/d XIII
XIV s/d XX

Staff
Operator

Bahan Baku Biskuit

Tepung terigu pembentuk utama kerangka adonan biskuit


Tepung terigu F1 kandungan gluten 10% db Tepung terigu F2 kandungan gluten antara 8,5-10% db Tepung terigu F3 kandungan gluten maksimal 8,5% db paling banyak digunakan untuk biskuit

Tepung tapioka mengontrol kandungan gluten adonan (pati tapioka menyerap air sehingga membatasi pembentukan gluten)

Bahan Baku Biskuit

Lemak (minyak nabati, krim nabati, shortening) melembutkan produk, menyediakan aerasi, mengembangkan produk, memberikan kerenyahan dan kontribusi pada flavor Gula memberi rasa manis, menambah flavor, membantu pembentukan struktur dan tekstur, memberi warna cokelat pada crust, dan memperpanjang masa simpan produk.

Gula pasir yang digiling halus mempermudah homogenisasi Sirup glukosa Gula aren untuk Growie cokelat dan kelapa aren

Bahan pengembang (ammonium bikarbonat

Bahan Pembantu Biskuit


Emulsifier (soy lesitin) mempercepat dispersi lemak, meratakan komponenkomponen dalam adonan, dan mencegah agar adonan tidak lengket Garam mencegah pertumbuhan mikroba, mempertajam dan memperbaiki flavor, mempertahankan aroma, mengatur kelembaban adonan, menguatkan gluten dan mengikat adonan Susu (susu bubuk skim milk) memperbaiki rasa dan kenampakan produk, memperkuat gluten, membantu pembentukan struktur yang

Air membentuk gluten, mengontrol kepadatan adonan, melarutkan garam, menahan dan menyebarkan bahan-bahan bukan tepung secara seragam, membasahi dan mengembangkan pati, mengontrol suhu adonan Flavoring agent (ethyl vanillin) memberikan flavor pada produk Perisa makanan (vanilla, kelapa, cokelat, susu) memberikan rasa pada produk Premix vitamin dan mineral, bubuk DHA fortifikasi gizi Parutan kelapa kering memberikan flavor dan rasa gurih khas kelapa

Bahan Pembantu Biskuit

Proses Pengolahan Biskuit


Bahan datang Pemeriksaan QC Pembongkaran Pengayakan tepung Persiapan bahan/formulasi Pelarutan gula Pelarutan premix vitamin Mixing Hopper Moulding Reject Baking Cooling

Penyortiran Packing

Pengayakan Penggilingan Penyortiran

Pelarutan obat
Pelarutan glucose

Kartoning Gudang barang jadi

Scrap adonan BS biskuit

PENGEMASAN DAN PENYIMPANAN


Pengemas menentukan umur simpan produk biskuit Kemasan yang baik menjaga kadar air biskuit, mencegah kontaminasi mikroba serta kontaminan fisik dari lingkungan luar biskuit tidak akan mengalami kemunduran kualitas

Pengemas Biskuit WFP


Etiket plastik laminasi OPP 20/VMCPP25 kemasan primer Kertas karton/kertas kardus pengemas sekunder Selotip besar menutup sambungan bagian atas dan bawah karton biskuit. Plastik polipropilen yang berukuran besar untuk tempat afal.

Pengemas Biskuit Growie


Etiket plastik laminasi OPP 20/VMCPP25 kemasan primer Plastik PP dengan printing kemasan sekunder. Kertas karton atau kertas kardus pengemas tersier Selotip besar menutup sambungan bagian atas dan bawah karton biskuit Plastik PP yang berukuran besar untuk tempat afal.

Penyimpanan Bahan Pengemas


Di simpan dalam gudang bahan pengemas. Beberapa hal yang diperhatikan di dalam gudang penyimpanan bahan pengemas: suhu (suhu kamar), pemberian palet, dan jarak dari dinding ke bahan pengemas agar tidak lembab.

Kegagalan Pengemasan

Berlubang karena meleleh Bocor sehingga ada udara yang masuk Mengempis (tidak ada bantalan udara dalam etiket) Memotong biskuit Memotong label Memotong kode produksi atau expired date Etiket yang kosong (tidak terisi biskuit) Etiket yang tidak terpisah (bergandengan) Lapisan ganda dalam satu etiket

Faktor Penyebab Kegagalan


pemasangan

etiket yang

kurang tepat biskuit yang terjatuh dari susunan mengganggu proses seal suhu seal terlalu tinggi ada bagian seal yang berlubang

Penanganan Produk Gagal Kemas


kemasan disobek dan isinya dikeluarkan untuk dipacking ulang. Bila ada biskuit yang patah maka biskuit yang patah dipisahkan dengan biskuit yang masih utuh untuk digiling dan dirework.

Penyimpanan Produk Jadi (Finished Goods)


Faktor-faktor yang diperhatikan dalam penyimpanan produk akhir: Lama penyimpanan max. 3 bulan Tumpukan karton max. 8 tumpukan, namun dalam prakteknya, karton ditumpuk 6 Produk diberi alas pallet kayu & pengaturan jarak karton dengan tembok kardus tidak lembab

Spesifikasi Mesin
Mixer Horisontal Fungsi: mencampurkan bahan baku dan bahan pembantu dalam pembuatan adonan biskuit

Mixer Vertikal Fungsi: mencampurkan bahan baku dan bahan pembantu dalam pembuatan adonan biskuit

Kompressor Fungsi: menggerakkan alat-alat (mixer, hopper)

Hopper Fungsi: menampung adonan dari mixer sebelum dilanjutkan ke proses moulding

Moulder Fungsi: mencetak adonan biskuit secara berputar untuk menghasilkan bentuk dan ornament biskuit yang diinginkan

Oven Fungsi:

Zona I pemasakan Zona II pengembangan Zona III pewarnaan Zona IV penstabilan

Cooling conveyor Fungsi: menurunkan suhu biskuit

Metal detektor Fungsi: mendeteksi adanya kandungan ferrous, non ferrous, logam, non logam, tembaga, stainless pada biskuit

Mesin packaging Fungsi: mengemas biskuit

Mesin kartoning Fungsi: mengkartonkan biskuit yang telah dikemas dalam etiket

SUMBER DAYA
1.

2. 3. 4.

Sumber Daya Manusia tenaga kerja tetap dan tidak tetap paling banyak u/ packing Sumber Daya Listrik PLN penggerak alat & penerangan LPG u/ bahan bakar oven Solar bahan bakar generator saat suplai listrik PLN terhenti

Perawatan, Perbaikan, dan Penyediaan Suku Cadang


Perawatanpembersihan & pemeriksaan kondisi mesin secara berkala. Perbaikan penggantian suku cadang yang aus atau rusak & pemeriksaan kondisi mesin secara berkala & kontinyu. Penggantian suku cadang dilakukan sebelum rusak/dibiarkan hingga rusak kemudahan, letak, dan lama penggantian suku cadang.

SANITASI
Sanitasi usaha/tindakan untuk mencegah pencemaran pada produk, mencegah pelanggaran nilai estetika konsumen, serta mengusahakan lingkungan kerja yang bersih, aman, dan nyaman Sanitasi yg dilakukan meliputi: sanitasi mesin, pest control, pekerja, dan air

Sanitasi Mesin
Meliputi pembersihan mesin secara terjadwal Dilakukan dengan cara kering dan basah. Cara kering kain lap, kompresor, scrub, scrap Cara basah sanitizer (alkohol u/ bagian yg kontak lansung dgn produk, detergen/karbol u/ bag. luar)

Pest Control
Pengendalian pest control seluruh area dalam dan luar pabrik Lampu luminous lamp menangkap serangga Pengasapan (fogging) area luar (meliputi taman, tempat parkir, tempat sampah, dan saluran air) dan dalam pabrik

Pest Control
Penyemprotan residual u/ celah/retakan yang biasanya menjadi tempat persembunyian serangga Pemasangan perangkap tikus Penutupan tempat sampah atau limbah pemotongan rumput atau limbah cair Pengangkutan sampah secara teratur Fumigasi pengendalian hama serangga

Sanitasi Pekerja
Pekerja masker, topi, dan celemek selama bekerja, sepatu tertutup, dilarang memakai aksesoris, disediakan wastafel yang dilengkapi sabun sebelum pekerja memasuki ruang produksi, serta disediakan semprotan alkohol di dekat toilet dan ruang pengepakan. Staff yang bekerja di laboratorium diharuskan memakai jas laboratorium.

Sanitasi Air

Air yang digunakan dalam proses produksi biskuit PT. TPS diberi treatment hingga memenuhi syarat air minum,yaitu: bebas dari bakteri berbahaya serta bebas dari ketidakmurnian kimiawi, bersih dan jernih, tidak berwarna dan tidak berbau, tidak mengandung bahan tersuspensi (penyebab keruh).

Pengawasan Mutu

Pemeriksaan Air Proses Pemeriksaan pH, uji visual kekeruhan, uji rasa dan bau. Pengawasan Persiapan Bahan Baku pemeriksaan visual kebenaran isi bahan dan label, kecukupan timbangan, kemasan, cemaran.

Pengawasan Mutu Bagian Penimbangan Pengawasan ketepatan hasil penimbangan. Pengawasan Mutu Bagian Mixing Pencatatan mixing time dan kondisi pencampuran. Pengawasan Mutu Bagian Moulding Pemeriksaan speed combination sheeter, speed rotary moulding, speed panner. Pemeriksaan berat, panjang, lebar, tebal, dan bentuk visual min 2x per shift.

Pengawasan Mutu Bagian Baking Pencatatan baking time, speed conveyor baking, suhu baking, speed exhaust fan, dan tekanan gas utama. Pengambilan sampel min 2 kali per shift dengan memeriksa berat, panjang, tebal, bentuk visual, dan organoleptik. Pengawasan Mutu Pengemasan dan Pengepakan Pemeriksaan kebenaran isi dan kemasan, kondisi produk, dan berat.

Pengawasan Mutu Produk Akhir Petugas QC mengambil sampel secara acak sesuai MILD-STD dan diuji di laboratorium dengan tolak ukur spesifikasi standar produk. Produk yang tidak sesuai akan digiling menjadi BS dan di campurkan ulang pada adonan maks 5%.

Pengolahan Limbah
Gas dibuang lewat cerobong asap. Padat biskuit yang sudah tidak layak dihancurkan menjadi seperti tepung dan dijual. Afal bahan pengemas seperti kantong sak pembungkus bahan baku, kaleng, karton, plastik, dan besi tua dijual. Cair Limbah hasil pencucian alat langsung di buang.

Desain Kemasan Biskuit WFP


Pemilihan kemasan komposisi, karakteristik, dan umur simpan produk Kadar air biskuit : 5% Kemasan primer : kemasan laminasi dengan lapisan OPP20/VMCPP25 Kemasan sekunder : kardus OPP transparansi dan kejernihan tinggi, melindungi produk dari uap air dan gas, tahan terhadap suhu tinggi dan rendah, tahan terhadap lemak, dapat diseal pada suhu rendah Overlap center seal : 1,4 cm; end seal : 1,2

Pengujian Kadar Air Tepung Terigu


Pengujian dilakukan setiap ada kedatangan tepung terigu oleh Quality Control dengan alat Infra Red Moisture Tester (IR-Moisture). Standart Kadar air maksimal: 14%. Cara Pengujian: Sampel diletakkan pada cawan kadar air yang terdapat didalam alat dan diratakan pada permukaan cawan sampai angka pada layar menunjukkan berat 5 gram. Pengujian dilakukan pada suhu 105C selama15 menit. Kadar air akan terbaca pada layar alat.

Desain Gudang Finished Goods


Gudang Storage Plan Area (SPA) pembagian blok 15 blok yang terdiri dari 7 blok A dan 8 blok B. Memudahkan inspeksi produk. Memudahkan penempatan produk pada blok berdasar tanggal produksi first in, first out

Ketinggian gudang 1m mencegah tikus masuk&memudahkan pengangkutan produk masuk ke dalam kontainer. Desain interior minimalis dengan siku dinding melengkung memudahkan proses pembersihan Plastik curtain mencegah kontaminasi dari luar Lama penyimpanan produk max. 1bulan tidak perlu kontrol suhu&RH khusus sesuai suhu ruang