Anda di halaman 1dari 0

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Adiyas, SE.

, MM PERILAKU ORGANISASI 1

PERILAKU KEORGANISASIAN

MODUL 6


PEMBENTUKAN KELOMPOK
DAN TIM


OLEH
ADIYAS, SE, MM




PROGRAM KELAS KARYAWAN
FAKULTAS EKONOMI - JURUSAN MANAJEMEN
UNIVERSITAS MERCU BUANA JAKARTA
2010

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Adiyas, SE., MM PERILAKU ORGANISASI 2

MODUL 6
PEMBENTUKAN KELOMPOK
DAN TIM


MENDEFINISIKAN DAN MENGKLASIFIKASIKAN KELOMPOK
Kelompok adalah kerjasama dua orang atau lebih yang berinteraksi dan
saling tergantung, yang telah bergabung untuk mencapai tujuan tertentu.
Kelompok dibedakan atas
Kelompok formal (formal group) kelompok yang diciptakan oleh keputusan
manajerial untuk mencapai tujuan organisasi, jadi ditentukan oleh struktur
organisasi.
Kelompok informal (informal group) kelompok yang berkembang dari
upaya individu dan mengembangkan minat yang biasa terdapat dari
persahabatan dibanding desain yang sengaja dibentuk. Jadi relatif tidak
terstruktur atau ditetapkan oleh organisasi, muncul sebagai tanggapan
terhadap kebutuhan kontak sosial.
Kelompok Formal dibedakan atas :
Kelompok komando (Command group) ditetapkan oleh bagan organisasi
berdasarkan perintah/komando..
Kelompok tugas (task group) ditetapkan oleh organisasi, menggambarkan
mereka bekerja sama untuk menyelesaikan suatu tugas kerja.
Kelompok informal dibedakan atas :
Kelompok kepentingan (interest group) mereka yang bekerja sama untuk
mencapai tujuan khusus di mana masing-masing berkepentingan.
Kelompok persahabatan (friendship group) mereka yang bergabung
karena mereka mempunyai satu atau lebih cirri/karakateristik yang sama.


PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Adiyas, SE., MM PERILAKU ORGANISASI 3

Gambar : 1
Model Perilaku Kelompok


KONDISI EKSTERNAL YANG DIBEBANKAN PADA KELOMPOK
Kelompok merupakan anak himpunan (subset) dari sebuah organisasi
yang lebih besar yang terdiri dari:
Strategi organisasi
Struktur wewenang
Peraturan formal
Sumber daya organisasi
Proses seleksi sumber daya manusia
Sistem penggajian dan penilaian prestasi
Kebudayaan organisasi
Penetapan fisik kerja

SUMBER DAYA ANGGOTA KELOMPOK
Tingkat prestasi potensial sebuah kelompok sebagian besar tergantung
pada sumber daya yang dibawa anggota-anggotanya secara pribadi ke dalam
kelompok.
Kemampuan menetapkan parameter bagi apa yang dapat dilakukan
anggota dan bagaimana efektifnya mereka akan bekerja dalam sebuah
kelompok.

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Adiyas, SE., MM PERILAKU ORGANISASI 4

Ciri-ciri kepribadian besarnya pengaruh setiap satu ciri adalah kecil, tetapi
menggabungkan ciri-ciri kepribadian, akibatnya bagi perilaku kelompok
sangat berarti.

STRUKTUR KELOMPOK
Kelompok bukanlah gerombolan yang tidak terorganisir. Mereka
mempunyai sebuah struktur yang membentuk perilaku anggota-anggota.
Kepemimpinan formal
Peranan
Norma
Status
Besaran
Komposisi
Kepaduan.

MENGAPA ORANG BERGABUNG DENGAN KELOMPOK
Keamanan
Dengan bergabung dengan sebuah kelompok, individu dapat mengurangi
rasa ketidakamanan karena berdiri sendiri. Orang merasa lebih kuat,
mempunyai lebih sedikit keraguan, dan lebih tahan terhadap ancaman
apabila mereka merupakan bagian sebuah kelompok.
Status
Masuknya dalam sebuah kelompok yang dipandang penting oleh orang lain
memberikan pengakuan dan status bagi anggotanya.
Self-esteem (harga diri)
Kelompok dapat memenuhi kebutuhan sosial.
Kekuatan
Apa yang tidak dapat dicapai secara per orang (per individu) kerapkali
menjadi mungkin melalui tindakan kelompok. Ada kekuatan dalam jumlah
yang besar.
Pencapaian tujuan
Ada saat-saat di mana membutuhkan lebih dari satu orang untuk
menyelesaikan sebuah tugas tertentuada kebutuhan untuk mengumpulkan

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Adiyas, SE., MM PERILAKU ORGANISASI 5

talenta, pengetahuan, atau kekuatan untuk menyelesaikan sebuah pekerjaan.
Dalam keadaan seperti itu, manajemen akan mengandalkan penggunaan
sebuah kelompok formal.
Gambar : 2
Tahap-tahap Pengembangan Kelompok
Pratahap 1
Tahap II
Gangguan
Tahap I
Pembentukan
Tahap III
Penormaan
Tahap IV
Pelaksanaan
Tahap V
Penghentian