Anda di halaman 1dari 35

ANAMNESIS dan PEMERIKSAAN OBSTETRI

BLOK ECCE 3

PENDAHULUAN
Berhubungan dengan masalah kehamilan Memastikan adanya dugaan kehamilan. Ingin mengetahui usia kehamilan. Mual, muntah dan atau nyeri kepala. Perdarahan pervaginam. Keluar cairan pervaginam (air ketuban, leukorea?) Merasakan gerakan anak yang kurang atau bahkan tidak bergerak. Merasa akan melahirkan (inpartu)

Berhubungan dengan penyakit yang menyertai kehamilan Penyakit infeksi. Penyakit sistemik atau penyakit kronis yang sudah dirasakan sebelum kehamilan ini. DM HIPERTENSI

ANAMNESA
Identitas pasien Nama , alamat dan usia pasien dan suami pasien. Pendidikan dan pekerjaan pasien dan suami pasien. Agama, suku bangsa pasien dan suami pasien. Anamnesa obstetri Kehamilan yang ke .. Hari pertama haid terakhir-HPHT ( last menstrual periode-LMP )

Berkaitan dengan terdapat infeksi yang menyertai kehamilan: Gangguan pada genito urinaria. Terdapat keluhan leukorea. Badan panas. Dalam melakukan pemeriksaan kehamilan dengan urutan sebagai berikut: Anamnesa. Pemeriksaan kehamilan. Diagnosis kehamilan. Prognosis kehamilan. Pengobatan kehamilan.

Riwayat obstetri:
Usia kehamilan : ( abortus, preterm, aterm, postterm ). Proses persalinan ( spontan, tindakan, penolong persalinan ). Keadaan pasca persalinan, masa nifas dan laktasi. Keadaan bayi ( jenis kelamin, berat badan lahir, usia anak saat ini ).

ANC (frekuensi ; tempat ) Status Pernikahan Lama kawin, pernikahan yang ke . Perkawinan terakhir ini sudah berlangsung . Tahun. Penggunaan Alat Kontrasepsi sebelumnya

Keluhan Utama
Kenceng Kenceng ( mules mules) Mulai kapan? Apakah makin lama makin kuat? Apakah disertai lendir darah? Apakah disertai keluar cairan banyak dari jalan lahir? Jika sudah keluar cairan, kapan pecah?warna nya? Apakah berbau? apakah ada panas badan? Gerakan anak ( masih bergerak aktif/tidak)

Perdarahan jalan lahir ( kontraksi / tidak) Perdarahan ke berapa? Nyeri perut? Kejang? Nyeri kepala? Pandangan kabur? Nyeri ulu hati? Sesak Nafas

Anamnesis tambahan
Anamnesa mengenai keluhan utama yang dikembangkan sesuai dengan halhal yang berkaitan dengan kehamilan (peningkatan berat badan, kebiasaan buang air kecil / buang air besar, kebiasaan merokok, hewan piaraan, konsumsi obat-obat tertentu sebelum dan selama kehamilan).

PEMERIKSAAN FISIK
Pemeriksaan fisik umum Kesan umum (nampak sakit berat, sedang), anemia, ikterus, kesadaran, komunikasi personal. Tinggi dan berat badan. Tekanan darah, nadi, frekuensi pernafasan, suhu tubuh. Pemeriksaan fisik lain yang dipandang perlu.

Pemeriksaan khusus obstetri Inspeksi : (1). Chloasma gravidarum. (2). Hiperpigmentasi mamma dan areola mamma. (3). Keadaan kelenjar thyroid. (4). Dinding abdomen ( varises, jaringan parut, Striae alba, striae lividae, dan striae nigra, gerakan janin). (5). Keadaan vulva dan perineum. Palpasi : Memperkirakan adanya kehamilan. Memperkirakan usia kehamilan. Presentasi - posisi dan taksiran berat badan janin. Mengikuti proses penurunan kepala pada persalinan. Mencari penyulit kehamilan atau persalinan.

Pemeriksaan dalam.: Kehamilan muda: Tanda Hegar. Tanda Chadwicks. Tanda Piskacek. Adanya kontraksi Braxton Hicks. Terdapat ballotement.

Serviks: Perlunakan serviks. Pembukaan serviks. - Ketuban: Apakah sudah pecah atau belum. Ketegangan ketuban. Bagian terendah janin: Bagian apakah yang terendah dari janin. Penurunan bagian terendah. Posisi bagian terendah.

Apakah ada kedudukan rangkap. Apakah ada penghalang di bagian bawah yang dapat mengganggu jalannya persalinan Perabaan forniks: Apakah ada bantalan forniks. Apakah bagian janin masih dapat didorong ke atas: Tentang palvimetri: Konjugata diagonalis-konjugata vena beberapa cm. - Perabaan linia innominata. - Keadaan tulang sakrum dan Binding samping pelvis. Penonjolan spina ischiadika. Tentang sudut pubis kurang dari 90 atau lebih. Sedapat mungkin dengan ukuran sehingga dapat diperkirakan kelancaran persalinan.

Pemeriksaan tambahan: Laboratorium Pemeriksaan laboratorium khusus: Tes biologis kehamilan. - Fungsi lever, ginjal, dan hormonal. Laboratorium berkaitan dengan STD VDRL-Khan HIV-AIDS Penyakit infeksi dengan kemungkinan kelainan kongenital seperti TORCH dan hepatitis B. Alfa fetoprotein: - Kelainan kongenital CNS.

Pemeriksaan tambahan terhadap kehamilannya: Ultrasonografi Trimester pertama: Kepastian kehamilan. Kehamilan intra atau ekstrauterin. Kehamilan ganda. Kelainan kongenital-blighted ovum. Kehamilan mola hidatidosa. Kehamilan dengan komplikasi perdarahan. Menentukan umur hamil.

Trimester kedua-ketiga: Menentukan adanya kelainan kongenital. Menentukan posisi pasti kehamilan dan letak plasenta. Menentukan umur hamil: Biparietal. - Lingkaran perut dan dada. - Panjang femur. Aktivitas janin dalam rahim. - Ekstremitas. - Jantung. - Pernapasan janin. Keadaan air ketuban. - Hidramnion-oligohidramnion. - Kekeruhan air ketuban. - Penuntun amniosentesis.

Tentang plasenta. - Besar-lebar plasenta. - Kalsifikasi plasenta. - Perdarahan retroplasenter. Air ketuban janin dalam rahim: Menentukan maturitas paru. Kekeruhan air ketuban. Tes biologis Iainnya. Jenis kelamin janin dalam rahim.

Sitologi cairan vagina: - Infeksi kandida trikomonas. Infeksi bakteriologis. Kemungkinan keganasan serviks.

PALPASI ABDOMEN PADA KEHAMILAN


Tehnik : Jelaskan maksud dan tujuan serta cara pemeriksaan palpasi yang akan saudara lakukan pada ibu. Ibu dipersilahkan berbaring telentang dengan sendi lutut semi fleksi untuk mengurangi kontraksi otot dinding abdomen. Leopold I s/d III, pemeriksa melakukan pemeriksaan dengan berdiri disamping kanan ibu dengan menghadap kearah muka ibu ; Leopold IV, pemeriksa berbalik arah sehingga menghadap kearah kaki ibu.

Leopold I :
Kedua telapak tangan pemeriksa diletakkan pada puncak fundus uteri. Tentukan tinggi fundus uteri untuk menentukan usia kehamilan. Rasakan bagian janin yang berada pada bagian fundus ( bokong atau kepala atau kosong ).

Leopold I

Leopold II :
Kedua telapak tangan pemeriksa bergeser turun kebawah sampai disamping kiri dan kanan umbilikus. Tentukan bagian punggung janin untuk menentukan lokasi auskultasi denyut jantung janin nantinya. Tentukan bagianbagian kecil janin.

Leopold II

Leopold III :
Pemeriksaan ini dilakukan dengan hati-hati oleh karena dapat menyebabkan perasaan tak nyaman bagi pasien. Bagian terendah janin dicekap diantara ibu jari dan telunjuk tangan kanan. Ditentukan apa yang menjadi bagian terendah janin dan ditentukan apakah sudah mengalami engagemen atau belum.

Leopold III

Leopold IV :
Pemeriksa merubah posisinya sehingga menghadap ke arah kaki pasien. Kedua telapak tangan ditempatkan disisi kiri dan kanan bagian terendah janin. Digunakan untuk menentukan sampai berapa jauh derajat desensus janin.

Menentukan tinggi fundus uteri untuk memperkirakan usia kehamilan berdasarkan parameter tertentu ( umbilikus, prosesus xyphoideus dan tepi atas simfisis pubis)

VAGINAL TOUCHER PADA KASUS OBSTETRI

Indikasi vaginal toucher pada kasus kehamilan atau persalinan: Sebagai bagian dalam menegakkan diagnosa kehamilan muda. Pada primigravida dengan usia kehamilan lebih dari 37 minggu digunakan untuk melakukan evaluasi kapasitas panggul (pelvimetri klinik) dan menentukan apakah ada kelainan pada jalan lahir yang diperkirakan akan dapat mengganggu jalannya proses persalinan pervaginam. Pada saat masuk kamar bersalin dilakukan untuk menentukan fase persalinan dan diagnosa letak janin. Pada saat inpartu digunakan untuk menilai apakah kemajuan proses persalinan sesuai dengan yang diharapkan. Pada saat ketuban pecah digunakan untuk menentukan ada tidaknya prolapsus bagian kecil janin atau talipusat. Pada saat inpartu, ibu nampak ingin meneran dan digunakan untuk memastikan apakah fase persalinan sudah masuk pada persalinan kala II.

Tehnik
Vaginal toucher pada pemeriksaan kehamilan dan persalinan: Didahului dengan melakukan inspeksi pada organ genitalia eksterna. Tahap berikutnya, pemeriksaan inspekulo untuk melihat keadaan jalan lahir. Labia minora disisihkan kekiri dan kanan dengan ibu jari dan jari telunjuk tangan kiri dari sisi kranial untuk memaparkan vestibulum.)

Jari telunjuk dan jari tengah tangan kanan dalam posisi lurus dan rapat dimasukkan kearah belakang - atas vagina dan melakukan palpasi pada servik.

Menentukan dilatasi (cm) dan pendataran servik (prosentase). Menentukan keadaan selaput ketuban masih utuh atau sudah pecah, bila sudah pecah tentukan : Warna Bau Jumlah air ketuban yang mengalir keluar Menentukan presentasi (bagian terendah) dan posisi (berdasarkan denominator) serta derajat penurunan janin berdasarkan stasion.

Menentukan apakah terdapat bagian-bagian kecil janin lain atau talipusat yang berada disamping bagian terendah janin (presentasi rangkap compound presentation). Pada primigravida digunakan lebih lanjut untuk melakukan pelvimetri klinik : Pemeriksaan bentuk sacrum Menentukan apakah coccygeus menonjol atau tidak. Menentukan apakah spina ischiadica menonjol atau tidak. Mengukur distansia interspinarum. Memeriksa lengkungan dinding lateral panggul. Meraba promontorium, bila teraba maka dapat diduga adanya kesempitan panggul (mengukur conjugata diagonalis). Menentukan jarak antara kedua tuber ischiadica.

Auskultasi Auskultasi detik jantung janin dengan menggunakan fetoskop de Lee. Detik jantung janin terdengar paling keras didaerah punggung janin. Detik jantung janin dihitung selama 5 detik dilakukan 3 kali berurutan selang 5 detik sebanyak 3 kali. Hasil pemeriksaan detik jantung janin 10 12 10 berarti frekuensi detik jantung janin 32 x 4 = 128 kali per menit. Frekuensi detik jantung janin normal 120 160 kali per menit.

PEMERIKSAAN PENUNJANG DIAGNOSTIK Pemeriksaan laboratorium rutin (Hb dan urinalisis serta protein urine).

KESIMPULAN PEMERIKSAAN KEHAMILAN: Sebagai kesimpulan hasil pemeriksaan kehamilan harus disebutkan 10 hal berikut dibawah ini : Hamil atau tidak hamil ( berdasarkan tanda pasti kehamilan ). Primigravida atau multigravida. G (gravida ) P(para) 1 2 3 4. Jumlah partus aterm (> 37 minggu/ berat anak > 2500 g). Jumlah partus preterm (22 37 minggu / berat anak < 2500g ) Jumlah abortus ( < 20 minggu ). Jumlah anak hidup saat ini. Anak hidup atau mati. Usia kehamilan ( aterm / preterm minggu ). Letak anak : Situs : misalnya situs longitudinal. Habitus : misalnya fleksi. Posisi : misalnya punggung kiri dengan ubun-ubun kecil kiri melintang. Presentasi : misalnya presentasi belakang kepala.

Kehamilan intra atau ekstrauterin. Hamil tunggal atau kembar. Inpartu atau tidak ( sebutkan tahapan persalinan) Keadaan jalan lahir : tumor jalan lahir, hasil pemeriksaan pelvimetri klinik, cacat rahim pasca sectio caesar atau miomektomi intramural. Keadaan umum ibu : Komplikasi atau penyakit penyakit yang menyertai kehamilan atau persalinan ( misal: pre eklampsia, anemia , hepatitis dsb nya ) Komplikasi persalinan ( misal : secondary arrest , kala II memanjang, gawat janin )

DIAGNOSA : Diagnosa ibu : misalnya : G 1 P 0000 inpartu kala I fase aktif (Penyulit kehamilan) Pre eklampsia berat dan anemia gravidarum Diagnosa anak : Misalnya : janin tunggal, hidup, intrauterin, presentasi belakang kepala.