Anda di halaman 1dari 14

LAPORAN PELAKSANAAN KEGIATAN (Individu) KULIAH KERJA NYATA PEMBELAJARAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT UNIVERSITAS GADJAH MADA TAHUN :2013

SUB UNIT UNIT KECAMATAN KABUPATEN PROVINSI : KADIBESO : BTL-01 : BANTUL : BANTUL : D.I.YOGYAKARTA

Disusun Oleh Nama Mahasiswa : (Nama) Nomor Mahasiswa : NIM

BAGIAN PENGELOLAAN KKN-PPM LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA 2013

I.

LAPORAN PELAKSANAAN KEGIATAN

Segala puji syukur dipanjatkan kepada kehadirat Allah SWT, Tuhan Semesta Alam atas ridho dan hidayah-Nya sehingga laporan pertanggung jawaban serta rangkaian kegiatan KKN ini dapat diselesaikan tanpa halangan berarti. Shalawat serta salam tak lupa tetap tercurahkan kepada Nabi Muhammad SAW sebagai suri tauladan bagi umat manusia. Laporan Pelaksanaan Kegiatan KKN ini membahas tentang kegiatan-kegiatan yang mahasiswa lakukan selama KKN. Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan suatu program dari Universitas Gadjah Mada yang membentuk mahasiswa untuk terbiasa dalam melakukan pengabdian kepada masyarakat. Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta masih mempertahankan program KKN sebagai wujud pengabdian terhadap masyarakat. Dalam hal ini, visi KKN adalah memasyarakatkan hasil pendidikan dan penelitian di universitas, sehingga terjadi transfer ilmu, keterampilan, dan sikap dari universitas ke masyarakat. Keberhasilan suatu program KKN tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, baik mahasiswa sendiri, masyarakat Desa Sabdodadi khususnya yang berada di Dusun Kadibeso, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Lembaga Pemberdayaan dan Pengabdian Masyarakat (LPPM), pemuda-pemudi dusun Kadibeso, pengurus RT serta bapak dan ibu dukuh dan kelompok ibu ibu PKK dusun Kadibeso, Ibu Siti Fatimah Kepala desa Sabdodadi beserta perangkat desa, serta ibu Surami selaku kepala dusun Kadibeso yang telah bersedia menyediakan pondokan juga warga dusun Manding Serut, Staf Sekolah Dasar Sutran dan pihak lain yang memberikan kontribusi positif yang dapat membantu keberhasilan program KKN serta mengatasi kendala-kendala yang ditemui selama pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata. Program Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat Universitas Gadjah Mada 2013 ini dilaksanakan mulai tanggal 1 Juli sampai dengan 28 Agustus yang berlokasi di Desa Sabdodadi, Kecamatan Bantul, Kabupaten Bantul. KKN PPM ini memiliki tema: Optimalisasi Usaha Mikro Melalui Masyarakat sadar Hukum dan Pembangunan Jalur Distribusi. Setelah penerjunan KKN dilakukan, kegiatan observasi langsung dilaksanakan dalam rangka mengidentifikasi masalah yang terdapat di lapangan, yang kemudian disusun dalam suatu daftar permasalahan. Kemudian dari daftar tersebut, dipilih beberapa masalah yang dijadikan prioritas dalam penyusunan program individu, yang sebelumnya telah diseleksi berdasarkan perimbangan-pertimbangan terkait dengan sumber daya manusia serta kemampuan dana yang ada. Program-program tersebut adalah sebagai berikut:

1. Pengenalan Komposter Sebagai Alat Pengolahan Limbah Rumah Tangga 2. Pembinaan Teknis Pembuatan Kompos dari Limbah Organik 3. Pembinaan Teknis Produksi Susu Kedelai 4. Pembuatan Teknis Pembibitan Timun dan Sawi 5. Diversifikasi Tepung Terigu dengan Tepung Mokaf Sebagai Alternatif Bahan Pangan 6. Perbaikan Gizi Masyarakat 7. KKN Mengajar 8. Lomba Kaligrafi Ramadhan 9. Pembuatan Plang/ Papan Nama di Dusun Kadibeso Keseluruhan program tersebut secara umum telah dilaksanakan dengan baik, memenuhi parameter target yang diinginkan dan diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat. Data-data kuantitatif yang diperoleh dari program-program yang telah dilaksanakan antara lain: Uraian jam kerja efektif mahasiswa: a. Program pokok Tema Non tema b. Program bantu c. Kegiatan non program = = = = 153 75 60 110 jam jam jam jam

Berikut ini merupakan deskripsi beberapa program yang telah dilaksanakan dan disusun berdasarkan hasil observasi yang diharapkan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat.

1. Pengenalan Komposter Sebagai Alat Pengolahan Limbah Rumah Tangga Nomor Sektor : 2.2.18 Nomor Kode : A-01 Sifat Program : monodisipliner Deskripsi Program :

Di desa Sabdodadi kabupaten Bantul ini Pengenalan komposter pada warga sebagai salah satu program KKN bertujuan sebagai salah satu langkah pengoptimalisasian limbah organik dengan menggunakan komposter. Manfaat dari program ini adalah agar masyarakat bisa mengolah sampah organik yaitu limbah rumah tangga menjadi berguna agar menjadi kompos dengan nilai jual juga untuk menambah unsur hara pada tanah di sawah atau pekarangan di sekitar pemukiman. Dibandingkan dengan pupuk kimia yang hanya memiliki satu unsur yang bisa menyisakan residu pada tanah jika digunakan dalam jangka waktu lama. Sampah organik limbah rumah tangga bisa diolah bukan hanya ditimbun, dibakar atau sekedar dibuang di pinggir saluran irigasi. Dengan diadakannya program ini diharapkan warga mengerti cara pembuatan komposter serta beberapa jenis komposter dan prinsip kerja masing-masing jenis komposter.Dengan mengumpulkan referensi, memilih desain yg sudah disesuaikan dengan kebutuhan warga, menimbang kesibukan mayoritas ibu rumah tangga pada desa Sabdodadi, mahasiswa membuat contoh komposter yang mudah pengaplikasiannya, untuk kemudian diperkenalkan pada ibu ibu PKK. Dari pengenalan komposter ini yang disambut dengan baik oleh peserta, diharapkan warga mampu mengaplikasikan komposter pada kehidupan sehari-hari sebagai salah satu alternatif pengolahan limbah rumah tangga.

2. Pembinaan Teknis Pembuatan Kompos dari Limbah Organik Nomor Sektor Nomor Kode Sifat Program : 2.2.11 : A-02 : monodisipliner

Deskripsi Program :

Pembinaan Teknis Pembuatan Kompos dari Limbah Organik dibuat agar warga bisa menggunakan komposter untuk mengolah limbah organik yaitu sampah dapur warga menjadi kompos. Limbah organik yang biasanya hanya ditimbun atau dibuang oleh warga bisa bernilai lebih jika diolah. Dengan awalnya mencari lahan yang cukup untuk meletakkan komposter dan mendukung kompos untuk matang seperti kadar air temperatur--, juga tempat yang cukup besar dan mudah dicapai warga serta cukup terang berhubung dilakukan pada sore hari. Survey dilakukan untu mengetahui apakah warga sudah mampu mengolah dan memanfaatkan limbah organik. Pada persiapan dan pelaksanaan kegiatan terlaksana dengan lancar. Kegiatan dilaksanakan dengan pemberian informasi pengelolaan limbah dapur warga dengan menggunakan komposter. Antusiasme warga ditunjukkan sangat jelas dari banyaknya pertanyaan dan permintaan pengulangan saat presentasi. Pembinaan dilakukan persis setelah pengenalan komposter pada warga. .

3. Pembinaan Teknis Produksi Susu Kedelai Nomor Sektor Nomor Kode Sifat Program : 2.1.03 : A-03 : monodisipliner

Deskripsi Program :

Setelah melakukan survey dan mewawancarai warga, usaha industri kecil pada dusun Kadibeso tergolong sedikit. Pada dusun ini beberapa warganya bermata pencaharian sebagai pembuat tempe dari kedelai secara kecil kecilan. Dengan mempertimbangkan kepahaman warga tentang kedelai, juga untuk memberi warga pilihan lebih, mahasiswa menawarkan ide mengenai pengolahan kedelai dengan hasil akhir selain tempe yaitu susu kedelai. Program ini dilaksanakan dengan tujuan agar warga mengetahui manfaat dari susu kedelai salah satunya dengan harga yang terjangkau susu kedelai memiliki nilai gizi yang hampir sama dengan susu sapi. Selanjutnya tujuan pelatihan pembuatan susu diharapkan agar warga dapat mengolah kedelai menjadi susu kedelai yang kemudian dikembangkan menjadi usaha kecil menengah. Dalam pelaksanaan program ini tidak ada kendala karena Ibu-ibu PKK sangat antusias dengan sosialisasi dan pelatihan pembuatan produk susu kedelai sebagai bahan makanan alternatif yang murah.

4. Pembinaan Teknis Pembibitan Timun dan Sawi Nomor Sektor Nomor Kode Sifat Program : 2.2.04 : A-04 : monodisipliner

Deskripsi Program :

Pembinaan teknis pembibitan timun dan sawi dilaksanakan sebagai salah satu cara penanaman kesadaran lingkungan pada anak usia dini. Selain menanamkan kesadaran lingkungan pada anak, tanaman sayur itu sendiri dapat diambil manfaatnya. Pada pelaksanaan program ini, mahasiswa dan mengajarkan pada anak dan guru bagaimana cara mencampur tanah dan kompos sebagai media tanam untuk persemaian bibit timun dan sawi. Program terlaksana dengan lancar didukung oleh semangat anak anak dan ibu guru dalam persemaian bibit.Dengan diadakannya program ini diharapkan anak anak dan guru bisa membawa kebiasaan ini di kehidupannya sehari-hari dan dapat diambil manfaatnya.

5. Diversifikasi Tepung Terigu dengan Tepung Mokaf Sebagai Alternatif Bahan Pangan Nomor Sektor Nomor Kode Sifat Program : 2.2.15 :A-05 : monodisipliner

Deskripsi Program :

Diversifikasi pangan tepung terigu dengan tepung mokaf sebagai alternatif bahan pangan. Tepung terigu yang merupakan salah satu hasil produk olahan gandum, sedangkan gandum sendiri, Tepung mokaf yang terbuat dari singkong mudah didapat bahan bakunya dengan harga murah sebab produksi singkong di Indonesia sendiri cukup banyak dan pemanfaatan singkong kurang dikalangan masyarakat dengan adanya program diversivikasi tepung diharapkan masyarakat dapat membuat bahan pangan alternatif. Pelaksanaan program diisi dengan pelatihan pembuatan mokaf dengan menggunakan bahan bahan yang mudah didapat dan bahan yang sudah dicatata dan diberikan kepada peserta dalam bentuk modul yang didalamnya juga memuat manfaat dan keunggulan tepung mokaf

6. Perbaikan Gizi Masyarakat Nomor Sektor Nomor Kode Sifat Program : 4.2.35 : A-KK-01 : interdisipliner

Deskripsi Program :

Posyandu yang rutin dilaksanakan pada tanggal 15 setiap bulannya di dusun Kadibeso. Dengan tujuan membentuk keluarga yang sehat. Dengan diadakannya kegiatan penyuluhan perbaikan gizi, diharapkan timbulnya kesadaran ibu rumah tangga tentang asupan makanan sehat bergizi. Program ini dilaksanakan dengan memperkenalkan pentingnya asupan sayur dan buah sebagai sumber utama vitamin untuk keluarga dengan metode penempelan poster himbauan dari kementrian kesehatan dan sosialisasi pentingnya mengkonsumsi buah dan sayur.

7. KKN Mengajar Nomor Sektor Nomor Kode Sifat Program : 3.4.01 : A-SH-01 : interdispliner

Deskripsi Program :

Program KKN Mengajar dilaksanakan atas persetujuan dari pihak sekolah dan dilaksanakan dengan tujuan pembantuan tenaga pengajar di sekolah dasar. Dilaksanakannya program ini diharapkan dapat membantu sekolah untuk meningkatkan nilai dan semangat belajar siswa. Program ini diawali dengan pembekalan materi bersama guru sekolah dasar agar mahasiswa mengerti metode mengajar dan penyampaian materi secara benar. Dalam pelaksanaannya, program mengajar sangat membantu pihak sekolah yang kesulitan mencari tenaga pengajar bahasa Inggris. Parameter keberhasilan program KKN Mengajar dapat dilihat dari evaluasi belajar siswa yang dilakukan bersama tenaga pengajar. Siswa dapat menerima pelajaran dengan baik dan mendapat nilai yang memuaskan.

8. Lomba Kaligrafi Ramadhan Nomor Sektor Nomor Kode Sifat Program : 3.8.03 : A-SH-02 : interdispliner

Deskripsi Program :

Program ini dilaksanakan dengan tujuan memperingati bulan ramadhan bersama anak anak Taman Belajar Al Quran di dusun Kadibeso selain kegiatan belajar mengajar Al Quran. Program ini dilakukan untuk mendekatkan rasa persaudaraan dan kebersamaan anak anak TPA di dusun kadibeso. Juga mengeratkan tali silaturahmi mahasiswa KKN dengan ikatan remaja masjid baiturrahman. Pelaksanaan program ini didukung oleh tenaga pengajar di TPA. Antusiasme anak anak TPA yang mengikuti lomba kaligrafi ini cukup tinggi. Pesan moral yang diharapkan dari program ini agar anak anak TPA lebih mudah menghafal ayat ayat Al Quran juga agar bisa meningkatkan kreatifitas anak anak.

9. Pembuatan Plang/ Papan Nama di Dusun Kadibeso Nomor Sektor Nomor Kode Sifat Program : 1.5.07 : A-ST-01 : interdisipliner

Deskripsi Program :

Pemilihan program interdisipliner ini dikarenakan setelah melakukan survey mahasiswa KKN menemukan kurangnya papan penunjuk jalan sehingga menyulitkan pencarian tempat ibadah, sekolah, kantor kelurahan, kepala dukuh, ketua RT, ketua RW dan ketua Pemuda. Program ini dimulai dengan membuat desain cetakan stensil yang jelas dan menarik untuk selanjutnya dipasang di plang penunjuk jalan. Yang nantinya akan dicetak di plang penunjuk jalan yang sebelumnya sudah didesain oleh anak teknik. Setelah pembuatan plang selesai dan siap dipasang dilakukan survey di mana tempat yang tepat dan strategis agar plang jelas dan mudah dilihat. Program ini dilaksanakan bersama kluster teknik dibantu warga setempat yang sangat antusias dengan diadakannya program plangisasi ini. Sehingga masyarakat yang berkepentingan dengan pihak yang terkait tidak mengalami kesulitan untuk mencari tempat yang dituju.

Faktor pendukung Adanya dukungan dari warga setempat terkait dengan pelaksanaan kegiatan KKNPPM, mulai dari pihak Dusun, Desa, Kecamatan, dibuktikan melalui kemudahan akses dalam mengurus berbagai macam hal yang sifatnya prosedural administratif. Sikap terbuka dari masyarakat akan kehadiran mahasiswa yang sedang melaksanakan kegiatan KKN-PPM sangat memudahkan dalam hal melaksanakan program-program KKN-PPM. Adanya dukungan dari sejumlah elemen masyarakat, khususnya kalangan pemuda dalam hal menggalang kerjasama untuk pelaksanaan program KKN-PPM. Adanya kemauan warga masyarakat untuk berkembang dan belajar termasuk mengenai hal-hal baru yang bermanfaat. Adanya kemampuan warga untuk mengembangkan fasilitas yang ada di Dusun Kadibeso dengan adanya dukungan-dukungan yang diberikan dalam membantu program KKN-PPM

Faktor penghambat Sulit mencari waktu yang tepat dalam hal melaksanakan program-program KKNPPM dengan masyarakat khusunya warga yang memiliki jam kerja berbeda dan lebih banyak kosong pada akhir minggu sehingga sulit mengumpulkan dan memberi penyuluhan pada masyarakat Sedikitnya jumlah pemuda yang masih tinggal di lokasi KKN-PPM karena sebagian besar banyak yang merantau dan bekerja di luar kota, sehingga seringkali apabila hendak mengadakan suatu acara dengan kalangan pemuda, hal ini cukup sulit untuk dilaksanakan.

II.

KESIMPULAN 1. 2. 3. Program pokok tema yang berhasil dilaksanakan berjumlah lima program, Program pokok non tema yang berhasil dilaksanakan berjumlah empat program Semua program yang dilaksanakan oleh Penulis sebagian besar berjalan dengan baik dan lancar.

III.

SARAN 1. Kerjasama, koordinasi, dan komunikasi antar anggota, antar anggota dengan pihak LPPM, dan antar anggota dengan DPL seharusnya lebih terjalin dengan baik guna memperlancar pelaksanaan kegiatan program KKN, karena kendala seperti prosedur dan dana merupakan kendala yang sangat sering dihadapi oleh mahasiswa. 2. 3. Perlunya perhatian LPPM terhadap kesetimbangan mahasiswa untuk setiap kluster. Perlunya dorongan dari pemerintah setempat untuk mengadakan kegiatan pelatihan industry kecil menengah atau lebih sehingga dapat menyerap tenaga kerja lebih banyak. 4. Perlunya kerjasama yang baik antara pemerintah setempat, masyarakat dan Dinas yang terkait dalam upaya mengatasi permasalahan yang timbul dan juga diharapkan peran serta akif dari masyarakat dan perangkat desa yang ada didalamnya.