Anda di halaman 1dari 9

BAB III PERENCANAAN

III.1. Panel Sel Surya

Prinsip kerja dari panel surya adalah jika cahaya matahari mengenai panel surya, maka elektron elektron yang ada pada sel surya akan bergerak dari N ke P, sehingga pada terminal keluaran dari panel surya akan menghasilkan energi listrik. Besarnya energi listrik yang dihasilkan oleh panel surya berbeda beda tergantung dari jumlah sel surya yang dikombinasikan didalam panel surya tersebut. Keluaran dari panel surya ini adalah berupa listrik arus searah (DC) yang besar tegangan keluarnya tergantung dengan jumlah sel surya yang dipasang didalam panel surya dan banyaknya sinar matahari yang menyinari panel surya tersebut.

Keluaran dari panel surya ini sudah dapat digunakan langsung ke beban yang memerlukan sumber tegangan DC dengan konsumsi arus yang kecil. Agar energi listrik yang dihasilkan juga dapat digunakan pada kondisi kondisi seperti pada malam hari (kondisi saat panel surya tidak disinari cahaya matahari), maka keluaran dari panel surya ini harus di hubungkan ke sebuah media penyimpanan (storage). Dalam hal ini adalah batere. Tetapi ini tidak langsung dihubungkan begitu saja dari panel surya ke batere, tetapi harus

dihubungkan ke rangkaian Regulator, dimana didalam rangkaian tersebut terdapat rangkaian pengisi Batere otomatis (Automatic charger). Fungsi dari Regulator ini adalah untuk meregulasi tegangan keluaran dari panel surya dan mengatur arus yang masuk ke Batere secara otomatis. Selain itu Regulator berfungsi untuk menghubungkan dan memutuskan arus dari Panel Surya ke Batere secara otomatis dan juga berfungsi untuk memutuskan aliran arus dari batere kebeban bila terjadi hubungsingkat ataupun beban yang berlebihan. Tipe regulator yang dirancang disini adalah tipe modifikasi atau gabungan antara seri dan paralel.

Panel Surya sebenarnya dapat langsung digunakan tanpa diberi rangkaian regulator ataupun batere, tetapi ini tidak dilakukan karena dapat membebani kinerja dari panel (akibat adanya beban yang berlebihan) sehingga tidak akan terjadi kerusakan yang fatal pada panel surya tersebut. Selain itu regulator ini juga berfungsi untuk mengamankan dari terjadinya kelebihan beban dari panel surya sehingga panel surya tidak cepat rusak.

Hubungan batere dengan beban adalah dihubungkan paralel langsung ke beban. Jika batere tersebut telah terisi dengan penuh. Untuk melindungi batere akibat adanya beban yang berlebihan (over load) ataupun hubungsingkat pada beban, maka sebelum batere dihubungkan langsung harus melewati rangkaian proteksi. Dimana fungsinya sudah cukup jelas, yaitu untuk memproteksi

ataupun melindungi batere akibat adanya beban yang berlebihan(over load) ataupun hubungsingkat pada beban.

Jika kita menginginkan hasil keluaran listrik dari PLTS ini berupa listrik arus bolak-balik (AC) maka PLTS yang sudah dapat mengeluarkan listrik arus searah (DC) ini harus dihubungkan ke sebuah rangkaian elektronik / modul elektronik yang bernama Inverter DC AC. Dimana Inverter DC AC. berfungsi untuk mengubah arus listrik searah (DC) menjadi arus listrik bolak balik (AC). Setelah arus listrik searah diubah menjadi arus listrik bolak balik, selanjutnya keluaran dari inverter ini yang telah berupa arus bolak balik ini dapat langsung digunakan untuk mencatu peralatan listrik dan elektronika yang membutuhkan arus bolak-balik. Besarnya tegangan dan daya keluaran yang dapat dihubungkan kebeban nantinya harus sesuai dengan kemampuan inverter yang dipakai dan besarnya sistem penyimpanan yang digunakan (besarnya ampere hour (AH) atau amper jam dari batere).

ataupun melindungi batere akibat adanya beban yang berlebihan(over load) ataupun hubungsingkat pada beban. Jika kita menginginkan

III.2. Perencanaan Daya Listrik

Faktor yang perlu diperhatikan dalam perhitungan energi susunan sel surya adalah total daerah dalam meter persegi yang ditempati oleh modul sel surya. Rumus dasar untuk memproyeksikan berapa besar energi keluaran susunan sel surya per hari adalah :

PE = TE x ME x TC x PF x SF x A

Dimana :

PE = energi sel surya/hari (kWh). TE = total radiasi surya pada hari itu (kWh/m 2 ). ME = efisiensi modul, 8% - 20%.

TC

= faktor koreksi efisiensi temperatur, umumnya 15 °C s.d 35 °C lebih tinggi dari temperatur rata-rata harian lapangan.

PF

= faktor paking, biasanya sudah dihitung dalam efisiensi modul.

SF

= faktor pengotoran.

A = luas daerah (m 2 ).

Spesifikasi modul sel surya yang ada dipasaran, biasanya tidak memberikan informasi detail seperti efisiensi sel, luas daerah dan faktor paking. Hanya daya keluaran puncak dan temperatur standar 25 °C 29 °C saja yang diberikan. Untuk itu perhitungan energi keluaran berdasarkan keluaran puncak dapat dilakukan dengan menggunakan rumus :

PE =

Dimana :

MO = daya keluaran puncak pada temperatur sel tertentu (Wp).

N

= total jumlah modul susunan sel surya.

PE

= energi sel surya/hari (kWh).

Jika diasumsikan pada modul sel surya dicantumkan keluaran daya puncaknya pada 30 W/m2, dan temperatur standarnya, maka untuk mengukur keluaran daya puncak suatu array sel surya, dapat digunakan rumus :

 

PP

=

A x 30 W/m 2

x ME x PF

Dimana :

 

PP

= Keluaran daya puncak susunan sel surya (WP) (Watt Peak).

Dari sebuah sel surya, diasumsikan data-data sebagai berikut:

Daya 1 sel (M0) = 1,96 Wp

Ukuran = 10 x 10 cm

Tegangan (V) = 0,5 Volt

Arus (I) = 0,98 Ampere

Temperatur (T)= 25 °C

Daya yang direncanakan = 80 watt

Langkah pertama kita harus mencari luas modul yang dipergunakan. Dengan memakai rumus sebagai berikut :

P = A x 30 W/m 2 x ME x PF Dimana:

Daya (P)

=

80 Watt

Effisiensi modul (ME) = 20% Faktor Pecking (PF) = 98 % Luas modul (A) = 13 m 2 Jadi:

A

=

=

13 m 2

= Selanjutnya untuk mencari nilai dari energy sel surya adalah sebagai

berikut:

PE

= TE x

x TC x N

Dimana:

Energi sel surya/hari (PE) Total energi sel surya (TE) = 30 Wh/m 2 Daya satu sel (MO) = 1,9 Watt Temperatur (TC) = 25 °C Jumlah modul (N) = 5 buah

Dimasukkan kedalam persamaan akan didapat :

= 89,06 Kwh

Jadi, daya yang didapatkan mampu untuk penggunaan bola lampu sebanyak 4 buah yang masing-masing memiliki daya 18 watt. Daya listrik yang dihasilkan, apabila akan digunakan untuk beban AC terlebih dahulu arusnya dirubah dari DC ke AC melalui inverter, tapi jika penggunaannya untuk beban DC dapat langsung digunakan tanpa melalui inverter.

5 1 2 3 4 6
5
1
2
3
4
6

Keterangan:

Skema perencanaan sel surya

  • 1 = Panel sel surya (photovoltaic)

  • 3 = Aki/Baterai

  • 4 = Inverter

  • 5 = Beban DC

  • 6 = Beban AC