Anda di halaman 1dari 5

MONITORING PASIEN Nama Kelompok : Maria Malida Vernandes S.

108114102

Maria Dyah Kartika Laksmi S. 108114103 Ribka Alvianita Susetyo Arellia Oktaviori Cornelia Melinda Juana Merianti S. Antonio Leonardo B.E.P.U Agriva Devaly Avista 108114105 108114108 108114109 108114110 108114112 108114113

IDENTITAS PASIEN Ibu S Umur : 58 tahun Berat badan : 100,7 Kg Tinggi badan : 156 cm

GAYA HIDUP & KONDISI PASIEN Pasien makan dengan teratur. BMI Pasien : 41,38 Obesitas. Pasien minum obat secara teratur dan sudah memahami cara konsumsi obat yang benar. Pasien aktif beraktifitas namun sering kurang istirahat. Jika terlalu capek, malamnya tidak bisa tidur. Pasien tidak ada alergi Riwayat penyakit: Hipertensi, Dislipidemia, Obesitas Riwayat Terapi: Simvastatin

DIAGNOSIS , PENYAKIT PENYERTA & TERAPI Diagnosa: Hipertensi Penyakit penyerta: Ashma Terapi yang diterima: Metformin 500 mg 2 x sehari (pagi dan sore) Amlodipin 10 mg 1 x sehari (pagi) HCT (Hydroclortyazid) 1 x sehari (pagi) Novadex 1 x sehari

Pengobatan ini sudah berjalan kurang-lebih selama 3 bulan. EFEK SAMPING Tidak ada efek samping yang muncul.

EDUKASI Mahasiswa selalu mengingatkan dan mengedukasi terkait kepatuhan meminum obat dan agar pasien menjaga kondisi dan menerapkan gaya hidup yang lebih baik. Mahasiswa juga mengedukasi cara konsumsi obat yang benar dan nyaman seperti agar meminum obat untuk terapi hipertensi pada pagi hari agar tidak mengganggu tidur karena terjadi diuresis. Pasien memiliki riwayat penyakit asma namun tidak menerima obat obat yang dapat memicu kekambuhan asma. Mahasiswa mengingatkan agar pasien membatasi aktivitas agar jangan terlalu lelah, terlebih karena pasien memiliki riwayat penyakit asma. Kelelahan berlebih yang dialami pasien dikhawatirkan juga akan memicu kekambuhan asma. Mahasisw menganjurkan agar pasien mengurangi kegiatan yang berat mengingat pasien sering melayani pesanan catering yang banyak, selain itu pasien sering berkunjung ke rumah saudara-saudaranya di luar kota. Monitoring pasien hanya dilakukan satu kali pada tanggal 19 November 2013 karena setelahnya pasien mengunjungi keluarganya selama satu minggu.

ANALISIS DTP Pasien sudah menggunakan obat dengan teratur dan benar. Tidak ada obat yang salah atau tidak dibutuhkan. Pasien juga tidak mengalami efek samping.

CATATAN PERCAKAPAN M : mahasiswa

Ibu S : pasien Monitoring tanggal 19 November 2013 M Deva Ibu S M Deva Ibu S : Kulo nuwun, selamat sore Ibu . . . : Sore, mari-mari : Gimana kondisinya Bu ? rutin minum obatnya ? : Dari kemarin sampai sekarang kurang tidur, karena banyak kegiatan (ibu S menjelaskan banyak kegiatan yang dilakukan seperti melayat saudaranya dan mengunjungi saudaranya yang sakit, sehingga ibunya memang benar kurang istirahat, kemudian ibunya juga cerita tentang keluarganya).

M Juju

: Tapi hari minggu bisa ke poskes tidak Bu ? kan obatnya juga sudah habis untuk minggu ini : Iya mbak, saya juga kalau tidak minum obat rasanya ya gak enak, :Kan kalau hipertensi memang harus konsumsi obat Bu, buat kontrol tensinya Ibu

Ibu S M Juju

Ibu S M Juju M Meli Ibu S M Meli Ibu S

: Iya mbk, mungkin ini saya tensinya tinggi (minta ditensi). : Mau ditensi Bu ? kami bawa alatnya : (sambil menensi) Makannya sudah di jaga belum Bu ? : Ya di jaga, makan sehari ya 3 kali : Maksudnya untuk konsumsi garam harus di kurangi : Ohhh, kalau saya masak sendiri ya saya kurangi, tapi kalu beli di luar ya kurang tau hehehehe (Ibu batuk-batuk saat tensi) batuk nih : Ibu kurang istirahat itu, minum air putih yang anget : Ini tadi saya habis makan terus minum air anget terus minum Metformin : Biasanya tensinya berapa Bu ? : Saya ? saya itu turun naik : Paling tinggiberapa Bu? : Paling tinggi pernah sampai 200 saya, bawah 120, (ibu cerita lagi) saya jalan kaki jauh masih kuat, cuma keringatnya banyak sekali yang keluar terus dadanya kaya gemeteran, setelah di tensi 210/120, untung saya ga jatuh bisa stroke saya : Kalau merasa udah pusing itu ya istirahat Bu, rebahan : Iya, tadi malam saya juga ga tidur, mau bangun susah : Kalau merasa pusing, seharusnya Ibu langsung istirahat : Iya mbak, saya pernah tensi 90/70, rasanya juga sama, seperti kaku-kaku badannya : Ini tensi Ibu 140/80 : Turun ya ? : Ya masih normal bu : Saya tidak pernah lupa kok minum obat, adanya kotak obat itu, saya lebih gampang mengecek kalu saya lupa belum minum obat : Jadi adanya kotak itu membantu ya Bu ? : Membantu mas, bisa membantu mengingat-ingat kalu ada obat yang lupa saya minum

M Meli Ibu S M Meli Ibu S M Meli Ibu S

M Meli Ibu S M Meli Ibu S

M Meli Ibu S M Meli Ibu S

M Deva Ibu S

M Meli

: Kalau di poskes di periksa glukosa darahnya juga ? kapan ? terakhir dicek glukosa darahnya berapa ? : Sebentar saya ada alatnya, kemarin dibelikan anak saya dari australia, sebenarnya saya belum kena gula, dikasih obat sama dokter di Panti Rapih, menyarankan minum obat untuk antisipasi penyakit gula : Sejak kapan ibu minum obatnya? : Yang mana ? metformin ? : Iya Bu, sudah lama ? : 3 bulanan mas, gara-gara sakit gigi dulu, perlu pencabutan, di poskes ga ada alatnya terus di beri rujukan untuk periksa gigi sekalian disuruh untuk operasi, sebelum operasi disuruh untuk cek darah, cek tensi, kalau darah bagus, tensi bagus saya baru boleh di operasi katanya, sejak itu saya tau kalau punya tensi tinggi : Ya sejak itu suruh cek darah, cek tensi, terus sama tetangga disuruh marut jipang diminum, suruh makan pace, suruh ngrebus daun salam buat ngobati hipertensinya, terus tensinya bisa turun sampai 120/80

Ibu S

M Deva Ibu S M Deva Ibu S

Ibu S

Karena kesusahan menusukkan alat, minta ijin sama ibunya untuk menusukkan langsung lalu di ukur oleh mbak Meli. Ibu S M Juju Ibu S M Juju Ibu S M Juju Ibu S : Berapa ? : Sebentar ya Bu sedang dihitung : Iya mbk : 149 bu, ya masih normal, kemarin berapa Bu ? : Kemarin cuma 115 mbak. : Mungkin sedang kecapekan itu, terus makannya yang dimakan Ibu ? : Makannya karena kemarin ada hajatan jadi makananya juga asal makan, hahaha M Meli Ibu S M Juju M Meli : Nah mangkanya gulanya sedikit naik jadi 149, sudah makan Bu ? : Barusan makan mba : Oh ya, mungkin itu juga pengaruh jadi gulanya naik, Ibu habis makan : Di jaga Bu konsumsi makannya yang berlemak, yang asin, yang manismanis dikurangi Ibu S : Iya, mangkanya kemarin dokter X, kawatir, saya sudah obesitas, tensinya sudah tinggi, kolesterol sudah tinggi juga, jadi di kasih resep Metformin

sama dokter, bukan karena saya sudah sakit gula tapi supaya tidak sakit gula, pernah juga di kasih simvastatin untuk kolesterol saya. M Deva Ibu S : Kolesterol juga tinggi di Bu ? Berapa ? : 235 tapi sekarang sudah normal cuma 151, saya kalau berasa badan tidak enak, cek darah, cek asam urat juga pernah, di poskes itu cuma bayar Rp 30.000, - M Meli Ibu S : Sudah sama obat ? : Iya, kalu di puskesmas itu mahal, cek gula Rp 12.500, - , cek gula Rp 10.000,- , kolesterol Rp 14.000, -, kalau ke poskes lebih enak, kan sekalian ke gereja, tapi sering sebel, pelayanan lama sekali, seumpama sudah diperiksa, sudah ditensi, sudah cek gula, terus sudah diperiksa dokter, , , nunggu obatnya yang paling lama, bisa pulang jam satu padahal mulai jam 09:30. M Juju : Maaf bu, ini formulir persetujuan pasien untuk di monitoring mohon di isi. Terima kasih