Anda di halaman 1dari 9

III.3.

8 Analisis SEM Membran direndam dalam nitrogen cair selama beberapa detik sampai mengeras lalu diangkat dan dipatahkan dengan pinset pada kedua ujungnya. Membran tersebut kemudian dilapisi dengan logam emas dalam kondisi vakum. Hal ini dimaksudkan untuk mencegah terjadinya akumulasi listrik statis pada sampel. Membran dimasukkan ke dalam instrumen dan dipotret penampang bagian permukaan dan penampang lintang dengan perbesaran tertentu. 1. Morfologi Membran Statistika pori meliputi ukuran pori, distribusi pori, kerapatan pori, dan rongga dalam membran. Terdapat beberapa metode yang digunakan untuk mengetahui statistika pori membran, salah satunya adalah pengamatan langsung dengan SEM (Scanning Electron Microscope). SEM merupakan alat yang mampu memfoto suatu permukaan dengan perbesaran dari ! sampai 1!!!!! kali. "rinsip kerja SEM adalah permukaan contoh dibombardir oleh elektron berenergi tinggi dengan energi kinetik antara 1# $ k%, elektron yang langsung menumbuk contoh ini dinamakan elektron primer, sedangkan elektron yang terpantul dari contoh dinamakan elektron sekunder. Elektron sekunder yang berenergi rendah dilepaskan dari atom&atom yang ada pada permukaan contoh dan akan menentukan bentuk rupa contoh '(achmadetin, !!)*. SEM merupakan alat yang digunakan untuk mengamati dan menganalisis struktur mikro dan morfologi pada bidang&bidang, antara lain ilmu dan teknologi bahan, kedokteran, dan biologi. SEM mempunyai daya pisah yang tinggi, yaitu $ +m sehingga SEM dapat menghasilkan pembesaran maksimum $!!.!!! kali. ,nalisis komposisi bahan dapat diperoleh dengan memonitor sinar&- yang dihasilkan dari interaksi elektron dengan spesimen. .etika berkas elektron mengenai spesimen, elektron akan menembus sampai ke suatu kedalaman yang bergantung secara langsung pada energi elektron dan nomor&nomor atom dari atom&atom yang ada di dalam spesimen. "embentukan gambar pada SEM berasal dari berkas elektron yang direfleksikan ke permukaan sampel. "erbedaan panjang gelombang dari sumber pencahayaan ini mengakibatkan perbedaan tingkat resolusi yang dapat dicapai 'Samosir, !!$*.
1

Nata Tahap pembuatan /ata de Soya terdiri atas tiga tahap yaitu sebagai berikut yaitu '1* penyiapan biakan murni, ' * pembuatan starter dan '0* fermentasi. 1alam pembuatan nata, penanaman starter merupakan hal penting. Starter adalah populasi mikroba dalam jumlah dan kondisi fisiologis yang siap diinokulasikan pada media fermentasi. Media stater ini diinokulasi dengan biakan murni. "ada permukaan starter akan timbul mikroba membentuk lapisan tipis ber2arna putih, lapisan ini disebut dengan nata. Semakin lama lapisan ini akan semakin tebal sehingga ketebalannya mencapai 1,$ cm. %olume starter disesuaikan dengan volume media fermentasi yang akan disiapkan. 1ianjurkan volume starter tidak kurang dari $3 dari volume media yang akan difermentasikan menjadi nata. "emakaian starter yang terlalu banyak tidak dianjurkan karena tidak ekonomis ' ,nonim, 144) *. Starter dibuat dengan tujuan memperbanyak jumlah bakteri ,cetobacter 5ylinum sehingga en6im yang dihasilkan lebih banyak dan reaksi pembentukan nata dapat berjalan lebih lancar. Tujuan lainnya adalah agar bakteri asing dapat terhambat pertumbuhannya karena jumlah ,cetobacter 5ylinum lebih dominan. Selain itu pembuatan starter dapat mempercepat penyesuaian diri ,cetobacter 5ylinum dari media padat ke media cair 'Suryani,dkk. !!$*. 7nkubasi pembuatan 89 dilakukan pada pH :. Hal ini dikarenakan A. xylinum juga memproduksi selulase di samping 89. Selulase dapat menurunkan derajat polimerisasi dari satu 89. "ada pH tersebut, jumlah selulase yang diproduksi sedikit 'Toyosaki et al. 144$*. Selulosa Asetat Selulosa asetat merupakan salah satu jenis polimer yang paling banyak digunakan untuk industri. 1i antaranya adalah sebagai polimer pada pembuatan membran. Selulosa seperti ditunjukkan pada ;ambar 1.

;ambar 1 Struktur selulosa. "embuatan selulosa asetat dapat dilakukan dengan mereaksikan selulosa dengan anhidrida asetat menggunakan katalis H S<:. Selain asam sulfat, dalam pembentukan selulosa asetat dapat digunakan katalis asam perklorat dan seng klorida 'Sj=str=m 144$*. ;ambar (eaksi asetilasi selulosa Secara komersial selulosa asetat dibuat dengan menggunakan bahan baku kapas dan pulp kayu bermutu tinggi. Salah satu masalah dalam produksi selulosa asetat pulp kayu adalah rendahnya mutu dan kemurnian selulosa kayu, karena pulp kayu masih mengandung hemiselulosa dan lignin. .eduanya merupakan senya2a yang tidak diinginkan dalam bahan baku produksi asetat. /amun saat ini telah banyak dilaporkan penggunaan selulosa bakteri sebagai bahan dasar pembuatan selulosa asetat, salah satunya oleh Safriani ' !!!* yang membuat biopolimer selulosa asetat dengan bahan dasar nata de soya. "embuatan 9, terdiri dari empat tahap, yaitu praperlakuan 'aktivasi*, asetilasi, hidrolisis, dan purifikasi. Tahap aktivasi menggunakan asam asetat glasial sebagai aktivator ',rifin !!:, ,2alludin et al. !!:*. ,setilasi bertujuan mensubstitusi gugus hidroksil dari selulosa dengan gugus asetil. .atalis yang dibutuhkan untuk proses asetilasi adalah asam sulfat. .elebihan penggunaan asam sulfat antara lain suhu yang rendah selama esterifikasi, konsentrasi rendah, dan absorbsi ke dalam serat selulosa cepat. "roses asetilasi berlangsung $&1! jam atau sampai materi larut sempurna dalam campuran asetilasi. "erlakuan terbaik pembuatan 9, adalah menggunakan nisbah selulosa dan pereaksi asetilasi 1>$ ',rifin !!:*. Hidrolisis dilakukan dengan asam asetat encer untuk mengurangi kadar asetil hingga diperoleh derajat substitusi yang diinginkan 'Tabel 1*. Hidrolisis dilakukan selama 0! menit.
3

Tabel 1 Hubungan derajat substitusi dengan kadar asetil Sumber> ?engel et al. '14@$* .adar asetil berpengaruh terhadap pelarut yang digunakan pada proses pembuatan membran 'Tabel *. "urifikasi dilakukan dengan sentrifugasi bertujuan untuk memisahkan 89 yang terasetilasi dan yang tidak, lalu disuspensikan ke dalam akuades 'Mark et al. 14A$*. Tabel .elarutan selulosa asetat Sumber> .irk B <thmer '1440* Polistirena "olistirena '"S* merupakan polimer dengan stirena sebagai unit monomernya ';ambar *. "S ber2ujud termoplastik padat pada suhu kamar dengan titik leleh 1:$ C9. "S padat murni adalah sebuah plastik tak ber2arna, keras dengan fleksibilitas yang terbatas yang dapat dibentuk menjadi mol dengan detail yang bagus. "S dapat menjadi bening atau dapat dibuat menjadi banyak 2arna. "S digunakan untuk membuat model plastik, pemaketan cakram kompak 'compact disc* atau 1%1 'digital video disc*, dan banyak objek lainnya.

;ambar

Struktur polistirena.

Dhang et al. ' !! * menyatakan polistirena memiliki stabilitas panas dan dimensi yang baik, keras, kaku, dan murah. "olistirena sedikit agak rapuh sehingga sering dimodifikasi dengan campuran atau kopolimerisasi yang diinginkan. "olistirena dan bentuk kopolimernya memiliki aliran yang baik pada suhu di ba2ah kisaran penguraian dan mudah ditekan 'Mark 1444*. ,kan tetapi, "S dapat mengakibatkan keracunan terutama dalam fase gas dan iritasi pada mata serta kulit. Menurut Meenakshi et al. ' !!1* dan (ahmadetin ' !!)*, penambahan "S dapat meningkatkan kekuatan tarik membran 9,. Selain itu, keunggulan lain
4

"S antara lain kuat, tahan lama, mudah dibentuk, dan murah. ,kan tetapi, interaksi antara 9, dan "S yang dicampurkan hanya terjadi secara fisik dan tidak ada interaksi kimia '(achma2ati !!)*. "S bersifat termoplastik, tak ber2arna, memiliki tegangan tarik sebesar :A#A! M"a dengan densitas 1!$! kgEm0. "elunakan "S dapat terjadi pada suhu 1!! F9 dan penyinaran dalam 2aktu yang lama dengan sinar ultraviolet dapat mempengaruhi kekuatan dan ketahanannya terhadap panas '9o2d 14@ *. Sifat mekanik "S dapat dilihat pada Tabel 0. Tabel 0 Sifat mekanik "S '(abek 14@0*

Poli(etilena glikol) "oli'etilena glikol* '"E;* adalah polimer kondensasi antara etilena oksida dan air. "ada suhu kamar, "E; memiliki 2ujud cair dan padat sesuai dengan bobot molekulnya. Senya2a "E; dengan bobot molekul hingga )!! gEmol memiliki 2ujud cair yang tidak ber2arna dan tidak berbau, sedangkan "E; yang memiliki bobot molekul lebih dari itu berbentuk padatan ber2arna putih seperti lilin 'MS1S dalam (achma2ati !!)*.

;ambar 0 Struktur poli'etilena glikol*. "oli'etilena glikol* memiliki banyak kegunaan di berbagai bidang industri, di antaranya sebagai pelembut dan agen antistatik pada tekstil, efek pencerah dan peningkat daya rekat pada elektroplating, bahan pelapis kertas dan penstabil pe2arna pada industri kertas. 8entuk fisik "E;, pada suhu ruang, bergantung pada bobot molekulnya '8M*. "E; dengan 8M kurang dari )!!

berbentuk cairan tak ber2arna, )!!&1!!! semipadat ber2arna putih, dan lebih dari 1!!! serpihan ber2arna putih ',nonim !!$*. "oli'etilena glikol* diketahui dapat membentuk pori&pori pada membran 'Gang et al. !!1*. "E; ditambahkan pada dope untuk membentuk membran, kemudian dihilangkan dengan penguapan dan pencelupan. Hejak yang ditinggalkan "E; inilah yang menyebabkan terbentuknya pori. Semakin banyak jumlah pori yang homogen, laju permeat yang melalui membran semakin meningkat. Menurut (istiyani ' !!A*, "E; mampu membentuk pori&pori pada membran selulosa asetat. ?adillah ' !!0* menyatakan bah2a interaksi antara konsentrasi "E; dan 9, berpengaruh terhadap ukuran pori&pori membran. ?luks membran akan meningkat dengan bertambahnya konsentrasi "E; atau berkurangnya konsentrasi 9,. Gang et al. ' !!1* menyebutkan pula bah2a peningkatan jumlah "E; dapat meningkatkan porositas membran komposit. Klasifikasi Membran 8rocks '14@0* menyatakan bah2a membran juga dapat dibedakan berdasarkan ukuran partikel yang dapat melaluinya, yaitu '1* mikrofilter, memisahkan partikel yang berukuran !. #!.1 +m, ' * ultrafilter, memisahkan partikel yang berukuran !.!1#!.1 +m, '0* nanofilter, memisahkan partikel yang berukuran !.!!1 +m dan ':* osmosis balik, memisahkan partikel yang berukuran !.!!!1#!.!!1 +m. "embuatan membrane dilakukan pada ruangan tertutup yang jenuh dengan pelarut. ,gar konsentrasi pelarut terjaga tetap, penambahan pelarut dilakukan dengan lambat sehingga struktur membrane yang diperoleh memiliki pori yang seragam dan homogen. 1. Mikrofiltrasi 'jurnal membran* Mikrofiltrasi merupakan pemisahan partikel berukuran micron atau submicron. 8entuknya la6im berupa cartridge, gunanya untuk menghilangkan partikel dari air yang berukuran !,!: sampai 1!! mikron. ,salkan kandungan pdatan total terlarut tidak melebihi 1!! ppm. Filtrasi cartridge merupakan filtrasi mutlak. ,rtinya partikel padat akan tertahan, terkadang cartridge yang berbentuk silinder itu dapat dibersihkan. 9artridge tersebut diletakkan di dalam 2adah tertentu (housing*. 8ahan cartridge beraneka > katun, ool, rayon, selulosa, !iberglass,
6

poly propilen, akrilik, nilon, asbes, ester"ester selulosa, polimer hidrokarbon ter!luorinasi. Henis& jenis cartridge dikelompokkan > '1* 9artridge leletan ' * 9artridge rajut&lekatan&terjurai '0* 9artridge lembar berpori 'kertas saring khusus, media nirpintal,membran, berkarbon* . <smosis 8alik '(<* Membran (< dibuat dari berbagai bahan seperti selulosa asetat (#A), poliamida ($A), poliamida aromatis, polieteramida,polieteramina, polieterurea, poli!elilene oksida, poli!enilen biben%imida%ol,dsb. Membran komposit film tipis terbuat dari berbagai bahan polimer untuk substratnya ditambah polimer lapisan fungsional diatasnya. Membran mengalami perubahan karena memampat dan fouling 'sumbat*. "emampatan atau fluks&merosot itu serupa dengan perayapan plasticElogam bila terkena beban tegangan kompresi. Makin besar tekanan dan suhu, biasanya tak reversible dan membran makin mampat. /ormalnya, membran bekerja pada suhu 1& 0$ derajat celcius. ?ouling membran itu diakibatkan oleh 6at&6at dalam air baku misalnya kerak, pengendapan koloid, oksida logam, organic dan silica. 8erdasarkan kajian ekonomi menunjukkan osmosis balik mempunyai keuntungan sebagai berikut I 1. Jntuk umpan padatan total terlarut di ba2ah :!! ppm, osmosis balik merupakan perlakuan yang murah. . Jntuk umpan padatan total terlarut di ats :!! ppm, dengan penuruanan padatan total terlarut 1!3 semula, osmosis balik sangat menguntungkan disbanding dengan deionisasi 0. Jntuk umpan berapapun konsentrasi padatan total terlarut, disertai kandungan organic lebih daripada 1$ gEliter, osmosis balik sangat baik untuk praperlakuan deionisasi. :. <smosis balik sedikit berhubungan dengan bahan kimia, sehingga lebih praktis.
7

0. Jltrafiltrasi Membran ultrafiltrasi adalah teknik proses pemisahan 'menggunakan* membran untuk menghilangkan berbagai 6at terlarut 8M 'berat molekul* tinggi, aneka koloid, mikroba sampai padatan tersuspensi dari air larutan. Membran semipermeabel dipakai untuk memisahkan makromolekul dari larutan. Jkuran dan bentuk molekul terlarut merupakan faktor penting. 1alam teknologi pemurnian air, membran ultrafiltrasi dengan berat molekul membran 'MK9* 1!!! # !!!! la6im untuk penghilangan pirogen, sedangkan berat molekul !.!!!!* dapat dihilangkan oleh membrane membrane 'MK9* @!.!!!& 1!!.!!! untuk pemakaian penghilangan koloid. Terkadang pirogen '8M 1!.!!!& @!.!!! karena adanya membrane dinamis. Tekanan sistem ultrafiltrasi biasanya rendah, 1!&1!! psi ')!&)!! k"a*, maka dapat menggunakan pompa sentrifugal biasa. Membran ultrafiltrasi sehubungan dengan pemurnian air dipergunakan untuk menghilangkan koloid 'penyebab fouling* dan penghilangan mikroba, pirogen dan partikel dengan modul higienis. Membran ultrafiltrasi dibuat dengan mencetak polimer selulosa acetate '9,* sebagai lembaran tipis. ?luks maksimum bila membrannya anisotropic, ada kulit tipis rapat dan pengemban berpori. Membran selulosa acetate '9,* mempunyai sifat pemisahan yang bagus namun sayangnya dapat dirusak oleh bakteri dan 6at kimia, rentan pH. ,dapula membrane dari polimer polisulfon, akrilik, juga polikarbonat, "%9, poliamida, piliviniliden fluoride, kopolimer ,/&%9, poliasetal, poliakrilat, kompleks polielektrolit, "%, ikat silang. Huga dapat dibuat membrane dari keramik, aluminium oksida, 6irconium oksida, dsb. :. /anofiltrasi "roses nanofiltrasi merejeksi kesadahan, menghilangkan bakteri dan virus, menghilangkan 2arna karena 6at organik tanpa menghasilkan 6at kimia berbahaya seperti hidrokarbon terklorinisasi. /anofiltrasi cocok bagi air padatan total terlarut rendah, dilunakkan dan dihilangkan organiknya. Sifat rejeksinya khas terhadap tipe ion > ion d2ivalen lebih cepat dihilangkan daripada yang ekavalen, sesuai saat membrane itu diproses, formulasi bak pembuat, suhu, 2aktu annealing, dan lain&lain. ?ormulasi dasarnya mirip osmosis balik tetapi
8

mekanisme operasionalnya mirip ultrafiltrasi. Hadi nanofiltrasi itu gabungan antara osmosisi balik dan ultrafiltrasi.