Anda di halaman 1dari 13

Kontribusi Pangan : Lauk Hewani BAB II Kontribusi Kontribusi Kontribusi Tingkat Tingkat Kontribusi Kontribusi Kontribusi Tingkat Protein

Konsumsi Protein Konsumsi at Pemilihan Konsumsi Protein Protein Besi Besar Lauk Protein Lauk Lauk at Daya Protein Hewani Pengetahuan Keluarga Lauk Sayuran Besi Pendapatan Hewani Bahan Lauk Pendidikan Protein Hewani Beli Hewani dan Hewani Makanan at Besi Lauk Nabati Sayuran TINJAUAN PUSTAKA
A. Lauk Hewani

Lauk hewani merupakan sumber protein yang kaya akan asam amino esensial! tidak dapat disintesis dalam tubuh" Lauk hewani ber#ungsi untuk pertumbuhan dan perkembangan organ$organ sehingga harus ada dalam makanan" Bahan makanan hewani adalah daging! telur! ikan dan ayam" Daging dan telur termasuk bahan hewani yang merupakan sumber protein kaya akan asam amino esensial" %yam termasuk bangsa burung atau unggas yang paling populer sekarang ini karena harganya relati# murah! rasanya &ukup le'at! serta berbagai &ara pengolahan dapat dilakukan dengan mudah dan &epat" (kan men)adi hidangan utama masyarakat didaerah pantai atau aliran sungai karena ketersediannya melimpah *+ripi! ,--,." Bahan makanan hewani adalah bahan makanan yang berupa atau berasal dari hewan atau produk$produk yang diolah dengan menggunakan bahan dasar asal hewan" Pangan hewani mempunyai berbagai keunggulan dibanding pangan nabati" Pertama! pangan hewani terasa gurih atau enak karena mengandung protein dan lemak yang banyak" Kedua! pangan hewani mengandung protein yang lebih berkualitas karena mudah digunakan tubuh dan memiliki komposisi asam amino yang lengkap *Hardinsyah ,--/." Ketiga! pangan hewani mengandung berbagai 'at gi'i mineral yang tinggi dan mudah digunakan oleh tubuh" Misalnya kalsium pada susu! 'at besi! 'ink dan selenium yang banyak di dalam daging! hati dan telur" Kalsium dan 'ink berperan dalam pertumbuhan dan berbagai proses dalam tubuh" at besi bersama 'at gi'i lainnya berperan dalam pembentukan sel$sel darah merah hemoglobin" Hemoglobin berguna untuk membawa oksigen ke seluruh bagian tubuh" Bila kadar hemoglobin rendah *anemia. maka tubuh kekurangan oksigen! badan men)adi lemah! konsentrasi bela)ar dan stamina atau produkti0itas ker)a men)adi menurun *Hardinsyah ,--/." Keempat! pangan hewani mengandung 'at gi'i 0itamin yang unik" Misalnya 0itamin % dalam hati dan kuning telur yang mudah digunakan tubuh" Kemudian 0itamin B1, yang tidak terdapat pada pangan nabati" 2itamin B1, yang kaya dalam pangan hewani berperan penting dalam pembentukan sel darah merah yang

menangkap oksigen bagi tubuh dan dalam pembentukan myelin syara# *Hardinsyah ,--/." Mutu protein ditentukan oleh )enis dan proporsi asam$asam amino yang dikandungnya" Pola asam amino pada protein hewani merupakan yang terbaik untuk memenuhi kebutuhan manusia karena polanya menyerupai pola kebutuhan asam amino manusia" 3leh karena itu! apabila pangan hewani digunakan sebagai sumber protein tunggal dalam )umlah memenuhi kebutuhan manusia maka ia memberikan semua asam$asam amino esensial dalam )umlah &ukup" Kelebihan asam$asam amino esensial dapat digunakan untuk mensintesis asam$asam amino nonesensial" Pangan sumber protein hewani adalah daging! ayam! ikan! telur! susu! dan produk olahannya *4iyadi ,--5."
B. Lauk Nabati

Lauk nabati merupakan bahan makanan yang bersumber dari protein nabati" Bahan makanan ini terdiri atas golongan ka&ang 6 ka&angan dan hasil olahannya! seperti tempe dan tahu" Sumber protein nabati )uga lebih murah harganya dibandingkan dengan sumber protein hewani *%hma&d D)aeni Sediaoetama! 17/7." Protein ka&ang 6 ka&angan mempunyai nilai gi'i lebih rendah dibandingkan dengan protein dari )enis daging *protein hewani." Kalau protein hewani termasuk kualitas lengkap *kualitas sempurna.! maka protein ka&ang 6 ka&angan hanya men&apai nilai kualitas setengah sempurna! bahkan banyak yang berkualitas protein tidak sempurna *protein tidak lengkap. *%hma&d D)aeni Sediaoetama! 17/7." Sumber protein nabati )uga lebih murah harganya dibandingkan dengan sumber protein hewani! sehingga ter)angkau oleh daya beli sebagian besar masyarakat" Karena itu di negara 6negara Barat sumber protein ka&ang 6 ka&angan disebut )uga bersumber 8protein si miskin9 *poor man:s protein. atau 8daging si miskin9" Namun ini kurang menguntungkan menyebabkan ka&ang 6 ka&angan diberi nilai sosial rendah! sehingga tidak begitu disukai oleh masyarakat dari golongan penghasilan tinggi atau menengah *%hma&d D)aeni Sediaoetama! 17/7."
C. Sayuran

Sayuran merupakan bahan makanan yang berasal dari tumbuhan *bahan makanan nabati." Bagian tumbuhan yang dapat dibuat sayur adalah daun *sebagian

besar sayur adalah daun.! batang *wortel.! bunga *)antung pisang.! buah

muda

*ka&ang pan)ang! labu! nangka muda.! dapat dikatakan bahwa semua bagian tumbuhan dapat di)adikan bahan makanan sayur *%hma&d D)aeni Sediaoetama! 17/7." Sayur yang berwarna hi)au merupakan sumber kaya karotin *pro0itamin %. semakin tua warna hi)au itu semakin banyak kandungannya akan karotin tersebut" Sayur yang berwarna hi)au tua tersebut diantaranya kangkung! daun singkong! daun katik! daun pepaya! gen)er dan daun kelor." Sayur berupa daun ini harus selalu terdapat dalam susunan hidangan setiap harinya *%hma&d D)aeni Sediaoetama! 17/7." Mineral yang banyak terdapat pada sayuran adalah 'at besi *;e.! seng< 'in& * n.! tembaga *=u.! mangan *Mn.! kalsium *=a.! dan #os#or *;. *%stawan! ,--/." Kurangnya 'at besi di dalam tubuh dapat disebabkan oleh kurang makan sumber makanan yang mengandung 'at besi! makanan &ukup namun yang dimakan bio0ailabilitas besinya rendah sehingga )umlah 'at besi yang diserap kurang dan makanan yang dimakan mengandung 'at penghambat penyerapan besi" (nhibitor *penghambat. utama penyerapan ;e adalah #itat dan poli#enol" ;itat terutama ditemukan pada bi)i$bi)ian sereal! ka&ang! dan beberapa sayuran seperti bayam" Poli#enol di)umpai dalam minuman kopi! teh! sayuran! dan ka&ang 6 ka&angan *Departemen >i'i dan Kesehatan Masyarakat! ,--/." Sayuran daun berwarna hi)au! dan sayuran berwarna )ingga seperti wortel dan tomat mengandung lebih banyak pro0itamin % berupa beta karoten daripada sayuran tidak berwarna" Sayuran berwarna disamping itu kaya akan kalsium! 'at besi! asam #olat dan 0itamin =" Sayuran tidak berwarna seperti labu asam! ketimun! nangka dan rebung tidak banyak mengandung 'at besi" Memakannya hanya untuk kenikmatan! dian)urkan sayuran yang dimakan tiap hari terdiri dari &ampuran sayuran daun! ka&ang$ka&angan! dan sayuran berwarna )ingga *%risman! ,--?.
D. Tingkat Konsumsi Protein

Protein adalah bagian dari semua sel hidup yang merupakan bagian terbesar tubuh sesudah air" Protein mempunyai #ungsi khas yang tidak dapat digantikan oleh 'at lain! yaitu membangun serta memelihara sel 6 sel dan )aringan tubuh *%lmatsier! ,--@." Protein merupakan asam amino esensial yang diperlukan sebagai 'at pembangun! yaitu untuk pertumbuhan dan pembentukan protein dalam serum!

hemoglobin! en'im! hormon dan antibodi" Selain itu untuk mengganti sel 6 sel yang telah rusak! memelihara keseimbangan asam basa &airan tubuh! dan sumber energi *%risman! ,--@." ;ungsi khas protein inilah yang menyebabkan protein sangat dibutuhkan oleh rema)a" Hal ini dikarenakan rema)a merupakan kelompok yang dalam masa pertumbuhan dan perkembangannya memerlukan 'at gi'i yang relati# besar )umlahnya dan bila konsumsi tidak seimbang maka dapat menimbulkan masalah gi'i *Khomsan! ,--,." Bahan makanan hewani merupakan sumber protein yang baik! dalam )umlah maupun mutunya! seperti telur! susu! daging! unggas! ikan! dan kerang" Mutu protein bahan makanan hewani lebih tinggi dari makanan nabati! dengan telur memiliki mutu protein tertinggi" Protein hewani pada umumnya mempunyai susunan asam amino yang paling sesuai untuk kebutuhan manusia" +ntuk men)amin mutu protein dalam makanan sehari$hari! dian)urkan sepertiga bagian protein yang dibutuhkan berasal dari protein hewani *%lmatsier! ,--,." %pabila pangan hewani digunakan sebagai sumber protein tunggal dalam )umlah memenuhi kebutuhan manusia maka ia dapat memberikan semua asam$asam amino esensial dalam )umlah &ukup" Hal ini dikarenakan pola asam amino pada protein hewani menyerupai pola kebutuhan asam amino manusia *4iyadi ,--5." %kan tetapi harga pangan hewani relati# mahal" Bahan makanan hewani kaya dalam protein bermutu tinggi! tetapi hanya merupakan 1/!AB konsumsi protein rata$ rata penduduk (ndonesia" Sedangkan bahan makanan nabati yang kaya protein adalah ka&ang 6 ka&angan dengan kontribusi rata 6 rata 7!7B *%lmatsier! ,--,."
E. Tingkat Konsumsi Zat Besi a. De#inisi Besi

Besi merupakan 'at mikro yang paling banyak terdapat di dalam tubuh manusia dan hewan! yaitu sebanyak @ 6 C gram di dalam tubuh manusia dewasa" Besi mempunyai beberapa #ungsi esensial di dalam tubuh! yaitu sebagai alat angkut oksigen dari paru 6 paru ke )aringan tubuh! sebagai alat angkut elektron di dalam sel! dan sebagai bagian terpadu berbagai reaksi en'im di dalam )aringan tubuh" Dalaupun terdapat luas di dalam makanan banyak penduduk dunia yang kekurangan besi! termasuk (ndonesia" Kekurangan besi se)ak tiga puluh tahun

terakhir diakui berpengaruh terhadap produkti0itas ker)a! penampilan kogniti#! dan sistem kekebalan*%lmatsier! ,--@."
b. ;ungsi Besi

;ungsi besi sebagai berikut *%lmatsier! ,--@. :


$

Metabolisme energi Di dalam sel! besi beker)a sama dengan rantai protein 6 pengangkut 6

elektron! yang berperan dalam langkah 6 langkah akhir metabolisme energi" Protein ini memindahkan hidrogen dan elektron yang berasal dari 'at gi'i penghasil energi ke oksigen! sehingga membentuk air" Dalam proses tersebut dihasilkan %TP" Menurunnya produkti0itas ker)a pada kekurangan besi disebabkan oleh dua hal! yaitu berkurangnya en'im 6 en'im mengandung besi dan besi sebagai ko#aktor en'im 6 en'im yang terlibat dalam metabolisme energi E menurunnya hemoglobin darah" %kibatnya! metabolisme energi di dalam otot terganggu dan ter)adi penumpukan asam laktat yang menyebabkan rasa lemah"
$

Kemampuan bela)ar Kadar besi dalam darah meningkat selama pertumbuhan hingga

rema)a" Kadar besi otak yang kurang pada masa pertumbuhan tidak dapat diganti setelah dewasa" De#isiensi besi berpengaruh negati# terhadap #ungsi otak! terutama terhadap #ungsi sistem neurotransmitter *pengatur sara#." %kibatnya! kepekaan reseptor sara# dopamin berkurang yang dapat berakhir dengan hilangnya reseptor tersebut" Daya konsentrasi! daya ingat! dan kemampuan bela)ar terganggu! ambang batas rasa sakit meningkat! #ungsi kelen)ar tiroid dan kemampuan mengatur suhu tubuh menurun"
$

Sistem kekebalan Besi memegang peranan dalam sistem kekebalan tubuh" 4espons

kekebalan sel oleh lim#osit$T terganggu karena berkurangnya pembentukan sel 6 sel tersebut! yang kemungkinan disebabkan oleh berkurangnya sintesis DN%" Berkurangnya sintesis DN% ini disebabkan oleh gangguan en'im reduktase ribonukleotida yang membutuhkan besi untuk dapat ber#ungsi"

Pelarut obat 6 obatan 3bat 6 obatan tidak larut air oleh en'im mengandung besi dapat

dilarutkan hingga dapat dikeluarkan dari tubuh"


c. Sumber Besi

Sumber besi yang baik adalah makanan hewani! seperti daging! ayam! telur dan ikan" Sumber besi yang baik lainnya adalah serealia tumbuk! ka&ang 6 ka&angan! sayuran hi)au dan beberapa )enis buah" Pada umumnya besi di dalam daging! ayam dan ikan mempunyai ketersediaan biologik tinggi! besi di dalam serealia dan ka&ang 6 ka&angan mempunyai ketersediaan biologik sedang! dan besi di dalam sebagian besar sayuran! terutama yang mengandung asam oksalat tinggi! seperti bayam mempunyai ketersediaan biologik rendah *%lmatsier! ,--@." Bahan makanan yang berasal dari makanan hewani di samping mengandung banyak 'at besi serapan 'at besi dari makanan tersebut sebesar ,- 6 @-B *%risman! ,--A." Tabel 1 Nilai besi berbagai bahan makanan *mg<1-- gr. Bahan Makanan Nilai Bahan Makanan ;e Tempe ka&ang kedelai murni Ka&ang kedelai kering Ka&ang hi)au Ka&ang merah Kelapa tua! daging +dang segar Hati sapi Daging sapi Telur bebek 1-!/!5!? C!,!/!5!5 ,!/ ,!/ Fagung kuning! pipil lama Biskuit 4oti putih Beras setengah giling Kentang Daun ka&ang hi)au Bayam Sawi Daun katuk Nilai ;e ,!A ,!? 1!C 1!, -!? 5!, @!7 ,!7 ,!?

Telur ayam (kan segar %yam >ula kelapa

,!? ,!1!C ,!/

Kangkung Daun singkong Pisang ambon Ke)u

,!C ,!-!C 1!C

Sumber : DKBM! Depkes" 17?7"


d. ;aktor #aktor yang Mempengaruhi %bsorpsi Besi *%lmatsier! ,--@.: $

Bentuk besi Besi hem yang merupakan bagian dari hemoglobin dan mioglobin

penyerapannya kurang lebih A-B dari besi dalam daging hewan! ayam dan ikan" Besi nonhem terdapat dalam serealia! telur! ka&ang 6 ka&angan! sayuran hi)au dan beberapa )enis buah" Makan besi hem dan nonhem se&ara bersama dapat meningkatkan penyerapan besi nonhem"
$

%sam organik Seperti 0itamin = sangat membantu penyerapan besi nonhem dengan

merubah bentuk #eri men)adi bentuk #ero" 3leh karena itu sangat dian)urkan makan sumber 0itamin = tiap kali makan"
$

%sam #itat ;aktor lain di dalam serat serealia dan asam oksalat di dalam sayuran

menghambat penyerapan besi" ;aktor 6 #aktor ini mengikat besi! sehingga mempersulit penyerapannya"
$

Tanin Merupakan poli#enol dan terdapat di dalam teh! kopi dan beberapa

)enis sayuran dan buah )uga menghambat absorpsi besi dengan &ara mengikatnya"
$

Tingkat keasaman lambung

Kekurangan asam klorida di dalam lambung atau penggunaan obat 6 obatan yang bersi#at basa! seperti antasid menghalangi absorpsi besi"
$

;aktor (ntrinsik Di dalam lambung membantu penyerapan besi! diduga karena hem

mempunyai struktur yang sama dengan 0itamin B1,"


$

Kebutuhan Tubuh Bila tubuh kekurangan besi atau kebutuhan meningkat pada masa

pertumbuhan! absorpsi besi nonhem dapat meningkat sampai sepuluh kali! sedangkan besi hem dua kali"
F.

Angka Kecukupan Protein an Zat Besi Ke&ukupan gi'i yang dian)urkan *%K>. adalah ke&ukupan rata 6 rata 'at gi'i setiap hari bagi setiap orang menurut golongan umur! )enis kelamin! ukuran tubuh dan akti#itas untuk men&apai dera)at kesehatan yang optimal *%lmatsier! ,--@." %ngka ke&ukupan gi'i yang dian)urkan didasarkan pada patokan berat badan untuk masing 6 masing kelompok umur! gender! dan akti#itas #isik" Patokan berat badan tersebut didasarkan pada berat badan orang 6 orang yang mewakili sebagian besar penduduk yang mempunyai dera)at kesehatan yang optimal *%lmatsier! ,--@." Tabel , %ngka Ke&ukupan Protein dan at Besi 4ata 6 4ata yang Dian)urkan No " 1" ," Kelompok +mur Berat Badan Protein *g. *tahun. 15 6 17 ,- 6 AC *kg. CCA C1 A/ at *mg. ,C ,5 Besi

Sumber : Didya Karya Pangan dan >i'i! ,--A"


G. !aktor " !aktor #ang $empengaru%i Konsumsi Protein 1. Besar Keluarga

Data besar keluarga berdasarkan BKKBN 177/ dikategorikan men)adi tiga kelompok yaitu keluarga ke&il yang terdiri dari G empat orang! keluarga sedang

dengan )umlah anggota keluarga sebanyak lima sampai enam orang! dan keluarga besar dengan )umlah anggota keluarga sebanyak H tu)uh orang" Besar keluarga dide#inisikan sebagai keseluruhan )umlah anggota keluarga yang terdiri dari suami! istri! anak! dan anggota keluarga lainnya yang tinggal bersama" Ke)adian kurang energi protein berat sedikit di)umpai pada keluarga yang memiliki anggota lebih ke&il" Hal ini ter)adi karena! )ika besar keluarga bertambah maka pangan untuk setiap anak berkurang dan banyak orang tua tidak menyadari bahwa anak$anak yang sedang tumbuh memerlukan pangan relati# lebih tinggi daripada golongan yang lebih tua *Suhard)o! ,--@."

2. Pendidikan

Tingkat pendidikan sangat berpengaruh terhadap perubahan sikap dan perilaku hidup sehat" Tingkat pendidikan yang lebih tinggi akan memudahkan seseorang atau masyarakat untuk menyerap in#ormasi dan mengimplementasikannya dalam perilaku dan gaya hidup sehari$hari! khususnya dalam hal kesehatan dan gi'i *;allah ,--A dalam DKNP> ,--A." Tingkat pendidikan orang tua mempunyai korelasi positi# dengan &ara mendidik dan mengasuh anak" Tingkat pendidikan baik langsung maupun tidak langsung akan mempengaruhi pola komunikasi antar anggota keluarga" Pendidikan akan sangat mempengaruhi &ara! pola! kerangka berpikir! persepsi! pemahaman dan kepribadian yang nantinya merupakan bekal dalam berkomunikasi *>unarsa I >unarsa 177C."
3. Pendapatan

Keluarga yang berpenghasilan &ukup atau tinggi lebih mudah dalam menentukan pemilihan bahan pangan sesuai dengan syarat mutu yang baik" Tingkat pendapatan merupakan #aktor yang menentukan kualitas dan kuantitas makanan yang dikonsumsi" Pendapatan yang tinggi akan meningkatkan daya beli sehingga keluarga mampu membeli pangan dalam )umlah yang diperlukan dan akhirnya berdampak positi# terhadap status gi'i" Penurunan pendapatan terkait erat dengan penurunan tingkat ketahahan pangan dan ter)adinya masalah gi'i kurang" Keterkaitan ketahanan pangan dan ketidaktahanan pangan dapat di)elaskan dengan hukum Engel dimana saat ter)adi peningkatan pendapatan! konsumen akan

membelan)akan pendapatannya untuk pangan dengan alokasi semakin ke&il" Sebaliknya bila pendapatan menurun! alokasi yang dibelan)akan untuk pangan semakin meningkat *Soekirman ,---."

4. Pengetahuan >i'i

Menurut Notoatmod)o *,--C.! pengetahuan akan membuat seseorang mengerti sesuatu hal dan mengubah kebiasaannya! sehingga meningkatkan pengetahuan akan merubah kebiasaan seseorang mengenai sesuatu" Fika peningkatan itu ter)adi pada pengetahuan akan gi'i! maka akan ter)adi perubahan kebiasaan terkait dengan gi'i sehingga men)adi lebih baik" Pengetahuan gi'i merupakan pengetahuan tentang peranan makanan! makanan yang aman untuk dimakan sehingga tidak menimbulkan penyakit dan &ara pengolahan makan yang baik agar 'at gi'i dalam makanan tidak hilang serta bagaimana &ara hidup sehat *Notoatmod)o ,--@." Menurut Paterrson dan Pietinen *,--7.! tingkat pengetahuan gi'i seseorang berpengaruh terhadap sikap dan perilaku dalam pemilihan makanan yang pada akhirnya akan berpengaruh pada keadaan gi'i yang bersangkutan" Pengetahuan dapat diperoleh dari pendidikan #ormal maupun in#ormal" 4iyadi *1775.! menyatakan bahwa beberapa #aktor yang mempengaruhi )umlah dan )enis makanan yang dikonsumsi adalah banyaknya in#ormasi yang dimiliki oleh seseorang mengenai kebutuhan tubuh akan 'at gi'i! kemampuan seseorang untuk menerapkan pengetahuan gi'i ke dalam pemilihan bahan pangan! dan &ara peman#aatan pangan yang sesuai dengan keadaannya" 3leh karena itu! pengetahuan gi'i sangat erat kaitannya dengan baik buruknya kualitas makanan yang dikonsumsi"
5. Kebiasaan Makan

Model analisis perilaku konsumsi pangan anak$anak yang dikembangkan oleh Lund dan Burk *1757.! mengatakan bahwa suatu konsumsi pangan ter)adi karena ada moti0asi *needs, drives, desires. yang ditentukan oleh beragam proses kogniti# men&akup persepsi! memori! berpikir! memutuskan untuk bertindak" Kebutuhan hidup manusia *termasuk anak$anak. pada dasarnya men&akup tiga ma&am yaitu kebutuhan biologis! kebutuhan psikologis! dan kebutuhan sosial" Selain ketiga ma&am kebutuhan tersebut! ada #aktor lain yang berkaitan langsung

dengan kogniti# dan tidak langsung dengan moti0asi yaitu pengetahuan dan keper&ayaan anak$anak terhadap makanan dan sikap serta penilaian anak terhadap makanan *Suhard)o 17/7."
6. Konsumsi Pangan

Konsumsi pangan meliputi in#ormasi mengenai )enis pangan dan )umlah pangan yang dimakan seseorang atau sekelompok orang *keluarga atau rumah tangga. pada waktu tertentu" Hal ini menun)ukkan bahwa konsumsi pangan dapat ditin)au dari aspek )enis dan )umlah pangan yang dikonsumsi" Pola konsumsi pangan merupakan susunan )enis pangan yang dikonsumsi berdasarkan kriteria tertentu *Hardinsyah I Martianto 177,." Makanan sangat penting untuk kelangsungan kehidupan! setiap makanan yang dikonsumsi akan memberikan pengaruh pada status gi'i dan kesehatan" Makanan mengandung berbagai 'at gi'i yang penting yang dibutuhkan tubuh untuk ke&ukupan energinya! pertumbuhan! dan perkembangan! tingkah laku normal! terhindar dari berbagai ma&am penyakit! dan untuk perbaikan )aringan tubuh" Konsumsi harian 'at gi'i yang penting dipengaruhi oleh 0ariasi makanan yang dikonsumsi dan )umlahnya *Marot' et al. ,--A." =ara seseorang atau sekelompok orang memilih pangan dan memakannya sebagai reaksi terhadap pengaruh$pengaruh #isiologik! psikologik! budaya! dan sosial dikenal sebagai kebiasaan makan" Kebiasaan makan kadang$kadang disebut pola makan! kebiasaan pangan! atau pola pangan *Suhard)o 17/7."

H. Kerangka Teori

&ambar I Kerangka Teori !aktor'!aktor #ang $empengaru%i Tingkat Konsumsi Protein (Unice)* Sumber : +N(=J; dalam Soekirman !1777 *dengan modi#ikasi.

I.

Kerangka Konsep

&ambar + Kerangka Konsep


J.

Hipotesis
$ %da hubungan kontribusi protein lauk hewani dengan tingkat konsumsi protein $ %da hubungan kontribusi protein lauk nabati dengan tingkat konsumsi protein $ %da hubungan kontribusi protein sayuran dengan tingkat konsumsi protein $ %da hubungan kontribusi 'at besi lauk hewani dengan tingkat konsumsi 'at

besi
$ %da hubungan kontribusi 'at besi lauk nabati dengan tingkat konsumsi 'at besi $ %da hubungan kontribusi 'at besi sayuran dengan tingkat konsumsi 'at besi"