Anda di halaman 1dari 6

Laporan Praktikum Mikrobiologi

Hari/Tanggal : Rabu, 5 Desember 2012 Waktu Nama NIM Kelompok Asisten : 11.10-14.30 : Windi Septiarini : J3L111079 :4 : Ebta Genny Muhammad Arif Mulya PJP : Ir. Rina Martini, M.Si.

IDENTIFIKASI BAKTERI: KARAKTERISASI SIFAT BIOKIMIA DAN FISIOLOGIS BAKTERI


Data dan Hasil Pengamatan
No 1 Uji Uji Oksidase Hasil + Keterangan Kertas cakram berwarna merah Gambar

Uji Oksidatif

Kuning

Uji Fermentatif

Kuning

Uji Motilitas

Terdapat koloni di permukaan agar

Uji Katalase

Tidak terbentuk gelembng gas

Uji Gelatin

Gelatin berbentuk cair

Data pengamatan uji identifikasi bakteri modern

Gambar 1 KIT sebelum di Inkubasi

Gambar 2 KIT sesudah di Inkubasi

Gambar 3 hasil pengujian KIT dengan Software

Hasil uji API 20E Significant Taxon Plesiomonas shigelloides Visio vulnificus Vibrio mimicus Vibrio Cholerae Next Taxon Aromonas hidrophila/cavioe/sabria 2

Pembahasan
Ciri fisiologi ataupun biokimia merupakan kriteria yang amat penting di dalam identifikasi spesimen bakteri yang tak dikenal karena secara morfologis biakan atau pun sel bakteri yang berbeda dapat tampak serupa, tanpa hasil pengamatan fisiologis yang memadai mengenai organik yang diperiksa maka penentuan spesiesnya tidak mungkin dilakukan. Karakteristik dan klasifikasi sebagian mikroba seperti bakteri berdasarkan pada reaksi enzimatik ataupun biokimia. Mikroba dapat tumbuh pada beberapa tipe media memproduksi tipe metabolit tentunya yang dideteksi dengan interaksi mikroba dengan reagen test yang mana menghasilkan perubahan warna reagen (Murray, 2005).

Uji fisiologi biasanya identik dengan uji biokimia. Uji-uji biokimia yang biasanya dipakai dalam kegiatan identifikasi bakteri atau mikroorganisme yang antara lain uji katalase, koagulase, uji nitrit, hidrolisis gelatin, uji hidrolisis kanji, uji hidrogen sulfit dan lain-lain. Pengujian biokimia merupakan salah satu hal yang sangat penting dalam dunia mikrobiologi (Lim, 1998). Uji-uji biokimia yang biasanya dipakai dalam kegiatan identifikasi bakteri atau mikroorganisme yaitu antara lain adalah uji katalase,, hidrolisis gelatin, uji Oxidatif/Fermentatif uji Motilitas., dan uji Oksidase. (Dwidjoseputro, 1994). Uji katalase merupakan suatu pengujian terhadap bakteri tertentu untuk mengetahui apakah bakteri tersebut merupakan bakteri aerob, anaerob fakultatif, atau anaerob obligat. Bakteri yang memerlukan oksigen manghasilkan hidrogen peroksida (H2O2) yang sebenarnya beracun bagi bakteri sendiri. Namun mereka dapat tetap hidup dengan adanya antimetabolit tersebut karena mereka menghasilkan enzim katalase yang dapat mengubah hidrogen peroksida menjadi air dan oksigen dengan reaksi sebagai berikut : 2H2O2 2 H2O + O2 (Volk 1993). Kebanyakan bakteri aerobik dan anaerobik fakultatif akan memproduksi hidrogen peroksida yang bersifat toksik terhadap bakteri yang masih hidup. Untuk menjaga kelangsungan hidupnya, sejumlah bakteri mampu menghasilkan enzim katalase yang memecah H2O2 menjadi air dan oksigen sehingga sifat toksiknya hilang (Pelczar 1986). Matinya bakteri-bakteri anerobik obligat bila ada oksigen disebabkan karena tidak adanya pembentukan enzim katalase sehingga H2O2 meracuni bakteri itu sendiri. Ada tidaknya pembentukan enzim katalase dapat membantu pembedaan kelompok-kelompok bakteri tertentu. Pada uji katalase, kebanyakan bakteri aerob dan anaerob menggunakan oksigen H2O2 yang sesungguhnya bersifat racun bagi sistem-sistem enzim sendiri. Namun, mereka tetap dapat hidup dengan adanya racun tersebut karena akan meghasilkan enzim katalase (Hadieotomo, 1993). Uji katalase yang dilakukan pada percobaan menujukan hasil positif yang ditandai dengan adanya gelembung. Enzim-enzim yang menguraikan golongan potein disebut protenase/protease, kedua nama ini dianggap sinonim. Contoh pada hidrolisis gelatin dimana protein diperoleh dari hidrolisis kalogen, yaitu zat pada jaringan penghubung dan tendon dari hewan. Gelatin akan terurai oleh mikrobia yang mensintesis enzim proteolisis. Larutan gelatin bersifat cair pada suhu ruang atau suhu kamar dan padat apabila berada di dalam refrigerator. Dan apabila gelatin sudah dihidrolisis oleh mikroba, maka akan tetap bersifat cair (Hadioetomo, 1993). Gelatin diperoleh dengan mendidihkan bahan hewani yang mengandung kolagen, namun gelatin bukanlah protein yang sama tipenya dengan kolagen. Ternyata bobot molekul gelatin hanyalah sepertiga kolagen. Agaknya dalam pembentukan gelatin, molekul tropokolagen terurai dan tiap helai membuat ikatan-ikatan hidrogen dalam air, menghasilkan pembentukan gel yang khas (Fessenden & Fessenden, 1998). Hasil yang diperoleh pada percobaa setelah

dilakukan inklubasi selama 24 jam dan pendinginan selama 10 menit didalam freezerdiperoleh bakteri dalam keadaan cair atau tidak membeku yang artinya percobaan berhasil atau positif Fermentasi adalah proses produksi energi dalam sel dalam keadaan anaerob (tanpa oksigen). Secara umum, fermentasi adalah salah satu bentuk respirasi anaerop akan tetapi, terdapat definisi yang lebih jelas yang mendefinisikan fermentasi sebagai respirasi dalam lingkungan anaerobik dengan tanpa akseptor elektron eksternal. Fermentasi merupakan kegiatan mikrobia pada bahan pangan sehingga dihasilkan produk yang dikehendaki. Fermentasi dapat dilakukan menggunakan kultur murni ataupun alami serta dengan kultur tunggal ataupun kultur campuran. Uji fermentasi yang dilakukan menggunakan farafin yang menunjukan hasil positif yang ditandai dengan perubahan warna larutan dari hijau menjadi kuning. Menurut Volk (1988) kemampuan suatu organisme untuk bergerak sendiri disebut motilitas. Hampir semua sel bakteri spiral dan sebagian dari sel bakteri basil bersifat motil, sedangkan bakteri yang berbentuk kokus bersifat immotil Sifat ini diakibatkan oleh adanya alat motor cambuk yang disebut flagela sehingga sel bakteri dapat berenang di dalam lingkungan air. Motilitas sebagian besar jenis bakteri motil pada suhu relatif rendah 15-25 C dan mungkin tidak motil pada suhu 37 C.Beberapa bakteri dapat melakukan gerakan meluncur yang sangat mulus yang hanya terjadi kalau persentuhan dengan benda padat. Kebanyakan bakteri yang motil dapat mendekati atau menjauhi berbagai senyawa kimia yang disebut kemotaksis(Taringan 1988). Hasil yang didapatkan pada percobaan ini menujukan gerakan yang tidak teratur, itu artinya bakteri tersebut bersifat non motil. Enzim oksidase memegang peranan penting dalam transport elektron selama respirasi aerobik. Sitokrom oksidase mengkatalisis oksidasi dan reduksi sitokrom oleh molekul oksigen. Enzim oksidase dihasilkan oleh bakteri aerob, fakultatif anaerob, dan mikroaerofilik. Mikroorganisme ini menggunakan oksigen, sebagai akseptor elektron terakhir selama penguraian karbohidrat untuk menghsilkan energi. Kemampuan bakteri memproduksi sitokrom oksidase dapat diketahui dari reaksi yang ditimbulkan setelah pemberian reagen oksidase pada koloni bakteri. Enzim ini merupakan bagian dari kompleks enzim yang berperan dalam proses fosforilasi oksidatif. Reagen yang digunakan adalah P-Amino 4 methyil. Reagen akan mendonorkan elektron terhadap enzim ini sehingga akan teroksidasi membentuk senyawa yang berwarna merah dan apabila berwarna coklat maka menujukan hasil yang negative seperti hasil yang ditujukan pada percobaan. Percobaan memberikan hasil identifikasi bakteri tersebut merupakan golongan Enterobacter yang dapat memberikan hasil uji positif pada uji oksidase, uji O/F, dan motilitas. Bakteri golongan enterobacter memiliki gram negatif. Pengujian API 20E dapat mengidentifikasi spesies/ subspesies gram negatif atau

Enterobacteriaceae. Alat ini menggunakan 21 biokimia miniatur tes dan database. Prinsip kerja dari alat

ini meneteskan bahan yang diuji pada KIT yang sudah disediakan dan diinkubasi selam 18-24 jam. Setelah diinkubasi perubahan warna terjadi dan akan dibaca oleh software atau tabel yang telah ditentukan. Alat ini memiliki kespesifikan bakteri mengidentifikasi hingga genusnya.

Simpulan
Dari hasil percobaan dapat disimpulkan bahwa hasil identifikasi bakteri menunjukan bakteri merupakan golongan Enterobacter yang dapat memberikan hasil uji positif pada uji oksidase, uji O/F, dan motilitas.

Daftar Pustaka
Dwidjoseputro. 1994. Dasar-Dasar Mikrobiologi Jakarta: Djambaran. Hadioetomo,R.S.1993.Teknik dan Prosedur Dasar Laboratorium Mikrobiologi.Jakarta: Gramedia. Lehninger. 1995. Dasar dasar Biokimia, Jilid I. Erlangga :Jakarta. Pelczar, M.J. Dan Chan, E.C.S. 1986, Dasar-Dasar Mikrobiologi.Jakarta :UI Press Taringan, J. 1988. Pengantar Mikrobiologi. Jakarta: Depdikbud. Volk S. 1988. Mikrobiologi Dasar. Jakarta: Erlangga