Anda di halaman 1dari 23

PENINGKATAN AKTIFITAS DAN HASIL BELAJAR SOSIOLOGI MATERI KELOMPOK SOSIAL MELALUI PENERAPAN MODEL TEAMS GAMES TOURNAMENS(TGT)SISWA

KELAS XI IPS 4 SEMESTER 2 SMAN 3 PATI TAHUN PELAJARAN 2012/2013

Yayuk Ismirahayu ismismaga@gmail.com

ABSTRAK Setelah dilakukan pre tes hasil belajar Sosiologi materi Kelompok Sosial Kelas XI IPS 4 semester 2 SMAN 3 Pati tahun 2012/2013 diperoleh hasil belajar diatas KKM 75 hanya 5 siswa (14%), siswa yang belum mencapai KKM sebanyak 31 siswa (86 %) dari 36 orang dengan rata-rata klasikal 50,50. Hal ini disebabkan sebanyak 28 siswa keaktifan belajar siswa masih rendah dari 36 siswa. Penelitian ini bertujuan: (1) Untuk meningkatkan aktifitas belajar melalui penerapan pembelajaran Model Teams Games Tournaments (TGT)siswa kelas XI IPS 4 SMAN 3 Pati tahun pelajaran 2012/2013; (2) Untuk meningkatkan hasil belajar melalui penerapan pembelajaran Model Teams Games Tournaments (TGT)siswa kelas XI IPS 4 SMAN 3 Pati tahun pelajaran 2012/2013. Penelitian TindakanKelas (Action Research) inidilaksanakan dengan 2 siklus yaitu siklus I dan II.Pelaksanaan tindakanpada siklus I dan IImeliputi: Perencanaan (Planning), Pelaksanaan (Acting), Observasi (Observing), dan Refleksi (Reflecting). Hasil belajar siswa menunjukkan peningkatan dari kondisi awal ketuntasan sebanyak 5 siswa (14%), siklus I ketuntasan 22 siswa (61%) dan siklus II ketuntasan 36 siswa (100%). Dari kondisi awal ke perlakuan tindakan siklus I ada kenaikan sebesar 47% dan dari siklus I ke siklus II ada kenaikan sebesar 53%. Kata kunci : Keaktifan, Teams Games Tournaments(TGT)

ABSTRACT After having pre-test results of the materials studied Sociology Social Group Class XI IPS 2 SMAN 3 4 semesters Pati year 2012/2013 the achievement of the students is below the KKM 75, only 5 students (14%), students who have not reached the KKM 31

students (86%) of 36 student have not reached the KKM with an average of 50.50 classically. This is due to as many as 28 students active student learning is still lower in active leasy study 36 students. This study aims to: (1) To improve the learning activities through the application of learning models Teams Games Tournaments (TGT) class XI IPS 4 SMAN 3 semester 2 year 2012/2013, (2) To improve learning outcomes through the application of learning models Teams Games Tournaments (TGT) class XI IPS 4 SMAN 3 semester 2 year 2012/2013. Classroom Action Research (Action Research) was carried out with 2 cycles ie cycles I and II. Implementation of the action in the first cycle and II include: Planning (Planning), Implementation (Acting), Observation (Observing), and Reflections (Reflecting). Student learning outcomes show an increase of the initial conditions of completeness as much as 5 students (14%), the first cycle completeness 22 students (61%) and the second cycle completeness 36 students (100%). Treatment of the initial conditions to the first cycle of action there is an increase of 47% and from cycle I to cycle II there was an increase of 53%. Keywords: Actifity and Teams Games Tournaments (TGT) PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah Mata Pelajaran Sosiologi pada Standar Kompetensi menganalisis kelompok sosial dalam masyarakat multikultural, Kompetensi Dasarmenganalisis perkembangan kelompok sosial dalam masyarakat multikultural kelas XI semester 2 merupakan salah satu materi penting yang selalu dikeluarkan pada ujian

nasional. Data bedah soal 2 (dua) tahun berturut-turut SMAN 3 Pati menunjukkan dari 144 siswa tahun 2010/2011 terdapat 5 (lima) soal yang keluar, siswa yang menjawab dengan benar rata-rata 50%. Tahun 2011/2012 siswa yang menjawab benar rata-rata 70% dari 124 siswa. Ini menunjukkan bahawa materi Kelompok sosial masih terdapat kesulitan dalam proses pembelajaran maupun evaluasinya. Setelah dilakukan pre tes hasil belajar Sosiologi materi Kelompok Sosial Kelas XI IPS 4 semester 2 SMAN 3 Pati tahun 2012/2013 diperoleh hasil belajar diatas KKM 75 hanya 5 siswa (14%), siswa yang belum mencapai KKM 75 sebanyak 31 siswa (86 %) dari 36 orang. Hal ini disebabkan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran yang masih rendah.

Pembelajaran Sosiologi pada materi Kelompok Sosial berkesan kurang menarik, membosankan, dan hafalan. Karena materi Kelompok Sosial memiliki sifat selain hafalan juga cenderung pemahaman, membedakan kelompok sosial yang satu dengan lainnya serta cenderung memberikan contoh dalam kehidupan sehari-hari. Tetapi yang terjadi proses pembelajaran selama ini masih menggunakan metode konservatif, ceramah dan diskusi kecil yang membosankan. Siswa merasa menganggur, pasif dan hafalnya menjadikan siswa mengantuk. Untuk itu perlu dilakukan Penelitian Tindakan Kelas dengan menerapkan berbagai upaya inovatif dan kreatif dari semua komponen pembelajaran yang meliputi siswa, lingkungan sekolah, sarana belajar, dan faktor guru dengan berbagai model pembelajarannya. Hal ini dilakukan dengan harapan pelaksanaan program belajar yang menyenangkan dan mengarah pada Pengajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan (PAIKEM). Berdasarkan uraian latar belakang maka peneliti mengambil judul PENINGKATAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR SOSIOLOGI

MATERI KELOMPOK SOSIAL MELALUI PENERAPAN MODEL TEAMS GAMES TOURNAMENTS (TGT) SISWA KELAS XI IPS 4SMAN3 PATI SEMESTER2 TAHUN PELAJARAN 2012/2013 .

Rumusan Masalah Berdasarkan uraian latar belakang,rumusan masalah penelitian inisebagai berikut: (1) Apakah melalui penerapan pembelajaran Model Teams Games Tournaments (TGT) dapat meningkatkan aktifitassiswa kelas XI IPS 4 SMAN 3 Pati tahun pelajaran 2012/2013 ? (2) Apakah melalui penerapan pembelajaran Model Teams Games Tournaments (TGT) dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas XI IPS 4 SMAN 3 Pati tahun pelajaran 2012/2013 ?

Tujuan Penelitian

Tujuan penelitianpenelitian ini adalah : (1) Untuk meningkatkan aktifitas melalui penerapan Model Teams Games Tournaments (TGT) siswa kelas XI IPS 4 SMA Negeri 3 Pati tahun pelajaran 2012/2013; (2) Untuk meningkatkan hasil belajar melalui penerapan Model Teams Games Tournaments (TGT) siswa kelas XI IPS 4 SMA Negeri 3 Pati tahun pelajaran 2012/2013.

Manfaat Penelitian Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan untuk : 1. Bagi Siswa : (a) Meningkatnya keaktifan dalam pembelajaran Sosiologi bagi siswa kelas XI IPS4 SMAN 3 Pati tahun pelajaran 2012/2013; (b) meningkatnya hasil belajar dalam pembelajaran Sosiologi bagi siswa kelas XI IPS 4 SMA Negeri 3 Pati tahun pelajaran 2012/2013. 2. Bagi Peneliti, yaitudengan penelitian ini peneliti dapat memperoleh

informasi inovasi pembelajaran dapat; (a) Meningkatnya keaktifan siswa melalui penerapan model pembelajaran Model Teams Games Tournaments (TGT)kelas XI IPS 4 SMAN 3 Pati tahun pelajaran 2012/2013; (b) Meningkatnya hasil belajar siswa melalui penerapan pembelajaran Model Teams Games Tournaments (TGT)kelas XI IPS 4 SMAN 3 Pati tahun pelajaran 2012/2013. Landasan Teori Model Teams Games Tournamens (TGT) Model Teams Games Tournamens (TGT) adalah suatu model

pembelajaran yang mengembangkan pendekatan kerjasama antar kelompok. Dalam pembelajaran ini siswa memaminkan permainan dengan anggota-anggota tim lain untuk memperoleh tambahan point pada skor tim mereka. Dalam permainan ini mengandung persaingan menurut aturan yang ditetapkan. Dalam penelitian ini istilah Teams Games Tournamens disingkat dengan nama TGT. Kelebihan TGT adalah bermanfaat dalam mengajarkan aspekaspek kognitif dengan adanya persaingan untuk mendapatkan kemenangan maka

menimbulkan motivasi kuat, menyenangkan dan berpengaruh pada kecepatan penyerapan materi. Komponen pembelajaran Model Teams Games Tournamens (TGT) yaitu : 1. Presentasi Kelas/Pengamaan langsung Komponen ini digunakan guru untuk memperkenalkan materi pelajaran. Siswa harus memperhatikan secara cermat dan mencatat hal-hal penting yang berkaitan dengan materi pelajaran, karena sangat menunjang keberhasilan belajar dan akan menentukan nilai tim mereka. 2. Belajar tim Tim terdiri dari 4 sampai 5 siswa yang memiliki kemampuan yang berbeda. Setelah guru menyajikan materi pelajaran, tim melakukan belajar bersama dilanjutkan diskusi antar anggota untuk mengevalasi hasil belajar timnya untuk mempersiapakan pertandingan.Tim harus memberikan perhatian dan penghargaan yang sama terhadap setiap anggota sehingga timbul rasa saling menghargai bagi setiap anggota. 3. Turnamen/Pertandingan Pertandingan dilaksanakan setelah guru memberikan materi untuk menguji pengetahuan yang dicapai siswa dan disusun dalam pertanyaan yang relevan dengan materi dalam presentasi kelas. Permainan dilakukan oleh 4 atau 5 siswa yang berkemampuan sama dan masing-masing mewaklili dari tim yang berbeda. 4. Penghargaan tim Tim yang berhasil mendapatkan nilai/skor tertinggi diberipenghargaan/hadiah berupa buku atau alat tulis. Langkah-langkah pembelajaran Teams Games Tournamens (TGT) : (a) Tahap pemberian materi pelajaran; (b) Tahap Pembagian Kelompok (Tim); (c) Tahap persiapan permainan; (d) Tahap permainan dan pertandingan. Permainan dilakukan dengan menggunakan roda impian yang bernomor 1 sampai dengan 30, diputar secara bergantian oleh masing-masing tim untuk menentukan kartu soal yang dipilih.

Langkah-langkah aktifitas pembelajaran meliputi : (1) Tiap-tiap tim mendapat giliran memutar roda impian untuk menentukan kartu soal yang dipilih, kemudian menjawab pertanyaan yang muncul; (2) Jika dalam tim tidak ada yang dapat menjawab, maka pertanyaan dilempar kepada kelompok lain dibawahnya dan bila kelompok dibawahnya dapat menjawab maka skor nilai diberikan pada kelompok yang bisa menjawab; (3) Roda impian dapat diputar oleh tiap-tiap tim untuk mendapat pertanyaan sampai habis.Kartu permainan dapat berupa kartu soal, kartu bonus, kartu hadiah, kunci jawaban, kartu permainan dan menentukan pemandu permainan; (4) Pemandu permainan mengumumkan hasil nilai tim yang telah terkumpul.

Keaktifan Belajar Dierich dalam Nasution (1995) mengelompokkan aktifitas siswakedalam kategori: Visual Activities, oral activities, listening activities, writing activities, drawing activities, motor activities, mental activities, dan emotional

activities.Keaktifan belajar meliputi aktif menjawab pertanyaan, mengajukan pertanyaan, memperhatikan gambar, diskusi, kerjasama kelompok, interaksi, mengeluarkan pendapat, mengingat, memahami, memecahakan soal dan menganalisis. Aktifitas belajar materi Kelompok Sosail ini terfokus pada diskusi, kerjasama kelompok dan keaktifan. Jadi dalam proses belajar mengajar harus menumbuhkan suasana yang kondusif sehingga siswa aktif bertanya, mempertanyakan dan menumbuhkan gagasan. Belajar mengajarsebagai proses aktif dari pembelajar dan yang memberikan pembelajaran dalam membangun kognitif, afektif dan psikomotorik siswa, yang meninggalkan proses pasif dengan pembelajaran hanya satu arah saja.

Kerangka Berpikir Kondisi awal pembelajaran Sosiologi materi Kelompok Sosial guru belum menerapkan model Teams Games Tournaments (TGT)keaktifan dan hasil belajar yang dicapai masih rendah, selanjutnya guru mengambil tindakan dengan

penerapan pembelajaran model Teams Games Tournaments (TGT) yang dilaksanakan melalui dua siklus. Tindakan pada Siklus I,pembelajaran sudah menerapkan model Teams Games Tournaments (TGT)aktifitas dan hasil belajar siswa. Tindakan pada Siklus II, melakukan pembelajarandengan merevisi penerapan model Teams Games Tournaments (TGT). Kondisi akhir diduga melalui penerapan Teams Games Tournaments (TGT) dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar Sosiologi materi Kelompok Sosial siswa kelas XI IPS 4 SMAN 3 Pati tahun pelajaran 2012/2013. Secara skematis kerangka penelitian ini dapat dilihat pada gambar 1.

KONDISI AWAL

Guru /Peneliti Pembelajaran belum menggunakan model TGT

Siswa Hasil belajar materi Kelompok Sosial siswa kelas XI IPS 4 rendah

TINDAKAN

Pembelajaran dengan penerapan model Teams Games Tournaments (TGT) Diduga : Melalui pembelajaran dengan penerapanmodel TGT dapat meningkatkan aktifitas dan hasil belajar Sosiologi materi Kelompok Sosial Kelas XI IPS 4 tahun 2012/2013

Siklus I : Pembelajaran dengan penerapanmodel TGT dengankelompok kecil (4-5 siswa)

KONDISI AKHIR

Siklus II : Pembelajaran dengan penerapanmodel TGT dengankelompok kecil (4-5 siswa) dengan revisi hasil siklus I

Gambar 1. Bagan Kerangka Berpikir

Hipotesis Tindakan Untuk menjawab permasalahan yang diajukan serta guna mencapai tujuan penelitian, maka disusun hipotesis tindakan : (1) Melalui penerapan Model Teams

Games Tournaments (TGT) dapat meningkatkan keaktifan belajar Sosiologi materi Kelompok Sosial siswa kelas XI IPS 4 SMAN 3 Pati tahun pelajaran 2012/2013; (2) Melalui penerapanModel Teams Games Tournaments (TGT) dapat meningkatkan hasil belajar Sosiologi materi Kelompok Sosial siswakelas XI IPS 4 SMAN 3 Pati tahun pelajaran 2012/2013.

METODOLOGI PENELITIAN Setting dan Subyek Penelitian Waktu penelitian dilaksanakan pada bulan Januari sampai dengan April semester 2 tahun pelajaran 2012/2013 secara rinci peneliti melaporkan, bahwa dari awal persiapan penyusunan proposal pada bulan Januari 2013, selanjutnya pada bulan yang sama peneliti melakukan penyusunan instrumen. Pengumpulan data dengan melakukan tindakan Siklus I dan II dilaksanakan pada bulan Februari 2013. Bulan Maret 2013 peneliti melaksanakan analisis data dan selanjutnya pada bulan April 2013 peneliti menyususn laporan. Penelitian Tindakan Kelas ini kami lakukan di SMAN 3 Pati yang beralamat di Jalan Panglima Sudirman No. 1 A Pati, telepon (0295) 381279 Alasannya adalah tempat ini merupakan tempat kerja peneliti dimana terdapat timbul permasalahan. Subyek penelitian adalah siswa kelas XI IPS 4 berjumlah 36 orang dengan perincian siswa laki-laki 16 orang dan perempuan 18 orang semester 2 SMAN 3 Pati tahun pelajaran 2012/2013.

Sumber Data Sumber data yang peneliti peroleh adalah data yang berasal dari subyek penelitian ini sebagai sumber data primer, yaitu :(1) Data awal dari subyek penelitian yang berupa hasil pre tes sebagai data kondisi awal; (2)Data hasil tes pada siklus I; (3) Data hasil tes pada siklus II.

Teknik dan Alat Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini meliputi : (1) Dokumentasi untuk data kondisi awal; (2) Observasi untuk data proses penerapan pembelajaran

dengan model TGT; (3)Tes untuk data hasil belajar.Teknik tes ini dilakukan secara tertulis. Dalam penelitian ini ada 3 kali tes tertulis, yaitu : (1) Soal pre tes terdiri 5 soal uraian; (2) Soal akhir siklus I terdiri 5 soal uraian; (3) Soal akhir siklus II terdiri 5 soal uraian. Alat pengumpul data berupa butir soal tes uraian, lembar

observasi/pengamatan, dan dokumentasi buku nilai hasil belajar. Validasi dan Analisis Data Agar dalam penelitian diperoleh data yang valid, maka dipelukan validasi data. Adapun validasi yang digunakan adalah validasi dengan Triangulasi Sumber dengan cara berkolaborasi dengan teman sejawat untuk mengamati proses pembelajaran berlangsung. Sebelum membuat soal tes, maka terlebih dahulu disusun kisi-kisi soal agar indikator lebih, soal bisa lebih menyebar danindikator tidak menyimpang dari standart kompetensi maupun kompetensi dasar yang harus dikuasai siswa. Analisis data menggunakan deskriptif komparatif, yaitu dengan membandingkan : (1) Nilai tes kondisi awal dengan nilai tes pada Siklus I; (2) Nilai tes Siklus I dengan nilai tes akhir Siklus II; (3) Nilai tes pada kondisi awal dan nilai tes pada kondisi akhir. Langkah selanjutya peneliti melakukan refleski terhadap nilai tes hasil belajar.

Prosedur Penelitian Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK), menurut Aqib (2008) dan Wiriaatmadja (2008), Penelitian Tindaka Kelas (PTK) ada 4 (empat) tahapan dalam penelitian tindakan kelas yaitu Perencanaan (Planning), Pelaksanaan (Acting), Observasi (Observing), dan Refleksi (Reflecting). Model pembelajaran yang diterapkan adalam Teams Games Tournamens (TGT). Prosedur penelitian yang dimaksud dalam penelitian ini adalah proses tindakan kelas pada saat penelitian pembelajaran untuk meningkatkan

kemampuan menulis argumentasi berlangsung, yakni sebagai berikut : (1) Rancangan Penelitian, meliputi : (a) Refleksi awal, berupa data tentang pengalaman guru dalam mengajar sehingga ditemukan kelemahannya. Dari

10

refleksi awal diperoleh gagasan umum mengenai kendala yang berkaitan dengan pelaksanaan mengajar guru yang masih kurang. Dari hal tersebut muncul kepedulian akan pentingnya peningkatan kemampuan untuk mendeskrpsikan proses pembelajaran; (b) Perencanaan, yaitu kegiatan mempertimbangkan dan memilih upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk pemecahan masalah-masalah. Pertimbangan dan pemilihan tersebut selanjutnya dituangkan dalam perencanaan; (2) Observasi. Hal ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana reaksi dan perilaku siswa pada saat kegiatan belajar mengajar. Melalui observasi dapat dideskripsikan perhatian dan sikap siswa, respon siswa dalam bertanya, menjawab pertanyaan, dan mengerjakan tugas; (3) Tindakan.Tindakan penelitian merupakan pelaksanaan dari rencana yang telah disiapkan proses tindakan pada setiap siklus akan dijabarkan pada desksripsi siklus; (4) Refleksi. Setelah pembelajaran usai, peneliti memberikan penilaian terhadap hasil yang dicapai siswa, baik melalui tes maupun nontes. Dengan memperhatikan kelemahan dan kekurangan yang terjadi pada suatu siklus, maka diperlukan adanya tindakan-tindakan perbaikan pada siklus berikutnya. Berikut ini gambar tentang prosedur Penelitian tindakan Kelas (PTK).

O Keterangan : P = Perencanaan O = Observasi

O T = Tindakan R = Refleksi

Gambar 2. Siklus Penelitian Tindakan Kelas (PTK)

Rencana Siklus I Tahap perencanaan antara lain membuat perangkat pembelajaran antara lain Silabus, RPP, dan alat penilaian.

11

Tahap pelaksanaan tindakan yaitu menerapkan rencana tindakan pembelajaran model Teams Games Tournaments (TGT) dengan langkah-langkah pembelajaran sebagai berikut : (a) tahap pemberian materi pelajaran; (b) tahap Pembagian Kelompok (Tim) tiap kelompok terdiri atas 4 siswa; (c) tahap persiapan permainan; (d) tahap permainan dan pertandingan.Langkah-langkah aktifitas pembelajaran meliputi : Tiap-tiap tim mendapat giliran memutar roda impian untuk menentukan kartu soal yang dipilih, kemudian menjawab pertanyaan yang muncul. Jika dalam tim tidak ada yang dapat menjawab, maka pertanyaan dilempar kepada kelompok lain dibawahnya dan bila kelompok dibawahnya dapat menjawab maka skor nilai diberikan pada kelompok yang bias menjawab. Roda impian dapat diputar oleh tiap-tiap tim untuk mendapat pertanyaan sampai habis. Kartu permainan dapat berupa kartu soal, kartu bonus, kartu hadiah, kunci jawaban, kartu permainan dan menentukan pemndu permainan. Pemandu permainan mengumumkan hasil nilai tim yang telah terkumpul. Tahap observasi/pengamatan dilakukan oleh guru mitra/teman sejawat yang bertugas melaksanakan pengamatan dengan bantuan lembar observasi untuk mengamati keaktifan siswa. Tahap refleksi, hasil pembelajaran dibahas peneliti dengan guru mitra/teman sejawat kekurangan-kekurangan dalam tindakan. Rencana Siklus II Tahap perencanaan tindakan yaitu dengan merevisi perangkat

pembelajaran antara lain Silabus, RPP, dan alat penilaian. Tahap pelaksanaan tindakan yaitu menerapkan rencana tindakan

pembelajaran dengan model Teams Games Tournaments (TGT) yang telah dilakukan revisi. Langkah-langkah pembelajaran sebagai berikut : (a) Tahap pemberian materi pelajaran; (b) Tahap Pembagian Kelompok (Tim) tiap kelompok terdiri atas 5 siswa; (c)tahap persiapan permainan; (d) tahap permainan dan pertandingan.Langkah-langkah aktifitas pembelajaran yaitu: Tiap-tiap tim mendapat giliran memutar roda impian untuk menentukan kartu soal yang dipilih, kemudian menjawab pertanyaan yang muncul. Jika dalam tim tidak ada yang

12

dapat menjawab, maka pertanyaan dilempar kepada kelompok lain dibawahnya dan bila kelompok dibawahnya dapat menjawab maka skor nilai diberikan pada kelompok yang bias menjawab. Roda impian dapat diputar oleh tiap-tiap tim untuk mendapat pertanyaan sampai habis. Kartu permainan dapat berupa kartu soal, kartu bonus, kartu hadiah, kunci jawaban, kartu permainan dan menentukan pemndu permainan. Pemandu permainan mengumumkan hasil nilai tim yang telah terkumpul. Tahap observasi, peneliti berkolaborasi dengan guru mitra/teman sejawat melaksanakan pengamatan dengan bantuan lembar observasi untuk mengamati keaktifan siswa. Tahap refleksi, peneliti melakukan teshasil belajar dan proses

pembelajaran dibahas peneliti dengan guru mitra/teman sejawat kekurangan dalam tindakan.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Deskripsi Kondisi Awal Kondisi awal menunjukkan siswa malas belajar. Hal ini nampak dalam pengamatan proses pembelajaran siswa tidak aktif belajar, merasa bosan, mengantuk dan berbicara sendiri. Komunikasi pembelajaran terfokus pada guru, komunikasi hanya satu arah. Suasanan hening, tidak ada siswa yang bertanya maupun menyatakan bahwa dirinya belum paham terhadap materi yang diberikan guru. Berdasarkan laporan hasil observasi peneliti maka diperoleh keaktifan siswa ditampilkan pada tabel 1 sebagai berikut : Tabel 1. Keaktifan Siswa Kondisi Awal
Keaktifan Rendah Sedang Tinggi Jumlah Jmh siswa 28 8 36 Persentase 78 22 100

Sumber : Data primer yang diolah

13

Dari tabel diatas menunjukan bahwa siswa dengan keaktifan rendah sebanyak 28 siswa 78% dan siswa dengan keaktifan sedang sebanyak 8 siswa 22%. Hal ini menunjukkan terdapat kurang dari sepertiga siswa di kelas yang belajar tidak fokus. Hal ini berdampak pada hasil belajarnya. Setelah dilakukan pre tes pada kondisi awal hasil belajar siswa dapat dilihat pada tabel 2 di bawah ini.

Tabel 2. Hasil Belajar Kondisi Awal


Interval nilai 40 54 55 64 65 74 75 84 85 94 95 100 Jmh Jumlah siswa 8 10 13 5 36 Persentase 22 28 36 14 100 Hasil Klasikal Skor rata-rata: 50,50 KKM 75

Sumber : Data primer yang diolah Dari tabel2 menunjukkan siswa yang mendapatkan hasil belajar diatas KKM 75 hanya 5 siswa (14%), siswa yang belum mencapai KKM 75 sebanyak 31 siswa (86 %) dari 36 orang. Hasil pre tes juga ditampilkan dengan diagram batang berikut ini.
40 35 30

25
20 15 10 5 0 40 - 54 55 - 64 65 -74 75 - 84 85 - 94 95 100

Jmh siswa
Persentase

Gambar 3.Diagram Hasil Belajar Kondisi Awal

14

Deskripsi Siklus I Berdasarkan laporan hasil observasi dari kolaboran/teman sejawat pada saat pelaksanaan proses pembelajaran maka diperoleh keaktifan siswa pada siklus I dapat dilihat pada tabel 3 di bawah ini. Tabel 3. Keaktifan Siswa pada Siklus I
Keaktifan Rendah Sedang Tinggi Jumlah Jmh siswa 8 20 8 36 Persentase 22 56 22 100

Sumber : Data yang diolah Dari tabel 3 diatas menunjukan bahwa siswa dengan keaktifan rendah tersisa 8 siswa 22%, keaktifan sedang sebanyak 20 siswa 56%, dan siswa dengan keaktifan tinggi sebanyak 8 siswa 22%. Hal ini menunjukkan telah terjadi peningkatan keaktifan lebih dari duapertiga siswa. Pada siklus I setelah diadakan tes diperoleh hasil belajar siswa dengan rentang nilai seperti pada tabel 4 di bawah ini.

Tabel 4. Hasil Belajar Siklus I Setelah Penerapan Model TGT


Interval nilai 40 54 55 64 65 74 75 84 85 94 95 100 Jmh Jumlah siswa 1 13 17 5 36 Persentase 3 36 47 14 100 Hasil Kalsikal Skor rata-rata 70,50 KKM 75

Sumber : Data yang diolah

Dari tabel4 diatas menunjukkan bahwa dari nilai KKM 75 hasil belajar siswa terlihat meningkat dibanding dengan kondisi awal yaitu hanya 6 siswa (17%) diatas KKM telah mengalami peningkatan menjadi 22 siswa (61%).

15

Hasil belajar pada siklus I juga dapat dilihat pada diagram batang di bawah ini.

50 40 30 20 10 0 40 - 54 55 - 64 65 - 74 75 - 84 85 - 94 95 100 Jmh siswa Persentase

Gambar 4.Diagram Batang Hasil Belajar Siklus I

Deskripsi Siklus II Berdasarkan laporan hasil observasi dari kolaboran/teman sejawat maka diperoleh keaktifan siswa pada siklus II seperti pada tabel 5.

Tabel 5. Keaktifan Siswa pada Siklus II


Keaktifan Rendah Sedang Tinggi Jumlah Jmh siswa 20 16 36 Persentase 56 44 100

Sumber : Data primer yang diolah Dari tabel 5 menunjukan bahwa sudah tidak ada siswa dengan keaktifan rendah, keaktifan sedang sebanyak 20 siswa 56% dan siswa dengan keaktifan tinggi sebanyak 16 siswa 44%. Terjadi peningkatan keaktifan pada keaktifan rendah ke keaktifan sedang meningkat 8 siswa, keaktifan sedang ke keaktifan tinggi meningkat 8 siswa.

16

Berdasarkantes hasil belajar pada siklus II setelah pelaksanaan tindakan melalui penerapan model Teams Games Tournaments (TGT)diperoleh hasil belajar dapat dilihat pada tabel 6.

Tabel 6. Hasil Belajar pada Siklus II


Interval nilai 40 54 55 64 65 74 75 84 85 94 95 100 Jmh Jumlah siswa 16 10 10 36 Persentase 44 28 28 100 Hasil Kalsikal Skor rata-rata 80,50 KKM 75

Sumber : Data primer yang diolah Dari tabel 6menunjukkan bahwa dari nilai KKM 75 hasil belajar siswa terlihat meningkat dibanding dengan kondisi pada siklus I yaitu terdapat36 siswa (100%) hasil belajar diatas KKM. Jadi pada pelaksanaan tindakan siklus II pembelajaran seluruh siswa melalui model Teams Games Tournamens(TGT) dapat meningkatkan hasil belajar siswa dengan dibuktikan yaitu seluruh siswa memperoleh hasil belajar diatas KKM (100%) dapat dilihat pada diagram batang di bawah ini.
45 40 35 30 25 20 15 10 5 0 40 54 55 64 65 74 75 84 85 94 95 100

Jmh siswa Persentase

Gambar 5.Diagram Batang Hasil Belajar Siklus II SIMPULAN DAN SARAN

17

Simpulan 1. Melalui penerapan model Teams Games Tournamens(TGT)dapat

meningkatkan keaktifan belajar dalam pembelajaran Sosiologi materi Kelompok Sosial siswa kelas XI IPS 4 SMAN 3 Pati Semester 2 Tahun 2012/2013 dibuktikan dengan pada kondisi awal keaktifan siswa rendah sebesar 78% dan sedang sebesar 22%, siklus I keaktifan siswa rendah 22%, sedang 56%, tinggi 22%, siklus II keaktifan siswa sedang 56%, dan keaktifan siswa tinggi 44%. 2. Hasil belajar siswa menunjukkan peningkatan dari kondisi awal ketuntasan sebanyak 5 siswa (14%), siklus I ketuntasan 22 siswa (61%) dan siklus II ketuntasan 36 siswa (100%). Dari kondisi awal ke perlakuan tindakan siklus I ada kenaikan sebesar 47% dan dari siklus I ke siklus II ada kenaikan sebesar 53%. Saran Berkaitan dengan simpulan, beberapa hal yang dapat disarankan peneliti sebagai berikut; Bagi Guru: (1) Guru diharapkan dapat menerapkan model pembelajaran inovasi seperti Teams Games Tournamens

(TGT)karenadapatmeningkatkan keaktifan pembelajaran dan meningkatkan hasil belajar siswa; (2) Guru seharusnya lebih inovatif memilih dan menggunakan model yang sesuai dengan materi yang diajarkan dan mealakukan analisis pelajaran yang disampaikan serta berperan sebagai pendamping siswa. Bagi siswa: (1) Siswa seharusnya belajar tidak hanya dengan menerima materi, menghafal, tetapi juga mempelajari sebagai proses yang harus dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari; (2) Siswa diharapkan dapat belajar dengan aktif dalam mencari informasi untuk meningkatkan pengetahuan, pengalaman dan kemampuan berfikir kritis dalam menyelesaikan permasalahan.

DAFTAR PUSTAKA

18

Arikunto, Suharsismi. 2010. Penelitian Tindakan Kelas.Yogyakarta : Aditya Media Aqib, Zainal. 2006. Penelitian Tindakan Kelas bagi Pengembangan Profesi Guru. Bandung: Yrama Widya. Slameto. 2003. Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhi. Jakarta : Rineka Cipta. Sugiyanto. 2007. Model Inovasi Pembelajaran. Surakarta : UNS Press. Sutopo, HB. 2006. Metodologi Penelitian Kualitatif : Dasar Teori dan Terapannya dalam Penelitian. Surakarta : Universitas Sebelas Maret. Nasution. 2000. Didaktik Asas-asas Mengajar. Jakarta : Bumi Aksara. Wiraatmadja, Rochiati. 2008. Metode Penelitian Tindakan Kelas. Bandung: PT Remaja Rosda Karya.

LAMPIRAN 1

19

TABEL AKTIFITAS SISWA SEBELUM DAN SETELAH TINDAKAN

No

Interval Nilai

FrekuensiK ondisi Awal (%) 28 (78%) 8 (22%) 36 (100%)

Frekuensi Siklus I (%) 8 (22%) 20 (56%) 8 (22%) 36(100%)

Frekuensi Siklus II (%)

1 2 3

Rendah Sedang Tinggi Jumlah

- (0%) 20 (56%) 16 (44%) 36 (100%)

LAMPIRAN 2
GRAFIK PERBANDINGAN AKTIFITAS SISWA SEBELUM DAN SETELAH TINDAKAN
40 35 30 25 KONDISI AWAL SIKLUS I SIKLUS II

20
15 10 5 0 RENDAH SEDANG TINGGI JUMLAH

LAMPIRAN 3

20

TABEL HASIL BELAJAR SISWA SEBELUM DAN SETELAH TINDAKAN

No IntervalNilai Frekuensi Frekuensi Frekuensi Kondisi Siklus I Siklus II Awal (%) (%) (%)

1 2 3 4 5 6

40-54 55-64 65-74 75-84 85-94 95-100 Jumlah

8 (22%) 10 (28%) 13 (36%) 5 (14%) 0 (0%) 0 (0%) 36(100%)

0 (0%) 1 (3%) 13 (36%) 17 (47%) 5 (14%) 0 (0%) 36(100%)

0 (0%) 0 (0%) 0 (0%) 16 (44%) 10 (28%) 10 (28%) 36(100%)

LAMPIRAN 4

GRAFIK PERBANDINGAN HASIL BELAJAR SISWA SEBELUM DAN SETELAH TINDAKAN


18 16 14

12
10 8 6 4 2 0 40 - 54 55 - 64 65 - 74 75 - 84 85 - 94 95 - 100 KONDISI AWAL SIKLUS I SIKLUS II

LAMPIRAN 5

21

DAFTAR NILAI SOSIOLOGI KELAS XI IPS 4 TAHUN PELAJARAN 2012/2013


N0 ABSEN 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 RATA-RATA KONDISI AWAL 50,50 50,50 50,50 50,50 70,00 40,00 40,00 40,00 40,00 70,00 70,00 70,00 60,00 60,00 60,00 60,00 75,00 40,00 40,00 40,00 40,00 75,00 70,00 70,00 60,00 60,00 70,00 70,00 70,00 60,00 60,00 75,00 75,00 75,00 60,00 60,00 50,50 SIKLUS I 60,00 60,00 60,00 60,00 70,00 50,00 70,00 70,00 70,00 70,00 70,00 70,00 75,00 75,00 75,00 75,00 85,00 70,00 70,00 70,00 70,00 80,00 70,00 70,00 85,00 85,00 70,00 70,00 70,00 85,00 90,00 75,00 80,00 80,00 80,00 80,00 70,50 SIKLUS II 75,00 75,00 75,00 75,00 90,00 75,00 75,00 75,00 75,00 90,00 90,00 90,00 90,00 85,00 85,00 85,00 85,00 85,00 95,00 75,00 75,00 95,00 75,00 75,00 90,00 75,00 75,00 75,00 75,00 90,00 95,00 95,00 95,00 95,00 95,00 95,00 85,50

LAMPIRAN 6 BIODATA PENELITI

22

Yayuk Ismirahayu, M.Pd. Guru Sosiologi SMA N 3 Pati. Prestasi Juara I lomba PTK Kab. Pati tahun 2007. HP 081325892122.

LAMPIRAN 7 BUKTI PENDAFTARAN

23