Anda di halaman 1dari 23

BAB I Pendahuluan

1.1 Latar Belakang Doktrin mengartikan bahwa Hak kebendaan adalah hak untuk menguasai benda. Hak menguasai ini dibagi menjadi dua macam tujuan, yaitu hak menikmati dan hak jaminan. Dalam makalah ini kelompok kami mendapat tugas untuk membahas mengenai hak jaminan yang lebih spesifik yaitu mengenai hipotek kapal laut. Kelompok kami akan menguraikan lebih dalam mengenai Hipotik kapal laut disertai berbagai kasus dan analisis terhadap kasus tersebut. Dengan makalah ini, kelompok kami juga berharap agar makalah ini dapat berguna bagi siapa pun yang membacanya terutama mahasiswa yang mengambil mata kuliah kebendaan perdata agar dapat memahami mengenai hipotik kapal laut. Dan juga dengan makalah ini kami berharap mendapatkan nilai untuk mata kuliah Kebendaan Perdata.

1.2 Rumusan Masalah 1.2.1 1.2.2 1.2.# pa itu Hipotik terutama hipotik kapal laut! pa saja "andasan teori dalam hipotik kapal laut! turan $entang Prosedur Dan %yarat&%yarat Pembebanan Hipotek Kapal "aut!

1.3 Tujuan Penulisan 1.#.1 1.#.2 1.#.# 'ntuk memenuhi tugas Hukum Kebendaan Perdata %emester # (emahami seluk beluk mengenai hipotek kapal laut (emahami dan menganalisis kasus sehubungan hipotek kapal laut

BAB II )%)

2.1

Pengertian Hipotik

*Hipotek adalah suatu hak kebendaan atas benda tidak bergerak untuk mengambil penggantian daripadanya bagi suatu pelunasan suatu perutangan+ demikian dijelaskan pada pasal 11,2 K'HPerdata, hipotek adalah hak untuk menjamin pembayaran utang. Perbedaannya dengan gadai adalah bahwa hipotek merupakan hak kebendaan-jaminan yang ditujukan kepada benda tidak bergerak dan gadai merupakan hak kebendaan-jaminan yang ditujukan kepada benda bergerak, selain perbedaan tersebut, pada hipotek tidak terjadi pengalihan penguasaan atas benda tersebut dari pidak debitur kepada pihak kreditur, melainkan benda yang dijaminkan tersebut tetap berada dalam penguasaan pihak debitur, yang dialihkan adalah titel atas benda tersebut untuk jaminan pemenuhan piutang pihak kreditur. Dijelaskan lebih lanjut oleh .ollmar yang mengartikan hipotek sebagai *%ebuah hak kebendaan atas benda&benda tak bergerak tidak bermaksud untuk memberikan orang yang berhak /pemegang hipotek0 sesuatu nikmat dari suatu benda, tetapi ia bermaksud memberikan jaminan belaka bagi pelunasan sebuah hutang dengan dilebih dahulukan.+ (enjamin tagihan hutang, berarti bahwa dengan adanya hipotek kapal laut tersebut munculah keamanan dan penjaminan secara hukum bagi kreditur. bunga, dan biaya&biaya lainnya. pabila debitur wanprestasi, maka objek hipotek tersebut dapat dilelang di muka umum.Dengan tujuan untuk pelunasan suatu hutang pokok,

Hipotek

seperti

yang

sudah

disinggung

sebelumnya

merupakan

hak

kebendaan-jaminan atas benda tak bergerak, kelompok kami akan fokus pada isu hipotek kapal laut, untuk memulai pembahasan lebih lanjut, perlu disepakati tentang apakah yang dimaksud dengan kapal laut! pengertian kapal dapat kita lihat dalam pasal 1 angka /20 dan pasal 12 'ndang&undang 3omor 21 $ahun 1222 tentang pelayaran. Kapal adalah4

+Kendaraan air dengan bentuk dan jenis apa pun, yang digerakkan dengan tenaga mekanik, tenaga angin atau ditunda, termasuk kendaraan yang berdaya dukung dinamis, kendaraan di bawah permukaan laut, serta alat apaung dan bangunan yang terapung yang tidak berpindah& pindah.+ Dapat disimpulkan bahwa, Kapal (erupakan Kenderaan 6enis ir dengan 5entuk dan papun. Penjelasan tentang kapal yang dapat di&hipotek&kan belumlah lengkap tanpa

memperhatikan klasifikasi dari beratnya, kapal laut dapat dibedakan menjadi 2 macam, yaitu kapal yang beratnya kurang dari 27 m # dan kapal yang beratnya di atas 27 m #. Perbedaan berat, akan berperngaruh pada jenis pembebanan jaminan. pabila beratnya kurang dari 27 m#, maka lembaga jaminan yang digunakan adalah fidusia, sedang kan kapal yang beratnya di atas 27 m#, maka pembebanannya menggunakan hipotek kapal. 6adi kesimpulan yang dapat kita ambil adalah 4

Hipotek kapal laut adalah4 *Hak kebendaan atas kapal yang dibukukan atau didaftarkan /biasanya dengan isi kotor di atas 27 m #0 diberikan dengan akta autentik, guna menjamin tagihan hutang*. Dapat diurai yang merupakan 'nsur&'nsur Kapal "aut 4 1. danya Hak Kebendaan 2. 8bjeknya adalah Kapal yang beratnya diatas 27 (# #. Kapal $ersebut Harus yang dibukukan 1. Diberikan dengan akta autentik 9. (enjamin $agihan Hutang

Dalam perjanjian pembebanan hipotek kapal laut, ada 2 pihak yang memainkan peran, yaitu pemberi hipotek /Hypotheekge:er0 dan penerima hipotek hypotheekhouder atau hypotheeknemer. Pemberi hipotek adalah mereka yang sebagai jaminan memberikan suatu hak kebendaan-;akelijke recht /hipotek0, atas bendanya yang tidak bergerak, biasanya mereka mengadakan suatu utang yang terikat pada hipotek, tetapi hipotek atas beban pihak ketiga. Penerima hipotek, merupakan pihak yang meminjamkan uang di bawah ikatan hipotek. 5iasanya yang menerima hipotek ini adalah lembaga perbankan dan lembaga keuangan non

bank. %ementara 8bjek hipotek adalah sebagai berikut diatur pasal 11,1 K'HPerdata 4 1. 5enda&benda tak bergerak yang dapat dipindah tangankan beserta segala

perlengkapannya. 2. #. 1. 9. Hak pakai hasil atas benda&benda tersebut beserta segala perlengkapannya. Hak numpang karang dan hak usaha 5unga tanah, baik yang dibayar dengan uang maupun yang dibayar dengan hasil tanah. 5unga seperti semula.

,. Pasar&pasar yag diakui oleh pemerintah, beserta hak&hak asli merupakan yang melekat padanya.

<ang termasuk benda&benda tak bergerak adalah hak atas tanah, kapal laut dan pesawat terbang. Hak atas tanah terdiri dari hak milik, H=5 dan H='. %ejak berlakunya '' 3o. 1-122, tentang Hak $anggungan, maka hipotek atas tanah menjadi tak berlaku lagibenda tidak bergerak, seperti kapal laut tetap berlaku ketentuan&ketentuan tentang hipotek sebagaimana yang diatur dalam buku )) K'HP. 'kuran kapal lautnya 27 m#, sedangkan di bawah itu berlaku ketentuan tentang jaminan fidusia. 5enda&benda yang tidak dapat dibebani hipotek yaitu4 1. 2. #. 1. 5enda bergerak> 5enda dari orang yang belum dewasa> 5enda&benda dari orang yang berada di bawah pengampuan> 5enda dari orang&orang yang tak hadir selama penguasaan atas benda&bendanya hanya

dapat diberikan untuk sementara waktu.

2.2.

Landasan Teori

Peraturan perundang&undangan yang mengatur tentang hipotek kapal laut dapat dilihat pada peraturan perundang&undangan berikut ini.
2.2.1

Pasal 11 2 sampai dengan pasal 1232 !"HP.

Pasal 11,2 K'H Perdata menjelaskan bahwa ?Hipotek adalah suatu hak kebendaan atas benda&benda tak bergerak, untuk mengambil penggantian dari padanya bagi pelunasan suatu perikatan.@ Di dalam berbagai ketentuan itu diatur tentang4 a. b. Ketentuan&ketentuan umum /pasal 11,2 sampai dengan pasal 11AB K'HP0 Pendaftaran hipotek dan bentuk pendaftaran /pasal 11A2 sampai dengan pasal 1121

K'HP0 c. d. Pencoretan pendaftaran /pasal 1129 sampai dengan pasal 112A K'HP0> kibat hipotek terhadap pihak ketiga yang menguasai barang yang dibebani /pasal 112B

sampai dengan pasal 127B K'HP0> e. f. Hapusnya hipotek /pasal 1272 sampai dengan pasal 1227 K'HP0 Pegawai&pegawai yang ditugaskan menyimpan hipotek, tanggung jawab mereka dan hal

diketahuinya daftar&daftar oleh masyarakat /pasal 1221 sampai dengan pasal 12#2 K'HP0

2.2.2

Pasal 31# dengan pasal 31 !ita$ "ndang%"ndang Hukum &agang.

Pasal #11 K'HD berbunyi4 *Kapal&kapal )ndonesia yang isi kotornya berukuran paling sedikit 27 m# dapat dibukukan dalam register kapal menurut peraturan, yang akan diberikan dengan ordonasi tersendiri.+ )nti pasal ini bahwa kapal yang beratnya 27 m # keatas dapat dibukukan. Pasal #11 alinea ketiga K'HD berbunyi4 tas kapal&kapal yang dibukukan dalam register kapal, kapal&kapal dalam pembuatan dan andil&andil dalam kapal&kapal dan kapal&kapal dalam pembuatan seperti itu dapat diletakkan hipotek.

Pasal #19 K'HD berbunyi4 *'rutan tingkat antara hipotek&hipotek ditentukan oleh hari pendaftarannya. Hipotek yang didaftarkan pada satu hari yang sama, mempunyai tingkat

yang sama.+ Pasal #1, K'HD mengatur tentang piutang yang diberi hak mendahului atas kapal. Piutang&piutang yang didahulukan itu, antara lain4 a. $agihan nahkoda dan anak buah kapalnya yang timbul dari perjanjian perburuhan,

selama mereka berkerja dalam dinas kapal itu. b. c. 5iaya sita lelang 'pah pertolongan uang, uang pandu, biaya rambu dan biaya pelabuhan serta biaya

pelayaran lainnya. d. $agihan karena penubrukan

2.2.3

Artikel 12'( sampai dengan artikel 12 ( )B* $elanda

2.2.#.

Pasal #+ "" )o. 21 Tahun 1++2 tentang pela,aran

Pasal 12 '' 3o. 21 $ahun 1222 tentang pelayaran berbunyi4 a. Kapal yang telah didaftar dapat dibebani hipotek>

b. Ketentuan sebagaimana yang dimaksud dalam ayat 1 diatur lebih lanjut dalam peraturan pemerintah.

2.3 Aturan Tentang Prosedur &an -,arat%-,arat Pem$e$anan Hipotek !apal Laut

Kapal laut tidak hanya berfungsi sebagai alat transfortasi laut, namun kapal tersebut dapat dijadikan jaminan hutang. Kapal yang dapat dijadikan jaminan adalah4 1. 2. Kapal yang sudah didaftar> dan Dilakukan dengan membuat akta hipotek di tempat mana kapal semula di daftar.

Hal&hal yang harus dipertimbangkan dalam pelaksanaan hipotek kapal laut adalah4 1. 2. Kapal yang dibebani hipotek harus jelas tercantum dalam akta hipotek> Perjanjian antara kreditur dan debitur ditunjukkan dengan perjanjian kredit /yang

merupakan syarat&syarat pembuat akta hipotek0> #. 3ilai kredit, yang merupakan nilai keseluruhan yang diterima berdasarkan barang yang

dijamin /misalnya tanah, rumah dan kapal0> 1. 9. 3ilai hipotek dikhususkan pada nilai kapal /pada bank dilakukan oleh ppresor0> Pemasangan hipotek seyogyanya sesuai dengan nilai kapal dan dapat dilakukan dengan

mata uang apa saja sesuai peratuaran perundang&undangan yang berlaku. Prosedur dan syarat&syarat yang dipenuhi dalam pembebanan hipotek adalah sebagai berikut. Prosedur yang ditempuh oleh pemohon adalah mengajukan permohonan kepada pejabat pendaftar dan pejabat balik nama dengan mencantumkan nilai hipotek yang akan dipasang. %edangkan dokumen&dokumen yang harus dilampirkan kepada pejabat tersebut tergantung kepada para pihak yang menghadap.

2.3.1 -tatus hukum kapal laut (engenai status hukum kapal laut dapat ditinjau dari sudut hukum perdata yang merujuk pada K'H Perdata dan K'H Dagang. Di dalam K'HPerdata kapal laut merupakan benda bergerak berdasarkan sifatnya. Pasal 972 K'H Perdata4 Keadaan bergerak karena sifatnya ialah kebendaan yang dapat berpindah atau dipindahkan. Pasal 917 K'H Perdata4 Kapal&kapal,perahu&perahu, perahu&perahu tambang, gilingan&gilingan, dan tempat& tempat pemandian yang dipasang di perahu atau yang berdiri, terlepas, dan benda& benda sejenis itu, adalah kebendaan bergerak. (enurut Pasal #11 ayat /10 K'H Dagang menyatakan4

Kapal&kapal )ndonesia, yang berukuran paling sedikit duapuluh meter kubik isi kotor, dapat dibukukan di dalam suatu register kapal menurut ketentuan&ketentuan yang akan ditetapkan dalam suatu undang&undang tersendiri. Di dalam Pasal #11 ayat /#0 K'H Dagang telah ditentukan bahwa kapal&kapal yang dibukukan dalam register kapal dapat dibebankan hipotik.

2.3.2 -,arat suatu !apal dapat &i$e$ani Hipotik


1. 5erat kapal lebih dari 27 m#

(enurut Pasal #11 ayat /10 K'H Dagang menyatakan4 Kapal&kapal )ndonesia, yang berukuran paling sedikit duapuluh meter kubik isi kotor, dapat dibukukan di dalam suatu register kapal menurut ketentuan&ketentuan yang akan ditetapkan dalam suatu undang&undang tersendiri. Kaitan dengan kasus4 Dikarenakan tidak adanya pemeriksaan fisik terhadap kapal maka tidak dapat diketahui pula berapa ukuran sebenarnya dari kapal tersebut. dibebani hipotik atau tidak. 2. danya Hak Kebendaan /Pasal 11A9 K'HPerdata0 5ahwa hipotik hanya dapat diletakkan pada benda yang sudah ada. Kaitan dengan kasus4 Dalam kasus tidak diketahui apakah kapal yang dijadikan objek hipotik dapat dibebankan hipotik atau tidak dikeranakan tidak diketahuinya syarat pertama kapal dapat dibebani hipotik atau tidak ataupun apakah kapal yang dijadikan objek hipotik benar&benar ada atau tidak karena juga nota analisa yang telah ditandatangani terdakwa tidaklah sah. #. Kapal sudah dibukukan di )ndonesia Di dalam Pasal #11 ayat /#0 K'H Dagang telah ditentukan bahwa kapal&kapal yang pakah ukurannya lebih dari 27 m# atau tidak. %ehingga tidak dapat dijamin apakah kapal tersebut dapat

dibukukan dalam register kapal dapat dibebankan hipotik. Kaitannya dengan kasus4 $idak diketahui apakah kapal yang dijadikan objek hipotik sudah dibukukan atau belum. 1. Diberikan dengan akta autentik 6aminan berupa Hipotik atas kapal harus dibuat secara autentik oleh di hadapan pejabat umum yang berwenang, yaitu pejabat pendaftar dan pencatat baliknama kapal yang berada pada kantor Pendaftaran dan Pecatatan 5aliknama Kapal, tempat kapal tersebut didaftarkan. Dan 3otaris berwenang untuk mmembuat %urat Kuasa (emasang Hipotik /%K(H0 Kapal yang digunakan sebagai dasar untuk pembuatan kta Hipotik Kapal di hadapan Pejabat Pendaftar dan 5alik 3ama Kapal pada kantor pelabuhan setempat. Kaitan dengan kasus4 5ahwa dalam kasus dikatakan bahwa terdakwa belum menerima %urat Kuasa (emasang Hipotik /%K(H0 yang membuktikan akta autentik dari kapal tersebut. %ehingga jaminan berupa hipotik atas kapal dalam kasus tidaklah ada atau telah terjadi penipuan dalam syarat efektif perjanjian- penarikan kredit pada butir 2.9 9. (enjamin tagihan hutang /pasal 11A, K'HPerdata0 Dalam pengajuan Hipotik Kapal harus ada utang yang dijamin dengan pembebanan hipotik tersebut. 8leh karenanya, dalam akta hipotik, selain mencantumkan mengenai identitas kapal yang dijaminkan, juga dicantumkan data mengenai berapa besar hutang yang dijamin dan berapa besar nilai penjaminan kapal tersebut.

2.3.3 .ase penda/taran hipotik pada kapal terdiri atas 3 /ase0 ,aitu1 Case )4 Dilakukan perjanjian kredit dengan jaminan hipotik antara 5ank pemberi kredit dengan dengan calon ppenerima kredit yang dapat dilakukan dalam bentuk akta notaris ataupun di bawah tangan. Di tahap ini perjanjian masih bersifat konsensual dan obligatoir sedangkan

janji hipotik yang dicantumkan didalamnya bersifat accessoir terhadap perjanjian kreditnya. Perjanjian yang dimaksud disini merupakan perjanjian pendahuluan /voorovereenkomst0. Case ))4 (erupakan tahap perjanjian pemberian /pembebanan hipotik0. 5ank bersama&sama dengan penerima kredit menghadap kepada pejabat pendaftar kapal dan meminta dibuatkan akta hipotik kapal. Pemberi kredit wajib membawa grosse pendaftaran kapal. Kemudian pejabat pendaftar kapal membuat konsep akta hipotik yang selanjutnya dibawa ke )nspeksi Pajak untuk memperoleh %K'( /%urat Kuasa 'ntuk (embayar0 bea materai. 5ea materai dibayar ke kas 3egara sebesar 1D dari besarnya nilai hipotik, juga dengan pembayaran uang leges. Case )))4 Case ini merupakan fase pendaftaran. kta hipotik didaftarkan dalam buku daftar hipotik.

%etelah didaftarkan barulah hipotik lahir. Dengan lahirnya hak hipotik, maka pemegang hipotik dapat melaksanakan haknya atas kapal atau andil dalam kapal itu, di dalam tangan siapapun kapal itu berada.

BAB III Penutup

3.1 !esimpulan Hipotek merupakan salah satu bentuk dari jaminan yang diatur dalam Kitab 'ndang&'ndang Hukum Perdata yang juga berlaku dan diakui di )ndonesia. Ketentuan mengenai hipotek dalam Kitab 'ndang&'ndang Hukum Perdata sendiri kini sudah tidak berlaku seluruhnya sebagai akibat dari diberlakukannya undang&undang yang secara khusus mengatur mengenai jaminan tertentu seperti 'ndang&'ndang 3o. 1 tahun 122, yang secara khusus mengatur mengenai tanah. Kini hipotek hanya dapat dibebankan kepada kapal laut dan kapal terbang. kan tetapi kapal laut yang dapat dibebankan dengan hipotek terbatas pada kapal dengan isi kotor di atas 27 m# yang kemudian diberikan dengan akta autentik dan didaftarkan guna menjamin tagihan hutang.

Daftar Pustaka
&

http4--irmade:ita.com-2711-hipotik&kapalHukum Kebendaan Perdata *Hak&Hak yang (emberi 6aminan+ 6ilid 2 Kitab 'ndang&'ndang Hukum Perdata Kitab 'ndang&'ndang Hukum Dagang

&
& &

Analisis !asus Hipotek !apal Laut

!A-"- P2-I-I I1 Pada tahun 2779, P$ 5ank (uamalat )ndonesia yang berkedudukan di rthaloka 5uilding

6alan 6endral %udirman 3o.2 6akarta, dan merupakan perusahaan perbankan berbasis syariah, memberikan fasilitas pembiayaan syariah terhadap P$. Kartika 3usantara Eie;ky tama atas satu unit kapal bernama Kapal (otor *Karunia 127#+ sebesar Ep.17.777.777.777,& /sepuluh milyar rupiah0 sesuai dengan perjanjian kad Pembiayaan l&(ubarabah 3o.29# tertanggal 19 Cebruari 2779. $erhadap kapal tersebut telah diletakkan hak hipotik yang mana kuasa atasnya telah diberikan oleh P$. Kartika 3usantara Eie;ky tama kepada P$. 5ank (uamalat )ndonesia yang kemudian dituangkan dalam %urat Kuasa (embebankan Hipotik 3o.291 tertanggal 19 Cebruari 2779 yang dibuat dihadapan seorang 3otaris, yaitu %audara <ondri Darto, %arjana Hukum di 5atam. Kemudian mengenai hal ini juga telah dibuatkan =rose kta Hipotek 3o.7,-2779 tertanggal 27 6uni 2779 yang didaftarkan ke Pejabat Pendaftar dan Pencatat 5alik 3ama Kapal di Pontianak dan berdasarkan =rose pertama atas Kapal (otor *Karunia 127#+ Diantara kedua belah pihak, yaitu P$ Kartika 3usantara Eie;ky tama dan P$. 5ank (uamalat )ndonesia sebelumnya telah dibuat pula kesepakatan mengenai asuransi Kapal (otor *Karunia 127#+ tersebut sebagai salah satu syarat pembiayaan yang disebutkan dalam %urat Kuasa (embebankan Hipotek 3o.291 tanggal 19 Cebruari 2779 pada huruf /f0 halaman 11, yang berbunyi sebagai berikut 4 kta Hipotik tersebut dikatakan jelas bahwa P$. 5ank (uamalat )ndonesia merupakan pemegang hak hipotik

* 5erjanji dan mengikatkan diri untuk mengasuransikan kapal tersebut di atas terhadap bahaya kebakaran dan bahaya& bahaya lainnya yang terhadap nya sarana menganggap perlu diadakan pertanggungan, pada maskapai-perusahaan asuransi dan dengan jumlah pertanggungan sebagaimana disetujui oleh Penerima Kuasa - 5ank (uamalat )ndonesia ,dengan menunjuk Penerima Kuasa - 5ank (uamalat sebagai yang berhak menerima uang ganti kerugian bila terjadi peristiwa yang terhadapnya telah diadakan pertanggungan /5anker@s Flause0 + 8leh karena nya pada tanggal 1 %eptember 277, Kapal (otor *K E'3) perusahaan asuransi di )ndonesia sebagaimana tertuang dalam Polis 1.272.7,.177.777772, dengan jenis 127#+

diasuransikan oleh P$. 5ank (uamalat )ndonesia kepada P$. $akaful 'mum selaku suransi 3o 4 suransi $"8 /$otal "oss 8nly0 dengan nilai

pertanggungan sebesar Ep.12.777.777.777.77,& / dua belas milyar rupiah 0 dalam jangka waktu 12 bulan, terhitung sejak tanggal 71 %eptember 277, sampai dengan tanggal 71 %eptember 277A. Dalam polis tersebut juga disebutkan bahwa tertanggung adalah P$. 5ank (uamalat )ndonesia Fabang 5atam. Pada bulan (ei 277A, ketika P$. 5ank (uamalat )ndonesia hendak melakukan Gksekusi terhadap Kapal (otor *K E'3) Kapal (otor HK E'3) P$. 127#+ yang merupakan objek hipotik, diketahui bahwa 127#H telah hilang dan tidak diketahui keberadaanya. 5erbagai DPG" Pelabuhan di 127#+

upaya telah dilakukan sehubungan dengan kejadian ini, termasuk dengan meminta bantuan soka 5ahari 3usantara dan berkoordinasi dengan beberapa bahwa pada bulan Desember )ndonesia untuk melakukan in:estigasi pencarian kapal tersebut. Hasil in:estigasi menyatakan 277A Kapal (otor *Karunia diidentifikasikan memasuk Pelabuhan $ernate dan Pelabuhan Kupang, pelabuhan tersebut.(aka dengan begitu telah terjadi $otal "oss 8nly.+ akan tetapi saat

ditinjau langsung ke lokasi Kapal (otor *Karunia 127#+ tidak dapat ditemukan di kedua

Putusan )omor 1 12213 Pdt.43 2''+3PA. 5-. &i akses dari1 http4--putusan.mahkamahagung.go.id-putusan-downloadpdf-f#b7#BAcf11#9221A7f1BeA9feb9 B9ce-pdfIsaJ'IeiJrKCL'oFeCA=:igK"1<H<5MI:edJ7F cMCj uds&cseIusgJ CMjF3=:.$wM#Dwk:Dck.H'l(toGG:Kb=g IclientJinternal&

A)ALI-I- !A-"- I Dalam kasus ini sebetulnya terjadi pertentangan antara P$. 5ank (uamalat )ndonesia selaku penggugat dan P$. $akaful 'tama sebagai tergugat sehubungan dengan asuransi terhadap Kapal (otor *Karunia 127#+ yang hilang dan tidak diketahui keberadaannya. %ehingga dapat dikatakan bahwa yang menjadi focus utama permasalahannya bukanlah mengenai hak hipotik yang dipegang oleh P$. 5ank (uamalat )ndonesia, akan tetapi lebih kepada pertanggung jawaban apa yang harus diberikan P$. $akaful 'tama sebagai pihak yang memberi asuransi terhadap Kapal (otor *Karunia 127#+. Nalaupun begitu adalah menarik apabila kita menelusuri lebih lanjut mengenai bagaimana penerapan ketentuan mengenai hipotik terhadap kapal sehubungan dengan kasus ini. %eperti yang telah dipaparkan dalam kasus posisi di atas, terjadi perjanjian jaminan hipotik antara P$. Kartika 3usantara Eie;ky tama dengan P$. 5ank (uamalat )ndonesia atas sebuah kapal motor *Karunia 127#+. Dalam hal ini P$ Kartika 3usantara Eie;ky tama bertindak sebagai debitur dan P$ 5ank (uamalat )ndonesia sebagai kreditur.Hubungan demikian terbentuk karena kreditur memberikan pembiayaan syari@ah kepada debitur atas sebuah kapal motor sebesar Ep.17.777.777,77 /sepuluh milyar rupiah0. <ang menarik di sini adalah ketika kedua belah pihak juga turut menyepakati adanya suatu kesepakatan mengenai ausransi terhadap barang yang dikenakan hipotik tersebut, dalam hal ini sebuah kapal motor sesuai dengan %urat Kuasa (embebankan Hipotek 3o.291 tanggal 19 Cebruari 2779 pada huruf /f0 halaman 11, yang berbunyi sebagai berikut 4 * 5erjanji dan mengikatkan diri untuk mengasuransikan K P " tersebut di atas terhadap bahaya kebakaran dan bahaya& bahaya lainnya yang terhadapnya % E 3 perlu diadakan pertanggungan, pertanggungan sebagaimana di setujui oleh PG3GE)( menganggap pada maskapai-perusahaan asuransi dan dengan jumlah K' % -5 3K (' ( " $,

dengan menunjuk PG3GE)( pertanggungan /5anker@s Flause0 +

K' % -5 3K (' ( " $ sebagai yang berhak

menerima uang ganti kerugian bila terjadi peristiwa yang terhadapnya telah diadakan

danya kesepakatan untuk melakukan perikatan mengenai asuransi kepada pihak ketiga /perusahaan asuransi0 terhadap benda yang dibebani hipotik memang saat ini sering dilakukan oleh pihak&pihak yang mengadakan perjanjian. 5aik debitur maupun kreditur menyadari bahwa keberadaan jaminan hipotik ini sangat membantu perusahaan perkapalan dalam memenuhi dan menjalankan modal kerjanya agar dapat menyelenggarakan kegiatan operasionalnya. Dengan adanya asuransi diharapkan memberikan rasa aman kepada kedua belah pihak karena kapal laut ini sangatlah riskan terhadap kejadian&kejadian yang mungkin terjadi di luar kehendak para pihak. (isalnya saja berkenaan dengan bencana alam yang mungkin terjadi ketika kapal tersebut berlayar dan menimbulkan kerusakan, dengan adanya asuransi maka ada sebuah jaminan terhadap perbaikan kapal tersebut. Kemudian, serupa dengan apa yang terjadi dalam kasus ini, ketika kapal tersebut hilang dan tidak dapat ditemukan walaupun telah dilakukan serangkaian kegiatan pencarian dan in:estigasi, maka pihak yang meminta diadakan asuransi tentu mengharapkan adanya tindakan yang dapat dilakukan oleh pihak pemberi asuransi. <ang menjadi kendala dalam pelaksanaan eksekusi apabila terjadi suatu wanprestasi yaitu, dalam K'HPerdata ketentuan mengenai Hipotik kapal apabila terjadi suatu wanprestasi maka pihak yang memegang hipotik dapat melakukan pelelangan yang diketahui secara umum dan hal ini menjadi kendala karena untuk mendapatkan harga yang sesuai dengan nilai penjaminannya merupakan hal yang relati:e sulit dilakukan.

!A-"- P2-I-I II $erdakwa Ir. ARI- PRA)ATA selaku Department Head 6akarta Fity Fredit 8peration 6akarta $hamrin P$. 5ank (andiri /Persero0 $bk dengan ):onne Crederika Koekoe selaku Direktur 'tama P$ Kirana Komisaris 'tama P$ Kirana badi Persada dan 3ursyaf Gffendi selaku badi Persada "ines /yang perkaranya dalam tahap upaya

hukum kasasi0, dan Drs %ubur Hermanto selaku Fommercial 5usiness Fenter /F5F0 P$ 5ank (andiri /Persero0 $bk 6akarta $hamrin, Djoko %etijo 8etomo selaku $eam "eader )) F5F P$ 5ank (andiri /Persero0 $bk 6akarta $hamrin, Cerinton selaku Fredit nalis F5F P$ 5ank (andiri /Persero0 $bk 6akarta $hamrin, /yang perkaranya sudah diputus dan telah mempunyai kekuatan hukum yang tetap0, pada tanggal 2 Desember 277# sampai dengan tanggal 2 6uni 2771 atau setidak&tidaknya dalam waktu antara tahun 277# sampai dengan tahun 2771 bertempat di P$. 5ank (andiri /Persero0 $bk =edung (enara 5D3 6l. Kebon %irih 3o. B# 6akarta Pusat atau setidak&tidaknya di suatu tempat yang termasuk dalam daerah hukum Pengadilan $indak Pidana Korupsi pada Pengadilan 3egeri 6akarta Pusat, telah melakukan atau turut serta melakukan per$uatan ,ang se6ara mela7an hukum0 melakukan per$uatan memperka,a diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi0 ,ang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara0 yang dilakukan dengan cara sebagai berikut > 5ahwa terdakwa berdasarkan %G Direksi P$ 5ank (andiri /Persero0 $bk 3o E(3.EE -772-2772 tanggal 19 Cebruari 2772 perihal Kebijakan 8perasional Perkreditan 5ank (andiri melakukan fungsi antara lain sebagai berikut > 1. (elakukan pengecekan terhadap pemenuhan persyaratan penarikan kredit /disbursement0 > 2. Pelaksanaan fungsi administrasi kredit secara umum yaitu >

a. (emonitoring jangka waktu kredit > b. (elaksanakan dan monitoring penetapan masa laku asuransi dan pengurusan klaim asuransi > c. (elaksanakan dan memonitoring pelaksanaan pengikatan agunan kredit dan mengadministrasikan ke dalam system > d. (engakti:asi rekening dan meng&update data rekening kredit. #. Pemantauan kepatuhan debitur terhadap persyaratan Perjanjian Kredit dan mere:iew kebenaran penetapan kolektibilitas kredit > 1. (elaksanakan penelitian atas keabsahan bukti kepemilikan agunan > 9. (elaksanakan penilaian agunan atas permintaan bisnis unit, sesuai dengan aturan pelaksanaan yang berlaku > ,. (elakukan 5ank Fhecking > 3amun ketentuan terse$ut tidak dilaksanakan oleh Terdak7a0 karena pada tanggal + &esem$er 2''3 Terdak7a tidak melaksanakan penelitian atas legalitas kredit berupa 3ota nalisa 3o F(5.F5F.6$H-,#B-277# tanggal 1 8ktober 277# yang dibuat dan nalyst F5F 6akarta $hamrin, Djoko %. 8etomo $eam ditandatangani oleh Cerinton Fredit

"eader F5F 6akarta $hamrin dan Drs. %ubur Hermanto (anager F5F 6akarta $hamrin padahal )ota Analisa terse$ut di$uat tanpa melakukan on the spot 8pemeriksaan /isik9 terhadap kapal ,ang akan di$eli dan sekaligus akan dijadikan agunan utama oleh I:onne .rederika !oekoe /Dirut P$ K P"0. %elanjutnya walaupun $erdakwa mengetahui bahwa agunan 3 8tiga9 unit kapal $elum dilakukan pemeriksaan /isik karena dokumen kapal han,a $erupa /oto6op, , namun $erdakwa menandatangani Fheck list sebagai %yarat Penandatanganan Perjanjian Kredit- ddendum Perjanjian Kredit dengan menyatakan....seluruh syarat penandatanganan Perjanjian Kredit telah dipenuhi sehingga akta perjanjian kredit in:estasi dengan limit kredit sebesar Ep 2A.977.777.777,77 untuk pembelian # unit kapal dapat dilaksanakan. %elanjutnya pada butir 1 mengatur dalam rangka memastikan apakah semua persyaratan dan prosedur kredit telah dipenuhi, baik oleh Debitur maka sebelum memutuskan ijin penarikan credit administration F8D selaku penanggung jawab harus memastikan bahwa persyaratan

dalam check list telah terpenuhi, namun $erdakwa tidak melaksanakan ketentuan tersebut karena walaupun persyaratan dalam check list belum terpenuhi yaitu 3ota nalisa Kredit tidak sesuai dengan kenyataannya $erdakwa mengajukannya sebagai lampiran perjanjian kredit kemudian mengajukannya ke 5usiness 'nit dengan data&data yang tidak benar dalam analisa kredit untuk bahan perjanjian kredit.

%elanjutnya berdasarkan 6he6k list ,ang Terdak7a tandatangani namun data%datan,a tidak $enar terse$ut telah dijadikan $ahan perjanjian kredit antara I:onne .rederika !oekoe Dirut P$ K P" selaku &e$itur dengan &rs -u$ur Hermanto Fity 5usiness (anager Fity 5usiness Fenter 6akarta $hamrin P$ 5ank (andiri /Persero0 $bk selaku !reditur dihadapan 3otaris )syana Nisnuwardhani %adjarwo %H pada tanggal 2 Desember 277# yang di dalam Pasal 2 %yarat Gfektif Perjanjian- Penarikan Kredit dicantumkan sebagai berikut >

5utir 2.#

Penarikan Kredit )n:estasi dilaksanakan dengan prinsip *Payment

gainst Documents+ dan sedapat mungkin dibayarkan langsung pada pemilik kapal > 5utir 2.1 (enyerahkan seluruh bukti asli pembayaran uang yang sudah

dikeluarkan sebagai self financing kredit in:estasi atau bukti setoran uang tunai kepada pemilik kapal sebagai self financing minimal sebesar Ep. 19.#77.777.777,77 > 5utir 2.9 $elah men,erahkan $ukti kepemilikan agunan utama dan

tam$ahan sekaligus dilakukan pengikatan agunan terse$ut dalam $entuk Hak Tanggungan dan surat !uasa untuk memasang Hipotik 8-!MH9 serta Hipotik atas !apal%kapal $erserta pengurusan $alik nama serta penda/tarann,a pada instansi yang terkaitOdst. %ebelum pengikatan dilaksanakan, maka agunan tersebut harus dire:iew oleh 5ank.

5ahwa ketentuan terse$ut tidak dilaksanakan oleh Terdak7a ,aitu Terdak7a $elum

menerima -erti/ikat Hak Tanggungan dan surat kuasa untuk memasang hipotek serta hipotek kapal%kapal serta kepengurusan $alik nama serta penda/taran dari

instansi terkait namun $erdakwa pada tanggal 2 Desember 277# telah menandatangani Fheck "ist %yarat&syarat Gfektif dan Penarikan Perjanjian Kredit- ddendum Perjanjian Kredit yang seolah&olah sudah terpenuhi sesuai dengan catatannya yang mencantumkan *(enurut penilaian kami seluruh syarat efektif Perjanjian Kredit telah dipenuhi sehingga fasilitas kredit dapat dinyatakan efektif, dengan ini saya nyatakan bahwa saya telah meneliti kelengkapan dokumen&dokumen tersebut di atas dengan sebenarnya+ > 5ahwa sebelum $erdakwa menandatangani check list syarat&syarat efektif penarikan perjanjian kredit-addendum perjanjian kredit berkas&berkas tersebut telah melalui proses yaitu 4 1. ):onne Crederika Koekoe selaku Debitur mengajukan %urat 3omor #7,- K P"& 6K$-K))-277# tanggal 17 Desember 277# perihal permohonan penarikan-pencairan fasilitas kredit in:estasi sebesar Ep 2A.977.777.777,77 kepada %ubur Hermanto selaku (anajer F5F (andiri $hamrin, dan dana tersebut mohon dipindahbukukan rekening P$ K P" di P$ 5ank (andiri Fabang 6akarta&Fikini dengan nomor rekening 12#&777112#27,. 2. Djoko 5ahwa atas permohonan ):onne Crederika Koekoe tersebut $im )) (iddle % 8etomo selaku $eam "eader mengajukan (emo 3omor

Fommercial F5F ). 6akarta $hamrin Dian %iswanto selaku Eelationship (anager dan F(5.F5F.6$H-121#-277# tanggal 17 Desember 277# kepada %ubur Hermanto selaku F5F (anager perihal permohonan penarikan fasilitas kredit in:estasi atas nama P$ Kirana badi Persada "ines, dan dalam usulan (emo tersebut dicantumkan *.....Penarikan-pencairan fasilitas kredit in:estasi atas nama P$ Kirana badi Persada dapat dipertimbangkan untuk disetujui yang kemudian dipindahkan ke rekening dengan data sebagai berikut 4 6umlah penarikan 4 Ep 29.#,7.777.777,77 /dua puluh lima milyar tiga ratus enam puluh juta Eupiah0 Fara penarikan 4 Dipindahbukukan ke rekening 3o. 12#&777112#27, atas nama P$ Kirana badi Persada Fabang 4 P$ 5ank (andiri /Persero0 $bk Hub 6akarta Fikini $ujuan Penggunaan 4 Pembiayaan pembelian Kapal (.. G:ia- Kencana Prima, Kapal .ento D"-5angun "uas dan Kapal (.. Naddens-H =ulf.

!emudian usulan terse$ut ditandatangani oleh &ian -is7anto0 &joko -. 2etomo0 dan -u$ur Hermanto0 untuk selanjutn,a diajukan kepada Terdak7a. %elanjutnya pada tanggal 11 Desember 277# $erdakwa tanpa melakukan penelitian atas keabsahan bukti kepemilikan agunan persyaratan pencairan kredit yang diajukan ):onne Crederika Koekoe menandatangani checklist %yarat&syarat Gfektif dan Penarikan Perjanjian Kredit- ddendum Perjanjian Kredit yang seolah&olah sudah terpenuhi sesuai dengan catatannya yang mencantumkan *(enurut penilaian kami seluruh syarat efektif Perjanjian Kredit telah dipenuhi sehingga fasilitas kredit dapat dinyatakan efektif. Dengan ini saya nyatakan bahwa saya telah meneliti kelengkapan dokumen&dokumen tersebut diatas dengan sebenarnya+, padahal dalam memnuhi syarat penarikan-pencairan kredit di atas ):onne Crederika Koekoe dan 3ursyaf Gffendi telah mengajukan dokumen pembelian # /tiga0 unit kapal cargo yang tidak benar dengan mencantumkan seolah&olah telah membeli dahulu # /tiga0 unit kapal yang juga dijadikan sebagai jaminan utama dalam pengajuan kredit in:estasi. 5ahwa %etelah $erdakwa menyatakan seluruh syarat efektif perjanjian kredit yang diajukan ):onne Crederika Koekoe selaku Dirut P$ Kirana kemudian $erdakwa ris Pranata membuat badi Persada "ines telah terpenuhi Keputusan )jin Penarikan 3omor

6FF8.).-1199-K)P-277# tanggal 11 Desember 277# yang menyatakan *dengan ini kami ris Pranata selaku Department Head 6akarta Fity Fredit 8peration ). $hamrin telah memberikan ijin penarikan kredit in:estasi. 5ahwa dengan perbuatan melawan hukum yang dilakukan $erdakwa sebagaimana tersebut di atas telah memperkaya ):onne Crederika Koekoe dan 3ursyaf Gffendi sejumlah Ep 2A.977.777.777,77 /dua puluh tujuh milyar lima ratus juta Eupiah0.

kibat perbuatan yang dilakukan $erdakwa telah merugikan keuangan 3egara FP P$ 5ank (andiri /Persero0 $bk sebesar Ep 2A.977.777.777,77 /dua puluh tujuh milyar lima ratus juta Eupiah0 sesuai dengan surat 5adan Pengawas Keuangan dan Pembangunan Deputi 5idang )n:estigasi 3omor E&12B-D.,-72-2772 tanggal 2 pril 2772 perihal "aporan Hasil Perhitungan Kerugian Keuangan 3egara atas perkara tindak pidana korupsi dalam pemberian fasilitas kredit in:estasi oleh P$ 5ank (andiri /Persero0 $bk Fommercial 5anking Fenter /F5F0 6akarta $hamrin kepada P$ Kirana K P"0. badi Persada "ines /P$.

5erdasarkan fakta&fakta tersebut, (ahkamah gung4 (enyatakan $erdakwa )r. ris Pranata terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah

secara bersama&sama melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 3 5o Pasal 1( "ndang%"ndang )o. 31 Tahun 1+++ tentang Pem$erantasan Tindak Pidana !orupsi ,ang telah diu$ah dengan "ndang%undang )omor 2' Tahun 2''1 tentang Peru$ahan atas "ndang%undang )omor 31 Tahun 1+++ tentang Pem$erantasan Tindak Pidana !orupsi 5o Pasal ;; a,at 819 ke%1 !"HPidana < (enjatuhkan pidana terhadap $erdakwa dengan pidana penjara selama 9 /lima tahun0 dikurangi selama $erdakwa berada dalam tahanan, dengan perintah agar $erdakwa ditahan di Eumah $ahanan dan pidana denda sebesar Ep 977.777.777,77 /lima ratus juta Eupiah0 subsidair , /enam0 bulan kurungan.

A)ALI-I- !A-"- II4 Di dalam kasus dinyatakan bahwa 3ota nalisa 3o F(5.F5F.6$H-,#B-277# tanggal 1 8ktober 277# yang dibuat dan ditandatangani oleh Cerinton Fredit nalyst F5F 6akarta $hamrin, Djoko %. 8etomo $eam "eader F5F 6akarta $hamrin dan Drs. %ubur Hermanto (anager F5F 6akarta $hamrin terse$ut di$uat tanpa melakukan on the spot 8pemeriksaan /isik9 terhadap kapal ,ang akan di$eli dan sekaligus akan dijadikan agunan utama oleh I:onne .rederika !oekoe /Dirut P$ K P"0. Dengan belum dilakukannya pemeriksaan fisik atas kapal laut tersebut maka 3ota tersebut. nalisa tersebut tidak akan sah, karena pemeriksaan fisik dibutuhkan untuk mengetahui status dari kapal laut pakah kapal laut tersebut dapat dibebankan hipotok atau tidak. %eperti yang telah diatur dalam pasal #11 ayat /#0 K'HDagang yang menetukan bahwa kapal yang telah dibukukan dalam register kapal dapat dibebani hipotik dan kapal yang dapat dibukukan dalam register adalah kapal yang memiliki ukuran paling sedikit 27 m# seperti yang diatur dalam pasal #11 ayat /10 K'HDagang. Dengan tidak dilakukannya pemeriksaan fisik atas kapal tersebut maka tidak dapat diketahui pasti apakah kapal tersebut dapat dibebani hipotik atau tidak. %ehingga nota analisa yang ditandatangani oleh terdakwa pada 1 8ktober 277# tidak sah.

( K " H H'K'( KG5G3D 3 PGED $

*H)P8$)K K P " " '$+

Disusun 8leh 4 (aria Eegita /127,21122,0 =erin 5askara /127,21,2110

rindra 5ratanatha /127,21919,0 gnes lfreda /127,21BB170 $aufiP 5urhani /127,21,A,10 Cadel (uhammad /127,297B,,0
"ni:ersitas Indonesia &epok0 )o:em$er 2'13

Anda mungkin juga menyukai