Anda di halaman 1dari 2

Ketika Jarum Kompas Tidak Lagi Menunjuk Arah Utara dan Selatan

Sebuah rutinitas yang hampir selalu terjadi, ketika kita memasuki lingkungan pendidikan baru, entah usia Sekolah Menengah Atas, atau ketika masuk bangku perkuliahan, akan menemui masa dimana kita melakukan orientasi dengan kondisi kampus, lingkungan, dan berbagai sistim yang ada. Hal lain yang pasti tidak tertinggal adalah, kita akan menemui perkenalan! dengan kegiatan ekstrakulikuler atau UKM di tingkat perguruan tinggi. "iasanya, para senior di tiap ekstrakulikuler atau UKM ini akan tunjuk aksi dan prestasi demi menjaring masa sebanyak mungkin, meramaikan tempat berekspresi yang menjadi pilihan masing # masing. Salah satu yang pasti ada, di setiap lembaga pendidikan, baik negeri maupun s$asta, selain %ramuka tentunya adalah %e&inta Alam. 'engan dandanan anggota yang biasanya sangat khas untuk dilihat dan dihapalkan, mena$arkan sebuah tantangan! bagi para anggota, mena$arkan sebuah keindahan! yang dimiliki oleh alam, mulai dari gunung yang sejuk, sungai dengan arus, goa yang memanggil untuk disusuri ujungnya, dan yang selalu menjadi daya tarik pastinya adalah kepedulian kepada lingkungan, tidak sekedar menikmati, atau merusak bahkan, tapi ikut serta melestarikan. Ji$a muda, berada di tempat yang baru, dengan lingkungan baru, dan dihadapkan pada sebuah $adah yang sangat menantang, akan ada perasaan dan kepuasan, bahkan kebanggaan yang sangat jika kita bisa bergabung. (alaupun, dengan berbagai ritual yang tergolong unik, nyentrik, dan beranekaragam tingkat tantangan. Seleksi alam, yang kuat, yang mampu, yang bertahan. )ampaknya ini yang menggambarkan siapa yang bisa menjadi bagian dari $adah ini. %elajaran mendasar, yang pasti akan diberikan sebagai bekal utama seorang pe&inta alam adalah ilmu medan peta dan kompas. 'imana kompas, menjadi alat yang sangat *ital +ungsinya. Menentukan arah, men&pai sebuah tempat yang kita tuju. Se&ara bentuk dan mekanisme kerja, sangat sederhana memang. Tergambar, komponen utama hanyalah jarum magnet, yang selalu menunjukan arau utara dan selatan. "erkali # kali kita putar ke berbagai arah, akan kembali menunjukan arah utara dan selatan. Saat ini sudah ada peralatan yang jauh lebih &anggi ma&am ,%S, namun kompas akan menjadi sebuah alat dan ilmu pokok yang $ajib dikuasai.

-ntah kita sadar atau tidak, sesungguhnya dalam diri kita, mempunyai kompas. Kompas yang mekanismenya tidak jauh berbeda dengan kompas sesungguhnya. Hanya saja, arah kutub Utara dan Selatan yang ditunjuk kompas alamiah yang kita miliki, berganti menjadi kebenaran! dan kesalahan!. Ketika kita merokok &ontohnya, kompas alami kita akan menunjukan arah dimana kita harusnya sadar tindakan itu merusak kesehatan, pemborosan, dan merugikan orang lain pula. Hal lain, ketika kita berkata dusta, seke&il apapun, kompas alami kita ini, akan menunjukan arah bah$a sanya kita sedang melakukan kesalahan. %ertanyaan berikutnya, maukah kita mengikuti kompas alami kita ini. Ataukah, kita mengabaikan. Kompas alami ini, jika kita ikuti memang tidak akan menjamin kita melalui jalan yang nyaman saat ini, tapi kita akan mendapat jaminan , kalo kita akan selalu berada di ba$ah arah dan bimbingan/)ya. Hanya saja, tidak segampang mengikuti kompas penunjuk arah utara dan selatan memang. "erbagai godaan, berbagai alasan, dan berbagai hal akan memaksa kita membelot arah, mengabaikan arah yang tengah ditunjuk kompas alami kita. 'an kompensasi dari kita mela$an arah kompas alami kita, akan mun&ul gejolak ji$a yang menghantui terus menerus, perasaan sema&am dikejar dosa. )amun, semakin kita sering mengabaikan, semakin kita membiarkan arah kompas alami kita bergerak tanpa kita ikuti, akan ada besi yang mun&ul. 0ang berasal dari tumpukan rasa bersalah yang kita abaikan dan semakin berkarat. 0ang natinya, akan menarik jarum kompas alami kita, tidak lagi mengarah pada utara dan selatan! yang sesungguhnya. Mungkin kondisi inilah yang sedang terjadi kebanyakan pada masa sekarang. "erbagai orang dengan ilmu yang sangat mumpunipun, tidak mampu sekedar memba&a kompas alami yang ia miliki, yang tidak perlu dipelajari sebenarnya. Semoga, akan ada kumpulan pe&inta hati!, yang mengajarkan kita semua, untuk sekedar bisa dan mampu, memba&a kompas alami yang sudah diberikan oleh #)ya, sebagai petunjuk jalan selama di dunia, menuju penghakiman nantinya. 'oni Kristiyono (akil Ketua 'e$an Kerja 1abang "anyumas 234567893392