Anda di halaman 1dari 12

MAKALAH BIOSINTESIS ASAM AMINO

Disusun Oleh: ASMA ASHFIYA MUTI 3415115825

PENDIDIKAN BIOLOGI BILINGUAL JURUSAN BIOLOGI FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM 2013

I.

Pendahuluan Dalam tubuh makhluk hidu pasti terdapat banyak asam amino. Asam amino merupakan

monomer-monomer protein yang diubungkan satu sama lain dengan ikatan peptida.

Asam

amino mengalami proses katabolisme yang terjadi dalam dua tahapan, yaitu Transaminasi dan Pelepasan amin dari glutamate dan menghasilkan ion ammonium. Semua jaringan mampu mensintesis asam amino essensial, melakukan remodeling asam amino dan turunan lain yang mengandung nitrogen. Setiap jenis asam amino dapat mengalami biosintesis. Dalam makalah ini akan dibahas lebih lanjut tentang macam-macam asam amino dan biosintesis asam amino. Asam amino memiliki fungsi yang sangat penting, yaitu kerangka dasar sejumlah senyawa penting dalam metabolisme seperti enzim, hormone, asam nukleat, dan vitamin. Tumbuhan dapat mensintesis ke-20 asam amino tidak seperti manusia dan hewan yang hanya bisa mensintesis 10 dari 20 asam amino. Asam amino yang dapat disintesis sendiri oleh makhluk hidup dikenal dengan asam amino nonesensial. Sedangkan asam amino yang tidak dapat disintesis sendiri harus diperoleh dari makanan disebut asam amino esensial. Lintas yang mengarah kepada sintesis asam amin esensial biasanya lebih panjang (5 sampai 15 tahap) dan lebih kompleks dibandngkan dengan lintas yang menuju asam amino esensial yang kebanyakan dibentuk melalui tahap yang lebih kecil dari lima.

II.

Masalah

1. Apa saja macam-macam asam amino pada tumbuhan? 2. Bagaimana proses biosintesis 20 asam amino pada tumbuhan?

III.

Pembahasan

Bagaimana asam amino terbentuk? Dimulai dari asam amino, nama resminya adalah asam 2-amino karboksilat atau asam -amino karboksilat. Secara umum memiliki struktur sebagai berikut. Dimana R adalah gugus samping mulai dari yang paling sederahana H (glycine) hingga yang memiliki gugus samping siklik seperti tryptophan (trp). Gambar dibawah ini adalah struktur dari 20 jenis asam amino penyusun protein. Gugus R ada yang bersifat netral, bernuatan positif, negative, ada yang hidrofilik dan hidrofobik.

Lintas biosintetik yang menghasilkan ke-20 jenis asam amino tidak hanya banyak jumlahnya tetapi juga kebanyakan bersifat agak kompleks. Asam amino ini dibutuhkan dalam jumlah yang relative kecil, aliran biosintetik yang melalui sebagian besar aliran ini tidak akan sebesar seperti aliran biosintetik yang menghasilkan karbohidrat atau lemak (Lehninger, 1982). Tidak seperti asam amino non essensial yang sederhana pembentukannya, asam amino essensial memiliki jalur pembentukan yang sangat kompleks. Terdapat lima asam amino yang merupakan prekursor dalam biosintesis asam amino, yaitu glutamat, fenilalanin, aspartat, serin, dan treonin.

Glutamat, glutamine, dan prolin memiliki bagian dalam lintas yang bersamaan dengan lintas biosintetik. Ketiganya memiliki hubungan yang sederhana dan identik. Glutamate merupakan salah satu asam amino yang berperan penting dalam reaksi pembentukan asam-asam amino lainnya.

1. Glutamat Glutamat merupakan precursor dari sintesis klorofil pada perkembangan daun (Yaronskaya, 2006 dalam Forde dan Lea, 2007). Glutamat dibentuk dari ammonia dan -ketoglutarat, suatu senyawa antara siklus asam sitrat, melalui kerja L-glutamat dehidrogenase (GDH). -ketoglutarat dan ammonia membentuk glutamat dengan bantuan tenaga pereduksi, yaitu NADPH.

2. Glutamin Sedangkan glutamin dibentuk dari sebuah kerja enzim glutamin sintesis.Glutamat sintase merupakan enzim yang bereaksi pada reaksi yang irreversible (tidak balik), namun glutamat dehydrogenase berperan dalam reaksi yang dapat balik (reversible). Glutamin sintatase pertama kali dimurnikan dan ditandai dari tumbuhan pada tahun 1956 (Miflin dan Habash, 2001).

Jalur Sintesis Glutamin

3. Prolin Sedangkan prolin disintesis dari glutamat atau ornitin. Prolin disintesis dari glutamat melalui reaksi bertahap. Mula-mula glutamat direduksi menjadi -semialdehida dengan bantuan glutamat kinase dehidrogenase. Kemudian metabolit ini mengalami penutupan menjadi pirolin 5-karboksilat dan reduksi lebih lanjut menjadi prolin dengan bantuan enzim pirolin karboksilat reduktase. Prolin adalah penghambat alosterik pada reaksi awal biosintesisnya.

Langkah utama dari biosintesis prolin pada tumbuhan, yaitu dari katalisis glutamat menggunakan dua enzim, yaitu 1-pyrroline-5-karboksilat sintetase (P5CS) yang menghasilkan -glutamil kinase ( GK) dan asam glutamat semialdehid (GSA) dehidrogenase (-glutamil fosfat reduktase). GSA yang dihasilkan akan dikonversi menjadi prolin-5-karboksilat (P5C) yang nantinya akan direduksi dengan P5C reduktase (P5CR) menjadi prolin (Zhang, 1995 dalam Raggio dan Raggio, 2007). Selain dari glutamat, prolin juga dibentuk dari ornitin melalui ornitin -aminotransferase (OAT) (Raggio dan Raggio, 2007).

4. Alanin Alanin berasal dari piruvat dan oksaloasetat oleh transaminasi dari glutamat (Lehninger, 1982) (Gambar 4). Seperti halnya glutamat, glutamin, dan prolin, alanin juga berasal dari metabolit sentral yang didapatkan melalui kerja enzim alanin transaminase. Sel seludang pembuluh ditemukan memiliki kapasitas untuk memproduksi alanin dari piruvat dan glutamat dengan angka 0,5 gmol/min-mg BS Chl (Valle dan Heldt, 1991).

Gambar Jalur sintesis alanin

5. Aspartat Biosintesis aspartat seperti halnya glutamat, aspartat ini disintesis dengan satu langkah sederhana melalui reaksi transaminasi dibantu dengan kerja enzim pengkatalisis, yaitu aspartat aminotransferase (Gambar 5). Reaksi ini menggunakan analog asam -keto aspartat, oksaloasetat, dan glutamat sebagai donor amino.Aspartat juga diturunkan dari asparagin dengan bantuan asparaginase (Gambar 6). Aspartat ini akan menjadi senyawa turunan untuk jalur biosintesis lisin, metionin, treonin, dan isoleusin pada tumbuhan (Janderdan Joshi, 2009).

Jalur sintesis Aspartat

Jalur sintesis Aspartat dari Asparagin

6. Asparagin Sedangkan pembentukan asam amino asparagin berasal langsung dari prekursornya yaitu aspartat dengan dikatalisis oleh asparagin sintetase. Asparagin menjadi senyawa utama dalam transportasi pada xylem (4550%) akar ke daun dan pada floem (2030%) dari daun ke biji yang sedang berkembang pada tumbuhan (Lea, 2006).

Jalur sintesis Asparagin

Ferreira (2006) meneliti enzim aspartat kinase dan homoserine dehidrogenase pada lisin dan treonin di biji sorgum. Asam amino esensial ini disintesis pada tumbuhan melalui jalur dengan percabangan yang berbeda dan berasal dari aspartat. Aspartat kinase mengkatalisis fosforilasi dari aspartat ke bentuk -aspartyl phosphate dan isoenzim aspartat kinase menggunakan pengontrolan dengan feedback inhibition dari treonin atau lisin.

7. Arganin (Arg) Sintesis Arginin menjadi Ornitin dan urea biasanya melalui siklus Urea. Berikut merupakan jalur biosintesis Arginin yang dimulai dengan asam amino). Biosintesis arginin memiliki 8 tahap. Glutamate dikonversi menjadi N-acetylglutamat, kemudian dilanjutkan dengan pengkonversian menjadi N-acetyl--glutamyl phosphate, N-acetylglutamate semialdehyde, N-acetylomithine, Ornithine, L-citrulline, Argininosuccinate, dan arginine. Konversi ornitin dari glutamate terjadi di sitosol, kemudian ornitin masuk ke matriks mitokondria. Ornitin diubah menjadi sitrulin diantara matriks. Sitrulin kemudian ditranspor ke sitosol dan kemudian dikonversi ke arginin.

8. Histidine (His) Jalur biosintesis hstidine diawali oleh senyawa PRPP, dimana kemudian jalur ini memiliki feedback yang dilakukan oleh L-Histidine. PRPP disintesis menjadi 5-phospho-D-ribose 1-diphosphate, kemudian phosporibosyl-ATP, 1-(5-Phospoho-D-ribosyl)-AMP, 1(5-phosporibosyl)-5-[(5-phosporibosylamino) carboxamide,phosporibulosylformimino-AICAR-P, ribonucleotide, D-erythro-imidazole-glycerol-phospate, methylideneamino] aminoimidazole imidazole imidazole-4carboxamide L-

acetol-phospate,

histidinol-phospate,histidinol, histidinal, dan kemudian terbentuklah L-histidine

9. Isoleucine (Ile) Langkah pertama dalam biosintes tiamin pirofosfat isoleusin adalah untuk membentuk ca rbanion menengah. Komponen lain berasal dari treonin asamamino, yang dideaminasi untuk menghasilkan alpha-ketobutyrate. Alpha-ketobutyrate. Alpha-ketobutyrate mencegah TPP

bereaksi untuk menghasilkan alpha-aceto-alfa-hidroksibutirat yang terisomerisasi, berkurang dan dehidrasi untuk menciptakan alpha-keto-beta-methylvalerate. Transfer valin

aminotranferase gugus amino dari glutamate untuk menghasilkan isoleusin.

10. Leusine (Leu) Biosintesis leusin melibatkan 8 langkah konversi, yaitu konversi piruvat menjadi acetolactat, isomer -acetolactate, --dihydroxyisovalerate, -ketoisovalerate, isopropylmalate, -isopropylmalate, -ketoisocaproate, dan akhirnya menjadi leusin. 11. Lysine (Lys) Awalnya, aspartat diubah menadi asparyl--phospate, aspartat--semialdehyde, dihydropicollinate, 1-Piperdine-2,6-dicarboxylate, N-succinyl-2-amino-6keto-L-pimelate, N-succynil-L,L-,-diaminopimelate, meso-,-diaminopimelate dan akirnya menjadi lysine.

12. Methionine (Met) dan Threonin (Thr) Metionin merupakan asam amino esensial yang diperlukan untuk beberapa fungsi seluler yang penting termasuk inisaisi sintesis protein, metilasi DNA, rRNA, biosintesis sistein. Beberapa bakteri dapat mensintesis metionin menggunakan belerang organic melalui transsulfuration O-terasilasi homoserine dengan sistein untuk membentuk cystathionine. Cystathionine kemudian dibelah untuk homosistein, dan alcohol untuk metionin. Tumbuhan mampu mensistesis threonin dari asam aspartat. Tahap yang penting dikatalis oleh enzim aspartokinase yang mengikat fosfat ke gugus -karboksil pada asam aspartat. Reduksi oleh beta-aspartat semialdehid dehidrogenase menghasilkan beta aspartasemialdehid yang merupakan senyawa antara penting dalam biosintesis threonin, metionin, dan lisin.

13. Phenilanalanine (Phe) Jalur biosintesis phenylalnine dimulai dari chorismate yang disintesis dari

phosphoenolpyruvate dan erythrose gula 4-fosfat. Chorismate ini kemudian dikatalis oleh chorismate mutase menjadi prephenate, dan kemudaian oleh pherphenate dehydrase diubah

menjadi phenylpyruvate. Phenylpyruvate ini kemudaian diubah menjadi asam amino phenylalanine oleh enzyme aminotransferase.

14. Tryptophan (Trp) Jalur biosintesis triprofan dimulai dengan chorismate, juga merupakan precursor sintesis asam amino esensial aromatic tirosin dan fenilalanin. Chorismate disintesis dari PEP dan erythrose gula 4-fosfat. Chorismate kemudian diubah menjadi anthranilate, N-(5Phosporibosyl)-anthranilate, Enol-l-o-carboxylphenylamino-l-deoxyribulose phosphate,

indole-3-glycerol phosphate, dan menjadi asam amino triptofan.

15. Valine (Val) Jalur biosintesis valin dimulai dari piruvat yang diubah menjadi alfa-acetolactate dan kemudaian menjadi alfa,beta-dihydroxy-isovalerate, alfa-ketoisovalerate, dan akhirnya menjadi valine. Bila terdapat akumulasi valin, langkah pertama biosintesis ini dihambat oleh valin bersama dengan penghambatan isoleusin dan leusin.

16. Sistein (Cys, C) Sintesis sistein dari metionin. Kondensasi dari ATP dan metionin dikatalisis oleh enzim metionin adenosiltransfrease menghasilkan S-adenosilmetionin (SAM) Biosintesis S-

adenosilmetionin (SAM) SAM merupakan precursor untuk sejumlah reaksi transfer metil (misalnya konversi norepinefrin menjadi epinefrin). Akibat dari tranfer metil adalah perubahan SAM menjadi Sadenosilhomosistein. S-adenosilhomosistein selanjutnya berubah menjadi homosistein dan adenosin dengan bantuan enzim adenosilhomosisteinase. Homosistein dapat diubah kembali menjadi metionin oleh metionin sintase. Dalam produksi SAM, semua fosfat dari ATP hilang: 1 sebagai Pi dan 2 sebagai Ppi. Adenosin diubah menjadi metionin bukan AMP. Dalam sintesis sistein, homosistein berkondensasi dengan serin menghasilkan sistationin dengan bantuan enzim sistationase. Selanjutnya dengan bantuan enzim sistationin liase sistationin diubah menjadi sistein dan ketobutirat. Gabungan dari 2 reaksi terakhir ini dikenal sebagai trans-sulfurasi.

17. Serin (Ser, S) Jalur utama untuk serin dimulai dari intermediat glikolitik 3-fosfogliserat. NADH-linked dehidrogenase mengubah 3-fosfogliserat menjadi sebuah asam keto yaitu 3-fosfopiruvat, sesuai untuk transaminasi subsekuen. Aktivitas aminotransferase dengan glutamat sebagai donor menghasilkan 3-fosfoserin, yang diubah menjadi serin oleh fosfoserin fosfatase.

18. Glisin (Gly, G) Jalur utama untuk glisin adalah 1 tahap reaksi yang dikatalisis oleh serin

hidroksimetiltransferase. Reaksi ini melibatkan transfer gugus hidroksimetil dari serin untuk kofaktor tetrahidrofolat (THF), menghasilkan glisin dan N5, N10-metilen-THF.

19. Alanin (Ala, A) Alanin dipindahkan ke sirkulasi oleh berbagai jaringan, tetapi umumnya oleh otot. Alanin dibentuk dari piruvat. Hati mengakumulasi alanin plasma, kebalikan transaminasi yang terjadi di otot dan secara proporsional meningkatkan produksi urea. Alanin dipindahkan dari otot ke hati bersamaan dengan transportasi glukosa dari hati kembali ke otot. Proses ini dinamakan siklus glukosa-alanin. inti dari siklus ini adalah bahwa dalam 1 molekul, alanin, jaringan perifer mengekspor piruvat dan amonia ke hati, di mana rangka karbon didaur ulang dan mayoritas nitrogen dieliminir. Ada 2 jalur utama untuk memproduksi alanin otot yaitu: (1) Secara langsung melalui degradasi protein (2) Melalui transaminasi piruvat dengan bantuan enzim alanin transaminase, ALT (juga dikenal sebagai serum glutamat-piruvat transaminase, SGPT). Glutamat + piruvat -ketoglutarat + alanin

IV.

Kesimpulan

1. Asam amino yang tidak dapat disintesis oleh tubuh dinamakan asam amino esensial. 2. Asam amino yang dapat disintesis oleh tubuh makhluk hidup disebut asam amino nonesensial. 3. Terdapat lima asam amino yang merupakan prekursor dalam biosintesis asam amino, yaitu glutamat, fenilalanin, aspartat, serin, dan treonin. 4. Gugus R ada yang bersifat netral, bernuatan positif, negative, ada yang hidrofilik dan hidrofobik.

Daftar pustaka http://blog.ub.ac.id/alanatawahyu/files/2012/05/makalah-asam-amino1.docx


http://razzelara.blogspot.com/2012/01/biosintesis-20-jenis-asam-amino.html http://sciencebiotech.net/struktur-molekul-protein/ http://www.scribd.com/doc/114396697/ASAM-AMINO-ESENSIAL