P. 1
Ulkus diabetikum

Ulkus diabetikum

|Views: 50|Likes:
Dipublikasikan oleh Ikhsan Amadea
case report
case report

More info:

Published by: Ikhsan Amadea on Dec 02, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/23/2014

pdf

text

original

PRESENTASI KASUS

ULKUS DIABETIKUM E.C DIABETES MELITUS TIPE II
DIPRESENTASIKAN OLEH :

Zoraya Febriana Syahnaz 110.2009.310
PEMBIMBING : Dr. Hami Zulkifli Abbas, Sp.PD, MH.Kes. FINASIM Dr. Sibli, Sp.PD Dr. Sunhadi

BAB I LAPORAN KASUS

Identitas Pasien Nama Jenis kelamin Umur Alamat Pekerjaan Agama Tgl masuk No.CM : Ny.S : Perempuan : 50 tahun : Kaliweru : Ibu Rumah Tangga : Islam : 07-11-2013 : 94391

II. Anamnesis (autoanamnesis)
Keluhan Utama :

Luka di bagian kaki yang tidak kunjung sembuh

kian lama luka makin meluas dan membengkak serta tidak kunjung kering. Pasien mengaku sering merasa kesemutan pada bagian kedua tungkai kaki dan nyeri pada bagian luka.Riwayat Penyakit Sekarang : Pasien datang ke RSUD Arjawinangun dibawa oleh keluarganya dalam keadaan sadar dengan keluhan luka dibagian kaki kiri yang tidak kunjung sembuh sejak + 1 minggu yang lalu SMRS. . Pada awalnya luka hanya lecet biasa akibat tersandung batu.

. Pada awalnya pasien memiliki berat badan 70 kg dan sekarang turun menjadi 54 kg. Tetapi pasien mengaku tidak meminum obat secara teratur sering lupa minum obat.Pasien mengaku mengalami penurunan napsu makan. Pasien mengaku memiliki penyakit gula selama 4 tahun belakangan ini. Pasien mengaku badannya terasa lemas. dan sedang melakukan pengobatan penyakit gula. Nyeri kepala dan pandangan mata terasa kabur disangkal oleh pasien. demam yang disertai dengan nyeri otot. Pasien mengaku sering buang air kecil lebih dari 5 kali pada malam hari dan pasien mengaku sering merasa cepat haus. dan mengalami penurunan berat badan.

Riwayat penyakit dahulu dan keluarga: Hipertensi - Asma - Jantung - Sedang pengobatan DM Riwayat kel Dm - .

Pemeriksaan Fisik Kesadaran Keadaan umum Keadaan sakit BB TB : composmentis : sedang : sedang : 54 kg : 157 cm .

8 C . isi penuh) : 22x/menit (cepat) : 36.4 (normal) : 120/80 mmHg : 80x/menit (Reguler.Status Gizi : BBI IMT Tanda Vital : Tekanan darah Nadi Pernapasan Suhu : 54 kg : 20.

pernafasan cuping hidung : Bibir tidak kering. secret . tonsil T1-T1. tidak ada kelainan.. Mulut . tidak ada caries. Pupil bulat Ditengah.Kepala Bentuk Rambut Mata Telinga Hidung : Normal simetris : Hitam beruban dan tidak mudah rontok : Konjunctiva ananemis -/-. tidak hiperemis. bentuk normal. Sklera ikterik -/-. RCL +/+ RCTL +/+ : Liang lapang. tidak ada sekret : Septum ditengah. lidah tidak kotor.

deviasi trakea (-).Leher Bentuk Normal. JVP normal. tidak ada pembesaran kelenjar tiroid dan KGB. .

ronki -/. dimulai dari ruang ics IV Auskultasi : vbs kanan = kiri. pergerakan nafas kanan sama dengan kiri . wheezing -/- .Thoraks Inspeksi : Bentuk dada kanan kiri simetris. tidak ada penonjolan masa.pada bagian basal. Palpasi : fremitus taktil kanan sama dengan kiri Perkusi : redup pada kedua lapangan paru bagian basal.

Perkusi Batas jantung : Batas atas jantung : sela iga II garis parasternalis kiri Batas kiri jantung : sela iga V garis axillaries anterior kiri Batas kanan jantung : sela iga V linea parasternalis kanan Auskultasi : BJ S1 dan S2 murni regular. murmur (-). gallop (-). .Jantung Inspeksi : Iktus kordis tidak tampak Palpasi : Ictus cordis teraba di sela iga V garis axillaries anterior kiri.

Abdomen Inspeksi Auskultasi Perkusi Palpasi : cembung. simetris : bising usus (+) normal : suara timpani pada lapang abdomen. tidak ada pelebaran vena. undulasi (-) : tidak teraba massa. shifting dullness (-). terdapat nyeri tekan ulu hati dan hepar dan lien sulit dinilai. . lembut.

ulkus superficialis ukuran + 1 cm. CTR<2”. edema ekstermitas -/+. luarnya terlihat kemerahan terdapat kalus Pada bagian kuku terlihat rapuh dan mudah patah.Ekstermitas Akral Hangat. Derajat wagner 1 . Arteri perifer teraba normal. nanah.

0 7.0 2.4 60.0 31.3 21.0-6.0 26.0 150.6 365 8.0 0.0 35.0-16.4 17.6 0.0-10.1 36.0 80.7 29.0-17.236 FLAGS UNIT 10^3/µl 10^3/ µl 10^3/ µl 10^3/ µl % % % 10^6/ µl g/dl % µm3 pg g/dl % 10^3/ µl µm3 % NORMAL 4.0 25.4 6.0 50.0-12.0-34.4 0.0 2.50 L L L L L L H .5 3.0 4.7 1.20 11.2 63.6 27.0-50.0 1.0 0.Pemeriksaan Laboratorium LAB WBC LYM MON GRAN LYM % MON% GRAN% RBC HGB HCT MCV MCH MCHC ROW PLT MPV PCT RESULT 15.0 10.0-35.200-0.0-8.0-5.10 12.0-400.1-1.0-80.0-100.0-55.0-11.4 9.

30) 454 mg/dL .150 mg/dl Kadar Gula Darah Sewaktu (18.Pemeriksaan Kadar Gula Darah Pemeriksaan Hasil Nilai normal 70.

EKG Hasil • Sinus rhytm • Moderate left axis deviation • Nonspecific twave abnormalitas .

Pada hasil lab didapatkan kadar gula darah 454 g/dl. terdapat sedikit nanah. terdapat ulkus superficialis pada bagian punggung kaki ukuran sekitar + 1 cm.000 . Pada bagian kuku terlihat rapuh dan mudah patah.Resume Pasien datang dengan keluhan luka yang tidak kunjung sembuh + 1minggu yang lalu akibat luka lecet. Leukosit 15. Pasien mengaku tidak teratur dalam minum obat. Selanjutnya kaki terlihat bengkak dan timbul nanah. Pasien mengaku memiliki riwayat diabetes 4 tahun yang lalu hingga sekarang. Pasien merasa kesemutan pada kedua tungkai pada awalnya. dan bagia luarnya terlihat kemerahan dan terdapat kalus pada bagian punggung kaki dan jari-jari kaki. Pada pemeriksaan fisik didapatkan pada bagian kaki.

C Diabetes Melitus tipe II .Diagnosa Ulkus Diabetikum E.

Diagnosa Bnading Burger Disease selulitis Ulkus tropikana Ulkus ateriosum Ulkus varikosum .

Penatalaksanaan Terapi non farmakologis Perencanaan diet makanan Latihan jasmani Terapi Farmakologis Obat hipoglikemik oral Metformin 2 x 500 mg Glukodex 1 x 80 mg Antibiotik sprectum luas Leufloxacin 1 x 500 mg Metrodidazol 3 x 500 mg Kompres luka dengan larutan rivanol (basah .kering) Debridement .

penurunan napsu makan dirasakan oleh pasien yang disertai mual muntah.serta dirasakan nyeri perut. PF: T : 120/80 mmHg R : 20x/menit Kepala : Ka -/-.6oC Diagnosa: Ulkus Diabetikum E. murmur -. crt <2”. gallop Abdomen : cembung lembut.wh -/-. Jantung : BJ 1 dan 2 murni regular. P : 88 x/menit S : 36. sering BAK dan banyak minum. Paru : VBS +/+ Rk -/.C Diabetes Melitus tipe II Terapi : Nonfarmakologis Diet makanan Latihan jasmani .Follow up Tgl 07-11 2013 Pemeriksaan Keluhan : Pasien merasa nyeri kepala dan nyeri pada bagian luka yang terdapat di jari kaki dan kian hari luka semakin membengkak. Eks : Akral hangat +/+ edema +/-. SI -/Leher : KGB ttm. nyeri tekan ulu hati -. JVP normal Tho : bentuk dan gerakan simetris.

Farmakologis • Infus RL 20 gtt/menit • Kompres luka dengan rivanol • Leufloxacin 1 x 500 mg • Metrodidazol 3 x 500 mg • Ranitidin 2x1 gr • Metformin 2 x 500 mg • Glukodex 1 x 80 mg .

muntah -. nyeri perut dirasakan oleh pasien PF: T : 110/80 mmHg R : 20x/menit Kepala : Ka -/-. Jantung : BJ 1 dan 2 murni regular. P : 80 x/menit S : 36.wh -/-. murmur -. gallop Abdomen : cembung lembut. crt <2”.C Diabetes Melitus tipe II Terapi : Th/lanjut . Paru : VBS +/+ Rk -/. SI -/Leher : KGB ttm. JVP normal Tho : bentuk dan gerakan simetris.6oC Diagnosa: Ulkus Diabetikum E.08-09-2013 Keluhan : Mual dirasakan oleh pasien. Eks : Akral hangat +/+ edema -/+. sering BAK pada malam hari. nyeri tekan ulu hati -.

murmur -. Jantung : BJ 1 dan 2 murni regular. Eks : Akral hangat +/+ edema -/+.9-11-2013 Keluhan : Nyeri pada bagian luka dan mulai timbul nanah. gallop Abdomen : cembung lembut. JVP normal P : 88 x/menit S : 36. dan kaki kian membengkak serta kemerahan PF: T : 120/80 mmHg R : 20x/menit Kepala : Ka -/-.6oC Tho : bentuk dan gerakan simetris. Paru : VBS +/+ Rk -/. SI -/Leher : KGB ttm. crt <2”.C Diabetes Melitus tipe II Terapi : Th/lanjut . Diagnosa: Ulkus Diabetikum E.wh -/-. nyeri tekan ulu hati -.

Jantung : BJ 1 dan 2 murni regular. murmur -. SI -/Leher : KGB ttm. nyeri perut dirasakan oleh pasien PF: T : 110/70 mmHg R : 22x/menit Kepala : Ka -/-.10-11-2013 Keluhan : Mual dirasakan oleh pasien.C Diabetes Melitus tipe II Terapi : Th/ lanjut . crt <2”. Eks : Akral hangat +/+ edema -/+. sering BAK pada malam hari. muntah -.7oC Abdomen : cembung lembut. nyeri tekan ulu hati -. Diagnosa : Ulkus Diabetikum E. Paru : VBS +/+ Rk -/. gallop P : 80 x/menit S : 36.wh -/-. JVP normal Tho : bentuk dan gerakan simetris.

murmur -. Eks : Akral hangat +/+ edema -/+. nyeri tekan ulu hati -. SI -/Leher : KGB ttm.wh -/-. nyeri perut dirasakan oleh pasien PF: T : 120/70 mmHg R : 24x/menit Kepala : Ka -/-. Paru : VBS +/+ Rk -/. gallop Abdomen : cembung lembut. Diagnosa: Ulkus Diabetikum E. JVP normal P : 88x/menit S : 36.4oC Tho : bentuk dan gerakan simetris. sering BAK pada malam hari. Jantung : BJ 1 dan 2 murni regular.C Diabetes Melitus tipe II Terapi : Th/lanjut rujuk bedah untuk debridement . muntah -.11-09-2013 Keluhan : Mual dirasakan oleh pasien. crt <2”.

• • • • Prognosis Quo ad vitam : Dubia ad bonam Quo ad functionam : Dubia Quo ad sanactionam : Dubia .

kemerahan. terapa panas.laki lebih banyak Smokers Keluhan Utama Luka sukar sembuh Nyeri terutama malam hari Patofisiologi Predileksi Polineuropati Angiopati Pada daerah2 yang sering terkena tekanan Sesuai derajat wagner Angiopati Terutama mengenai pembuluh darah perifer ekstremitas inferior dan Superior Konservatif : berhenti merokok Operasi : amputasi Terapi Obat antibiotik .BAB II DISKUSI Analisa Diagnosa Banding Analisa Diagnosa Ulkus Diabetikum Kriteria Usia Faktor Risik Diabetes geriatri = faktor risiko DM Burger disease <45 tahun Perokok Trombophlebitis superficial Diabetes mellitus gangguan kulit Varises Penyakit hati Laki-laki Diabetes mellitus gangguan kulit Varises Penyakit hati Bengkak . drainase.demam Proses infeksi dan peradangan Ekstermitas Jenis Kelamin Etiologi Perempuan=laki-laki Diabetes Mellitus Laki. nyeri.

nekrosis. kadang-kadang ada istirahat lesi satelit akibat autoinokulasi. namun dingin dan  idak disertai gejala konstitusi. dasar (nekrosis). Rasa nyeri merupakan gejala penting pada penyakit arteri.  denyut nadi arteri tepi teratur. sehingga terjadi vaskuler insusifiensi dan neuropati Etiologi Dan faktor Memiliki riwayat DM  Anak kurang gizi resiko  Trauma  Higine Gejala Klinis dan  Kesemutan  ulkus solitar. coklat kehijauan dan berbau.Menurut Tipe Ulkus Analisa diagnosa banding menurut tipe ulkus Kriteria Ulkus Diabetikum Ulkus Tropikana Definisi Ulkus diabetika merupakan Ulkus tropikum adalah ulkus yang luka terbuka pada permukaan cepatberkembang dan nyeri. kotor tepi ulkus jelas. kemudian bagian tengah berwarna kebiruan dan menjadi bula hemoragik. rasa nyeri . Pinggir ulkus meninggi.  sensasi rasa berkurang. kulit karena adanya biasanya pada komplikasi makroangiopati tungkai bawah. Ulkus Ateriosum Ulkus arteriosum adalah ulkus yang terjadi akibat gangguan peredaran darah arteri  Hipertensi     lesi eritematosa yang nyeri. cekung berbenjol-benjol. sekret dorsalis  produktif berwarna kuning pedis/tibialis/poplitea. diagnosa  nyeri kaki saat  numular. penurunan kotor.  kerusakan Jaringan  dinding menggaung. Ulkus (punched out). kaki menjadi atrofi. Ulkus biasanya nyeri.  kuku menebal serta kulit kering.

Kriteria Patofisiologi Analisa diagnosa banding menurut tipe ulkus Ulkus Diabetikum Ulkus Ulkus Tropikana Ateriosum Polineuropati Angiopati Ulkus Varikosum Predileksi Terapi gangguan Gangguan aliran darah aliran darah arteri. obati varises sistemik Pengobatan dikaki sistemik dan topikal . Hindari suhu Tinggikan letak pengobatan dingin dan tungkai dan topikal dan merokok. balik pada tungkai bawah Pada daerah2 yang Tungkai bawah Tungkai bawah Daerah sering terkena predileksi yaitu tekanan daerah antara maleolus dan betis Sesuai derajat wagner Perbaikan gizi.

Pasien mengaku memiliki riwayat diabetes 4 tahun yang lalu hingga sekarang. Yaitu adalah obesitas. . pasien ini didiagnosa: Ulkus Diabetikum E. Menandakan bahwa ada salah satu faktor resiko pada pasien ini. Yang menandakan bahwa pasien ini memiliki penyakit diabetes tipe II. Pasien merasa kesemutan pada kedua tungkai pada awalnya.Berdasarkan analisa kasus.C Diabetes Melitus tipe II Atas Dasar : Pasien datang dengan keluhan luka yang tidak kunjung sembuh + 1minggu yang lalu akibat luka lecet.dan tidak ada riwayat diabetes pada keluarga dan berat badan pasien yang awalnya tinggi kian lama semakin menurun. Selanjutnya kaki terlihat bengkak dan timbul nanah yang kian lama semakin meluas.

Pasien mengaku tidak teratur dalam minum obat.Pada pemeriksaan fisik didapatkan pada bagian kaki. dan bagian luarnya terlihat kemerahan dan terdapat kalus pada bagian punggung kaki dan jari-jari kaki. Pada hasil lab didapatkan kadar gula darah 454 g/dl dan leukosit meningkat 15.000 menandakan bahwa terjadi infeksi bakteri. terdapat sedikit nanah. Pada bagian kuku terlihat rapuh dan mudah patah. terdapat ulkus superficialis pada bagian punggung kaki ukuran sekitar + 1 cm. .

C Diabetes Melitus tipe II : Pemeriksaan Penunjang Foto radiologis pedis Kultur bakteri Terapi Terapi non farmakologis Perencanaan diet makanan Latihan jasmani Terapi Farmakologis Obat hipoglikemik oral : Untuk mengatasi peningkatan guladarah Metformin 2 x 500 mg Glukodex 1 x 80 mg Antibiotik sprectum luas : Untuk mencegah infeksi bakteri Leufloxacin 1 x 500 mg Metrodidazol 3 x 500 mg Kompres luka dengan larutan rivanol (basah .Assasment Planing : Ulkus Diabetikum E.kering) Debridement : tindakan untuk membuang jaringan nekrosis. callus dan jaringan fibrotik .

. memulai Pemberian antibiotika serta melakukan x-ray foto.Menurut bentuk luka pada pasien ini memiliki derajat wagner 1 Wagner derajat I Pada lokasi di tempat-tempat bertekanan tinggi. Pengelolaan dapat berupa : Menghilangkan tekanan Pengangkatan kalus Mengatasi gangguan vascular yang terjadi Melakukan pemeriksaan kultur jaringan apabila telah terjadi infeksi. dilakukan pemeriksaan identifikasi faktor risiko.

.

Mekanisme Ulkus Diabetikum .

7. NEJM 2004. McGraw-Hill. Timothy GB & Dirk ME. Setiyohadi B. Neuropathic Diabetic Foot Ulcers. Semarang. Diabetes and Atherosclerosis: Epidemiology. 2012. 6. Hal 57-68. Clinical Diabetes . JAMA'. Editor Sudoyo AW. Hal. Kirsner RS. 5. In: Andrew’sDisease of The Skin. Philadelphia Kruse I. Editor : WB Saunders Company. Badan Penerbit Universitas Diponegoro. Edelman S. Libby P. Pathophysiology. Simadbrata M. 2009. Am Fam Physician. 2002. 2000. Kaki Diabetes dalam Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Edisi IV Jilid III. Vileykite L. Creager MA. Chakinala M. Diabetes Melitus in Harrison’s principles of internal medicine 18th edition. 4. New York . Alwi.351: 48-55 Darmono. Beckman JA. Alwi I. 942-947. Diabetic Foot Ulcer : Pathogenesis and Management. Hal 18-36. 2006 Vol 24. and Management. Editor Longo. Idrus. 2002. Number 2 : 91-93 Mann DL. Clinical Dermatology 10th edition. 1961-1965. Setiati S. Jameson. Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Evaluation dan Treatment of Diabetic Foot Ulcer. Loscalzo. Frykberg RG. 287 . 3. Status Glikemi dan Komplikasi Vaskuler Diabetes Mellitus dalam Naskah lengkap Kongres Nasional V PersatuanDiabetes Indonesia (Persadia) dan Pertemuan Ilmiah Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (Perkeni). Hauser. Kasper. 2. Cutaneous Signs and Diagnosis.Daftar pustaka 1. Jakarta.19 :2570-2581 Boulton JM. Hal. 8. 2002 Vol 66:1655-62 James WD. Fauci.

Terimakasih wassalam .

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->