Anda di halaman 1dari 1

Mengidolakan Sang Jurnalis (Dahlan Iskan) Mengidolakan seseorang adalah wajar bagi setiap orang.

Mengidolakan berarti menyukai apa yang ada pada diri idolanya tersebut. Bisa berupa aktivitas, pekerjaan, sifat, dan lainna. Yang pasti berbagai alasan banyak dijumpai ketika seseorang ditanyakan alasan megidolakan seseorang. Berbicara tentang idola, saya mengidolakan seorang yang cukup dikenal dan mungkin diidolakan banyak orang. Beliau adalah Pak Dahlan Iskan, seorang menteri BUMN yang dulunya adalah Dirut PT. PLN Indonesia. Sama seperti yanag dijelaskan diatas, tentunya saya memiliki berbagai alasan mengapa mengidolakan beliau yang biasanya dipanggil Pak Dis. Salah satunya adalah kerana beliau dulunya adalah seorang Jurnalis, Jurnalis yang tidak pernah memfokuskan diri untuk sekolah jurnalistik. Beliau tidak sekolah atau kuliah jurnalistik, tetapi dulu sekitar tahun 1975 beliau pernah belajar jurnalis langsung di salah satu surat kabar Indonesia yaitu tempo. Dari sana karir beliau menanjak hingga bisa memegang perusahaan besar yang bergerak di bidang pemberitaaan (pers). Hal itu diperoleh, tentunya dengan kerja keras beliau ketika belajar menjadi seorang jurnalis. Kerja keras yang dibarengi dengan jiwa kepemimpinan beliau yang tinggi, beliau dikenal masyrakat luas. Dan suatu hal yang sangat membagnggakan, yaitu karena kepemimpinannya beliau diangkat menjadi Dirut PT. PLN hingga menjadi seorang Menteri BUMN saat ini. Walau telah menjabat menjadi sorang menteri, pak Dis tidak lupa menulis. Menulis menjadi salah satu aktivitas yang tidak pernah beliau lewatkan. Segala aktivitas penting beliau dituliskan melalui Blog beliau http://dahlaniskan.wordpress.com/. Dan tulisan beliau yang paling sering muncul adalah setiap hari senin di blog beliau dan koran Jawa Pos. Tulisan itu berjudulkan Manufacturing Hope, dengan judul yang berbeda setiap seninnya. Tulisan beliau sangat bagus dan melebihi tulisan penulis lainnya. Satu hal yang membanggakan dari seorang Pak Dis, Seorang yang dulunya jurnalis menjadi seorang yang penting di negri ini, tidak pernah lupa menulis. (Edison Manik (DODOT), CKB 26 Kreatif Unimed)